cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 6 (2015)" : 25 Documents clear
STUDI ANALISIS PENINGKATAN KEANDALAN DISTRIBUSI 20 kV MENGGUNAKAN SISTEM FDIR PADA PENYULANG BERBEK GARDU INDUK RUNGKUT SURABAYA JAWA TIMUR Rendy Previanto; Unggul Wibawa; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengevaluasi indeks keandalan sistem distribusi 20 kV pada Penyulang Berbek Gardu Induk Rungkut Surabaya Jawa Timur dengan menggunakan Fault Detection, Isolation, and Restoration (FDIR) yang mana merupakan sebuah metode pengontrolan sistem distribusi pada feeder untuk meningkatkan keandalan. Dengan menerapkan sistem FDIR maka akan didapatkan nilai Indeks Keandalan yang dihasilkan ketika terjadi gangguan pada sebuah sistem distribusi.Berdasarkan hasil analisa pada sistem distribusi ini, sistem distribusi ini sudah memenuhi standar SPLN No. 68-2 1986. Dan dari penerapan Fault Detection, Isolation, and Restoration juga didapatkan perbaikan nilai indeks keandalan, yaitu pada saat kondisi normal konfigurasi PLN didapatkan SAIFI sebesar 2,123 Pemadaman/Tahun, SAIDI sebesar 22,10 Jam/Tahun, sedangkan setelah diterapkan sistem Fault Detection, Isolation, and Restoration (FDIR) didapatkan SAIFI sebesar 0,978 Pemadaman/Tahun dan SAIDI sebesar 7,176 Jam/Tahun.Kata Kunci: Keandalan, Fault Detection, Isolation, and Restoration, Indeks Keandalan, Sistem Distribusi 20 kV.
ANALISIS KOORDINASI RELE ARUS LEBIH DAN RELE GANGGUAN TANAH SEBELUM DAN SESUDAH PENAMBAHAN UNIT PEMBANGKIT BARU PADA PLTGU GRATI Novan Ardita Pratama; n/a Soemarwanto; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas tentang koordinasi relearus lebih (Over Current Relay disingkat OCR) dan relegangguan tanah (Ground Fault Relay disingkat GFR)pada PLTGU Grati. Penambahan unit pembangkit barutentu diikuti dengan risiko gangguan kelistrikan yanglebih besar, khususnya gangguan hubung singkat. Dalammenjaga penyaluran energi listrik agar berlangsungdengan baik, maka diperlukan analisis terhadapkoordinasi OCR dan GFR sisi keluaran trafo utama padamasing-masing pembangkit karena memiliki risiko arusgangguan hubung singkat terbesar. Permasalahan yangmuncul inilah yang dianalisis, apakah arus gangguanhubung singkat setelah penambahan unit pembangkitbaru justru semakin turun atau meningkat, dan denganperubahan besar arus gangguan hubung singkat tersebutapakah perlu dilakukan perubahan terhadap setelan OCRdan GFR dalam menjaga peralatan instalasi kelistrikandari gangguan hubung singkat. Analisis ini dilakukandengan menghitung nilai arus gangguan tiga fasa, antarfasa, dua fasa ke tanah dan satu fasa ke tanah sebelumdan setelah penambahan unit pembangkit baru denganmetode perhitungan impedansi urutan ekivalen sistemsesuai titik-titik gangguan yang dianalisis yaitu keluarantrafo utama masing-masing pembangkit. Setelahmendapatkan besar arus gangguan hubung singkat,langkah selanjutnya menentukan setelan OCR dan GFRuntuk memproteksi dari arus gangguan hubung singkattersebut. Hasil perhitungan menunjukkan bahwapenambahan unit pembangkit baru membuat nilai arusgangguan hubung singkat meningkat, khususnya arusgangguan maksimum, yaitu dari 11772.74842 A menjadi13100.17270 A. Namun naiknya arus gangguan hubungsingkat setelah penambahan unit pembangkit baru, nilaiarus gangguan hubung singkat masih dibawah nilaibreaking current PMT yang digunakan, sehingga secarateknis PMT masih bekerja dengan baik meskipunditambahkan unit pembangkit baru. Berdasar hasilperhitungan yang dipengaruhi naiknya arus gangguanhubung singkat setelah penambahan unit pembangkitbaru pada PLTGU Grati, mengakibatkan adanyaperubahan setelan OCR dan GFR pada sisi keluaran trafoutama masing-masing pembangkit, perubahan yangdimaksud adalah setelan arus dan TMS (Time MultipleSetting).Kata kunci – Koordinasi OCR dan GFR, ArusGangguan Hubung Singkat, PLTGU Grati.
EVALUASI KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20kV PADA PENYULANG KOLONEL SUGIONO APJ MALANG Ma'arif, Muhammad Thoriqul; Utomo, Teguh; Shidiq, Mahfudz
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja keandalan dari sistem distribusi listrik memainkan peran penting untuk menyuplai energi listrik kepada pelanggan. Permasalahan yang paling mendasar pada sistem distribusi tenaga listrik adalah terletak pada mutu, kontinuitas, dan ketersediaan pelayanan daya listrik pada pelanggan. Penyulang Kolonel Sugiono adalah penyulang yang sering mengalami pemadaman. Metode section technique merupakan metode analisis evaluasi yang dapat digunakan untuk mencari nilai keandalan suatu sistem jaringan distribusi. Indeks keandalan penyulang Kolonel Sugiono sebelum perubahan jaringan adalah dengan standar SPLN 59 : 1985 diperoleh SAIFI 5,264, SAIDI 13,55, dan CAIDI 2,574 sedangkan dengan ANSI/IEEE std 439-1980 diperoleh SAIFI 2,707, SAIDI 7,573, dan CAIDI 2,798. Setelah perubahan jaringan penyulang Kolonel Sugiono terbagi menjadi dua yaitu, penyulang Kolonel Sugiono baru dan penyulang Tlogowaru. Indeks keandalan penyulang Kolonel Sugiono baru adalah dengan standar SPLN 59 : 1985 diperoleh SAIFI 2,405, SAIDI 4,3, dan CAIDI 1,788, sedangkan dengan ANSI/IEEE std 439-1980 diperoleh SAIFI 1,236, SAIDI 2,399, dan CAIDI 1,94. Indeks keandalan penyulang Tlogowaru dengan standar SPLN 59 : 1985 diperoleh SAIFI sebesar 3,047, SAIDI 3,432, dan CAIDI 1,126, sedangkan dengan ANSI/IEEE std 439-1980 diperoleh SAIFI 1,44, SAIDI 1,769, dan CAIDI 1,228. Penyulang Kolonel Sugiono dan penyulang Tlogowaru setelah perubahan jaringan lebih andal daripada sebelum perubahan jaringan.Kata Kunci – Indeks Keandalan, Sistem Distribusi, Section Technique, Jaringan Primer, Penyulang
STUDI DISTRIBUSI TEGANGAN DAN ARUS BOCOR PADA ISOLATOR RANTAI BERBAHAN GELAS DENGAN LAPISAN HIDROFOBIK DALAM KONDISI KERING DAN BASAH Inggil Lazuardi; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi listrik merupakan hal yang penting pada saluran transmisi maupun distribusi. Pada saluran udara, isolator yang digunakan ada beberapa jenis, dan salah satunya berupa rangkaian isolator yang disusun berantai dan cara peletakkannya digantungkan pada menara transmisi. Isolator rantai terdiri dari isolator piring yang disusun secara seri sehingga membentuk rantai isolator. Komponen isolator rantai terdiri dari “konduktor-dielektrik-konduktor” yang analog dengan komposisi suatu kapasitor. Isolator rantai digunakan pada ruang terbuka, sehingga mudah dipengaruhi oleh pengaruh lingkungan terutama air hujan. Dalam penelitian ini, untuk mengurangi pengaruh kondisi lingkungan yang basah karena hujan, digunakan lapisan hidrofobik. Penelitian ini mengamati distribusi tegangan dan arus bocor pada isolator rantai berbahan gelas tipe ball and socket. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh lapisan hidrofobik terhadap distribusi tegangan sangat kecil baik dalam kondisi kering maupun basah, sedangkan pengaruh terhadap arus bocor cukup besar terutama dalam kondisi basah. Arus bocor pada kondisi basah tanpa lapisan hidrofobik sangat besar sehingga menyebabkan membesarnya rugi daya, sedangkan saat sesudah dilapisi, arus bocor dan rugi daya menjadi jauh lebih kecil. Hal ini menunjukkan peningkatan performa dari kekuatan isolasi dari isolator piring tersebut.Kata kunci— lapisan hidrofobik, distribusi tegangan, arus bocor.
PERANCANGAN SISTEM MIKROKONTROLER BERBASIS ATMEGA32 UNTUK MINI FACTORY PENYAMAK KULIT KELINCI n/a Zulkarnaen; Nanang Sulistiyanto; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyamakan kulit-bulu kelinci dalam jumlah terbatas dilakukan secara tradisional, sehingga diperlukan alat instrumentasi yang sesuai untuk skala kecil sehingga memberikan kemudahan bagi peternak untuk melakukan penyamakan kulit dan bulu kelinci. Diperlukan desain alat instrumentasi penyamak kulit yang efisien untuk mempercepat dan mempermudah proses penyamakan kulit kelinci serta memudahkan kerja para peternak untuk mengolah limbah kulit kelinci sehingga memiliki nilai ekonomis. Alat ini menggunakan mikroprosesor ATmega32 dengan diberikannya 2 mode menu yaitu, mode “Menu Pilih” dan “Manual”. Mode menu pilih digunakan berdasarkan proses-proses penyamakan yang telah ada, mode menu pilih digunakan user untuk berapa lama motor akan diputar. Dibuat dengan kontrol embedded system dengan menggunakan ATMega32 menggunakan push button dan keypad sebagai masukan data dan navigasi antarmuka antara alat dan user. Arus masukan driver relay bernilai di atas 0,958 mA sesuai dengan perhitungan untuk mengaktifkan transistor dalam keadaan saturasi. Pembuatan perangkat lunak sebagai pemroses data dari alat instrumentasi telah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Terdapat delay waktu dalam menjalankan alat instrumentasi penyamakan kulit. Saat menjalankan di atas 60 menit maka alat instrumentasi memiliki rata rata waktu delay 3 menit, saat menjalankan di bawah 60 menit rata rata waktu delay 1 menit.Kata Kunci— Kulit Kelinci, Penyamak, Otomatisasi penyamak kulit.

Page 3 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2026) Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue