cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 12 (2023): Desember" : 8 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Varietas Anjasmoro Faisal Agus Firmansyah; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.02

Abstract

Kebutuhan kedelai dalam negeri setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan, namun persediaan kedelai di dalam negeri belum mampu untuk mengimbangi tingkat konsumsi dan industri. Penggunaan pupuk organik cair menjadi cara untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai dengan memperhatikan konsentrasi dan frekuensi pemberiannya agar lebih efisien dan kebutuhan nutrisi tanaman dapat tetap terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui konsentrasi dan frekuensi aplikasi pupuk organik cair yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2022 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama terdiri dari 4 taraf konsentrasi POC yaitu P0: 0 ml-1, P1: 4 ml-1, P2: 6 ml-1, P3: 8 ml-1 dan faktor kedua terdiri dari 3 taraf frekuensi pemberian POC yaitu W1: 1 kali (7 HST), W2: 2 kali (7, 14 HST), dan W3: 3 kali (7, 14, 21 HST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi terhadap komponen pertumbuhan tanaman kedelai. Namun terjadi interaksi terhadap jumlah buku subur, jumlah polong, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, bobot biji per tanaman, dan bobot biji per hektar. Perlakuan konsentrasi POC 8 ml l-1 dengan frekuensi pemberian pupuk 2 kali memberikan hasil yang sama dengan perlakuan konsentrasi POC 8 ml l-1 dengan frekuensi pemberian pupuk 3 kali terhadap jumlah buku subur, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, bobot biji per tanaman. Selain itu meningkatkan hasil bobot biji per hektar sebesar 169,30% dibandingkan tanpa penggunaan POC.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli (Brassica oleraceae var. italica) terhadap Penggunaan Dosis Pupuk Kandang Ayam dan PGPR Klarisa Sasa Bella; Yogi Sugito; Kartika Yurlisa
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.04

Abstract

Tingkat kesuburan tanah yang rendah pada lahan pertanian di Indonesia menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan produksi tanaman brokoli di Indonesia. Pupuk kandang ayam dan PGPR dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan produksi tanaman brokoli. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari interaksi dosis pupuk kandang ayam dan PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli. Percobaan dilaksanakan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada bulan Juli hingga September 2022. Rancangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama dosis pupuk kandang terdiri atas pupuk kandang 0 ton ha-1, 4 ton ha-1 dan 8 ton ha-1. Faktor kedua dosis PGPR terdiri atas 0 l ha-1, 6 l ha-1, 12 l ha-1 dan 18 l ha-1. Hasil menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara dosis pupuk kandang ayam dan PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli. Interaksi antara dosis pupuk kandang ayam dan PGPR berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli berupa luas daun pada 49 HST, laju pertumbuhan tanaman pada 35-49 HST, berat segar bunga per tanaman dan berat segar bunga per hektar. Pemberian dosis PGPR yang meningkat belum dapat mengurangi dosis pupuk kandang ayam pada tanaman brokoli.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Berbagai Kombinasi Sumber Nitrogen dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Marpaung, Christina Adela; Moch. Dawam Maghfoer
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.08

Abstract

ABSTRAK Bawang merah (Allium ascalonicum L.)merupakan tanaman hortikultura yang dibutuhkan masyarakat Indonesia sebagai bumbu pelengkap masakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk N anorganik, pupuk organik kotoran sapi, dan PGPR yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2023 di Desa Mlorah, KecamatanRejoso, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 kali ulangan, meliputi : P0 {150 kg N Urea + 50 kg N ZA}, P1 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 2,5 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1}, P2 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 5 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1}, P3 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 2,5 ton.ha-1 + PGPR 10 ml.l-1}, P4 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 5 ton. ha-1 + PGPR 10 ml.l-1}, P5 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 2,5 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1}, P6 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 5 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1}, P7 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 2,5 ton.ha-1+ PGPR 20 ml.l-1}, P8 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 5 ton.ha-1 + PGPR 20 ml.l-1}. Hasil penelitian menunjukkanbahwa P7 memiliki pengaruh yang tidakberbeda nyata dengan P8. Kedua perlakuan inidapat mengurangi penggunaan pupukanorganik dan menunjukkan hasil yang lebih tinggi pada seluruh variabel pengamatan.Kombinasi dosis P7 menghasilkan bobot kering umbi sebesar 12,47 ton.ha-1 lebih tinggi 69% dan berbeda nyata dibandingkan dengan dosis P0 yang menghasilkan bobot kering umbi sebesar 7,37 ton.ha-1. Kata Kunci: Bawang Merah; Pertumbuhan; PGPR; Pupuk Organik ABSTRACT Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural crop that is needed by Indonesian people as a complementary seasoning for food. This research was carried out using a Randomized Block Design consisting of 9 treatments and 3 replications, including: P0 {150 kg N Urea + 50 kg N ZA}, P1 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 2,5 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1}, P2 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 5 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1}, P3 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 2,5 ton.ha-1 + PGPR 10 ml.l-1}, P4 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 5 ton. ha-1 + PGPR 10 ml.l-1}, P5 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 2,5 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1}, P6 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 5 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1}, P7 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 2,5 ton.ha-1 + PGPR 20 ml.l-1}, P8 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 5 ton.ha-1 + PGPR 20 ml.l-1}. The results of the research showed that P7 has an effect which was not significantly different from the combination of P8. Both of these treatments can reduce the use of inorganic fertilizer and showed higher results in all observed variables. The combined dose of P7 produced a tuber dry weight of 12.47 tons. ha-1 so that it is 69% higher and significantly different compared to the dose of P0 which produces a tuber dry weight of 7.37 tons. ha-1. Keywords : Growth; Organic Fertilizer; PGPR; Shallots
Respon Pertumbuhan Rumput Bermuda (Cynodon dactylon) Terhadap Panjang Bibit dan Berat Stolon Sindi Puspita Sari; Baskara, Medha
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.06

