cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 5 (2020)" : 11 Documents clear
Pengaturan Naungan dan Pemanfaatan Plastik Sebagai Reflektor untuk Meningkatkan Hasil Produksi pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Pakpahan, Hans Ignatius; Ariffin, Ariffin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1404

Abstract

Tanaman tomat merupakan komuditas yang memiliki banyak manfaat dan banyak diminati masyarakat. Tanaman tomat dapat tumbuh didataran rendah dengan ketinggian kurang dari 200 mdpl. Produksi tomat di Indonesia pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 4,17% yang disebabkan oleh penyakit busuk buah dan cuaca yang tidak sesuai dengan syarat tumbuh tanaman tomat. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah pemberian naungan yang berguna untuk melindungi tanaman dari sinar matahari langsung. Pemberian naungan pada tanaman tomat mampu memodifikasi iklim mikro seperti intensitas cahaya matahari, suhu udara, kelembapan tanah, dan suhu tanah sehingga dengan adanya penggunaan naungan paranet mampu menghasilkan produksi lebih optimal. Penelitian bertujuan untuk menganalisa pengaruh penggunaan reflektor pada tanaman yang ternaung terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2019, di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 12 kombinasi dan 3 ulangan. Kombinasi terdiri dari N0R0, N0R1, N0R2, N1R0, N1R1, N1R2, N2R0, N2R1, N2R2, N3R0, N3R1, N3R2. Pengamatan yang dilakukan yaitu aspek lingkungan, pertumbuhan, dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi N3R2 pada tanaman tomat memberikan pertumbuhan yang lebih baik,  sedangkan kombinasi N1R1 memberikan hasil yang lebih baik pada tanaman tomat, seperti jumlah buah dan bobot  buah.
Respon Pertumbuhan Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) pada Cekaman Salinitas Ashari, Sinta Ayu Dewi; Purwaningrahayu, Runik Dyah; Islami, Titiek; Sitompul, Syukur Makmur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1405

Abstract

Kedelai merupakan komoditas kacang-kacangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena kandungan nutrisi yang tinggi. Produksi kedelai di Indonesia belum dapat memenuhi tingkat konsumsi sehingga menyebabkan terjadinya impor. Faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas kedelai dalam negeri salah satunya semakin berkurangnya lahan optimal karena beralih fungsi. Hal tersebut yang mendasari perlu ditingkatkannya produktivitas kedelai melalui beberapa hal seperti ekstensifikasi. Ekstensifikasi bisa dilakukan dengan penggunaan lahan marginal yaitu tanah salin. Penggunaan tanah salin dalam budidaya kedelai nyatanya masih mengalami hambatan dalam menghasilkan produksi kedelai yang tinggi. Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari tanggapan pertumbuhan dari varietas dan galur harapan kedelai terhadap salinitas, Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca BALITKABI Malang pada bulan April-Juli 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama terdiri dari tingkat salinitas 0 mS cm-1 (S0), 4 mS cm-1 (S4), 8 mS cm-1 (S8), 12 mS cm-1 (S12), 16 mS cm-1 (S16). Faktor kedua varietas dan galur harapan kedelai terdiri dari Anjasmoro (G1), Wilis (G2), Ringgit (G3), K-10 (G4), K-11 (G5), K-12 (G6), K-13 (G7), K-14 (G8), K-15 (G9), N-8 (G10).  Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi tingkat salinitas dengan benih kedelai. Kedelai mengalami pertumbuhan yang tidak normal bahkan megalami kematian pada tingkat salinitas yang semakin tinggi yaitu 16 mS cm-1. Galur harapan K-15 dan K-13 memberikan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan galur harapan dan varietas pembanding yang lain pada beberapa tingkat salinitas ditinjau dari parameter pertumbuhan.
Pengaruh Pupuk Daun dan GA3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bunga Potong Krisan (Chrysanthemum morifolium) Reginasari, Immanuelita Sarah; Roviq, Mochammad; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1406

Abstract

Bunga potong memiliki nilai estetika yang tinggi dan memberikan keindahan untuk dekorasi atau hiasan ruang. Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium) memiliki warna yang menarik dan bentuk bunga yang indah sehingga tanaman krisan menjadi salah satu tanaman hias yang cukup digemari di Indonesia. Tanaman krisan dapat diproduksi menjadi bunga potong maupun bunga pot. Nilai penting untuk pemasaran bunga krisan potong ialah panjang tangkai (Kazaz et al., 2010). Pemberian pupuk pada tanaman dapat diberikan melalui daun. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) juga dapat meningkatkan hasil tanaman krisan dan umur panen. Pemberian ZPT terhadap tanaman krisan, mampu memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan krisan yang tidak diberikan perlakuan apapun. Penelitian dilaksanakan di Desa Beru, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur di dalam greenhouse. Penelitian dilaksanakan bulan Januari hingga April 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor. Faktor pertama pupuk daun rosasol N pada fase vegetatif dan rosasol P pada fase generatif, faktor kedua asam giberelin (GA3). Perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 250 ppm GA3 dan 3 g/L pupuk daun memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
Pengaruh Pemulsaan dan Dosis Herbisida terhadap Pertumbuhan dan Produksi pada Tanaman Jagung Ungu (Zea Mays var. Ceratina Kulesh) Panjaitan, Inpaulus Bonardo; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1407

Abstract

Jagung (Zea mays) merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang strategis dan bernilai ekonomi karena kedudukannya sebagai sumber utama karbohidrat dan protein kedua setelah beras. Produktivitas tanaman jagung sempat menurun pada tahun 2012 dan 2013, kemudian kembali meningkat pada tahun berikutnya. Jagung ungu (Zea mays var. Ceratina Kulesh) merupakan salah satu jenis varietas jagung yang masih belum popular di Indonesia. Jagung ungu mengandung kandungan antosianin yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia, sebagai antioksida dan penangkal radikal bebas. Upaya peningkatan produksi jagung diarahkan untuk mencapai swasembada jagung secara berkelanjutan, namun demikian masih terdapat sejumlah kendala dan masalah diantaranya belum teradopsinya pengendalian gulma yang baik di kalangan para petani. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian mulsa jerami            padi dan herbisida  terhadap pengendalian gulma pada tanaman jagung ungu dan untuk menentukan ketebalan mulsa jerami padi dan dosis herbisida yang paling optimal pada tanaman jagung ungu. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2018 hingga Maret 2019 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Malang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Pengamatan dilakukan secara destruktif yang dibagi menjadi dua variabel, yaitu variabel pengamatan pertumbuhan yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot kering total tanaman, serta variabel pengamatan hasil panen yang hasil panen jagung ungu. Hasil penelitian menunjukkan pemberian mulsa jerami pada dan herbisida dapat mengendalikan gulma secara efektif sehingga meningkatkan produktivitas tanaman jagung ungu.
Hubungan antara Komponen Hasil dan Hasil pada Tanaman Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Generasi CT2 dan CT1(CT1) Rachma, Izza Azkiya; Waluyo, Budi; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1408

Abstract

Jarak kepyar (Ricinus communis L.) merupakan tanaman yang berperan penting dalam industri minyak. Di Indonesia tanaman jarak kepyar memiliki tingkat produktivitas yang masih rendah dan cenderung mengalami penurunan. Sehingga diperlukan usaha peningkatan produksi, salah satunya dengan perakitan varietas unggul dalam kegiatan pemuliaan tanaman melalui seleksi. Untuk mengatasi permasalahan dalam menentukan pilihan karakter yang dianggap unggul maka perlu diketahui hubungan antara komponen hasil dan hasil pada tanaman jarak kepyar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter komponen hasil yang berkorelasi terhadap hasil pada setiap aksesi tanaman jarak kepyar dan perbedaannya dalam dua populasi, yaitu populasi CT2 dan CT1(CT1). Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 – April 2019 di Kebun Percobaan Jatimulyo, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang Jawa Timur dengan ketinggian ±460 mdpl. Percobaan dilakukan menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam 16 aksesi jarak kepyar generasi ke-3. Jumlah tanaman pada masing-masing aksesi sebanyak 20 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan karakter jumlah buah dan jumlah biji berkorelasi positif signifikan terhadap hasil pada setiap aksesi tanaman jarak kepyar dengan koefisien korelasi yang berbeda-beda pada setiap aksesi dalam dua populasi tanaman jarak kepyar. Sehingga karakter jumlah buah dan biji dapat digunakan sebagai kriteria seleksi tanaman jarak kepyar pada setiap aksesi.
Pengaruh Konsentrasi ZPT dan Dosis Pupuk Kompos Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleracea) Delima, Juliana; Sugito, Yogi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1409

Abstract

Kailan (Brassica oleracea) adalah tanaman sayuran yang berdaun tebal, datar, mengkilap, berwarna hijau, dengan batang tebal. Pemberian zat pengatur tumbuh pada tanaman tidak sepenuhnya  dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman hal ini disebabkan karena ZPT pada umumnya hanya merangsang pembentukan hormon.ZPT harus dilengkapi dengan pemberian pupuk yang tepat, salah satunya adalah pemberian pupuk kompos. Pupuk kompos mempengaruhi sifat fisik, kimia dan biologi tanah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi yang terjadi pada pertumbuhan tanaman kailan akibat pemberian konsentrasi ZPT dan dosis pupuk kompos.Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Mei 2019 di Green House Kampus II Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STTP) Kota Malang, Jawa Timur.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi antara pemberian dosis kompos dan konsentrasi ZPT pada laju pertumbuhan 30 HST – 40 HST, luas daun di umur 10 HST, panjang akar pada umur 20 HST dan berat segar total konsumsi tanaman hasil panen. Pemberian dosis kompos sebesar 10 t ha-1 pada tanaman memberikan pengaruh yang nyata pada LPR di umur 20 HST hingga 30 HST, luas daun pada umur 20 HST hingga 40 HST dan panjang akar  pada umur 10 HST dan 40 HST, Pemberian kompos hingga 10 ton ha-1 meningkatan persentasi kandungan bahan organik pada tanah hingga 50% dari bahan organik sebelum tanam. Pemberian konsentrasi ZPT sebesar 4 ml L-1memberikan pengaruh yang nyata pada LPR di umur 10 HST hingga 30 HST, peningkatan luas daun tanaman pada umur 30 HST hingga 40 HST dan panjang akar pada umur 10 HST, 30 HST hingga 40 HST.
Uji Efektivitas Herbisida Glifosat dan Metil Metsulfuron Pada Pengendalian Gulma Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Panjaitan, Kristian Natanael; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1410

Abstract

Kelapa sawit ialah salah satu tanaman yang berkontribusi dalam perekonomian negara Indonesia. Pengaruh kelapa sawit dalam membantu nilai ekspor tidak lepas dari produksi yang dihasilkan. Menurut Ditjenbun (2019), luas areal perkebunan kelapa sawit Indonesia pada tahun 2019 mencapai 14.677.560 ha dengan produksi sebesar 42.869.429 ton. Hasil produksi yang tinggi menjadi tujuan bagi perusahaan supaya dapat mencapai keuntungan yang optimal. Fase pertumbuhan tanaman kelapa sawit terbagi menjadi dua fase yaitu fase tanaman belum menghasilkan (TBM) dan fase tanaman menghasilkan (TM). Pengendalian gulma kelapa sawit dilakukan pada piringan pohon dan gawangan. Gulma yang berada pada piringan pohon kelapa sawit menghaslikan (TM) perlu dilakukan pengendalian dengan tujuan untuk mengurangi kompetisi unsur hara serta memudahkan pemupukan dan pengambilan brondolan buah kelapa sawit (Pahan, 2013). Pengendalian gulma ialah suatu usaha pemeliharaan tanaman budidaya dengan menghentikan persaingan antara tanaman budidaya dan gulma dalam mendapatkan unsur hara, air, dan cahaya matahari supaya tidak mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya. Dosis herbisida ialah faktor yang menentukan efektivitas penggunaan herbisida. Pemberian dosis yang tepat dapat menekan laju pertumbuhan dan perkembangan gulma, tetapi jika dosis herbisida terlalu tinggi akan mengurangi efektivitas dan dapat meracuni tanaman budidaya.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2019 di PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Kebun Tanjung Garbus, Deli Serdang, Sumatera Utara.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dengan enam perlakuan dan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan perlakuan herbisida campuran glifosat dan metil metsulfuron dengan berbagai dosis dapat mengendalikan Davallia trichomanoides, Ottochloa nodosa, dan Asystasia intrusa.
Pengaruh Komposisi Jenis Media Serbuk Gergaji, Limbah Kapuk dan Tongkol Jagung pada Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Sari, Kumala Purba; Azizah, Nur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1411

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Seiring waktu, ketersediaan serbuk gergaji kayu sengon ini semakin lama semakin terbatas, akibat persaingan dengan industri yang terus berkembang di daerah budidaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan alternatif limbah pertanian yang lain. Limbah kapuk dan tongkol jagung merupakan limbah pertanian yang banyak mengandung lignoselulosa yang sangat melimpah ketersediaannya. Limbah kapuk mengandung selulosa 44,79% dan hemiselulosa 14,28% (Chang dan Miles, 2004), sedangkan limbah tongkol jagung juga mengandung selulosa 33,8%, hemiselulosa 16% dan lignin 9,1% (Ardiansyah, 2010). Penelitian dilaksanakan di CV. Damar Ayu, Pakisaji, Kab. Malang dan Griya Jamur Universitas Brawijaya Dusun Pucangsongo, Tumpang, Kab Malang pada bulan Januari 2019 hingga Mei 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) terdiri atas 15 macam perlakuan dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan meliputi panjang miselium, lama miselium memenuhi baglog, saat muncul badan buah pertama, waktu panen pertama, rata-rata diameter tudung buah jamur jumlah badan buah per baglog, total berat segar badan buah, REB (rasio efisiensi biologis) dan frekuensi panen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan limbah kapuk dan tongkol jagung dapat mensubtitusi penggunaan dari serbuk gergaji hingga 75%, penggunaan komposisi limbah kapuk dan tongkol jagung 25% – 75% menghasilkan pertumbuhan miselium yang lebih panjang dan lebih cepat. Media dengan komposisi 50% – 75% limbah kapuk dan tongkol jagung mampu menghasilkan hasil bobot segar yang sama dengan penggunaan 100% serbuk gergaji serta menghasilkan frekuensi panen yang lebih banyak.
Uji Daya Hasil Beberapa Hibrida Jagung Manis (Zea mays var.saccharata Strurt) Putri, Lily Dasinta Norasary; Respatijarti, Respatijarti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1412

Abstract

Jagung manis (Zea mays var. saccharata Strurt) merupakan komoditas holtikultura yang memiliki kandungan gula tinggi dibanding jenis jagung lainnya. Berdasarkan data BPS SUSENAS (2017) kebutuhan konsumsi jagung manis pada tahun 2012 hingga 2014 terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi hasil dan mendapatkan karakter penunjang penampilan yang sesuai tipe ideal pada calon varietas hibrida jagung manis. Penelitian dilakukan bulan Februari - Mei 2019 di Lahan PT. Bisi International, Tbk. Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) delapan perlakuan dengan empat ulangan. Bahan yang digunakan yaitu dua calon varietas hibrida (16ES008 dan 16ES005) dan enam varietas jagung manis komersial sebagai pembanding ( Prima, Bonanza 1, Master Sweet, Bonanza 9, asia 86 dan Sweet Lady). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Uji F) dengan taraf 5% dan di uji lanjut menggunakan uji BNJ. Calon hibrida 16ES008 dan 16ES005 memiliki potensi hasil setara dengan varietas Prima, Bonanza 1, Master Sweet , Bonanza 9 dan Asia 86. Calon hibrida 16ES008 memiliki nilai karakter penunjang penampilan yang tertinggi dan setara dengan varietas Master Sweet. Calon hibrida 16ES008 memiliki karakter penunjang penampilan yang baik yaitu tinggi tanaman, tinggi letak tongkol, jumlah biji perbaris, jumlah baris pertongkol, diameter tongkol, diameter janggel, bobot tongkol tanpa klobot, bobot tongkol dengan klobot. Calon hibrida 16ES008 sangat prospektif dikembangan untuk kebutuhan konsumen.
Intersepsi Radiasi Matahari pada Berbagai Macam Mulsa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Granola Prayitno, Marco Ferrianto; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1413

Abstract

Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) adalah salah satu komoditas pertanian yang berpotensi sebagai pengganti bahan pangan pokok dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Produksi tanaman kentang setiap tahunnya masih belum terpenuhi karena produksi yang lebih rendah dibandingkan dengan permintaan pasar. Salah satu kendala budidaya kentang di dataran tinggi adalah intensitas cahaya matahari yang rendah. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memodifikasi lingkungan yang ada, yaitu dengan menggunakan mulsa. Kegunaan mulsa adalah untuk memodifikasi lingkungan iklim mikro di mana hal tersebut dapat meningkatkan intersepsi cahaya dan mampu menstabilkan suhu serta kelembaban. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2019 di desa Junggo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan yang diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa plastik perak dan mulsa plastik hitam perak mampu memberikan pertumbuhan yang lebih baik terhadap luas daun, indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman, bobot segar umbi per tanaman, bobot segar umbi panen dan nilai intersepsi cahaya dibandingkan tanpa menggunakan mulsa. Perlakuan mulsa plastik perak mempunyai bobot segar umbi panen tertinggi sebesar 40,51 ton ha-1 atau 42,04% lebih besar dibandingkan dengan perlakuan kontrol.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue