Aini, Nurul
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 57 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGGUNAAN RHIZOBIUM DAN PENAMBAHAN MULSA ORGANIK JERAMI PADI PADA TANAMAN KEDELAI HITAM (Glycine max (L) Merril) VARIETAS DETAM 1 Fatma Sari, Rizky Ratna; Aini, Nurul; Setyobudi, Lilik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 8 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/251

Abstract

Kedelai hitam (Glycine max (L) Merril) merupakan tanaman asli Asia tropis seperti Asia Tenggara. Dengan menanam kedelai di sawah, dapat mengembalikan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh aplikasi mulsa organik jerami padi dan berbagai dosis Rhizobium pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam (Glycine max (L) Merril). Penelitian dilaksanakan di desa Kedungmaling, kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.  Ketinggian tempat pada lokasi penelitian 33 mdpl dengan suhu  harian berkisar antara 27ºC. Lahan yang digunakan merupakan lahan bekas tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2013 hingga Oktober 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari P1=kontrol, P2=Mulsa jerami padi, P3= Rhizobium dengan dosis 5 g kg-1 benih kedelai, P4=Rhizobium dengan dosis 3 gr kg-1 benih kedelai, P5= Mulsa jerami padi dan Rhizobium dengan dosis 5 g kg-1 benih kedelai dan P6= Mulsa jerami padi dan Rhizobium dengan dosis 3 g kg-1 benih kedelai. Dari hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan P5 mampu meningkatkan hasil tanaman kedelai hitam varietas Detam 1. Peningkatan hasil pada tanaman kedelai hitam varietas Detam 1 pada perlakuan P5 mencapai 27,38%. Sedangkan perlakuan yang menunjukkan hasil terendah dalam penelitian ini ialah pada perlakuan P1 (kontrol). Kata kunci: Kedelai Hitam, Rhizobium, Mulsa Jerami Padi,  Varietas Detam 1.
Pengaruh Naungan dan Konsentrasi Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Merah (Lactuca sativa L.) pada Sistem Hidroponik Substrat Syafputri, Dwi Wahyuni; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/945

Abstract

Selada keriting merah (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu jenis selada yang diminati masyarakat dikarenakan kandungan senyawa antosianinnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun produktivitas dan kualitas selada merah hidroponik pada petani masih menjadi masalah. Dimana bobot segar panen  yang rendah dan warna merah daun yang tidak merata. Upaya  yang  harus dilakukan  untuk  meningkatkan  bobot segar total tanaman adalah dengan pemberian konsentrasi nutrisi yang tepat, serta intensitas cahaya yang optimal agar didapatkan warna daun merah yang dominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan naungan dan konsentrasi nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil selada merah pada sistem hidroponik substrat. Penelitian  dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2017 bertempat di dalam screenhouse CV. Condido, Dusun Grajan Desa Gendro Nongkojajar Pasuruan Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Pola Tersarang (Nested Design) dengan naungan sebagai petak utama dan konsentrasi nutrisi sebagai anak petak. Parameter pengamatan terdiri dari panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, tebal daun, bobot segar total tanaman, bobot segar bernilai ekonomis, serta kandungan antosianin dan klorofil daun tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara naungan dengan perlakuan konsentrasi nutrisi terhadap penurunan bobot segar total dan ekonomis tanaman namun meningkatkan kandungan klorofil daun tanaman. Perlakuan naungan meningkatkan panjang tanaman dan luas daun, namun mengurangi jumlah daun, kandungan antosianin daun dan ketebalan daun tanaman. Sementara Perlakuan konsentrasi nutrisi meningkatkan panjang dan jumlah daun tanaman. Perlakuan tanpa naungan dengan konsentrasi nutrisi 1000 ppm memberikan hasil bobot tanaman tertinggi dengan kandungan antosianin daun terbanyak.
Kajian Perbedaan Umur Transplanting Bibit dan Penggunaan Berbagai Macam Pupuk Kandang pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Horenso (Spinacia oleracea L.) Wicaksono, Feri; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 11 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1008

Abstract

Horenso (Spinacia oleracea L.) atau biasa dikenal dengan Bayam Jepang adalah tanaman sayuran dataran tinggi dengan umur panen yang singkat. Masalah yang dapat mengurangi produksi bayam adalah kebutuhan unsur hara yang kurang tercukupi dan teknik budidaya tanaman Horenso kurang benar, hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak seragam dan produksi menjadi kurang maksimal. Maka perlu penelitian lebih lanjut tentang umur pindah tanam bibit yang tepat dan pemberian berbagai macam pupuk kandang yang sesuai, sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman Horenso. Penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2017 di Agro techno park Kebun Percobaan Cangar, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian menggunakan  metode Rancangan Acak Kelompok (RAK)  kombinasi perlakuan umur bibit 10 hst, 15 hst, dan 20 hst serta macam pupuk kandang dengan  meng-gunakan kotoran sapi, ayam dan kambing sehingga didapatkan 9 perlakuan kombinasi yang diulang sebanyak 3 kali, didapatkan 27 petak penelitian. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf 5% untuk mengetahui perlakuan terbaik untuk tanaman Horenso, dan jika terjadi pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya tanaman Horenso perbedaan umur pindah tanam bibit dan pemberian berbagai macam pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap hasil dan pertumbuhan tanaman, hasil pertumbuhan dan produksi lebih tinggi berdasarkan parameter pengamatan panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot segar tanaman pada penelitian ini adalah, perlakuan kombinasi umur pindah tanam bibit 15 hari+pupuk kandang ayam 2,8 ha-1.
Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman ZPT Sintetis Terhadap Pertumbuhan Stek Tanaman Mawar (Rosa multiflora L.) Fadhillah, Siti; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1044

Abstract

Mawar merupakan salah satu tanaman hias yang mempunyai manfaat yang sangat banyak. Pada tahun 2010 produksi mawar mencapai angka 82.351.332 tangkai, namun pada tahun 2011 menurun hingga mencapai 74.319.773 tangkai. Salah satu kendala dari budidaya tanaman mawar sendiri adalah penanaman bibit stek batang bawah mawar yang membutuhkan waktu lama hingga siap disambung dengan batang atas yang berasal dari berbagai jenis bunga mawar. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pemberian ZPT. Pengaplikasian ZPT dengan waktu perendaman tertentu pada metode perbanyakan diharapkan dapat mempersingkat waktu pertumbuhan stek mawar hingga siap tanam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman ZPT Rootone-F terhadap pertumbuhan stek tanaman mawar. Penelitian dilaksanakan pada Mei – Juli di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Perlakuan P0= Kontrol, P1= Rootone-F 50 ppm dengan lama perendaman 1 jam, P2= Rootone-F 50 ppm dengan lama perendaman 2 jam, P3= Rootone-F 50 ppm dengan lama perendaman 3 jam, P4= Rootone-F 100 ppm dengan lama perendaman 1 jam, P5= Rootone-F 100 ppm dengan lama perendaman 2 jam, P6= Rootone-F 100 ppm dengan lama perendaman 3 jam, P7= Rootone-F 200 ppm dengan lama perendaman 1 jam, P8= Rootone-F 200 ppm dengan lama perendaman 2 jam dan P9= Rootone-F 200 ppm dengan lama perendaman 3 jam. Hasil menunjukkan perlakuan ZPT 200 ppm dengan lama perendaman 1 jam dan 3 jam meberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan stek tanaman mawar.
Pengaruh Berbagai Dosis Pupuk Kandang Kotoran Ayam dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Horenso (Spinacia oleracea L.) Jati, Galih Kurniawan; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 12 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1049

Abstract

Horenso (Spinacia oleraceae L.) memiliki kandungan vitamin C, vitamin A, mineral terutama besi dan rendah kalori. Di Indonesia sentra budidaya horenso masih terbatas, berdasarkan pengalaman yang telah diperoleh, permintaan horenso selalu meningkat, pada awalnya kebanyakan konsumen  masih asing dengan jenis sayur ini, sehingga perlu  upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman ba-yam, khususnya horenso agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Salah satu upaya tersebut adalah dengan pemberian dosis pemupukan yang tepat dan penunjang pertumbuhan dengan penambahan mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari dosis optimum pupuk kandang ayam yang sesuai dengan pengaplikasian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman horenso. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Cangar, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana. Data diuji dengan analisis ragam (Uji F) dengan taraf 5%. Jika terdapat pengaruh maka dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan dosis pupuk kandang kotoran ayam 5,6 ton ditambah PGPR memberikan hasil lebih tinggi dan berbeda nyata pada bobot segar tanaman, luas daun dan panjang tanaman daripada perlakuan yang lain.
Pengaruh Dosis Pupuk P dan Perbedaan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Giberelin pada Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Permana, Ati Setiawati; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1241

Abstract

Mentimun merupakan salah satu komoditas hortukultura yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia karena banyak mengandung vitamin dan mineral. Namun, produktivitas mentimun masih rendah, hal ini disebabkan karena perbedaan ratio bunga jantan dan betina. Presentai bunga betina sangat rendah dibawah 5%. Giberelin   mampu mempengaruhi sifat genetik dan proses fisiologi tanaman seperti pembungaan dan unsur fosfor merupakan unsur yang berperan penting dalam pembungaan karena pada saat proses pembungaan kebutuhan pupuk P akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk P dan pemberian zat pengatur tumbuh giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru, Malang pada bulan Februari 2019 sampai Maret 2019. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan kombinasi giberelin 3 taraf yaitu 0 ppm,100 ppm dan 200 ppm dan Pupuk P terdiri dari 3 taraf yaitu 0 kg/ha, 100 kg/ha, dan 200 kg/ha. Ulangan dilakukan sebanyak 3 kali dan diuji lanjut menggunakan BNJ 5%. Parameter komponen pertumbuhan meliputi Panjang Tanaman, Jumlah Daun, , Luas Daun Per Tanaman, Bobot Kering Tanaman. Kombinasi perlakuan 200 ppm + 100 kg/ha merupakan hasil terbaik dalam mempengaruhi pertunbuhan tanaman mentimun.
Pengaruh Waktu Pemangkasan Pucuk terhadap Pertumbuhan Dua Varietas Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Sistem Hidroponik Yanti, Ulfah Dwi; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1261

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan sayuran semusim dari famili cucurbitaceae yang banyak dikonsumsi terutama dalam bentuk segar. Mentimun merupakan tanaman yang terus melanjutkan pertumbuhan pada fase vegetatif jika pemangkasan pucuk tidak dilakukan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan perbaikan teknik budidaya tanaman adalah pemangkasan pucuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fase pertumbuhan yang tepat untuk pemangkasan pucuk utama guna meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun varietas Roberto dan varietas BM 007. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana terdiri dari 6 perlakuan : P1 = varietas roberto tanpa pemangkasan, P2 = varietas roberto dan pemangkasan pucuk batang utama pada 21 hst, P3 = varietas roberto dan pemangkasan pucuk batang utama pada 28 hst, P4 = varietas BM 007 tanpa pemangkasan, P5 = varietas BM 007 dan pemangkasan pucuk batang utama pada 21 hst, dan P6 = varietas BM 007 dan pemangkasan pucuk batang utama pada 28 hst. Hasil penelitian yang didapat adalah pemangkasan pada 28 hst pada varietas Roberto meningkatkan jumlah cabang produktif dan bobot kering total tanaman, namun menurunkan panjang tanaman dan jumlah daun.
Pengaruh Formulasi Nutrisi dan Konsentrasi Asam Giberelin pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ciplukan (Physalis peruviana L.) Melalui Sistem Hidroponik Irigasi Tetes Swasono, Muhammad Shobar Ibrahim; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1274

Abstract

Ciplukan (Physalis peruviana L.) ialah salah satu komoditas yang kebanyakan masih tumbuh liar. Tanaman ini biasa dimanfaatkan daun dan buahnya yang mengandung provitamin A, vitamin kompleks, vitamin C, mineral, serta bioaktif. Penunjang keberhasilan budidaya secara hidroponik ialah larutan nutrisi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari berbagai formulasi nutrisi dan Asam Giberelin terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas hasil tanaman Ciplukan (Physalis peruviana L.). Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Agro techno park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian berlangsung pada bulan Agustus 2018 sampai Febuari 2019. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ialah Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yakni formulasi nutrisi, terdiri dari 3 taraf diantaranya:  Larutan Nutrisi Jensen ≈ 1,2 dS m-1 (F1),  Larutan Nutrisi Hoagland No. 2 ≈ 1,8 dS m-1 (F2), dan  Larutan Nutrisi Barry ≈ 2,4 dS m-1 (F3). Faktor kedua yakni konsentrasi Asam Giberelin, terdiri dari 4 taraf diantaranya: 0 ppm (G0), 10 ppm (G1), 20 ppm (G2), dan 30 ppm (G3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian asam giberelin dengan konsentrasi 20 dan 30 ppm mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman ciplukan pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang. Penambahan asam giberelin dapat meningkatkan kadar gula buah ciplukan. Penggunaan jenis larutan nutrisi Hoagland no. 2 mampu meningkatkan hasil tanaman ciplukan pada variabel jumlah bunga, jumlah buah, fruit set dan bobot buah per tanaman.
Pengaruh Kombinasi Berbagai Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleracea L. var. alboglabra) dengan Sistem Vertikultur Sa’idah, Iffa Habibatus; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1306

Abstract

Penggunaan lahan sempit di wilayah perkotaan harus dioptimalkan agar tetap produktif. Usaha peningkatan produksi tanaman dapat dilakukan dengan cara penanaman sistem vertikultur menggunakan polibag, akan tetapi terdapat permasalahan yaitu sering terjadi pemadatan media tanam saat sudah berada di polibag setelah beberapa waktu tertentu, sehingga perlu dilakukan pengaturan komposisi media tanam secara tepat agar didapatkan hasil yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mendapatkan kombinasi media tanam yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleracea L. var. alboglabra) dengan sistem vertikultur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2019 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan, yaitu M0 = tanah, M1 = tanah : arang sekam (1:1), M2 = tanah : cocopeat (1:1), M3 = tanah : pupuk kandang (1:1), M4 = tanah : arang sekam : pupuk kandang (1:1:1), M5 = tanah : arang sekam : cocopeat (1:1:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media tanam tanah : pupuk kandang (1:1) memiliki kemampuan tertinggi untuk meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Perlakuan kombinasi media tanam tanah : pupuk kandang (1:1) juga mampu meningkatkan hasil bobot segar total per tanaman serta bobot segar konsumsi per tanaman kalian yang dibudidayakan secara vertikultur.
Pengaruh Waktu Aplikasi dan Komposisi Nutrisi Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Anggrek Dendrobium (Dendrobium sp.) Fadhila, Nuria Azmi; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1324

Abstract

Anggrek membutuhkan unsur hara NPK dalam jumlah yang sesuai pada fase vegetatif. Pemupukan anggrek umumnya dilakukan dengan cara disemprotkan ke daun sehingga unsur hara dapat diserap olah stomata. Anggrek dendrobium tergolong tanaman CAM yang membuka stomata saat malam hari sehingga aplikasi pupuk akan lebih optimal diaplikasikan saat malam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu aplikasi dan konsentrasi pupuk daun terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman anggrek dendrobium. Penelitian dilaksanakan di kebun Handoyo Budi Orchid, Karangploso, Malang pada bulan Januari-Mei 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 kombinasi perlakuan dengan 4 ulangan, sehingga terdapat 32 satuan kombinasi perlakuan dengan total 192 tanaman. Perlakuan yang digunakan merupakan kombinasi dari waktu aplikasi dan konsentrasi pupuk daun antara lain kontrol, pemupukan pagi + NPK 32-10-10 2 g L-1, pagi + NPK 20-20-20 1 g L-1, pagi + NPK 20-20-20 2 g L-1, malam + 32-10-10 1 g L-1, malam + NPK 32-10-10 2 g L-1, pagi + NPK 20-20-20 1 g L-1, pagi + NPK 20-20-20 2 g L-1. Analisis data yang digunakan adalah uji F taraf 5%. Apabila uji F 5% memberikan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aplikasi, komposisi dan konsentrasi nutrisi mampu meningkatkan kualitas tanaman anggrek pada parameter panjang tanaman, luas daun, bobot segar dan analisa NPK.
Co-Authors Abdillah, Bayu Stiawan Adam, Khaidir Agus Suryanto Ainina, Arsyanti Nur Akbar, Helmi Dzikrulloh Ambarita, Yohanna Andita, Rossala Putri Anggraini, Fita Anugrah Cahyaty, Rikza Alfya Ariffin, Ariffin Astutik, Apriana Dwi Ayuning Putri, Nilam Pranita Azizah, Nur Baihaqi, Ahmad Fathoni Bambang Guritno Barunawati, Nunun Damaiyanti, Dewi Ratih Rizki Didik Hariyono Djajadi, Djajadi Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Emir, Muhammad Nazri Fadhila, Nuria Azmi Fadhillah, Siti Fatma Sari, Rizky Ratna Fransin, Fransin Heddy, Y. B. Suwasono Heddy, Y.B. Suwasono Himayana, Awan T.S. Indahsari, Aristiani Epri San Jati, Galih Kurniawan Kartikasari, Oktavian Karuniawan Puji Wicaksono Koesriharti Koesriharti Lestari, Peni Mugi Mahdalena, Wila Dwining Marsha, Nikita Dwi Mauidzotussyarifah, Mauidzotussyarifah Mochammad Dawam Maghfoer Mudji Santosa Mujahid, Abdullah Nawawi, Mochammad Ninuk Herlina Nisa, Khoirun Nisaa, Brilliantin Permana, Ati Setiawati Pikukuh, Patria Prasetyo, Sigit Budi Puspita, Dahniar Yudha Puspitasari, Yuli Dwi Rahmawati, Farida Ratri, Carina Hesti Restanancy, Patricia Roedy Soelistyono Rosyidah, Nurhayati Sa’idah, Iffa Habibatus Safitri, Ade Irma Sandi, Farhadz Fadhillah Satriyo, Mochamad Adi Sebayang, Husni Thamrin Sektiwi, Ariya Tri Setyobudi, Lilik Setyono Yudo Tyasmoro Sisca Fajriani Sitawati Sitawati Sudiarso, Sudiarso Sutarto, Ulfa Annisa Swasono, Muhammad Shobar Ibrahim Syafputri, Dwi Wahyuni Titin Sumarni Uma Khumairoh Valentine, Kartika Wahyuningratri, Anggraheni Wahyuningsih, Anis Wahyuningtyas, Betha Wanna Septian, Nindy Ayu Waskito, Kiki Wicaksono, Feri Wulandari, Etik Yanti, Ulfah Dwi Yudianto, Arik Agus Yulianto, Rahmawan Zamzami, Khushoyin