cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 4 (2020)" : 10 Documents clear
Pengaruh Populasi Tanaman dan Pemupukan N, K pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Laili, Alfinik Matil; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1392

Abstract

Kacang hijau memiliki rata-rata hasil 0,90-1,98 ton/ha sedangkan potensi hasil yang dicapai 2,4 ton/ha berarti hasil masih jauh dari potensi (Balitkabi, 2017). Penyebabnya adalah pengaturan populasi tanaman dan pemupukan yang kurang tepat. Oleh karena itu perlu upaya mengatur populasi tanaman yang tinggi dan membutuhkan peningkatan dosis pupuk N, K. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh pengaturan populasi tanaman dan pemupukan N, K pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Lahan Desa Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu pada bulan September sampai November  2018. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT), faktor pertama adalah populasi tanaman (J) yaitu: J1 = 200.000 tanaman/ha, J2 = 250.000 tanaman/ha, J3 = 300.000 tanaman/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk (K) yaitu: K1 = N 25 kg/ha, K2O 25 kg/ha, K2 = N 50 kg/ha, K2O 50 kg/ha, K3 = N 75 kg/ha, K2O 75 kg/ha, K4 = N 100 kg/ha, K2O 100 kg/ha. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan dosis pupuk N, K 100 kg/ha menghasilkan bobot kering/tanaman 5,34 g/tanaman lebih tinggi 22,48% dari dosis pupuk N, K 25 kg/ha. Sedangkan perlakuan populasi 300.000 tanaman/ha dan pemupukan 100 kg/ha menghasilkan bobot kering ton/ha sebesar 1,76 ton/ha tidak berbeda nyata jika dibandingkan populasi 200.000 tanaman/ha dan pemupukan N, K 75 kg/ha yang menghasilkan bobot kering ton/ha sebesar 1,58 ton/ha.
Potensi Ekstrak Daun Pinus (Pinus merkusii) Sebagai Bioherbisida Terhadap Gulma Teki (Cyperus rotundus L.) Siregar, Benyamin Handoko; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1394

Abstract

Gulma ialah tumbuhan yang tumbuh di sekitar tanaman yang tidak dinginkan manusia. Istilah lain yang digunakan untuk gulma ialah tanaman liar. Gulma yang merupakan pesaing tanaman dalam pemanfaatan unsur hara, air, dan ruang, di taksir ada sekitar 120 jenis. Sebagian gulma juga menjadi tempat hidup dan tempat bernaung hama dan penyakit tanaman, serta menyumbat saluran air. Salah satu gulma yang selalu ditemukan di lahan ialah Cyperus rotundus L atau yang biasa disebut dengan gulma teki. Teki merupakan gulma tahunan yang mudah di temukan di Indonesia karena memiliki iklim tropis. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memberantas atau mengendalikan pertumbuhan gulma. Salah satunya ialah dengan menggunakan herbisida. Tetapi penggunaan herbisida sintetis yang berlebihan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Hal tersebut dapat membahayakan organisme lain terutama manusia sebagai konsumen terakhir. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun pinus dalam mengendalikan gulma teki dan mendapatkan konsentrasi ekstrak daun pinus yang tepat dalam mengendalikan gulma teki. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2019 di Greenhouse yang bertempat di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang dengan ketinggian 525 meter di atas permukaan laut (MDPL). Alat yang digunakan dalam penelitian ini ialah polybag, kamera, penggaris, alat tulis, hand sprayer, tanah, kompos, labu erlenmeyer, labu takar, shaker, kertas saring, blender, Vacum Rotary Evaporator, timbangan analitik. Bahan yang di gunakan pada penelitian ini ialah Pinus merkusii, aquades, benih gulma teki, air sumur dan aseton 70%. Penelitian di rancang dalam bentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL).
Manfaat Kompos Limbah Kulit Kopi dan Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan Pembibitan Tanaman Kopi (Coffea canephora P.) Simbolon, Bona Hasian; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1395

Abstract

Tanaman kopi (Coffea canephora P) merupakan tanaman dengan beragam manfaat, menyebabkan tingkat konsumsi kopi semakin meningkat. Pembibitan merupakan tahapan awal yang dapat meningkatkan produksi dari tanaman kopi. Media tanam memegang peranan penting dalam pembibitan kopi. Penggunaan media tanam yang tepat akan memberikan pertumbuhan yang optimal bagi tanaman. Untuk itu, diperlukan media tanam yang efektif untuk menunjang pertumbuhan bibit kopi yang optimal. Salah satu media tanam yang dapat dimanfaatkan untuk pembibitan kopi adalah limbah kulit kopi hasil sisa produksi tanaman kopi yang telah dikomposkan karena dinilai memiliki kandungan c-organik sebesar 43,3%, kadar nitrogen 2,98%, fosfor 0,18% dan kalium 2,26% yang dapat dimanfaatkan bagi bibit tanaman kopi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juli 2019 di Desa Kasin Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang terdiri dari 9 perlakuan komposisi media tanam dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kompos sekam padi dengan perlakuan 25% tanah + 75% (P7) kompos sekam padi mununjukkan pertumbuhan bibit tanaman kopi yang terbaik dan sama dengan perlakuan media tanam 100% (P0). Hal ini dibuktikan pada parameter pengamatan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, berat basah tajuk, berat kering tajuk, panjang akar, jumlah akar, volume akar, berat basah akar, dan berat kering akar yang paling tinggi dibandingkan semua perlakuan.
Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Pengaruhnya pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Novatriana, Christina; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1396

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia. Hasil produksi bawang merah tahun 2015 sebesar 1.229.184 ton dan meningkat menjadi 1.446.860 ton tahun 2016, akan tetapi tingkat konsumsi masyarakat Indonesia lebih tinggi dibandingkan produksi bawang merah. Tujuan penelitian yaitu untuk mempelajari aplikasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada April-Juni 2019 di Jalan Puncak Joyo Agung, Lowokwaru, Malang. Alat yang digunakan yaitu cangkul, pisau, timbangan analitik, jangka sorong, gelas ukur, kamera, dan alat tulis. Bahan yang digunakan yaitu benih bawang merah varietas Tajuk, PGPR, pupuk kompos, pupuk kandang ayam, pupuk NPK. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok sederhana dengan 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali yaitu; P0: tanpa aplikasi PGPR; P1: perendaman 30 menit dengan dosis 0 ml; P2: perendaman 60 menit dengan dosis 0 ml; P3: perendaman 0 menit dengan dosis 20 ml; P4: perendaman 30 menit dengan dosis 20 ml; P5: perendaman 60 menit dengan dosis 20 ml; P6: perendaman 0 menit dengan dosis 30 ml; P7: perendaman 30 menit dengan dosis 30 ml; P8: perendaman 60 menit dengan dosis 30 ml. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Uji F). Apabila terdapat pengaruh di antara perlakuan maka dilakukan uji lanjutan dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian perlakuan P7 mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang tertinggi dan mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar, bobot kering, jumlah umbi, dan diameter umbi.
Pengaruh Bobot Umbi dan Pemupukan Kalium pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Talas Mbote (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) di Lahan Kering Chriswanto, Deby Alfian; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1397

Abstract

Umbi talas mbote adalah satu diantara beberapa komoditas umbi-umbian yang berpotensi sebagai sumber bahan pangan alternatif. Dalam budidaya tanaman talas mbote biasanya petani menggunakan bahan tanam umbi dengan bobot umbi lebih kecil yang kurang nilai ekonomisnya, sedangkan umbi yang bobotnya lebih besar akan dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tanaman talas mbote biasanya ditanam di pekarangan, sehingga perhatian petani pada masalah unsur hara masih rendah. Berdasrkan hal tersebut dapat diketahui bahwa adanya kesamaan karakteristik pekarangan dan lahan kering yaitu tingkat kesuburan yang rendah. Pemupukan merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kesuburan tanah. Unsur kalium sangat dibutuhkan dalam jumlah yang besar oleh tanaman umbi-umbian. Oleh karena itu, perlunya dilakukan percobaan tentang pengaruh bobot umbi dan pemupukan kalium. Hal ini bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan informasi mengenai pengaruh bobot umbi dan pupuk kalium pada pertumbuhan dan hasil tanaman talas di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan November 2018 sampai dengan Mei 2019. Rancangan yang digunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mendapatkan hasil umbi yang maksimum sebesar 24,87 ton ha-1 pada bobot umbi 25-30 g diperlukan penambahan pupuk kalium sebesar 73% (197,8 kg KCl ha-1). Pada bobot umbi 35-40 g dengan peningkatan dosis kalium (67,75 kg KCl ha-1) menyebabkan turunnya hasil umbi sekitar 11,8 %. Sedangkan pada bobot umbi 45-50 g diperlukan dosis K sebesar 87% (235,8 kg KCl ha-1) untuk mendapatkan hasil umbi maksimum sebesar 20,82 ton ha-1.
Uji Kebenaran dan Tingkat Kemurnian Enam Varietas Kacang Panjang (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) Polong Ungu Sari, Desinta Kumala; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1398

Abstract

Kacang panjang polong ungu mengandung antosianin yang bermanfaat bagi tubuh. Selain memiliki kandungan gizi, kacang panjang polong ungu harus dijamin kebenaran varietasnya. Pengujian kebenaran dan kemurnian diperlukan untuk memperbarui mutu benih dalam rangka pelepasan varietas. Tujuan pelaksanaan penelitian ini ialah untuk menguji kebenaran dan mengetahui tingkat kemurnian masing-masing enam varietas kacang panjang polong ungu. Penelitian ini berlokasi di Lahan Percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya di Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2019. Bahan yang digunakan meliputi enam varietas kacang panjang polong ungu, yaitu BU 1, BU 2, BU 3, BU 4, BU 5 dan BU 6. Penelitian dilakukan dengan pembuktian secara visual, yaitu membandingkan keragaan tanaman dengan deskripsinya. Hasil penelitian membuktikan bahwa, pada karakter kualitatif keenam varietas kacang panjang ungu telah sesuai dengan deskripsi PPVT. Pada karakter kuantitatif didapatkan nilai KK pada keenam varietas dengan kisaran rendah hingga sedang.   Kata Kunci: Kacang Panjang, PPVT, Tingkat Kemurnian, Uji Kebenaran.   ABSTRACT   Purple yardlong bean contain anthocyanins which are beneficial to the body. In addition to high nutrtion, purple yardlong bean must be guaranteed validation of a varieties. Validity test and purity still need to be done to renew seed quality in order to release plant varieties. The purpose of this research is to test the validity and to determine the purity level of six varieties purple yardlong bean. This research was located at Experimental Field of the Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya in Jatimulyo Village, Lowokwaru District, Malang, East Java. The research was conducted from March to June 2019. The materials used included six varieties purple yardlong beans, BU 1, BU 2, BU 3, BU 4, BU 5 dan BU 6. The research was conducted by visual verification, which compares the diversity of plants with their description. The result showed, in qualitative character of the six varieties purple yardlong bean in accordance with the PPVT description. In quantitative character, KK values of six varieties has a value KK low to medium.
Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Krop (Lactuca sativa L.) Kurniawati, Dwi Mertin; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1399

Abstract

Selada krop (Lactuca sativa L.) ialah tanaman sayur yang memiliki daun berlapis-lapis membentuk krop. Salada krop banyak diminati untuk konsumsi karena memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Permintaan yang semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan konsumen tidak sebanding dengan peningkatan produksi selada krop. Sehingga, perlu pemupukan berupa pupuk organik cair dan pengaturan jarak tanam yang optimal dapat menghasilkan bobot dan diameter krop yang optimal. Tujuan dilaksanakan penelitian ini ialah untuk mempelajari interaksi antara jarak tanam dengan pemberian pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil selada krop. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2019 di Kebun Percobaan PT. BISI Internasional Tbk. Farm Pujon. Letak ketinggian tempat yaitu 1.080 mdpl. Suhu harian rata-rata tempat yaitu 20-25 ℃. Alat yang akan digunakan dalam penelitian yaitu cangkul, gunting, ember, cetok, sprayer, jangka sorong, meteran, penggaris, kayu, timbangan analitik, tray, dan gembor. Bahan yang digunakan yaitu benih tanaman selada krop LT 18001, pupuk cair organik, raffia, benih, polibag mini, papan label (alfa board) dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan jarak tanam 25 cm x 25 cm dengan pemberian POC konsentrasi 5 ml menghasilkan bobot segar sebesar 22,12 ton Ha-1. Perlakuan jarak tanam 35 cm x 35 cm memberikan hasil pertumbuhan tanaman pada lebar kanopi dan diameter kanopi yang terbaik dari pada perlakuan lainya. Perlakuan pemberian pupuk organik cair (POC) dengan konsentrasi 5 ml mampu memberikan respon yang baik pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada krop pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, diameter krop, dan diameter krop saat panen.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat Ungu (Lycopersicum esculentum. L. var. indigo rose) Terhadap Intensitas Naungan dan Pemberian Pupuk MgSO4 Thaherah, Firinka Amalia; Karyawati, Anna Satyana
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1400

Abstract

Tomat Ungu (Lycopersium esculentum L. var. indigo rose) merupakan salah satu jenis komoditas tomat yang termasuk ke dalam tanaman hortikultura golongan sayur-sayuran dan buah-buahan yang merupakan sumber antioksidan dan bermanfaat bagi kesehatan manusia. Sumber antioksidan tomat ungu berasal dari senyawa yang terkandung di dalam buah tomat ungu seperti likopen dan β-karoten, perbedaan yang dimiliki oleh tomat ungu apabila dibandingkan dengan tomat pada umumnya adalah tomat ungu tersebut memiliki sumber antioksidan tambahan yaitu kandungan antosianin di dalam buahnya. Selain itu, buat tomat ungu juga mengadung berbagai macam jenis vitamin diantaranya, B1, B2, B3, E, C serta D. Dalam industri pertanian, tanaman tomat ungu masih sangat minim untuk dibudidayakan, sehingga dibutuhkan beberapa upaya untuk meningkatkan produksi, tidak hanya memperhatikan dari segi kuantitas namun juga secara kualitas.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh intensitas naungan dan pupuk MgSO4, serta untuk menentukan intensitas naungan dan dosis pemupukan MgSO4 yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat ungu. Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Agustus 2018 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Malang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT). Pengamatan dilakukan secara non destruktif dan destruktif yang dibagi menjadi dua variabel, yaitu variabel pengamatan pertumbuhan yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan waktu muncul bunga serta variabel pengamatan hasil panen yang meliputi jumlah buah per tanaman, diameter buah, bobot buah total, kadar likopen, kadar β-karoten dan kadar antosianin. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang nyata dari kombinasi perlakuan tanpa naungan dan pemupukan MgSO4 2 gr.tan-1 terhadap kandungan antosianin.
Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Afandiyah, Gioniva; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1401

Abstract

Cabai rawit termasuk dalam tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Nilai produktivitas cabai rawit mencapai 6,69 ton ha-1 sedangkan nilai potensi produksi cabai rawit mencapai 10-20 ton ha-1. Rendahnya nilai produksi cabai rawit dipengaruhi oleh rendahnya mutu benih yang meliputi mutu fisik, fisiologis dan genetik. Peningkatan mutu benih dapat dilakukan dengan penanganan pascapanen yang tepat yang mencakup proses ekstraksi benih dan penggunaan genotipe berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perlakuan metode ekstraksi, genotipe dan interaksinya terhadap viabilitas dan vigor benih cabai rawit. Penelitian dilakukan pada Februari hingga Mei 2019 di Greenhouse dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Pada penelitian ini, diuji 3 genotipe (CRUB2, CRUB3, CRUB4) dan 1 varietas (Varietas Manteb) dengan menggunakan 2 metode ekstraksi (Ekstraksi Kering dan Ekstraksi Basah) pada 2 waktu pengamatan (benih umur 2 bulan dan 4 bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstraksi basah dapat meningkatkan viabilitas pada variabel potensial tumbuh maksimum dan vigor pada variabel kecepatan dan keserempakan tumbuh saat benih umur 4 bulan. CRUB4 menunjukkan respon terbaik pada viabilitas benih variabel potensial tumbuh maksimum dan CRUB2 menunjukkan nilai tertinggi pada viabilitas benih variabel laju perkecambahan saat benih umur 4 bulan sedangkan Manteb menunjukkan keserempakan tumbuh terendah pada vigor benih saat umur 2 bulan serta terdapat interaksi antar perlakuan pada variabel daya berkecambah.
Dampak Populasi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) terhadap Produktivitas dan Kadar Steviosida Stevia (Stevia rebaudiana B.) pada Sistem Tanam Tumpangsari Wibisono, Gunawan; Ariffin, Ariffin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1402

Abstract

Stevia ialah tanaman herbal yang cocok sebagai alternatif pengganti tanaman tebu sebab mengandung bahan pemanis yang disebut dengan steviosida dan rebaudiosida. Potensi stevia sebagai tanaman obat yang bermanfaat untuk mengobati obesitas, mencegah dan melawan diabetes. Permasalahan yang ada saat ini ialah terbatasnya pengembangan model budidaya tumpangsari untuk meningkatkan kualitas tanaman stevia di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dampak populasi jagung manis terhadap lingkungan mikro tanaman stevia dalam tumpangsari dan mempelajari dampak penaungan tanaman jagung manis terhadap hasil brangkasan daun dan kadar steviosida dari tanaman stevia. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan Maret-Mei 2019 selama 2 bulan. Penelitian menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 taraf perlakuan dan 4 ulangan. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis anova dengan menggunakan anailis uji F pada taraf 5 % untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman terhadap perlakuan. Apabila hasilnya nyata maka akan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan tingkat kesalahan 5 % untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penanaman jagung manis dengan populasi 60.000 dan 40.000 tanaman ha-1 menghasilkan lingkungan mikro yang memberikan dampak positif terhadap kandungan steviosida yang memiliki kandungan sama tingginya dengan yang ditanam monokultur. Naungan jagung manis berdampak negatif pada brangkasan daun stevia tumpangsari dibandingkan monokultur. Populasi jagung manis mempunyai pengaruh terhadap lingkungan mikro stevia sehingga mempengaruhi brangkasan daun stevia dan kadar steviosida sebesar 82 %. Populasi optimum 15.000 tanaman ha-1 ialah yang populasi jagung manis yang optimum untuk ditumpangsarikan dengan stevia.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue