cover
Contact Name
Hijrana
Contact Email
hijrana@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkesehatan@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20862555     EISSN : 26227363     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is an academic journal that publishes medical and health scientific articles. We regularly publish the issues in June and December. The journal accepts research-based papers, literature/health research regarding of pharmacy, nursing public science and midwifery. This journal published by Medical and Health Science Faculty, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
FACTORS AFFECTING ON BABY'S SUCKING FOR SECRETION OF BREAST MILK AT THE HEALTH CENTER BATUA MAKASSAR Najmawaty .; Azizah Nurdin
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i1.942

Abstract

This study aims to to obtain a description of the factors that influence the baby's suck-ing of the breast milk in working area of Puskesmas Batua Makassar Health Center.This study is the "Cross Sectional Study". It includes a variable dependent namely the position and attachment of the infant, breast-feeding frequency, and duration of breastfeed-ing whereas the independent variables, is the secretion breast milk. The population is all postpartum women who had been treated at the health center Batua Makassar. The number of samples is 78 people. Data were obtained through questionnaires. Data analysis using regression test liners.The results of this study indicate that there is a correlation between the position and attachment of the baby (ρ = 0.000) with the production and secretion of breast milk, while breast-feeding frequency factor (ρ = 0.833) and duration of breastfeeding factors (ρ = 0.551) have no significant relationship. It was found that the most dominant factor affecting the se-cretion of breastmilk is the position and attachment of the baby.There is a relationship between Infant Positioning and attachment during breastfeed-ing to the production as well as the scretion of the breast milk. The frequency and duration of breastfeeding did not have a significant effect on the secretion of breastmilk.Key words : secretion of breast milk, positioning and fixation of the baby on the breast, fre-quency and duration of breastfeeding.
HUBUNGAN KINERJA PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN PENGGUNA YANKESTIS DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RSUD SYECH YUSUF KAB.GOWA Muhammad Anwar Hafid
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i2.56

Abstract

Perawat sebagai profesi yang berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan sehingga tidak jarang pelayanan keperawatan menjadi sasaran dari rasa tidak puas pasien tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan terhadap kinerja perawat dengan kepuasan pasien pengguna yankestis.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden, analisa data yang digunakan adalah analisa data univariat dan bivariat dengan chi-Square.Hasil uji statisytik didapatkan nilai P – Value sebesar 0,008, hasil uji statistic tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara kinerja perawat dengan kepuasan pasien, karena nilai hitung P< Alpha  0,05 dapat disimpulkan bahwa kinerja perawat mempunyai hubungan terhadap kepuasan pasien pengguna kartu yankestis dalam pelayanan keperawatan diRSUD Syech Yusuf kab. Gowa. Dari hasil kesimpulan  diharapkan bagi kepala bagian keperawatan dan SDM perlu ditingkatkan kualits kinerja perawat dalam pelayanan keperawatan kepada pasien yankestis, diharapkan pihak rumah sakit meningkatkan kinerja perwat dengan cara rutin melaksanakan pelatihan agar tercipta perawat yang handal dan professional. Kata kunci: kinerja perawat,tingkat kepuasan pasien
PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP TINGKAT DEPRESI, KECEMASAN, STRES, DAN KUALITAS HIDUP PENDERITA PENYAKIT KRONIS DI KOTA MAKASSAR (KAJIAN SURVEI EPIDEMIOLOGI BERBASIS INTEGRASI ISLAM DAN KESEHATAN) M. Fais Satrianegara
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i1.947

Abstract

In Indonesia, according to source of Riskersda in 2007, the most powerful of death cause was stoke (15,4%), then hypertensi, diabet, cancer and cronic and obstructif lungs dis-ease which can decrease the grand quality of life. There were many studies that told us reli-giousity (obeying the religion‟s rule) had good impact for health, one example was in US.This research purpose is to tell us the relationship between religiousity and depression, anxiety, stress and life quality of cronic sufferer in Makassar, which is held in Haji Hospital and Labuang Baji Hospital. All of cronic sufferer in Makassar 2013 are population which taken by non probability sample accidental sampling total ammount 38 people. This research uses survey analitical method with cross sectional study by using question to get the data about religiousity, depression, anxiety and stress, also patient life quality.The result of this research shows us that, there is no significant relationship between religiousity and depression of cronic disease because mark of P >0,05 is 0,457 and shows positive relations with weak relation 0,321. Religiousity of anxiety also shows there is no sig-nificant relationship between religiousity and anxiety chronic suffer disease because mark of P >0,05 is -0,72 and shows negativecorrelation with strong correlation 0,769. Religiousity of stress shows there is no significant relationship between religiousity and stress of chronic suffer because mark of P>0,05 is 0,232 and shows positive correlation with power of corre-lation 0,449. Besides religiousity and life quality shows there is no significant reltionship be-tween religiousity and life quality of chronic suffer because mark of P>0,05 is 0,556 and shows positive correlationwith weak correlation 0,250.We need new program from the health and medical departement especially the hospital that can include religiousity to the patient in healing process. Applying religiousity research in many side of life, not only in health and medical departement but also ini educational de-partement, then religousity experience especially for the patient in dialy of life by reading and reciting the holy qur‟an.Key word : Cronic disease, religiousity, depression, anxiety, stress and quality of life
ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN (MODEL PENGUKURAN RISIKO PENCEMARAN UDARA TERHADAP KESEHATAN) Syahrul Basri; Emmi Bujawati; Munawir Amansyah; Habibi .; Samsiana .
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i2.61

Abstract

kesehatan. Se-dangkan risiko (risk) merupakan fungsi peluang terjadinya gangguan kesehatan dan kepara-han (severity) gangguan kesehatan oleh karena suatu bahaya.Risiko lingkungan merupakan risiko terhadap kesehatan manusia yang disebabkan oleh karena faktor lingkungan, baik lingkungan fisik, hayati maupun sosial-ekonomi-budaya. Salah satu bahaya yang berpotensi menimbulkan dampak bagi kesehatan manusia dan ling-kungan yakni bahaya kimia yang berupa keberadaan polutan di udara.Di Indonesia Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) masih belum banyak dikenal dan digunakan sebagai metoda kajian dampak lingkungan terhadap kesehatan. Pa-dahal, di beberapa negara Uni Eropa, Amerika dan Australia ARKL telah menjadi proses central idea legislasi dan regulasi pengendalian dampak lingkungan. Karenanya, merupakan hal penting untuk mengenalkan metode ARKL dalam pengukuran risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan karena faktor lingkungan khususnya pencemaran udara.Kata Kunci : Analisis Risiko, Pencemaran Udara
EFEKTIVITAS PEMBUBUHAN KAPORIT DALAM MENURUNKAN KADAR ZAT BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALI TAHUN 2013 Faradillah Azzahrah; Andi Susilawaty
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i1.943

Abstract

Ground water often contains iron (Fe) is quite large. That it contains iron (Fe) in the wa-ter can cause the color of the water turns yellow brown after a while contact with air. At-tempts to obtain water with iron levels are eligible, do not always have the sophisticated technology but could also be using chemicals like the simplest way and do not require great effort and cost in use, one of which is by way of affixing chlorine.This study aims to determine how much chlorine affixing effectiveness in lowering levels of iron (Fe) in the dug well water. This type of research is the design of Quasi-Experiments (Quasi-Experiment Design) using a time series design (Time Series Design), which uses la-boratory tests. Samples taken as much as 28 liters of water in which the sample for the pre-test while the other sample is done by providing chlorine treatment at a dose of 1.5 mg / l, 2.0 mg / l, and 2.5 mg / l with a settling time of 30 minutes, 60 minutes and 90 minutes.The results showed that iron (Fe) in water wells dug by the settling time 30 minutes look after affixing chlorine with a dose of 1.5 mg / l decrease of 16.66%, a dose of 2.5 mg / l of 22.6% , 2.5 mg / l at 28.37%. Later in the deposition time of 60 minutes after affixing chlo-rine with a dose of 1.5 mg / l decrease of 24.75%, a dose of 2.0 mg / l at 34.15%, and at a dose of 2.5 mg / l down 45, 70%. While at the time of deposition 90 minutes after affixing chlorine with a dose of 1.5 mg / l decrease of 37.12%, a dose of 2.0 mg / l at 49.00%, and a dose of 2.5 mg / l decrease by 50 , 16%%.To address water quality dug well that levels of substance iron (Fe) is more than the standard, it can be used chlorine as a water treatment dug wells to get clean water that meets health requirements. It is advisable for people to use a dose of 2.5 mg / l after 90 minutes set-tling time. To study further examination of other chemical parameters such as organic com-pounds that can be known whether the chlorine also can decrease these parameters.K eywords : Effectiveness of Application of Chlorine, Iron (Fe), Wells galley
PENGARUH EMULGATOR TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK ETANOL KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn) Nursalam Hamzah; Isriani Ismail; Andi Dian Aulia Sandi
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i2.57

Abstract

Proses formulasi sediaan dapat berpengaruh terhadap aktivitas obat, khususnya sediaan yang mengandung antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh emulgator terhadap aktivitas antioksidan krim ekstrak etanol kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L). Kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) dimaserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak kemudian dibuat krim konsentrasi 2%, 3% dan 4% dengan variasi kombinasi emulgator Anionik (Asam Stearat dan Trietanolamin) serta emulgator nonionik (Tween 60 dan Span 60). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan mengukur persen penghambatan sediaan terhadap radikal bebas DPPH termasuk setelah penyimpanan. Aktivitas penghambatan radikal bebas DPPH untuk basis dengan emulgator nonionik (2%, 3%, 4%) serta anionik (2%, 3%, 4%) berturut-turut adalah (17,90%, 19,33%, 21,53%) serta (49,01%, 30,76%, 17,69%). Sedangkan untuk sediaan anionik berturut-turut adalah 73,73%; 69,16%; 67,27% (Sebelum penyimpanan) dan 55,88%; 50,16%; 49,00% (Setelah penyimpanan). Untuk krim nonionik berturut-turut adalah 68,57%; 61,87%; 59,30% (Sebelum penyimpanan) dan 42,66%; 47,76%; 48,75% (setelah penyimpanan). Analisis statistik rancangan acak kelompok taraf kepercayaan 5% dan 1% terhadap basis, sediaan dan penyimpanan menghasilkan bahwa jenis dan jumlah emulgator tidak mempengaruhi aktivitas antioksidan sediaan yang mengandung ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) dan aktivitas antioksidan sediaan krim ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L)  menurun setelah penyimpanan. Kata kunci: Ekstrak etanol, Rosella (Hibiscus sabdariffa L), Krim, Antioksidan.
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INSIDENS PENYAKIT DEMAM TIFOID DI KELURAHAN SAMATA KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA 2013 Nadyah .
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i1.948

Abstract

Demam Tifoid disebabkan oleh Salmonella thypi yang menyerang saluran pencernaan. Penyakit ini masih bersifat endemik di Sulawesi Selatan dengan sebaran kasus tertinggi di Kabupaten Gowa, Insiden Rate (IR=0.28%) 2008 yaitu tertinggi di Kab.Gowa yaitu 2.391 kasus. Jumlah Penderita Thypoid meningkat dari 165 orang pada tahun 2011 menjadi 178 orang pada tahun 2012. Sedangkan untuk tahun 2013 hingga tiga bulan terakhir penderita Thypoid sudah mencapai 70 orang. Tingginya kejadian tifoid di kabupaten Gowa sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi in-sidens penyakit demam tifoid di kelurahan Samata Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Penelitian ini dilaksanakan sampai dengan bulan September 2013 dengan menggunakan penarikan sampel secara total sampling terhadap 50 responden dengan meneliti variable agent, host dan environment terhadap kejadian Demam Tifoid. Sampel diperoleh melalui kuisioner selanjutnya dilakukan pengolahan data dan disajikan dalam table.Dari penelitian ini diperoleh bahwa Faktor Resiko penyakit demam Tifoid di Kelurahan Samata Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa adalah : Kebiasaan host (kebiasaan cuci tangan, penggunaan jamban), Konsumsi makanan (kebiasaan mengkonsumsi makanan, pengolahan sumber ma-kanan, dan tempat makan), Faktor lingkungan (adanya vektor penyakit yaitu lalat). Dimana dari faktor resiko yang paling dominan dan signifikan untuk terjadinya penyakit pada pen-derita dengan Demam Tifoid di Kelurahan Samata Kecamatan Somba Opu adalah faktor lingkungan yaitu adanya vektor penyakit yaitu lalat dimana p value = 0,01 < p = 0,05, dan faktor pengolahan sumber makanan responden yang menunjukkan bahwa, responden dengan gejala demam kebanyakan membeli makanan (58%), sebaliknya pada responden dengan demam dan gejala lainnya mengolah sendiri makanannya (14%) ( untuk nilai p<0,05). Hub-ungan yang signifikan antara kejadian penyakit dengan sumber pengolahan makanan dan vektor memberikan Implikasi lain di dalam penyusunan perencanaan program pengawasan pengelolaan tempat makan termasuk kantin dan rumah makan agar lebih memperhatikan standar pelayanan dan pengelolaan berbasis kesehatan terutama dalam wilayah kelurahan Samata kabupaten Gowa dimana UIN Alauddin berada didalamnya.Kata Kunci : demam tifoid, faktor resiko, insidens
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP RESPON ADAPTASI NYERI PADA PASIEN INPARTU KALA I FASE LATEN DI RSKDIA SITI FATIMAH MAKASSAR TAHUN 2013 Rini Fitriani
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i2.62

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat nyeri pada pasien inpartu kala I fase laten sebelum dan setelah di berikan teknik relaksasi nafas dalam di Rumah Sakit Umum Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tahun 2013. Jenisnya penelitian ini adalah pra-eksperimental dengan menggunakan tipe one group pre - post test design dan cara pengambilan sampelnya secara accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 239 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 71 orang.Hasil penelitian menunjukkkan bahwa dari 71 pasien inpartu kala I fase laten sebelum teknik relaksasi nafas dalam sebanyak 0 responden (0 %), responden dengan nyeri sedang sebanyak 37 responden (52.1 %), responden dengan nyeri berat sebanyak 34 responden (47.8 %), responden dengan nyeri hebat sebanyak 0 responden (0 %). Sedangkan responden dengan nyeri ringan setelah teknik relaksasi nafas dalam sebanyak 7 responden (9.8 %), res-ponden dengan nyeri sedang sebanyak 58 responden (81.6 %), responden dengan nyeri berat sebanyak 6 responden (8.4 %), responden dengan nyeri hebat sebanyak 0 responden (0 %).Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara tingkat nyeri dan respon adaptasi nyeri pada pasien inpartu kala I fase laten sebelum dan setelah diberikan teknik relaksasi nafas dalam. Oleh karena itu, penanganan dan pengawasan nyeri persalinan terutama pada kala I sangat penting, karena itu sebagai titik penentu apakah seo-rang ibu bersalin dapat menjalani persalinan normal atau diakhiri dengan suatu tindakan dikarenakan adanya penyulit yang diakibatkan nyeri yang sangat hebat.Kata Kunci : Teknik Relaksasi Nafas Dalam, Tingkat Nyeri dan Respon Adaptasi Nyeri pa-da Pasien Inpartu Kala I Fase Laten
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE AKUT PADA ANAK DI KELURAHAN PABBUNDUKANG KECAMATAN PANGKAJENE KABUPATEN PANGKEP Najamuddin Andi Palancoi
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i2.53

Abstract

Anak adalah seseorang yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum pernah kawin, (Azis Alimul,2009).Diare dapat terjadi akibat infeksi bakteri, virus, intoleransi makanan, pencemaran makanan oleh zat berbahaya, (Suharyono,2008)  Melalui faktor lingkungan, seseorang yang keadaan fisik atau daya tahan tubuhnya rendah, akan mudah terserang penyakit (Mark, 2010)Dari penelitian dengan sampel 40 ibu-ibu yang memiliki anak, didapatkan 60 % memiliki kondisi lingkungan sehat, dan 40 % memiliki kondisi lingkungan yang tidak sehat. Demikian juga dengan tingkat pengetahuan didapatkan 70 % ibu yang pengetahuannya kurang dan 30 % ibu dengan pengetahuan baik.Berdasarkan analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian diare sehingga diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang mendalam sehingga tidak terjadi diare, demikian juga ditunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lingkungan dan kejadian diare Kata kunci : Pengetahuan, Lingkungan dan diare
STATUS KECACINGAN SOIL TRANSMITTED HELMINTH (STH) DALAM PEMANTAUAN KEJADIAN ANEMIA PADA MURID SD INPRES BAKUNG SAMATA KABUPATEN GOWA TAHUN 2013 Irviani Anwar Ibrahim
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i1.944

Abstract

Kecacingan merupakan masalah yang sangat beresiko dan rentan dihadapi anak usia 5-14 tahun karena anak di usia tersebut belum bisa menjaga kebersihan dirinya sendiri.penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Penelitian ini untuk mengetahui status kecacingan Soil Transmitted Helminth (STH) dalam pemantauan kejadian anemia pada murid SD Inpres Bakung Samata Kabupat-en Gowa Tahun 2013.Hasil penelitian dalam pemantauan kejadian anemia menunjukkan tidak ada hub-ungan antara status Soil Transmitted Helminth dengan kejadian anemia pada murid SD Inpres Bakung Samata Gowa, yang berarti bahwa bukan hanya satu factor yang menyebab-kan terjadinya anemia namun banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya anemia. Yai-tu bukan hanya infeksi kecacingan yang menjadi satu-satunya penyebab anemia, namun ju-ga dapat disebabkan karena kurangnya asupan zat besi dalam tubuh, perdarahan karena penyakit tertentu, ataupun karena diare. Selain itu faktor sosial ekonomi keluarga juga mempunyai kontribusi besar menyebabkan anemia.Kata Kunci : Kecacingan Soil Transmitted Helminth, Pemantauan Anemia, Murid SD

Page 2 of 21 | Total Record : 206