Articles
3,493 Documents
RESPON SELEKSI MASSA PADA KARAKTER KOMPONEN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.)
Siswanto Putri, Amaniz Diharwati;
Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/822
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Cabai rawit banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan bahan campuran industri pengolahan makanan. Produktivitas cabai rawit di Indonesia masih rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas cabai rawit adalah melalui program seleksi. Seleksi massa merupakan salah satu metode seleksi yang didasarkan pada penampilan fenotipe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menduga respon seleksi massa pada karakter komponen hasil dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Agrotechnopark, Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Desember 2015 sampai dengan bulan Agustus 2016. Penelitian disusun menggunakan metode single plant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat respon seleksi yang berbeda pada karakter komponen hasil dan hasil cabai rawit yang diamati. Nilai respon seleksi yang besar terdapat pada karakter jumlah buah total per tanaman (∆P = 141,15) meningkat sebesar 84,94% dan bobot buah total per tanaman (∆P = 250,13) meningkat sebesar 94,66%.
ETNOBOTANI EDELWEIS (Anaphalis spp.) DI DESA NGADAS, TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
Setiyo Utomo, Amanu Budi;
Heddy, Y.B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/823
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan salah satu taman nasional yang menyimpan plasma nutfahkhas dataran tinggi salah satunya yaitu Edelweis (Anaphalis spp.), selain manfaat ekologi Edelweis juga memiliki manfaat akan keberlangsungan budaya Tengger. Masyarakat Tengger adalah kelompok masyarakat yang bertempat tinggal di dataran tinggi Tengger atau Desa Enclave Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan juga Desa-desa sekitar Taman Nasional. Masyarakat Tengger memiliki budaya mengenai pemanfaatan Edelweis sebagai salah satu tumbuhan wajib dalam sesaji untuk ritual adat, dan sedikit banyak pemanfaatan Edelweis dapat mempengaruhi populasi hidup di habitat aslinya. Penelitian dilaksanakan pada bulan April -Mei 2016. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur. Metode penelitian ini bersifat diskriptif kuantitatif dengan pengambilan data persebaran menggunakan beltd transekdan hasil wawancara menggunakan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya edelweis (Anaphalis spp.) di Desa Ngadas digunakan sebagai sesaji pada setiap ritual adat, spesies edelweis yang dimanfaatkan bunganya merupakan Anaphalis longifolia dan Anaphalis javanica yang oleh masyarakat tengger disebut dengan Tana Layu. Edelweis di sekitar desa ngadas dapat di temukan di ketinggian 1500-2200 mdpl yang didominasi spesies Anaphalis longifolia dan Anaphalis javanicadengan tipe persebaran masing-masing spesies yang ditemukan adalah mengelompok.
KERAGAAN 10 GALUR HARAPAN GENERASI F6 TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.)
Farida, Amelia;
Respatijarti, Respatijarti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/824
Tanaman cabai merah adalah salah satu sayuran yang dimanfaatkan buahnya. Tanaman cabai merah digunakan oleh masyarakat sebagai bumbu masak dan obat. Produktifitas cabai merah pada tahun 2014 adalah 8,34 ton.ha-1 Anonymosa). Jumlah tersebut masih rendah bila dibandingkan dengan potensi produktifittas cabai merah nasional yang dapat mencapai 12 ton.ha-1 (Purwati, 2000). Produktifitas tanaman cabai merah yang rendah dapat disebabkan oleh keadaan lingkungan atau serangan hama dan penyakit. Peningkatan produktifitas tanaman cabai merah dapat dilakukan dengan menggunakan varuetas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaan baik secara kualitatif dan kuantitatif 10 galur harapan pada generasi F6 tanaman cabai merah (Capicum annum L.). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini 10 galur harapan cabai merah dan varietas pembanding yakni Gantari. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian dilakukan pada bulan November 2015 – Mei 2016 di Desa Gesingan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Berdasarkan pengamatan karakter kualitatif tampak keseragaman pada posisi bunga, bentuk buah, warna buah muda dan warna biji. Sedangkan pada pengamatan karakter kualitatif terdapat beberapa karakter yang berbeda nyata dengan varietas pembanding, yakni panjang buah, diameter buah, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, jumlah buah baik dan bobot rata-rata buah. Terdapat 2 galur harapan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi varietas yaitu B5-10 dan B6-38.
PENGARUH BEBERAPA LEVEL SALINITAS TERHADAP PERKECAMBAHAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) VARIETAS VIMA 1
Romadloni, Andhina;
Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/825
Salinitas merupakan garam terlarut dalam konsentrasi yang berlebihan di tanah. Salinitas mengurangi pertumbuhan dan hasil tanaman pertanian penting dan dapat menyebabkan terjadinya gagal panen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dan perbedaan perlakuan beberapa level salinitas terhadap perkecambahan kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima 1 sebagai simulasi cekaman salinitas pada pembukaan lahan kacang hijau di daerah pesisir. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh dan perbedaan perlakuan beberapa level salinitas terhadap perkecambahan kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima 1. Hasil pengamatan dan pembahasan menunjukkan bahwa dengan percobaan kacang hijau di petridish melalui uji BNT 5% diperoleh bahwa perlakuan salinitas pada perkecambahan kacang hijau terdapat perbedaan secara nyata, dan berdasarkan hasil uji melalui ANOVA terdapat pengaruh perlakuan salinitas terhadap perkecambahan secara signifikan.
PENGARUH KONSENTRASI DAMINOZIDE DAN WAKTU DISBUDDING PADA PERTUMBUHAN KRISAN POT (Chrysanthemum sp.)
Ni’mah, Ani Nurin;
Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/826
Permintaan Krisan pot jenis standar (Chrysanthemum sp.) paling banyak diminati oleh konsumen. Kualitas Krisan pot ditentukan oleh tinggi tanaman dan diameter bunga. Upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas Krisan pot adalah aplikasi Daminozide dan pembuangan bakal bunga (Disbudding). Namun, aplikasi daminozide dengan konsentrasi dan waktu disbudding yang tidak tepat banyak menghasilkan tanaman yang belum memenuhi standar kualitas. Diperlukan pengetahuan tentang tingkat konsentrasi daminozide dan waktu disbudding yang tepat pada pertumbuhan Krisan Pot. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi konsentrasi Daminozide dan waktu disbudding pada pertumbuhan Krisan pot. Penelitian dilaksanakan di Condido Agro Kecamatan Tutur Nongkojajar Pasuruan. Ketinggian lokasi 900 mdpl, dengan suhu rata-rata harian 24oC. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor pertama konsentrasi daminozide dan faktor kedua waktu disbudding. Bibit krisan yang digunakan adalah bibit varietas Time Jewel. Parameter pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi daminozide dan waktu disbudding tidak menunjukkan adanya interaksi pada pertumbuhan vegetatif. Daminozide dengan konsentrasi 4000 ppm memiliki tinggi tanaman yang ideal 24.33cm yang berbeda nyata dengan kontrol. Tanaman yang dilakukan disbudding 7 dan 14 hari setelah inisiasi memiliki luas daun terbesar dengan jumlah daun terkecil yang berbeda nyata dengan kontrol. Konsentrasi daminozide dan waktu disbudding tidak berpengaruh nyata pada parameter jumlah cabang.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN LARUTAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY (Brassica rapa L. Chinensis) PADA HIDROPONIK SUBSTRAT
Istiqomah, Annisa;
Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21176/protan.v6i8.827
Pakcoy (Brassica rapa L. Chinensis) adalah tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan secara hidroponik. Pada budidaya hidroponik substrat, komposisi media dan larutan nutrisi merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan serta penentu hasil. Tetapi harga nutrisi hara hidroponik yang relatif mahal menjadi kendala bagi masyarakat. Oleh karena itu diperlukan larutan nutrisi alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komposisi media tanam dan larutan nutrisi yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada hidroponik substrat. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei sampai Juli 2016 di Desa Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Penelitian ini adalah percobaan faktorial yang dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu (M1) pasir dan arang sekam 1:1, (M2) pasir dan cocopeat 1:1, dan (M3) pasir, arang sekam dan cocopeat, 1:1:1. Faktor kedua adalah larutan nutrisi yang terdiri dari lima taraf yaitu (P0) AB Mix 100%, (P1) Pupuk paitan cair 25% + pukan sapi 75%, (P2) Pupuk paitan cair 50% + pukan sapi cair 50%, (P3) Pukan sapi cair 50% + AB Mix 50%, dan (P4) Pupuk paitan cair 25%+ pukan sapi cair 25% + AB Mix ideal 50%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan komposisi media tanam M1 menunjukkan panjang tanaman dan diameter batang yang lebih tinggi dibandingkan dengan komposisi media tanam M2. Penggunaan komposisi media tanam M1 menunjukkan jumlah daun yang lebih tinggi dibandingkan dan M3. Pemberian larutan nutrisi P3 dan P4 memberikan panjang tanaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan larutan nutrisi P0.
KONSENTRASI NUTRISI AB MIX DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L. var. crispa) DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT
Ainina, Arsyanti Nur;
Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/828
Selada (Lactuca sativa L.) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah dingin maupun tropis. Saat ini perminta- an selada juga terus mengalami kenaik- an. Semakin sempitnya lahan produktif khususnya di daerah perkotaan tentunya menuntut adanya suatu cara untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan terbatas tersebut agar tetap produktif, salah satunya budidaya tanaman dengan system hidroponik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh beberapa konsentrasi nutrisi AB mix dan macam media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah. Penelitian dilaksanakan di sreen house Venus Orchid Desa Tegalweru, Dau Malang pada bulan Oktober sampai November 2016. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Media tanam cocopeat dengan 1000 ppm nutrisi AB mix sudah menunjukkan bobot segar total tanaman dan bobot segar konsumsi yang lebih berat dibandingkan dengan 500 ppm dan 750 ppm nutrisi AB mix. Media tanam pasir dengan 1500 ppm nutrisi AB mix mampu memberikan bobot segar total yang lebih berat dari perlakuan 500 ppm, 750 ppm, 1000 ppm dan 1250 ppm nutrisi AB mix. Didapatkan perlakuan terbaik yaitu perlakuan media tanam cocopeat + 1000 ppm nutrisi AB mix. Rerata bobot segar total pertanaman sebesar 171,64 g dengan bobot segar total standart sebesar 150 g.
POTENSI HASIL BEBERAPA GENOTIPE CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI DATARAN RENDAH
Martasari, Astri Dwi;
Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/829
Rata-rata produktivitas cabai rawit (Capsicum frutescens L.)di dataran rendah berkisar antara 3,76 t ha-1-5,89 t ha-1 sedangkan potensinya bisa mencapai 9,32 t ha-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil dari enam genotipe cabai rawit yang dilakukan lahan pertanian dengan ketinggian ±15 m dpl. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam genotipe cabai rawit memiliki potensi hasil lebih tinggi dibandingkan cakra putih. Tiga genotipe diantaranya memiliki potensi hail tinggi berturut-turut CRUB 4 (9,65 t ha-1), CRUB 2 (8,66 t ha-1), dan CRUB 3 (8,20 t ha-1).
PENINGKATAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) MERR) MELALUI PENAMBAHAN UREA PADA SAAT AWAL BERBUNGA
Sabrina, Aulia Ilma Mirza;
Karyawati, Anna Satyana;
Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/830
Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) yang termasuk tanaman kacang-kacangan merupakan salah satu tanaman yang tingkat produksinya rendah. Peningkatan produksi kedelai melalui produktivitas dapat ditempuh melalui penggunaan varietas unggul dan pemberian pupuk yang tepat. Nitrogen merupakan salah satu unsur hara esensial yang sangat diperlukan oleh setiap tanaman dalam jumlah yang cukup banyak (Zainal, 2014). Unsur ini secara langsung berperan dalam pembentukan protein, memacu pertumbuhan tanaman secara umum terutama pada fase vegetatif, berperan dalam pembentukan klorofil, asam amino, lemak enzim dan persenyawaan lain. Pupuk Urea merupakan pupuk kimia yang mengandung unsur Nitrogen (N) dengan kadar yang tinggi. Pemberian Urea pada awal berbunga mampu meningkatkan hasil kedelai. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr) melalui pemberian pupuk Urea pada saat awal berbunga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2016 di Kec. Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari varietas kedelai dan dosis pupuk Urea. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Tanggamus memiliki hasil tertinggi pada jumlah polong total per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman dan hasil (ton ha-1).
PENGARUH UMUR BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) PADA 2 MACAM SISTEM TANAM
Putra, Bagus Sulistyono;
Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/831
Indonesia merupakan negara yang agraris dengan sebagian besar penduduk memiliki pencaharian sebagai petani. Namun pemenuhan kebutuhan pokok dalam negeri masih mengandalkan impor. Sepanjang Januari – Oktober 2014 impor beras mencapai 50,2 juta ton. Untuk ituperlu dilakukan studi tentang peningkatan produktivitas tanaman padi menggunakan umur bibit dan sistem tanam yang tepat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2016 di Desa Arang – arang, Kecamatan Dau, Malang dengan ketinggian tempat 608 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan kombinasi perlakuan umur bibit (B1: 25 HSS (hari setelah semai); B2: 20 HSS; B3: 15 HSS; B4: 10 HSS; B5: 5 HSS) dan sistem tanam (S1: jajar legowo; S2: tegel). Analisa data menggunakan sidik ragam (5%), apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji LSD 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan umur bibit 10 hari setelah semai dengan sistem jajar legowo 4:1 menghaslkan produktivitas tanaman tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.