cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Hortikultura
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08537097     EISSN : 25025120     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikultura, yaitu tanaman sayuran, tanaman hias, tanaman buah tropika maupun subtropika. Jurnal Hortikultura diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. Jurnal Hortikultura terbit pertama kali pada bulan Juni tahun 1991, dengan empat kali terbitan dalam setahun, yaitu setiap bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002" : 9 Documents clear
Perlakuan Biji Pepaya dalam Larutan 3-Indolebutyric Acid, Absicic Acid dan Ukuran Polibag terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhannya Triatminingsih, Rahayu; Handayani, Sri; Subakti, Hary; Purnomo, Sudarmadi
Jurnal Hortikultura Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil persilangan antartanaman berdasarkan tipe seks menghasilkan segregasi dengan proporsi yang berbeda-beda.Teknik identifikasi seks sejak fase benih sangat dibutuhkan dalam upaya mempercepat siklus generasi dan efisiensiruang uji dalam uji persilangan. Penelitian ini merupakan tahap awal untuk mengidentifikasi bibit sejak dini yaitudengan memperlakukan biji dalam larutan auksin dan ABA.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh datadaya pertumbuhan bibit pepaya yang diperlakukan dengan indole bu tyric acid (IBA) dan absicic acid (ABA).Penelitian ini dilaksanakan di Sumatera Barat mulai bulan Agustus 1999 sampai dengan Maret 2000. Penelitianmenggunakan Rancangan Acak Kelompok sebanyak tiga ulangan yang disusun secara faktorial. Untuk mendapatkanteknik identifikasi tersebut dapat didekati dengan mendiskripsikan benih semaian sampai dengan tanaman di polibag.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan IBA dan ABA berpengaruh terhadap pertumbuhan daun dan tinggitanaman. IBA dan ABA tidak berpengaruh nyata terhadap di am e ter batang. Pada awal pertumbuhan, di am e ter batangdipengaruhi oleh tempat. Pengaruh IBA dan ABA nyata pada perkecambahan biji terutama untuk dampit, lokal kuningdan lokal jingga.Kata kunci : Carica pa paya; Biji pepaya; IBA; ABAAB STRACT. Triatminingsih. R., S. Handayani., H. Subakti., and S. Purnomo. 2002. The ef fect of IBA, ABAand con tainer size for seed ger mi na tion and seed grow ing of pa paya. This ex per i ment has been done at Solok Re -search In sti tute for Fruit Crops. Outpolynation the plant ac cord ing to sex type pro duced highly seg re ga tion. The pro -por tion of seg re gate was not the same. Iden tity of va ri ety is the main key in pa paya cross ing. Sex iden ti fi ca tiontech nique at seed ling was de manded. This tech nique can be used to accelarate re gen er a tion cy cle and ef fi ciency ontest ing the new clones. The aims of this ex per i ment was to find out the seed ger mi na tion and seed ling growth. The re -search was con ducted at West Sumatera from Au gust 1999 un til March 2000. The ex per i ment was us ing a Ran dom -ized Block De sign with three rep li ca tion. The tech nique can be worked out by mor phol ogy de scrip tion from seed lingup to the plant that was grown in a polybag. The re sults in di cated that ABA and IBA was sig nif i cant by af fect the leafgrowth and hight of stem. There was no sig nif i cantly dif fer ent on stem di am e ters. At early growth polybag sizes wassig nif i cantly af fect the stem di am e ter. IBA and ABA was af fected to the ger mi na tion of pa paya seed va ri ety, dampit,lo cal kuning and lo cal jingga.
Perbaikan Cara Ekstraksi untuk Meningkatkan Rendemen dan Mutu Minyak Melati Prabawati, Sulusi; A., Endang D.; Setiabudi, Dondy Anggono
Jurnal Hortikultura Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi melalui ekstraksi bertahap denganmeningkatkan perbandingan bunga dan pelarut. Penelitian dikerjakan pada melati gambir (Jasminum officinale),diekstraksi dengan pelarut heksan selama 12 jam. Pelarut diuapkan untuk mendapatkan concrete. Concrete yangdiperoleh dilarutkan dengan etanol dan diuapkan sampai didapatkan minyak melati. Perlakuan yang diterapkanadalah perbandingan bunga dan pelarut (1 : 1,5 dan 1 : 2), tahapan ekstraksi (sekali, dua kali, dan tiga kali) denganpelarut heksan. Rancangan percobaan menggunakan acak lengkap pola faktorial 2 x 3 dengan tiga ulangan. Pa ram e teryang diamati adalah rendemen concrete dan minyak, jumlah penggunaan heksan, indeks bias, dan komponenpenyusun minyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi bunga melati pada perbandingan bunga dan pelarut(1 : 2) pada tahap ekstraksi dua kali menghasilkan rendemen minyak tertinggi (0,1326%), dengan penggunaan pelarutpal ing sedikit (528,2933 ml) untuk menghasilkan 1 g minyak. Mutu minyak melati yang dihasilkan mempunyai indeksbias 1,4309 dan mengandung kadar komponen penyusun minyak atsiri tertinggi (34,3357%) dengan delapankomponen sudah diidentifikasi (linalol, linalil asetat, indol, fenol, bensil asetat, metil antranilat, bensil alkohol, dan cisjasmon). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk pemilihan proses ekstraksi bunga melati agarmenghasilkan rendemen minyak yang tinggi dengan penggunaan pelarut min i mal.Kata kunci : Jasminum officinale; Ekstraksi minyak melati; Kualitas minyak melatiAB STRACT. Prabawati, S., Endang D. A., Suyanti, and Dondy ASB. 2002. Im prove ment of ex trac tion methodto in crease quan tity and qual ity of jas mine oil re cov ery. This re search was aimed to in crease the re cov ery of oil ex -trac tion ab so lute through in creas ing the flower-sol vent ra tio and multi-ex trac tion stages of red jas mine (Jasminumofficinale). Hex ane perfumary grade was used on sim ple ex trac tion method by dip ping the flow ers and man ual stir ringfre quently. Af ter 12 hours of ex trac tion, sol vent was evap o rated to pro duce con crete. Eth a nol 95% was added to dis -solve the con crete, and then the so lu tion was fil tered to sep a rate wax frac tions. The clear so lu tion was evap o rated topro duce ab so lute. The treat ments tested were flower-sol vent ra tio (1 : 1.5 and 1 : 2) and stages of ex trac tion (1, 2, and 3stage of ex trac tion), and fac to rial de sign 2 x 3 with three rep li ca tions was used. Ob ser va tions were done on the yield ofcon crete and ab so lute, to tal sol vent used on ex trac tion, re frac tion in dex of ab so lute, and the com po si tion of es sen tialoil. Re sults showed that, flower-sol vent ra tio (1 : 2) and two stage of ex trac tion had the high est per cent age of ab so lute(0.1326%) and the low est to tal sol vent used (528.2933 ml to get 1 g of ab so lute). Jas mine ab so lute was in good qual itywith re frac tion in dex of 1.4309 and con tained 34.3357% of es sen tial oil com po nent (linalool, linalil ac e tate, indole,phenole, benzil ac e tate, methyl antranilate, benzil al co hol, and cis jasmone) were indentified. Futhermore, the re sult ofthis study can be used an ap pro pri ated ef fec tive method of jas mine oil ex trac tion method.
Studi Kerusakan Buah Manggis Akibat Getah Kuning Indriani, Ni Luh Putu; S., Lukitariati; Nurhadi, -; anwarudinsyah, Muhamad Jawal
Jurnal Hortikultura Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab timbulnya getah kuning pada buah manggis yang dilakukan di KabupatenLimapuluh Kota dan Kodya Padang, mulai April 1995 - Maret 1996. Perlakuan terdiri dari pembungkusan buah dan tanpa pembungkusan buah. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa munculnya getah kuning pada kulit buah dapat terjadi selama proses perkembangan buah. Intensitas getah pada kulitbuah dipengaruhi oleh hari hujan, suhu min i mum, dan rata-rata suhu harian. Persentase kulit buah manggis yang bergetah dipengaruhi olehpembungkusan, hari hujan, suhu min i mum, dan suhu rata-rata harian. Pembungkusan buah tidak berpengaruh terhadap intensitas getah pada dagingbuah, tetapi berpengaruh pada persentase daging buah yang bergetah. Tidak ada korelasi antara getah yang ada pada kulit buah dengan getah yang adapada daging buah manggis. Hasil penelitian merupakan dasar untuk mengendalikan keluarnya getah kuning pada buah manggis sehingga kualitasbuah dapat ditingkatkan.Kata kunci : Garcinia mangostana; Getah kuning; IklimAB STRACT. Indriyani, NLP., S. Lukitariati, Nurhadi, and M. Jawal A. 2002. Study of man go steen fruit dam age caused yel low la tex stain -ing. The ob jec tives of this re search was to iden tify fac tors which cause the oc cur rence of yel low la tex stainingon man go steen fruits. This re search wascon ducted at Limapuluh Kota and Padang dis trict, from April 1995 un til March 1996. The treat ments con sisted of wrapped and un wrapped fruit. The re -sults showed that in ci dence of yel low la tex on the rind occured dur ing the pro cess of fruit de vel op ment. La tex in ten sity of the rind was af fected by the rainday, minimum tem perature, and average daily tem perature. The percentage of the latex rind was influ enced by fruit wrapping, rainfall, minimum tem pera -ture, and daily av er aged tem per a ture. Fruit wrap ping did not in flu enced la tex in ten sity of the flesh, how ever, it did on the per cent age of flesh con tain ing.There was no cor re la tion be tween the la tex occured on the rind and on the flesh of man go steen. The re sults of this re search is a ba sic in for ma tion to de cidethe con trol of man go steen fruit dam age caused by yel low la tex stain ing for im prov ing fruit qual ity.
Selektivitas Beberapa Insektisida terhadap Hama Liriomyza huidobrensis Blanchard (Diptera : Agromyzidae) dan Parasitoid Hemiptarsenus varicornis Girault (Hymenoptera : Eulophidae) Setiawati, Wiwin; Somantri, Aang
Jurnal Hortikultura Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liriomyza huidobrensis merupakan hama baru pada tanaman kentang. Hama ini pertama kali dilaporkan menyerangtanaman kentang di Puncak, Jawa Barat pada tahun 1994 dan diduga telah resisten terhadap berbagai jenis insektisidadari golongan organofosfat, karbamat, dan piretroid sintetik. Upaya pengendalian hama tersebut diarahkan pada pro -gram pengendalian hama terpadu (PHT). Dalam pro gram tersebut penggunaan insektisida hanya dilakukan apabilapopulasi hama sudah mencapai ambang pengendalian dan jenis insektisida yang digunakan harus selektif. Tujuanpenelitian untuk mengetahui selektivitas 13 jenis insektisida yaitu insektisida yang efektif terhadap hama L.huidobrensis tetapi tidak membahayakan parasitoid Hemiptarsenus varicornis. Metode penelitian yang digunakanadalah metode pencelupan dan umpan beracun (masing-masing terdiri atas enam konsentrasi insektisida yang diujidan empat ulangan). Data mortalitas dikoreksi menggunakan rumus Abbott. Untuk mengetahui nilai LC50 digunakananalisis probit, sedangkan selektivitas insektisida ditentukan dengan membandingkan nilai LC50 insektisida terhadapL. huidobrensis dengan nilai LC50 H. varicornis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insektisida bensultap 50 WP,siromasin 75 WP, dan abamektin 18 EC merupakan insektisida yang pal ing efektif (LC50 masing-masing 3,92; 7,20;dan 0,54 ppm) untuk mengendalikan L. huidobrensis dan mempunyai sifat selektif (SR<1) terhadap parasitoid H.varicornis. Insektisida klorfenapir 100 SC, dimehipo 400 WSC, dimetoat 400 EC, karbosulfan 200 EC, danamamektin 19 EC merupakan jenis insektisida yang mempunyai daya racun cukup tinggi terhadap parasitoid H.varicornis.Kata kunci : Selektivitas; Insektisida; Liriomyza huidobrensis; Hemiptarsenus varicornis; Parasitoid.AB STRACT. Setiawati, W and A. Somantri. 2002. Se lec tiv ity of sev eral in sec ti cides to Liriomyza huidobrensisBlanchard (Diptera : Agromyzidae) and Hemiptarsenus varicornis Girault (Hymenoptera : Eulophidae)parasitoid. The leafminer flies are newly re corded as a pest on po tato in In do ne sia. It was firstly re ported to at tack po -tato in Puncak, West Java in 1994 and its has be come re sis tance to sev eral in sec ti cides such as mem ber oforganophosphorous, carbamate, and syn thetic pyrethroid groups. The IPM is the best strat egy way to con trol this pest.With the de vel op ment of IPM con cept, there has been in creas ing in ter est in mea sur ing and eval u at ing the im pact of in -secticide on use natural enemies. Selectivity of 13 insecticides on L. huidobrensis and its nat u ral en emy, H. varicorniswas in ves ti gated. The ex per i ment aimed to know the se lec tiv ity of 13 in sec ti cides which toxic to L. huidobrensis lar -vae but less or no toxic to parasitoid H. varicornis. Dip ping method and free feed ing method with six con cen tra tionsand four rep li ca tions were used to test the tox ic ity on L. huidobrensis and H. varicornis. The mor tal ity data of L.huidobrensis and H. varicornis were as sessed af ter treat ment and af ter cor rected by us ing the Abbott for mula. Probitanal y sis was used to de ter mine the LC 50 value. The se lec tiv ity ra tio was cal cu lated by di vid ing the LC50 value of L.huidobrensis with the LC 50 value of H. varicornis. The re sult of this ex per i ment in di cated that the most ef fec tive in -secticides to control L. huidobrensis were bensultap 50 WP; cyromazine 75 WP and abamectin 18 EC (LC 50 valuewere 3.92, 7.20, and 0.54 ppm re spec tively) with smaller se lec tiv ity ra tio (SR<1) for H. varicornis. Chlorfenapir 100SC, dimehypo 400 WSC, dimethoate 400 SC, carbosulfan 200 EC, and ammamektin 19 EC were highly toxic in sec ti -cides to H. varicornis.
Penggunaan Tanaman Perangkap Tagetes erecta, Zea mays, dan Vi rus HaNPV untuk Mengendalikan Hama Helicoverpa armigera Hbn. pada Tanaman Tomat Setiawati, Wiwin; Uhan, Tini S.; Purwati, Ety; Sastrosiswojo, Soedarwo
Jurnal Hortikultura Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Helicoverpa armigera merupakan hama penting pada tanaman tomat. Kehilangan hasil yang diakibatkan dapatmencapai 52%. Penggunaan insektisida yang terus menerus mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan,pengurangan keanekaragaman fauna, dan resistensi H. armigera terhadap insektisida. Pengendalian cara teknis danpenggunaan musuh alami merupakan cara untuk mengendalikan hama H. armigera dan merupakan komponenpenting dalam konsepsi pengendalian hama terpadu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efikasitanaman perangkap Tagetes erecta, Zea mays, dan HaNPV terhadap serangan H. armigera pada tanaman tomat.Penelitian dilaksanakan di Rancaekek, Jawa Barat sejak bulan Juni sampai Sep tem ber 1999. Rancangan percobaanyang digunakan adalah Petak Terpisah, di mana varietas sebagai petak utama dan sistem tanam sebagai anak petak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas tomat LV-2471 relatif tahan terhadap serangan H. armigera.Penggunaan tanaman perangkap tagetes (T. erecta) dan jagung (Z. mays) dapat menekan serangan H. armigera.Sedangkan tanaman tomat yang ditumpangsarikan dengan tanaman perangkap tagetes dan diaplikasi dengan vi rusHaNPV, merupakan kombinasi yang efektif dan memberikan harapan yang baik untuk dikembangkan dalampengendalian organisme pengganggu tanaman pada tanaman tomat dan dapat menekan serangan H. armigera sebesar58,04 %.Kata kunci : Solanum lycopersicum; Tanaman perangkap; Tagetes erecta; Zea mays; Helicoverpa armigera; HaNPVAB STRACT. Setiawati, W., T.S. Uhan, E. Purwati, and S. Sastrosiswojo. 2002. The use of trap crops Tageteserecta, Zea mays, and HaNPV vi rus to con trol Helicoverpa armigera on to mato. The to ma toes crops is at tackedheavily by in sects and the most im por tant of which is H. armigera. This pest caused yield losses up to 52 %. Farm ersin creas ingly rely on syn thetic in sec ti cides to man age this pest. This has in creased the risk of en vi ron men tal con tam i na -tion, the loss of biodiversity, and con trib uted to the de vel op ment of in sec ti cides re sis tant H. armigera pop u la tions.Cul tural prac tices and the use of nat u ral en emy are con sid ered im por tant in the sup pres sion of pest pop u la tions in in te -grated pest man age ment programmes. The ob jec tive of this ex per i ment was to known the ef fi cacy of trap crops (T.erecta and Z. mays) and HaNPV to con trol of H. armigera on to mato. The ex per i ment was con ducted in Rancaekek,West Java from June to Sep tem ber 1999. Split Plot De sign was used with va ri ety as a main plot and plant ing sys tem asa sub plot. The re sults of this ex per i ment in di cated that LV-2471 to mato va ri ety was rel a tively re sis tant to H.armigera. The use of T. erecta and Z. mays as a trap crops on to mato can sup press pop u la tion of H. armigera .Intercropping sys tem of to mato and T. erecta with HaNPV ef fec tively re duced pop u la tion and fruit dam age due to H.armigera up to 58.04 % and the best choice as al ter na tive con trol to H. armigera.
Studi Bedengan Kompos Permanen Untuk Budidaya Kentang di Pekarangan Sumiati, Etty; Hidayat, Achmad
Jurnal Hortikultura Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Sumiati, E. dan A. Hidayat. 2000. Studi Bedengan Kompos Permanen untuk Budidaya Kentang di Pekarangan.Kebutuhan pupuk buatan/kimia untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil umbi kentang, sebagian dapat disubstitusi melaluipemanfaatan bahan limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengomposan dan efektivitas bedengan komposuntuk budidaya tanaman kentang di lahan kering. Penelitian dilakukan di dataran tinggi Samarang-Garut, Jawa Barat. Rancanganpercobaan digunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan 6 ulangan. Perlakuan pada bedengan permanen terdiri atas 4 macam for -mula, yaitu menggunakan komposisi berbagai macam campuran limbah organik, serta pupuk kandang sapi sebagai kontrol. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa bedengan permanen yang digarit dan diisi limbah organik pupuk kandang sapi 20 tha-1 ditambah NPK(15-15-15) 40 kgha-1, memberikan pertumbuhan serta hasil dan kualitas umbi kentang kultivar Gra nola yang tertinggi. Selain itu,proses dekomposisi limbah organik pupuk kandang sapi, sangat cepat yang tercermin dari nilai C/N yang terendah setelah 1 bulanterjadi proses pengomposan.Kata kunci : Solanum tuberosum L., limbah organik, pengomposan, hasil umbi.Abstract. Sumiati, E. dan A. Hidayat. 2000. Study on the permanent plot of organic waste materials for cultivation of potato onthe dry-land area. The application of several kinds of organic waste materials hopefully may support and substitute the need ofchemical fertilizers to increase the growth and yield of potato which sustainable and lower environmental pollution. Research activityhave been conducted in highland area of Samarang-Garut, West Java. A Randomized Block Design with six replication was set up inthe field. Treatments on the permanent plots comprised of mixture of several kinds of waste organic materials, including cattle manureas control. Research results revealed that the permanent plot with cattle manure of 20 tha-1 + NPK (15-15-15) 40 kgha-1, gave the bestgrowth and the highest yield of potato cultivar Granola. Moreover, the decomposition process of cattle manure was the faster whichwas identified by the lowest C/N value gained after one month of decomposition process took place.
Dinamika Populasi dan Pola Infestasi Liriomyza huidobrensis Blanchard pada Tanaman Kentang di Musim Kemarau dan Musim Hujan Setiawati, Wiwin; Somantri, Aang; Purwati, -
Jurnal Hortikultura Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liriomyza huidobrensis merupakan hama baru pada tanaman kentang. Hama ini pertama kali dilaporkan menyerangtanaman kentang di Puncak, Jawa Barat pada tahun 1994 dan diduga telah resisten terhadap berbagai jenis insektisidaseperti organofosfat, karbamat, dan piretroid sintetik. Upaya pengendalian diarahkan pada pengendalian hamaterpadu yang penerapannya bergantung pada bioekologi serangga hama. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui dinamika L. huidobrensis dan musuh alaminya, serta pola infestasi pada tanaman kentang di musimkemarau dan musim hujan. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang,sejak bulan Juni 1999 sampai dengan bulan Pebruari 2000. Rancangan percobaan yang digunakan adalah PetakBerpasangan, terdiri atas dua perlakuan dan diulang enam kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L. huidobrensismulai menyerang tanaman kentang sejak umur tiga minggu setelah tanam (MST) dan mencapai puncaknya pada umurempat, enam, dan delapan MST. Keberadaan kompetitor sangat mempengaruhi fluktuasi populasi L. huidobrensis.Selain itu faktor lingkungan abiotik seperti suhu, kelembaban, dan angin juga mempengaruhi fluktuasi populasi L.huidobrensis. Keberadaan musuh alami H. varicornis tidak mampu menekan serangan L. huidobrensis. Penggunaaninsektisida bensultaf 50 WP cukup efektif untuk mengendalikan L. huidobrensis. Pada musim kemarau serangan L.huidobrensis lebih tinggi bila dibandingkan dengan musim hujan. L. huidobrensis lebih memilih daun bawah dantengah sebagai tempat peletakan telur.Kata kunci : Solanum tuberosum; Dinamika populasi; Pola infestasi; Liriomyza huidobrensis; Musim kemarau;Musim hujan.AB STRACT. Setiawati, W., A. Somantri, and Purwati. 2002. Pop u la tion dy namic and in fes ta tion pat tern ofLiriomyza huidobrensis on po tato in dry sea son and rainy sea son. The leafminer flies are newly re corded as a peston po tato in In do ne sia. It was firstly re ported to at tack po tato in Puncak, west Java in 1994 and its has be came re sis -tance to sev eral in sec ti cide such as organophospate, carbamat, and syn thetic pyrethroid. In te grated pest man age mentis the best way to con trol this pest and in for ma tion of bioecology of this pest is im por tant to sup port im ple men ta tion ofin te grated pest man age ment (IPM) tech nol ogy in the field. The ob jec tives of this ex per i ment were to know pop u la tiondy namic of L. huidobrensis and its nat u ral en e mies and in fes ta tion pat tern of this pest on po tato in dry and rainy sea -son. This ex per i ment was con ducted at Re search In sti tute for Veg e ta bles (Lembang, West Java) from June 1999 toFeb ru ary 2000. Comparation paired de sign was used in this ex per i ment with two treat ments and rep li cated six times.Re sults of this ex per i ment in di cated that L. huidobrensis in vaded and at tacked po tato plants start ing from the shootemer gence stage or at three weeks af ter plant ing. Pop u la tion of L. huidobrensis fluc tu ated dur ing the grow ing pe riodof plants, and there were three pop u la tion peaks oc curred at four, six, and eight weeks af ter plant ing. Com pet i tors andabiotic fac tors such as tem per a ture, hu mid ity, and wind were more in flu enced L. huidobrensis pop u la tion thanparasitoid ac tiv ity. Bensultaf 50 WP in sec ti cide was ef fec tive to con trol L. huidobrensis. Pop u la tion of L.huidobrensis was higher in dry sea son than in rainy sea son. The adult of L. huidobrensis pre ferred to feed and ovipositon leaves lo cated in the bot tom and mid dle part of po tato plants.
Pertumbuhan serta Hasil Umbi Bawang Bombai yang ditanam pada Waktu Berbeda-beda di Dataran Tinggi Sumiati, Etty
Jurnal Hortikultura Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang bombai (Allium cepa L.) merupakan sayuran eksotik, di mana umbi untuk konsumsi dan biji untuk benihmasih diimpor. Saat ini terdapat ratusan kultivar hari pendek asal polinasi terbuka dan hibrida, yang dapat tumbuh danberadaptasi di daerah tropika. Usaha pengembangan bawang bombai di In do ne sia perlu segera dimulai, denganmenyeleksi kultivar yang dapat beradaptasi dan waktu tanam yang sesuai. Penelitian dilakukan di dataran tinggiLembang (1.250 m dpl). Digunakan rancangan Split Plot in Time dengan tiga ulangan. Petak utama adalah waktutanam, yaitu tanam bulan Agustus dan Oktober. Anak petak adalah kultivar bawang bombai yang terdiri atas 14kultivar hari pendek asal polinasi terbuka introduksi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tidak terjadi interaksiantara waktu tanam dan kultivar terhadap variabel pertumbuhan tanaman dan hasil umbi bawang bombai. Interaksiterjadi terhadap variabel indeks panen dan waktu inisiasi umbi. Empat belas kultivar introduksi dapat beradaptasi dantumbuh baik di dataran tinggi Lembang, Jawa Barat. Bobot umbi to tal yang tertinggi dihasilkan oleh kultivar GladalanBrown asal Aus tra lia. Waktu tanam bawang bombai introduksi pada bulan Agustus lebih baik dari bulan Oktober.Kata kunci : Allium cepa; Seleksi kultivar; Waktu tanam; Hasil umbiAB STRACT. Sumiati, E. 2002. Growth and yield of on ion planted in dif fer ent time in high land. On ion (Alliumcepa L.) is an ex otic veg e ta ble. Both the bulb and the seed are still im ported. There are hun dreds of short-day on ioncultivars from open pol li nated and hy brid which can grow and do nice ad ap ta tion in trop i cal re gions. At tempt to de -velop and pro mote on ion in In do ne sia must be started, by do ing a cultivar se lec tion on in tro duced on ion cultivarswhich suit able un der high land en vi ron men tal con di tions at proper plant ing time. Re search ac tiv ity has been con -ducted in high land Lembang (1,250 m asl). A Split Plot in Time was set up in the field, with three rep li ca tions. Mainplot was plant ing time con sisted plant ing in Au gust and plant ing in Oc to ber. Sub plot was cultivar, com prised of four -teen in tro duced short-day open polinated on ion cultivars. Re search re sults re vealed that there were no in ter ac tion ef -fects be tween plant ing time and cultivars on vari ables of growth and yield of on ion mea sured. In ter ac tion have beenhap pened on vari ables of har vest in dex and on the time of bulbing on set. All the four teen in tro duced cultivars havegood adptation and grow nicely un der high land Lembang, West Java. The high est to tal of bulb yield was gained fromcultivar Gladalan Brown orig i nated from Aus tra lia. The plant ing time set up in Au gust was better than that of in Oc to -ber.
Uji Daya Gabung pada Persilangan beberapa Genotipe Pepaya (Carica pa paya L.) Indriani, Ni Luh Putu; H., Sri Kuntjiyati; Soebijanto, -
Jurnal Hortikultura Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui daya gabung pada persilangan beberapa genotipe pepaya dan mempelajari aksigen yang menentukan komponen hasil, daya hasil, dan kualitas buah dari genotipe-genotipe yang diuji. Lima genotipepepaya disilangkan berdasarkan rancangan Dialel Metode 4 menurut Griffing. Penelitian dilakukan di kebun petani didesa Banjarsari (± 2 m dpl), Probolinggo,Jawa Timur, mulai bulan Oktober 2000 sampai Sep tem ber 2001 denganmenggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari sepuluh hasilpersilangan. Analisis ragam untuk daya gabung umum berbeda nyata pada seluruh sifat, sedangkan daya gabungkhusus hanya berbeda nyata pada panjang buah, panjang tangkai buah, tebal daging buah, jumlah biji, dan berat buah.Genotipe 99-015 merupakan tetua penggabung yang baik untuk hasil dan kualitas, sedangkan genotipe 99-020merupakan tetua yang baik untuk hasil. Kombinasi persilangan yang terbaik tidak diperoleh dalam penelitian ini. Aksigen aditif terjadi pada panjang buah, di am e ter buah, jumlah buah, berat buah, dan hasil dengan tingkat dominansi tidaklengkap. Aksi gen dominan terjadi pada panjang tangkai buah, tebal daging buah, dan padatan terlarut to tal dengantingkat dominansi lebih, sedangkan jumlah biji tidak terjadi dominansi. Hasil penelitian bermanfaat bagi pemulia yangakan menggunakan genotipe-genotipe yang diuji ini sebagai bahan rakitan varietas unggul pepaya.Kata kunci : Carica pa paya; Daya gabung; Persilangan; GenotipeAB STRACT . Indriyani, NLP., S. Kuntjiyati H., and Soebijanto. 2002. Com bin ing abil ity of some pa paya ge no -types. The re search as sesses the com bin ing abil ity of the cross ing of five pa paya ge no types, and the gene ac tion thatde ter mines the com po nent of yield, and fruit qual ity of the ge no types ob served. Five ge no types were crossed us ingDialel Method 4 of Griffing. The ex per i ment was con ducted at farmer’s fields, Banjarsari, Probolinggo, from Oc to ber2000 to Sep tem ber 2001. A Ran dom ized Com plete Block De sign was used in this ex per i ment with three rep li ca tions.The treat ments con sisted of ten cross ings. The re sults showed that gen eral com bin ing abil ity ef fects were sig nif i cantfor all char ac ters ob served. Spe cific com bin ing abil ity ef fects were sig nif i cant for fruit length, length of fruit stalk,flesh thick ness, seed num ber, and fruit weight. The ge no type 99-015 was a good com bin ing par ent for yield andquality, while the ge no type of 99-020 was a good com bin ing par ent for yield. This re search in di cated no any bestcombining cross. The ad di tive gene ac tion occured on fruit length, fruit di am e ter, fruit num ber, fruit weight, and yieldwith in com plete dom i nance level. Dom i nant gene ac tion was ob served on the length of fruit stalk, flesh thick ness, to talsol u ble solid with over dom i nance level. There was no dom i nance on seed num ber. The re sults sug gest that breed erscan use these ge no types to con struct ma te rial of su pe rior va ri ety.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 31, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 31, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 30, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 30, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 29, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 29, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 28, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 28, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 28, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 27, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 27, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 26, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 26, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 25, No 4 (2015): Desember 2015 Vol 25, No 3 (2015): September 2015 Vol 25, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 25, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 24, No 4 (2014): Desember 2014 Vol 24, No 3 (2014): September 2014 Vol 24, No 2 (2014): Juni 2014 Vol 24, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 23, No 4 (2013): Desember 2013 Vol 23, No 3 (2013): September 2013 Vol 23, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 23, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 22, No 4 (2012): Desember 2012 Vol 22, No 3 (2012): September 2012 Vol 22, No 3 (2012): September 2012 Vol 22, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 22, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 22, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 22, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 22, No 4 (2012): Desember Vol 21, No 4 (2011): DESEMBER 2011 Vol 21, No 4 (2011): DESEMBER 2011 Vol 21, No 3 (2011): SEPTEMBER 2011 Vol 21, No 3 (2011): SEPTEMBER 2011 Vol 21, No 2 (2011): JUNI 2011 Vol 21, No 2 (2011): JUNI 2011 Vol 21, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 21, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 20, No 4 (2010): Desember 2010 Vol 20, No 4 (2010): Desember 2010 Vol 20, No 3 (2010): September 2010 Vol 20, No 3 (2010): September 2010 Vol 20, No 2 (2010): Juni 2012 Vol 20, No 2 (2010): Juni 2010 Vol 20, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 20, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 19, No 4 (2009): Desember 2009 Vol 19, No 4 (2009): Desember 2009 Vol 19, No 3 (2009): September 2009 Vol 19, No 3 (2009): September 2009 Vol 19, No 2 (2009): Juni 2009 Vol 19, No 2 (2009): Juni 2009 Vol 19, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 19, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 18, No 4 (2008): Desember 2008 Vol 18, No 4 (2008): Desember 2008 Vol 18, No 3 (2008): September 2008 Vol 18, No 3 (2008): September 2008 Vol 18, No 2 (2008): Juni 2008 Vol 18, No 2 (2008): Juni 2008 Vol 18, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 18, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 17, No 4 (2007): Desember 2007 Vol 17, No 4 (2007): Desember 2007 Vol 17, No 3 (2007): September 2007 Vol 17, No 3 (2007): September 2007 Vol 17, No 2 (2007): Juni 2007 Vol 17, No 2 (2007): Juni 2007 Vol 17, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 17, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 16, No 4 (2006): Desember 2006 Vol 16, No 4 (2006): Desember 2006 Vol 16, No 3 (2006): September 2006 Vol 16, No 3 (2006): September 2006 Vol 16, No 2 (2006): Juni 2006 Vol 16, No 2 (2006): Juni 2006 Vol 16, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 16, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 15, No 4 (2005): Desember 2005 Vol 15, No 4 (2005): Desember 2005 Vol 15, No 3 (2005): September 2005 Vol 15, No 3 (2005): September 2005 Vol 15, No 2 (2005): Juni 2005 Vol 15, No 2 (2005): Juni 2005 Vol 15, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 15, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 14, No 4 (2004): Desember 2004 Vol 14, No 4 (2004): Desember 2004 Vol 14, No 3 (2004): September 2004 Vol 14, No 3 (2004): September 2004 Vol 14, No 2 (2004): Juni 2004 Vol 14, No 2 (2004): Juni 2004 Vol 14, No 1 (2004): Maret 2004 Vol 14, No 1 (2004): Maret 2004 Vol 13, No 4 (2003): DESEMBER 2003 Vol 13, No 4 (2003): DESEMBER 2003 Vol 13, No 3 (2003): SEPTEMBER 2003 Vol 13, No 3 (2003): SEPTEMBER 2003 Vol 13, No 2 (2003): Juni 2003 Vol 13, No 2 (2003): Juni 2003 Vol 13, No 1 (2003): Maret 2003 Vol 13, No 1 (2003): Maret 2003 Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002 Vol 12, No 4 (2002): Desember 2002 Vol 9, No 1 (1999): Maret 1999 Vol 9, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue