cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Studi Satuan Panas (Heat Unit) Beberapa Famili Solanaceae dan Fabaceae Farokha, Farokha; Ariffin, Ariffin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1119

Abstract

Famili Solanaceae (cabai, tomat dan terong) dan Fabaceae (kacang tanah, kacang hijau, buncis dan kacang kedelai) merupakan jenis tanaman hortikultura bernilai ekonomis. Fase perkembangan tanaman terdiri dari tiga tahapan yaitu perkecambahan, vegetatif dan generatif. Faktor yang mempengaruhi fase perkembangan tanaman salah satunya adalah suhu. Konsep yang umum digunakan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap perkembangan tanaman adalah satuan panas (heat unit) yang dipergunakan untuk perencaanaan budidaya tanaman dari awal tanam hingga panen. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari kebutuhan satuan panas beberapa jenis tanaman Solanaceae dan Fabaceae pada setiap fase perkembangan. Penelitian dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, pada bulan Januari hingga Mei 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi. Percobaan ini menggunakan 7 tanaman yaitu kacang tanah (P1), kacang kedelai (P2), kacang hijau (P3), buncis (P4), tomat (P5), cabai (P6) dan terong (P7). Hasil menunjukkan nilai satuan panas panen konsumsi berbeda pada setiap jenis tanaman dari famili Solanaceae dan Fabaceae. Nilai satuan panas famili Solanaceae yaitu tomat 1636,0oC hari, terong ungu 1494,0oC hari dan cabai 1827,0oC hari, sedangkan Fabaceae yaitu kacang tanah 1399,5oC hari, kacang hijau 931,5oC hari, kacang kedelai 1247,5oC hari dan buncis 883,5oC hari.
Fenologi dan Penampilan Karakter Morfo-Agronomi Galur-Galur Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Cholchisine Treatment 5 (CT5) Putri, Galuh Rahma Prandiny; Waluyo, Budi; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1120

Abstract

Jarak kepyar adalah tanaman dari familli Euphorbiaceae yang dapat tumbuh pada lahan kering dan marginal untuk tanaman lain. Ekspor jarak kepyar di Indonesia pada tahun 2010 sampai 2012 masih berada jauh dibawah nilai impornya. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi mengenai genetik yang tersebar dan keterbatasan bahan tanam. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari keragaman fenologi karakter morfo-agronomi tanaman jarak kepyar generasi ke-5 (CT5). Penelitian dilaksanakan di Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, padabulan Januari sampai dengan Mei 2018.Bahan yang digunakan adalah 20 galur CT5, pupuk Urea, KCL, dan SP36. 20 galur jarak kepyar yang digunakan merupakan generasi ke-5 (CT5) hasil dari keturunan perlakuan kolkisin. Setiap nomor galur terdapat 6 tanaman dan diulang sebanyak 2 kali dengan jarak tanam 100x100 cm. Penga-matan fenologi adalah pola pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah ruas daun, jumlah daun gugur, dan panjang tandan, karakter morfologi dan agronomi. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif dengan nilai rerata, varian, standar deviasi, dan koefisien variasi.Hasil koefisien variasi menunjukkan 20 galur jarak kepyar memiliki nilai KV dibawah 30% artinya termasuk kedalam kategori rendah dan sedang. kategori koefisien variasi sedang adalah panjang batang utama, berat buah, dan berat total biji. Hasil pengamatan karakter morfologi menunjukkan dari 32 karakter, terdapat 3 karakter yang menun-jukkan keseragaman dan 29 karakter yang lainnya menunjukkan keragaman. Pola pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa 20 galur jarak kepyar menunjukkan pola pertumbuhan yang bervariasi.
Pengaruh Berbagai Cara Pengendalian Gulma terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Sitorus, Hisar; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1121

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu komo-ditas kacang-kacangan yang banyak di konsumsi masyarakat Indonesia baik dari olahan sederhana hingga produk olahan teknologi industri. Pada budidaya kacang hijau terdapat beberapa permasalahan yang penting yang dapat menurunkan produksi kacang hijau diantaranya ialah keberadaan gulma.Adanya gulma pada lahan budidaya dapatmerugikan baik dari kualitas atau kuantitas produksi tanaman Pengendalian gulma dapat dilakukan sejak tanaman belum di tanam yaitu dengan menggunakan herbisida pra tanam dan setelah tanaman tumbuh dengan cara penyiangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan herbisida pra tanam dan penyiangan untuk mengendalikan gulma pada tanaman kacang hijau.Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2018 di Kebun Percobaan UB, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian gulma memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Perlakuan pengendalian gulma mem-berikan pengaruh nyata pada semua variabel pengamatan yaitu bobot kering gulma, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering total tanaman, jumlah polong, jumlah biji, bobot kering biji, dan hasil panen. Hasil pengamatan menun-jukkan bahwa perlakuan pe-nyemprotan herbisida Oksifluorfen 480 g ha-1 dan penyiangan 15+30 HST (O2+W15+30) merupakan pengendalian paling efektif dan efisien. Perlakuan ini dapat mengendalikan gulma hingga 30 HST sebesar 94,15%.
Evaluasi Variasi Genetik dan Depresi Silang dalam pada Persilangan Sendiri dan Persilangan Saudara Beberapa Galur Jagung Manis (Zea Mays L. Var. saccharata) Widanni, Lucynda Windy; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1122

Abstract

Galurinbrida dihasilkan melalui persilangan sendiri hingga diperoleh tanaman yang homozigot. Persilangan sendiri dapat me-nyebabkan terjadinya depresi silang dalam yang tinggi dan akan mengakibatkan penurunan vigor tanaman. Metode per-silangan lain yang dapat digunakan yaitu dengan persilangan saudara, dimana persilangan saudara dapat mengurangi dampak dari depresi silang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan nilai depresi silang dalam pada beberapa galur jagung manis hasil selfing dan sibmate, serta korelasi antara variasi genetik dengan depresi silang dalam. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan maret-juni 2017, di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Bahan yang digunakan ialah 12 galur jagung manis generasi S5 yang terdiri dari 6 galur selfing dan 6 galur sibmate. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga kali ulangan.Data dianalisis menggunakan uji t taraf 5%. Keragaman diuji dengan menghitung nilai koefisien keragaman genetik. Pengukuran penurunan vigor tanaman dapat diketahui melalui persentase depresi silang dalam. Korelasi antara variasi genetik dengan depresi silang dalam diuji menggunakan korelasi Spearman rank. Hasil menunjukkan terdapat beberapa galur yang belum seragam. Pada galur-galur selfing lebih banyak menunjukkan depresi silang dalam dibandingkan dengan galur sibmate. Tidak terdapat korelasi antara variasi genetik dengan depresi silang dalam pada sebagian besar karakter pengamatan.
Pengaruh Komposisi Ab Mix dan Biourine Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Romaine (Lactuca sativa L.) Sistem Hidroponik Rakit Apung Sitorus, Lusi Anna; Santosa, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1123

Abstract

Keberhasilan tanaman selada romaine sistem hidroponik dapat ditingkatkan dengan pemberian nutrisi AB mix dan biourin sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menentukan pemberian AB mix dan biourin sapi yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada romaine(Lactuca sativa L.) sistem hidroponik rakit apung. Penelitian ini dilaksanakan bertempat di Screenhouse Lanud Abdulrachman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang,pada bulan Februari- Mei 2018. Penelitian mengguakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian dilakukan 2 kali masa tanam. Penanaman pertama ada 8 perlakuan P1: 100% AB Mix, P2: 100% Biourin Sapi, P3: 85 % AB Mix + 15 % Biourin Sapi, P4: 70 % AB Mix + 30 % Biourin Sapi, P5: 55% AB Mix + 45 % Biourin Sapi, P6: 40% AB Mix + 60 % Biourin Sapi, P7: 25% AB Mix + 75% Biourin Sapi, P8: 10% AB Mix + 90% Biourin Sapi. Penaman kedua ada 6 perlakuan P1: 100 ml/l Biourin Sapi, P2: 200 ml/l Biourin Sapi, P3: 300 ml/l Biourin Sapi, P4: 400 ml/l Biourin Sapi, P5: 100% AB mix, P6: 50% AB mix + 50% Biourin Sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian AB mix 85% dengan penambahan 15% Biourin sapi pada penanaman pertama  dan 100% AB mix (P5) penanaman kedua berpengaruh terhadap panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot akar, panjang akar dan bobot segar konsumsi.
Penampilan Galur-Galur Harapan Jarak Kepyar (Ricinus communisl.) Hasil Perlakuan Kolkisin Generasi CT4 Rarasatidan, Maharani Gadis; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1124

Abstract

Potensi tanaman jarak kepyar sebagai komoditas industri memiliki nilai yang tinggi, namun ketersediaan akan varietas unggul sangat terbatas. Oleh karena itu perlu dikembangkan varietas jarak kepyar yang memiliki produktivitas hasil yang tinggi baik dalam bentuk buah ataupun biji. Perakitan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi merupakan upaya untuk mening-katkan hasil panen biji jarak kepyar. Penelitian dilakukan di Kepuharjo, Karang-ploso, Malang pada bulan April-September 2017 dengan bahan tanam25 galur jarak kepyar. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok, aksesi yang diuji sebanyak 25 tanaman diulang dua kali dengan jarak tanam 90 x 50 cm. Parameter yang diamati berupa karakter agronomi (batang, daun, bunga, buah, dan biji). Data dianalisis menggunakan analysis of variance pada taraf 0,05 dengan uji lanjut Scott Knott. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur harapan C856(CT4)-5[(M)], C864(CT4)-6[(T0 E)] dan C864(CT4)-9[(2)] mempunyai potensi hasil tinggi.
Poliploidisasi Anggrek Vanda lombokensis J. J. Sm. Menggunakan Kolkisin Secara In Vivo Masruroh, Mei; Soetopo, Lita
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1125

Abstract

Vanda lombokensis J. J. Sm. merupakan salah satu spesies anggrek asli Indonesia dengan motif bunga yang menarik dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Mengingat Vanda merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengem-bangkan potensi anggrek Vanda salah satunya dengan menggunakan mutagen kimia yaitu kolkisin. Induksi kolkisin pada anggrek dengan konsentrasi tertentu dapat menghasilkan individu poliploid yang memilki ukuran bunga yang lebih besar, bentuk bunga yang lebih bulat, dan warna bunga yang lebih pekat. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi yang efektif untuk menghasilkan anggrek Vanda lombokensis J. J. Sm. poliploid secara in vivo. Penelitian dilaksa-nakan di CV Soerjanto Orchid, laboratorium Bioteknologi, laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada Bulan Januari-Juli 2018. Penelitian ini menggunakan perlakuan konsentrasi kolkisin sebanyak lima perlakuan, yaitu 0 ppm (kontrol), 1500 ppm, 3000 ppm, 4500 ppm, dan 6000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan, induksi kolkisin pada konsentrasi 4500 dapat menghasilkan individu poliploid berdasarkan pengamatan kromosom serta didukung hasil pengamatan stomata dan morfologi.
Pengaruh Posisi Mata Tempel Pada Keberhasilan Okulasi Beberapa Varietas Jeruk Keprok (Citrus reticulate) Musthofa, Mochammad Insan; Sugiyatno, Agus; Wardiyati, Tatik; Roviq, Mochammad
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1126

Abstract

Tanaman jeruk banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki iklim yang sesuai dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Produksi tanaman jeruk pada tahun 2014 mencapai 1.785.264 ton/tahun, sedangkan pada tahun 2015 produksi tanaman jeruk mengalami penurunan sebesar 40.925 ton/tahun (BPS, 2016). Hal tersebut disebabkan karena serangan hama dan penyakit, dan berkurangnya ketersediaan lahan budidaya tanaman jeruk akibat alih fungsi lahan menjadi bangunan. Salah satu teknik perbanyakan tanaman jeruk yang banyak dilakukan di Indonesia yaitu dengan okulasi. Okulasi yaitu menggabungkan sifat unggul yang terdapat pada batang atas dengan sifat unggul yang terdapat pada batang bawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui posisi mata tempel terbaik pada setiap varietas untuk menghasilkan bibit yang baik, untuk mengetahui perbedaan pada pertumbuhan bibit dengan posisi mata tempel yang berbeda dan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan pada setiap varietas yang ditanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 hingga Desember 2017 di Kebun Percobaan Tlekung Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) untuk melihat adanya pengaruh perlakuan. Terdiri dari dua faktor, yaitu faktor posisi mata tempel dan faktor varietas jeruk keprok. Variabel pengamatan dalam penelitian yaitu presentase keberhasilan okulasi, kecepatan pecahnya mata tunas, panjang tunas, jumlah daun per tunas, diameter batang tunas, diameter batang bawah. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksiantara perlakuan posisi mata tempel dengan varietas. Keberhasilan okulasi tidak dipengaruhi oleh letak mata tempel pada semua varietas.
Pengaruh Pemberian Sumber Pupuk Kalium dan Dosis Pupuk Fosfor terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Haidlir, Mutiara Nisa; Koesriharti, Koesriharti; Armita, Deffi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1127

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) ialah salah satu tanaman Leguminosae yang cukup penting di Indonesia setelah kedelai dan kacang tanah. Permintaan kacang hijau mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, namun produksi kacang hijau belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Usaha untuk meningkatkan produksi kacang hijau dapat ditempuh melalui aplikasi dosis pupuk yang tepat sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman dapat optimal. Tanaman yang kekurangan kalium daunya akan menguning dan akan berpengaruh pada proses fotosintesis sehingga produksi kacang hijau akan menurun. Selain pupuk kalium sebagai sumber nutrisi, tanaman kacang hijau juga memerlukan pupuk fosfor untuk membantu pertumbuhan, pembentukan protein, pembentukan akar, mempercepat tua buah atau biji–bijian dan memperkuat tanaman. Penelitian dilaksanakan di Balai Sertifikasi Benih dan Palawija Kecamatan Singosari Kabupaten Malang pada September hingga November 2017. Pene-litian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalahsumber pupuk kalium, yaitu K1:KCl110kg K2O ha-1, K2: K2SO4110kg K2O ha-1. Faktor kedua adalah dosis pupuk fosfor, yaitu P0: tanpa pupuk fosfor, P1: 50 kg P2O5/ha, P2: 100kg P2O5/ha, P3: 150 kg P2O5/ha, P4: 200kg P2O5/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk KCl mampu meningkatkan pertumbuhan dan jumlah polong isi per tanaman serta bobot biji per tanaman  kacang hijau dibandingkan dengan peng-gunaan pupuk K2SO4. Pemberian pupuk fosfor dengan dosis 50 kg.ha-1 dan 100 kg.ha-1 mampu meningkatkan jumlah polong isi per tanaman kacang hijau.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Daun pada Media Anggrek Dendrobium dan Cattleya secara In Vitro Hardianti, Oktarina; Soetopo, Lita
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1128

Abstract

Anggrek Dendrobium dan Cattleya tergolong dalam jenis anggrek yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Rendahnya produksi anggrek disebabkan karena kurang tersedianya bibit yang bermutu dan sistem budidaya yang kurang efisien. Upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan pembiakan in vitro. Keberhasilan kultur in vitro salah satunya dipengaruhi oleh media kultur. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan pupuk daun dalam media kulturin vitrodengan tujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk daun yang sesuaipada media Vacindan Went (VW) serta interaksinya terhadap pertumbuhan vegetatif anggrek Dendrobium Woon Leng dan Cattleya Soerya Jelita secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Soerjanto Orchid, Batupada bulan Januari hingga Juni 2018, dan disusun menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama berupa konsentrasi pupuk daun Gandasil D yang terdiri dari 7 level. Sedangkan faktor kedua berupa jenis tanaman anggrek. Masing-masing kombinasi perlakuan  dilakukan 4 kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat interaksi antara konsentrasi pupuk daun dengan jenis anggrek terhadap variabel jumlah akar, panjang planlet, dan berat basah. Konsentrasi pupuk daun untuk keduajenisanggrek menunjukkan hasil yang kurang optimum karena pertumbuhan vegetatif planlet yang dihasilkan tidak berbeda nyata dengan perlakuan kontrol.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue