cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) pada Pemberian Dosis Nitrogen dan Bahan Organik Maydya Lesmanasari; Nunun Barunawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.10.05

Abstract

Pemanfaatan seledri selain sebagai sayuranpelengkap atau penyedap rasa juga bermanfaatdi bidang kesehatan. Perbaikan budidaya pada seledri pada lahan dengan kondisi C-organikdan N-tersedia dalam kategori sedang dapatdilakukan dengan pemupukan. Kebutuhanunsur nitrogen pada seledri dapat dipenuhidengan pupuk nitrogen. Pengoptimalanserapan hara pada tanaman dilakukan denganpenambahan bahan organik. Selainmeningkatkan ketersediaan unsur hara, bahanorganik dapat memperbaiki kualitas tanahsehingga penyerapan unsur hara optimal.Penelitian dilakukan untuk mempelajariinteraksi dosis nitrogen dan bahan organikserta mendapatkan dosis nitrogen dan bahanorganik yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri. Penelitian dilaksanakandi Desa Sumberejo, Kota Batu pada bulan Mei hingga Juli 2022. Penelitian merupakanpercobaan faktorial yang di rancangmenggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dengan 3 ulangan terdiri 2 faktor. Faktorpertama, dosis nitrogen terdiri dari 4 taraf yakni25 kg ha-1, 75 kg ha-1, 125 kg ha-1 dan 175 kg ha-1. Faktor kedua, dosis bahan organik berupakotoran kambing terdiri dari 3 taraf meliputi 0 ton ha-1, 15 ton ha-1, dan 30 ton ha-1. Variabelpengamatan meliputi panjang tanaman, jumlahdaun, jumlah anakan, bobot segar, dan shoot:root rasio. Analisa data menggunakan uji F pada taraf 5%. Hasil yang berbeda nyatadilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitiantidak menunjukkan interaksi antara pemberiandosis nitrogen dan bahan organik terhadappertumbuhan dan hasil pada tanaman seledri. Pemberian dosis nitrogen 125 kg ha-1 dan 175 kg ha-1 meningkatkan pertumbuhan panjangtanaman, jumlah anakan, dan jumlah daunmasing-masing sebesar 18,5%; 40,3%; dan 16,57%. Pada komponen hasil, pemberiandosis nitrogen 125 kg ha-1 dan 175 kg ha-1meningkatkan bobot segar konsumsi sertashoot:root rasio masing-masing sebesar82,44%; dan 118%. Sedangkan pemberianbahan organik tidak berpengaruh nyataterhadap pertumbuhan dan komponen hasiltanaman seledri.
Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Shadrina Idzni Hanifah; Sudiarso Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.10.06

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) merupakan salah satu jenis jagung yang digemari masyarakat karena memiliki rasa yang manis, mudah diolah, dan memiliki kandungan gizi tinggi. Akan tetapi produktivitas jagung manis di Indonesia dari tahun 2016 hingga 2020 masih mengalami fluktuasi. Salah satu faktor penyebabnya yaitu budidaya tanaman jagung manis masih didominasi penggunaan pupuk anorganik. Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dapat mengurangi kesuburan tanah dan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari interaksi penggunaan pupuk organik dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Juni 2022 di Lahan Percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor I ialah dosis pupuk organik (tanpa pupuk organik, pupuk hijau C. juncea 20 ton ha-1, pupuk kandang kambing 20 ton ha-1, dan pupuk hijau C. juncea 10 ton ha-1 + pupuk kandang kambing 10 ton ha-1) dan faktor II ialah konsentrasi PGPR (tanpa PGPR, PGPR 10 ml l-1, dan PGPR 20 ml l-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk hijau dan pupuk kandang serta PGPR memberikan interaksi yang mampu meningkatkan tinggi tanaman, luas daun, bobot kering tanaman, bobot segar tongkol, panjang dan diameter tongkol, serta hasil panen per hektar. Pemberian pupuk hijau 10 ton ha-1 + pupuk kandang 10 ton ha-1 dan PGPR 20 ml l-1 menunjukkan hasil panen tongkol sebesar 10,18 ton ha-1 dan mencapai 34% lebih tinggi jika dibandingkan hasil panen jagung manis tanpa pemberian pupuk organik dan PGPR.
Pertumbuhan Dan Hasil Selada (Lactuca sativa L.) Pada Metode Hidroponik Sistem Sumbu Dengan Kerapatan Naungan Dan Konsentrasi Nutrisi Yang Berbeda Agmey Wijaya; Sisca Fajriani
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.10.02

Abstract

Selada merupakan sayuran yang dimakan bagian daunnya. Selada memiliki mineral dan vitamin yang baik bagi kesehatan. Selada membutuhkan lingkungan yang sejuk dengan suhu 15-25°C dan cukup air. Cahaya yang terik dapat menurunkan kelembaban dan meningkatkan suhu udara sehingga tanaman selada melakukan transpirasi dengan cepat pada siang hari. Penanaman secara hidroponik tidak membutuhkan tanah dan nutrisi dapat diatur sesuai kebutuhan. Penelitian bertujuan untuk menentukan kerapatan naungan dan konsentrasi nutrisi yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada metode hidroponik sistem sumbu serta mempelajari lingkungan mikro yang terbentuk dari perlakuan kerapatan naungan yang berbeda. Penelitian dilakukan di Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan Rancangan petak terbagi yang disusun secara faktorial. Petak utama adalah perlakuan kerapatan naungan yang terdiri atas 4 taraf yaitu kerapatan naungan, 0%, 25%, 50% dan 75%. Anak petak adalah perlakuan konsentrasi nutrisi yang terdiri atas 2 taraf yaitu konsentrasi nutrisi 750 ppm dan 1000 ppm. Kombinasi perlakuan menghasilkan 8 kombinasi diulang 3 kali. Perlakuan kerapatan naungan 0% memberikan peningkatan bobot segar pertanaman 9,3%, jumlah daun 9,2% dan panjang akar 3,7% dibandingkan kerapatan naungan 25%. Konsentrasi nutrisi 1000 ppm meningkatkan bobot segar pertanaman 9,1%, jumlah daun 6,3% dan panjang akar  9,6% dibandingkan konsentrasi nutrisi 750 ppm. Perlakuan kerapatan naungan 25% menurunkan intensitas radiasi matahari sebesar 12% dan suhu udara 0,7% sedangkan kelembaban udara meningkat sebesar 1,7% dibandingkan kerapatan naungan 0%.
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bunga Kol (Brassica oleracea var. botrytis L.) : Effect of Type and Concentration of Liquid Organic Fertilizer on Growth and Yield of Cauliflower Plants (Brassica oleracea var. botrytis L.) Allisa Anastasya; Sudiarso Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.10.07

Abstract

Tanaman bunga kol banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Penggunaan pupuk kimia dapat mengancam keseimbangan ekosistem dan menurunkan kesuburan tanah. Upaya dalam mengurangi penggunaan pupuk kimia yaitu dengan menggunakan pupuk organik cair. Penelitian ini untuk mengetahui, mengukur dan menganalisis pemberian jenis dan konsentrasi pupuk organik cair yang berbeda untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bunga kol. Bahan yang digunakan yaitu pupuk ZA, pupuk SP-36, pupuk KCl, air, benih bunga kol varietas PM 126 F1, pupuk kandang kambing, POC Nasa, POC Green Tonik dan POC Bio Sugih. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan kombinasi perlakuan P1: POC Nasa 1 ml/l Air, P2: POC Nasa 2 ml/l Air, P3: POC Nasa 3 ml/l Air, P4: POC Green Tonik 1 ml/l Air, P5: POC Green Tonik 2 ml/l Air, P6: POC Green Tonik 3 ml/l Air, P7: POC Bio Sugih 1 ml/l Air, P8: POC Bio Sugih 2 ml/l Air, P9: POC Bio Sugih 3 ml/l Air. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis dan konsentrasi POC Green Tonik 3 ml/l memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol. Pemberian POC Green Tonik 3 ml/l menghasilkan panen bunga kol per hektar sebesar 15,67 t ha-1 atau lebih tinggi 56,7% dibandingkan POC Green Tonik 1 ml/l. Kata kunci: Bio Sugih, Bunga Kol, Green Tonik, Nasa. Cauliflower plants are much favored by the people of Indonesia. The use of chemical fertilizers can threaten the balance of the ecosystem and reduce soil fertility. Efforts to reduce the use of chemical fertilizers are by using liquid organic fertilizers. This study was to determine, measure and analyze the application of different types and concentrations of liquid organic fertilizer to increase the growth and yield of cauliflower. The materials used were ZA fertilizer, SP-36 fertilizer, KCl fertilizer, water, cauliflower seeds of PM 126 F1 variety, goat manure, Nasa POC, Green Tonic POC and Bio Sugih POC. This study used a randomized block design (RAK) with a combination of treatments P1: POC Nasa 1 ml/l Water, P2: POC Nasa 2 ml/l Water, P3: POC Nasa 3 ml/l Water, P4: POC Green Tonic 1 ml/l l Water, P5: POC Green Tonic 2 ml/l Water, P6: POC Green Tonic 3 ml/l Water, P7: POC Bio Sugih 1 ml/l Water, P8: POC Bio Sugih 2 ml/l Water, P9: POC Bio Sugih 3 ml/l Water. The research was carried out from February to April 2022 at the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya, Jatimulyo Village, East Java. The results showed that the type and concentration of POC Green Tonic 3 ml/l gave the best results on the growth and yield of cauliflower plants. Giving POC Green Tonic 3 ml/l resulted in cauliflower harvest per hectare of 15.67 t ha-1 or 56.7% higher than POC Green Tonic 1 ml/l. Keywords: Bio Sugih, Cauliflower, Green Tonic, Nasa.
Potensi Produksi dan Kualitas Benih 5 Genotipe Kacang Bambara (Vigna subtterranea L. Verdc) dengan Sistem Budidaya Organik dan Anorganik Rury Maytawanti; Damanhuri Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.10.04

Abstract

Kacang Bambara (Vigna subterranea L. Verdcourt) merupakah salah satu tanaman legum yang masih belum banyak dibudidayakan di Indonesia. Kacang bambara memiliki keragaman yang tinggi dan belum diketahui karakterisitiknya. Mutu benih akan berpengaruh terhadap potensi produksi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi produksi dan kualitas benih pada 5 genotipe kacang bambara pada dua sistem budidaya. Penelitian dilaksanakan di Desa Sukorejo, Kabupaten Malang. Kegiatan penelitian dimulai dari bulan Desember 2021 hingga Mei 2022. Genotipe kacang bambara yang digunakan yaitu LLB, SS 3.4.2, PWbg 5.2.1, JLB 1 dan GSG 1.5. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Split Plot dengan tiga ulangan. Hasil pengamatan didapatkan bahwa interaksi antara genotipe dan sistem budidaya nyata terhadap jumlah daun, bobot polong basah, jumlah polong tunggal, jumlah polong ganda, bobot 100 butir. Pengaruh sistem budidaya tidak menunjukkan beda nyata pada semua variabel pengamatan. Pengaruh genotipe nyata terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, bobot kering polong, jumlah polong total, panjang polong, lebar polong dan diameter polong. Pada genotipe yang sama, pengaruh sistem budidaya tidak menunjukkan adanya beda nyata terhadap produksi benih. Genotipe LLB dan SS 3.4.2 mempunyai potensi produksi benih tinggi. Pada karakter kualitatif, keragaman yang paling tinggi adalah warna dasar biji kacang bambara. Kata kunci : Anorganik, Genotipe, Kacang Bambara, Organik, Produksi Benih
Upaya Peningkatan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa Linn.) Varietas Rajasa-01 Melalui Integrasi Populasi Itik Sa'aprita Kusumaningtyas; Agus Suryanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.10.03

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) adalah tanaman pangan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu faktor penghambat yang mengurangi hasil padi hingga 50% adalah gulma. Saat ini gulma dikendalikan dengan cara manual, mekanis dan kimiawi yang membutuhkan tenaga kerja tinggi dan tidak ramah lingkungan. Sebagai alternatif, Sistem Padi Kompleks yang menggunakan itik untuk mengendalikan gulma dapat diterapkan. Tujuan penelitian yaitu untuk mempelajari pengaruh jumlah itik terhadap pertumbuhan dan hasil padi varietas Rajasa-01 serta pengaruhnya terhadap gulma. Penelitian dilaksanakan bulan Januari sampai Mei 2022 di Desa Sukorejo, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok 6 kali ulangan; D0: penyiangan manual; D1: 1 ekor per 20 m2; D2: 2 ekor per 20 m2; D3: 3 ekor per 20 m2. Variabel meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, Summed Dominance Ratio, berat kering gulma, berat gabah per rumpun, berat gabah kering panen per m2, berat kering total tanaman, dan berat 1000 butir. Data ditabulasi dengan Microsoft Excel, dianalis dengan tabel Sidik Ragam, dan menggunakan Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel berbeda nyata kecuali berat 1000 butir. Penggembalaan itik sebanyak 2 ekor per 20 m2 menghasilkan gabah kering panen sebesar 620,51 g.m-2, sehingga meningkatkan produksi padi varietas Rajasa-01 hingga 36,65% daripada perlakuan penyiangan manual, 25,22% daripada penggembalaan itik 1 itik per 20 m2, dan sebesar 21,86% dibandingkan penggembalaan 3 itik per 20. Penggembalaan itik sebanyak 1000 ekor per hektar dapat mengurangi kerapatan populasi gulma dan waktu muncul gulma.
Pengaruh Pengendalian Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Putih (Allium sativum L.) Ahmad Rozaqi; Thamrin Sebayang
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.10.08

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang dapat hidup di daerah dataran tinggi dan dataran rendah. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mendapatkan cara pengendalian gulma yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu tanpa pengendalian gulma (P0), penyiangan setiap 7 hari (P1), penyiangan 20, 30, dan 45 hst (P2), herbisida oksifluorfen 240 EC (P3), herbisida oksifluorfen 240EC + penyiangan 30 hst (P4), mulsa jerami (P5), mulsa jerami + penyiangan 30 hst (P6), mulsa plastik hitam perak (P7), mulsa plastik hitam perak + penyiangan 30 hst (P8). Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain cangkul, meteran, alat tugal, pipa air, ember, penggaris, timbangan analitik, alat tulis, papan penanda, sprayer dan kamera. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih bawang putih varietas lumbu hijau, pupuk kandang, pupuk urea, SP-36 dan KCl, mulsa jerami, mulsa plastik hitam perak, herbisida oksifluorfen 240 EC. Penelitian ini dilaksanakan mulai 18 Januari 2021 sampai dengan 3 Mei 2021, yang bertempat di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pengamatan meliputi pengamatan pertumbuhan, hasil, dan pengamatan gulma. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata antara perlakuan berbagai macam pengendalian gulma terhadap jumlah daun, panjang tanaman, bobot segar, bobot kering umbi, diameter umbi, dan hasil panen tanaman bawang putih (ton ha-1). Penyiangan setiap 7 hari dan aplikasi mulsa plastik hitam perak + penyiangan 30 hst efektif mengendalikan gulma tanaman bawang putih.
The Effect of The Use of PGPR and NPK on The Vegetative and Generative Phases of The Marigold (Tagetes erecta L.): Pengaruh Penggunaan PGPR dan NPK Terhadap Fase Vegetatif dan Generatif Pada Tanaman Bunga Marigold (Tagetes erecta L.) Achmad Fauzan; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.11.01

Abstract

Marigold plants are garden plants that are widely used in several regions in Indonesia due to their good adaptability. Chemical fertilizers produce residues that can later affect the chemical properties of the soil. Efforts to reduce the use of chemical fertilizers are by using organic fertilizers. The aim of the research was to study the interaction between the use of PGPR and NPK on the vegetative to generative phases of Marigold plants. The research was carried out from February 14 to May 12, 2022 at the Greenhouse of Brawijaya University, Jatimulyo Village, Lowokwaru District, Malang Raya, East Java. This study used a factorial randomized block design (RAK) with Factor I, namely four levels of PGPR concentration, including P0 = 0 ml l-1, P1 = 5 ml l-1, P2 = 10 ml l-1 and P3 = 15 ml l- 1. Factor II is three levels of NPK fertilizer doses, namely N0 = 0 g plant-1, N1 = 1.5 g plant-1 and N2 = 3 g plant-1. The materials used were 216 seeds of INCA Marigold plant seeds, raffia rope, stakes, alvaboard, water, NPK Mutiara (16:16:16), PGPR, and mixed planting media (soil: cocopeat: husk charcoal (1:1:1)). The results showed that there was an interaction between the concentration of PGPR and the dose of NPK on Marigold plant growth (total plant dry weight, top dry weight, and root dry weight). The total dry weight of Marigold plants at concentrations of PGPR up to 15 ml l-1 and NPK 3 g plant-1 increased by 23 times when compared to plants that were not given PGPR and NPK fertilizers. The use of NPK 2.42 g plant1 increased the number of Marigold flowers 10 times when compared to plants that did not use NPK fertilizer.
Pengaruh Pupuk Organik Cair dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Marigold (Tagetes erecta L.): Indonesia Pangidung, Nurfianto Giar Pangidung; Nihayati, Ellis Nihayati
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.12.05

Abstract

Marigold (Tagetes erecta L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hias bunga potong untuk upacara keagamaan yang memiliki nilai jual yang tinggi serta sebagai tanaman perangkap hama. Budidaya marigold yang secara intensif dengan input pupuk anorganik dan ketergantungan petani akan itu menyebabkan kesuburan tanah menurun. Salah satu solusi yang digunakan yaitu dengan aplikasi pupuk organik cair dan PGPR. Dalam aplikasinya dibutuhkan dosis dan cara aplikasi pupuk organik cair dan PGPR yang tepat agar hasil tanaman yang didapat lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan taraf tertentu POC yang memerlukan taraf tertentu PGPR  agar pertumbuhan dan hasil marigold menjadi optimal. Penelitian dilaksanakan pada lahan pekarangan di Perum. Griya Permata Alam FD-11, Desa Ngijo, Kec. Karangploso, Kab. Malang pada ketinggian 515 mdpl dan suhu rata-rata 23-25°C. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai dari April 2021-Juli 2021. Penelitian menggunakan desain rancangan petak terbagi dengan 3 taraf petak utama yaitu L0 (kontrol), L1 (Konsentrasi POC 5 ml/l), dan L2 (Konsentrasi POC 10 ml/l) serta 3 taraf anak petak yakni P0 (kontrol), P1 (Konsentrasi PGPR 10 ml/tanaman), dan P2 (Konsentrasi PGPR 20 ml/tanaman) yang diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata antara perlakuan POC dan PGPR dengan luas daun dimana setiap penambahan konsentrasi POC 10 ml/l membutuhkan dosis PGPR 20 ml untuk mendapatkan luas daun marigold terluas. Kedua perlakuan tidak menunjukkan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah bunga, diameter bunga, warna bunga, bobot segar tanaman, dan vase life bunga marigold sehingga aplikasi POC dan PGPR tidak direkomendasikan untuk tanaman marigold.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) pada Berbagai Warna Sungkup dan Media Tanam Armitha, Salsabila; Maghfoer, Moch Dawam
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.11.02

Abstract

Bayam merah merupakan tanaman sayur yang mengandung banyak gizi dan antosianin. Namun, produksi bayam mengalami penurunan pada tahun 2020. upaya untuk meningkatkan produksi bayam diperlukan dengan merekayasa kualitas cahaya menggunaan sungkup berwarna dan media tanam. Tujuan dari penelitian untuk mempelajari pengaruh warna sungkup yang berbeda pada berbagai media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah. Penelitian dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur pada bulan November hingga Desember 2021 menggunakan RPT yang terdiri dari warna sungkup (S0: tanpa sungkup; S1: sungkup warna bening; S2: sungkup warna biru; S3: sungkup warna merah) sebagai petak utama dan media tanam (M1: tanah; M2: cocopeat; M3: kompos) sebagai anak petak dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan sungkup merah dan media tanam kompos pada bayam merah menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman dan berat kering tanaman yang lebih tinggi dan berbeda nyata dari perlakuan sungkup dan media tanam lainnya. Perlakuan tanpa sungkup menghasilkan luas daun spesifik yang lebih tinggi dan berbeda nyata dari perlakuan sungkup lainnya, sedangkan perlakuan sungkup menunjukkan jumlah daun yang lebih tinggi dan berbeda nyata dari perlakuan tanpa sungkup. Perlakuan media tanam tanah dan kompos menunjukkan hasil jumlah daun yang lebih tinggi dan berbeda nyata dari perlakuan media tanam cocopeat

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue