cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perpustakaan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08541078     EISSN : 25410814     DOI : -
Jurnal Perpustakaan Pertanian diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan frekuensi terbit 2 kali per tahun. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau tinjauan/kajian tentang aktivitas pustakawan/perpustakaan dan ilmuwan informasi di Indonesia. Jurnal Perpustakaan Pertanian menerima tulisan pustakawan dan pemerhati perpustakaan/informasi bidang pertanian. Penerbitan jurnal diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan pustakawan dalam bidang keahliannya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 29, No 1 (2020): Juni 2020" : 5 Documents clear
ANALISIS PETA JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN KEMENTERIAN PERTANIAN Etty Andriaty; Penny Ismiati Iskak; Heryati Suryantini
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n1.2020.p25-32

Abstract

Jumlah dan kualitas pustakawan Kementerian Pertanian yangberagam menimbulkan ketimpangan dalam penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan. Di sisi lain, peta jabatan pustakawan belum mencerminkan kebutuhan pustakawan pada masa mendatang dan belum memerhatikan SNI 7496:2009 dan SNP 006:2011 tentang Perpustakaan Khusus Instansi Pemerintah. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keberadaan perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian, (2) ketersediaan SDM perpustakaan sesuai dengan SNI Nomor 7496:2009, (3) beban kerja perpustakaan, (4) kebutuhan jabatan fungsional pustakawan, dan (5) hambatan dalam pengangkatan pustakawan. Hasil pengkajian menunjukkan hampir seluruh (98,49%) UK/UPT Kementerian Pertanian memiliki perpustakaan dan 93,75% UK/ UPT memiliki tupoksi pengelolaan perpustakaan. Sebanyak 61,54% perpustakaan tidak memiliki petugas perpustakaan, 30,8% perpustakaan memiliki pustakawan keterampilan, dan 38,5% mempunyai pustakawan keahlian. Hambatan dalam pengangkatan pustakawan ialah tidak ada peta jabatan (41,67%), kurang peminat (29,17%), keterbatasan SDM (20,83%), dan tidak ada izin untuk alih jabatan dan tidak tersedia anggaran untuk tenaga kontrak (8,34%). Unit kerja dengan kebutuhan pustakawan tertinggi yaitu Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), rata-rata membutuhkan 11 pustakawan keterampilan dan 10 pustakawan keahlian, sementara yang terendah adalah Loka Penelitian (1 pustakawan keterampilan). Dari hasil kajian dapat direkomendasikan peta jabatan pustakawan Kementerian Pertanian sebagai berikut: (1) Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian 8 pustakawan keterampilan dan 24 pustakawan keahlian, (2) Puslit/Puslitbang, Sekretariat Badan/Biro/Direktorat/Balai Besar 1 pustakawan keterampilan dan 1 pustakawan keahlian, (3) PPMKP 2 pustakawan keterampilan dan 2 pustakawan keahlian, dan (4) Polbangtan 3 pustakawan keterampilan dan 3 pustakawan keahlian. 
ANALISIS INFORMASI PATEN LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA TERSERTIFIKASI TAHUN 1991-2018 Didik Prata Wijaya
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n1.2020.p1-8

Abstract

Kekayaan intelektual merupakan aset berharga yang perlu dikelola secara terencana dan si stematis agar dapat terl indungi dan bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya ialah melalui paten. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merupakan salah satu lembaga penelitian yang menghasilkan paten. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jumlah paten LIPI yang tersertifikasi, (2) jenis/kategori paten, (3) satuan kerja LIPI yang paling banyak menghasil kan paten terserti fikasi , (4) jumlah inventor paten tersertifikasi, (5) perbandingan jumlah paten tersertifikasi dan inventor, dan (6) jumlah rata-rata klaim per paten. Objek pengkajian adalah paten LIPI yang tersertifikasi pada tahun 1991-2018. Data paten diperoleh secara online melalui pangkalan data Information Tracer of Intellectual Property and Document Accountability Inquiry (INTIP DAQU). Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa LIPI memiliki 158 judul paten tersertifikasi pada tahun 19912018 dengan jenis paten terbanyak berupa proses/metode, yakni 69 judul. Paten tersertifikasi terbanyak dihasilkan pada tahun 2010 dan Pusat Penelitian Fisika merupakan satuan kerja LIPI penghasil paten tersertifikasi terbanyak dengan 30 paten. Berdasarkan gender, inventor laki-laki sebanyak 416 orang dan inventor perempuan 229 orang. Jumlah klaim setiap paten terbanyak terdapat pada tahun 2018 yaitu 200 klaim, sedangkan jumlah klaim paling sedikit pada tahun 1994 dan 1996 yaitu 0 klaim. Jumlah rata-rata klaim per paten tertinggi terdapat pada tahun 2018 (28,5 klaim per paten) dan terendah pada tahun 1994,1995,1996, dan 1997 yaitu 0 klaim per paten.
PENGEMBANGAN LITERASI PEMUSTAKA DI TAMAN BACA PUSTAKA Juznia Andriani; Muhamad Zuhdi; Nyakdani Ilham
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n1.2020.p9-16

Abstract

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) terus melakukan perbaikan dan pengembangan layanan, salah satunya dengan mengembangkan taman baca sebagai perpustakaan berbasis inklusi sosial. Pengkajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan di Taman Baca Pustaka dan faktor yang memengaruhi pemustaka untuk berkunjung ke taman baca tersebut. Pengkajian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk memahami gejala atau pengalaman yang dirasakan pemustaka. Hasil pengkajian menunjukkan Taman Baca Pustaka yang berlokasi di perkampungan dan dekat dengan fasilitas pendidikan memudahkan pemustaka untuk mengaksesnya. Jejaring dengan sekolah dan mahasiswa mampu menjadikan Taman Baca Pustaka sebagai ruang publik bagi anak-anak di sekitarnya. Pengembangan minat baca dan literasi bagi anak-anak melalui kegiatan edukatif dapat meningkatkan intelektual dan keterampilan mereka. Kegiatan edukatif seperti membaca, menonton audiovisual, menggambar, mendongeng, membuat kerajinan keterampilan, dan kesenian dapat meningkatkan intelektual dan keterampilan anak-anak. Praktik pertanian dalam merawat ternak dan bertanam secara hidroponik membuat anak cinta pada pertanian. Layanan dan fasilitas yang tersedia membuat anak-anak betah belajar di taman baca. Kegiatan taman baca juga bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
IDENTIFIKASI KOLEKSI ANTIKUARIAT INDONESIANA DI WEBSITE PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS LEIDEN Muthia nurhayati
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n1.2020.p17-24

Abstract

Jumlah koleksi antikuariat Indonesiana di Perpustakaan Universitas Leiden mencapai lebih dari separuh yang dimiliki Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Padahal fungsi Perpusnas RI sebagai perpustakaan deposit merupakan keniscayaan untuk menyimpan seluruh karya cetak dan karya rekam yang terbit di Indonesia, salah satunya adalah koleksi Indonesiana. Koleksi antikuariat Indonesiana termasuk dalam benda cagar budaya karena memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan, juga mempunyai nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa. Pengkajian ini bertujuan untuk mengidentifkasi koleksi antikuariat Indonesiana yang dimiliki Perpustakaan Universitas Leiden melalui website perpustakaan tersebut (https://www.library.universiteitleiden.nl/). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa koleksi antikuariat Indonesiana di website Perpustakaan Universitas Leiden terdapat dalam menu Special Collections, submenu Digital Collections dan Unlock the Asian Collections. Pada bagian Digital Collections, dari 69 topik koleksi, yang termasuk koleksi antikuariat Indonesiana mencapai 21 buah. Pada Asian Collections, terdapat enam topik koleksi antikuariat Indonesiana. Perpustakaan Universitas Leiden memiliki komitmen yang tinggi dalam program digitasi koleksi Asia.
KAJIAN PUBLIKASI DAN IMPLEMENTASI SERAH SIMPAN PUBLIKASI LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN Penny Ismiati Iskak; Heryati Suryantini; Etty Andriaty; Eka Kusmayadi; Riko Bintari Pertamasari
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n1.2020.p33-41

Abstract

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) merupakan perpustakaan khusus di bawah Kementerian Pertanian yang berperan sebagai pusat ilmu pengetahuan pertanian nasional. Oleh karena itu, PUSTAKA terus memperkaya koleksi melalui pembelian, pertukaran, hadiah/hibah, dan serah simpan dari UK/UPT Kementerian Pertanian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 433/2003 tentang Pengiriman Publikasi, Dokumentasi dan Informasi Bidang Pertanian. Namun, penghimpunan koleksi melalui serah simpan belum optimal. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui penerbitan publikasi di UK/UPT Kementerian Pertanian, implementasi SK Menteri Pertanian Nomor 433/2003, dan kendala yang dihadapi. Populasi pengkajian adalah pengelola publikasi di UK/UPT Kementerian Pertanian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada 86 pengelola publikasi. Hasil pengkajian menunjukkan hampir semua UK/UPT (99%) menerbitkan publikasi yang berupa laporan tahunan (95%), leaflet (86%), petunjuk teknis (72%), buletin (52%), dan majalah ilmiah 25%. UK/UPT yang menerbitkan publikasi dalam media tercetak sebanyak 49%, media tercetak dan digital 48%, dan media digital 3%. Mayoritas responden (94%) menyatakan publikasi yang diterbitkan disebarkan ke pengguna. Sebanyak 87% UK/UPT mengirimkan publikasi ke perpustakaan internal dan lebih dari separuh responden (53%) menyatakan publikasi dapat diakses secara online. Implementasi serah simpan publikasi belum berjalan optimal karena baru 34% UK/UPT yang mengirimkan publikasi ke PUSTAKA. Kendala dalam implementasi serah simpan publikasi yaitu kurangnya pengetahuan pengelola publikasi tentang kewajiban mengirimkan terbitan ke PUSTAKA dan terbatasnya biaya pengiriman. Berdasarkan hasil kajian perlu dilakukan sosialisasi kepada UK/UPT mengenai kewajiban serah simpan publikasi dan penyempurnaan/revisi surat keputusan Menteri Pertanian No. 433/ 2003 sesuai dengan perubahan peraturan yang ada.

Page 1 of 1 | Total Record : 5