cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2" : 481 Documents clear
PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN MOTIVASI AUDITOR TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS DALAM SUATU PENGAUDITAN LAPORAN KEUANGAN Kinanti, Anesia Putri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The public accountant profession  (auditor) has important role in the free economics. The demand to present standard and reliable financial statements are needed by the information users. The audit report users expects that the audited financial statements free from the mis-presented material  and reliable  to be used as the foundation for business decision. The research aimed at testing the influence of competence, independency and motivation of auditors to the materiality level consideration. The research population is auditor who work at Public Accounting Office in Malang, that include senior auditor, manager and partners. The data was taken through questionnaire that is given to the administrative section of the Public Accounting Office then the section distributed the questionnaire to the auditors. The variables in the research were independent variables that consist of competence (X1), independency (X2) and motivation (X3), while the dependent variable was consideration of materiality level  (Y). The data was analyzed by using multiple regression. The results showed that the competence and independency influenced significantly  and relate positively to the consideration of materiality level. It was caused by the auditors in the  Public Accounting Office  in Malang feel that  the competence and independency are factors that able to influence the consideration of materiality level. It was caused by the auditors in the  Public Accounting  Office  in Malang feel that  the motivation is not factor that able to influence the consideration of materiality level. Without motivation, auditor will determine the materiality level well.   Keywords: consideration of materiality level, competence, independency, motivation.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DITINJAU DARI PROFITABILITAS DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) Rohmi, Sholatul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan pada perusahaan yang termasuk dalam kelompok industri rokok yang terdiri dari  PT. HM. Sampoerna Tbk., PT. Bentoel International Investama Tbk., dan PT. Gudang Garam Tbk. ditinjau dari Profitabilitas dan Economic Value Added (EVA) untuk periode penelitian tahun 2006 sampai dengan tahun 2011. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif. Analisis rasio profitabilitas yang digunakan terdiri dari Return on Total Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Return on Investment (ROI) pada masing-masing perusahaan. Hasil dari analisis rasio profitabilitas menunjukkan bahwa, jumlah ROA dan ROI PT. HM. Sampoerna Tbk. mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, kecuali tahun 2007. Sedangkan jumlah ROE perusahaan juga mengalami penurunan pada tahun 2007 dan 2008. PT. Bentoel International Investama Tbk. mempunyai ROA yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terkecuali di tahun 2009. Akan tetapi secara keseluruhan jumlah ROE dan ROI perusahaan mengalami kecenderungan untuk menurun dari tahun ke tahun. Sedangkan untuk PT. Gudang Garam Tbk., kinerja profitabilitas perusahaan juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, kecuali tahun 2011. Di tahun 2011 jumlah ROA dan ROI perusahaan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.   Dengan menggunakan analisis EVA, manajemen PT. HM. Sampoerna Tbk. hanya mampu menciptakan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan pada tahun 2007 dan 2010. PT. Bentoel International Investama Tbk. dan PT. Gudang Garam Tbk. mempunyai EVA yang negatif selama enam tahun (2006-2011). Hal ini berarti bahwa manajemen belum mampu menciptakan nilai tambah ekonomis selama bagi perusahaan selama periode tahun 2006 sampai dengan tahun 2011. Kata Kunci: Return on Total Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Return on Investment (ROI), Net Operating Profit After Taxes (NOPAT), Weighted Average Cost of Capital (WACC), Modal yang diinvestasikan, Economic Value Added (EVA).
PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI JAKARTA ISLAMIC INDEX TAHUN 2009-2011 Sulaiman, Faradillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh mekanisme Good Corporate Governance yang terdiri atas Komisaris Independen, Kepemilikan Institusional dan Rasio Utang terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan ROA, ROE dan RETURN. Sampel penelitian ini adalah 13 perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index. Periode penelitian adalah tahun 2009-2011.Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan mekanisme Good Corporate Governance memiliki pengaruh positif signifikan secara simultan terhadap kinerja akuntansi perusahaan yang terdiri dari ROA dan ROE. Sementara itu, hasil pengujian lain dalam penelitian ini menunjukkan mekanisme Good Corporate Governance tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar yang diukur dengan RETURN. Hasil pengujian parsial menunjukkan ROA dan RETURN tidak dipengaruhi oleh mekanisme Good Corporate Governance. Sementara ROE dipengaruhi oleh Komisaris Independen dan Rasio Utang. Kata kunci : good corporate governance, kinerja perusahaan
Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Penelitian Pada Karyawan Pandu Logistics Cabang Jl. Ciliwung No. 57 Malang). Kajian Konsentrasi Sumber Daya Manusia Sari, Desy Kartika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial serta variabel yang berpengaruh dominan dari variabel-variabel kompensasi dan motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini dilakukan pada PT . Pandu Logistics Cabang Malang dengan kompensasi dan motivasi sebagai variabel independent dan kepuasan kerja sebagai variabel dependent. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 35 orang yang ditentukan menggunakan sampel jenuh atau sensus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner dan observasi. Uji instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah uji asumsi klasik dan regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 17. Hasil studi menunjukkan bahwa variabel kompensasi dan motivasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan karyawan. Sementara pengujian secara parsial menunjukkan bahwa kompensasi dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Selanjutnya kompensasi merupakan variabel dominan yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan. Kata kunci: Kompensasi, Motivasi, Kepuasan Kerja
EFEKTIVITAS INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA (Periode 1999:1 – 2012:2) Seprillina, Linda; Ismail, Munawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini memaparkan mengenai bagaimana pengaruh instrumen kebijakan moneter yaitu jumlah uang beredar dan suku bunga SBI dalam mempengaruhi output yang diproksikan dengan pertumbuhan ekonomi di negara Indonesia dan juga memaparkan perbandingan efektivitas dari kedua instrumen moneter tersebut dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode regresi Vector Error Correction Model (VECM). Hasil uji empiris membuktikan bahwa variabel instrumen jumlah uang beredar dan suku bunga SBI dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi baik dalam jangka waktu yang pendek maupun jangka panjang dengan arah koefisien yang searah. Dalam jangka pendek, instrumen jumlah uang beredar berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun dalam jangka panjang instrumen jumlah uang beredar mempunyai hubungan negatif dengan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan untuk instrumen suku bunga SBI dalam jangka pendek mempunyai hubungan yang negatif dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Untuk perbandingan efektivitas, instrumen moneter dengan menggunakan suku bunga SBI lebihefektif untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi dengan kecepatan waktu merespon tigakuartal dibandingkan dengan menggunakan instrumen jumlah uang beredar yang diresponoleh pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan kecepatan waktu empat kuartal.Kata kunci: efektivitas instrumen moneter, jumlah uang beredar, suku bunga SBI, pertumbuhan ekonomi.
ANALISIS IDENTIFIKASI SEKTOR UNGGULAN DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2010 (PENDEKATAN INPUT-OUTPUT) Wahyuni, Rika; yunani, Mar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam hal penyusunan perencanaan alternatif strategi baru selanjutnya, begitu banyak pilihan alat analisis yang ditawarkan. Tiap-tiap alat analisis ini pastinya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.  Seperti halnya indikator tingkat kemakmuran yang ditunjukkan oleh PDRB ini, besarnya nilai sektor yang ditunjukkan melalui PDRB ini tidak mampu menunjukkan fakta dilapangan karena nilai sektor yang tercantum di PDRB tersebut hanya bersifat (share) atau hanya mampu menunjukkan berapa besar sumbangan atau kontribusinya dari tiap sektor yang ada, namun tidak mampu mengungkap seberapa besar keterkaitan yang dijalin antara sektor satu dengan sektor lainnya sebagai penggerak roda perekonomian.  Oleh karena itu, dalam penelitian ini digunakan analisis input-output karena analisis input-output adalah suatu analisis atas perekonomian wilayah secara komprehensif karena melihat keterkaitan antarsektor ekonomi di suatu wilayah secara keseluruhan. Dengan demikian, apabila terjadi perubahan tingkat produksi atas sektor tertentu, dampaknya terhadap sektor lain dapat dilihat. Selain itu, analisis ini juga terkait dengan tingkat kemakmuran masyarakat di suatu wilayah melalui input primer (nilai tambah). Artinya, akibat perubahan tingkat produksi sektor-sektor tersebut, dapat dilihat seberapa besar kemakmuran masyarakat bertambah atau berkurang. Keyword: Identifikasi, Input-output, Backward linkage, Forward linkage.
ANALISIS PERSISTENSI INFLASI JAWA TIMUR : SUATU PENDEKATAN SISI PENAWARAN Hidayati, Fatimah; P, Farah Wulandari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflasi adalah proses meningkatnya harga-harga barang secara umum dan terus menerus. Inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai  mata uang  secara terus-menerus. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. Perilaku dari inflasi dapat dipelajari melalui persistensi inflasi.  Persistensi inflasi merupakan perilaku yang sering ditemukan di banyak negara maupun wilayah tertentu, tidak terkecuali di Indonesia dan provinsi-provinsinya. Persistensi inflasi merupakan cepat lambatnya inflasi untuk kembali ke nilai alamiahnya ketika terjadi guncangan (shock) yang menyebabkan inflasi menjauh dari nilai alamiahnya tersebut. Derajat persistensi yang tinggi menunjukkan lambatnya tingkat inflasi ke tingkat alamiahnya. Sebaliknya derajat persistensi yang rendah menunjukkan cepatnya tingkat inflasi untuk kembali ke tingkat alamiahnya. Shock dimaksud antara lain dapat berupa kebijakan pemerintah, gangguan distribusi, bencana alam dan perubahan cuaca.  Penelitian ini bertujuan untuk mengukur derajat persistensi inflasi di Jawa Timur dan juga untuk mengetahui sumber-sumber dari persistensi inflasi tersebut terutama dari sisi penawaran. Pada penelitian ini juga akan membahas tentang pengendalian inflasi dari sisi penawaran yang dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).  Penelitian ini menggunakan model  univariate yaitu model autoregressive (AR) time series untuk mengestimasi derajat persistensi inflasi.  Dengan menggunakan data bulanan dalam masa pengamatan 2006-2012, penelitian menemukan derajad persistensi inflasi di Jawa Timur masih tinggi. Sumber utama penyebab munculnya persistensi inflasi terkait shock yang terjadi pada komponen administered price yang diwakili oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dan juga pada kelompok volatile foods yang diwakili oleh kelompok bahan makanan. Penelitian ini juga menemukan bahwa jangka waktu yang dibutuhkan oleh kelompok pengeluaran untuk kembali kenilai alamiahnya selama 8 hingga 16 bulan. Sedangkan untuk adanya pembentukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) telah memberikan pengaruh yang baik bagi persistensi inflasi Jawa Timur. Setelah dibentuknya TPID, persistensi inflasi Jawa Timur cenderung mengalami penurunan.  Implikasi dari temuan di atas yaitu dapat menjadi acuan dalam menentukan timing dalam menentukan kebijakan oleh pemerintah. Disamping itu untuk mengendalikan inflasi yang disebabkan oleh anomaly cuaca, TPID dapat menjalin kerjasama dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk memantau cuaca  serta melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam  rangka pemanfaatan teknologi untuk mengurangi dampak dari perubahan cuaca.   Kata Kunci:  Persistensi Inflasi, Administered Price, Volatile Foods, Tim Pengendali Inflasi Daerah, Autoregressive.
PENGARUH VARIABEL PENDIDIKAN TERHADAP PERSENTASE PENDUDUK MISKIN (STUDI PADA 33 PROVINSI DI INDONESIA, 6 PROVINSI DI PULAU JAWA, DAN 27 PROVINSI DI LUAR PULAU JAWA PADA TAHUN 2006-2011) Nirwana, Indah Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variabel pendidikan yang digambarkan oleh Angka Melek Huruf (AMH), Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Murni (APM), Angka Partisipasi Kasar (APK), dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) terhadap Persentase Penduduk Miskin (PPM) pada 33 provinsi di Indonesia, 6 provinsi di Pulau Jawa, dan 27 provinsi di luar Pulau Jawa pada tahun 2006-2011. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Unit yang dianalisis adalah PPM, AMH, APS, AMP, APK, dan RLS pada 33 provinsi di Indonesia, 6 provinsi di Pulau Jawa, dan 27 provinsi di luar Pulau Jawa pada tahun 2006-2011. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku, kamus, artikel ilmiah, data yang dikumpulkan dan dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Dunia, United Nations Development Programme (UNDP), dan United Nations (UN). Tipe data yang digunakan adalah data panel, berupa data runtun waktu selama tahun 2006-2011 dan data cross section berupa 33 provinsi di Indonesia, 6 provinsi di Pulau Jawa, dan 27 provisi di luar Pulau Jawa. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil perhitungan regresi liner berganda menunjukkan bahwa AMH, APS, APM, APK, dan RLS memiliki pengaruh terhadap PPM. Pada perhitungan untuk 33 provinsi di Indonesia pendidikan memiliki pengaruh sebesar 82.8% terhadap kemiskinan, untuk perhitungan pada 6 provinsi di Pulau Jawa pendidikan memiliki pengaruh 98.1% terhadap kemiskinan, dan untuk perhitungan pada 27 provinsi di luar Pulau Jawa pendidikan memiliki pengaruh sebesar 83.2% terhadap kemiskinan. Perhitungan pada 33 provinsi di Indonesia, APS berpengaruh positif, APM dan RLS berpengaruh negatif, AMH dan APK tidak berpengaruh terhadap PPM pada tahun 2006-2011. Perhitungan pada 6 provinsi di Pulau Jawa, APS berpengaruh positif, RLS berpengaruh negatif, AMH, APM, dan APK tidak berpengaruh terhadap PPM pada tahun 2006-2011. Perhitungan pada 27 provinsi di Pulau Jawa, APS berpengaruh positif, APM dan RLS berpengaruh negatif, AMH dan APK tidak berpengaruh terhadap PPM pada tahunh 2006-2011. Penelitian ini hanya berfokus kepada satu aspek penyebab kemiskinan, yaitu pendidikan yang digambarkan olehAMH, APS, APM, APK, dan RLS. Pada penelitian selanjutnya dapat memasukkan variabel lain yang didugamemiliki pengaruh terhadap PPM, yaitu produktivitas, pendapatan, investasi, dan tabungan. Impikasi dari penelitianini adalah memberikan informasi mengenai kondisi pendidikan dan kemiskinan di Indonesia pada tahun 2006-2011 dan dapat digunakan sebagai penelitian pendahuluan untuk membuat kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan sebagai salah satu komponen untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia. Kata kunci: Persentase Penduduk Miskin (PPM), Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Murni (APM), Angka Partisipasi Kasar (APK), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Analisis Regresi Linier Berganda,Indonesia.
Perilaku Penjual Dan Pembeli Dalam Proses Pembentukan Harga (Studi Di Pasar Splendid Kota Malang) Budiarto, Patricia Diella; Manzilati, Asfi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi Neoklasik, mekanisme pasar merupakan sentral. Sedangkan bagi kelembagaan, pembentukan harga pasar tidak hanya didasarkan pada mekanisme pasar.Pasar merupakan hal yang penting bagi pemenuhan kehidupan manusia, namun tidak semua pasar menjual barang kebutuhan primer, terdapat juga pasar yang menjual barang hobi (hewan dan bunga) seperti Pasar Splendid Kota Malang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembentukan harga serta struktur kekuasaan di Pasar Splendid Kota Malang.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan harga di Pasar Bunga Dan Pasar Burung Splendid Kota Malang memiliki proses yang berbeda dan tidak hanya berdasarkan mekanisme pasar. Struktur kekuasaan yang terjadi lebih condong kepada pembeli meskipun terkadang terjadi kondisi yang mengarahkan struktur kekuasaan condong kepada pembeli.   Kata kunci: pembentukan harga, struktur kekuasaan, Pasar Bunga Dan Pasar Burung Splendid Kota Malang.
Pengaruh Kualitas Pelayanan SPBU Pasti Pas Terhadap Kepuasan Konsumen di Kota Malang (Studi Pada SPBU Pasti Pas Jalan Panglima Sudirman Kota Malang) Pratiwi, Esti Wahyu; Rohman, Fatchur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality is one factor that can affect customer satisfaction. Studies on the quality of service that consists of five variables: physical evidence, empathy, reliability, assurance and responsiveness to know how big influence on customer satisfaction. Product quality services have an important role to establish customer satisfaction. The more quality products and services delivered, the satisfaction felt by customers or consumers higher. Creation of customer satisfaction can provide benefits, including the relationship between companies and customers into harmony, providing a good basis for consumers to make repeat purchases and create customer loyalty, and gave good recommendations through word of mouth that benefit company. Customer satisfaction is the degree to which the needs, wants and expectations of customers are met that will result in repeat purchases. Therefore, the quality of service becomes very important for the company to stay ahead and maintain customer satisfaction Keywords: Service Quality, Customer Satisfaction

Page 3 of 49 | Total Record : 481


Filter by Year

2012 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue