cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 45 Documents clear
PENGARUH LAPIS STYROFOAM PADA PLAT BETON BERTULANGAN BAMBU TERHADAP KEKAKUAN PLAT SATU ARAH Noerman, Muhammad Fauzan; Wijatmiko, Indradi; N, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.648 KB)

Abstract

Beton merupakan suatu bahan konvensional pada suatu konstruksi yang memiliki keunggulan pada kuat tekannya yang tinggi namun sangat lemah pada kuat tariknya, sehingga dibutuhkan adanya tulangan untuk mendukung kuat tariknya. Harga yang mahal dan tidak dapat diperbaharui sehingga dibutuhkannya bahan yang dapat menggantikan baja sebagai tulangan, yang kemudian digunakan bambu sebagai salah satu alternatif.Penggunaan bambu sebagai tulangan mendukung terciptanya beton ringan. Inovasi beton ringan diharapkan untuk mengurangi berat sendiri dan meningkatkan efisien. Beton ringan memiliki alternatif lain yaitu menggunakan styrofoam sebagai bahan pengisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar lendutan dan kekakuan dari plat beton bertulangan bambu dengan lapis styrofoam. Objek pada penelitian ini adalah plat beton bertulangan bambu dengan lapis styrofoamsebanyak 4 buah dengan 2 variasi yakni styrofoam menggunakan shear connector beton dan styrofoam menggunakan shear connector bambu masing-masing sebanyak 2 buah. Benda uji beton tanpa styrofoam sebanyak 2 buah digunakan sebagai benda uji pembanding. Benda uji diberikan beban vertikal statik dibagian tengah bentang saat berumur 28 hari. Pembebanan dilakukan hingga mencapai runtuh, kemudian data diambil yang antara lain beban, lendutan, dan dimensi plat. Peneltian ini menghasilkan data yang kemudian dapat diambil kesimpulan bahwa plat beton tanpa lapis styrofoam dapat menahan lendutan yang lebih besar daripada plat beton dengan lapis styrofoam,  dan plat beton tanpa lapis styrofoam memiliki kekakuan yang lebih besar daripada plat beton dengan lapis styrofoam dengan selisih yang kecil yaitu 3,19%.          Kata kunci : plat beton, tulangan bambu, styrofoam, lendutan, kekakuan
ANALISIS STRUKTUR LIVING QUARTER SAAT KONDISI TRANSPORTASI PADA FLOATING PRODUCTION SYSTEM DI PERAIRAN LEPAS PANTAI INDONESIA Surya Pramana, Dewa Ketut; Budio, Sugeng P.; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.448 KB)

Abstract

Offshore Unit merupakan salah satu infrastruktur vital dalam memproduksi minyak mentah dan gas alam tersebut. Berbagai macam struktur offshore yang digunakan dikalangan industri perminyakan dan gas, salah satunya adalah Floating Production System. Floating Production System adalah suatu sistem dari sebuah kapal terapung yang digunakan oleh industri minyak dan gas lepas pantai untuk produksi dan pengolahan hidrokarbon, gas alam, dan minyak mentah. Secara teknis FPS merupakan kapal tanker yang memproduksi minya mentah dan gas alam namum tidak dapat menyimpan langsung hasil produksi tersebut, maka dari itu terdapat kapal penyimpanan lainnya saat produksi tersebut berjalan. Pada analisis struktur living quarter ini merupakan analisis pada struktur saat kondisi transportasi. Dalam analisis struktur living quarterini menggunakan software SAP2000 V.19 yang menghasilkan output berupa momen, gaya geser, dan aksial yang terbesar dari 8 kondisi arah gelombang ombak yang diterima lambung kapal. Output analisis software dan analisis manual baja menunjukan struktur baja utama living quarter mampu menahan beban – beban yang bekerja, baik itu beban berat sendiri struktur, beban mati dan hidup, beban angin, dan beban akibat pergerakan kapal.Kata kunci:analisis struktur, living quarter, floating production system, kondisi transportasi.
PENGARUH PENGENCANGAN BAUT TERHADAP FREKUENSI NATURAL PADA MODEL JEMBATAN RANGKA BAJA V P, Andreas Brian; Wibowo, Ari; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.114 KB)

Abstract

Saat ini, frekuensi natural pada jembatan rangka baja menjadi permasalahan utama dalam hal studi kelayakan jembatan. Besar kecilnya frekuensi natural ini dipengaruhi oleh besar pengencangan sambungan baut pada masing-masing buhul jembatan rangka baja. Hasil pengujian tarik profil baja ini menghasilkan tegangan leleh (fy) dan tegangan putus (fu) secara berturut-turut sebesar 353,041 MPa dan 514,773 MPa sehingga dapat disimpulkan bahwa profil baja yang digunakan dalam model jembatan rangka baja ini merupakan profil baja dengan mutu BJ-50. Pada pengujian frekuensi natural dengan urutan pengencangan baut dari yang Besar ke Kecil (2,0 kgfm – 1,2 kgfm – 0,2 kgfm) dan pengencangan baut dari Kecil ke Besar, didapatkan beberapa kesimpulan yakni pada hasil frekuensi natural pada kedua kondisi diatas dapat dikatakan bahwa pada pengencangan 0,2 kgfm ke 1,2 kgfm frekuensi natural meningkat secara signifikan sedangkan pada pengencangan 1,2 kgfm ke 2,0 kgfm frekuensi natural meningkat secara marginal (tidak secara signifikan). Dilihat dari tren pada kedua kondisi grafik secara keseluruhan, semakin besar kuat kencang baut frekuensi natural juga semakin meningkat. Kata kunci : jembatan rangka baja, sambungan baut, kuat kencang baut, frekuensi natural
PENGARUH PENGENCANGAN BAUT TERHADAP LENDUTAN PADA MODEL JEMBATAN RANGKA BAJA Suharto, Stefanus; Budio, Sugeng P.; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.912 KB)

Abstract

Pada pelaksanaan sesungguhnya, lendutanpadajembatanrangkabajatidakboleh melebihilendutanizinuntuk dapatmemenuhiaspekkeamanandankenyamanan.Pengencangansambunganbautpadajembatanrangkabaja menjadisalahsatufaktor yang mempengaruhilendutan yang terjadipadajembatan.Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian lendutan terhadap model jembatan rangka baja dengan variasi nilai pengencangan baut. Pengencangan baut dilakukan menggunakan kunci torsi dari nilai pengencangan tinggi ke rendah (2,0 kgfm - 1,2 kgfm - 0,2 kgfm) dan dari rendah ke tinggi (0,2 kgfm - 1,2 kgfm – 2,0 kgfm). Hasil pengujian beban 500 kg di tengah bentang menunjukan bahwa pada pengencangan baut dari tinggi ke rendah, didapatkan hasil lendutan rata-rata di tengah bentang mengalami pertambahan seiring dengan pengurangan kuat kencang baut. Sedangkan pengencangan baut dari rendah ke tinggi menunjukan bahwa lendutan mengalami pengurangan seiring dengan penambahan kuat kencang baut. Sehingga dapat disimpulkan pada pengujian beban elastis semakin besar kuat kencang baut, maka semakin kecil nilai lendutan yang dihasilkan jembatan. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap kekakuan struktur, dimana semakin besar kuat kencang baut maka semakin besar nilai kekakuan struktur yang dimiliki jembatan. Kata kunci :jembatanrangkabaja, sambunganbaut, lendutan, kekakuan, kunci torsi.
ANALISIS VARIASI KONFIGURASI STRUKTUR PORTAL TIGA DIMENSI TERHADAP BEBAN GEMPA Hadinata, Ivan Agus; Nurlina, Siti; Simatupang, Roland Martin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.714 KB)

Abstract

Keterbatasan lahan menyebabkan beberapa gedung bertingkat tinggi dibangun dengan bentuk yang tidak sederhana atau ireguler. Bangunan ireguler akan menghasilkan perilaku atau karakteristik yang berbeda ketika mengalami gempa dibandingkan dengan bangunan yang reguler. Pada penelitian ini dilakukan proses analisis dengan metode time history terhadap 3 model bentuk konfigurasi bangunan, yaitu bentuk persegi, persegi panjang, dan segi delapan dengan menggunakan material MDF (Medium Density Fiberboard). Analisis dilakukan menggunakan bantuan software SAP2000 dengan membandingkan beberapa parameter output yang ditinjau dalam 2 arah gempa yaitu arah X dan arah Y. Berdasarkan hasil analisis, bentuk segi delapan menghasilkan perpindahan terbesar daripada bentuk persegi dan persegi panjang. Namun bentuk segi delapan menghasilkan gaya dalam struktur yang lebih kecil daripada 2 model lainnya. Kata kunci: konfigurasi, gempa, time history, MDF, SAP2000
PENGARUH VARIASI KONFIGURASI PORTAL GEDUNG TIGA DIMENSI TERHADAP PERFORMA STRUKTUR SAAT PENGUJIAN GAYA GEMPA DUA ARAH Badiuzzamani, Ahmad; Setyowulan, Desy; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.405 KB)

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang terletak dijalur rawan gempa, maka untuk setiap pembangunan fasilitas di Indonesia harus direncakan dengan memperhitungkan gaya gempa. Permasalahan keterbatasan lahan untuk tempat tinggal dapat diatasi dengan pembangunan gedung bertingkat tinggi, tetapi karena luas lahan yang terbatas akan membuat desain bangunan harus menyesuaikan kondisi lahan yang ada. Perencanaan suatu struktur bangunan tahan gempa biasa dilakukan dengan analisis secara numerik, sedangkan untuk menguji hasil analisis, maka dilakukan pengujian dan pembuatan model struktur di laboratorium dengan skala tertentu. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi bangaimana performa dari konfigurasi struktur persegi, persegi panjang, dan segi delapan saat dilakukan simulasi gaya gempa dengan alat shaking table. Adapun dalam studi ini menunjukkan bahwa nilai displacement dari konfigurasi struktur persegi adalah yang terkecil, kemudian persegi panjang dan yang terakhir adalah segi delapan. Mode shape dari konfigurasi struktur persegi lebih stabil daripada persegi panjang dan segi delapan yang lebih cenderung menimbulkan rotasi atau puntir. Pada studi ini didapatkan data kerusakan model struktur adalah runtuh pada lantai pertama, dan model struktur yang dapat bertahan paling lama pada simulasi gempa di laboratorium adalah model dengan konfigurasi struktur segi delapan. Kata Kunci : Displacement, gempa dua arah, kerusakan struktur, mode shape, portal gedung
ANALISIS REGANGAN DAN POLA RETAK YANG DIAKIBATKAN BEBAN GESER PADA BETON RINGAN BERAGREGAT KASAR BATU APUNG YANG DIBERI LAPISAN CAT KERAMIK Yudika Putra, Valentino Leonard; Wijatmiko, Indradi; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.383 KB)

Abstract

Beton ringan merupakan salah satu jenis beton yang sedang dikembangkan pada saat ini. Beton ini memiliki beberapa keunggulan antara lain mulai dari bobot sendiri beton tersebut dan efisiensi penggunaan bahan yang dinilai lebih ekonomis dibandingkan beton konvensional. Komposisi dari beton ringan yang lazim digunakan tidak berbeda jauh dengan beton konvensional hanya saja beberapa komponen agregatnya diganti dengan bahan yang lebih ringan. Salah satu bahan yang biasa digunakan adalah batu apung atau biasa disebut pumice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regangan dan pola retak beton ringan yang menggunakan batu apung sebagai pengganti agregat kasar yang diakibatkan oleh beban geser. Untuk mengurangi kemampuan penyerapan air batu apung tersebut, batu apung diberi lapisan cat keramik. Benda uji yang digunakan adalah balok beton sebanyak 12 balok yang terdiri dari 6 balok beton normal dan 6 balok beton ringan. Kedua tipe beton tersebut diuji dengan diberi beban sampai mencapai keruntuhan. Ada dua jenis beban yang akan digunakan, yaitu 1 beban terpusat dan 2 beban terpusat. Kedua beton tersebut direncanakan dengan dimensi beton dan mix design yang sama dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3  (semen : pasir : agregat kasar). Dari hasil uji tekan beton silinder, didapatkan mutu beton normal sebesar 23,17 MPa dan beton ringan sebesar 9,67 MPa. Kemudian pada pengujian selanjutnya, didapatkan bahwa benda uji dengan agregat batu apung yang dilapisi cat keramik mengalami regangan dan pola retak lebih besar dibandingkan benda uji beton normal. Kata kunci: regangan, pola retak, batu apung, mutu beton, beton ringan, beton normal.
ANALISIS KUAT GESER PADA PEMANFAATAN BATU APUNG BERLAPIS CAT SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA BETON Prakoso, Arie; Wibowo, Ari; N, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.508 KB)

Abstract

Beton ringan adalah salah satu inovasi dalam pembuatan beton. Beberapa keuntungan beton ringan dibandingkan dengan beton biasa adalah beratnya yang lebih ringan, waktu pembangunan dan pengangkutan yang lebih cepat, dan biaya yang lebih murah. Metode yang digunakan untuk membuat beton ringan juga beragam, salah satunya adalah menggunakan agregat ringan batu apung sebagai pengganti agregat normal. Riset ini meneliti kuat geser beton ringan yang menggunakan batu apung sebagai pengganti agregat kasar. Batu apung dicat terlebih dahulu untuk mengurangi kemampuan penyerapan air batu apung tersebut. Benda uji yang digunakan adalah balok beton sebanyak 12 balok yang terdiri dari 6 balok beton normal dan 6 balok beton ringan. Kedua tipe beton tersebut diuji dengan diberi beban sampai mencapai keruntuhan. Ada dua jenis beban yang akan digunakan, yaitu 1 beban terpusat dan 2 beban terpusat. Masing-masing jenis beton akan diberi 2 jenis beban tersebut. Kedua jenis beton tersebut direncanakan dengan dimensi beton dan mix design yang sama dengan perbandingan 1 : 2 : 3 (semen : pasir : agregat kasar). Dari hasil uji beton silinder didapatkan mutu beton normal sebesar 23,17 MPa dan beton ringan sebesar 9,67 MPa. Kemudian pada pengujian selanjutnya yaitu pengujian tekan balok beton didapatkan hasil yang memperlihatkan bahwa beton normal memiliki beban maksimal yang lebih besar daripada beton ringan. Kata Kunci :kuat geser, mutu beton, batu apung, beton ringan, beton normal.
PERENCANAAN ALTERNATIF MASJID RAYA AN – NUR POLITEKNIK NEGERI MALANG DENGAN MENGGUNAKAN PROFIL CASTELLATED BEAM NON KOMPOSIT Adhim, Alieful Fauzul; Hidayat, M. Taufik; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.561 KB)

Abstract

Negara Indonesia memiliki luas wilayah yang cukup besar dan memiliki potensi pengembangan daerah yang cukup besar pula. Salah satu contoh daerah tersebut adalah Kota Malang. Kota Malang sebagai potensi dalam bidang pariwisata, pendidikan, industri, pertanian dan perdagangan. Tetapi hal ini dapat menimbulkan permasalahan baru karena semakin terbatasnya lahan yang tersedia akibat pembangunan yang dilakukan terus-menerus. Salah satu bangunan yang ada di Kota Malang yang sedang dibangun adalah Masjid An – Nur Polinema (Politeknik Negeri Malang). Bangunan ini direncanakan menggunakan struktur beton bertulang dan direncanakan bangunan empat lantai. Perencanaan menggunakan struktur beton bertulang dilakukan karena lebih mudah dikerjakan dan tidak memerlukan tenaga ahli atau khusus untuk mengerjakannya, tetapi bagaimanakah jika bangunan tersebut direncanakan menggunakan struktur baja. Perencanaan lain menggunakan struktur baja. Profil baja Castlellated Beam adalah hasil pengembangan dari model profil baja Wide Flange Shape. Profil baja Castlellated Beam ini belum banyak digunakan pada gedung tinggi. Dengan hasil analisis dan evaluasi ini nantinya akan diharapakan dapat membuka pengetahuan mahasiswa tentang analisis dari profil baja Castlellated Beam. Kata kunci: LRFD, Stuktur Baja, Castellated Beam
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR TERHADAP KEKUATAN DAN PENGEMBANGAN (SWELLING) PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF BOJONEGORO Ranggaesa, Riota Abeng; Zaika, Yulvi; ., Suroso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.095 KB)

Abstract

Expansive clay soil has a low bearing capacity on condition that the high water level, the nature and development of shrinkage (swelling) were large and high plasticity. One method of stabilization of the soil used in an attempt to improve the quality of the soil is poor, among others, chemical stabilization. Chemical stabilization is done by adding stabilizing agents on the basis of land that will be upgraded. Stabilizing agents used in this study is lime (lime). In this study, the object being observed is, without stabilization of expansive clay and expansive clay with stabilization. Soil stabilized with lime content of 6%, 8%, 9% and 10% of the dry weight of the soil. This study involved testing the physical properties of the analysis granules, Specific Gravity, Atterberg Limit, and compaction, as well as testing the mechanical properties of soil CBR, Swelling, and triaxial. From the results of the test specimen, the native land of the inorganic clay with high plasticity, expands the potential is very high and has a value of current activity. The value of the liquid limit (LL) and plasticity index (PI) decreased with increasing levels of lime, while the value of plastic limit (PL) and the shrinkage limit (SL) increased with increasing lime content. The increase in the value of CBR soaked and unsoaked highest in the percentage of lime addition of 8% and more and more levels of lime are added, the smaller the swelling that occurs. Relationship stress and strain that occurs on lime content of 8%. Keywords : Expansive Clay Soil, Soil Stabilization, Lime, CBR, Swelling, tress and strain