cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnallitbang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 02164418     EISSN : 25410822     DOI : -
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian terbit empat kali per tahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jurnal ini memuat artikel tinjauan (review) mengenai hasil-hasil penelitian yang telah diterbitkan, dikaitkan dengan teori, evaluasi hasil penelitian lain, dengan atau ketentuan kebijakan, dan ditujukan kepada pengambil kebijakan sebagai bahan pengambilan keputusan. Jurnal ini terbit pertama kali tahun 1979 dan telah terakreditasi oleh LIPI.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 33, No 1 (2014): Maret 2014" : 5 Documents clear
PEMANFAATAN Trichoderma spp. SEBAGAI AGENS PENGENDALI PENYAKIT TANAMAN UNTUK MENDUKUNG BUDI DAYA RAMAH LINGKUNGAN Syahri Syahri; Renny Utami Somantri
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n1.2014.p25-34

Abstract

Serangan penyakit tanaman masih menjadi kendala dalam sistem budi daya ramah lingkungan. Penggunaan pestisida sintetis yang berlebihan justru berdampak buruk terhadap organisme sasaran serta kesehatan lingkungan dan manusia. Hal ini makin diperparah dengan penurunan harga jual produk yang tercemar residu pestisida. Salah satu alternatif pengendalian penyakit tanaman untuk mendukung budi daya ramah lingkungan ialah dengan memanfaatkan agens hayati seperti cendawan Trichoderma spp. Cendawan ini dapat mengendalikan beberapa patogen tular tanah seperti Ralstonia solanacearum, Pythium spp., Rhizoctonia solani, Fusarium spp., Botrytis cinerea, Sclerotium rolfsii, dan Sclerotinia homoeocarpa yang umumnya menyerang tanaman pangan dan hortikultura. Trichoderma juga mampu mengendalikan penyakit akar putih karet, busuk pangkal batang kelapa sawit dan kelapa, busuk buah kakao, layu pada tebu, dan berbagai penyakit tanaman perkebunan lainnya. Mekanisme penekanan terhadap patogen dapat melalui mikoparasit, antibiosis, kompetisi, induksi resistensi, serta memacu pertumbuhan tanaman. Perbanyakan dan aplikasi Trichoderma dapat dilakukan dengan berbagai cara yang relatif mudah sehingga cendawan ini berpotensi untuk pengendalian penyakit tanaman.
PENGUATAN KELEMBAGAAN GAPOKTAN PUAP DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI PADI SPESIFIK LOKASI Syahrul Bustaman
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n1.2014.p35-46

Abstract

Petani padi umumnya belum menerapkan teknologi secara optimal sehingga produktivitasnya rendah. Salah satu penyebabnya ialah kurangnya modal kerja. Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Kementerian Pertanian merupakan salah satu program untuk mengatasi masalah modal kerja petani, di antaranya dengan menyalurkan dana Rp100 juta kepada setiap gabungan kelompok tani (gapoktan). Sebagian besar kelompok tani PUAP juga memperoleh bantuan dana untuk pertemuan kelompok, benih, dan pupuk melalui program Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Adopsi teknologi PTT terbukti mampu meningkatkan produk-tivitas padi. Sebanyak 80% petani PUAP di Kabupaten Serang dan Lebak di Provinsi Banten sudah menggunakan varietas unggul baru (VUB) seperti Ciherang, Inpari, Cigeulis, Way Apo Buru, dan Situ Bagendit. Sistem tanam jajar legowo telah diadopsi oleh 40% petani dan 75% petani sudah menggunakan pupuk organik. Bantuan modal kerja dari PUAP dapat meningkatkan kinerja usaha tani sehingga produktivitasnya meningkat. Fasilitasi pemerintah daerah yang diperlukan untuk mendukung keberhasilan program PUAP meliputi kebijakan, sarana dan prasarana, serta insentif bagi kelompok tani dalam mengembangkan teknologi padi spesifik lokasi.
MIKROPROPAGASI DAN PRESERVASI TANAMAN OBAT MELALUI KULTUR IN VITRO Sri Hutami
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n1.2014.p1-10

Abstract

Teknik mikropropagasi memegang peranan penting dalam konservasi dan manajemen koleksi tanaman. Beberapa tanaman obat (langka dan potensial) di Indonesia telah berhasil diperbanyak melalui kultur jaringan dengan tingkat multiplikasi relatif tinggi. Media dasar terbaik untuk mikropropagasi tanaman obat ialah Murashige dan Skoog (MS) dan untuk beberapa tumbuhan obat menggunakan media dasar Driver and Kuniyuki Walnut (DKW), Anderson, dan B5 (Gamborg). Untuk memperoleh faktor multi-plikasi yang tinggi, zat pengatur tumbuh yang umum digunakan ialah benziladenin (BA), kinetin, dan thidiazuron serta asam amino glutamin. Dengan telah dikuasainya teknik perbanyakan tanaman obat melalui kultur in vitro, permintaan pengguna (petani dan swasta) akan benih tanaman obat dapat dipenuhi setiap waktu sesuai dengan kebutuhan. Preservasi secara in vitro dapat mencegah tanaman obat dari kepunahan. Tanaman obat yang telah berhasil dikembangbiakkan melalui teknik ini ialah bidara upas, tangguh, pepaya, anectochylus, temu mangga, pulai, kunci pepet, kencur, artemisia, buah merah, jahe, touki, kapolaga, mentha, pulasari, pule pandak, temu putri, purwoceng, ingu, daun dewa, dan manggis.
POTENSI VINEGAR LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PENGAWET ALAMI PADA DAGING Miskiyah Miskiyah; Juniawati Juniawati; Masniari Pulungan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n1.2014.p11-16

Abstract

Kesadaran masyarakat akan pangan yang aman dikonsumsi dan maraknya penggunaan formalin sebagai pengawet bahan pangan memerlukan pengawet yang aman untuk produk pangan. Vinegar yang dibuat dari limbah pertanian, di antaranya air kelapa dan kulit pisang, dapat digunakan sebagai penggantinya. Vinegar dihasilkan melalui proses fermentasi dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae dan Acetobacter aceti. Asam asetat dan berbagai komponen mudah menguap dalam vinegar berperan sebagai pengawet alami sehingga aman digunakan pada produk pangan. Hasil pengujian daya hambat vinegar dari kulit pisang dan air kelapa menunjukkan bahwa asam asetat dari vinegar tersebut mempunyai kemampuan yang sama dengan asam asetat organik. Penggunaan dari kulit pisang dan air kelapa dengan konsentrasi asam asetat masing-masing 1% mampu menghambat pertumbuhan mikroba patogen seperti Escherichia coli 0157:H7, Salmonella thypi-murium, dan Listeria monocytogenes. Aplikasinya pada pangan asal ternak yang dikombinasikan dengan metode penyimpanan dapat menjadi metode pengawetan yang menjanjikan.
BERAS HITAM SUMBER ANTOSIANIN DAN PROSPEKNYA SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Kristamtini Kristamtini; Taryono Taryono; Panjisakti Basunanda; Rudi Hari Murti
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n1.2014.p17-24

Abstract

Beras hitam merupakan sumber antosianin yang tinggi dan murah dibandingkan dengan sumber antosianin lain seperti bluberi dan anggur. Antosianin merupakan senyawa organik golongan flavonoid dengan struktur utama tiga gugus aromatik. Sebagai antioksidan, antosianin bermanfaat bagi kesehatan, di antaranya untuk mencegah penuaan dini, melindungi lambung dari kerusakan, menghambat sel tumor, sebagai senyawa antiinflamasi dan antikanker, melindungi otak dari kerusakan, mencegah obesitas dan diabetes, meningkatkan kemampuan memori otak, mencegah penyakit neurologis, dan menangkal radikal bebas dalam tubuh. Beras hitam juga mengan-dung protein, vitamin, dan mineral yang lebih tinggi daripada beras putih. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan penjelasan tentang struktur kimia antosianin, sifat antosianin dan manfaatnya bagi kesehatan dan aplikasi industri, beras hitam sebagai sumber antosianin, distribusi dan sintesis antosianin, manfaat antosianin bagi tanaman, dan prospek pengembangan beras hitam di Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 41, No 1 (2022): Juni, 2022 Vol 40, No 2 (2021): December 2021 Vol 40, No 1 (2021): June, 2021 Vol 39, No 2 (2020): Desember, 2020 Vol 39, No 1 (2020): Juni, 2020 Vol 38, No 2 (2019): DESEMBER, 2019 Vol 38, No 1 (2019): Juni, 2019 Vol 37, No 2 (2018): Desember, 2018 Vol 37, No 1 (2018): Juni, 2018 Vol 36, No 2 (2017): Desember, 2017 Vol 36, No 1 (2017): Juni, 2017 Vol 36, No 1 (2017): Juni, 2017 Vol 35, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 35, No 3 (2016): September 2016 Vol 35, No 3 (2016): September 2016 Vol 35, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 35, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 35, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 34, No 4 (2015): Desember 2015 Vol 34, No 4 (2015): Desember 2015 Vol 34, No 3 (2015): September 2015 Vol 34, No 3 (2015): September 2015 Vol 34, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 34, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014 Vol 33, No 3 (2014): September 2014 Vol 33, No 2 (2014): Juni 2014 Vol 33, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 32, No 4 (2013): Desember 2013 Vol 32, No 4 (2013): Desember 2013 Vol 32, No 3 (2013): September 2013 Vol 32, No 3 (2013): September 2013 Vol 32, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 32, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 32, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 32, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 31, No 4 (2012): Desember 2012 Vol 31, No 4 (2012): Desember 2012 Vol 31, No 3 (2012): September 2012 Vol 31, No 3 (2012): September 2012 Vol 31, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 31, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 31, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 31, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 30, No 4 (2011): Desember 2011 Vol 30, No 3 (2011): September 2011 Vol 30, No 2 (2011): Juni 2011 Vol 30, No 2 (2011): Juni 2011 Vol 30, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 30, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 29, No 4 (2010): Desember, 2010 Vol 29, No 4 (2010): Desember, 2010 Vol 29, No 3 (2010): September 2010 Vol 29, No 3 (2010): September 2010 Vol 29, No 2 (2010): Juni 2010 Vol 29, No 2 (2010): Juni 2010 Vol 29, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 28, No 2 (2009): Juni 2009 Vol 28, No 1 (2009): Maret, 2009 Vol 27, No 1 (2008): Maret, 2008 Vol 27, No 1 (2008): Maret, 2008 More Issue