cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Perpajakan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 280 Documents
EVALUASI PEMUNGUTAN CUKAI HASIL TEMBAKAU DI KANTOR PELAYANAN DAN PENGAWASAN BEA DAN CUKAI TIPE MADYA CUKAI MALANG Romadhon, Masgirang
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.413 KB)

Abstract

The study of the evaluation of tobacco tax collection in The Customs Service and Supervision Office sub-Malang (KPP Bea dan Cukai) has a purpose to investigate and evaluate the tax collection systems and tariff which due to customs imposition in Malang city. The results of this study show that the execution of tax collection in KPPBC Malang were not optimal yet. Indeed, there are troubles founded in the online system collection become the awareness due to KPPBC Malang effort to enhance the service quality to be maximum. The others obstacles of the customs tariff uprising bears as floating as three times in 5 years under PMK no. 205/PMK.011/2014 about alteration on the Finance Minister Amendment no. 179/PMK.011/2012 about the customs tariff of tobacco production. The customs tariff uprising has significantly affect toward down-sized the amount of cigarette company in Malang who already preferred to close the production because they seems to be loss annually. Furthermore, the external obstacle occurs during the evaluation with currently proclaim that the obedient cigarette manufacturer on the customs tariff and pro-side of the government campaign of smoking inhibition seems to be loss due to the negative drawbacks of circulating of illegal cigarettes. Keywords: Harvesting , excise , Tobacco Products ABSTRAK Penelitian tentang Evaluasi Pemungutan Cukai Hasil Tembakau di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi sistem pemungutan Cukai dan tarif yang diberlakukan untuk pengenaan cukai di Kota Malang. Hasil dari penelitian ini yaitu pelaksanaan pemungutan KPPBC Tipe Madya Malang belum berjalan secara optimal, adanya trouble dalam pemungutan sisitem online menjadi penghambat dalam upaya KPPBC Tipe Madya Cukai Malang untuk meningkatkan kualitas pelayanan supaya target dapat tercapai secara maksimal. Hambatan lain dari kenaikan tarif cukai yang dikenakan sebagaimana telah berubah sebanyak tiga kali dalam 5 Tahun PMK Nomer 205/PMK.011/2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomer 179/PMK.011/2012 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Dampak kenaikan tarif cukai yang semakin naik membuat berkurangnya jumlah pengusaha rokok di Kota Malang yang memilih untuk menutup usahanya karena mengalami kerugian setiap tahunya faktor lain yang membuat . Hambatan dari eksternal yaitu masih berdaranya rokok illegal diluar sana membuat kerugian bagi perusahaan rokok yang aktif membayar cukai dan kampanye iklan anti mereokok yang sedang digalakkan pemerintah. Kata kunci :        Pemungutan, Cukai, Hasil Tembakau
ANALISIS PENERAPAN PERENCANAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (Studi Kasus Pada CV Guyub Rukun Putra Sakti Tahun Pajak 2014) Atmojo, Mulyo Dwi
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.274 KB)

Abstract

This research aims to determine how the Implementation of Value Added Tax planning precisely at CV Guyub Rukun Putra Sakti and how far that tax planning implementation could minimize the tax burden or Value Added Tax  payable at CV Guyub Rukun Putra Sakti. This research uses descriptive research with qualitative approach. Results of this research indicate that tax planning which is delaying of Input Tax credit could leveling the Value Added Tax  payable so there wasn’t overpayment Value Added Tax , while applying of Taxable Goods  purchase with using Value Added Tax  could minimize Value Added Tax  payable by 15 %. Based on these research, the authors suggest to CV Guyub Rukun Putra Sakti to make a purchase of Taxable Goods   with only using Value Added Tax  or purchase towards Taxable Employers. The authors also suggests to manager of accounting to continously update the tax plan along with tax regulations which is continuously updated by the Directorate General of Taxation. Keywords: Value Added Tax ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan perencanaan Pajak Pertambahan Nilai yang tepat pada CV Guyub Rukun Putra dan sejauh mana perencanaan pajak tersebut dapat meminimalkan beban pajak atau Pajak Pertambahan Nilai terutang milik CV Guyub Rukun Putra Sakti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pajak menggunakan penundaan pengkreditan Pajak Masukan mampu meratakan Pajak Pertambahan Nilai  terutang sehingga tidak ada lagi Pajak Pertambahan Nilai  yang lebih bayar sedangkan saat menerapkan pembelian Barang Kena Pajak dengan Pajak Pertambahan Nilai  mampu meminimalkan Pajak Pertambahan Nilai  terutang sebesar 15%. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan kepada CV Guyub Rukun Putra Sakti untuk melakukan pembelian Barang Kena Pajak dengan Pajak Pertambahan Nilai saja atau pembelian dari Pengusaha Kena Pajak. Penulis juga menyarankan kepada manajer accounting agar terus memperbaharui perencanaan pajak seiring dengan peraturan pajak yang terus diperbaharui oleh Direktorat Jendral Pajak. Kata kunci :        Pajak Pertambahan Nilai
Analisis Implementasi PSAK 13 Dan Dampaknya Pada Beban Pajak Penghasilan Perusahaan (Studi Pada PT. Ciputra Development Tbk Tahun 2010 - 2012) Susilo, Joko
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.569 KB)

Abstract

The research aimed to analyze the implementation of IAS 13 on property investment and the impact on corporate income tax burden in PT Ciputra Development Tbk in 2010 up to 2012. The method used in this research is descriptive, and the focus of research are the value of investment property, accumulated depreciation, the difference between the fair value of property, earning before tax and corporate income tax burden. The data used is secondary data based on the company's financial statements in 2010-2012. The results of this research are the difference investment property valuation methods have an impact on corporate income tax burden. In 2010, if PT Ciputra Development uses the cost model, corporate income tax burden will equal to the corporate income tax burden when the company uses the fair value model because there is no extra final tax burden. In 2011, if PT Ciputra Development uses the cost model, the corporate income tax burden will be smaller than the corporate income tax burden when used the fair value model. In 2012, the results are same with in 2011. Keywords: property investment, cost model, fair value model, corporate income tax burden. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis impelementasi PSAK 13 tentang properti investasi dan dampaknya terhadap beban pajak penghasilan di PT Ciputra Development Tbk tahun 2010 sampai dengan tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan fokus penelitian nilai properti investasi, akumulasi penyusutan, selisih  nilai wajar properti investasi, laba sebelum pajak, dan beban pajak penghasilan. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu laporan keuangan perusahaan tahun 2010-2012. Hasil penelitian ini adalah perbedaan penggunanan metode penilaian properti investasi akan memberikan dampak pada beban pajak penghasilan perusahaan. Pada tahun 2010 ketika PT Ciputra Development Tbk menggunakan model biaya, beban pajak penghasilan perusahaan sama dengan beban pajak penghasilan perusahaan ketika menggunakan model nilai wajar karena tidak ada pajak final tambahan. Pada tahun 2011 beban pajak penghasilan perusahaan menggunakan model biaya lebih kecil dibandingkan dengan beban pajak penghasilan model nilai wajar. Kemudian pada tahun 2012, beban pajak penghasilan perusahaan model biaya juga lebih kecil dibandingkan dengan beban pajak penghasilan perusahaan model nilai wajar. Kata Kunci: Properti investasi, model biaya, model nilai wajar, beban pajak penghasilan perusahaan.
PENGARUH INFLASI, PEMERIKSAAN PAJAK DAN JUMLAH WAJIB PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara Periode 2010 Sampai 2014) Pratama, Nicola Putra
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.139 KB)

Abstract

This research is conducted on the basis of the debate about the influence of macroeconomic variables such as inflation, and fiscal policy on income tax revenue. The type of research use explanatory research with quantitative approach. This research uses monthly data from 2010 to 2014 with sample of 50 time series data. Sources of the data used in this research is secondary data derived come from documentation of Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara and Badan Pusat Statistik Kota Malang, as well as the type of data used are secondary data. The data analysis technique used for this research is multiple linear regression with dependent variable is income tax revenue and independent variable is inflation, tax audit and tax payers. The result of study reveal that variable of tax audit and rax payers have a significant effect on income tax revenue, whereas the variable of inflation has no significant effect on income tax revenue. Result of the study simultaneously with independent variable is inflation, tax audit and tax payers have a significant effect on income tax revenue with the ability of independent vaiables in explaining the dependent variable by 19%. Keywords: Inflation, Tax Audit, Tax Payers, Income Tax Revenue   ABSTRAK Penelitian ini dilakukan atas dasar perdebatan mengenai pengaruh variabel ekonomi makro seperti inflasi, dan kebijakan fiskal terhadap penerimaan pajak penghasilan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data bulanan mulai tahun 2010 sampai 2014 dengan sampel sebesar 50 buah data runtut waktu. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari dokumentasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara dan Badan Pusat Statistik Kota Malang. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan variabel bebas adalah penerimaan pajak penghasilan dan variabel bebas adalah inflasi, pemeriksaan pajak dan jumlah wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pemeriksaan pajak dan jumlah wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak penghasilan, sedangkan variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak penghasilan. Hasil penelitian secara simultan variabel inflasi, pemeriksaan pajak dan jumlah wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak penghasilan dengan kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat sebesar 19%.   Kata Kunci: Inflasi, Pemeriksaan Pajak, Jumlah Wajib Pajak, Penerimaan Pajak Penghasilan
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PEMERIKSAAN PAJAK DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENERIMAAN PAJAK (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan) Anggraini, Devi Septya
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.56 KB)

Abstract

Tax collection system applied in Indonesia is self assessment system. This system opens up a gap for the taxpayer to be dishonest in filling SPT. Tax directorate general obligation to supervise and guidance on tax compliance through administrative controls and through tax audits. Destination of this study is measure the level of tax audit effectiveness  based SP2 settlement  and based on actual receipts tax audit.This research uses descriptive research methods with a qualitative approach. The analytical method used data analysis model of Miles and Huberman. This Research location is in KPP Pratama South Malang. The results showed that the effective implementation of the settlement of tax audits based on realization of revenue from the tax examination in KPP Pratama South Malang in 2012 including ineffective criteria, 2013 including very effective criteria, 2014 including very effective criteria, and in 2015 including in the very effective criteria. Factors affecting tax audits on KPP pratama south malang are the coorporative taxpayer,  tax inspectors, limited times, different physiology of taxpayers,  office facilities are available, good communication, leadership are supporting, and have  good cooperation between divisions. Keywords : Effectiveness, Tax Audit, Tax Revenue, Factors AffectingTax Audits. ABSTRAK Sistem pemungutan pajak yang diterapkan di Indonesia adalah self assessment system. Sistem ini membuka celah bagi Wajib Pajak untuk tidak jujur dalam pengisian SPT. Direktorat Jenderal Pajak berkewajiban melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap kepatuhan Wajib Pajak baik melalui pengawasan administratif maupun melalui pemeriksaan pajak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat efektivitas pelaksanaan pemeriksaan pajak berdasarkan penyelesaian SP2 dan berdasarkan realisasi penerimaan pemeriksaan pajak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis data model Miles and Huberman. Lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah KPP Pratama Malang Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat efektivitas pelaksanaan pemeriksaan pajak berdasarkan realisasi penerimaan pemeriksaan pajak di KPP Pratama Malang Selatan tahun 2012 termasuk dalam kriteria tidak efektif, 2013 termasuk dalam kriteria sangat efektif, 2014 termasuk dalam kriteria sangat efektif, dan tahun 2015 termasuk dalam kriteria sangat efektif. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pemeriksaan pajak antara lain sikap Wajib Pajak, petugas pemeriksa pajak, waktu pemeriksaan yang singkat, psikologi Wajib Pajak, fasilitas kantor, komunikasi, serta dukungan dari pimpinan dan kerjasama yang baik antar bagian. Kata Kunci : Efektivitas, Pemeriksaan Pajak, Penerimaan Pajak, Faktor-Faktor Pelaksanaan Pemeriksaan Pajak.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM ELEKTRONIK NOMOR FAKTUR (E-NOFA) PAJAK SEBAGAI UPAYA MENCEGAH PENERBITAN FAKTUR PAJAK FIKTIF (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cikarang Utara) Setyawati, Vitriani Ayu
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.864 KB)

Abstract

This study aims to determine the implementation of Invoice Numbering Electronic System (e-NOFA) and know the barriers as well as the alternative ways to overcome the barriers of the  implementation Invoice Numbering Electronic System (e-Nofa) in an attempt to prevent the issue of fictitious tax invoice. The type of research which is used in this study is descriptive with a qualitative approach. The result of this study is implementation of Invoice Numbering Electronic System on tax office Pratama Cikarang Utara is not fully able to prevent fictitious tax invoice especially for a tax invoice which is not published based on actual transactions, since after the implementation of e-Nofa there is still a case of fictitious tax invoice in tax office  Pratama Cikarang Utara, but they are able to prevent the issue of fictitious tax invoices published not by PKP. The barriers which arise are difficulty to adjust the system in the company owned by PKP, the person still has to come to the tax office, the dependent system and Internet networks, data synchronization tax office with DJP. Alternative ways to overcome these barriers can be done by the tax office  Pratama Cikarang Utara is to disseminate and follow up on existing constraints , E - Nofa Online , improve the quality of systems and Internet networks , and restart the server admin.  Keyword : E-NOFA, Fictitious Tax Invoice  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Sistem Elektronik Penomoran Faktur (e-NOFA) dan hambatan serta alternatif cara mengatasi hambatan penerapan Sistem Elektronik Penomoran Faktur (e-NOFA) sebagai upaya mencegah penerbitan faktur pajak fiktif. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah penerapan sistem elektronik nomor faktur di KPP Pratama Cikarang Utara ini belum sepenuhnya mampu mencegah faktur pajak fiktif terutama untuk faktur pajak yang diterbitkan bukan berdasarkan transaksi yang sebenarnya karena setelah penerapan e-nofa ini masih ada kasus faktur pajak fiktif di KPP Pratama Cikarang Utara, namun mampu mencegah penerbitan faktur pajak fiktif yang diterbitkan bukan oleh PKP. Hambatan yang muncul adalah sulit menyesuaikan sistem di perusahaan milik PKP, masih harus datang ke KPP, ketergantungan sistem dan jaringan internet, sinkronisasi data KPP dengan DJP. Alternatif cara mengatasi hambatan tersebut yang dilakukan oleh KPP Pratama Cikarang Utara adalah dengan melakukan sosialisasi dan menindaklanjuti kendala yang ada, E-NOFA Online, meningkatkan kualitas sistem dan jaringan internet, dan restart server admin. Kata Kunci : E-NOFA, Faktur Pajak Fiktif
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BENCHMARK BEHAVIORAL MODEL DALAM PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN PAJAK (Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Malang) Laicha, Sani’
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.613 KB)

Abstract

Self assessment system is one kind of tax collection which the taxpayers have a duty to count, calculate, pay and report their tax obligation by themselves. In the other side, not all of taxpayers obey the rule to pay and report it well so supervision and tax audit needed by tax officer. One of the methods that used by tax officer in doing tax supervision and audit is using benchmark behavioral model methods or its usually called by BBM. The objective of research is to know and describe how the implementation of BBM policy in tax supervision and audit. This research using case study with qualitative approach. Result of research shows that BBM method can be used as a tool in supervision and audit but can not be used as the base of tax assessment letter. BBM has a function as an alarm for account representatif in doing tax intensification. BBM also helps tax auditor task in audit planning and audit area arrangement. Keywords : Self Assessmnet System, Supervision, Audit, BBM ABSTRAK Self assessment system adalah salah satu jenis pemungutan pajak dimana wajib pajak mempunyai kewajiban untuk menghitung, memperhitungkan, menyetor dan melapor sendiri kewajiban perpajakannya. Di lain pihak, tidak semua wajib pajak patuh untuk menyetor dan melapor dengan baik dan benar sehingga diperlukan pengawasan dan pemeriksaan pajak oleh fiskus pajak. Salah satu metode yang digunakan oleh fiskus dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan pajak adalah dengan metode benchmark behavioral model atau yang lebih dikenal dengan BBM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana implementasi kebijakan BBM dalam proses pengawasan dan pemeriksaan pajak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian mengemukakan bahwa metode BBM digunakan sebagai salah satu alat bantu dalam pengawasan dan pemeriksaan namun tidak dapat digunakan sebagai dasar penerbitan surat ketetapan pajak. BBM berfungsi sebagai alarm bagi account representative dalam melakukan intensifikasi pajak. BBM juga membantu tugas pemeriksa pajak dalam hal penyusunan perencanaan pemeriksaan dan luas pemeriksaan. Kata kunci: Self Assessment System, Pengawasan, Pemeriksaan, BBM
DAMPAK PENERAPAN SURAT PEMBERITAHUAN MASA ELEKTRONIK (e-SPT) TERHADAP EFEKTIVITAS DAN PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (Studi Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batu) Hati, Indah Permata
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.033 KB)

Abstract

This research aims to know the policy of reporting e-VAT, supporting and inhibitors factor in the adjustment PER-11/PJ/2013, the comparisons degree of reporting e-VAT, the effectiveness before and after the application PER-11/PJ/2013 towards VAT, and the level of contribution before and after the application PER-11/PJ/2013 towards VAT, and obstacles during assembling VAT itself. This research used descriptive with qualitative approach. The result of this research is the regulation from Directorate General of Tax PER-11/PJ/2013 make system of administration that are imposed on Service section, Data Processing section and Information became more efficient. The average number of reporting of submit e-VAT bigger before the implementation PER-11/PJ/2013. The number of effectivness and contribution VAT are bigger after the implementation PER-11/PJ/2013. For the example supporting factor, Primary Tax Office in Batu is socialize to taxable employers, by giving consultation service, and giving information about taxpayer compliance by using SMS Services, Whatsapp, although Email. For the inhibitor factor about assembling e-SPT consist of taxable employers that haven’t known well yet about how to used e-SPT PPN, and for the number of attention about taxable employers is still low. Keywords :    Effectivness, Contributions, Realization of acceptance, Target revenues, e-VAT, Value Added Tax. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kebijakan pelaporan e-SPT Masa PPN (PER-11/PJ/2013) pada KPP Pratama Batu periode tahun 2011-2014, perbandingan tingkat pelaporan e-SPT Masa PPN, tingkat efektivitas sebelum dan sesudah penerapan PER-11/PJ/2013 terhadap penerimaan Pajak Pertambahan Nilai, tingkat kontribusi sebelum dan sesudah penerapan PER-11/PJ/2013 terhadap penerimaan Pajak Pertambahan Nilai, dan kendala-kendala dalam penerapan e-SPT Masa PPN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah peraturan Direktorat Jenderal Pajak PER-11/PJ/2013 adalah jumlah pelaporan dalam menyampaikan e-SPT Masa PPN lebih besar sebelum diterapkannya e-SPT. Tetapi  tingkat efektivitas dan tingkat kontribusi penerimaan Pajak Pertambahan Nilai lebih besar setelah diterapkannya PER-11/PJ/2013. Faktor pendukung yang dilakukan KPP Pratama Batu adalah mensosialisasikan kepada PKP, memberikan pelayanan berupa konsultasi, dan memberikan informasi mengenai setiap kebijakan kepada wajib pajak dengan menggunakan SMS Service, Whatsapp, maupun Email. Dan faktor penghambat terkait penerapan e-SPT terdiri dari WP PKP yang masih belum memahami cara penggunaan aplikasi e-SPT PPN, dan kepedulian WP PKP yang masih rendah.   Kata Kunci: Efektivitas, Kontribusi, Realisasi Penerimaan, Target Penerimaan, Surat Pemberitahuan Masa Elektronik, PPN.
POTENSI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEKTOR PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) (STUDI KASUS DI KABUPATEN MALANG DITINJAU DARI PERBEDAAN HARGA PASAR WAJAR DENGAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK (NJOP) BUMI YANG BERLAKU) Yunarti, Dwi Aprianing
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.916 KB)

Abstract

Tax of Land and Property of Rural and Urban Sector (PBB-P2) as one of taxes local types has managed by the Local Goverment starts from administration process to tax collection include the exploration of tax potential. Type of this study is descriptive research with qulitative approach. The focus of this study is the factors that influence the potential loss of Tax of Land and Property of Rural and Urban Sector (PBB-P2), the process of determine Land Tax Object Selling Value and the impact of any such establishment. The research site is in the village Mulyoagung of Dau Subdistrict Malang by using several research techniques such as interview, documentation and observation. The results of this research explain that the establishment of procedures and regulations of Land Tax Object Selling Value in Malang is appropriate. However, the differences in report of the value of sales, Malang has lost the potential amount 54%. This means that adjustments amount 54% should be needed to reflect the actual costs with considering some factors exist such as justice, social, economic, political and mindset of society. Keywords: Potency, Tax Object Selling Value (NJOP), Fair Market Price     ABSTRAK   Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan salah satu pajak yang dikelola oleh Pemerintah Daerah mulai dari proses administrasi hingga penagihan pajak termasuk penggalian potensinya. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan pendekatan metodologi kualitatif. Fokus dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi hilangnya potensi Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), proses penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan dampak dari adanya penetapan tersebut. Adapun lokasi dan situs penelitian berada di Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang dengan mengambil teknik penelitian berupa wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa secara prosedur dan peraturan penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Bumi di Kabupaten Malang sudah sesuai. Akan tetapi, dengan adanya perbedaan pelaporan nilai jual menyebabkan Kabupaten Malang kehilangan potensi sebesar 54%. Hal tersebut berarti bahwa diperlukan penyesuaian sebesar 54% untuk mencerminkan harga yang sesungguhnya dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang ada seperti faktor keadilan, sosial, ekonomi, politis dan pola pikir masayarakat. Kata kunci: Potensi, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Harga Pasar Wajar
PERAN PEMUNGUTAN PAJAK PARKIR DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA MALANG (Studi Kasus Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang) Puspitasari, Rosalina Anggraeni
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.371 KB)

Abstract

The aim of this study is to describe the implementation of parking tax collection, the role of parking tax collection and contribution to the improvement of PAD Malang. This study used a qualitative descriptive approach. Local Revenue (PAD) is one of the authorized capital Regional Government in obtaining funds from the potential of the region it self. These results indicate that the rate of contribution to the Parking Tax Local Revenue Malang years 2009-2013 tends to fluctuate. The highest contribution occurred in 2010 in the amount of 1.17% and the lowest contribution occurred in 2011 in the amount of 0.66%. Because there are several objects Parking Tax Levy turned into objects parking, so no polling on the delegation of authority to the Department of Transportation of the object Malang who has a duty as a collector, parking levies, therefore object parking tax collected by the Revenue Office Malang Parking is reduced causing tax revenue from parking sector is also reduced. Overall contribution rate in 2009-2013 is very less because the percentage of contribution obtained less than 10%. Keyword : Collection, Parking tax and Local Revenue (PAD). Abstrak Maksud penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pemungutan Pajak Parkir, peran pemungutan Pajak Parkir dan kontribusinya terhadap peningkatan PAD Kota Malang, sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakna pendekatan deskriptif kualitatif. Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu modal dasar Pemerintahan Daerah dalam mendapatkan dana yang bersumber dari potensi daerahnya sendiri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kontribusi Pajak Parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Malang tahun 2009-2013 cenderung fluktuatif. Kontribusi tertinggi terjadi pada tahun 2010 yaitu sebesar 1,17% dan kontribusi terendah terjadi pada tahun 2011 yaitu sebesar 0,66%. Hal ini dikarenakan berdasarkan instansi tersebut ada beberapa objek Pajak Parkir berubah menjadi objek Retribusi Parkir, sehingga ada pelimpahan wewenang pemungutan atas objek tersebut kepada Dinas Perhubungan Kota Malang yang memiliki tugas sebagai pemungut Retribusi Parkir, oleh karena objek Pajak Parkir yang dipungut oleh Dinas Pendapatan Kota Malang berkurang menyebabkan penerimaan Pajak Parkir dari sektor Parkir juga berkurang. Keseluruhan angka kontribusi pada tahun 2009-2013 termasuk dalam kriteria sangat kurang karena presentase kontribusi yang didapat kurang dari 10%.   Kata Kunci : Pemungutan, Pajak parkir dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).