cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AL-Fikr
ISSN : 14112140     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Al-Fikr diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar. Al-Fikr diterbitkan pertama kali bulan juni 1996 dengan nama jurnal al Fikr : World Journal for Islamic Studies kemudian berubah pada tahun 2002 dengan nama al-Fikr : Jurnal Pendidikan Islam. Al-Fikr adalah jurnal terakreditasi nasional melalui Surat Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendiknas RI. Nomor 51/DIKTI/Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 1 (2020)" : 5 Documents clear
Teologi Muhammad Abduh Muhammad Abduh Wahid
AL-Fikr Vol 22 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menarik untuk dikaji corak teologi Muhammad Abduh. Teologi rasionalkah yang mendorong lahirnya dinamisasi atau teologi tradisional yang mendorong kepada kondisi statis. Banyak orang tidak sepakat tentang corak teologinya. Tetapi yang harus dipahami adalah ketidaksepakatan itu merupakan cermin dari bervariatifnya barometer yang dijadikan standar untuk menilainya. Menurut pemikiran Muhammad Abduh tersebut, dapat dipahami bahwa wujud tersusun dari Khaliq dan Makhluk, adanya pencipta dan yang dicipta. Oleh karenanya, semua yang ada dalam wujud ini selain Allah Swt. Adalah makhlukNya. Alam terdiri atas alam abstrak dan alam nyata. Sedangkan alam manusia terbagi ke dalam dua golongan; golongan khawas dan awam. Dalam sistem teologi Abduh, akal mempunyai peranan yang sangat penting. Baginya, untuk memperoleh iman sejati dibutuhkan pemikiran rasional. Yang pasti, bagi Muh. Abduh, wahyu menaruh keyakinan yang amat dalam terhadap keunggulan wahyu dalam membantu akal untuk mengatasi kelemahannya. Yang pasti juga bahwa wahyu tidak hanya berfungsi sebagai informasi, tetapi juga berfungsi sebagai konfirmasi.
PENDEKATAN PSIKOLOGI DALAM STUDI HADIS (SEBUAH PENGANTAR) Andi Darussalam Tajang
AL-Fikr Vol 22 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi hadis di Indonesia terus dikembangkan oleh para ulama dan peneliti, diantaranya ialah pendekatan multidisiplin integratif seperti ilmu psikologi. Fenomena individu dan atau kelompok masyarakat dalam praktiknya, mempunyai kecenderungan perbedaan keadaan dan kondisi satu sama lainnya. Dalam beberapa hadis, Nabi SAW pernah ditanya oleh para sahabatnya dengan pertanyaan yang hampir mirip dan nabi menjawabnya tidak seragam, karena salah satu bentuk pertimbangan Nabi berasal  aspek psikologis dari para sahabatnya, dimana para sahabat mempunyai karakter dan kondisi yang berbeda. Artikel penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang berasal dari bahan pustaka dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Beberapa indikasi Nabi SAW mempertimbangkan aspek psikologis para sahabat yang bertanya kepadanya, diperkuat dengan pendapat para ulama. Studi hadis ke depannya, khususnya dalam pemaknaan hadis, sebaiknya diikuti berbagai aspek pendekatan yang terkait seperti aspek psikologis, agar menjadikan Islam sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi masyarakat.
EKSISTENSI TAREKAT KHALWATIYAH SAMMAN DI DESA KULO KECAMATAN KULO KABUPATEN SIDRAP nurdiana - -
AL-Fikr Vol 22 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to obtain an objective picture of the existence of the Tarekat Khalwatiyah Samman village Kulo, Kulo district of Sidrap. This is done in an effect to enrich their knowledge in the field research, whose main source is data field, supported by secondary data and literature data. The research is a qualitative descriptive, using the approach include: a philosophical approach, sociological anthropology, sufi and historical approach. The metode used in collecting data are observation, interviews and documentation. Then processed using three strands, namely: resduksi, data presentation and verification of data is analyzed by inductive. The results of this study indicate that the existence of the Tarekat Khalwatiyah Samman in public life Kulo influence in areas such as understanding of religion, economics, politics and governance, social and education in the village of Kulo.Keywords; existence, Tarekat Khalwatiyah Samman.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran obyektif mengenai Eksistensi Tarekat Khalwatiyah Samman di Desa Kulo Kecamatan Kulo Kabupaten Sidrap. Ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkaya pengetahuan dalam bidang keislaman mengenai aliran tarekat dalam Islam. Penelitian ini adalah penelitian lapangan atau field research, yang sumber utamanya adalah data lapangan, didukung oleh data sekunder dan data pustaka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan diantaranya: pendekatan filosofis, sosiologis, psikologis, teologis, antropologi, sufistik dan pendekatan historis. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, lalu diolah dengan menggunakan tiga alur, yaitu: resduksi data, penyajian data dan verifikasi data, selanjutnya dianalisis secara induktif, deduktif dan induktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan kelompok Tarekat Khalwatiyah Samman dalam kehidupan masyarakat Kulo memberikan pengaruh dalam berbagai bidang seperti pemahaman agama, ekonomi,  politik dan pemerintahan, sosial kemasyarakatan dan pendidikan di Desa Kulo.Kata Kunci: Eksistensi, Tarekat Khalwatiyah Samman
Menguak Nilai-Nilai Hubb al-Wathan dalam Al-Qashas: 85 (Studi Terjemah dan Tafsir Qur’an Kemenag Digital) Musfiqotur Rohmati
AL-Fikr Vol 22 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia telah berdiri sebagai negara kesatuan berdasarkan lima pilar luar biasa yang menaungi elemen-elemen heterogen di dalamnya. Salah satu pilar yang memperkokoh integrasi di tengah masyarakat multietnik yakni nasionalisme atau sering kita dengar sebagai  hubb al-wathan. Para sarjana muslim berlomba-lomba menyuarakan konsep hubb al-wathan ini sebagai upaya preventif terhadap fenomena hilangnya keutuhan atau persatuan yang menyebabkan perpecahan, termasuk di Indonesia. Namun ketegangan sosial dalam pemaknaan hubb al-wathan sendiri menjadi sebuah fakta aktual yang seolah menolak semangat nasionalisme dengan mempertanyakan validasi konsep hubb al-wathan dalam Al-Qur’an. Kembali, para sarjana muslim pro-nasionalis berlomba-lomba menghadirkan wajah nasionalisme dalam Al-Qur’an dalam berbagai rupa, salah satunya dalam Al-Qashas: 85. Berbagai macam terjemahan berusaha masing-masing dalam menyuarakan konsepsi hubb al-wathan dalam Al-Qur’an termasuk Terjemah dan Tafsir Al-Qur’an Kemenag Digital. Maka tulisan ini berusaha menyajikan penggalian nilai-nilai hubb al-wathan di era kontemporer ini dalam terjemahan dan tafsir qur’an kemenag digital dalam upaya pencegahan disintegrasi nasional atau minimal membendung pembenturan konsep hubb al-wathan di tengah masyarakat multietnik.
TEORI MAQASID AL-SYATIBI DAN KAITANNYA DENGAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA MENURUT ABRAHAM MASLOW Zulkarnain Abdurrahman
AL-Fikr Vol 22 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imam al-Syatibi merupakan seorang ulama klasik yang banyak berbicara tentang maqashid al-syariah sehingga ada yang menganggapnya sebagai pelopor ilmu maqasid. Beliau mampu menggabungkan teori-teori ushul fiqh dengan konsep maqashid al-syari’ah sehingga produk hukum yang dihasilkan dipandang lebih hidup dan lebih kontekstual. Hanya saja mengingat zaman dan kebutuhan manusia terus berubah dan berkembang maka konsep maqashid perlu disempurnakan karena perubahan zaman akan berpengaruh pada perubahan hukum. Sesuatu yang dianggap tidak berharga pada masa klasik bisa jadi saat ini menjadi berharga dan bernilai. Kajian ini berusaha untuk melihat kembali konsep maqasid al-syariah menurut Imam al-Syatibi dan kesesuaiannya dengan kondisi saat ini sekaligus mengaitkannya dengan tingkat kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow.

Page 1 of 1 | Total Record : 5