cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2025)" : 25 Documents clear
200 Watt Power Adapter Design Using Gallium Nitride Semiconductor to Reduce Size and Weight Abdillah, Moch Naufal; Djuriatno, Waru; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of electronic technology increases the need for smaller, lighter, and more efficient power adapters, especially in portable devices such as laptops. This research focuses on designing a 200 watt power adapter using Gallium Nitride (GaN) based semiconductors as an alternative to silicon (Si). GaN has advantages in terms of higher switching speed, lower resistance, and better heat dissipation, allowing for reduced adapter size and weight. The methods used in this research include circuit simulation using LTspice and 3D design using Fusion360. The research results show that GaN-based power adapters have lower power dissipation compared to silicon in each switching frequency range tested (100 kHz – 500 kHz). Volume analysis shows that GaN adapters are more compact than silicon-based adapters, with the most optimal volume at a frequency of 300 kHz, namely 293.81 cm³, compared to silicon which reaches 545.60 cm³. In terms of weight, GaN adapters are lighter, with the lowest weight being 118.49 grams at a frequency of 400 kHz, while silicon-based adapters reach 3,337.92 grams. Keywords—Power adapter, Gallium Nitride (GaN), forward converter, size and weight. 
PENGARUH KEKASARAN PERMUKAAN ELEKTRODA BATANG TERHADAP TEGANGAN TEMBUS PADA UDARA Kharsya, Artnezzar; Dhofir, Moch.; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa tegangan tembus (breakdown) atau tembus listrik merupakan kerusakan isolasi pada perlatan listrik baik dalam dielektrik cair berupa minyak maupun pada dielektrik gas berupa udara. Salah satu contoh fenomena tegangan tembus pada sistem tenaga listrik seperti di gardu induk yaitu tegangan tembus antar dua kontak/konduktor circuit breaker (CB) di gardu induk atau main kontak circuit breaker dengan badan pelindung kontak (shield) circuit breaker itu sendiri, yang memiliki sebaran medan listrik. Kekasaran permukaan elektroda memiliki pengaruh signifikan terhadap tembus pada isolasi berbasis udara. Kekasaran ini, yang berupa tonjolan mikroskopis, menciptakan area dengan intensitas medan listrik lokal yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan medan rata-rata di sekitarnya. Dalam perhitungan probabilitas terjadinya tegangan tembus dapat digunakan fungsi distribusi gaussian. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan diuraikan tentang pengaruh kekasaran permukaan elektroda terhadap karakteristik tegangan tembus menggunakan sumber tegangan AC (Alternating Current). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengambil data melalui pengujian tegangan tembus dan arus bocor di Laboratorium Tegangan Tinggi, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya serta melakukan simulasi distribusi medan listrik pada elektroda dengan permukaan halus menggunakan software FEMM 4.2. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu adanya pengaruh kekasaran permukaan elektroda terhadap karakteristik tegangan tembus dan arus bocor pada variasi kekasaran permukaan elektroda a, b, c, dan d. Kata Kunci — Tegangan tembus; Arus bocor; Probabilitas; Kekasaran Permukaan; Medan listrik
PENGARUH KEKASARAN PERMUKAAN PADA ELEKTRODA PIRING–PIRING TERHADAP PROBABILITAS TEGANGAN TEMBUS PADA UDARA Adinda, Kejora Cinta; Dhofir, Moch.; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tegangan tembus merupakan parameter penting dalam sistem isolasi tegangan tinggi yang menentukan batas tegangan maksimum sebelum terjadi kegagalan listrik. Penelitian ini menganalisis pengaruh kekasaran permukaan elektroda terhadap probabilitas tegangan tembus pada dielektrik udara. Variasi kekasaran elektroda diuji menggunakan metode Up and Down dengan tegangan AC dan jarak sela tetap 15 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kasar permukaan elektroda, tegangan tembus cenderung menurun akibat ketidakseimbangan distribusi medan listrik. Simulasi menggunakan perangkat lunak FEMM 4.2 menunjukkan bahwa elektroda dengan permukaan halus memiliki distribusi medan listrik yang lebih merata dibandingkan elektroda kasar. Selain itu, hasil pengujian arus bocor menunjukkan bahwa elektroda dengan kekasaran lebih tinggi memiliki arus bocor yang lebih besar. Hubungan antara tegangan uji dan arus bocor bersifat linier, di mana peningkatan tegangan uji menyebabkan peningkatan arus bocor secara signifikan. Temuan ini memberikan wawasan penting dalam desain sistem isolasi tegangan tinggi, terutama dalam pemilihan elektroda untuk meminimalkan risiko kegagalan isolasi.Kata Kunci — Tegangan tembus; Elektroda; Arus bocor; Probabilitas; Kekasaran Permukaan; Medan listrik
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING VOLUME DAN KUALITAS AIR PADA TANGKI AIR BERBASIS INTERNET OF THINGS Widjaja, Theodore Raphaello Giovanni Arden; Abidin, Zainul; Asmungi, Gaguk
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan dan kualitas air bersih sangat penting untuk kehidupan sehari-hari, namun pemantauan kondisi air dalam tangki masih sering dilakukan secara manual, yang dapat menyebabkan kesalahan serta potensi risiko kecelakaan. Penelitian ini mengembangkan sistem pemantauan volume dan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) guna meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengawasan air. Sistem ini menggunakan sensor ultrasonik untuk mengukur ketinggian air lalu dikonversi menjadi volume, sensor pH untuk mengukur keasaman, sensor kekeruhan untuk mendeteksi kejernihan air, sensor TDS untuk mengukur zat padat terlarut dalam air, serta sensor suhu untuk mengukur suhu air. Data yang diperoleh dari sensor diproses menggunakan mikrokontroler ESP32 dan ditampilkan secara real-time melalui aplikasi Blynk, sehingga pengguna dapat memantau kondisi air dari jarak jauh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan informasi akurat mengenai parameter kualitas air dengan tingkat keakuratan lebih dari 90%. Dengan adanya sistem ini, pemantauan kondisi volume dan kualitas air pada tangki air menjadi lebih efisien, efektif, serta menghindari risiko kecelakaan dalam pengecekan manual.Kata Kunci: Sistem monitoring air, IoT, sensor kualitas air, ESP32, Blynk
Analisis Penambahan Recloser Untuk Meningkatkan Keandalan Sistem Distribusi 20 kV pada Penyulang Ratulangi PT. PLN (Persero) ULP Ngadiluwih Kurniawan, Ananda Donny; Wijono, n/a; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem distribusi daya listrik di PT. PLN (Persero) ULP Ngadiluwih berperan dalam menyalurkan energi listrik dari gardu induk hingga ke pelanggan. Keandalan sistem distribusi menjadi suatu hal yang penting untuk pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan recloser pada jaringan distribusi 20 kV Penyulang Ratulangi PT. PLN (Persero) ULP Ngadiluwih, dan menganalisis keandalan sistem distribusi tersebut sebelum dan setelah penambahan recloser. Analisis penambahan recloser dilakukan dengan perhitungan indeks keandalan menggunakan metode FMEA (Failure Mode Effect Analysis), simulasi sebelum dan setelah penambahan recloser menggunakan software ETAP 19.0.1. Selanjutnya dibandingkan dengan ketetapan SPLN 59 Tahun 1985. Hasil perhitungan indeks keandalan metode FMEA diperoleh nilai SAIFI sebesar 1,7236 kali/pelanggan/tahun, SAIDI sebesar 5,4088 jam/pelanggan/tahun, dan CAIDI sebesar 3,128563 jam/kali. Hasil simulasi ETAP sebelum penambahan recloser diperoleh nilai SAIFI sebesar 1,8134 kali/pelanggan/tahun, SAIDIsebesar 5,4295 jam/pelanggan/tahun dan CAIDI sebesar 2,994 jam/kali. Penempatan titik recloser memiliki pengaruh terhadap nilai keandalan sistem, dimana skenario 2 menjadi titik penempatan recloser yang paling optimal. Hasil simulasi ETAP setelah penambahan recloser pada skenario 2 diperoleh nilai SAIFI sebesar 1,4572 kali/pelanggan/tahun, SAIDI sebesar 5,2113 jam/pelanggan/tahun dan CAIDI sebesar 3,576 jam/kali. Berdasarkan hasil nilai indeks keandalan metode FMEA, simulasi ETAP sebelum dan setelah penambahan recloser memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai SPLN 59 Tahun 1985. Dengan demikian, sistem distribusi pada Penyulang Ratulangi PT. PLN ULP Ngadiluwih telah memenuhi standar dan dapat dinyatakan andal. Kata Kunci : Indeks Keandalan, Penambahan Recloser, Metode FMEA, ETAP.
Analisis Koordinasi Sistem Proteksi Overcurrent Relay Jaringan 20kV pada Pemakaian Sendiri PLTM Cikaengan-2 PT Cikaengan Tirta Energi Purba, Yobel Yehezkiel; Nurwati, Tri; Dhofir, Moch.
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rele arus lebih (OCR) merupakan salah satu alat pengaman pada sistem proteksi yang mengamankan gangguan yang disebabkan oleh arus lebih yaitu arus beban lebih (overload) dan gangguan hubung singkat (short circuit). Secara umum OCR terbagi menjadi dua yaitu OCR yang memproteksi gangguan pada antar fasa (OCR fasa) dan gangguan ke tanah (GFR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tehadap setting dan koordinasi OCR jaringan 20kV pemakaian sendiri pada PLTM  Cikaengan-2 berdasarkan standart IEC 60909, IEC 60255, dan BS-142. Analisis dilakukan melalui perhitungan manual meliputi perhitungan arus hubung singkat pada jaringan 20kV (3 fasa, 2 fasa, dan 1 fasa ke tanah) serta penyetelan ulang arus dan waktu terhadap koordinasi OCR existing. Selain itu, software ETAP digunakan untuk mensimulasi arus hubung singkat jaringan 20kV dan plotting karakteristik kurva arus-waktu koordinasi antar OCR sebelum dan sesudah dilakukan resetting. Hasil perhitungan arus hubung singkat secara manual dan simulasi ETAP memiliki selisih yang kecil untuk rerata dari ketiga jenis hubung singkat yang dipilih dengan nilai 1,3% pada bus utama 20kV, 0,94% pada bus headtank dan intake weir 20kV, serta 2,34% pada bus pelanggan 20kV. Berdasarkan plotting setting karakteristik kurva arus-waktu existing pada ETAP ditemukan beberapa kesalahan koordinasi existing pada PLTM Cikaengan-2 seperti selektivitas antar kurva yang kurang tepat, grading time atau waktu jeda yang saling berimpitan, dan tidak terproteksinya salah satu komponen krusial pada pembangkit yaitu transformer.  Kemudian dilakukan resetting pada OCR dan GFR jaringan 20kV menggunakan perhitungan manual dengan hasil: OCR Rele Out PLN: Kurva inverse, Iset = 0,075, TDS = 0,05, Iset (instan) = 2, time delay (instan) = 0,025s. GFR Rele Out PLN:Kurva inverse, Iset = 0,75, TDS = 0,05, Iset (instan) = 2, time delay(instan) = 0,025s. OCR Rele Out MT2: Kurva inverse, Iset = 1,65,TDS = 0,1, Iset (instan) = 3, time delay (instan) = 0,225s. GFR ReleOut MT2: Kurva inverse, Iset = 1,7, TDS = 0,1, Iset (instan) = 3, timedelay (instan) = 0,225s. OCR Rele 8: Kurva inverse, Iset (instan) =0,05, time delay (instan) = 0,02s. GFR Rele 8: Kurva inverse, Iset =4, TDS = 0,1, Iset (instan) = 6, time delay (instan) = 0,02s..Kata Kunci ̶ Distribusi, Koordinasi, Pemakaian Sendiri, PLTM,Rele Arus Lebih. 
Peningkatan Kekuatan Dielektrik Minyak Goreng Bekas dengan Penambahan Butylated Hydroxtoluene dan Bentonit sebagai Alternatif Isolasi Peralatan Tegangan Tinggi Situmorang, Haryadi Putra; Dhofir, Moch.; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak isolasi memainkan peran penting dalam sistem tenaga, khususnya sebagai media dielektrik dalam peralatan tegangan tinggi seperti transformator. Namun, penggunaan minyak mineral sebagai isolasi cair menurun karena keterbatasan sumber daya dan masalah lingkungan. Akibatnya, ada kebutuhan yang semakin meningkat untuk minyak isolasi alternatif yang ramah lingkungan dan mudah didapat. Minyak goreng bekas telah muncul sebagai kandidat potensial untuk isolasi cair; namun, sifat dielektriknya secara inheren tidak memadai untuk aplikasi langsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dielektrik minyak goreng bekas melalui proses pemanasan yang terkendali dan penambahan Butylated Hydroxytoluene (BHT) dan Bentonit, sehingga meningkatkan kelayakannya sebagai bahan isolasi alternatif untuk aplikasi tegangan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode yang melibatkan pemanasan minyak goreng bekas pada suhu 100°C selama 90 menit untuk mengurangi kadar airnya. Selain itu, BHT ditambahkan pada berbagai konsentrasi 0,5%, 1%, dan 3%. Bentonit juga ditambahkan pada konsentrasi 4%, 8%, dan 12% untuk menganalisis pengaruhnya terhadap tegangan tembus dan kadar air minyak. Uji tegangan tembus dilakukan menggunakan elektroda bola dengan celah antara 2,5 mm, sesuai dengan standar SPLN 49-1 Tahun 1982. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanasan minyak goreng bekas saja dapat menurunkan kadar air dari 29.410 ppm menjadi 7.800 ppm, sehingga tegangan tembus meningkat dari 8,777 kV menjadi 18,01 kV. Penambahan BHT 3% mampu meningkatkan tegangan tembus secara signifikan, yaitu mencapai 72,4 kV. Namun, penambahan Bentonit pada konsentrasi tinggi mengakibatkan peningkatan kadar air dan penurunan tegangan tembus dibandingkan dengan penambahan BHT 3% saja. Komposisi optimal diperoleh dengan pemanasan pada suhu 100°C selama 90 menit dan penambahan 3% BHT tanpa Bentonit, menghasilkan tegangan tembus sebesar 72,4 kV/2,5 mm. Sementara itu, pemanasan pada suhu 100°C selama 90 menit dengan penambahan 3% BHT dan Bentonit sebesar 4% dan 8% menghasilkan tegangan tembus masing-masing sebesar 55,520 kV/2,5 mm dan 48,653 kV/2,5 mm, yang keduanya memenuhi standar SPLN 49-1 Tahun 1982, yang mensyaratkan tegangan tembus minimum sebesar 30 kV/2,5 mm. Akan tetapi, tidak ada satu pun perlakuan yang memenuhi standar SPLN 49-1 Tahun 1982 untuk kadar air dalam minyak isolasi cair, yang mensyaratkan kadar air maksimum ≤30 ppm. Kata Kunci ̶ Minyak Isolasi, Minyak Goreng Bekas, Butylated Hydroxytoluene (BHT), Bentonit, Tegangan Tembus, Kadar Air
Pendeteksi Gawang dan Bola Hasil Tangkapan Kamera Omnidirectional Menggunakan YOLOv4-TINY Rauf, Daru Adiyatma; Mudjirahardjo, Panca; Rahmadwati, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendeteksi gawang dan bola pada robot sepak bola beroda menggunakan kamera omni-directional sebagai sensor visual utama. Sistem ini ditujukan untuk mendukung performa robot dalam ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) divisi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Beroda (KRSBI-B). Kamera omni-directional digunakan untuk memperoleh citra dengan sudut pandang luas sehingga dapat memantau lingkungan sekitar secara menyeluruh dalam satu frame. Metode You Only Look Once (YOLOv4-Tiny) dipilih karena kemampuannya dalam mendeteksi objek secara real-time dengan kecepatan dan akurasi yang baik, sesuai dengan kebutuhan kompetisi robotika. Tahapan penelitian meliputi akuisisi data citra menggunakan kamera omni-directional, pre-processing citra untuk meningkatkan kualitas gambar, serta pelatihan model YOLOv4-Tiny untuk mendeteksi objek gawang dan bola. Selanjutnya, sistem diintegrasikan ke dalam robot menggunakan bahasa pemrograman C++ dengan bantuan pustaka OpenCV dan Darknet untuk memproses citra secara efisien. Pada penelitian ini, dilakukan juga pengujian yang terdiri dari pengujian evaluasi model, pengujian waktu komputasi , dan pengujian deteksi objek di luar area lapangan. Pengujian evaluasi model dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan model dalam mendeteksi objek secara tepat menggunakan metrik evaluasi. Sementara itu, pengujian performansi untuk menghitung waktu inferensi untuk satu frame. Berdasarkan hasil pengujian, Model YOLOv4-Tiny mampu mencapai AP pada kelas Bola sebesar 94.16%, AP pada kelas Gawang sebesar 100%, dengan mAP sebesar 97.08%. Selain itu, model ini memiliki Recall sebesar 0.97, Precision sebesar 0.94, dan F1-Score sebesar 0.96. Dari segi waktu komputasi, sistem memiliki waktu inferensi untuk satu frame di antara 10 ms hingga 15 ms. Hasil pengujian di luar area lapangan menunjukkan bahwa akurasi deteksi turut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti warna latar belakang, pencahayaan, dan perspektif kamera. Objek dengan kontras tinggi lebih mudah terdeteksi, sedangkan objek yang menyatu dengan latar sulit dikenali. Jarak dan distorsi kamera omni-directional juga memengaruhi performa deteksi. Secara keseluruhan, model memiliki precision 0,86, recall 0,95, dan F1-score 0,90, yang tetap menunjukkan performa deteksi yang cukup seimbang di kondisi yang lebih menantang. Dengan hasil tersebut, model ini mampu mendeteksi gawang dan bola dengan tingkat akurasi yang memuaskan pada berbagai kondisi posisi objek. Sistem ini memiliki waktu pemrosesan yang cukup cepat sehingga mendukung performa robot dalam pengambilan keputusan secara real-time. Sistem deteksi gawang dan bola sudah layak digunakan dan memenuhi syarat pada pertandingan KRSBI-B. Kata Kunci— Kamera Omni-Directional, YOLOv4-Tiny, Deteksi Gawang, Deteksi Bola
Peningkatan Kekuatan Dielektrik Minyak Goreng Bekas sebagai Alternatif Isolasi Peralatan Tegangan Tinggi dengan Penambahan Fenol dan Pemanasan Purba, Andreas Putra Christiawan; Dhofir, Moch.; Suyono, Hadi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak isolasi merupakan komponen penting dalam peralatan tegangan tinggi seperti transformator. Minyak isolasi berfungsi sebagai media isolasi listrik dan pendingin untuk mencegah terjadinya lompatan api atau percikan. Sampai saat ini, minyak isolasi yang digunakan masih berasal dari minyak mineral seperti minyak Shell Diala B. Namun minyak tersebut ketersediaannya semakin berkurang, bersifat tidak ramah lingkungan serta gampang terbakar. Dibutuhkan alternatif yang baru yaitu minyak nabati yang bersifat ramah lingkungan, tidak beracun, terdegradasi secara sempurna, lebih ekonomis serta memiliki titik nyala tinggi. Meningkatnya produksi Minyak Goreng Bekas secara terus menerus bisa menjadi pemilihan yang bagus untuk dimanfaatkan sebagai minyak isolasi. Penggunaan minyak tersebut bisa mengurangi pencemaran lingkungan serta menurunkan pembuangan limbah minyak goreng. Untuk bisa digunakan sebagai minyak isolasi maka minyak goreng bekas harus memenuhi standar SPLN. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi minyak goreng bekas memenuhi kriteria SPLN tersebut dengan meningkatkan kekuatan dielektrik minyak goreng bekas melalui metode pemanasan dan penambahan aditif fenol. Metode pengujian yang dipakai pada penelitian ini adalah pemanasan minyak goreng bekas menggunakan oven pada suhu 100°C dengan variasi durasi pemanasan yaitu 30 menit, 60 menit dan 90 menit untuk mengurangi kadar air dalam minyak. Selain itu, dilakukan penambahan fenol dengan variasi konsentrasi 2.5%, 5%, 7.5% untuk menaikkan kekuatan dielektrik pada minyak goreng bekas. Pengujian tegangan tembus akan dilakukan menggunakan tegangan arus bolak-balik (AC) dengan elektroda bola pada jarak sela 2,5 mm sesuai pada standar SPLN 49-1 Tahun 1982. Dilakukan juga penghitungan nilai permitivitas relatif menggunakan LCR meter dan nilai konduktivitas menggunakan rangkaian tegangan tinggi arus searah (DC) dan multimeter digital. Hasil pengujian memberikan hasil nilai tegangan tembus minyak goreng bekas murni sebesar 15,06 kV/2,5mm, yang belum memenuhi standar SPLN 49 tahun 1982 yaitu sebesar 30 kV/2.5 mm. Pemanasan pada suhu 100°C selama 30 menit, 60 menit dan 90 menit masing-masing sebesar 16,17 kV/2.5 mm, 34,39 kV/2.5 mm dan 45,77 kV/2.5 mm. Untuk penambahan fenol berhasil meningkatkan tegangan tembus hingga 90,24 kV/2,5mm pada konsentrasi 7,5% dengan durasi pemanasan 90 menit. Hasil pengujian permitivitas relatif didapatkan pada minyak goreng bekasmurni dan minyak goreng bekas beraditif 7,5% dengan pemanasan 100°C selama 90 menit masing-masing adalah 9,176 dan 15,293. Sedangkan untuk pengujian konduktivitas didapatkan nilai minyak goreng bekas murni dan minyak goreng bekas beraditif 7,5% dengan pemanasan 100°C selama 90 masing-masing sebesar 16,125×10^(-9) S/m dan 15,821×10^(-9) S/m. Bisa disimpulkan bahwa penambahan fenol dapat menunda terjadinya  tegangan tembus dan menjaga senyawa radikal bebas minyak, meningkatkan nilai permitivitas relatif, menurunkan nilai konduktivitas. Sedangkan pemanasan dapat menghilangkan kadar air sampai 378 ppm. Untuk kadar air, minyak goreng bekas murni belum memenuhi standar maksimum yang diperbolehkan SPLN 1982 yaitu ≤ 30 ppm, sedangkan tegangan tebus, minyak goreng berhasil memenuhi standar SPLN 49 tahun 1982 yaitu 30 kV/2,5 mm. Kata Kunci ̶ Fenol, minyak goreng bekas, tegangan tembus, permitivitas relatif, konduktivitas. 
Analisis Koordinasi Sistem Proteksi OCR pada Jaringan Kelistrikan 6,6 kV Unit 1500 PT. Kaltim Methanol Industri Ganendra, Risang; Nurwati, Tri; Dhofir, Moch.
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proteksi overcurrent menjadi salah satu metode perlindungan utama pada suatu system kelistrikan terutama pada asset perelatan system kelistrikan. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan rele overcurrent pada semuah beban motor dan main generator yang berada pada unit 1500 PT. Kaltim Methanol Industri agar dapat beroperasi dengan baik dalam mengamankan beban motor dan main generatordari gangguan dengan melakukan analisis matematis yang terdiri dari perhitungan arus hubung singkat dan perhitungan rele overcurrent serta melakukan simulasi gangguan hubung singkat pada software ETAP meliputi gangguan pada daerah tipikal yang telah ditentukan dalam penelitian ini pada penelitian ini menggunakan hubung singkat 3 fasa, antar fasa, dan satu fasa ketanah. Hasil simulasi gangguan hubung singkat menunjukkan bahwa relay overcurrent bekerja dengan baik ditandai dengan men-trip-kan CB pada Daerah system yang diproteksi. Selanjutnya berdasarkan hasil perhitungan matematis nilai arus hubung singkat dan simulasi software ETAP pada tipikal menunjukkan hasil yang memiliki sedikit perbedaan yaitu hubung singkat 3 fasa sebesar 5,21%, hubung singkat antar fasa sebesar 4,47%, dan hubung singkat 1 fasa ketanah sebesar 5,23%. Data arus hubung singkat tersebut selanjutnya akan divisualisasikan pada setting relai overcurrent. Kata kunci : Energi listrik, proteksi overcurrent, setting OCR, ETAP, PT. Kaltim Methanol Industri, sistem kelistrikan, koordinasiproteksi

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue