cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 25 Documents clear
STRUKTUR MIKRO PADA BETON DENGAN LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR Natalia, Karisa Ratih; Setyowati, Edhi Wahyuni; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.65 KB)

Abstract

Beton merupakan,material konstruksi yang banyak digunakan pada berbagai macam elemen, struktur bangunan. Beton terbentuk dari suatu pasta yang terbuat dari semen dan air beserta campuran agregat kasar dan halus. Setiap agregat”kasar dan halus memiliki susunan molekul atau struktur mikro yang berbeda-beda yang sangat menentukan proses pembentukannya. Selama proses”pembentukan terjadi perubahan”sifat-sifat dan berpengaruh pada struktur”mikronya. Kebutuhan akan material”penyusun beton sangatlah tinggi”sehingga inovasi untuk menggunakan”material pengganti dilakukan dengan mengganti bagian beton dengan”bahan yang lain, misalnya limbah”batu onyx. Penelitian ini dilakukan dengan membuat benda uji beton dimana agregat kasarnya diganti dengan limbah batu onyx. Kemudian dilakukan pengujian SEM (scanning electron microscope), edax dan XRD (x-ray diffraction) untuk melihat kenampakan struktur mikro, unsur-unsur penyusunnya serta fasa kristalnya. Dari hasil penelitian ini, struktur mikro antara beton dengan agregat kasar limbah batu onyx dan batu pecah memiliki perbedann yang tidak terlalu jauh. Beton normal memiliki pori-pori yang lebih banyak namun dengan diameter yang lebih kecil dan beton limbah batu onyx memiliki pori-pori yang sedikit namun dengan diameter yang lebih besar. Unsur utama dalam beton limbah batu onyx adalah CaK, SiK, dan OK untuk FAS 0,4; 0,5; 0,6 persentase massanya secara berurutan sebesar 31,36%; 35,65%; 32,11% kemudian 12,08%; 11,32%; 9,08% dan 36,95%; 32,75%; 37,37%. Pengaruh FAS pada kenampakan struktur mikro beton adalah semakin besar faktor air semennya maka akan terjadi penambahan air pada adukan pasta sehingga menyebabkan timbulnya rongga atau pori. Kata-kata kunci : limbah batu onyx, faktor air semen, struktur mikro, scanning electron microscope.  
PENGARUH PENAMBAHAN CAT PADA AGREGAT KASAR BATU PUMICE TERHADAP KEKAKUAN BALOK BETON BERTULANG TIGA TUMPUAN Fauzi, Ahmad; Widjatmiko, Indradi; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan suatu material pokok dalam bidang konstruksi. Salah satu jenis beton yang digunakan dalam konstruksi adalah beton ringan. Agregat pada beton ringan biasanya berasal dari batuan vulkanik seperti batu pumice. Batu pumice adalah batuan asam yang terbentuk dari lava cair yang melewati proses pendinginan dari meletusnya gunung berapi. Karena karakteristik batu pumice yang berongga mengakibatkan penyerapan air terhadap agregat menjadi besar, yang berhubungan pada pengurangan kekuatan agregat. Oleh karena itu, pada penelitian  ini agregat batu pumice dilapisi cat yang bertujuan untuk mengurangi penyerapan air. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh agregat batu pumice yang dilapisi cat terhadap kekakuan balok beton bertulang. Dalam penelitian ini balok beton bertulang digunakan sebagai benda uji untuk agregat pumice dan pumice cat masing-masing tiga buah benda uji, serta tiga buah benda uji untuk agregat normal sebagai pembanding. Balok benda uji diletakkan diatas tiga tumpuan sendi-sendi-rol yang dengan bentang masing-masing batang sama panjang. Beban terpusat diberikan di tengah masing-masing bentang yang juga akan dianalisa lendutan dibawah beban. Hasil dari penelitian menunjukkan penyerapan air agregat pumice yang dilapisi cat lebih kecil yaitu 10,1% dibandingkan dengan pumice tanpa cat 14%. Sehingga mempengaruhi berat balok benda uji pumice yang dilapisi cat lebih ringan 42,12 kg dibandingkan dengan agregat pumice biasa 42,28 kg. Kekakuan balok beton bertulang pumice tanpa cat lebih besar bila dibanding balok yang menggunakan agregat pumice dilapisi cat. Hal ini dikarenakan cat jenis polimer yang melapisi permukaan agregat mengakibatkan berkurangnya daya lekat antara semen dan agregat. Nilai kekakuan balok beragregat pumice pada bentang 1 sebesar 900,45 kg/mm dan pada bentang 2 sebesar 653,38 kg/mm. Nilai kekakuan balok untuk pumice cat pada bentang 1 sebesar 493,82 kg/mm dan pada bentang 2 sebesar 413,05 kg/mm. Kata kunci: beton, pumice, penyerapan air, kekakuan
PENGARUH PENAMBAHAN LAPISAN CAT PADA AGREGAT KASAR (BATU PUMICE) TERHADAP KEKUATAN LENTUR BALOK TIGA TUMPUAN Saputra, Bagus Arista; Dewi, Sri Murni; N, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan komposit yang terdiri dari agregat dan campuran semen. Agregat tersebut terdiri dari agregat kasar dan agregat ringan. Kualitas dan karakteristik beton akan sangat dipengaruhi oleh material penyusunnya tersebut. Untuk mengetahui karakteristik dari pengaruh agregat terhadap kekuatan yang dimiliki oleh beton maka perlu dilakukan penelitian.Salah satunya dengan penggunaan batu apung (pumice) sebagai agregat kasar menggantikan batu kerikil dalam campuran beton.Batu apung merupakan batuan vulkanik yang memiliki banyak rongga sehingga lebih ringan jika dibandingkan dengan batu kerikil.Serta penggunaan cat sebagai bahan pelapis permukaan batu apung (pumice) yang bertujuan untuk mengurangi penyerapan air pada agregat tersebut.Pada penelitian ini objek yang diamati yaitu: 1.) Balok beton tulang dengan agregat kasar batu kerikil, 2.)Balok beton bertulang dengan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat, 3.) balok beton bertulang dengan agregat kasar batu pumice dengan pelapisan cat. Masing - masing balok uji menggunakan 3 benda uji dengan dimensi balok 120x15x10 cm. Pembebananstatic vertical dilakukan pada seperempat dan tigaperempat bentang setelah balok beton berumur 28 hari. Balok diletakan diatas tiga tumpuan (sendi-sendi-rol).Benda uji diberi beban hingga mencapai runtuh lentur.Hasil pengujian agregat menunjukan penambahan lapisan cat pada agregat kasar batu pumice mampu mengurangi penyerapan air sebesar 3,9%. Balok beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice berlapis cat memiliki nilai berat volume yang lebih kecil daripada balok  beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat. Proses pembebanan static verticalmenunjukan bahwa balok beton bertulang beragregat kasar batu pumiceyang berlapiskan cat mampu menahan beban yang lebih besar dibandingkan dengan balok beton bertulang beragregat kasar batu pumice tanpa lapisan cat. Dengan penambahan lapisan cat juga meningkatkan kekuatan lentur dari balok beton beragregat kasar batu pumice sebesar 6,76%. Kata kunci: beton, pumice, cat, berat volume,kuat lentur
KAJIAN ABU VULKANIK GUNUNG KELUD SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PENYUSUN BATAKO BERLUBANG Khalis, Adli; Dewi, Sri Murni; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu vulkanik Gunung Kelud adalah abu yang dihasilkan oleh letusan Gunung Kelud yang kemudian terbang ke segala arah sesuai dengan arah hembusan angin. Keberadaan abu vulkanik ini dianggap sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu masyarakat sekitar. Untuk mengatasi hal itu maka dilakukan pengkajian untuk memanfaatkan material abu vulkanik. Abu vulkanik dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti pasir karena bersifat pozzolan dan dilihat dari ukuran butir yang memiliki kandungan silika yang relatif tinggi. Abu vulkanik pada penelitian ini akan digunakan sebagai pengganti sebagian pasir dalam pembuatan batako berlubang. Batako merupakan salah satu alternatif bahan dinding yang murah dan relatif kuat yang terbuat dari campuran pasir, semen dan air. Pengujian dilakukan dengan membuat benda uji batako dengan campuran pasir, semen dan abu vulkanik dengan variasi prosentasi pasir dan abu vulkanik. Kemudian dilakukan uji penyerapan air dan kuat tekan untuk mengetahui penyerapan air dan kuat tekan batako serta pengaruh dari penggunaan abu vulkanik. Penelitian ini menggunakan 15 buah benda uji dengan persentase abu vulkanik didalamnya sebesar 0%, 25% dan 50%, untuk masing-masing perlakuan dibuat 5 benda uji. Dari hasil pengujian penyerapan air dan kuat tekan didapatkan hasil bahwa abu vulkanik gunung kelud dapat dimanfaatkan sebagai pengganti sebagian pasir. Berdasarkan syarat dari SNI 03-0349, secara keseluruhan penyerapan air pada batako memenuhi standar penyerapan maksimal yaitu 25%. Untuk pengujian kuat tekan semua benda uji memenuhi SNI, komposisi abu vulkanik Gunung Kelud sebesar 0% dan 25%  tergolong dalam mutu I, sedangkan komposisi abu vulkanik Gunung Kelud sebesar 50% tergolong dalam mutu III, sehingga dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa abu vulkanik Gunung Kelud dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengganti sebagian pasir pada pembuatan batako.   Kata Kunci : batako, abu vulkanik Gunung Kelud, penyerapan air, kuat tekan.
PERENCANAAN ALTERNATIF GEDUNG MIPA CENTER TAHAP 1 FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA DENGAN MENGGUNAKAN PROFIL CASTELLATED BEAM NON KOMPOSIT Niago, Alex; Hidayat, M. Taufik; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pertambahan dan perkembangan jumlah penduduk di indonesia, khususnya di kota Malang. Maka diperlukan infrastruktur yang memadai, seperti tersediannya pemukiman, perkantoran, gedung sekolah, gedung kuliah, gedung olahraga untuk menunjang aktifitas masyarakat di indonesia. Sehingga dari pesatnya perkembangan ini mengakibatkan suatu permasalahan baru yaitu terbatasnya lahan yang tersedia. Bangunan tinggi yang ada di wilayah Kota Malang hampir seluruhnya, termasuk Gedung MIPA CENTER tahap 1 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya Malang dibangun menggunakan struktur beton bertulang, karena struktur beton bertulang lebih mudah di kerjakan dalam pelaksanaanya. Sedangkan untuk struktur baja belum banyak digunakan untuk bangunan tinggi, adapun yang belum banyak digunakan untuk bangunan tinggi ialah struktur baja dengan profil Wide Flange dengan berat yang sama. Dalam analisis dan evaluasi ini akan dilihat perhitungan struktur dari profil Castellated Beam. Kata kunci: Castellated Beam, Struktur Baja, LRFD
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT LENTUR BETON Raya, Beta Taufiq; Setyowati, Edhy Wahyuni; Anggraini, Retno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan Bahan yang didapat dengan mencampurkan semen portland atau semen hidrolik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk masa padat. Penggunaan beton yang masih mendominasi dewasa ini, membuat kebutuhan bahan material kerikil semakin meningkat. Di sisi lain  terdapat beberapa lingkungan yang menghasilkan limbah padat. Sehingga menuntut adanya inovasi dalam pembuatan bahan material beton. Salah satunya dilakukan penelitianmemanfaatkan limbah batu onyx yang memiliki porositas kecil sehingga dapat  mengurangi penyerapan air pada agregat yang diharapkan dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti agregat kasar kerikil pada beton. Salah satu sifat mekanik beton yang perlu diperhatikan adalah kuat lentur beton, yaitu kuat tarik beton tak langsung dalam keadaan lentur akibat momen dari beton. Metode pengujian yang digunakan dengan balok uji sederhana yang dibebani terpusat di tengah bentang di atas dua perletakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian kerikil dengan batu onyx terhadap kuat lentur beton dan mengetahui faktor air semen yang paling optimal. Balok uji yang dipakai yaitu berukuran 60 cm x 15 cm x 15 cm dengan mutu K 200 dan menggunakan macam variasi faktor air semen 0,4, 0,5, dan 0,6.Hasil Penelitian menunjukkan beton dengan menggunakan agregat kasar batu onyx FAS 0,4 memiliki kuat lentur rata-rata 5,351 Mpa dan 5,092 untuk agregat kerikil dengan selisih 4,840%. FAS 0,5agregat kasar batu onyx memiliki kuat lentur rata-rata 4,157 Mpa dan 4,551 untuk agregat kerikil dan 4,551 Mpa dengan selisih 8,657%. FAS 0,6 agregat kasar batu onyx memiliki kuat lentur rata-rata 3,128 Mpa dan 3,278 Mpa untuk agregat kerikil dengan selisih 4,795%. Dan FAS yang paling optimum pada penelitian ini adalah FAS 0,4 dan penggunaan limbah batu onyx dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengganti agregat batu kerikil untuk beton struktural. Kata Kunci : beton, kuat lentur, faktor air semen (FAS), batu onyx
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON Rahmawati P, Dhita Rizki; Setyowati, Edhi Wahyuni; Anggraini, Retno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah merupakan hasil buangan sebuah industri besar maupun kecil yang tidak dipakai lagi. Limbah yang tidak dipakai dapat diolah kembali untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari pada ditelantarkan atau dibuang dan kemudian dibakar. Proses pembakaran malah memunculkan masalah baru yaitu polusi udara dimana-mana. Di Desa Gamping, kecamatan Campur Darat, kabupaten Tulungagung terdapat limbah batu onyx sisa dari hasil industri kerajinan batu yang melimpah. Limbah ini mempunyai beberapa sifat yang dimiliki oleh agregat kasar. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan limbah batu onyx sebagai pengganti agregat kasar pada campuran beton dengan meninjau kuat tekannya yang nantinya dibandingkan dengan beton normal. Setelah mendapatkan hasil dari kuat tekan dengan variasi FAS (Faktor Air Semen) yaitu 0.4, 0.5 dan 0.6 serta variasi umur beton yang beragam yaitu 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Diketahui bahwa perbandingan nilai kuat tekan tidak terlalu jauh, berkisar antara 2% hingga 21%. Dengan hasil rata-rata kuat tekan tertinggi berada padaFAS 0,4 dan terendah berada pada FAS 0,6. Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa penggunaan batu onyx sebagai bahan pengganti batu pecah dapat digunakan sebagai beton struktural. Kata-kata kunci: limbah batu onyx, faktor air semen, umur beton, kuat tekan
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON Annisa, Aulia Nurul; Setyowati, Edhi Wahjuni; MD, Agoes Soehardjono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan bahan baku untuk beton itu melimpah di negara kita namun kita juga tetap harus menjaga kelangsungan dan kestabilan sumber daya alam. Salah satu inovasi yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan bahan baku dari limbah merupakan alternatif yang cukup potensial untuk diteliti. Pada penelitian ini, limbah yang dipilih yaitu batu onyx. Limbah onyx berasal dari Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Di sekitar Desa Gamping. Bentuk fisik dari batu onyx ini yaitu berwarna putih bening, tembus cahaya, memiliki permukaan yang tajam dan memiliki pori-pori yang sangat rapat. Dari hasil penelitian ini kuat tarik belah antara beton dengan agregat kasar batu onyx dan batu pecah memiliki perbedaan yang tidak terlalu jauh. Dengan nilai kuat tarik belah rata-rata pada FAS 0.4 sebesar 2.66 Mpa untuk beton onyx dan 3.13 Mpa untuk beton normal,kuat tarik belah rata-rata pada FAS 0.5 sebesar 1.96 Mpa untuk beton onyx dan 2.30 Mpa untuk beton normal dan untuk kuat tarik belah rata-rata pada FAS 0.6 1.83 Mpa untuk beton onyx dan 1.59 Mpa untuk beton normal. FAS optimum terletak pada FAS 0.553, pada FAS dengan nilai lebih kecil dari 0.553 beton normal lebih baik daripada beton normal namun pada FAS dengan nilai lebih besar dari 0.553 beton onyx lebih baik daripada beton normal. Kata – kata kunci : limbah batu onyx, faktor air semen, kuat tarik belah beton.
PENGARUH PENAMBAHAN CAT PADA AGREGAT KASAR BATU PUMICE TERHADAP KEKAKUAN BALOK BETON BERTULANG DUA TUMPUAN Kurniawan, Ari Tri; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah suatu bahan bangunan dan konstruksi yang sifat-sifatnya dapat ditentukan lebih dahulu dengan mengadakan perencanaan dan pengawasan yang teliti terhadap bahan yang dipilih.Hasil penelitian didapatkan  bahwa balok beton bertulang menggunakan agregat kasar normal dapat menahan beban 1620,677 kg, balok beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat dapat menahan beban 1487,343 kg, Balok beton bertulang menggunakan agregat kasar normal  memiliki nilai berat volume sebesar 2519,444 kg/mm3, balok  beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat memiliki berat volume sebesar 2134 kg/mm3, balok  beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice dengan pelapisan cat memiliki berat volume sebesar 2080,556 kg/mm3. Balok beton bertulang menggunakan agregat kasar normal  memiliki nilai kekakuan sebesar 213,9202 kg/mm, balok  beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat memiliki nilai kekakuan sebesar 187,287 kg/mm, balok  beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice dengan pelapisan cat memiliki nilai kekakuan sebesar 179,406 kg/mm3. Dari hasil kekakuan yang diperoleh nilai perbandingan selisih antara kekakuan balok beton bertulang menggunakan agregat kasar normal dengan balok beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat sebesar 14,22%, nilai perbandingan selisih antara kekakuan balok beton bertulang menggunakan agregat kasar normal dengan balok beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice dengan pelapisan cat sebesar 19,238%, nilai perbandingan selisih antara kekakuan balok beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat dengan balok beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice dengan pelapisan cat sebesar 4,393%. Kata kunci: balok beton, agregat kasar batu pumice berlapis cat, kekakuan, berat volume
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON TERHADAP POROSITAS BETON Khosemde, Aisah Nurandilah; Setyowati, Edhi Wahjuni; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu industri penghasil limbah onyx adalah industri pembuatan kerajinan yang terbuat dari batu onyx dan marmer.  Hingga saat ini limbah batu onyx berupa bongkahan belum menemukan penggunaan yang tepat, sedangkan produksi limbah ini terus bertambah tiap tahunnya.Material ini memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan bangunan dikarenakan batu onyx memiliki pori - pori batuan yang relatif kecil sehingga diharapkan memiliki permeabilitas terhadap air yang lebih kecil.    Pada penelitian ini dilakukan pengujian porositas beton normal dengan batu onyx sebagai subtitusi agregat kasar yang akan dibandingkan hasilnya dengan beton normal yang menggunakan batu pecah. Di dalam penelitian ini dilakukan pembuatan benda uji dengan nilai Faktor air semen (FAS) yang berbeda yaitu 0,4; 0,5 dan 0,6.           Nilai porositas benda uji dengan variasi Faktor Air Semen (FAS) yaitu 0,4; 0,5; dan 0,6 memberikan nilai porositas rata - rata sebagai berikut 14,872%, 15,878% dan 13,846% untuk benda uji yang menggunakan agregat kasar limbah batu onyx dan 17,064%, 16,372% dan 18,257% untuk benda uji yang menggunakan agregat batu pecah.  Akibat penggantian aggregat kasar menggunakan limbah batu onyx pada campuran beton menunjukkan adanya penurunan pada nilai rata - rata porositas beton. Sehingga limbah batu onyx yang berupa bongkahan batu dapat digunakan sebagai alternatif agregat penyusun beton. Kata kunci: limbah onyx, Faktor Air Semen, porositas beton dengan agregat kasar onyx

Page 1 of 3 | Total Record : 25