cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRO EKONOMI (JAE) adalah media ilmiah primer penyebaran hasil-hasil penelitian sosial-ekonomi pertanian dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional para ahli sosial ekonomi pertanian serta informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku, dan pemerhati pembangunan pertanian dan perdesaan. JAE diterbitkan oleh Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian dua nomor dalam setahun, terbit perdana pada Oktober 1981
Arjuna Subject : -
Articles 392 Documents
Pengaruh Modal Sosial dan Keterdedahan Informasi Inovasi terhadap Tingkat Adopsi Inovasi Jagung di Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Yohanes G. Bulu; Sunarru S. Hariadi; Ageng S. Herianto; nFN Mudiyono
Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v27n1.2009.1-21

Abstract

EnglishThe objectives of this research are:1) analyses the influence of exposure innovation information, human capital, innovation promotion, and rate of adoption of corn innovation toward social capital; and 2) analyses the influence of social capital, exposure innovation information, human capital, and innovation promotion toward rate of adoption of corn innovation. The research was conducted in East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, from July to October 2008. The research it used survey method with combining quantitative and qualitative approaches. Data of the research were collected through an in-depth interview on 220 respondents and 12 informants. Based on result of the research, it is concluded that social capital was significantly influenced by factors such as the innovation communication frequency, innovation communication intensity, work motivation, farmer’s attitude, innovation economic benefit value, market availability, and rate of adoption of corn innovation. The factors was significantly influenced toward rate of adoption of corn innovation were social capital, information access of innovation, innovation availability, and market availability. However, in adoption process of corn innovation, farmer’s exposure toward innovation information, human capital, and innovation promotion worked through the social capital. The capital is one of the factors required to consider in improving the adoption of corn innovation, so the revitalization of social capital should be done by using various of cohesively approaches. IndonesianTujuan penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis pengaruh keterdedahan informasi inovasi, modal manusia, promosi inovasi, dan tingkat adopai inovasi jagung terhadap modal sosial dan 2) menganalisis pengaruh modal sosial, keterdedahan informasi inovasi, modal manusia, dan promosi inovasi terhadap tingkat adopsi inovasi jagung. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dari bulan Juli - Oktober 2008. Penelitian menggunakan metode survai dengan mengkombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada 220 responden dan 12 orang informan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa modal sosial dalam adopsi inovasi jagung dipengaruhi oleh faktor frekuensi komunikasi inovasi, intensitas komunikasi inovasi, motivasi kerja, sikap petani, nilai manfaat ekonomi inovasi, ketersediaan pasar, dan tingkat adopsi inovasi. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi inovasi jagung adalah modal sosial, akses informasi inovasi, ketersediaan inovasi, dan ketersediaan pasar. Bagaimanapun dalam proses adopsi inovasi jagung bahwa keterdedahan petani terhadap informasi inovasi, modal manusia, dan promosi inovasi adalah bekerja melalui modal sosial. Modal sosial merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam peningkatan adopsi inovasi jagung, sehingga sangat perlu untuk melakukan revitalisasi modal sosial dengan menggunakan berbagai pendekatan secara kohesif.
Formulasi dan Analisis Harga Pokok Bibit serta Harga Maksimum Bibit dan Pakan pada Usaha Ternak Ayam Ras Petelur Yusmichad Yusdja; Aladin Nasution
Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v12n1.1993.29-47

Abstract

The main objective of this study is to analyze the unit cost of day old chicks of  layer and the break event point of small eggs farm. The data was taken from the survey conducted in 1990 and 1993 in West Java. The data was collected through indepth study in the poultry breeding farms and the egg  production farms. The result showed that the unit cost of day old chicks is Rp 617 per chick where as the actual price is much higher i.e. p 1350 per chicks. This information showed that the small farmer have paid high marketing cost. The research has also shown that the break even level of eggs farm is mainly depend on feeding price and egg price. The ratio of egg price to feed price at the break event point 2,57.
Efektivitas Kebijakan Harga Pangan terhadap Ketahanan Pangan Nyak Ilham; Hermanto Siregar; D. S. Priyarsono
Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v24n2.2006.157-177

Abstract

EnglishThe implementation of price support policy has been facing pro and contra among the stakeholders. The experience of many developing countries in reducing their domestic support to farmers has been increasing the number of poverty incidence and threatened food security in the country. On the other side, developed countries still implement their huge domestic support to their agricultural industries. The objective of this study is to analyze the effectiveness of food price support policy to national food security; this result can be considered by the government in accelerating agriculture revitalization. This study used secondary data (time series) and analyzed using ECM. Some findings of the study show that food availability at national level could not guarantee the accessibility of food at household level. To make the price support policy effective, the price should be accomplished by other policies, especially government policy in providing rural infrastructure, increasing farmer’s income and increasing good management control in financial aspects, specifically government expenditures related to food programs.IndonesianPenerapan kebijakan harga pangan menghadapi pro dan kontra. Pengalaman negara berkembang yang mengurangi bantuan terhadap petani menyebabkan tingkat kemiskinan tidak membaik dan mengancam ketahanan pangan.  Di sisi lain, negara-negara maju masih cukup besar memberi dukungan pada industri pertaniannya.  Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan harga pangan yang dilakukan pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional sehingga dapat dijadikan pertimbangan untuk merevitalisasi pertanian. Data yang digunakan merupakan data sekunder runut waktu dan dianalisis dengan model Error Correction Model (ECM). Hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan pangan di tingkat nasional terbukti tidak menjamin akses pangan di tingkat rumah tangga. Untuk mengefektifkan kebijakan harga pangan perlu didukung oleh kebijakan lain, terutama kebijakan penyediaan infrastruktur, peningkatan pendapatan masyarakat, dan membenahi kebocoran-kebocoran dana yang berkaitan dengan program pangan.
Dampak Pengembangan Produk Turunan Minyak Sawit terhadap Peningkatan Ekspor Produk Minyak Sawit ke Pasar Amerika Serikat Nila Rifai; Yusman Syaukat; Hermanto Siregar; E. Gumbira-Sa’id
Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v32n2.2014.107-125

Abstract

EnglishIn 2013, the world palm oil production reached 55.7 million tons. Indonesia and Malaysia shared 86 percent in the world palm oil market with their production volumes of 26.7 and 21.7 million tons, respectively. This study aimed to analyze the impacts of palm oil derivative products development on improved palm oil export and its derivative products to the US market. This analysis used times series data from 1992 to 2012. Data were analyzed using a Two-Stage Least Squares (2SLS) approach. Results of the study show that policy to develop palm oil derivative products will increase export of palm oil and its derivative products to USA market and decrease total export of Indonesia CPO. The better policy option is enhancing CPO export tax along with improved rupiah’s exchange rate and downstream palm oil industry development. This policy will boost export of Indonesian palm oil derivative products to the US market and significantly reduce CPO export.IndonesianPada tahun 2013, produksi minyak sawit dunia mencapai 55,7 juta ton, dengan kontribusi Indonesia sebesar 26,70 juta ton dan diikuti oleh Malaysia sebesar 21,7 juta ton. Dengan demikian, Indonesia dan Malaysia secara bersama menguasai sekitar 86 persen produksi minyak sawit dunia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak pengembangan produk turunan minyak sawit terhadap peningkatan ekspor minyak sawit dan produk turunannya ke pasar Amerika Serikat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder time series tahunan selama periode 1992–2012. Data dianalisis menggunakan pendekatan ekonometrika Two Stages Least Squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan industri produk turunan minyak sawit mampu meningkatkan ekspor produk turunan minyak sawit ke Amerika Serikat dan mampu menurunkan ekspor minyak sawit mentah yang memiliki nilai tambah yang rendah. Kombinasi kebijakan yang lebih baik adalah dengan program peningkatan pajak ekspor CPO yang didukung oleh peningkatan nilai tukar dan pengembangan industri hilir minyak sawit. Kebijakan ini akan mampu meningkatkan ekspor produk turunan minyak sawit Indonesia ke Amerika Serikat dan akan menurunkan secara signifikan ekspor minyak sawit dalam bentuk CPO.
Diversifikasi Sumber Pendapatan Rumah Tangga di Pedesaan Jawa Barat Sri Hery Susilowati; nFN Supadi
Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v20n1.2002.85-109

Abstract

EnglishSource of rural household income commonly not only come from single source, but also from many others or it is said the income is diversified. In this paper concept of diversification is simply on relation with source of household income or rural household Job. The objective of this paper is twofold. First, to define the rate of household income diversification, and second to evaluate the impact of diversification on household income. This paper is based on PATANAS data which was conducted on 14 villages in West Java in 2001. The results of this study were as follows: rate of income diversification was relatively high, but there was non positive correlation between rate of diversification and level of income.IndonesianDewasa ini sumber pendapatan sebagian besar rumah tangga di pedesaan tidak hanya dari satu sumber, melainkan dari beberapa sumber atau dikatakan rumah tangga tersebut melakukan diversifikasi pekerjaan atau memiliki aneka ragam sumber pendapatan. Dalam makalah ini konsep diversifikasi diartikan sebagai penganekaragaman usaha atau penganekaragaman sumber pendapatan rumah tangga di pedesaan. Tujuan dari tulisan ini terutama, adalah untuk mengetahui tingkat diversifikasi sumber pendapatan rumah tangga dan dampak diversifikasi tersebut terhadap pendapatan rumah tangga di pedesaan. Kajian ini menggunakan data PATANAS Jawa Barat. Penelitian dilakukan tahun 2001 di 14 desa dengan berbagai tipe agroekosistem. Dari hasil kajian ini diketahui bahwa tingkat diversifikasi sumber pendapatan rumah tangga di pedesaan Patanas Jawa Barat tergolong relatif tinggi, namun tidak ditemukan hubungan positif dengan tingkat pendapatan. Dampak diversifikasi terhadap pendapatan rumah tangga tidak menunjukkan pola yang jelas.
Pendugaan Skala Usaha Usahatani Padi Sawah dengan Fungsi Keuntungan Handewi Purwati S. Rachman
Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v6n1-2.1987.42-50

Abstract

EnglishThis research estimates the short run rice farming returns to scale condition by using Cobb-Douglas profit function model. Size of rice field is assumed as fixed input. Data from six desas in the area of Cimanuk River Basin, West Java, collected by Rural Dynamic Study were analyzed. The analysis was based on the rainy season 1982/1983 data. Results of this analysis show the average size of rice area 0.433 ha has not given a maximum profit yet, and the rice farming activities is at the "increasing returns to scale". The analysis also shows that price of urea, pesticides, size of rice area, and fixed cost were significant (at 1% level) with respect to rice farm actual profit function.IndonesianPenelitian ini menduga kondisi skala usaha usahatani padi sawah dalam jangka pendek dengan model fungsi keuntungan Cobb-Douglas. Luas lahan garapan diperlakukan sebagai input tetap. Data yang digunakan adalah data input output usahatani dari penelitian resurvey yang dilakukan oleh Studi Dinamika Pedesaan (SDP) pada enam desa di wilayah DAS Cimanuk, Jawa Barat. Analisa dilakukan pada musim tanam MH 1982/1983. Hasil pendugaan menunjukkan bahwa usahatani dengan luas garapan rata-rata 0,433 ha masih belum memberikan tingkat keuntungan maksimum kepada petani pengelolanya dan skala usaha masih berada pada kondisi "increasing returns to scale". Hasil analisa juga menunjukkan bahwa harga pupuk urea, nilai obat-obatan, luas lahan garapan dan biaya tetap (lain-lain) mempunyai pengaruh yang nyata (∝= 0,01) terhadap keuntungan aktual usahatani padi.
Analisis Pengaruh Faktor Ketersediaan, Akses, dan Penyerapan Pangan Terhadap Ketahanan Pangan di Kabupaten Surplus Pangan: Pendekatan Partial Least Square Path Modeling Akhmad Mun’im
Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v30n1.2012.41-58

Abstract

EnglishFood security does not depend on food availability only, but also on access and utilization of food. It indicates that even though Indonesia is one of the food-surplus countries, it doesn’t guarantee that Indonesian people have a good food security since they still have to deal with access and utilization aspects. Using data from Social and Economic Survey 2007 (Susenas 2007) by Badan Pusat Statistik and results of National Basic Health Research 2007 (Riskesdas 2007) by Ministry of Health, this research aims to identify influencing factors of food availability, access, and utilization on food security in food-surplus regencies in Indonesia at 2007. This research uses Partial Least Square Path Modeling (PLS-PM) as an analytical tool and applies a bootstrapping approach in statistical testing. Analysis results show that availability of food factor insignificantly influence food security in food-surplus regencies. Food access and absorption significantly affect food security. Each score of food access factor increases by 100 percent, the food security core will increase by 58.3 percent. An increase of 100 percent in score of food utilization factor, food security will increase by 31.9 percent. IndonesianKetahanan pangan tidak hanya bergantung kepada ketersediaan pangan saja, tetapi juga akses dan penyerapan pangan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia merupakan negara yang tahan pangan yang ditunjukkan oleh ketersediaan pangan yang baik, namun tidak menjamin penduduk Indonesia menjadi tahan pangan karena masih harus melihat aspek akses dan penyerapan pangannya. Menggunakan data Survei Sosial Ekonomi 2007 (SUSENAS 2007) BPS, serta hasil dari Riset  Kesehatan Dasar 2007 (Riskesdas 2007) Kementerian Kesehatan, penelitian ini ingin mengetahui pengaruh dari faktor ketersediaan, akses, serta penyerapan pangan terhadap ketahanan pangan di kabupaten surplus pangan di Indonesia tahun 2007. Penelitian ini menggunakan alat analisis Partial Least Square Path Modeling (PLS-PM) dan menggunakan pendekatan bootstrapping dalam pengujian statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor ketersediaan pangan tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap ketahanan pangan di kabupaten surplus pangan. Sedangkan faktor akses serta penyerapan pangan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan pengan di kabupaten surplus pangan pada tahun 2007. Setiap peningkatan 100 persen skor faktor akses pangan akan meningkatkan skor faktor ketahanan pangan sebesar 58,3 persen. Setiap peningkatan 100 persen skor faktor penyerapan pangan akan meningkatkan skor faktor ketahanan pangan sebesar 31,9 persen.
Analisis Efisiensi Produksi Sistem Usahatani Kedelai di Sulawesi Selatan Abdul Gaffar Tahir; Dwidjono Hadi Darwanto; Jangkung Handoyo Mulyo; nFN Jamhari
Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v28n2.2010.133-151

Abstract

EnglishSoybean is the third important food commodity, after rice and corn, with the increasing trend of demand (8.74%/year). Therefore, the imported soybean is maintained at a high level (1.2 million ton in 2008). The research on efficiency of soybean farm production system was conducted in three districts in South Sulawesi Province, namely Bone, Soppeng and Wajo. The locations were selected using a purposive sampling technique considering that those three areas are the soybean producing centers. This research uses a Cobb-Douglas Production Function applying an Ordinary Least Square (OLS) method and Profit derived from Cobb-Douglas Production Function with a Unit Output Price Cobb-Douglas Profit Function (UOP-CDFF) technique. The result shows that the technical factors influencing the increase soybean production are the farmers’ experience, family labor, urea, KCl, organic fertilizer, ownership dummy (profit sharing), the dummy of soybeans variety (high variety), dummy of planting distance (40 x 15 cm and 40 x 10 cm), and also the land type of dummy. Aamount of the three production input types (fertilizers) could be increased to improve the production. Moreover, positive factors influencing the TER (Technical Efficiency Rating) in soybean farming are land size, farmers’ age, educational background, and farmers’ experience. Efficiency could still be achieved by decreasing the use of part time labor (non family member) to maximize the income, and by reducing the use of soybean seeds, part time labor and land size to increase the profit.IndonesianKedelai merupakan komoditas pangan utama setelah padi dan jagung, dengan permintaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun (8,74%/tahun). Akibatnya, impor kedelai tetap berlangsung dalam jumlah yang besar (1,2 juta ton pada tahun 2008).  Penelitian efisiensi produksi sistem usahatani kedelai dilakukan di Sulawesi Selatan pada tiga kabupaten, yaitu: Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut sebagai daerah sentra produksi kedelai. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, dan efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani kedelai, serta untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis dan keuntungan usahatani kedelai. Menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas yang diestimasi dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dan fungsi keuntungan yang diturunkan dari fungsi produksi Cobb-Douglas dengan menggunakan teknik Unit Output Price Cobb-Douglas Profit Function  (UOP-CDPF). Hasil analisis fungsi produksi menunjukkan bahwa secara teknis faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan produksi kedelai adalah tingkat pengalaman petani, jumlah angkatan kerja dalam keluarga, jumlah pupuk urea, jumlah pupuk KCl, jumlah pupuk organik, dummy status kepemilikan lahan sistem bagi hasil, dummy varietas kedelai (varietas unggul), dummy jarak tanam (40 x 15 cm dan 40 x 10 cm), dan dummy tipe lahan.  Ketiga input produksi (pupuk) tersebut masih bisa dinaikkan jumlahnya untuk meningkatkan produksi.  Sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap peningkatan TER (Technical Efficiency Rating) pada usahatani kedelai adalah luas lahan garapan petani, umur petani, tingkat pendidikan petani, dan tingkat pengalaman petani.  Oleh karena itu, pencapaian efisiensi masih dimungkinkan dengan mengurangi penggunaan tenaga kerja upahan (luar keluarga) untuk menambah pendapatan, serta mengurangi penggunaan benih kedelai, tenaga kerja upahan, dan luas lahan garapan untuk meningkatkan keuntungan usahatani kedelai.
Analisa Sosial Ekonomi Penggunaan Pestisida dalam Usahatani Padi Delima A. Darmawan; Yusmichad Yusdja; Adreng Purwoto; Chaerul Saleh
Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v13n1.1994.27-42

Abstract

The Program of Integrated of Pest Management (IPM) play the important role in to decrease the pesticides used in agriculture production. Meanwhile, the farmer has popular known that pesticides was a better solution to face the pest problem. The main objective of this study is to examine the impact of IPM on production and the farmer income. The data was taken from the survey conducted in 1992 in East Sumatera, West Java, Central Java, East Java and North Sulawesi. The result showed that the using of pesticides is still the significance way to protect plant from pest. The research has also shown that around 32 percent of cost was used for pesticides. Several economic factors that have influence on IPM adoption was describe in this report.
Perilaku Ekonomi Rumah Tangga Petani Sayuran pada Kondisi Risiko Produksi dan Harga di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Anna Fariyanti; nFN Kuntjoro; Sri Hartoyo; Arief Daryanto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v25n2.2007.178-206

Abstract

EnglishThe farm household face with many risks, especially, product price and production. The objective of this study are to analyze the product price and production risk; factors incorporating the farm household economic behavior; and the effect of external factors on the farm household economic behavior under price and production risk. Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH) model was used to analyze the production risk and simltaneous equation was used to analyze farm household economic behavior. This study was conducted at the production center of potato and cabbage in Pangalengan Sub District, Bandung Regency, West Java Province. The farm household economic behavior, especially, allocation of labor on off farm and non farm activity, is responsive to product price and production risk.  The increase of product price and product risk has negative effect on farm household economic behavior. Diversification and agribusiness insurance program can be an alternative to overcome production risk, meanwhile contract sale and storage infrastructure would be an alternative to overcome product price risk.IndonesianRumah tangga petani selalu dihadapkan pada risiko, khususnya produksi dan harga produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko produksi dan harga produk, menganalisis keterkaitan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ekonomi rumah tangga petani pada kondisi risiko produksi dan harga, dan menganalisis dampak perubahan faktor eksternal terhadap ekonomi rumah tangga petani pada kondisi risiko produksi dan harga. Model Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH) digunakan untuk menganalisis risiko produksi; dan persamaan simultan digunakan untuk menganalisis model ekonomi rumah tangga petani. Penelitian dilakukan di sentra produksi kentang dan kubis kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Perilaku ekonomi rumah tangga petani sayuran, khususnya penggunaan tenaga kerja off-farm dan non-farm, pendapatan non-farm, serta pengeluaran nonpangan responsif terhadap risiko produksi dan harga produk. Peningkatan risiko produksi dan harga produk memberikan dampak negatif terhadap ekonomi rumah tangga petani sayuran. Program divesifikasi dan asuransi agribisnis menjadi alternatif mengatasi risiko produksi. Pengembangan sistem kontrak penjualan dan saran serta prasarana  penyimpanan dapat mengatasi risiko harga produk.

Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue