Articles
13,824 Documents
ANALISIS KOMPARASI MEKANISME PRODUK KREDIT PADA PEGADAIAN KONVENSIONAL DAN PEMBIAYAAN PADA PEGADAIAN SYARIAH
Cahyusha Desmutya Herfika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (469.266 KB)
Pegadaian di Indonesia merupakan lembaga formal yang usaha intinya adalah bidang jasa penyaluran kredit atau pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai. Perkembangan pegadaian diikuti dengan gadai dengan sistem syariah. Oleh karena itu, mekanisme pegadaian yang menggunakan sistem yang berbeda penting sebagai tolok ukur maupun informasi mengenai perbedaan teori dan aplikasi. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara mekanisme kredit pada pegadaian konvensional dan pembiayaan pada pegadaian syariah dengan membandingkan produk kredit dan pembiayaan dilihat dari syarat yang ditetapkan, bunga, ijaroh, jaminan, sanksi yang ada dan melakukan penilaian terhadap keseluruhan hasil simulasi perhitungan. Berdasarkan hasil analisismenunjukkan bahwa dari unit analisis yang ada diantaranya syarat, jaminan, bunga dan ijaroh, serta penilaian terhadap perjanjian dan akad, hapusnya gadai, dan prosedur pada Pegadaian konvensional dan Pegadaian syariah tidak jauh berbeda. Bahkan gadai syariah atau rahn masih belum mampu menunjukkan bahwa produk yang ditawarkan bebas dari riba. Pada praktiknya akad gadai syariah menggunakan dua akad dan saling mengikat, sehingga transaksi semacam ini menimbulkan gharar atau ketidakpastian akad yang disebut shofqataini fi shafqah wahidah. Dan pada produk jual beli logam MULIA antara kedua pegadaian ditinjau dari syarat, jaminan, bunga dan ijaroh, serta penilaian terhadap perjanjian atau akad, hapusnya perjanjian dan prosedur tidak berbeda sama sekali. Dan dalam pelaksanaannya menunjukkan akad dan produk MULIA tidak syar’i karena menurut para fuqaha dari mazhab hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali emas adalah harga yang tidak boleh diperjual-belikan baik secara angsuran maupun tangguh yang bisa menyebabkan riba. Hal tersebut kemudian yang menjadi dasar informasi dan pertimbangan kebijakan pihak-pihak yang terkait terutama Dewan Pengawas Syariah yang harus tegas memperbaiki keberadaan dari Pegadaian Syariah. Dan perbaikan bagi Pegadaian Konvensional untuk lebih konsisten dengan produk yang ditawarkan. Sehingga tujuan dari kedua Pegadaian bisa sama-sama tercapai. Dan dari hasil penelitian ini selanjutnya diharapkan mampu memberikan referensi perbaikan dan infomasi mendalam kepada seluruh masyarakat dan peneliti lain pada khususnya. Kata kunci: Mekanisme Kredit Pegadaian Konvensional, Mekanisme Pembiayaan Pegadaian Syariah
STRATEGI PEDAGANG TRADISIONAL DI PASAR YANG TERITEGRASI DENGAN PASAR MODERN (STUDI KASUS PASAR BESAR MALANG)
Fatik Noviono Utomo;
Asfi Manzilati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.051 KB)
Indonesia merupakan suatu negara yang mempunyai banyak penduduk. Banyakanya penduduk sendiri menjadi suatu problem pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Pembangunan yang tidak merata menjadi suatu masalah besar dalam mensejahterkan penduduk. Di era globalisasi dewasa ini, memberikan dampak persaingan yang lebih kompetitif dalam mencari pekerjaan kurangya lapangan pekerjaan membuat banyak penduduk bekerja di sektor informal sedangkan dampak lain dari globalisasi yaitu banyaknya investasi asing yang masuk ke Indonesia sehingga sistem ekonomipun mengalami dualisme. Dualisme yang terjadi bukan hanya dalam skala ekonomi besar namun juga pada skala ekonomi kecil lainnya seperti pasar tradisional dan pasar modern. Persaingan pasar tradisional dan pasar modern tidak bisa dihindari kurangnya penguasaan terhadap faktor-faktor produksi membuat pedagang tradisional sulit untuk bersaing. Keberadaan pasar modern dikhawatirkan menjadi salah satu penyebab berkurangnya konsumen di pasar tradisional. pasar tradisional dianggap kurang dalam pelayan, harga,serta menerpakan strategi bersaing yang yang efektif dalam menarik konsumen. Melihat hal ini bagaimanakan tanggapan pedagang di pasar tradisional dalam menerapkan strategi bersaing dengan pasar modern. Pedagang pasar tradisional memiliki keunggualan dalam interaksi dengan konsumen, namun faktor harga juga menentukan pilihan konsumen , cara yang dilakukan pedagang tradisional pada umunya menerapkan diskriminasi harga,namun adanyapedagang tradisional juga memiliki hak merek untuk produk tertentuKata Kunci: Pembangunan, Dualisme, Pasar Tradisional, Pasar Modern
PENGARUH PERKEMBANGAN INDUSTRI KECIL TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN GRESI (2009-2011)
M.Fachrul lubis;
dwi Budi Santosa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.254 KB)
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif serta melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekataqn kuantittatif karena penelitian ini bermkasud menemukan, memahami, menjelaskan dan memperoleh gambaran tentang kesejahteraan masarakat kabupaten gresik khususnya untuk sector industry kecil Penentuan informan dilakukan berdasarkan sample agar mampu mewakili masarakat kabupaten gresik maka di tentukan 78 responden. Setelah itu dilakukan analisis pendapatn dan survey lapagan pekerjaan di setiap kabupaten gresik Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peran industry memiliki peran positif terhadap penyerapan tenaga kerja kabupaten gresik. Hal tersebut terlihat dari hasil analisis bahwa industry kecil mempengaruhi penyerapan tenaga kerja. Industry kecil konveksi yang ada digresik kurang perhatiaan dari pemerintah sehingga pemasarannnya sangat diperlukan oleh pemerintah. Kata Kunci: industry kecil, penyerapan tenaga kerja, perekonomia
KRITERIA TENAGA KERJA (STANDARD REQUIREMENT) UNTUK PERUSAHAAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEREKRUTAN TENAGA KERJA PERUSAHAAN (STUDI PADA PERUSAHAAN WARALABABTRAV INTERNATIONAL TOUR AND TRAVEL)
Melody Bella Astria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (167.019 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana apa saja kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan (standard requirement) serta bagaimana implikasinya terhadap proses perekrutan calon tenaga kerja pada perusahaan waralaba Btrav Tour and Travel di Malang, Jawa Timur. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwaStandard Requirement yang ditetapkan Btrav adalah usia yang sesuai, pendidikan, pengalaman kerja, kemampuan mengoperasikan computer, customer oriented, komunikasi yang baik,tanggung jawab,dan pengetahuan tentang travel. Hal tersebut memilikiimplikasi terhadap proses perekrutan calon tenaga kerja perusahaan, yaitu : standard requirement yang tepat dapat menjadi filter bagi para pelamar, serta dapat meminimalisir biaya (cost) dan waktu bagi perusahaan untuk memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Sedangkan standard requirement yang belum dapat dipenuhi tenaga kerja adalah pengetahuan tentang tour dan travel, customer oriented, dan pengalaman kerja..Kata kunci: standard requirement, tenaga kerja, kualitas SDM, rekruitmen, implikasi
PENGARUH VARIABEL PENDIDIKAN, UPAH, MASA KERJA DAN USIA KARYAWAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN (STUDI KASUS PADA PT. GANDUM MALANG)
Eben Tua Pandapotan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (200.817 KB)
Suatu sebuah perusahaan tidak akan terlepas dari individu (orang) yang turut terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Salah satu individu tersebut adalah karyawan (tenaga kerja) yang terlibat langsung dan merupakan unsur penting dalam operasional perusahaan khususnya dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap sumber daya manusia khususnya tentang karakteristik karyawan seperti pendidikan, pendapatan, masa kerja dan usia perlu dilakukan oleh manajemen perusahaan yang menginginkan produktivitas karyawan mengalami peningkatan.Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabelpendidikan, upah, masa kerja dan usia terhadap peningkatan produktivitas karyawanPT. Gandum Malang serta mengetahui dan menganalisis variabel mana yang paling dominan mempengaruhi produktivitas karyawan PT. Gandum Malang.Jenis penelitian yang digunakan exsplanatory dengan pendekatan survey karena penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada PT. Gandum Malang khususnya karyawan borongan (bagian giling) sebanyak 1.663 orang dan diambil 94 orang sebagai sampel penelitian. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan uji signifikan F dan t.Dari hasil deskripsi responden, diketahui bahwa : (1) sebagian besar responden berpendidikan SD dan SMP; memperoleh upah sebesar 353.000 ribu per minggu, upah paling rendah sebesar Rp 238.000 dan tertinggi Rp 353.000; masa kerja responden antara 10 tahun hingga 20 tahun, dan yang paling banyak adalah responden yang memiliki masa kerja di atas 15 tahun; mampu menghasilkan produk sebesar 19 ribu batang rokok setiap minggunya, melampaui target yang ditetapkan perusahaan yaitu 18 ribu batang rokok per minggunya. Dari hasil analisis diketahui bahwa: (1) Pendidikan karyawan, upah karyawan, masa kerja dan usia karyawan secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan. (3) Besarnya proporsi atau sumbangan variabel pendidikan karyawan, upah karyawan, masa kerja dan usia karyawan terhadap produktivitas karyawan sebesar 47.8% sedangkan sisanya 52.2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diikutkan dalam model penelitian. (4) Vaiabel pendidikan tidak berpengaruh terhadap produktivitas karyawan. (5) Variabel upah karyawan dinyatakan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan. (6) Variabel masa kerja dinyatakan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan. (7) Variabel usia karyawan berpengaruh signifikan negative terhadap produktivitas karyawan.Kata kunci: Pendidikan, Upah, Masa Kerja, Usia, Peningkatan Produktivitas
ANALISIS TINGKAT EFISIENSI PERBANKAN BUMN DAN BANK ASING DI INDONESIA
Putra, Indra Permana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.463 KB)
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui seberapa baik kinerja dari usaha yang dilakukan oleh negara indonesia dalam mengatasi krisis global yang terjadi pada 2008, sebagai cerminan didalam penelitian ini diangkat sektor perbankan yang kita ketahui bahwa perbankan terutama BUMN mempunyai sumbangsih yang besar pada pendapatan negara disektor BUMN. Hal tersebut tidak terlepas dari persaingan yakni Bank asing yang merupakan tolak ukur dalam persaingan perbankan nasional , Seperti kita ketahui bersama bahwa tujuan, masuknya bank asing yang diharapkan menjadi acuan dalam sektor perbankan, dan bisa membawa manfaat bagi industri perbankan di negara penerima. Penelitian ini menggunakan dasar efisiensi sebagai pencerminan kinerja perbankan, di mana suatu bank dikatakan memiliki kinerja yang tinggi apabila dapat meningkatkan efisiensinya dengan penggunaan variabel yang sesuai untuk memberikan hasil yang maksimal (Sutawijaya dlam Mafluchatun, 2009). Informasi tersebut akan berguna bagi manager Bank dalam merumuskan kebijakan serta pihak – pihak lain yang membutuhkannya.Data yang dalam penelitian ini adalah beredasarkan sumbernya yaitu berupa data sekunder, atau data yang telah diolah menjadi data suatu laporan dari sumber aslinya. Sedangkan berdasarkan sifatnya, jenis data yang digunakan berupa data kualitatif dan kuantitatif.Secara keseluruhan hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa jika dilihat dari status kepemilikannya, bank asing secara rata-rata lebih efisien dibanding bank milik negara maupun swasta. Dilihat dari umur bank, ditemukan bahwa bank baru lebih efisien dibanding bank yang telah ada sebelumnya. Sedangkan dari segi ukurannya, secara umum bank dengan ukuran yang lebih kecil relatif lebih efisien dibandingkan dengan bank besar. Sedangkan pada penulisan penelitian ini nilai efisiensi bank asing ternyata lebih tinggi daripada bank BUMN. Hal ini dikarenakan investasi yang dilakukan oleh bank BUMN ternyata lebih beresiko daripada yang dilakukan oleh bank asing. Bank asing dalam menjalankan kegiatan operasionalnya masih sangat baik dalam menciptakan aset perusahaan. Optimalisasi penggunaan input dan output masih lebih baik apabila dibandingkan dengan pendekatan intermediasi. Namun ada beberapa variabel utama yang menyebabkan suatu perbankan menjadi tidak efisien.Kata kunci : Efisiensi, Bank Bumn, Bank Asing, Data Envelopment Analysis.
ANALISIS PERKEMBANGAN SEKTOR INDUSTRI KECIL DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DI KABUPATEN BLITAR
Ervina Amaranggana;
Supar tono
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (116.393 KB)
Tujuan penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui perkembangan sektor industri kecil di Kabupaten Blitar. 2) Untuk mengetahui besaran kontribusi sektor industri kecil terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Blitar. Jenis penelitian yang lakukan ini adalah penelitian survey, dimana peneliti melakukan observasi dalam pengumpulan data, peneliti hanya mencatat data seperti apa adanya, menganalisis dan menafsirkan data yag terkait dengan hasil yang representatif. Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriptif kuantitatif yaitu data yang telah terkumpul dan dikelompokkan dan membuat suatu laporan yang berkaitan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa perkembangan dan potensi sektor industri kecil di Kabupaten Blitar tertinggi terjadi pada tahun 2010 dan penurunan terendah yaitu pada tahun 2007 yaitu mencapai 14,54%. Secara umum hasil perkembangan sektor industri kecil di Kabupaten Blitar mulai periode tahun 2006 sampai 2012 adanya kecenderungan mengalami penurunan, kondisi tersebut menunjukkan belum maksimalnya pengelolaan atas potensi industri kecil yang terdapat di Kabupaten Blitar. Besaran kontribusi sektor industri kecil terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa kontribusi sektor industri kecil di Kabupaten Blitar mulai periode tahun 2006 sampai 2012 terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) termasuk dalam kategori rendah. Rendahnya kontribusi tersebut dikarenakan tingkat kontribusinya hanya berkisar 1% sampai 1,7%. Rendahnya kontribusi tersebut dikarenakan adanya perpindahan beberapa kecamatan yang semula menjadi pusat-pusat industri kecil bergeser kesektor yang lain misalnya pada sektor pertanian. Wilayah kecamatan tersebut yaitu meliputi Wonotirto, Kademangan, Talun, Selopuro, Doko dan Ponggok.
ANALYSIS OF INVESTMENT CONTRIBUTION TOWARDS UNEMPLOYMENT AND POVERTY IN BATU CITY IN 2010-2012
Silvi Asna Prestiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (346.093 KB)
Batu city is a city in East Java province which has great potential to develop into city with high economic growth. The Gross Regional Domestic Product (GRDP) at current process (ADHB) of Batu throughout the five year period reached IDR. 3,697,778 billion. By the condition of potential in Batu, investment activity in Batu looks more incentive with the amount of investment that has realizes more than 1 (one) Trillion Rupiah in 2010-2012. It affected to the number of unemployed people and poverty in Batu gradually decreased in a high trend in 2010-2012. Therefore the aims of this study are; (1) To know the existing effect of investment against unemployment in Batu city 2010-2012; (2) To know the existing effect of investment against poverty in Batu city 2010-2012. Analytical methods to answer this research is panel regression. Panel data is a combination of cross section data and time series data. Cross section Data consisting of multiple objects at a time, while the time series data is data arranged in order of time for an object. Based on regression panel test, investment to unemployment and poverty has significant influence simultaneously and partially. The increasing of investment in Batu city as much as 1%, will decline unemployment as much as 0.030%. On the other hand, The contribution of investment to poverty is 73.2%. Meanwhile, the diversity of poverty variables can be explained by the variable investment of 73.2%, or in other words the contribution of investment to influent poverty in Batu as much as 55.9%, while the remaining 27% is the contribution of the other variables that are not addressed in this study. The increasing of investment by 1%, will be able to decrease poverty as much as 0.117%. If the number of investment is constant, it will change poverty of Batu (3.645%). Meanwhile, the greater investment, so the lower poverty level of Batu city. Keywords: Investment, Unemployment, Poverty
THE IMPACT OF BANCO NACIONAL COMERCIO DE TIMOR LESTE (BNCTL) CREDIT TO SMALL ENTERPRISES PERFORMANCE IN MANATUTO, TIMOR LESTE
Suzana Da Silva Doutel Pinto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.23 KB)
Timor Leste is a country located in Southeast Asia, northwest of Australia in the Lesser Sunda Islands at the eastern end of the Indonesian archipelago. Timor Leste has large as large as 14.874 km2 with as 1.176 million population most of them are farmer. Manatuto is one of the districts of Timor Leste, located in the central part of the country. It has a population of 38,580 and an area of 1,706 km2. This research aims to know the impact of BNCTL credit to SME’s performance in Manatuto. BNCTL is the only one bank that exist in that district. This study use primary data and analyzed by linear regression. 96% respondents believe that credit given by BNCTL is needed because it can help their business run very well without capital problems. In addition, 100% of respondent said that the procedure in proposing credit of BNCTL is easy. based on adjusted R2 known that the credit of BNCTL has positive contribution as 95,9%. It caused by the lack of capital that influence to business turnover of Small Enterprise. Then after credit was accepted by Small Enterprise, it could help Small Enterprise to fulfill their capital needs in financing their business cost such as stock, payable and receivable. It proven by questionnaires, that is 40% respondent have income more than $4,000-higher than before which is 0% respondent does not have income as high as it. Furthermore, to show how the importance of credit to Small Enterprise performance is can be seen by the result of empirical panel regression model that: (1) If Small Enterprise in Manatuto do not get credit from BNCTL, it makes the income will be decrease as IDR. -3.994.327.385, Meanwhile, every increasing of credit as IDR.1 will increase the Small Enterprise income as IDR 0.067. In other words, the more higher of credit number is implicated appreciate the Small Enterprise income in Manatuto,Timor Leste.Keywords: Income, Credit, Small Enterprise, BNCTL
Orientasi Idealisme, Relativisme, Tingkat Pengetahuan, dan Gender: Pengaruhnya pada Persepsi Mahasiswa tentang Krisis Etika Akuntan Profesional
M.Khairul Dzakirin;
Yeney Widya Prihatiningtias
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.471 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipersepsi mahasiswa akuntansi terkait dengan krisis etika yang terjadi dalam lingkup akuntansi khususnya dalam kasus pelanggaran kode etik yang melibatkan akuntan. Lebih lanjut, penelitian ini menguji pengaruh orientasi idealisme, relativisme, tingkat pengetahuan, dan gender terhadap penilaian mereka atas krisis etika akuntan profesional.Purposive Sampling adalah metode pemilihan sampel yang digunakandalam penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini adalah 143 mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah mengambil matakuliah Audit I. Pengujian hipotesis menggunakan multiple regression dengan mengunakan program SPSS.Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa idealisme dan tingkat pengetahuan berpengaruh negatif atas opini mahasiswa akuntansi terhadap krisis etika akuntan profesional. Sedangkan idealisme dan gender tidak mempunyai pengaruh atas persepsi mahasiswa terhadap krisis etika akuntan profesional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa yang mempunyai tingkat idealisme dan pengetahuan yang tinggi akan memberi persepsi negatif atau respon yang tegas terhadap isu-isu skandal akuntansi. Sedangkan mahasiwa yang berpaham relativisme belum tentu akan memberikan persepsi positif karena mereka masih memperhatikan nilai-nilai etika yang berlaku dalam merespon suatu masalah etis. Gender juga tidak menjadi faktor yang mempengaruhi persepsi karena wanita dan pria yang memiliki lingkungan sosialisasi yang sama cenderung memiliki persepsi yang sama juga terkait isu-isu etika dalam dunia akuntansi. Kata kunci: idealisme, relativisme, pengetahuan,skandal akuntansi, profesi akuntansi, persepsi.