cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 2,676 Documents
Inovasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (Studi Pada Layanan Cetak Tiket Mandiri di Stasiun Besar Malang) Sutrisno, Mochammad Rizki Dwi Satrio
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.223 KB)

Abstract

Abstract: Innovation to Improve Public Service (A Study Self Priting Ticket Service in Stasiun Besar Malang). Research background is the experience of author as the train passenger who bought tickets online and cast it using self ticket  printing service in a Stasiun Besar Malang. The purpose of this research is to see how effective the efforts made by PT. Kereta Api Indonesia (Persero) in improving the quality of public service for the train passengers through self ticket printing service. This study uses descriptive qualitative approach withinteractive data analysis model. The result of this study is the self ticket printing service innovation that conducted by PT. Kereta Api Indonesia (Persero) and applied in large stations in Indonesia such Stasiun Besar Malang is one of PT Kereta Api Indonesia (Persero) effort to improve the service quality for the passengers. The Self Ticket Printing Service is one of the innovation. One of the characteristic of the innovation is the applicaton of a new process. Keywords: Innovation, Quality of Service, Public Service, Self Printing Ticket Service Abstrak: Inovasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (Studi Pada Layanan Cetak Tiket Mandiri di Stasiun Besar Malang). Penelitian ini berangkat dari pengalaman peneliti sebagai penumpang kereta api yang membeli tiket secara online dan mencetaknya menggunakan Layanan Cetak Tiket Mandiri di Stasiun Besar Malang. Tujuan penelitian ini melihat seberapa tepat upaya yang dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam peningkatan kualitas pelayanan publik kepada penumpang kereta api melalui Layanan Cetak Tiket Mandiri. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif dengan analisis data model interaktif. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa Inovasi Layanan Cetak Tiket Mandiri yang dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan diterapkan di stasiun-stasiun besar di Indonesia seperti di Stasiun Besar Malang merupakan upaya peningkatan kualitas pelayanan dalam mencetak tiket kepada penumpang kereta api. Inovasi Layanan Cetak Tiket Mandiri dapat memenuhi kriteria sebuah inovasi. Salah satu ciri inovasi adalah dapat menerapkan elemen baru seperti menerapkan produk atau layanan baru. Kata kunci: Inovasi, Kualitas Pelayanan, Pelayanan Publik, Layanan Cetak Tiket Mandiri
Analisis Kualitas Pelayanan Kesehatan Dalam Operasioanalisasi Program Mobil Sehat ( Studi Pada Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Masyarakat Lamongan Kabupaten Lamongan) Siswanto, Heri
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.006 KB)

Abstract

Abstract: Analysis Health Service Quality on Operationalization Health Car Program ( The study at Kedungpring’s Public Healthy Center of Lamongan Regency). Health services for publics is needs that must fullfiled, so that all people deserve a decent health service. Remember now problems of health aspect more complex, then needed a program for solution in health problem it. Starts from thought it, Lamongan Government makes a new program of health aspect is healthy cars program. Healthy cars program is excellent programs of Lamongan Government in 2014th, for improve level of  public health Lamongan, especially for poor society as long this, less of health services. Health services by healthy cars program, prioritized for mothers and childrens health (KIA). The result of this research indicated that all health service quality on operationalization healthy car program these performance of Kedungpring’s Public Health Center of Lamongan Regency had a good performance. But, several dimentions indicated the good performance, but the others should be improved. There are several dimensions that had good such as responsiveness, assurance, emphaty and tangibles. Then dimension that should be improved is reability. To realize the health service quality on operationalization healthy car program at Kedungpring’s Public Healthy Center of Lamongan Regency, there are supporting factors and inhibiting factors on implementation. Supporting factors such as internal factors are awareness of health workers in providing services of healthy cars, the funding of Lamongan Government, facilities and infrastructures, and the role of public figures. External factor is public participation. Then inhibiting factors such as internal factors are less of socialization to the publics, late funds down from the Lamongan Government, a limited of healthy cars, then external factor is many people are still paying. Keywords: health car’s program, lamongan regency, health service   Abstrak: Analisis Kualitas Pelayanan Kesehatan Dalam Operasioanalisasi Program Mobil Sehat ( Studi Pada Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Masyarakat Lamongan Kabupaten Lamongan) Pelayanan kesehatan bagi masyarakat adalah kebutuhan yang harus dipenuhi, sehingga semua manusia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Mengingat sekarang permasalahan dalam bidang kesehatan yang semakin kompleks, maka diperlukan suatu program untuk solusi permasalahan kesehatan tersebut. Berawal dari pemikiran tersebut Pemerintah Kabupeten Lamongan membuat program baru dalam bidang kesehatan yaitu mobil sehat. Program mobil sehat adalah program unggulan Kabupaten Lamongan pada tahun 2014, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Lamongan, terutama masyarakat miskin yang selama ini kurang dalam pemenuhan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan melalui program mobil sehat diutamakan terhadap kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Secara keseluruhan dari  hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan dalam operasionalisasi program mobil sehat dapat dikategorikan baik. Tetapi, beberapa dimensi masih harus diperbaiki. Beberapa dimensi yang sudah bagus antara lain responsiveness, assurance, emphaty dan tangibles. Kemudian dimensi yang masih harus diperbaiki adalah reability. Faktor pendukung meliputi faktor internal yaitu kesadaran tenaga kesehatan mobil sehat dalam memberikan pelayanan, dana dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, sarana dan prasarana, peran tokoh masyarakat/Kepala Desa. Faktor eksternal meliputi partisipasi masyarakat. Sedangkan faktor penghambat antara lain faktor internal yaitu kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, dana yang terlambat turun dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, jumlah mobil sehat yang terbatas kemudian faktor eksternal yaitu masih banyak masyarakat yang masih membayar. Kata kunci: program mobil sehat, kabupaten lamongan, pelayanan kesehatan
Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan Pengrajin Tenun Ikat Bandar Kidul Sebagai Produk Unggulan Daerah (Studi Pada Sentra Kerajinan Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri) Rochmawati, Alfi
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.771 KB)

Abstract

Abstract: The Role of Government in Empowerment of Woven Industry in Bandar Kidul as a Local Super Product (Study in the Central of Woven Industry in Bandar Kidul, Kediri). Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Kediri has a role empowerment of UMKM Kediri, one of them weaver "Tenun Ikat Bandar Kidul". The results showed that the government's role in empowering weaver "Tenun Ikat Bandar Kidul" through financial support, education and training has not reached optimal results empowerment. While marketing through the exhibition received a positive response with the good cooperation between the government and the weavers. Marketing reach woven products are also increasingly widespread and every place of business craft can absorb approximately 50 employees. Factors supporting the empowerment that is the commitment of governments and society while inhibiting factor is the ability of human resources itself. To achieve optimum results empowerment required cooperation from both the government and the public, especially weaver "Tenun Ikat Bandar Kidul". Keywords: government, empowerment, weaver ” tenun ikat bandar kidul” Abstrak: Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan Pengrajin Tenun Ikat Bandar Kidul Sebagai Produk Unggulan Daerah (Studi Pada Sentra Kerajinan Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri). Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Kediri memiliki peranan dalam melalukan pemberdayaan terhadap UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah)Kota Kediri, salah satunya pengrajin Tenun Ikat Bandar Kidul. Hasil penelitian menunjukkan peran yang dilakukan pemerintah dalam pemberdayaan penenun pada Tenun Ikat Bandar Kidul melalui penyertaan modal, pendidikan serta pelatihan belum mencapai hasil pemberdayaan yang optimal. Sedangkan pemasaran melalui pameran mendapat tanggapan positif dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dengan para penenun. Jangkauan pemasaran produk tenun juga semakin luas dan setiap tempat usaha kerajinan dapat menyerap kurang lebih 50 orang pegawai. Faktor pendukung pemberdayaan yaitu adanya komitmen dari pemerintah dan masyarakat sedangkan faktor penghambatnya adalah kemampuan sumber daya manusia itu sendiri. Untuk mencapai hasil pemberdayaan yang optimal dibutuhkan kerjasama yang baik dari pemerintah dan masyarakat terutama masyarakat Tenun Ikat Bandar Kidul. Kata kunci: pemerintah, pemberdayaan, pengrajin tenun ikat bandar kidul
Implementasi Program Gerakan Sanitasi Berbasis Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan (Studi Kasus pada Desa Perning, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk) Zahrina, Aida Fitria
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.321 KB)

Abstract

Abstract: Implementation of Villagers-Based Sanitation Movement Program In Environmental Control (Study in Desa Perning, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk). Villagers-Based Sanitation Movement Program is Goverment of Perning village’s program. The movement of community-based sanitation programs basically run  by the village’s goverment, the “ Desa Siaga” team and villagers. The results showed that the implementation of villagers-based sanitation movement programs have been implemented to the maximum through the active role and participation of the community and support from the village administration and program implementation group. the factors that affect, among other contributing factors that include the proffessinal  human resources, and the existence of legal sanctions, participatory public awareness, while inhibiting factors which include the financial resources and time resources for the development of healthy latrines / sanitation. Keywords: Implementation, Sanitation, Environmental. Abstract: Implementasi Program Gerakan Sanitasi Berbasis Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan (Studi Kasus di Desa Perning, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk). Program Gerakan Sanitasi Berbasis Masyarakat merupakan program dari pemerintah Desa Perning. Program gerakan sanitasi berbasis masyarakat tersebut dijalankan oleh pemerintah desa, tim desa siaga dan masyarakat Desa Perning. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program gerakan sanitasi berbasis masyarakat telah dilaksanakan secara maksimal melalui peran aktif dan partisipasi masyarakat serta dukungan dari pemerintah desa dan kelompok pelaksana program, hal tersebut ditunjukan melalui jumlah masyarakat yang melakukan buang air besar sembarangan semakin berkurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi, yaitu antara lain faktor pendukung yang meliputi adanya sumber daya manusia yang profesional, dan adanya sanksi hukum, kesadaran masyarakat yang partisipatif, sedangkan faktor penghambat yaitu meliputi sumber daya finansial dan sumber daya waktu untuk pembangunan jamban sehat/sanitasi.   Kata kunci : Implementasai, Sanitasi, Lingkungan
Strategi Inovatif Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Perkotaan (Studi pada Bank Sampah “Sri Wilis” Perum Wilis II Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri) Anggraini, Ayu Dewanti
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.103 KB)

Abstract

Abstract : Urban Household Trash Management Innovative Strategy (Study of Bank Sampah “Sri Wilis” Perum Wilis II in Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri). Research in conducted to look at how far Bank Sampah “Sri Wilis” Kota Kediri can organize Household Trash Management. The activity is done by executing various innovative strategies in trash management, developing the value of trash, and socializing the impact of clean and healthy environment by increasing community participation. Result of research can be explained as follows: (1) Innovative strategy done by Bank Sampah “Sri Wilis” for house trash management is already mature. Community is empowered through socialization and trainings. Actors in this engagement include the government, the immediate citizens around Perum Wilis, outsider peoples, and some schools in Kota Kediri. To increase community participation, save-loan system is built. Economic factor is considered by such innovative strategy by givingeconomic added-value to the result of trash transaction; and (2) Some factors are influential. The suppoting factors are member participation, structure and infrastructure, participation of immediate community, and cooperation with Cleanliness and Gardening Official of Kota Kediri. The constraining factors include the unchanged mindset of community and the lack of readiness from the personnel to collect trashes from the households. Keyword : Innovative, Strategy, Household Trash Abstrak : Strategi Inovatif Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Perkotaan (Studi pada Bank Sampah “Sri Wilis” II Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri). Penelitian ini dilakukan untuk dapat melihat bagaimana sejauh ini Bank Sampah “Sri Wilis” Kota Kediri dalam melaksanakan program yang telah diberikan untuk. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ini menunjukkan (1) strategi inovatif yang dilakukan Bank Sampah “Sri Wilis” telah dilaksanakan dengan maksimal. Pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan dengan cara sosialisasi dan berbagai pelatihan, Aktor yang terlibat didalamnya yaitu pemerintah, masyarakat  serta beberapa sekolah-sekolah di Kota Kediri. Upaya yang dilakukan dengan adanya simpan pinjam, serta faktor ekonomi yang didapat. Serta (2) faktor-faktor yang menjadi mempengaruhi, faktor pendukung dengan adanya keterlibatan anggota, masyarakat sekitar, adanya sarana dan prasarana dan kerjasama dengan DKP Kota Kediri. Faktor penghambat  mindset beberapa masyarakat yang belum dapat berubah serta adanya ketidaksiapan anggota pengurus dalam mengambil sampah rumah tangga. Kata Kunci : Strategi, Inovatif, Sampah Rumah Tangga 
Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya Meningkatkan Ekonomi Pedesaan (Studi Terhadap Pemberdayaan Peternak Lele Melalui Pendidikan dan Pelatihan di Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri) Sofinisa, Aolya
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.925 KB)

Abstract

Abstract  : Community Empowerment as The Effort to Improve Rural Economic (Study of Catfish Breeder Empowerment through Training and Education at Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri). Research background is the empowerment session organized by Catfish Breeder Group (POKDAKAN) “JOYOBOYO” for the community of Desa Paron, Kabupaten Kediri. Catfish Breeder Group (POKDAKAN) “JOYOBOYO” attempts to provide greater economic value to the community of Desa Paron, Kabupaten Kediri. Until now, the empowerment activity by Catfish Breeder Group (POKDAKAN) “JOYOBOYO” is producing good progress for the community of Desa Paron. Result of research indicates that the empowerment activity by Catfish Breeder Group (POKDAKAN) “JOYOBOYO” is started with training and education given to the community of Desa Paron and it is implemented well until now. The supporting factor involves cooperation, facility, maintenance and support from government and community. The constraining factor includes human resource and catfish as sensitive animals. Keywords: Community Empowerment, Community Economic Penelitian ini didasarkan atas adanya pemberdayaan yang dilakukan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Lele “JOYOBOYO” terhadap masyarakat Desa Paron Kabupaten Kediri. Adanya pemberdayaan yang dilakukan oleh Kelompok Ikan (POKDAKAN) Lele “JOYOBOYO” ini agar dapat memberikan nilai ekonomi lebih kepada masyarakat Desa Paron Kabupaten Kediri. Seiring berjalannya pemberdayaan yang dilakukan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Lele “JOYOBOOYO” ini menunjukkan progress yang cukup baik bagi warga masyarakat Desa Paron. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pemberdayaan yang dilaksanakan oleh pihak Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Lele “JOYOBOYO” dimulai dengan adanya pelatihan dan pendidikan yang diberikan kepada warga Desa Paron dan berjalan dengan baik hingga saat ini. Faktor pendukung pemberdayaan meliputi kerjasama, fasilitas, pemeliharaan dan dukungan pemerintah dan masyarakat. Sedangkan faktor penghambat adalah sumber daya manusia dan ikan lele sebagai hewan yang sensitif. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, ekonomi masyarakat
Pelaksanaan Program Pendidikan dan Pelatihan di Panti Sosial (Studi di Dinas Sosial Remaja Terlantar di Jombang) Riswanda, Rindam Raditya
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.056 KB)

Abstract

Abstract: Implementation of the Program of Education and Training in Social Institutions ( Studies in Social Service Unit East Java Jombang Abandoned Youth Social Services). AS Technical Implementation Unit In charge of Implementation Direct Service Program For people with social problems dropout displaced, displaced UPT Social Service Youth Program Jombang has been carrying out its activities in accordance with the position, duties and functions. The activity has been carried out as planned can, despite the findings of The TIN still far from expectations. However with determination, commitment and effort Repairs That has been done so far is expected in the future Coming Label will provide results The Maximum accordance BY Vision and Mission UPT Social Services Youth displaced Jombang. Similarly Profile UPT Social Service Youth displaced Jombang husband arranged to provide program information and dissemination And Existence Of UPT As Central Care, rehabilitation and social development dropout displaced in East Java. Finally, do not forget we are expecting criticism, Advice And Tips From ALL parties for improving hearts and Preparation Program Implementation Unit Profile psrt Jombang in the Future. Keywords : Teens, Education, and Training Abstrak: Pelaksanaan Program Pendidikan dan Pelatihan di Panti Sosial (Studi di Dinas Sosial Remaja Terlantar di Jombang). Sebagai unit pelaksana teknis yang bertanggung jawab langsung terhadap pelaksanaan program pelayanan bagi penyandang masalah sosial remaja putus sekolah terlantar, UPT Pelayanan Sosial Remaja Terlantar Jombang  telah melaksanakan program kegiatannya sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsinya. Kegiatan tersebut telah dapat dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan, meskipun hasil yang diperoleh masih jauh dari harapan. Namun dengan tekat, komitmen dan upaya perbaikan yang telah dilakukan selama ini diharapkan di masa datang  akan memberikan hasil yang maksimal sesuai dengan visi dan misi UPT Pelayanan Sosial Remaja Terlantar Jombang . Demikian Profil UPT Pelayanan Sosial Remaja Terlantar Jombang ini disusun guna memberikan informasi dan sosialisasi terhadap program dan eksistensi UPT sebagai pusat pelayanan, rehabilitasi dan pengembangan sosial remaja putus sekolah terlantar di Jawa Timur. Akhir kata, tak lupa kami mengharapkan kritik, saran dan petunjuk dari semua pihak guna penyempurnaan dalam pelaksanaan program dan penyusunan Profil UPT PSRT Jombang di masa mendatang.   Kata kunci: Remaja, Pendidikan, dan Pelatihan
Inovasi Sekolah Berbasis Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Kejuruan (Studi Pada Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 3 Malang) Ulansari, Lyna Ukti
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.975 KB)

Abstract

Abstract: Information Technology Based School Innovation in Increasing the Quality of Vocational Education (Study on Vocational High School PGRI 3 Malang). This research discusses school innovation using information technology conducted by SMK PGRI 3 Malang in order to improve the quality of vocational education. The focus of the research are about the form of IT-based school innovations and barriers as well as support in the implementation of IT-based school innovations in SMK PGRI 3 Malang. Results of the study indicate that there are some form of IT-based school innovations in improving the quality of vocational education in that school such as; (1) Provision of education infrastructure based on IT; (2) Development of teaching staff capability in IT area; (3) Cooperation with industrial in education infrastructure provision based; (4) Using Tablet Computer in teaching activity; (5) Engage the student in ITcompetition. There are several contributing factors that affect , such as ; ( 1 ) Great support from the Head of SMK PGRI 3 Malang ; ( 2 ) Availability of Wi – Fi ; ( 3 ) Good cooperation with industries. In addition, there are several factors inhibiting the negative impact, such as ; (1 ) The ability of  teacher related  use of Information Technology infrastructure ; ( 2 ) The possibility of damage or interference with the equipment that can not be avoided.   Keywords: Innovation, Education Quality, Information Technology, Vocational High School   Abstrak: Inovasi Sekolah Berbasis Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Kejuruan (Studi Pada Sekolah Menengah Kejuruan PGRI  3 Malang). Penelitian ini membahas tentang inovasi sekolah dengan memanfaatkan teknologi informasi yang dilakukan oleh SMK tersebut dalam rangka peningkatan mutu pendidikan kejuruan. Fokus permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah tentang bentuk inovasi sekolah berbasis teknologi informasi  dan hambatan maupun dukungan dalam pelaksanaan inovasi sekolah berbasis Teknologi Informasi di Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 3 Malang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk inovasi sekolah berbasis teknologi informasi dalam meningkatkan mutu pendidikan kejuruan di sekolah tersebut antara lain; (1) Penyediaan sarana pendidikan berbasis TI; (2) Pengembangan kemampuan staf pengajar di Bidang TI; (3) Kerjasama dengan dunia industri dalam penyediaan sarana pendidikan berbasis TI; (4) Pemanfaatan Komputer Tablet dalam Pembelajaran; (5) Mengikutsertakan siswa-siswi dalam lomba di bidang TI. Terdapat beberapa faktor pendukung yang mempengaruhi antara lain; (1) Dukungan yang besar Dukungan yang besar dari Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Malang; (2) Ketersediaan jaringan Hot Spot Wi-Fi; (3) Kerjasama yang Baik dengan dunia industry. Selain itu juga terdapat beberapa faktor penhambat yang memberikan dampak negatif dan menghambat antara lain; (1) Kemampuan staf pengajar yang tidak merata terkait penggunaan sarana Teknologi Informasi; (2) Kemungkinan terjadi kerusakan atau gangguan pada peralatan penunjang  yang tidak dapat dihindari.   Kata Kunci: Inovasi, Mutu Pendidikan, Teknologi Informasi, SMK  
Desentralisasi Fiskal dan Perkembangan Sektor Pertanian di Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2013 Shiyamah, Ikrom Laily
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.198 KB)

Abstract

Abstract: Fiscal Decentralization and Development of Agriculture Sector in East Java Province at 2009-2013. This research examines the link between fiscal decentralization and agriculture sector development in East Java Province 2009-2013. Data on fiscal decentralization comes from National Financial Information System, while data on agriculture sector development comes from East Java Central Bureau of statistics. This research shows that East Java agriculture sector increases during 2009-2013 as seen from an increasing agricultural sector district gross domestic product. However, the widening gap of agricultural development gap persists between districts. Bivariate correlation analysis shows that general allocation fund (DAU), specific allocation fund (DAK), and district agriculture budget increases district gross domestic product of agriculture sector. However, district own source revenue is not. Keywords: fiscal decentralization, development of agriculture sector, and East Java Province   Abstrak: Desentralisasi Fiskal dan Perkembangan Sektor Pertanian di Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2013. Penelitian ini mengkaji hubungan desentralisasi fiskal dan perkembangan sektor pertanian di Provinsi Jawa Timur tahun 2009-2013. Data desentralisasi fiskal bersumber dari Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah Indonesia dan data tentang perkembangan sektor pertanian bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan sektor pertanian membaik selama tahun 2009-2013. Hal itu terlihat dari naiknya kontribusi PDRB sektor pertanian pada periode tersebut. Akan tetapi, kesenjangan pembangunan sektor pertanian juga tampak semakin melebar. Berdasarkan analisis korelasi ditemukan bahwa Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan dana sektor pertanian berhubungan dengan perkembangan sektor pertanian di Provinsi Jawa Timur. Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak berhubungan dengan perkembangan sektor pertanian.   Kata kunci: desentralisasi fiskal, perkembangan sektor pertanian, dan Provinsi Jawa Timur
Implementasi Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) Dalam Upaya Pembangunan Wilayah Pesisir (Studi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang) Anggraini, Yuanita
Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 11 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.078 KB)

Abstract

Abstract: The Implementation of Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) for the Development of Coastal Region (Study at Desa Tambakrejo, Sumbermaning Wetan, Malang). Indonesia is a country of the sea that accouns compared to the land. However this high potential sector is inversely related to the condition of coastal communities.These communities live below proverty line and remain in scarcity. The government attempts to resolve this coastal problem  with Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) to 38 area. Malang is one of the district that appointed for this program by Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia. Persuant to the results of data analysis, the conclusion is elucidated as follows. The implementation of  Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh in Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang show that three  focuses of this program are well executed whereas two other focuses are not implemented. The implemented fostering activity is concerning with resources, environment/infrastructure, and disaster alert. The unimplemented fostering activity include those related with human and business. It is than recommended that the implementation of program must be consistent with the reliable fund, there shall be cooperation and coordination with the related parties to resolve the regulation and there must be an improvement in the monitoring and evaluation program. Keywords: Program Implementation, Coastal Village, Coastal region Development   Abstrak: Implementasi Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) dalam Upaya Pembangunan Wilayah Pesisir (Studi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang). Indonesia adalah negara yang memiliki luas wilayah lautan 70% lebih besar  dibandingkan dengan wilayah daratan. Potensi Indonesia yang sangat besar tersebut berbanding terbalik dengan keadaan masyarakat yang hidup di dalamnya. Masyarakat pesisir  hidup dibawah garis kemiskinan dan kerentanan terhadap bencana. Pemerintah dalam hal ini memberikan sebuah program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh  kepada daerah pesisir di 38 Kabupaten/Kota untuk menanggulangi masalah tersebut. Salah satu  daerah yang mendapat program ini adalah  Kabupaten Malang.  Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan oleh peneliti maka di dapat kesimpulan bahwa implementasi Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh di desa Tambakrejo menunjukkan bahwa tiga fokus kegiatan bina telah dilaksanakan dengan baik. Kegiatan bina tersebut adalah bina sumber daya, bina lingkungan/ infrastruktur, dan bina siaga bencana. Sedangkan kegiatan yang tidak terlaksana adalah bina manusia dan bina usaha. Rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini adalah implementasi program haruslah didukung dengan dana yang cukup, perlu koordinasi dan kerjasama dengan stakeholder lain, dan perlu adanya pengawasan maupun evaluasi  yang efektif.   Kata Kunci: Implementasi Program, Desa Pesisir, Pembangunan Wilayah Pesisir

Page 94 of 268 | Total Record : 2676


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 12 (2016) Vol. 4 No. 12 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 12 (2014) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 10 (2013) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue