Articles
49 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2018)"
:
49 Documents
clear
STUDI NUMERIK DAN EKSPERIMENTAL DISTRIBUSI TEGANGAN-REGANGAN BAJA
Salim, Ahmad Agus;
Wijaya, Ming Narto;
Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (467.732 KB)
Dewasa ini jumlah pembangunan infrastruktur di Indonesia sedang mengalami peningkatan yang sangat pesat. Baja adalah salah satu material konstruksi yang sangat banyak digunakan di seluruh dunia untuk pembangunan infrastruktur. Dalam perencanaan suatu infrastruktur menggunakan baja seorang engineer harus mampu mendesain secara optimal dengan berbagai analisis yang dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian material baja untuk mengetahui karakteristiknya, sehingga perencanaan suatu struktur dapat dilakukan dengan optimal. Pengujian baja dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti halnya dilakukan pengujian secara eksperimental di laboratorium maupun dengan analisis numerik menggunakan software. Salah satu software yang dapat digunakan untuk analisis numerik pengujian material adalah ABAQUS CAE. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa pengujian spesimen uji baja yang dilakukan secara eksperimental di laboratorium dari hasil uji tarik dengan Universal Testing Machine dan data dari strain gauge dibandingkan dengan analisis numerik menggunakan software ABAQUS tidak jauh berbeda, meliputi data grafik tegangan-regangan baja yang didapat dari hasil eksperimental dan analisis numerik menggunakan ABAQUS hampir sama serta distribusi tegangan-regangan yang ditampilkan pada elemen baja hasil analisis numerik ABAQUS menunjukkan kondisi yang sama pada pengujian eksperimental dimana tegangan-regangan tertinggi pada ABAQUS menunjukkan bagian yang mengalami patah pada kondisi sebenarnya benda uji. Kata Kunci: material konstruksi, baja, pengujian secara eksperimental, analisis numerik dengan ABAQUS
ANALISIS MODULUS ELASTISITAS BETON MENGGUNAKAN ALAT PUNDIT PL-200
Fitri, Fatimah Azzahra;
Arifi, Eva;
S, Roland Martin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (596.122 KB)
Berbagai penelitian dan percobaan modulus elastisitas dibidang beton dilakukan sebagai upaya untuk menjawab tuntutan pemakaian beton yang semakin tinggi serta mengetahui kondisi terkini dan kualitas material pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Dalam pengujian modulus elastisitas beton ini, ada dua macam pengujian yaitu non-destructive test dan destructive test. Non-Destructive Test (NDT) merupakan metode pengujian beton yang tidak merusak sampel, dengan menggunakan Ultrasonic Pulse Velocity (UPV). Metode ini membutuhkan penggunaan alat yang akan membantu mendapatkan hasil modulus elastisitas beton langsung di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan hasil modulus elastisitas di laboratorium dengan menggunakan alat compression strength machine dan pengujian yang bersifat tidak merusak (Non-Destructive Test) dengan menggunakan alat PUNDIT PL-200. Sampel yang digunakan adalah berbentuk silinder berdiameter 15cm dan tinggi 30cm dan mutu beton yang direncanakan 20 MPa, 25 MPa, 30 MPa, dan 35 MPa. Jumlah sampel sebanyak 36 sampel terdiri 9 sampel berbentuk silinder setiap mutu beton yang direncanakan. Sampel diuji pada umur 28 hari, dengan terlebih dahulu dilakukan perawatan sebelum pengujian. Dari penelitian diperoleh bahwa modulus elastisitas beton yang tertinggi pada kuat tekan beton 20,36 MPa dan modulus elastisitas yang terendah terdapat pada kuat tekan 16,97 MPa. Dan dari hasil pengujian modulus elastis beton menggunakan alat compression strength machine (extensometer) hasil regresi extensometer dan mrrtode ASTM C-469 saling sejajar sedangkan hasil pengujian modulus elastisitas beton menggunakan alat PUNDIT PL-200 digambarkan modulus elastis relatif pada angka 3000 MPa. Hubungan antara alat compression strength machine dan alat PUNDIT PL-200 kecenderungan linier dan r yang mendekati nol menandakan hubungan antar variabel yang lemah atau bahkan tidak terdapat hubungan sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan modulus elastisitas yang dihasilkan alat compression strength machine dan modulus elastisitas alat PUNDIT PL-200 tersebut tidak menunjukan hubungan yang signifikan. Kata kunci : Modulus Elastisitas, UPV, PUNDIT PL-200
STUDI NUMERIK DAN EKSPERIMENTAL DISTRIBUSI TEGANGAN DAN REGANGAN BETON
Astuti, Kamiliyana Puteri;
Wijaya, Ming Narto;
Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1001.499 KB)
Beton merupakan material utama yang banyak digunakan untuk berbagai struktur bangunan. Material penyusun beton bersifat elasto-plastis dimana kuat tekan maksimum terletak pada saat regangan mencapai ±0,002 (Dipohusodo, 1999). Cara yang umum untuk mendapatkan data yang valid yakni dengan melakukan simulasi di laboratorium dengan frekuensi percobaan tertentu dan hasil dari eksperimen pun menjadi informasi dasar untuk pemodelan pada elemen hingga. Namun, hal ini membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit..Maka dari itu, pendekatan yang baik untuk permasalahan kompleks dari material beton adalah dengan menggunakan elemen hingga, yakni ABAQUS. Pada skripsi ini, beton berdiameter 150mm dan panjang 300mm dengan fc’ sebesar 20, 25, 30, dan 35 MPa berbentuk silinder dimodelkan sebagai pendekatan dari model ini. Hasil dari pemodelan numerik dengan ABAQUS 6.13 trial mendekati hasil eksperimen.
ANALISIS KERAPATAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN CEPAT RAMBAT DAN TRANSMISSION TIME PADA ALAT UPV (ULTRASONIC PULSE VELOCITY)
Yulian, Albertus Eky;
Wijatmiko, Indradi;
N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (690.444 KB)
Kekuatan beton bergantung pada kualitas pengerjaannya, sehingga dalam pengawasan perlu dilakukan pengujian, salah satunya adalah pengujian UPV (Ultrasonic Pulse Velocity). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kerapatan dan kuat tekan beton terhadap bentuk gelombang yang dihasilkan oleh alat UPV. Dalam penelitian ini parameter yang dianalisis adalah waktu transmisi serta besarnya amplitudo pertama dari gelombang yang didapat dari pengujian UPV pada benda uji silinder dengan variasi komposisi campuran beton dengan kuat tekan rencana 20 MPa, 25 MPa, 30 MPa, dan 35 MPa. Hasil pengujian UPV pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara kuat tekan aktual dengan waktu transmisi (t0), dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,5249 dan 0,4953 masing-masing untuk metode transmission time (TT) dan pulse velocity (PV). Hasil analisis membuktikan bahwa perambatan gelombang memiliki waktu transmisi lebih cepat pada beton yang memiliki kerapatan tinggi dilihat dari kuat tekan aktualnya. Sedangkan parameter amplitudo awal (A1) belum menunjukkan hubungan dengan kuat tekan aktual dilihat dari tidak adanya pola sebaran data yang konsisten. Hal tersebut dipengaruhi oleh ketidakseragaman komposisi dan susunan agregat yang menimbulkan pembacaan amplitudo yang berbeda dalam satu benda. Kata Kunci: beton, cepat rambat, kerapatan, ultrasonic pulse, waktu transmisi.
PENGARUH JARAK SENGKANG DARI METODE JAKET BETON BERTULANG BAMBU PADA KOLOM BETON BERTULANG RINGAN
Saputra, Rizky Adhi Perdana;
N., Christin Remayanti;
Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (664.021 KB)
Kolom merupakan salah satu elemen terpenting didalam suatu konstruksi bangunan. Sehingga diperlukan perhatian khusus apabila kolom mengalami kerusakan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam perbaikan kolom adalah dengan cara jaket beton.Kolom retrofit dipasangtulangan dan sengkang bermaterialkan bambu. Dari hasil penelitian didapatkan untuk kolom retrofit A.2 yang dipasang tulangan bambu sebanyak 4 buah ukuran 10 x 10 mm dan jarak antar sengkang 14 cmlebih efektif dibandingkan dengan kolom retrofit A.1yang dipasang tulangan bambu sebanyak 4 buah ukuran 10 x 10 mm dan jarak antar sengkang 9.3 cmhal ini dikarenakan kolom retrofit A.1 memiliki gaya tekan maksimum 16.07% lebih besar dibanding dengan gaya tekan maksimum kolom retrofit A.2. Namun, untuk nilai kekakuan dan modulus elastisitas kolom retrofit A.1 lebih rendah 1.7% dibanding nilai kekakuan dan modulus elastisitas kolom retrofit A.2. Pada perbaikan kolom asli A, kolom retrofit A.2 mengalami peningkatan daktilitas sebesar 88.62 % dibanding dengan kolom retrofit A.1 yang hanya mengalami peningkatan daktilitas sebesar 35.84%. Lalu untuk hasil penelitian kolom retrofit B.1 yang dipasang tulangan bambu sebanyak 8 buah ukuran 10 x 5 mm dan jarak antar sengkang 9.3 cm lebih efektif dibandingkan dengan kolom retrofit B.2 yang dipasang tulangan bambu sebanyak 8 buah ukuran 10 x 10 mm dan jarak antar sengkang 14 cm hal ini dikarenakan kolom retrofit B.1 memiliki gaya tekan maksimum 47.64% lebih besar dibanding dengan gaya tekan maksimum kolom retrofit B2. Nilai kekakuan dan modulus elastisitas kolom retrofit B.1 lebih besar 11.5% dibanding nilai kekakuan dan modulus elastisitas kolom retrofit B.2. Pada perbaikan kolom asli B, kolom retrofit B.1 mengalami peningkatan daktilitas sebesar 75.54 % dibanding dengan kolom retrofit B.2 yang hanya mengalami peningkatan daktilitas sebesar 48.86%. Kata Kunci: Jaket beton, efektivitas, gaya tekan, kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH VARIASI FRAKSI DARI SERAT KALENG TERHADAP BESARAN KARAKTERISTIK BETON RINGAN
Vikriansyah, Andhika;
Wijatmiko, Indradiij;
B.K., Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (860.549 KB)
Seiring dengan perkembangan teknologi beton, muncul gagasan untuk memanfaatkan material dari limbah kaleng dengan menambahkan serat kaleng minuman bekas untuk meningkatkan kuat tarik belah beton dan dengan penambahan batu apung dapat membuat struktur menjadi ringan dan ramping pada adukan beton sebagai bahan tambahan dan bahan penyusun pada beton ringan. Pengujian yang dilakukanadalah uji kuat tarik belah dan uji tekan dengan alat compression testsertauji modulus elastisitas dengan menggunakan extensometer dan strain gauge. Padapenelitian ini yang dianalisis adalah kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas.Dengan variasifraksi atau persentase serat kaleng yang ditambahkan ke dalam campuran beton adalah sebesar 10%, 15% dan 20% dari volume beton silinder. Hasil pengujian kuat tekan pada penelitian ini menunjukkan dengan meningkatkan fraksi serat kaleng yang ditambahkan, maka nilai kuat tekan beton juga akan meningkat. Sedangkan hasil pengujian kuat tarik belah beton menunjukkan bahwa penambahan serat kaleng hanya memberikan sedikit pengaruh pada kuat tarik beton. Untuk modulus elastisitasnya berdasarkan hasil pengujian, jika dibandingkan dengan beton normal tanpa serat modulus elastisitas dengan fraksi ini mengalami penurunan. Kata Kunci: serat kaleng, kaleng, kuat tarik, kuat tekan, modulus elastisitas
PENGARUH JARAK SENGKANG BAJA DARI METODE JAKET BETON BERTULANGAN BAMBU PADA KOLOM BERTULANGAN RINGAN
R, Redita Putri;
N., Christin Remayanti;
Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1264.475 KB)
Kolom termasuk lokasi kritis yang dapat mengakibatkan runtuh lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total seluruh struktur. Maka dari itu perlu adanya perkuatan kolom dengan metode jaket beton menggunakan tulangan transversal bambu.Benda uji berupa kolom dengan tulangan 1x1cm sebanyak 4 buah yaitu A.3 (3 buah) jarak sengkang 9,3cm dan A.4 (3 buah) jarak sengkang 14cm. Kolom tulangan 1x0.5cm sebanyak 8 buah yaitu B.3 (3 buah) jarak sengkang 9,3cm dan B.4 (3 buah) jarak sengkang 14cm. Hasil yang didapatkan semakin rapat jarak sengkang maka kolom semakin efektif karena memiliki daktilitas yang lebih tinggi. Hal ini dibuktikan dari kolom retrofit A.3 yang memiliki daktilitas 67.42% dari kolom retrofit A.4. Sedangkan pada kolom retrofit B.3 dan B.4 terjadi kesalahan pada metode pengecoran sehingga B.4 memiliki daktilitas lebih besar 7.9% dari B.3. Kata kunci:jaket beton, efektivitas, gaya tekan, kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH VARIASI FRAKSI DARI SERAT KALENG TERHADAP BESARAN KARAKTERISTIK BETON
Karima, Dhia;
Wijatmiko, Indradi;
Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (803.807 KB)
Sampah merupakan limbah padat yang memilikipotensiuntukdapatdiolahkembalisehingga memiliki nilai ekonomis.Kalengminumandarialumuniummerupakansalahsatulimbah yang dapatdidaurulangkapansajatanpaterikatwaktu.Kalenginididaurulangdengancaramenjadikannyasepertiserat-seratdandicampurkankedalamadonanbeton. Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmengetahuipengaruhvariasifraksiseratkalengterhadapkuattekan, kuattarikbelah, dan modulus elastisitasbeton.Hasil pengujian kuat tarik belah tidakmenunjukkanadanyahasil yang optimum padasetiapfraksiseratkaleng. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan bahwa nilai kuat tekan maksimum diperoleh fraksi 10% dengan nilai sebesar f’c = 23,803 MPa (meningkat 6,922% dari beton normal. Begitu pula dengan hasil uji modulus elastisitas yang menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas maksimum diperoleh pada fraksi kaleng 10%. Kata kunci : serat kaleng, kaleng minuman bekas, kuat tarik, kuat tekan, moduluselastisitas
PENGARUH VARIASI KAIT SERAT KALENG KEMASAN TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS BETON RINGAN
., Halidazia;
Wibowo, Ari;
B.K., Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penambahan serat kaleng pada campuran beton merupakan salah satu cara untuk mengurangi kelemahan yang dimiliki beton yaitu tidak kuat dalam menahan gaya tarik dan kuat dalam menahan gaya tekan, juga dapat meningkatkan daktilitas dan confinement pada beton tersebut. Beton juga merupakan elemen struktural yang dapat melukai seseorang apabila terjadi bencana karena memiliki massa yang berat. Variasi yang digunakan adalah variasi kait A dan B sebanyak 10% serat kaleng serta beton normal yang memiliki 25% batu apung dari volume beton silinder dan beton fiber 10% dengan tanpa kait atau berbentuk lurus. Pengujian yang dilakukan antara lain kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas beton. Pengujian dilakukan pada beton yang telah berumur 28 hari. Alat yang digunakan dalam pengujian kuat tarik belah dan kuat tekan menggunakan compression machine atau mesin kuat tekan, sedangkan uji modulus elastisitas menggunakan extensometer dan strain gauge. Strain gauge hanya digunakan pada benda uji kait B3 dan Normal Pumice 3Hasil pengujian kuat tarik belah menunjukkan bahwa nilai kuat Tarik rata-rata maksimum diperoleh pada beton fiber tanpa kait (lurus) dengan nilai sebesar ft = 2,003 MPa. Sedangkan hasil pengujian kuat tekan menunjukkan bahwa nilai kuat tekan rata-rata maksimum diperoleh pada fraksi kait B dengan nilai sebesar f’c = 17,55 MPa. Sedangkan hasil uji modulus elastisitas maksimum terjadi pada fraksi kait Bmenghasilkan nilai modulus elastisitas yang maksimum yaitu dengan metode Eurocode 2 sebesar 56135,36 MPa , pada metode ASTMC469 didapat hasil 38082 Mpa, dengan metode SKSNI T-15-1991 yaitu sebesar 22621,4 Mpa dan pada metode TS 500 (Turkey) memiliki nilai 29689,5 MPa. Hal ini dikarenakan nilai modulus elastisitas beton berbanding lurus dengan nilai kuat tekannya. Kata kunci : serat kaleng, batu apung, kuat tarik belah, kuat tekan, modulus elastisitas