Abstract

Rumput lanskap merupakan salah satu tanaman yang dibudidayakan sebagai penutup tanah. Peningkatan permintaan rumput akan menjadikan produksi rumput yang semakin naik. Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan rumput adalah panjang bibit dan jumlah bahan tanam stolon. Semakin panjang bibit yang digunakan, masa pemulihannya semakin lambat, karena panjang bibit juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Selain itu, pengoptimalan pertumbuhan rumput dapat dilakukan dengan melakukan pengaturan berat stolon dalam penanamannya. Tujuan dari peneitian ini adalah mempelajari pengaruh dan menentukan rekomendasi panjang bibit dan berat stolon terhadap pertumbuhan rumput bermuda (Cynodon dactylon). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2023 di Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini disusun menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan panjang bibit yaitu 3 taraf yang terdiri dari P1 (7 cm), P2 (10 cm), dan P3 (13 cm) sedangkan faktor berat stolon 3 taraf yang terdiri dari S1 (2200 kg ha-1), S2 (2400 kg ha-1), dan S3 (2600 kg ha-1). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat interaksi perlakuan pada panjang bibit 7 cm + berat stolon 2400 kg ha-1, panjang bibit 10 cm + berat stolon 2600 kg ha-1, dan panjang bibit 13 cm + berat stolon 2200 kg ha-1menunjukkan hasil terbaik secara umum pada parameter pengamatan.
Pengaruh Jarak Tanam dan Defoliasi Terhadap Pembentukan Iklim Mikro dan Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata) Wicaksono, Cahyo Agum; herlina, ninuk
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.01

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays L. saccharata) merupakan komoditas pangan yang populer di Indonesia. Laju produksi tanaman jagung manis masih rendah di angka 6-8ton/ha. Penyebab rendahnya produksi tanaman ini adalah terjadinya mutual shading sehingga laju fotosintesis tanaman menjadi kurang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh defoliasi dan jarak tanam terhadap pembentukan iklim mikro, pertumbuhan dan hasil pada tanaman jagung manis varietas janisa dan untuk menentukan jenis defoliasi dan jarak tanam yang sesuai pada tanaman jagung manis varietas Janisa. Hipotesis dari penelitian adalah jarak tanam yang berbeda membutuhkan tingkat defoliasi yang berbeda untuk mendapatkan pembentukan iklim mikro dan pertumbuhan yang baik serta hasil yang tinggi pada tanaman jagung manis varietas Janisa. Penelitian dilakukan di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi terhadap 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan interaksi jarak tanam dan defoliasi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap luas daun, panjang tongkol dan diameter tongkol tetapi berpengaruh nyata pada pembentukan iklim mikro, dan hasil tanaman. Penggunaan jarak tanam 50cm x 35cm memberikan hasil panen per hektar sebesar 6,08ton ha-1 lebih tinggi 33,04% dibandingkan dengan jarak tanam 70cm x 35cm dengan hasil 4,57ton ha-1. Defoliasi bunga jantan dan 2 daun bendera serta defoliasi 2 daun bawah dapat meningkatkan penerimaan cahaya matahari pada bagian tengah tanaman jagung manis varietas Janisa, tetapi tidak dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil dari tanaman jagung manis varietas Janisa.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Dan Pupuk Kandang Sapi Sagala, Ivan Tripandi; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.03

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang tergolong dalam tanaman sayuran. Bawang merah sangat tergantung pada pupuk anorganik yang memberikan hasil yang tinggi namun banyak menimbulkan masalah dan menurunkan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini dilakukan pada bulan januari-maret 2023 di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Ngajuk, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdari Faktor 1 yaitu konsentrasi PGPR (P) dengan 3 taraf: P0 = Kontrol, P1 = PGPR 15 ml l-1, P2 = PGPR 30 ml l-1. Faktor ke 2 adalah pemberian pupuk kandang sapi (K) terdiri dari 4 taraf yaitu:  K0 = Kontrol, K1 = 10 ton ha-1, K2 = 20 ton ha-1, K3 = 30 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kandang sapi terhadap semua parameter pengamatan. Konsentrasi PGPR 30 ml l-1 mampu meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun saat 42 HST dengan persentasi kenaikan mencapai 10%-20%, diameter umbi, bobot segar umbi dan bobot kering umbi per rumpun dan per hektar memiliki hasil tinggi dengan persentasi kenaikan sebesar 20%-40% dibandingkan perlakuan lainnya. Pupuk kandang sapi 20 ton ha-1 mampu meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun dan, jumlah anakan pada 42 HST dengan persentasi kenaikan 15%-20%, diameter umbi, jumlah anakan bobot segar umbi dan bobot kering umbi per rumpun dan per hektar memiliki hasil yang tinggi dengan persentasi kenaikan mencapai 25%-40% dibandingkan perlakuan kontrol.
Distribusi Warna Polong Ungu Pada 6 Varietas Kacang Panjang (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) Rosyida, Rizki Alifya; Yulianah , Izmi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.05

Abstract

Kacang panjang (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) merupakan salah satu produk hasil pertanian yang banyak digemari karena memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kacang panjang yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat pada umumnya memiliki warna polong hijau. Saat ini terdapat varietas kacang panjang berpolong ungu yang sudah mulai dikembangkan di Indonesia. Adanya keragaman genetik berarti terdapat variasi nilai genotipe antar individu dalam suatu populasi. Kacang panjang berpolong ungu merupakan salah satu hasil rakitan dari varietas-varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi dan memiliki manfaat lain bagi kesehatan manusia. Warna ini merupakan hasil perbaikan potensi dan kualitas hasil yang diharapkan dapat menjadi varietas yang unggul. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi tentang distribusi warna polong ungu pada 6 varietas kacang panjang. Penelitian ini dilakukan dengan metode single plot tanpa ulangan yang terdiri dari 6 varietas kacang panjang ungu. Pengamatan dilakukan secara single plant pada 100 tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2020, di Agro-Techno Park Universitas Brawijaya Jatikerto. Hasil penelitian ini menunjukkan pada varietas Brawijaya Ungu 1 terdapat hasil yang berdistribusi normal pada karakter warna polong, namun tidak terdistribusi normal pada karakter warna batang dan warna bunga. Sedangkan pada varietas Brawijaya Ungu 2, Brawijaya Ungu 3, Brawijaya Ungu 4, Brawijaya Ungu 5, dan Brawijaya Ungu 6 tidak terdapat hasil yang berdistribusi normal pada karakter warna batang, warna bunga, dan warna polong.
Perkecambahan Biji Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum L.) dan Lama Waktu Perendaman Indrasari, Dita; Zakiah, Zulfa; Gusmalawati, Dwi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.07

Abstract

Buah naga dapat diperbanyak secara generatif menggunakan biji. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempercepat proses perkecambahan adalah dengan merendam biji menggunakan zat pengatur tumbuh (zpt). Ekstrak tomat merupakan zpt yang dapat mempercepat perkecambahan biji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak tomat dan lama waktu perendaman terhadap perkecambahan biji buah naga. Bahan yang digunakan pada penelitian ini, yaitu aquades, biji buah naga (Hylocereus polyrhizus), ekstrak buah tomat (Solanum lycopersicum L. var. intan). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu konsentrasi ekstrak tomat dan waktu perendaman. Faktor pertama, konsentrasi ekstrak tomat (T), yaitu terdiri dari Kontrol (T0), 4% (T1), 6% (T2), 8% (T3), dan 10% (T4). Faktor kedua lama perendaman (P), yaitu Kontrol (P0), 6 Jam (P1), 12 Jam (P2), 24 Jam (P3), 48 Jam (P4). Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Umum, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura, Pontianak. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu perendaman 48 jam merupakan waktu terbaik pada parameter persentase perkecambahan (74,8%), waktu muncul kecambah (3,96 hst), dan panjang radikula (0,29 cm). Konsentrasi ekstrak tomat 10% merupakan konsentrasi terbaik pada parameter waktu muncul kecambah. Kombinasi konsentrasi ekstrak tomat dan lama waktu perendaman memberikan hasil tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue