cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 2,676 Documents
Recovery The Housing Sector Pasca Letusan Gunung Kelud 2014 (Studi pada BAKESBANGPOLINMAS Kabupaten Kediri) Bimasakti Bhakti Kawedaryono
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Recovery The Housing Sector Post-eruption of Gunung Kelud 2014 (Study of BAKESBANGPOLINMAS Kabupaten Kediri). In post-disaster recovery the housing sector require a good recovery management. Where in the recovery process takes the role of government and local governments to handle it. Furthemore, as the efforts of recovery the housing sector Desa Puncu Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri that affected eruption of Gunung Kelud in February 2014 the Government of Kabupaten Kediri doing Karya Bakti 2014 program. Result of this research showing that Karya Bakti 2014 program generally runs well, although the roof damage in the Desa Puncu quite severe and majority of houses were damaged. It is good because the program is completetd quickly and on time. And at the time Kabupaten Kediri still did not have Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) and BAKESBANGPOLINMAS only have a Sub Bidang Penanggulangan Bencana with very small capacity. So in dealing with this disaster formed SATLAK PBPP. Basic contains that are impediments to this program is the coordination and assessment processes that are less targeted. That obstacle need got an attention and increase performance in order got some similar problems. Keywords: Disaster Management, Recovery Pasca Disaster, Recovery The Housing Sector   Abstrak: Recovery The Housing Sector Pasca Letusan Gunung Kelud 2014 (Studi pada BAKESBANGPOLINMAS Kabupaten Kediri). Dalam memulihkan kondisi perumahan pasca bencana memerlukan sebuah manajemen pemulihan yang baik. Dimana  dalam proses pemulihan tersebut membutuhkan peran dari pemerintah dan pemerintah daerah untuk mengatasinya. Selanjutnya sebagai upaya pemulihan perumahan Desa Puncu Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri yang terkena dampak letusan Gunung Kelud bulan Februari 2014 pemerintah Kabupaten Kediri melakukan program Karya Bakti 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Karya Bakti 2014 umumnya berjalan dengan baik, walaupun kondisi kerusakan atap di Desa Puncu cukup parah dan mayoritas rumah warga mengalami kerusakan. Dikatakan baik karena program tersebut selesai dengan cepat dan tepat waktu. Dan pada saat terjadi bencana Kabupaten Kediri masih belum memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan BAKESBANGPOLINMAS hanya memiliki Sub Bidang Penanggulangan Bencana yang sangat kecil kapasitasnya. Sehingga dalam menangani bencana ini dibentuk SATLAK PBPP. Kendala dasar yang menjadi hambatan dalam program ini adalah koordinasi dan proses assesment yang kurang tepat sasaran. Hambatan yang ada tersebut perlu mendapatkan perhatian dan dilakukan peningkatan kinerja agar tidak lagi ditemui hambatan serupa.   Kata kunci: Manajemen Bencana, Pemulihan Pasca bencana, Pemulihan Perumahan
Program Pengembangan Objek Wisata Tembok Berlin Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Sustainable Development (Studi pada Dinas Pariwisata Kota Sorong) Wulan Puspitasari
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Development Program Tembok Berlin to Realize Sustainable Development (Studies in Sorong City tourism official). Attraction development programs of the Berlin Wall is one of the government's program is based on the Strategic Plan (RENSTRA), Medium Term Development Plan (RPJMD), and the Regional Tourism Development Master Plan (RIPPDA) which aims to realize welfare society focusing on sustainable development. The purpose of this study is to analyze and describe the program and the results of tourism development through the sustainable development of the Tembok Berlin as well as the barriers and supporting what effect on the development program. The results of this research is the Berlin Wall is one area that is being developed in the development of tourism in the city of Sorong. In the process of achieving the tourism development program of the Berlin Wall, the government focused on sustainable development, which includes the aspects of economic, social and environmental aspects. But in the process of implementation, there is a support factor and constraints. Therefore penenliti using the theory of sustainable development approach to support the tourism development program of the Tembok Berlin. Keywords : Sustainable Development, Tourism Berlin Wall, RENSTRA, RPJMD, RIPPDA   Abstrak : Program Pengembangan Objek Wisata Tembok Berlin dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Sustainable Development (Studi pada Dinas Pariwisata Kota Sorong). Progam pengembangan objek wisata tembok Berlin adalah salah satu program pemerintah berdasarkan Rencana Strategis (RENSTRA), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyartakat yang berfokus pada sustainable development. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan program dan hasil-hasil pengembangan objek wisata Tembok Berlin melalui pembangunan berkelanjutan serta hambatan dan pendukung apa saja yang berpengaruh pada program pengembangan tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah Tembok Berlin merupakan salah satu kawasan yang sedang berkembang dalam pembangunan pariwisata di Kota Sorong. Dalam proses pencapaian program pengembangan objek wisata Tembok Berlin, pemerintah berfokus pada sustainable development yang didalamnya berisi tentang aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek lingkungan. Namun dalam proses pengimplementasian, terdapat factor dukungan dan kendala. Oleh sebab itu penenliti menggunakan pendekatan teori sustainable development untuk mendukung program pengembangan objek wisata Tembok Berlin.   Kata kunci: Sustainable Development, Pariwisata Tembok Berlin, RENSTRA, RPJMD, RIPPDA
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sebagai Wujud Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) (Studi di Desa Duwet Kecamatan Wates Kabupaten Kediri) Tri Adinda Trisnawati
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Empowerment of Farmer Women Groups as a form of Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) activities (Program in Duwet Village, Wates Sub District, Kediri District) The number of yards that are not used optimally and the absence of full times jobs for women farmers in Duwet village Kediri Wates districts. For the government to implement Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) activities as a form of empowerment of Women Farmers Group (KWT). This research was held at Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksanaan Penyuluhan (BKP3) and Duwet Village, Wates, KediriThe various efforts include: activities in strengthen the availability of food reserves, diversification of food, raise of family income, and the maintenance of the quality of family nutrition. The supporting factors for the empowerment of women farmers through these activities include the agricultural extension and economic factors and aesthetics. While, the inhibiting factors are pests and the lack of quality from Women Farmers Group (KWT). The conclusion fom this research are the realization of KRPL to empowering the women farmers are success and accepted by society of Duwet village, Wates, Kediri.  Recommendations from this research are: increasing the number of agricultural officer, optimize productivity agricultural land that the results can be sold into the market to increase revenue Keywords : The Empowerment of Farmer Women Groups, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)   Abstrak: Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sebagai Wujud Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) (Studi di Desa Duwet Kecamatan Wates Kabupaten Kediri). Banyaknya lahan pekarangan yang tidak dimanfaatkan secara optimal dan tidak adanya pekerjaan yang tetap bagi wanita tani di Desa Duwet Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Untuk itu pemerintah melaksanakan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sebagai bentuk pemberdayaan wanita tani. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksanaan Penyuluhan (BKP3) dan Desa Duwet Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Yang dilakukan dalam kegiatan ini meliputi: penguatan ketersediaan cadangan pangan, perlindungan penganekaragaman konsumsi, penyokongan pendapatan keluarga, pemeliharaan kualitas gizi keluarga. Faktor pendorong pemberdayaan petani wanita melalui kegiatan ini meliputi adanya penyuluhan pertanian dan faktor ekonomi dan estetika. Sedangkan faktor penghambatanya adalah gangguan hama dan rendahnya kemampuan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam pemberdayaan kelompok wanita tani melalui kegiatan KRPL telah dilakukan dengan baik dan diterima oleh masyarakat Desa Duwet Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Rekomendasi yang diberikan antara lain: sebaiknya penyuluh pertanian perlu ditambah, perlu adanya peningkatan produktivitas agar hasil yang diperoleh dari pekarangan bisa dijual ke pasar untuk menambah pendapatan. Kata Kunci : Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)
Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Industri Pariwisata Berbasis Budaya Lokal dan Agrowisata (Studi Pada Pemerintah Kota Batu) Nanda Dayutami
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 10 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Role of Local Government on Industry Development of Tourism Based on Cultural and Agrotourism (Study on Batu City Local Government). Concomitant with the growth and change of Batu status  into "City" to bring their own to face the impact of changes in Batu City. The existence of mountains, forests, and agriculture dominates the spatial expanse of Batu is suitable for the development of nature tourism related to the potential that exists in the mountains, forests and agricultural areas to make Batu as agro-tourism area. Tourism development not only concentrated on agro-based tourism industry alone, but today the development of local cultural tourism has also been developed. The results of this research, pointed out that the local government serving as a facilitator who coordinates community development activities in order to achieve the objectives that have been set by the Local Government of Batu City, cooperation between regions located around Batu like Malang, coordinate maintenance of facilities, infrastructure and public facilities are located in Batu. In the development of local culture-based tourism industry and agrotourism there are several factors that influence. Some supporting factors is the Geographical Conditions and Resources owned Batu, Regional Autonomy, Infrastructure available in Batu, Local Culture owned Batu and Awareness Group Travel (Pokdarwis) formed in in the community to achieve the government's efforts in the development of tourism industry in Batu Keywords: Local Government, Tourism, Local Culture, Agro-tourism   Abstrak: Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Industri Pariwisata Berbasis Budaya Lokal dan Agrowisata (Studi Pada Pemerintah Kota Batu). Seiring dengan pertumbuhan dan perubahan status Batu menjadi “Kota” membawa dampak perubahan tersendiri terhadap wajah Kota Batu. Keberadaan gunung, hutan, dan hamparan pertanian yang mendominasi keruangan Kota Batu ini sesuai untuk pengembangan wisata alam terkait dengan dengan potensi yang ada di gunung, hutan dan kawasan petaniannya menjadikan Kota Batu sebagai daerah agrowisata. Pengembangan wisata tidak hanya terkonsentrasi pada industri pariwisata yang berbasis agrowisata saja tetapi saat ini pengembangan wisata budaya lokal juga sudah mulai dikembangkan. Hasil dari penelitian ini, menunjukan bahwa peran pemerintah daerah yang bertugas sebagai fasilitator yang mengkoordinaksikan kegiatan pemberdayaan masyarakat guna mencapai tujuan yang telah di tetapkan oleh Pemerintah Daerah Kota Batu, menjalin kerjasama antar daerah yang berada di sekitar Kota Batu seperti Malang Raya, mengkoordinasikan pemeliharaan sarana, prasarana serta fasilitas umum yang berada di Kota Batu. Dalam pengembangan industri pariwisata berbasis budaya lokal dan agrowisata ada beberapa faktor yang berpengaruh. Beberapa faktor pendukung adalah Kondisi Geografis dan Sumber Daya yang dimiliki Kota Batu, Otonomi Daerah, Infrastruktur yang tersedia di Kota Batu, Budaya Lokal yang dimiliki Kota Batu, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang terbentuk di dalam masyarakat untuk mencapai upaya pemerintah dalam pengembangan industri pariwisata di Kota Batu sedangkan faktor penghambat yang mempengaruhi peran pemerintah daerah dalam pengembangan industri pariwisata adalah sumber daya manusia di desa wisata yang masih rendah serta masih belum terjalin kerjasama antara daerah. Kata kunci: Peran Pemerintah Daerah, Pariwisata, Budaya Lokal, Agrowisata
Penerapan Program Surabaya Single Window (SSW) sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Perijinan bagi Masyarakat di Kota Surabaya (Studi pada Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap Kota Surabaya) Mochammad Aris
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Program Implementasi of Surabaya Single Window (SSW) For Effort To Improved The Licensing Service Quality For Surabaya City Society.(Study in Integrated Service Unit One Roof SurabayaCity) The government public service has using the information technologies to serve for creating a good public service. The information technologies public service who was implemented The method of this research is qualitative research with descriptive approach method. The focus of this research is definition or control the researched problem, focus of this - society based an public policy implementation by George C.Edward III (1980) who was argue that the implementing is affected by 4 variable i.e : 1) communicating, 2) resource, 3) disposition and 4) government structure. The result of this research is show that the implementation of Surabaya Single Windows (SSW) on licensing service for Surabaya city society can be explained as follows: 1) the communication. 2) the resource. 3) disposition, at this related with a) government assignment and b) incentive. 4) goverment structure.   Keywords: Program Surabaya Single Window (SSW) and Licensing Service Quality   Abstrak: Penerapan Program Surabaya Single Window (SSW) sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Perijinan bagi Masyarakat di Kota Surabaya (Studi pada Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap Kota Surabaya) Pemerintah dalam pelayanan publik telah menggunakan teknologi informasi dalam melakukan pelayanan untuk teciptanya pelayanan publik yang prima. Pelayanan publik berbasis teknologi informasi yang dilakukan oleh pemerintah dikenal sebagai E-Goverment atau Electronic Goverment. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Fokus penelitian adalah penentuan atau pembatasan masalah-masalah yang diteliti di lapangan, fokus dalam penelitian ini yaitu mengenai implementasi program SSW (Surabaya Single Windows) di dinas perizinan bagi masyarakat di kota Surabaya berdasarkan model implementasi kebijakan publik menurut George C.Edward III (1980) yang mana implentasi dipengaruhi 4 variabel yaitu : 1) Komunikasi, 2) Sumber Daya 3) Disposisi dan 4) Struktur Birokrasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi program SSW (Surabaya Single Windows) di dinas perizinan bagi masyarakat di kota Surabaya dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Komunikasi. 2) Sumber Daya. 3) Disposisi dalam hal ini terkait dengan a) Pengangkatan birokrasi dan b) Insentif. 4) Struktur Birokrasi.   Kata Kunci: Program Surabaya Single Window (SSW) dan Kualitas Layanan Perijinan
Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Penataan Pasar Tradisional Dan Pasar Modern (Studi Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Penataan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan) Aris Setyobudi
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Evaluation of Policy Planning and the Traditional Market Modern Market (Study of Lamongan Regional Regulation Number 6 of 2012 on Structuring Traditional Market Shopping Centers and Modern Stores in Babat District, Lamongan). The rise of the establishment of the modern market has a negative impact on the development of traditional markets in Indonesia because it cannot compete with modern markets. In response to these problems, Lamongan local government revitalizing Babat  Traditional  Market  and Semando Agrobis Markets  with publishes Regional Lamongan Regulation No. 6 of 2012 on Arrangement of Traditional Markets, Shopping Centers and Modern Stores, which aims to regulate the distance of the establishment of a modern market with traditional markets in order to run side by side. The results showed that the policy implementation of traditional and modern markets planning in the District of Babat, Lamongan has been implemented, although it has not been up overall. The communication among stakeholders is already well established, and the impacts are in conformity with the target. The data source consists of primary data from interviews with 11 people and secondary data from documents and documentation activities. The data analysis is using interactive analysis begins with data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The supporting factors are their legal basis, the desire of Lamongan local government to improve traditional markets, adequate infrastructure, and strategic location. The inhibiting factors are the lack of awareness from the modern store owner and expensive infrastructure. Keywords: Evaluation, Implementation Public Policy, Market Structuring Abstrak: Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Penataan Pasar Tradisional dan Pasar Modern (Studi Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Penataan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan). Maraknya pendirian pasar modern berdampak negatif terhadap perkembangan pasar tradisional di Indonesia karena kalah bersaing dengan pasar modern. Menanggapi permasalahan tersebut Pemkab Lamongan melakukan revitalisasi Pasar Babat dan Pasar Agrobis Semando Babat, serta menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 6 tahun 2012 tentang Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, yang bertujuan untuk mengatur jarak pendirian pasar modern dengan pasar tradisional agar dapat berjalan berdampingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan kebijakan penataan pasar tradisional dan pasar modern di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan sudah dilaksanakan dengan baik, walaupun secara keseluruhan belum maksimal, komunikasi antar stakeholders sudah terjalin dengan baik, dan dampak yang ditimbulkan sudah sesuai tujuan. Sumber data terdiri dari data primer dari hasil wawancara dengan 11 orang dan data sekunder dari dokumen dan dokumentasi kegiatan. Analisis data peniliti menggunakan analisis interaktif dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Faktor pendukungnya adalah adanya landasan hukum, keinginan Pemkab Lamongan untuk memperbaiki pasar tradisional, sarana prasarana yang memadai, dan lokasi yang strategis. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya kesadaran dari pemilik toko modern dan mahalnya infrastruktur. Kata kunci: Evaluasi, Pelakasanaan Kebijakan Publik, Penataan Pasar
Pengaruh Standar Pelayanan Angkutan Umum Terhadap Tingkat Kepuasan Penumpang (Studi Pada Pelayanan Bus Antar Kota Dalam Propinsi Di Kabupaten Lumajang) Mughni Ahlan Premana
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Effect of Public Transport Service Standards In the Provincial Inter-City Bus Passenger Satisfaction In Lumajang (Study On The  Province Inter-city Bus Services in Lumajang District). The purpose of this study was to (1) determine the public transport bus services between cities in the province, (2) determine inter-city bus passenger satisfaction in the province and (3) the effect of public bus transport service between cities in the province to passenger satisfaction. This type of research is explanatory (explanation) is research. The population in this study were bus passengers between cities in the province as many as 7,500 people and 99 people were taken as samples. The analytical tool used is simple regression analysis. From the results of analysis show that the Public Transport Service Standards Inter-City Bus In Province positive effect on passenger satisfaction. From the results of the t test is known that the Public Transport Services Inter-City Bus In Provincial significant effect on passenger satisfaction, so the hypothesis (There is a positive significant effect Service Standards Public Transport in the province of Inter-City Bus (X) on passenger satisfaction (Y)) can be accepted. Keywords: Standard service, passenger satisfaction   Abstrak: Pengaruh Standar Pelayanan Angkutan Umum Bus Antar Kota Dalam Propinsi Terhadap Kepuasan Penumpang Di Kabupaten Lumajang (Studi Pada Pelayanan Bus Antar Kota Dalam Propinsi Di Kabupaten Lumajang). Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pelayanan angkutan umum Bus antar kota dalam propinsi , (2) mengetahui kepuasan penumpang Bus antar kota dalam propinsi dan (3) mengetahui pengaruh pelayanan angkutan umum Bus antar kota dalam propinsi terhadap kepuasan penumpang. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory (penjelasan) adalah penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah penumpang bus antara kota dalam propinsi sebanyak 7500 orang dan diambil 99 orang sebagai sampel penelitian. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Dari hasil analisis diketahui bahwa Standar Pelayanan Angkutan Umum Bus Antar Kota Dalam Propinsi berpengaruh positif terhadap kepuasan penumpang. Dari hasil uji t diketahui bahwa Pelayanan Angkutan Umum Bus Antar Kota Dalam Propinsi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan penumpang, sehingga hipotesis  (Terdapat pengaruh signifikan positif  Standar Pelayanan Angkutan Umum Bus Antar Kota dalam propinsi (X) terhadap kepuasan penumpang (Y)) dapat diterima.   Kata kunci: Standar pelayanan, kepuasan penumpang
Kualitas Situs Web Sebagai Pusat Informasi Pemerintah Dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (Studi pada Situs Web Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung) Prihandika Naris Septiawan
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Quality Web Site For Information Center of Government Public Service Quality Improvement (Studies in Local Government Website Tulungagung). The local government web sites is the implementation of e-government as a supporter of the performance of community service for 24 hours in order to improve the quality of public services. The results showed that the quality of the website Tulungagung regency administration in terms of eleven parameters are already quite good. Assessment using 11 parameters based on the Local Government website Guidebook Ministry of Communications and inforamsi 2003. Pursuant to 11 the parameters are, the Regional Government website Tulungagung there are still a shortfall in the 5 parameters that context, the size of the quality of interaction, data mobility, public services, hits. Other parameters such as speed, homepage, content, legibility, accuracy and platform has been quite good, but there are some parameters that need to be improved is the content. Found two factors supporting the use of the website as a center of information, namely the factor of leadership and infrastructure. Whereas the inhibiting factor is the factor of human resource constraints and the lack of coordination between agencies so that information is available on the website linked to the existing agencies under the auspices of the Government of Tulungagung still limited.   Keywords: Quality Web Site, Information center, www.tulungagung.go.id Tulungagung   Abstrak: Kualitas Situs Web Sebagai Pusat Informasi Pemerintah Dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (Studi Pada Situs Web Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung). Situs web Pemerintah daerah merupakan implementasi e-government sebagai pendukung kinerja pelayanan masyarakat selama 24 jam guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas situs web Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung ditinjau dari sebelas parameter sudah cukup baik. Penilaian menggunakan 11 parameter situs web Pemerintah Daerah berdasarkan Buku Panduan Kementrian Komunikasi dan Inforamsi tahun 2003. Berdasarkan 11 paramter tersebut, situs web Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung masih terdapat kekurangan di 5 parameter yaitu konteks, ukuran kualitas interaksi, mobilitas data, layanan publik, hits. Paramater lain seperti kecepatan, hompage, isi, kemudahan dibaca, ketepatan dan platform sudah cukup baik, namun ada beberapa paramater yang perlu ditingkatkan kualitasnya yaitu isi. Ditemukan dua faktor pendukung penggunaan website sebagai pusat informasi yaitu faktor kepemimpinan serta sarana dan prasarana. Sedangkan faktor penghambatnya adalah faktor keterbatasan sumber daya manusia serta kurangnya koordinasi antar instansi sehingga informasi yang tersedia di situs web terkait dengan instansi-instansi yang ada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung masih terbatas.   Kata kunci: kualitas situs web, pusat informasi, www.tulungagung.go.id Tulungagung
EVALUASI KEBIJAKAN PRESIDEN TENTANG BENCANA LUMPUR PANAS TERHADAP PEREKONOMIAN DI KABUPATEN SIDOARJO Alvian Bagus Yuniarto
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 10 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Accountability Policy Evaluation PT. Lapindo Brantas Against Economic Community in Sidoarjo. Hot mud disaster has made economic to decline because of the disaster people have drowned their residence, especially jobs and their livelihood as well as educational facilities and places of worship. With the existence of the incident public life struggling to feed themselves and their families for the sake of economic progress in the future.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah (Studi pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sumedang Bersatu Desa Cepokomulyo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang) Santos Rimba Bhirawan
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 9 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: People Participation to Garbage Management (Study in Sumedang Bersatu Integrated Garbage Treatment Facilities at Cepokomulyo Village Sub district of Kepanjen in the Regency of Malang). Basically, development process and environment have a mutual relationship which can give influence each other. Development is based on environment and environment does, either. Garbage management became one of major community problems to be solved by Government, recently. Community participation in keeping a good sanitation, especially by solving some garbage management problems, was expected by Government. Basically, garbage management contain of some processing stages such as container packaging, accumulation, transportation, and manufacturing of garbage. Result showed that people participation of garbage management in Cepokomulyo Village was good enough because people has participated directly and indirectly, either. However, there still be a lack information in garbage sorting and manufacturing process. Government must be more active to give information to the people about community-based garbage management so that they will be more understand about the functions and benefits of garbage. Keywords: people’s participation, garbage management   Abstrak: Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah (Studi pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sumedang Bersatu Desa Cepokomulyo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang). Pada dewasa ini pola pemerintah telah mempunyai konsep pembangunan yang arahnya untuk meningkatkan pean serta masyarakat dalam pembangunan. Salah satu bentuk permasalahan yang dihadapi pemerintah sekarang ini adalah tentang sampah. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan ikut aktif mengelola masalah persampahan sangat diharapkan oleh pemerintah. Pada dasarnya pengelolaan sampah terdiri atas beberapa tahapan proses antaralain, pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan. Partisipasi masyarakat Desa Cepokomulyo dalam pengelolaan sampah sudah cukup baik karena masyarakat ikut berpartisipasi secara langsung maupun tidak langsung. Tetapi masih ada kekurangan dalam hal pemilahan sampah dan pengolahan sampah. Pemerintah diharapkan bisa terus memperhatikan masyarakat agar program pengelolaan sampah bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan.   Kata kunci: partisipasi masyarakat, pengelolaan sampah

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 12 (2016) Vol. 4 No. 12 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 10 (2013) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue