cover
Contact Name
Hijrana
Contact Email
hijrana@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkesehatan@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20862555     EISSN : 26227363     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is an academic journal that publishes medical and health scientific articles. We regularly publish the issues in June and December. The journal accepts research-based papers, literature/health research regarding of pharmacy, nursing public science and midwifery. This journal published by Medical and Health Science Faculty, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN MALARIA DI PUSKESMAS KOELODA KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA PROVINSI NTT Masriadi Idrus; Getrudis .
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i2.58

Abstract

Malaria is infectious disease caused by parasite of plasmodium genus which is infected through the bites of female anopheles mosquitoes. Malaria is considered a disease related of environment sanitation and behavior causing someone to be ill. The aim of the research is to findout the relationship between the use of repellent, mosquito net, knowledge, mosquito brood sites, home distance from mosquito brood, and cattel cultivation and the occurrence of malaria. The research is a cross sectional study. The sampel were 128 patients consisting of 43 patients suffering from malaria and 83 patients not suffering from malaria. The results of chi-square analysis indicate that the use repellent (X2 arithmetic (20,115), p=0,000), the use of mosquito net (X2 arithmetic (20,908), p=0,000), knowledge (X2 arithmetic (33,885), p=0,000), mosquito brood sites (X2 arithmetic (10,928), p=0,001), home distance from mosquito brood (X2 arithmetic (34,872 ), p=0,000), and cattle cultivation (X2 arithmetic (11,488), p=0,001) have a significant relationship with the occurrence of malaria. Thus, it is suggested to maintain einvironmental sanitation and prevent the behavior of having contact with mosquito.Keywords        : individual and home environment, malaria
PENGARUH KETEBALAN ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP TINGKAT KESADAHAN AIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUDU KABUPATEN ENREKANG TAHUN 2013 Emmi Bujawati; Muh. Rusmin; Syahrul Basri
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i1.949

Abstract

Kesadahan atau hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. Menurut WHO dampak penggunaan yang timbul akibat penggunaan air sadah terhadap kesehatan adalah penyumbatan pembuluh darah jantung dan batu ginjal. Salah satu cara untuk menurunkan kesadahan adalah filtrasi dengan karbon aktif. Tujuan dalam penelitian ini ada-lah untuk mengetahui pengaruh ketebalan arang tempurung kelapa terhadap tingkat kesadahan air.Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan Nonrandomized pretes-postes control group design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ketebalan tempurung kelapa yaitu 60 cm, 70 cm, dan 80 cm., variabel terikat adalah tingkat kesadahan air sumur artetis, dan variabel pengganggu adalah volume air, lama kontak dan kecepatan aliran.Hasil penelitian menujukan bahwa ada pengaruh ketebalan arang tempurung kelapa terhadap tingkat kesadahan air. Persentase penurunan kesadahan pada ketebalan 60 cm (72.71 %), 70 cm (16.03%), dan 80 cm (20.05%). Hal ini menunjukka bahwa penurunan kesadahan yang paling efektif dari variasi ketebalan 60 cm, 70 cm, dan 80 cm yaitu pada ketebalan 60 cm.Penelitian ini menyarankan agar masyarakat yang menggunakan mata air sebagai air bersih yang memiliki tingkat kesadahan tinggi disarankan sebaiknya melakukan pengolahan terlebih dahulu. Salah satu alternatifnya yaitu dengan menggunakan filtrasi dengan karbon aktif dengan ketebalan filter 60 cm.Kata kunci : Ketebalan karbon aktif, Tingkat kesadahan
HUBUNGAN KONDISI SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARANTI KABUPATEN SIDRAP TAHUN 2013 Muh. Saleh; Hijriani .
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i1.940

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan yang masih sering dialami oleh masyarakat dan merupakan penyebab penyumbang tingginya angka kesakitan dan angka kematian. Di Wila-yah Kerja Puskesmas Baranti penderita diare ditemukan setiap tahunnya, pada tahun 2011, jumlah kasus sebanyak 234 kasus.Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi sanitasi ling-kungan dengan kejadian diare pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Baranti Kabupat-en Sidrap tahun 2013. Sedangkan tujuan khusus adalah untuk mengetahui hubungan penye-diaan air bersih, jamban keluarga, tempat sampah dan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dengan kejadian diare.Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional dengan pendekatan Cross Sec-tional Study.. Variabel yang diteliti adalah penyediaan air bersih, jamban keluarga, tempat sampah dan saluran pembuangan air limbah. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan cara Simple Random Sampling. Besar populasi sebanyak 946 dan besar sam-pel sebanyak 270 sampel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistic Chi-square dalam program spss.Hasil penelitian penyediaan air bersih dengan kejadian diare (p value = - ) > alpha (α = 0,05), jamban keluarga dengan kejadian diare, (p value = 0,000) < alpha (α =0,05), tempat sampah dengan kejadian diare (p value = 0,947) > alpha (α = 0,05), dan saluran air limbah dengan kejadian diare (p value = 0,000) < alpha (α = 0,05).Pada masyarakat sebaiknya bisa menjaga kebersihan jamban mereka. Hal ini dikare-nakan sangat banyaknya bakteri berbahaya yang timbul di WC sehingga kebersihannya harus selalu diperhatikan. Jamban yang tidak bersih bisa menjadi sumber persebaran bakteri penyebab penyakit dikalangan lingkungan rumah tersebut.. Pada saluran pembuangan air limbah pengetahuan masyarakat kiranya lebih ditingktkan lagi. Hal ini disebabkan karena pengaruhnya yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat terutama pada perletakannya di sembarang tempat juga menjadi salah satu pemicu tersebarnya bakteri dan virus penyebab penyakit.Kata Kunci : Diare, Air Bersih, Jamban Keluarga, Tempat Sampah, SPAL.
IDENTIFIKASI AKTIVITAS IMUNOGLOBULIN M (IG.M) EKSTRAK ETANOLIK DAUN CEPLUKAN (Physalis Minima Linn.) PADA MENCIT Nurmaya Effendi; Harti Widiastuti
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i2.54

Abstract

Sistem imun adalah sistem yang sangat penting bagi tubuh untuk menghindari dan melawan berbagai penyakit (Abbas et al, 2007). Keseimbangan sistem imun dapat dipengaruhi oleh faktor internal dalam tubuh dan faktor eksternal yang perlu dipertahankan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat (Ma’at, 2010). Sistem imun ini berkaitan erat dengan adanya antibodi. Antibodi merupakan protein immunoglobulin yang disekresi oleh sel B yang terfiksasi oleh antigen. Tanaman ceplukan (Physalis minima Linn.) termasuk famili Solanaceae merupakan tanaman yang tidak banyak diketahui orang bahwa dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol daun ceplukan (Physalis minima Linn.) untuk meningkatkan aktivitas IgM.Daun ceplukan kering dimaserasi dengan etanol. Ekstrak etanolik cair yang diperoleh dikentalkan dengan rotavavor dan kemudian disuspensikan dengan Na-CMC sebagai pembawa. Ekstrak diberikan secara oral kekelompok mencit uji dengan menggunakan kontrol negatif Na-CMC dan selanjutnya diimunisasi dengan suspensi sel darah merah domba secara intraperitonial dan setelah lima hari selanjutnya darah mencit diambil secara intrakardial. Darah mencit selanjutnya digumpalkan, serumnya lalu diencerkan dengan PBS dan diuji lagi dengan sel darah merah domba, dan setelah diinkubasi selanjutnya diamati pengenceran tertinggi darah yang dapat mengaglutinasi sel darah domba.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanolik daun Ceplukan (Physalis minima Linn.) konsentrasi 4%, 8% dan 12% b/v dapat meningkatkan aktivitas Ig.M dengan titer imunoglobulin rata-rata masing-masing sebesar 1/32, 1/128 dan 1/64 sedangkan kelompok perlakuan kontrol, rata-rata titer imunoglobulinnya hanya 1/8. Kata Kunci : sistem imun, antibiotik, ceplukan, IgM
267 GAMBARAN POLA PENGASUHAN GIZI PADA ANAK BALITA DI KECAMATAN TAPALANG KAB. MAMUJU PROP. SULAWESI BARAT Syarfaini .
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i1.945

Abstract

Pengasuhan yang baik sangat penting untuk dapat menjamin tumbuh-kembang anak yang optimal.Praktik pengasuhan dan sumber -sumbernya berbeda antar daerah karena perbedaan budaya, dan bahkan antar keluarga pada daerah atau budaya yang sama. Namun kebutuhan anak terhadap makanan, kesehatan, perlindungan dan kasih sayang adalah universal.Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju yang bertujuan untuk Mmberi gambaran tingkat Pendidikan, Pengetahuan, Pendapatan, Sosial Budaya serta Pola Pengasuhan Gizi. Jenis penelitian ini deskriptif, adapun sampelnya diambil secara pro-porsional random sampling dengan jumlah sampel 288 sampel dan untuk pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan kuesioner sebagai instrumen yang dibagikan kepada sampel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 178 orang tua anak balita yang memiliki pendidikan cukup terdapat yang memiliki status pola pengasuhan baik sebanyak 97,8 %, sedangkan dari 110 orang tua anak balita yang memiliki pendidikan kurang terdapat yang memiliki status pola pengasuhan baik sebanyak 57,3%. dari 157 orang tua anak balita yang memiliki pengetahuan cukup terdapat yang memiliki status pola pengasuhan baik sebanyak 96,2 %, sedangkan dari 131 orang tua anak balita yang memiliki pengetahuan kurang ter-dapat yang memiliki status pola pengasuhan baik sebanyak 65,6 %. Hasil penelitian menun-jukkan dari 224 orang tua anak balita yang memiliki pendapatan cukup terdapat yang memi-liki status pola pengasuhan baik sebanyak 89,7 %, sedangkan dari 64 orang tua anak balita yang memiliki Pendapatan kurang terdapat yang memiliki pola pengasuhan gizi anak balita baik sebanyak 56,3 %. Hasil penelitian menunjukkan dari 257 orang tua anak balita yang memiliki sosial Budaya cukup terdapat yang memiliki pola pengasuhan anak balita baik sebanyak 81,7 %, sedangkan dari 64 orang tua anak balita yang memiliki Sosial Budaya kurang terdapat yang memiliki pola pengasuhan anak balita baik sebanyak 87,1 %.Diharapkan pada instansi yang terkait khususnya di bidang kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan kepada orang tua anak balita, sistematis dan berkesinambungan tentang pentingnya pola pengasuhan anak balit, Dan kepada orang tua agar memberikan perhatian yang penuh kepada anak balitanny agar kelak menjadi anak yang lebih penurut dan berguna.Kata Kunci : Pola Pengasuhan Ibu
BEBERAPA FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN STROKE NON HEMORAGIK (STUDI KASUS DI STROKE CENTER RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROPINSI SULAWESI SELATAN) Nildawati .; Suharyo Hadisaputro; Widiastuti Samekto
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i2.59

Abstract

Stroke non hemoragik masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, berkaitan dengan tingginya angka morbiditas, mortalitas dan disability. Data tahun 2009 menunjukkan bahwa jumlah kunjungan Stroke non hemoragik di RS khusus daerah Propinsi Sulawesi Se-latan mencapai 890. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian stroke non hemoragik.Metode Case Control Study dimana kasus adalah pasien stroke non hemoragik yang berkunjung di Stroke Center Rumah Sakit Khusus Daerah Propinsi Sulawesi Selatan antara kurun waktu Januari 2011 hingga April 2012, sedangkan kontrol adalah pasien yang pernah dan sedang dirawat inap dari bangsal penyakit dalam, dalam kurun waktu yang sama dengan kelompok kasus. Data diperoleh dari buku register, catatan medis, serta dilakukan indepth interview.Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor risiko yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian stroke non hemoragik adalah riwayat penyakit dalam keluarga (p = 0,004, OR = 3,6, 95%CI = 1,5-8,9), kebiasaan mengkonsumsi alkohol/ballo (p = 0,004, OR = 4,9, 95%CI = 1,8-13,3), stressor psikososial (p = 0,050, OR = 2,9, 95%CI = 1,0-7,9), pola perilaku (p = 0,004, OR = 5,1, 95%CI = 1,7-15,7), diabetes mellitus (p = 0,000, OR = 5,6, 95%CI = 2,5-12,9%), penyakit jantung (p = 0,011, OR = 3,7, 95%CI = 1,3-9,9), dan kebia-saan mengkonsumsi daging (p = 0,008, OR = 6,0, 95%CI = 1,5-22,7).Faktor risiko yang terbukti secara signifikan adalah riwayat penyakit dalam keluarga, kebiasaan mengkonsumsi alkohol, stressor psikososial, pola perilaku tipe A, diabates melli-tus, kelainan jantung, serta kebiasaan mengkonsumsi daging. Perilaku hidup sehat dengan tidak mengkonsumsi alkohol, olah raga secara teratur, makan makanan yang sehat dan kon-sumsi kolesterol yang berimbang serta tidak stress merupakan faktor penting untuk mencegah terjadinya stroke non hemoragik.Kata kunci : Stroke Non Hemoragik, Faktor-Faktor Risiko, Kasus Kontrol.
HUBUNGAN RIWAYAT HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN STROKE DI RSUP Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR 2012 Muh. Anwar Hafid
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i1.941

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga dan penyebab kecacatan nomor satu di seluruh dunia, sebanyak 80-85% stroke non hemoragik. Dari situs WHO stroke memasuki sepuluh top penyakit penyebab kematian di dunia, dimana stroke menempati urutan ketujuh.Tujuan penelitian ini unutk mengetahui hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian stroke di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.Penelitian dengan rancangan case control. Populasi semua pasien stroke dengan jumlah sampel 20 sampel untuk kelompok kasus dan kontrol. Analisa data menggunakan Odd Ratio dan Mantel dan Haenszel.Hasil Penelitian dengan uji dengan odd ratio Cochran & Mantel Haenszel didapatkan hasil X2 hitung (4.977) > X2 Tabel (3,841) atau p (0,026) > α (0,050) dan CI (1.120; 3.571). Orang dengan Riwayat hipertensi lebih berisiko mengalami stroke 2.000 lebih besar dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat hipertensi. Hipertensi faktor utama yang menyebabkan stroke ditunjukkan hasil uji signifikansi chi square Cochran Mantel dan Haenszel didapatkan hasil X2 Mantel dan Haenszel sebesar 4.977 dengan p = 0.026.Kata Kunci : Riwayat Hipertensi, Kejadian Stroke
EKSTRAKSI, PEMISAHAN SENYAWA, DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF Mukhriani Tetti
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i2.55

Abstract

Ekstraksi merupakan proses pemisahan bahan dari campurannya dengan menggunakan pelarut yang sesuai. Proses ekstraksi dihentikan ketika tercapai kesetimbangan antara konsentrasi senyawa dalam pelarut dengan konsentrasi dalam sel tanaman. Setelah proses ekstraksi, pelarut dipisahkan dari sampel dengan penyaringan. Ekstrak awal sulit dipisahkan melalui teknik pemisahan tunggal untuk mengisolasi senyawa tunggal. Oleh karena itu, ekstrak awal perlu dipisahkan ke dalam fraksi yang memiliki polaritas dan ukuran molekul yang sama.Identifikasi golongan senyawa dilakukan dengan uji warna, penentuan kelarutan, bilangan Rf dan ciri spectrum UV. Identifikasi yang paling penting dan digunakan secara luas ialah pengukuran spektrum serapan dengan menggunakan spektrofotometer.Kata Kunci  : Ekstraksi, Identifikasi Senyawa
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD SYEKH YUSUF GOWA DAN RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR TAHUN 2013 A. Sitti Rahmah; Mahdinah Armah
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i1.946

Abstract

Asfiksia pada bayi baru lahir atau asfiksia neonatorum adalah suatu keadaaan bayi baru lahir yang gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia dapat mengakibatkan kematian dan diperkirakan satu juta anak yang bertahan setelah men-galami asfiksia saat lahir kini hidup dengan morbiditas jangka panjang seperti cerebral pal-sy, retardasi mental, dan gangguan belajar faktor-faktor risiko terjadinya asfiksia neonato-rum adalah faktor ibu, faktor plasenta, faktor janin, dan faktor persalinan.Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan faktor risiko asfiksia pada kejadian asfiksia bayi baru lahir. Metode penelitian adalah observasional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling, kemudian dianalisis menggunakan spss dengan uji chi-square Sampel dipilih berdasarkan data sekunder dan diperoleh 86 kasus di RSUD Syekh Yusuf Gowa dan 18 kasus di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.Penelitian ini dilakukan pada tanggal 3 Juli sampai 31 Juli 2013. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist.Hasil penelitian menunjukkan dari 104 kasus asfiksia, faktor risiko berdasarkan umur ibu (20-35 tahun) sebanyak 65,39% (p-value>0.05), berdasarkan usia kehamilan (<37 minggu dan >42 minggu) sebanyak 55,76% (p-value>0.05), berdasarkan persalinan lama (>18 jam untuk multipara dan >24 jam untuk primipara) sebanyak 58,65% (p-value>0.05), dan berdasarkan jenis persalinan (persalinan dengan tindakan) sebanyak 56,73% (p-value>0.05).Kesimpulan umur Ibu, usia kehamilan, lama persalinan dan jenis persalinan tidak memiliki hubungan yang signifikan pada kasus asfiksia nenonatorum di RSUD Syekh Yusuf Gowa dan RSUP Wahidin Sudirohusodo.Kata Kunci : Asfiksia neonatorum, usia Ibu, usia kehamilan, lama persalinan,jenis persalinan
MANAJEMEN MODEL ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP) TIM DALAM PENINGKATAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT Nurhidayah .
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i2.60

Abstract

Pelayanan kesehatan menjadi fokus tuntutan masyarakat pada umumnya, baik pemerintah maupun swasta. Oleh karena itu, mutu pelayanan kesehatan menjadi alasan per-tama bagi pasien dan keluarga dalam memilih rumah sakit. Salah satu upaya dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan yakni dengan peningkatan kualitas pelayanan keperawa-tan dengan memberikan rasa tanggung jawab yang lebih tinggi pada perawat sehingga ter-jadi peningkatan kinerja kerja dan kepuasan pasien. Pelayanan keperawatan ini diaplikasi-kan melalui penerapan model asuhan keperawatan profesional atau MAKP karena kepuasan pasien ditentukan salah satunya dengan pelayanan keperawatan yang optimal.Manajemen Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit. Hasil analisis menun-jukkan bahwa Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) berbanding lurus dengan peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta kepuasan pasien di Rumah Sakit.Kata kunci : Model asuhan keperawatan professional, kepuasan pasien

Page 3 of 22 | Total Record : 216