cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 12 (2025): Desember" : 8 Documents clear
Keragaman Arsitektur Tanaman Ercis (Pisum sativum L.) pada 6 Kelompok Genotipe Lokal Halisah, Nur; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Keragaman arsitektur tanaman pada dasarnya dipengaruhi oleh keadaan genetik dari tanaman tersebut. Ercis merupakan salah satu tanaman dengan keragaman yang tinggi. Telah banyak penelitian sebelumnya membahas mengenai keragaman ercis. Ercis dalam satu kelompok wilayah saja memiliki keragaman yang cukup luas. Analisis keragaman genetik ercis dalam kondisi lingkungan yang bervariasi banyak digunakan dalam inovasi sumber daya germplasma ercis dan memainkan peran penting dalam produksi dan pemuliaan ercis. Tujuan penelitian mengetahui keragaman arsitektur tanaman ercis pada 6 kelompok genotipe lokal. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Kota Malang Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan mulai bulan November 2022 hingga Januari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman arsitektur yang tinggi pada masing-masing kelompok wilayah. Koefisien keragaman yang tinggi antara lain pada variabel jumlah cabang, jumlah polong per tanaman, panjang daun hingga polong ke-i, jarak antar polong, ovul tidak berkembang, ovul aborsi, jumlah biji per tanaman, lebar polong, tebal polong, berat polong, berat kulit polong, dan berat per biji. Tingginya keragaman tersebut dapat menjadi dasar untuk melakukan tahap pemuliaan tanaman selanjutnya yaitu seleksi. Semakin tinggi keragaman dari suatu karakter, maka dalam memilih galur yang akan dilakukan tahap seleksi akan lebih efektif.
Pengaruh Pemberian Pupuk ZA dan KCl terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sukini (Curcubita pepo L.) Solikah, Siti; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Perkembangan teknologi dan peningkatan jumlah penduduk yang semakin tinggi berpengaruh pada berkurangnya luas lahan pertanian produktif di Indonesia. Sehingga terjadi penurunan produksi sayuran unggulan, dari 11.412.251 ton pada 2012 menjadi 8.137.032 ton pada 2013 (BPS, 2022). Selain itu, prevalensi hipertensi yang meningkat, mencapai 30,9% pada 2016, menambah urgensi untuk menemukan solusi pangan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Sukini (Cucurbita pepo) merupakan salah satu sayuran yang berpotensi mengatasi hipertensi berkat kandungan bioaktifnya, seperti anti hipertensi dan anti inflamasi. Meskipun demikian, minat petani untuk membudidayakan sukini di Indonesia masih rendah (Occhino et al., 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi budidaya sukini di Indonesia dan pengaruh pemberian pupuk ZA dan KCl terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman sukini. Penelitian dilaksanakan di Kota Batu pada ketinggian 1.000 mdpl menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 dosis ZA (75 kg ha-1 dan 150 kg ha-1) dan 4 dosis KCl (50 kg ha-1, 100 kg ha-1, 200 kg ha-1, dan 400 kg ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk ZA dan KCl berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sukini. Dosis ZA 150 kg ha-1 menghasilkan bobot buah lebih tinggi (1.586 g tan-1) dengan peningkatan 8,18% dibandingkan ZA 75 kg ha-1. Pemberian KCl 400 kg ha-1 meningkatkan bobot buah menjadi 1.672 g tan-1, meningkat 14,83% dibandingkan KCl 50 kg ha-1.
Analisis Mutu Fisik Buah Tiga Varietas Jeruk Terhadap Lama Penyimpanan pada Suhu Ruang Lukmantiedar, Bryan; Puji Wicaksono, Karuniawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Buah jeruk merupakan buah non klimaterik sehingga buah ini harus dipanen secara tepat pada saat buah telah dalam keadaan masak secara fisiologis karena buah tidak dapat diperam. Produk hortikultura sesudah dipanen mengalami proses perubahan fisiologis yang dapat mempengaruhi sifat dan kualitas produk yang ditandai dengan perubahan warna, tekstur, rasa dan bau. Buah jeruk biasanya dijual di tempat terbuka sehingga mudah mengalami proses perubahan fisiologis. Masalah utama dalam penyimpanan buah jeruk pada suhu ruang adalah penurunan kualitas akibat menurunnya berat serta nilai gizi dan kadar gula. Hal ini disebabkan oleh proses respirasi yang berlangsung secara terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari laju deteriorasi fisik buah 3 varietas jeruk tiap lama penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilaksanakan pada Juli – Agustus 2023, di Laboratorium Bioteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas siam pontianak merupakan perlakuan terbaik dibandingkan dengan varietas keprok batu 55 dan varietas terigas. Hal tersebut dilihat dari hasil pengamatan varietas siam pontianak yang memiliki laju deteriorasi lebih rendah dibandingkan dengan varietas keprok batu 55 dan varietas terigas, yaitu dengan hasil laju deteriorasi susut diameter 0.45% perhari, laju deteriorasi susut bobot 0.53% perhari, laju deteriorasi tingkat kekerasan buah 0.9% perhari, laju deteriorasi kadar brix 0.9%, dan laju deteriorasi nilai pH 0.85% perhari. Hasil uji organoleptik rasa buah dan warna buah menunjukkan bahwa varietas siam pontianak dan varietas terigas lebih baik dibandingkan dengan varietas keprok batu 55.
Respon Pertumbuhan dan Pembungaan Celosia Merah (Celosia argentea L. var. Plumosa) Akibat Frekuensi Pinching dan Jarak Tanam Khairunnisa, Violanita Marsha; Nurlaelih, Euis Elih
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Celosia merupakan bunga yang memiliki bentuk dan warna menarik. Celosia dapat digunakan sebagai obat herbal, bunga potong, bunga kering serta tanaman lanskap. Celosia sebagai elemen lanskap harus memiliki kriteria pertumbuhan dan pembungaan secara serempak, serta pemeliharaan dapat berjalan dengan mudah. Pertumbuhan dan pembungaan yang serempak salah satunya dapat dipacu dengan perlakuan pinching. Selain itu, jarak tanam penting dilakukan dalam perataan taman sehingga dapat membentuk hamparan lanskap taman yang estetis dan jarak tanam berguna dalam mengefisienkan bibit. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendapatkan perlakuan pinching dan jarak tanam terbaik pada Celosia merah. Penelitian pada Maret-Juni 2023 di Lahan, Politeknik Pembangunan Pertanian Kampus II Gg. 12 No. 349 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun. Percobaan menggunakan RPT terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Adapun faktor pertama adalah frekuensi pinching terdiri dari 3, yaitu tanpa pinching, pinching satu kali (2 MST), dan pinching 2 kali (2 dan 4 MST). Faktor kedua adalah jarak tanam terdiri dari 3 taraf, yaitu 20 cm×20 cm, 25 cm × 25 cm, 30 cm × 30 cm. Analisis data dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Perlakuan jarak tanam 20 × 20 cm baik dengan pinching maupun tanpa pinching memiliki pertumbuhan dan pembungaan yang sama dengan perlakuan jarak tanam 25 × 25 cm baik dengan pinching maupun tanpa pinching. Hasil tersebut juga sama dengan perlakuan jarak tanam 30 × 30 cm baik dengan pinching maupun tanpa pinching. Namun, semakin tinggi populasi tanaman dan dilakukan pinching akan menurunkan jumlah bunga sedangkan tanpa pinching akan meningkatkan jumlah bunga.  
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk NPK pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Benih True Shallot Seeds (TSS) Rohma, Ervina Wahidiya; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dapat menurunkan kesuburan tanah sehingga berdampak terhadap penurunan produktivitas bawang merah. Oleh karenanya tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang dan pupuk anorganik pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kandang terdiri dari 3 taraf, yakni : 0 t ha-1, 10 t ha-1, dan 20 t ha-1. Faktor kedua yakni dosis pupuk NPK anorganik yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: dosis pupuk NPK anorganik 100%, dosis pupuk NPK anorganik 80%, dosis pupuk NPK anorganik 60%, dan dosis pupuk NPK anorganik 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil panen umbi per hektar perlakuan dosis pupuk kandang 0 t ha-1 dengan dosis pupuk NPK anorganik 100% (19,07 t ha-1) tidak berbeda nyata dengan perlakuan dosis pupuk kandang 10 t ha-1 dengan dosis pupuk NPK anorganik 80% (19,32 t ha-1). Sehingga, penggunaan dosis pupuk kandang 10 t ha-1 dapat menurunkan dosis pupuk NPK anorganik sebesar 20%.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Bahan Penutup Tanah terhadap Pembentukan Iklim Mikro pada Budidaya Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) di Dataran Rendah Khoyrunissa, Elvia; Fajriani, Sisca
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Produksi bit merah di Indonesia yang termasuk sebagai negara tropis tergolong rendah karena terdapat beberapa faktor iklim yang menyebabkan bit merah tidak tumbuh dengan baik di dataran rendah. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah inovasi teknologi untuk dapat mengoptimalkan produksi bit merah pada dataran rendah. Penelitian dilakukan untuk mengetahui potensi pengaplikasian pupuk kandang sapi serta penggunaan jenis bahan penutup tanah terhadap pembentukan iklim mikro pada dataran rendah dalam meningkatkan produktivitas tanaman bit merah, sehingga tanaman bit merah dapat dikembangkan di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober-Desember 2022 di kebun percobaan Agro Techno Park Universitas Brawijaya. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari anak petak dan petak utama. Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga didapatkan 27 satuan kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelakuan bahan penutup tanah bioproteksi mampu me-nurunkan suhu tanah maksimum dan meningkatkan kelembaban tanah minimum dibandingkan perlakuan tanpa mulsa. Terjadi penurunan suhu tanah maksimum pada perlakuan bahan penutup tanah bioproteksi sebesar 5,06% dibandingkan dengan pelakuan tanpa mulsa. Terdapat peningkatan suhu tanah minimum dan kelembaban tanah minimum pada perlakuan bahan penutup tanah bioproteksi dibanding-kan dengan perlakuan tanpa mulsa sebesar 1,32% dan 5,01%.
Studi Hubungan Kerapatan Stomata Daun dan Ketebalan Lapisan Epidermis pada 6 Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Infeksi Patogen Alternaria porri Wulandari, Indri Dwi; Baswarsiati , Baswarsiati; Yulianah, Izmi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas dengan nilai ekonomis yang tinggi. Produktivitas bawang merah selalu meningkat. Meskipun demikian, produktivitas tersebut masih di bawah potensi hasil yang tercantum di deskripsi varietas. Hal tersebut diduga akibat serangan penyakit tanaman, salah satunya bercak ungu akibat patogen Alternaria porri. Upaya penggunaan varietas tahan diperlukan untuk meminimalisir dampak buruk penyemprotan bahan kimia. Ketahanan tanaman terhadap penyakit dapat dipengaruhi oleh morfologi dan anatomi tanaman, misalnya ketebalan lapisan epidermis dan kerapatan stomata. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan ketebalan lapisan epidermis dan kerapatan stomata daun tanaman bawang merah dengan infeksi Alternaria porri dan menentukan tingkat ketahanan 6 varietas bawang merah terhadap infeksi Alternaria porri. Penelitian dilaksanakan di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang dan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitiaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan ulangan 4 kali dan perlakuan 6 varietas bawang merah. Hasil analisis didapatkan bahwa perbedaan varietas bawang merah berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan dan hasil serta tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan penyakit, ketebalan lapisan epidermis dan kerapatan stomata daun. Berdasarkan uji korelasi, ketebalan lapisan epidermis dan kerapatan stomata daun tidak memiliki korelasi nyata terhadap infeksi Alternaria porri. Semua variets yang digunakan tergolong imun terhadap Alternaria porri. 
Pengaruh Jenis Klon dan Pemberian Konsentrasi Rootone F. terhadap Pertumbuhan Bibit Stek Murni Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora) Sibarani, Roysteven R.; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman kopi merupakan komoditas yang berperan penting dalam perkembangan perdagangan (ekonomi) di Indonesia sehingga termasuk komoditas favorit untuk dibudidayakan. Kopi berada pada urutan keempat setelah kelapa sawit, karet dan kayu sebagai salah satu penyumbang yang unggul dalam meningkatkan pendapatan negara yang signifikan melalui kegiatan ekspor biji kopi ke negara-negara lain. Dengan demikian perlu dilakukan pengembangan melalui kegiatan penelitian mengenai pembibitan stek tanaman kopi robusta. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kombinasi perlakuan jenis klon kopi dan konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh yang terbaik pada pembibitan kopi robusta metode stek murni. Bahan yang digunakan yaitu entres Kopi Robusta Klon BP 308, BP 358, dan BGN 352. Bahan lain yang digunakan dalam penelitian yaitu tanah, pupuk kandang kambing, Rootone F dan air. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor antara lain faktor pertama adalah klon BP 308, BP 358 dan BGN 352. faktor kedua konsentrasi Rootone F. 0%, 3%, 6%, dan 9%. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2024 di kebun pembibitan PT. Perkebunan Nusantara XII Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan yaitu entres Kopi Robusta Klon BP 308, BP 358, dan BGN 352. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan jenis klon kopi dengan konsentrasi Rootone F. pada seluruh variabel pengamatan. Perbedaan jenis klon tidak membutuhkan konsentrasi Rootone F. yang berbeda. Kemudian konsentrasi Rootone F. 6% menghasilkan berat segar akar lebih tinggi daripada tanpa Rootone F. (kontrol) dan konsentrasi Rootone F. 9%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue