cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 12 (2019)" : 24 Documents clear
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) di Dataran Rendah terhadap Komposisi dan Macam Media Tanam Wildasari, Agnes; Fajriani, Sisca; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah ekspor bit merah dari Australia ke Indonesia mencapai 36.59% dari jumlah total. Jumlah ekspor yang tinggi, meningkatkan upaya budidaya bit merah guna mengurangi jumlah ekspor. Salah satu yang dapat dilakukan adalah budidaya bit merah di dataran rendah, karena terbatasnya lahan di dataran tinggi. Penggunaan media tanam dengan bahan organik dan komposisi yang tepat dapat dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi faktor pembatas utama yaitu suhu tinggi di dataran rendah. Tujuan penelitian adalah mendapatkan komposisi dan macam media tanam yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah di dataran rendah. Penelitian dilakukan bulan Februari hingga April 2019 di Agro Techno Park kebun Jatikerto Universitas Brawijaya Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 13 perlakuan yaitu PO: Kontrol (tanah), P1; tanah: pupuk kandang ayam 1:1, P2; tanah : pupuk kandang ayam 2:1, P3; tanah: pupuk kandang ayam 1:2, P4: pupuk kandang kambing 1:1, P5; tanah : pupuk kadang kambing 2:1, P6; tanah : pupuk kandang kambing 1:2, P7; tanah : pupuk kandang sapi 1:1, P8; tanah : pupuk kadang sapi  2:1, P9; tanah : pupuk kandang sapi 1:2, P10; tanah : pupuk kompos 1:1, P11; tanah : pupuk kompos 2:1, P12; tanah: pupuk kompos1:2 dengan 3 kali ulangan dan diuji lanjut menggunakan BNJ taraf 5%. Parameter pengamatan terdiri dari panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot umbi, diameter umbi, dan panjang umbi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tanah dengan pupuk kandang kambing 1:2 memberikan hasil terbaik pada parameter luas daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman, dan bobot umbi pertanaman.
Pengaruh Pemakaian Mulsa dan Dosis Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) Purnamaningrum, Aisyah; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Iler merupakan tanaman yang dibudidayakan sebagai tanaman hias dan tanaman obat tradisional. Tanaman ini mengandung flavonoid yang banyak dimanfaatkan untuk kesehatan manusia seperti obat wasir, bisul, peluruh haid, dan penambah nafsu makan, serta memiliki warna daun menarik dan memiliki kesan estetika yang tinggi akibat kandungan antosianin yang ada didalamnya. Budidaya tanaman iler membutuhkan kondisi lingkungan tertentu seperti kelembaban tanah, suhu tanah, dan unsur hara nitrogen. Kandungan nitrat dalam tanah memiliki sifat yang mudah tercuci sehingga berpengaruh terhadap proses pertumbuhan tanaman. Penggunaan mulsa plastik hitam perak (MPHP) dapat menjaga kandungan nitrogen tanah dengan mencegah terjadinya pencucian hara yang berlebihan serta mengurangi penguapan nitrogen dari dalam tanah. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dan mempelajari pengaruh pemakaian mulsa dan dosis nitrogen pada pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman iler, Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo, FP UB pada bulan Februari – Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama terdiri dari tanpa mulsa (M0) dan mulsa MPHP (M1). Faktor kedua dosis pupuk nitrogen terdiri dari 0 kg/ha (N0), 20 kg/ha (N1), 40 kg/ha (N2), 60 kg/ha (N3), dan 80 kg/ha (N4).  Hasil penelitian menunjukkan interaksi pemakaian mulsa dengan dosis nitrogen. Perlakuan pemakaian mulsa dengan penambahan dosis nitrogen 60 kg/ha meningkatkan bobot segar dan bobot kering tanaman iler, sedangkan penambahan dosis nitrogen sebanyak 0 kg/ha meningkatkan kandungan antosianin dan flavonoid. Perlakuan tanpa pemakaian mulsa dengan penambahan dosis nitrogen 80 kg/ha meningkatkan kandungan antosianin, dan flavonoid, sedangkan penambahan dosis nitrogen 60 kg/ha meningkatkan hasil bobot segar dan bobot kering tanaman iler.
Analisis Biodiversitas di Bawah Tegakan Kopi Arabika (Coffea arabica) dan Pinus (Pinus densiflora) dengan Perbedaan Manajemen Agroforestri Zaahir, Al Ismuz; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang terdapat biodiversitas terbesar di dunia. Biodiversitas tersebut meliputi dari tumbuhan dan hewan yang telah tersebar di seluruh wilayah nusantara Indonesia. Adapun biodiversitas dari jenis tumbuhan dapat tergambar dari kawasan hutan-hutan yang ada di seluruh Indonesia, salah satu hutan yang memiliki keanekaragaman hayati dan belum dilakukan sebuah penelitian sebelumnya yaitu UB forest. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat biodiversitas dibawah tegakan kopi dan pinus pada perbedaan manajemen agroforestri. Penelitian dilaksanakan di hutan pendidikan UB Forest pada bulan Januari-Mei 2019 selama 5 bulan. Penelitian menggunakan metode analisis vegetasi yaitu metode sampling kuadrat, metode ini ialah suatu teknik survei vegetasi yang sering digunakan dalam semua tipe komunitas tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan pada perbedaan manajemen agroforestri ditemukan keanekaragaman spesies yang berbeda. Tingkat manajemen budidaya yang berbeda memberikan pengaruh terhadap tingkat biodiversitas spesies yang ada. Tingkat manajemen budidaya yang berbeda memberikan selisih jenis spesies yang sedikit dibanding dengan plot business as usual (BAU). Keanekaragaman yang ditemukan pada plot business as usual (BAU) mendapat nilai yang lebih tinggi daripada plot yang lain. Nilai keanekaragaman BAU adalah sebesar 2,02 dan keanekaragaman masih tergolong sedang. Plot business as usual (BAU) merupakan plot yang memiliki jenis keanekaragaman spesies tinggi dibanding plot lain, akan tetapi dengan adanya keanekaragaman yang tinggi perlu adanya perhatian khusus dalam menjaga kelestarian spesies yang ada di kawasan UB Forest.
Respon Pertumbuhan dan Kandungan Flavonoid Tanaman Bangun-Bangun (Plectranthus amboinicus Lour.) pada Berbagai Kerapatan Naungan dan Dosis Pupuk Nitrogen Yuniarachma, Alifia; Roviq, Mochammad; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangun-bangun (Plectranthus amboinicus Lour) ialah tanaman herba yang toleran terhadap naungan dan bersifat antioksidan karena memiliki kandungan flavonoid. Manfaat antioksidan dibutuhkan salah satunya untuk mengobati penyakit diabetes mellitus, untuk menghasilkan kandungan antioksidan tinggi dibutuhkan suatu proses budidaya yang optimal. Salah satu faktor budidaya yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil bangun-bangun ialah intensitas cahaya dan input nutrisi terutama nitrogen, sehingga dibutuhkan penelitian untuk mendapatkan dosis pupuk nitrogen dan tingkat kerapatan naungan yang sesuai terhadap pertumbuhan, hasil dan kandungan flavonoid tanaman bangun-bangun. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo Universitas Brawijaya, Malang pada Februari – Mei 2019. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu tanpa naungan (0%), kerapatan naungan 25%, kerapatan naungan 50%, dan kerapatan naungan 75%, sedangkan faktor kedua yaitu tanpa urea (0 kg/ha), urea 100 kg/ha, dan urea 235 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tanpa naungan dan urea 100 kg/ha memberikan respon lebih baik pada variabel jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, tebal daun, dan kadar klorofil total. Perlakuan tanpa naungan dan urea 100 kg/ha tanpa interaksi memberikan respon lebih baik pada hasil bobot segar daun dan bobot kering daun. Kualitas flavonoid lebih tinggi ditemukan pada perlakuan urea 100 kg/ha.
Pengaruh Pengendalian Gulma pada Pertumbuhan dan Hasil Jagung Ketan (Zea mays var. ceratina) Ridha’i, Ardian Tri Wahyu; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung ketan (Zea mays var. ceratina) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang permintaannya terus meng-alami peningkatan. Meningkatkan produksi jagung ketan perlu dilakukan seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap jagung ketan. Penelitian ini bertujuan untuk meng-etahui pengaruh pengendalian gulma   terhadap pertumbuhan dan produksi tan-aman jagung ketan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2019 hingga April 2019 yang bertempat di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Ran-cangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 8 perlakuan dengan 4 ulangan sehingga dalam percobaan terdapat 32 petak percobaan. Perlakuan terdiri dari P0 Tanpa pengendalian gulma, P1  Penyiangan 15, 30, 45 HST, P2 Herbisida Atrazina 1,5 l ha־¹ (pra-tumbuh), P3 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh), P4 Herbisida Atrazina 1,5 l ha־¹ (pra-tumbuh) + penyiangan 15 HST, P5 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh) + penyiangan 30 HST, P6 Herbisida Atrazina 1,5 l ha־¹ (pra-tumbuh+pasca-tumbuh (15 HST)), P7 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh+pasca-tumbuh (30 HST)). Per-lakuan yang terbaik pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi adalah perlakuan penyiangan kemudian diikuti dengan perlakuan P5 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh) + penyiangan 30 HST dan P7 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh+pasca-tumbuh (15 HST)).
Uji Daya Hasil dan Pendugaan Parameter Genetik Karakter Agronomi Genotipe Padi Gogo (Oryza sativa L.) Nurazizah, Arisa; Hairmansis, Aris; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) adalah komoditas penting dan menempati urutan pertama sebagai makanan pokok di Indonesia. Budidaya padi gogo dapat menjadi salah satu alternatif budidaya padi pada lahan dengan ketersediaan air rendah, dan strategi untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya hasil karakter agronomi galur-galur harapan tanaman padi gogo. Penelitian dilakukan bulan Oktober 2018 – Maret 2019 di Bogor. Sebanyak 12 galur padi gogo hasil perakitan BBPADI dan 2 varietas pembanding Luhur 1 dan Luhur 2 diuji menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat ulangan. Pengamatan dilakukan pada karakter kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan karakter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, panjang malai, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, persentase gabah isi, dan komponen hasil menunjukkan bahwa terdapat keragaman yang nyata antar genotip yang diuji. Semua genotip padi gogo yang diuji memiliki daya hasil setara dengan varietas Luhur 1 dan Luhur 2 kecuali galur B15514D-KR-05 memiliki hasil rendah. Galur potensial yang dapat meningkatkan daya hasil yaitu B14168E-MR-19 dan B15507D-KR-19 sedangkan galur potensial untuk dijadikan dalam persilangan untuk memperbaiki karakter agronomi yaitu galur B15391D-KR-18, B15392D-KR-12, B15401D-KR-20, dan B15401D-KR-40 memiliki kriteria berumur genjah, tinggi tanaman, jumlah anakan produktif dan panjang malai yang lebih tinggi dan setara dengan varietas pembanding.
Pengaruh Kombinasi Aplikasi Kalium dan Beauveria bassiana pada Pertumbuhan, Hasil dan Kualitas Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Varietas Cilembu di Lahan Kering, Jatikerto Azizah, Azizah; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar cilembu adalah tanaman umbi yang saat ini mempunyai peran penting tidak hanya sebagai bahan pangan pengganti, tetapi juga sebagai sumber bahan baku industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi pupuk kalium dan waktu aplikasi B. bassiana yang tepat agar diperoleh pertumbuhan, hasil dan kualitas umbi ubi jalar varietas Cilembu yang terbaik di dataran rendah Jatikerto. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 hingga Maret 2019 di Agrotechno park Jatikerto. Penelitan menggunakan Rancangan Acak kelompok yang terdiri dari 12 perlakuan yaitu (P1) 75% kalium + B. bassiana 20 hst, (P2) 75% kalium + B. bassiana 35 hst, (P3) 75% kalium + B. bassiana 50 hst, (P4) 100% kalium + B. bassiana 20 hst, (P5) 100% kalium + B. bassiana 35 hst, (P6) 100% kalium + B. bassiana 50 hst, (P7) 125% kalium + B. bassiana 20 hst, (P8) 125% kalium + B. bassiana 35 hst, (P9) 125% kalium + B. bassiana 50 hst, (P10) 75% kalium + tanpa B. bassiana, (P11) 100% kalium + tanpa B. bassiana dan (P12) 125% kalium + tanpa B. bassiana dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Analisis data yang digunakan adalah uji F taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5% jika ada pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kalium dan B. bassiana memberikan pengaruh yang nyata pada parameter jumlah daun, bobot kering total tanaman, jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, hasil panen per hektar, jumlah umbi mulus dan kandungan gula terlarut.
Pertumbuhan Planlet Tebu Akibat Perlakuan Pupuk Cair dan Dosis Controlled Release Fertilizer (CRF) pada Tahap Aklimatisasi Pratama, Dedi; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tebu (Saccaharum officinarum L.) adalah tanaman yang berekonomis cukup tinggi sebagai salah satu sumber karbohidrat. Penyebab rendahnya produksi gula dapat dilihat dari sisi  on farm, diantaranya penyediaan bibit dan kualitas bibit tebu. Teknik perbanyakan tebu melalui kultur invitro merupakan alternatif untuk menghasilkan bibit unggul dalam waktu yang singkat. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan bibit tebu yaitu dengan pemberian pupuk cair dan pupuk CRF. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pertumbuhan planlet tebu akibat pemberian frekuensi penyemprotan pupuk cair dan dosis pupuk CRF. Untuk mendapatkan frekuensi penyemprotan pupuk cair dan dosis pupuk CRF yang efektif untuk pertumbuhan planlet tebu pada tahap aklimatisasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2017 di Jatimulyo, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) terdiri dari 15 kombinasi perlakuan dilakukan tiga kali ulangan diperoleh 45 petak percobaan. Faktor pertama yaitu frekuensi penyemprotan pupuk cair dan faktor kedua yaitu dosis pupuk CRF. Faktor pertama frekuensi penyemprotan pupuk cair dengan 3 taraf yaitu B0 : Kontrol, B1 : 1 minggu sekali dan B2 : 2 minggu sekali dan faktor kedua dosis pupuk CRF dengan 5 taraf yaitu C0 : kontrol, C1 : 0.08 g.tan -1, C2 : 0.16 g.tan-1, C3 : 0.24 g.tan-1 dan C4 : 0.32 g.tan-1. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk cair 1 minggu sekali dengan pupuk CRF 0.24 g.tan-1 mampu meningkatkan pertumbuhan bibit tebu. Pemberian pupuk cair 1 minggu sekali dapat meningkatkan pertumbuhan bibit tebu. Dosis pupuk CRF 0.24 g.tan-1 mampu meningkatkan pertumbuhan bibit tebu.
Uji Efikasi Berbagai Jenis Herbisida terhadap Gulma pada Budidaya Kakao (Theobroma cacao L.) Tanaman Belum Menghasilkan Sitohang, Denny; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) adalah salah satu jenis tanaman perkebunan yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Hasil biji kakao sudah banyak dimanfaatkan sebagai oalahan makanan, pasta, bubuk kakao, dan lemak coklat. Pada biji kakao terdapat senyawa polifenol yang memiliki kandungan antioksidan yang penting untuk kesehatan tubuh manusia. Namun, produksi kakao masih belum optimal. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kako telah banyak dilakukan salah satunya kegiatan pemeliharaan kakao dengan pengendalian gulma. Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh di tempat yang tidak dikehendaki dan dapat merugikan baik secara kualitas dan kuantitas. Berdasarkan uraian di atas perlu dilakukan percobaan tentang uji efikasi herbisida untuk mengendalikan gulma pada tanaman kakao belum menghasilkan. Penelitian dilaksanakan di Desa Kemloko, Kecamatan Ngelegok, Blitar pada April – Juli 2019. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan herbisida 2,4 D dimetil amina dengan dosis 3,5 l ha-1 (P6) adalah dosis yang efektif untuk mengendalikan gulma berdaun lebar Synedrella nodiflora, Ageratum conyzoides, Mikania micrantha, Alternanthera brasiliana, Dendrocnide moroides, dan Peperomia pellucida pada tanaman kakao belum menghasilkan. Perlakuan berbagai jenis herbisida tidak menimbulkan gejala fitotoksisitas pada tanaman kakao belum menghasilkan.
Eksplorasi Tanaman Pisang (Musa spp.) sebagai Sumberdaya Genetik Lokal di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat Dewi, Destiana; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang digemari masyarakat di seluruh dunia sehingga menarik untuk ditingkatkan lagi produksinya. Meningkatkan kualitas dan daya hasil tanaman diperlukan upaya penyaringan plasma nutfah melalui kegiatan karakterisasi. Kegiatan ini menghasilkan deskripsi tanaman yang dapat digunakan sebagai pedoman pemberdayaan genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari persebaran pisang, keragaman pisang berdasarkan karakter morfologi dan jarak genetik antar aksesi pisang di kabupaten Lombok Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai bulan Februari 2019 di 5 kecamatan kabupaten Lombok Tengah yaitu kecamatan Batukliang, Batukliang Utara, Praya, Kopang dan Pringgarata. Metode yang digunakan adalah metode survei, karakterisasi dan wawancara dengan petani. Berdasarkan hasil eksplorasi didapatkan 65 sampel dengan 15 genotipe pisang yaitu Tembaga, Kayu, Mas bali, Kepok, Kombol, Raja, Lumut, Ketib, Susu, Mas Ir, Kapal, Lilin, Blendang, Seri dan jepun. Tanaman pisang hasil eksplorasi tersebar secara tidak merata disetiap kecamatan kecuali pisang Kepok. Berdasarkan analisis keragaman karakter morfologi menggunakan PCA diketahui karakter yang paling berpengaruh terhadap suatu keragaman yaitu posisi rakhis, bentuk jantung, bentuk dasar braktea, bentuk ujung braktea, warna dalam braktea, keadaan braktea sebelum jatuh, warna tepal majemuk, warna stigma, bentuk ovary, warna dasar ovary, bentuk buah, bentuk ujung buah, potongan melintang buah, warna kulit buah masak, warna daging buah, panjang buah, jumlah buah persisir, diameter buah, dan bobot buah. Berdasarkan dendogram diketahui tanaman pisang terbagi menjadi dua kelompok besar, kelompok I terdiri dari 61 aksesi dan kelompok II terdiri dari 4 aksesi terpisah pada tingkat kemiripan 83-99% berarti antar aksesi memiliki hubungan kekerabatan yang dekat.

Page 1 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue