cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRO EKONOMI (JAE) adalah media ilmiah primer penyebaran hasil-hasil penelitian sosial-ekonomi pertanian dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional para ahli sosial ekonomi pertanian serta informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku, dan pemerhati pembangunan pertanian dan perdesaan. JAE diterbitkan oleh Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian dua nomor dalam setahun, terbit perdana pada Oktober 1981
Arjuna Subject : -
Articles 392 Documents
Determinan Pengeringan Padi oleh Petani di Jawa Barat dan Jawa Timur Budiman Hutabarat; Achmad Djauhari; Sahat M. Pasaribu; Tri Pranadji
Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v9n1.1990.41-56

Abstract

EnglishThe research was undertaken to test relevant factors affecting adoption of paddy drying activities and was conducted in Kabupaten Karawang, West Java and Kabupaten Jember, East Java. This was based on presumption that any adoption of new technology will have a positive impact on farm revenue by farmer's ability to capture added value on his production. It was found that the difference between paddy price prior to and after drying treatment at farm level was an important determinant on paddy drying adoption. That is, if the difference is quite low, the farmers have a tendency not to employ drying treatment. Now the difference is only below Rp 4.00 to Rp 5.00 per kg. Moreover, as sawah employed becomes larger, risk on paddy deteriorization is also high, and there will be a tendency that the farmers may not adopt paddy drying activities.IndonesianPenelitian ini bertujuan menguji berbagai faktor yang mempengaruhi petani dalam penerapan pengeringan padi. Daerah penelitian dipilih di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hal ini dilatar-belakangi oleh pengertian bahwa penanganan pasca panen berdampak positif terhadap penerimaan usahatani berupa adanya nilai tambah hasil yang diperoleh petani. Makalah ini menunjukkan perbedaan antara perbedaan antara harga padi sebelum dan setelah dikeringkan di tingkat petani masih menjadi faktor utama yang menentukan perilaku petani dalam kegiatan pengeringan. Apabila perbedaan ini kecil saja, maka petani cenderung tidak melakukannya. Saat ini perbedaan ini hanya bernilai dibawah Rp 4,00- Rp 5,00 per Kg. Selain itu dengan semakin besarnya resiko kerusakan gabah, dengan luas sawah garapan yang semakin luas cenderung petani makin tidak melakukan pengeringan padi.
Determinan Efisiensi Teknis Usahatani Padi di Lahan Sawah Irigasi nFN Sumaryanto; nFN Wahida; Masdjidin Siregar
Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v21n1.2003.72-96

Abstract

EnglishIn line with limitation of government spending to develop both new construction and rehabilitation of rice field, the growth of rice production highly depend on the success of increasing productivity of the existing rice field. It requires improvement of technical efficiency of rice farming. To meet the need, managerial capability of rice farmer must be enhanced. This research aims to identify productivity level, efficiency rating among farmers and its determinant. Results of the study show that the average of technical efficiency achieved by farmers was 0.713 with coefficient of variation 0.184. Using TE effect model, the study found that the main factors determined the rate of efficiency were the role of rice farming on households income, diversity index of cropping pattern of the farmers within the tertiary block, and status of land cultivated. IndonesianMengingat bahwa dalam beberapa tahun mendatang ini harapan untuk melakukan perluasan lahan sawah dalam besaran yang memadai sangat pesimistis, maka dalam jangka pendek pertumbuhan produksi padi akan sangat tergantung pada peningkatan produktivitas. Pertanyaannya adalah apakah kesempatan untuk meningkatkan produktivitas usahatani padi masih cukup terbuka? Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi tingkat pencapaian produktivitas usahatani padi yang telah dicapai oleh para petani beserta sebarannya, serta faktor-faktor utama yang mempengaruhi produktivitas usahatani padi yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat efisiensi yang dicapai petani adalah 0,713 dengan koefisien variasi 0,184. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi tingkat pencapaian efisiensi teknis tersebut adalah peranan usahatani sebagai sumber pendapatan rumah tangga petani, indek diversifikasi pola tanam di hamparan blok tersier dimana lahan petani berada, dan status garapan usahatani.
Pendugaan Dampak Kegiatan Ekspor Karet Alam Terhadap Pendapatan Propinsi Kalimantan Barat Rudy Sunarja Rivai
Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v7n1.1988.61-72

Abstract

EnglishNatural rubber export plays a big role to contribute West Kalimantan Province earnings. In Pelita IV, therefore, it needs some efforts to escalate devisas earnings from the commodity. This study is to plan to optimize natural rubber production allocation during Pelita IV and to estimate the impact of natural rubber export value changes in West Kalimantan Province earnings. The results of the study shown that at the optimal production allocation level during Pelita IV was better than that of Pelita III. At this level, the increase of natural rubber export value was 17.6 percent per year. The increase has influenced West Kalimantan regional income that in 1984 is Rp 70.079 million up to Rp 158,227 million at the end of Pelita IV.IndonesianKegiatan ekspor karet alam mempunyai peranan yang besar terhadap peningkatan pendapatan Propinsi Kalimantan Barat. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya meningkatkan nilai ekspor karet alam pada Pelita IV. Penelitian ini berusaha melakukan perencanaan alokasi produksi optimal karet alam selama Pelita IV dan menduga dampak dari perubahan nilai ekspor karet alam terhadap pendapatan Propinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat alokasi produksi optimal Pelita IV lebih baik dibandingkan alokasi produksi pada Pelita III. Pada tingkat alokasi produksi optimal tersebut, Propinsi Kalimantan Barat setiap tahunnya rata-rata mengalami kenaikan nilai ekspor karet alam sebesar 17,6 persen. Kenaikan tersebut mempunyai dampak terhadap pendapatan Propinsi Kalimantan Barat, yaitu pada tahun 1984 sebesar Rp 79.078 juta pada akhir tahun Pelita IV mencapai Rp 158.227 juta.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kinerja Usahatani Petani sebagai Representasi Strategi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan di Lahan Marjinal Kurnia Suci Indraningsih
Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v31n1.2013.71-95

Abstract

EnglishMarginal land can be restored through technological innovation and there have been efforts to promote it. To adopt the technology, the farmers require sufficient capital and changing habits. It is not an easy thing to do, especially if it is risky. Extension approaches in the past were focused on the transfer of technologies that create new problems to farmers. The government-based extension was top down not based on farmers’ need. Objectives of this research are to analyze the factors affecting farmers’ performance and to formulate the strategies for sustainable extension for farmers on marginal land. The research uses an explanatory survey method. Units of analysis were individuals, and the sample farmers were the respondents. The population in this study is all farmers in the villages of Talaga district (Cianjur Regency) and Jatiwangi district (Garut Regency). Number of samples was determined using a Slovin’s formula with total samples of 302 respondents. Sampling method of this research is a stratified random. Analyses of the data consist of descriptive analysis, i.e. data, frequency distribution, Odds ratio, and inferential data analysis, i.e. Pearson correlation, multiple regression method, and path analysis. Results of the study show that factors affecting the performance of both adopting and non-adopting farmers were the farmers' decisions in using production facilities.  Formulation of sustainable agricultural extension strategies in marginal land areas should take into account the characteristics and communication behavior of targeted audiences (farmers), supporting business climate, and both central and local governments’ policies.IndonesianBanyak lahan marjinal yang telah dapat diperbaiki melalui pembaruan teknologi dan telah ada upaya untuk mempromosikannya. Permasalahan dalam mengadopsi teknologi adalah; petani memerlukan modal besar dan mengubah kebiasaan bukan pekerjaan yang mudah, apalagi jika beresiko besar. Pendekatan penyuluhan di masa lalu yang terfokus pada transfer teknologi terbukti hanya menimbulkan permasalahan pada petani. Selama ini kegiatan penyuluhan berbasis program pemerintah yang bersifat top down, bukan kebutuhan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja usahatani petani dan merumuskan strategi penyuluhan pertanian berkelanjutan kepada petani lahan marjinal. Penelitian menggunakan metode survei yang bersifat eksplanasi. Unit analisis adalah individu, petani responden. Penentuan sampel petani menggunakan rumus Slovin sebanyak 302 petani responden, masing-masing 93 petani di Cianjur dan 209 petani di Garut (petani adopter sebanyak 137 dan petani nonadopter sebanyak 165). Pengambilan sampel petani menggunakan teknik sampel acak stratifikasi, dengan stratifikasi petani adopter dan petani nonadopter. Analisis data mencakup: analisis deskriptif: distribusi frekuensi dan rasio Odds, serta analisis inferensial: korelasi Pearson, regresi ganda, dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan petani dalam berusahatani ditentukan oleh keunggulan ekonomi komoditas, penggunaan sumber daya lahan dan tenaga kerja. Keunggulan komoditas yang didukung dengan ketersediaan input (sarana produksi) dan keterjangkauan daya beli petani terhadap input memengaruhi kinerja usahatani yang dikelola petani. Strategi penyuluhan pertanian berkelanjutan merupakan alternatif untuk mengatasi masalah kelambatan  petani mengadopsi inovasi teknologi. Rumusan strategi ini perlu didasarkan atas karakteristik dan perilaku komunikasi khalayak sasaran (petani), dukungan iklim usaha dan dukungan kebijakan pemerintah (pusat dan daerah).
Biophysical and Economic Evaluation of Hedgerow Intercropping Using SCUAF in Lampung, Indonesia I Wayan Rusastra; Sri Hery Susilowati; Gelar Satya Budhi; Peter Grist
Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v17n1.1998.22-32

Abstract

IndonesianStudi ini mengungkap dampak jangka panjang (20 tahun) tiga sistem usaha tani dengan menggunakan pendekatan model bioekonomik, yang disebut Model Soil Change Under Agro Forestry (SCUAF). Teknik konservasi introduksi usaha tani tanaman lorong Flemingia dibandingkan dengan dua jenis sistem usaha tani tradisional yaitu perladangan berpindah dengan masa bera tiga tahun dan sistem usaha tani tanaman pangan sepanjang tahun. Tingkat erosi dan kesuburan lahan menurun secara drastis pada sistem usaha tani tradisional, khususnya pada sistem usaha tani tanaman pangan sepanjang tahun. Dalam 20 tahun, sistem usaha tani tradisional ini kehilangan volume lahan hampir 20 kali, dan unsur hara (soil nutrient) mendekati tiga kali lebih besar dibandingkan dengan teknologi konservasi tanaman lorong. Produktivitas tanaman menurun pada ketiga sistem usaha tani, tetapi penurunan cukup tajam (81%) terdapat pada sistem usaha tani tanaman pangan sepanjang tahun dan hanya 30 persen pada sistem usaha tani tanaman lorong. Sistem perladangan berpindah memiliki Net Precent Value (NPV) paling rendah. Dalam jangka panjang, teknologi konservasi tanaman lorong mampu memberikan keuntungan finansial yang tertinggi dan dapat menjamin keberlanjutan usaha tani. Namun demikian, teknologi introduksi ini membutuhkan dukungan modal yang relatif besar pada tahap awal, sehingga dalam implementasinya perlu didukung dengan kebijaksanaan perkreditan di samping kepastian status penguasaan lahan.EnglishThis study reveals long term (20 years) impact of three farming systems using an approach of bio-economic model called Soil Change Under Agro Forestry (SCUAF). An introduced conservation technique of Flemingia inter-cropping system was compared to two traditional farming systems i.e. shifting cultivation with three years fallow and a long year food crop farming system. Soil erosion rate and land fertility decreased drastically on land used for traditional farming system especially for that of the long year food crop farming system. In 20 years, the traditional farming system lost soil volume almost 20 times and soil nutrient for almost three times compared to that of hedgerow inter-cropping farming system technique. Plant productivity for all techniques decreased, however, the long year food crop farming system experienced the most (81 %) compared to hedgerow inter-cropping using SCUAF (30% ). Net Present Value (NPV) for shifting cultivation was the lowest. In a long term, the hedgerow inter-cropping using SCUAF gives the highest financial profit and assures farming sustainability. However, this introduced technology requires relatively high capital support at the initiation phase so that it needs PRIVATE credit policy support besides land holding status certainty.
Telaah Fisik Ekonomis Penggunaan dan Pengusahaan Lahan di Wilayah Daerah Aliran Sungai Way Rarem Kabupaten Lampung Utara nFN Erwidodo
Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v3n1.1983.42-72

Abstract

IndonesianSampai saat ini umumnya pengelolaan sumberdaya air masih terlalu dititikberatkan pada pemanfaatan air yang sudah tersedia, terbukti dengan pembangunan berbagai infrastruktur, yang sering sekali kurang diimbangi dengan usaha untuk melestarikan kondisi optimum di bagian hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang merupakan aliran sungai. Sementara pembangunan waduk Way Rarem, Lampung Utara sedang berjalan telah terjadi perubahan drastis dari pola penggunaan dan pengusahaan lahan di bagian hulu DAS Way Rarem yang merupakan wilayah studi ini. Sebagian besar kawasan hutan lindung telah berubah menjadi areal perkebunan rakyat, pemukiman, perladangan dan berbagai bentuk lahan terlantar. Keadaan semacam ini, ditambah dengan terus meningkatnya jumlah penduduk pendatang, diduga akan memperpendek umur tenggang waduk dan sarana irigasi yang dibangun, sebagai akibat dari tingginya tingkat erosi dan sedimentasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa secara keseluruhan wilayah studi sangat potensial terhadap bahaya erosi. Jika kondisi pada saat studi dilakukan masih terus dipertahankan, umur tenggang waduk hanya mencapai 25 tahun, yaitu 50 persen dari umur ekonomis yang direncanakan. Keragaan usahatani di wilayah studi temyata masih sangat rendah, baik dalam tingkat penggunaan masukan, penerapan kultur tehnis maupun tingkat hasilnya. Berdasarkan hasil simulasi ditambah dengan berbagai pertimbangan kualitatif, selanjutnya diajukan tiga altematif pola penggunaan dan dua altematif tehnik konservasi tanah.
Penguatan Aspek Kelembagaan Program Revitalisasi Perkebunan Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Plasma nFN Andriati; I Gusti Putu Wigena
Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v29n2.2011.169-190

Abstract

EnglishAt present, most of smallholders’ oil palm plantation surpasses their economical age. The smallholding oil palm plantation needs replanting, but it was constrained by institutional, technical, financial, and socio-economic aspects. The research was carried out at Sei Pagar, Kampar District, Riau Province from January-December 2007 using an Analytical Hierarchy Process (AHP) approach. Data collection was conducted through a Focus Group Discussion (FGD) method of 14 selected respondents. The data was analyzed using the software of Criterium Decision Plus (CDP). The results show that that natural resources conservation, human resources skill, and local government policies are the influencing factors for implementing of the replanting program. The key actors that need roles improvement are farmers’ groups (POKTAN), local government (PEMDA), and non government organization (NGO). Increasing their roles should go along with farmers’ and local government’s incomes improvement and job creation. Smallholding oil palm plantation management should be based on establishment of farmers’ groups and federation of farmers’ groups (GAPOKTAN). Based on the stakeholders’ role and link, Smallholders’ Self-Reliance Initiative (PRIMATAMA) is an alternative approach in accordance with actual conditions. IndonesianSaat ini, sebagian besar kelapa sawit plasma sudah melewati umur ekonomis dan diperlukan peremajaan dengan kendala seperti aspek kelembagaan, teknis, finansial, dan sosial ekonomi. Untuk itu, dilakukan penelitian lapang yang bertujuan untuk mempelajari aspek kelembagaan melalui penguatan peranan dan keterkaitan pemangku kepentingan dalam Program Revitalisasi Perkebunan untuk peremajaan kebun kelapa sawit plasma. Penelitian dilakukan di Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dari bulan Januari-Desember 2007 dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengumpulan data dilakukan dengan metode Focus Group Discussion (FGD) dari 14 responden yang diambil secara purposif (purposive sampling). Data yang terkumpul dianalisis dengan perangkat lunak program Criterium Decission Plus (CDP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelestarian sumber daya alam (SDA), keterampilan sumber daya manusia (SDM), dan kebijakan pemerintah sebagai faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam implementasi program tersebut. Aktor kunci yang perlu ditingkatkan peranannya adalah kelompok tani (Poktan), pemerintah daerah (PEMDA), dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Peningkatan peranan aktor tersebut harus diiringi dengan peningkatan pendapatan petani, pendapatan asli daerah (PAD), dan penciptaan lapangan kerja sebagai tujuan dari alur kelembagaan yang dibangun. Pengelolaan perkebunan kelapa sawit plasma yang berpijak pada peningkatan peranan petani melalui pembentukan Poktan atau gabungan kelompok tani (Gapoktan) sebagai alternatif yang berpeluang tertinggi untuk keberhasilan perkebunan kelapa sawit plasma. Berdasarkan peran dan keterkaitan stakeholders, alur kelembagaan model Perintisan Kemandirian Petani Plasma (PRIMATAMA) merupakan alternatif  yang cukup sesuai dengan kondisi di lapangan.
Sebaran Normal Ubinan Hasil untuk Estimasi Risiko Usahatani Kedelai Aman Djauhari
Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v14n1.1995.27-38

Abstract

This risk study had tried to add a new dimension to the existing risk analysis. Taking advantage of the analytical model that had been developed by Zandstra (1979) which in short is what the probability the realized production is below break event production, the study had tried to use it to estimate or measure the production risk of soybean farming in Central Java. Normality assumption of productivity distribution was tested using crop cut figures of 1990-1992. A survey data of soybean farming in irrigated lowland, rainfed lowland and upland of the same period was used to calculate the break even production of respective ecosystem. Results of the analysis showed that production risk estimate of soybean farming in irrigated lowland is Rp 521.000 each hectare. There are variations among planting season and the lowest risk is in the Januari-April period reaching about 46 percent of total cost. In the rainfed lowland has an average of nominal risk of Rp 368.000 each hectare and the Mei-August planting shows smallest risk. In the upland average nominal risk is Rp 358.000 each hectare and the lowest risk exists in the September-Desember planting season. However, risk indicator of risk/each kg of product is more suitable or in line with lost or profitability of the soybean farming in the season. Making more clear categorization of different lowland ecosystem of crop cut data was suggested.
Rubber and Oil-Palm-Based Farming System for the Southern Sumatera Transmigration Areas Wayan R. Susila
Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v10n1-2.1991.16-30

Abstract

IndonesianKetidaksesuaian pola usahatani dianggap sebagai salah satu masalah penting di daerah transmigrasi, khususnya daerah transmigrasi Sumatera Selatan. Sehubungan dengan hal itu, fokus tulisan ini adalah pengembangan pola usahatani untuk daerah tersebut. Kerangka teoritis yang digunakan adalah keterpaduan produksi-konsumsi yang dianalisis dengan multi period linear programming dengan horison waktu 25 tahun. Fungsi tujuan adalah maksimisasi aliran surplus kas yang didiskonto; dan kegiatan yang dipertimbangkan adalah beberapa tanaman tahunan, tanaman setahun, kredit, pengembalian kredit, dan tabungan. Kendala yang dispesifikasi meliputi iklim, luas lahan, kemantapan persediaan bahan makanan, kredit, pengembalian kredit, dan kebutuhan hidup minimum. Disamping itu, faktor risiko juga dianalisis secara tidak langsung melalui analisis sensitivitas dan analisis sensitivitas Monte Carlo. Hasil studi menunjukkan bahwa dengan bantuan kredit dari pemerintah, para transmigran dapat mengelola lahannya sendiri, membayar seluruh hutangnya, dan mencapai peningkatan pemenuhan kebutuhan hidup minimum. Hal ini dapat dicapai melalui pengembangan pola usahatani karet dan kelapa sawit. Disamping itu, pola usahatani kelapa sawit lebih menguntungkan namun lebih tinggi risikonya daripada pola usahatani karet.
Permintaan Ekspor dan Daya Saing Panili di Provinsi Sulawesi Utara A. Husni Malian; Benny Rachman; Adimesra Djulin
Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v22n1.2004.26-45

Abstract

EnglishThe objective of the study is to analyze vanilla market structure and export demand markets of vanilla, and the competitiveness of vanilla. Primary data were collected from vanilla production centers in Minahasa District, North Celebes, in April 2002. The respondents consisted of farmers, traders, processors, exporters and related institutions. Time series secondary data from CBS and FAO were also collected. A model of market demand and integration are applied to estimate export demand, while competitiveness is measured using Policy Analysis Matrix (PAM). The results shows that the nature of Indonesian vanilla in US market is just a substitution for Madagaskar and Komoro vanilla. Price integration between farm gate price and exporter price was weak and asymmetric. This findings were confirmed by marketing margin analysis indicating that vanilla farmers only gained 67 percent of fob prices. In the mean time, competitiveness analysis shows that vanilla farms in North Celebes have comparative and competitive advantages, with DRCR dan PCR less than one. To increase both production and productivity of Indonesian vanilla, price incentive policy for inputs especially for fertilizers is required because the financial prices of fertilizers are higher than its social prices.  IndonesianPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan permintaan pasar ekspor, serta daya saing komoditas panili. Data primer dikumpulkan dari daerah sentra produksi panili di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara pada bulan April 2002. Responden penelitian terdiri atas petani, pedagang, pengolah, eksportir dan instansi terkait. Disamping itu, juga digunakan data berkala (time series) yang bersumber dari BPS dan FAO. Untuk mengestimasi pemintaan ekspor digunakan model analisis permintaan dan integrasi pasar, sementara pengukuran daya saing dilakukan dengan Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas ekspor panili Indonesia bersifat substitusi terhadap panili dari Madagaskar dan Komoro di pasar Amerika Serikat. Disamping itu, integrasi harga antara harga di tingkat petani dengan harga di tingkat eksportir sangat lemah dan bersifat asimetrik. Penemuan ini diperkuat dengan hasil analisis marjin pemasaran, di mana petani panili hanya menerima bagian sebesar 67 persen dari harga fob.  Sementara itu, hasil analisis daya saing menunjukkan bahwa usahatani panili di Provinsi Sulawesi Utara memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif, dengan nilai DRCR dan PCR lebih kecil dari satu. Untuk mendorong peningkatan produksi dan produktivitas panili di Indonesia, diperlukan kebijakan insentif terhadap harga input, khususnya harga pupuk yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan harga sosialnya.

Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue