Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN (MODEL PENGUKURAN RISIKO PENCEMARAN UDARA TERHADAP KESEHATAN) Basri, Syahrul; Bujawati, Emmi; Amansyah, Munawir; ., Habibi; ., Samsiana
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kesehatan. Se-dangkan risiko (risk) merupakan fungsi peluang terjadinya gangguan kesehatan dan kepara-han (severity) gangguan kesehatan oleh karena suatu bahaya.Risiko lingkungan merupakan risiko terhadap kesehatan manusia yang disebabkan oleh karena faktor lingkungan, baik lingkungan fisik, hayati maupun sosial-ekonomi-budaya. Salah satu bahaya yang berpotensi menimbulkan dampak bagi kesehatan manusia dan ling-kungan yakni bahaya kimia yang berupa keberadaan polutan di udara.Di Indonesia Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) masih belum banyak dikenal dan digunakan sebagai metoda kajian dampak lingkungan terhadap kesehatan. Pa-dahal, di beberapa negara Uni Eropa, Amerika dan Australia ARKL telah menjadi proses central idea legislasi dan regulasi pengendalian dampak lingkungan. Karenanya, merupakan hal penting untuk mengenalkan metode ARKL dalam pengukuran risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan karena faktor lingkungan khususnya pencemaran udara.Kata Kunci : Analisis Risiko, Pencemaran Udara
Kesehatan Lingkungan Udara Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Lisa Jayanti; Syamsuar Manyullei; Emmi Bujawati
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 2 No 1 (2016): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.85 KB)

Abstract

The hospital is a place where ill people are treated and placed in a very close distance. In this place patients receive therapy and treatment to recover. Hospital is not only a place to get recovered but also a depot for various diseases that come from the patient or from a visitor who is a carrier. Germs can live and thrive in hospital environment covering the whole area, like air, water, flooring, food and both medical and non medical. The purpose of this study was to determine the factors that influence the quality object of inpatient room sanitation of District General Hospital with an exposure Sheikh Yusuf room temperature, humidity, inspection and measurement number of bacteria PM2,5 and PM10 dust particles. This is a descriptive research with 5 types room of population and two rooms of sample in Syekh Yusuf regional hospital. The result of the exposure/lighting measurement both treatment room I and II are not eligible and the humadity is not either as well germs measurement. The measurements of dust particle PM2,5 and PM10 in both treatment room I and II is eligble based on the decree of health ministry of RI number 1204/Menkes/SK/2004 regarding with condition of hospitasl environment health. Therefore, it is to advisible that hospital does room cleaning process on a regular basis in inpatient room.Keywords : lighting, room temperature, room humidity, Figures Germs, dust and PM10 PM2,5 
Hubungan Pola Asuh Dalam Perspektif Islam Terhadap Kejadian Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Wihdatul Ummah Kota Makassar Siti Kamariah; Syamsuar Manyullei; Emmi Bujawati
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 2 No 2 (2016): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.474 KB)

Abstract

Helminthiasis is one of the public health problems in Indonesia because its prevalence nature is still quite high, as it is found that children under five and children in primary school (SD) have higher prevalence. Personal hygiene is one of an important factor of the transmission of this disease. This research aims to know the relationship between parenting in Islamic perspective (habit to cut their nails, wash their hands, to use footwear and bowel habits) and the intestinal worms in SDIT Wihdatul Ummah Makassar City. This research is observational analytic study with cross-sectional design. The number of samples as many as 89 people. This samplesare chosen by using purposive sampling technique. The results of the study showed that 3.4 percent of respondents, intestinal worms. The results of research also showed that is no significant relationship between the parenting in Islam perspective of helminthiasis in children at SDIT Wihdatul Ummah Makassar City. However, there is a significant relationship between wearing any footwear (p = 0.005) and the intestinal worms in children at SDIT Wihdatul Ummah Makassar City. It is suggested that the need for guidance and providing information media urge people to always wear footwear outside the room. This habit shows a significant relationship toward intestinal worms. Keywords : helminthiasis, parenting in Islamic perspective, elementary school student 
Pengetahuan Sikap dan Tindakan Masyarakat di Kelurahan Antang Kec.Manggala RW VI Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Kota Makassar Tahun 2015 Sri Ayu Azzahra; Emmi Bujawati; Fatmawaty Mallapiang
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 2 No 3 (2016): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.657 KB)

Abstract

Dengue Hemoragic Fever (DHF) is a infection disease that caused by dengue virus transmitted through mosquite bite aedes aegypty, as know together (DHF) is still the infections diseases potential outbreak.                  The purpose of this study to determine knowledge attitudes and actions of people in the village Antang RW VI Kec. find out knowledge attitude and community action in the pillars of the citizens (RW) VI in the the village of Makassar city districts Antang, type of research  descriptive study with a random sample.The results showed enough knowledge of the category of 102 respondents’ (63%), whereas the category of positive attitude as much as 55 respondents’ (34%) , and less action category there were 107 respondents’ (98,1%)The research concloud respondents’ knowledge  in the village Antang pillars of citizens (RW) VI is ‘’Enough’’ and the result can be consderaction for the helath agencies in order to survelance of dengue fever prevention practices and communities to be more concerned about the environment  or do eradication advice mosquitoes (EMA). Key Words : Dengue Hemoragic Fever (DHF), Knowledge, Attitude And Measure 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Personal Hygiene Selama Menstruasi pada Santriwati di Pesantren Babul Khaer Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016 Emmi Bujawati; Sitti Raodhah; Indriyanti Indriyanti
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 1 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.103 KB)

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang diwarnai oleh perubahan pertumbuhan, munculnya berbagai kesempatan dan seringkali menghadapi risiko-risiko kesehatan reproduksi. Personal hygiene selama menstruasi merupakan isu kritis sebagai determinan status kesehatan remaja yang akan berpengaruh dalam kehidupan masa tua. Salah satu upaya mengurangi gangguan pada saat menstruasi yaitu membiasakan diri dengan perilaku higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor yang berhubungan dengan personal hygiene selama menstruasi, seperti pengetahuan, komunikasi teman sebaya, usia menarche dan kepercayaan terhadap mitos pada santriwati Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Babul Khaer Bulukumba. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah santriwati Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Babul Khaer Kabupaten Bulukumba sebanyak 117 santriwati. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan  sebesar 76,1% responden yang memiliki personal hygiene selama menstruasi yang cukup dan yang memiliki personal hygiene selama menstruasi yang kurang sebesar 23,9%. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,000), komunikasi teman sebaya (p=0,002), dan kepercaayaan terhadap mitos (p=0,000) dengan personal hygiene selama menstruasi, sedangkan usia menarche (p=0,473) tidak memiliki hubungan dengan personal hygiene selama menstruasi. Penelitian ini menyarankan agar para remaja dapat meningkatakan personal hygiene selama menstruasi dengan cara membekali diri sebanyak-banyaknya dengan pengetahuan yang diperoleh baik dari media massa, orang tua atau buku. Bagi pihak sekolah dapat menerapkan metode pendidikan kesehatan dalam meningkatkan personal hygiene selama menstruasi sepetri FGD (Focus Group Discussion). Kata Kunci : Personal Hygiene, Menstruasi, Santriwati.
Gambaran Kadar Timbal Dalam Urin dan Kejadian Gingival Lead Line Pada Gusi Anak Jalanan Di Flyover Jl. AP. Pettarani Makassar Andi Takwa; Emmi Bujawati; Fatmawaty Mallapiang
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 2 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.799 KB)

Abstract

Timbal merupakan polutan udara utama di udara perkotaan selain sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NOx), dan karbon monoksida (CO). Dampak paparan timbal terhadap kesehatan adalah kerusakan ginjal, hipertensi, anemia, kerusakan saraf pusat, keguguran janin, menurunkan IQ anak.Kadar timbal yang tinggi dapat dilihat dari gingival lead line.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar timbal yang terdapat dalam urine dan kejadian gingival lead line pada gusi anak jalanan di Flyover Jl. Ap. Pettarani Makassar Tahun 2015. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 22 orang.Dari hasil penelitian menunjukkan responden dengan lama paparan dalam kategori tidak berlebih ada 14 orang diantaranya 11 orang (78. 6%) dengan kadar timbal yang normal dan 3 orang (21. 4%) dengan kadar timbal tinggi. Lama paparan dalam kategori berlebih ada 8 orang diantaranya 5 orang (62. 5%) dengan kadartimbal normal dan 3 orang (37. 5%) dengan kadar timbal tinggi. Untuk responden dengan masa kerja dalam kategori baru ada 19 orang diantaranya 13 orang (68. 4%) dengan kadar timbal norma, dan 6 orang (31. 6) dengan kadar timbal tinggi. Masa kerja dalam kategori lama ada 3 orang diantaranya 3 orang (100%) dengan kadar timbal normal dan 0 orang (0) dengan kadar timbal tinggi. Untuk responden dengan gingival lead line yang memiliki kadar timbal dalam urin dengan hasil normal ada 16 orang untuk diantaranya 0 orang (0%) yang gingival lead line dan 16 orang (100%) yang tidak gingival lead line. Kadar timbal dalam urin dengan hasil yang tinggi ada 6 orang diantaranya 1 orang (16. 7%) yang gingival lead line dan 5 orang (83. 3%) yang tidak gingival lead line. Kata Kunci  : Gingival Lead Line, kadar Timbal Urine.
Uji Perbandingan Efektivitas Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tobaccum) Dengan Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata I) Terhadap Kematian Lalat Rumah (Musca domestica) Andi Nur Rifa’atil Fahmiyah; Andi Susilawaty; Emmi Bujawati
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 2 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.399 KB)

Abstract

Lalat rumah (Musca domestica) adalah lalat yang banyak terdapat di Indonesia. Lalat ini merupakan vektor, dimana cara penularan yang paling sederhana dan sering terjadi adalah secara mekanis. Pada cara ini, vector menyebarkan parasit melalui kontak dengan host tanpa disertai perkembangbiakan parasit dalam tubuh  lalat. Tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun tembakau dan daun sirsak terhadap kematian Lalat Rumah (Muscadomestica) serta untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun tembakau dan daun sirsak pada konsentrasi 60%, 70%, dan 80% terhadap kematian Lalat Rumah (Musca domestica) dan ekstrak daun tembakau dan ekstrak daun sirsak dikatakan mampu mematikan lalat rumah apabila mencapai LC50. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen (experiment) dengan rancangan Posttest Only Control Group Design, yaitu merupakan desain penelitian yang tidak menggunakan pretes terhadap sampel sebelum perlakuan. Berdasarkan hasil uji Paired Sample test dan Uji Friedman Test diperoleh nilai A symp. Sig. (2-tailed) pada semua perlakuan baik pada perlakuan ekstrak daun tembakau dan ekstrak daun sirsak yaitu sig. <0.05 maka dinyatakan bahwa ekstrak tembakau (Nicotiana tobaccum) dan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L)  efektiv terhadap kematian lalat rumah (Musca domestica). Implikasi pada penelitian ini yaitu untuk penelitis elanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan konsentrasi ekstrak daun tembakau (Nicotiana tobaccum) dan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) yang lebih efektif dalam membunuh lalat rumah dalam ruangan dengan skala yang besar, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efek ekstrak daun tembakau (Nicotiana tobaccum) dan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) yang lebih aplikatif sehingga penggunaannya lebih mudah dan praktis. Kata Kunci : Ekstrak daun Tembakau, Ekstrak Daun Sirsak, Jumlah Lalat Rumah yang Mati
Analisis Pelaksanaan Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Nosokomial Di ICU RSUD Labuang Baji Makassar Sukfitrianty Syahrir; Fitrahmadani Tirmanidhana; Sitti Raodhah; Emmi Bujawati
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 2 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.632 KB)

Abstract

Infeksi nosokomial atau yang disebut juga Hospital Acquired Infection (HAI) adalah infeksi yang didapat di rumah sakit atau difasilitas kesehatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencegahan dan pengendalian Infeksi Nosokomial di Intensive Care Unit RSUD Labuang Baji Makassar tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan metode penentuan informan menggunakan purposive selected, serta Informan dalam penelitian ini terdiri dari 7 informan. Hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan kewaspadaan universal dilakukan dengan mencuci tangan handwash dan handrub. Penggunaan Alat Pelindung Diri digunakan berdasarkan indikasi masing-masing. Pengelolaan alat kesehatan dilakukan di CSSD (Central Steril Supply Departement). Pengolahan limbah dipisahkan berdasarkan jenisnya dan dilakukan penampungan sementara. Airborn precaution penempatan pasien diletakkan di RPK (Ruang Perawatan Khusus) dan menggunakan masker khusus (N95). Droplet precaution pasien dapat ditempatkan di RPK, ruang isolasi ICU ataupun di tempat tidur biasa. Contact precaution pasien ditempatkan di tempat tidur pasien biasa. Kesimpulan penelitian yakni pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di ICU RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2016 dilaksanakan berdasarkan kewaspadaan universal dan kewaspadaan berdasarkan transmisi. Kata Kunci : Infeksi Nosokomial, Pencegahan Dan Pengendalian
Efektifitas penggunaan arang limbah kulit kakao (Theobroma Cacao L.) untuk menurunkan kesadahan, salinitas dan senyawa organik air Andi Ita Juwita; Ilham Ahmad; Musdalifah Musdalifah; Emmi Bujawati; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 1 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.834 KB)

Abstract

Penelitian Aktivasi Arang Limbah Kulit  Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Variasi Waktu dan Zat Pengaktivasi telah dilakukan. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu mempelajari aktivasi arang aktif serta menguji arang aktif dalam menurunan kesadahan, salinitas dan senyawa-senyawa organik dalam air sumur. Pembuatan arang aktif dari kulit kakao ini dilakukan dengan metode aktivasi kimia menggunakan larutan H3PO4 dan KOH dengan konsetrasi 5% dan 10% dengan waktu aktivasi 60 dan 90 menit dan untuk pengalikasiannya terhadap air yang akan diuji digunakan air 500 ml dengan penambahan arang aktif 10 g yang dihomogenkan dengan menggunakan magnetic stirrer selama 15 menit.Arang aktif dari limbah kulit kakao dengan variasi waktu dan zat pengaktivasi, yang terbaik untuk menurunkan nilai kesadahan total yaitu dengan penggunaan H3PO4 konsentrasi 10% dengan waktu aktivasi 90 menit dapat menurunkan nilai kesadahan sebesar 22 mg/L. Untuk menurunkan nilai salinitas yang terbaik yaitu dengan penggunaan KOH 5% dengan waktu aktivasi 90 menit dapat menurunkan nilai salinitas sebesar 0,25 ppm. Untuk nilai pH hasil terbaik diperoleh pada penggunaan H3PO4konsentrasi 10% dengan waktu aktivasi 90 menit, untuk penurunan nilai TDS diperoleh pada penggunaan H3PO4konsentrasi 10% dengan lama waktu aktivasi 90 menit, dan untuk nilai BOD dan TSS yang terbaik yaitu dengan penggunaan H3PO4 5% dengan waktu aktivasi selama 60 menit. Kata Kunci  : arang aktif, konsentrasi, variasi waktu
Analisis Risiko Paparan Karbon Monoksida (CO) Terhadap Anak Sekolah Di SD Negeri Kakatua Kota Makassar Tahun 2017 Sherli Wahyuni; Andi Susilawaty; Emmi Bujawati; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 1 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1490.486 KB)

Abstract

Gas CO sebagian besar berasal dari pembakaran fosil dengan udara berupa gas buangan kendaraan yang lebih banyak dihasilkan dari padatnya lalu lintas. Selain itu, Gas CO dapat pula dihasilkan dari proses industri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran risiko paparan CO pada anak sekolah di SD Negeri Kakatua Kota Makassar.Jenis rancangan pada penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL).Dengan jumlah populasi 222 responden dan sampelnya sebanyak 143 responden.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Multi Stage Sampling yang dilakukan dengan 2 tahap pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan  rata-rata konsentrasi CO dalam udara ambien di Sekitar SD Negeri Kakatua tahun 2017 yaitu 968,11 µg/Nm3. Nilai laju asupan udara anak sekolah di SD Negeri Kakatua yaitu paling tinggi 3,0 m3/hari dan paling rendah 2,4 m3/hari. Nilai durasi paparan anak sekolah di SD Negeri Kakatua yaitu paling tinggi 6 tahun dan paling rendah 4 tahun. Rata-rata berat badan anak sekolah di SD Negeri Kakatua yaitu 33,12 kg. Rata-rata besaran risiko (RQ) CO pada anak sekolah di SD Negeri Kakatua yaitu RQ < 1. Nilai RQ < 1 yang artinya anak sekolah di SD Negeri Kakatua belum terjadi risiko paparan Karbon Monoksida yang terkandung di udara ambient, meskipun paparan CO anak sekolah masih belum terjadi risiko tetapi perlu mendapatkan perhatian. Diharapkan kepada semua pihak baik pemerintah, pihak sekolah dan anak sekolah untuk selalu menjaga lingkungan sekitar utamanya yang dekat jalan raya misalnya dengan menanam pohon yang dapat meminimalisir pencemaran udara sekitar. Kata Kunci : Karbon Monoksida, ARKL, Risk Quotient (RQ)
Co-Authors A.I. Sadarang, Rimawati Adha, Andi Syamsiah Adnan, Yudi Aeni, Syahratul Andi A. Muslim Andi Azizah Andi Islamiyah Andi Ita Juwita Andi Meriam Andi Nur Rifa’atil Fahmiyah Andi Susilawaty Andi Syamsiah Adha Andi Takwa Ansyar, Dian Ihwana Arfah, Nur Hasanah Asmaul Husna Awalia, Widya Azis, Erina Widiyanti Azriful Azriful Azriful Azriful, Azriful Bs. Titi Haerana Burhan, Siti Latifah Darmayanti, Firdha Darwis, Dian Yuliawati Dian Rezki Wijaya Durrotul Mahdiyah Farhana Azzahra Pisagau Fatmawaty Mallapiang Fitrahmadani Tirmanidhana Guhir, Faradila Habibi . Hadriani Hadriani Hamid, Nurul Azizah Handayani, Nurul Ridhia Putri Humairah, Aqiilah Tun Ilham Ahmad Indriyanti Indriyanti Irviani A. Ibrahim Irviani Anwar Ibrahim Jannah, Zahratul Karini, Tri Addya Karini, Try Addya Khaer, Ain Kurniati, Yessy Lilis Widiastuty Lilis Widyastuti Lisa Jayanti Maharani Mariani Mariyani, Mariyani Mirnawati Mirnawati Mubarak Mubarak Muh. Rusmin Muh. Saleh, Muh. Muhammad Rachmat Mujahida Mujahida Munawir Amansyah Munawir Amansyah Musdalifah Musdalifah Nasaruddin, Qonitah Nildawati Nildawati, Nildawati Ningsih, Wirda Wahyu Nur Fadiyah Putri Nurdiyanah Syarifuddin Nurdiyanah Syarifuddin, Nurdiyanah Nurhidayat Nurhidayat Nurul A Fajriani Ranti Ekasari Ranti Ekasari, Ranti Rida Wahida Rosmilasari Rosmilasari Sadarang, ‪Rimawati Aulia Insani Sadarang, Rimawati Aulia Insani Sadarang, Rismawati Aulia Insani Samsiana . Sherli Wahyuni Siti Kamariah Sitti Raodhah Sri Ayu Azzahra Sukfitrianty Syahrir Sukma Wardani Syahratul Aeni Syahratul Aeni Syahratul Aeni Syahrul Basri Syamsuar Manyullei Syamsul Alam, Syamsul Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini, Syarfaini Widya Sari Windasari Putri Yudi Adnan Yusdarif Yusdarif Zil Fadhilah Arranury