cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2020)" : 14 Documents clear
STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU ABUTMENT TERHADAP POLA RETAK DAN DAKTILITAS PADA JEMBATAN DALAM MENAHAN BEBAN TUMBUKAN (COLLISION) AKIBAT GEMPA Andhareshi, Farly; Setyowulan, Desy; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abutment merupakan bagian dari struktur bangunan bawah jembatan yang mempengaruhi struktur dari jembatan, dari segi kemampuan penyaluran beban vertikal dan horizontal dari struktur bangunan atas maupun kekuatan jembatan. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan perencanaan abutment yang baik karena kegagalan pada abutment akan mempengaruhi kegagalan pada semua sistem struktur di atasnya. Penelitian ini dibuat benda uji abutment tanpa wing wall sebanyak 3 benda uji, dengan perencanaan mutu beton K-225 (19,3 Mpa) dengan menggunakan tulangan baja polos ukuran Ø8 untuk tulangan utama dan ukuran Ø6 untuk tulangan sengkang. Dimensi benda uji abutment mempunyai ukuran parapet wall 600 x 700 x 540 mm. Benda uji abutment diuji dengan pembebanan secara horizontal dengan beban merata pada parapet wall dengan menggunakan hydraulic jack, load cell 10 ton, dan LVDT untuk memperoleh deformasi yang terjadi dan melihat pola retak pada benda uji abutment Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji abutment dengan jarak tulangan yang lebih rapatmempunyai nilai daktilitas lebih kecil dibandingkan dengan benda uji abutment yang  memiliki jarak tulangan yang lebih renggang, dan kedua benda uji termasuk ke dalam daktilitas parsial. Kata Kunci: Abutment, Beban Lateral, Daktilitas, Pola Retak, Jarak Tulangan.
PENGARUH PEMASANGAN BATU ALAM PADA STRUKTUR BATA RINGAN TERHADAP PERILAKU UJI TEKAN Rivaldo, Wahyu; N., Christin Remayanti; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern,1kemajuan infrastruktur terus berkembang, dengan semakin bertambahnya kebutuhan manusia akan infrastruktur maka banyak infrakstruktur baru yang dibangun. Dalam pembangunan infrasturktur selain merencanakan perhitungan, pemilihan alternatif bahan material juga sangat berpengaruh.Seorang perencana tidak hanya fokus kepada kekuatan struktur, akan tetapi juga mempertimbangkan estitika dari bangunan yang akan di bangun, salah satunya dengan memasang batu alam pada dinding pasangan bata ringan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentiifikasi penyebab dari lepasnya batu alam pada dinding pasangan bata ringan,1mengevaluasi hasil uji tekan bata ringan yang dipasang batu alam dan mengevaluasi perilaku uji tekan pada bata ringan, dengan bata ringan yang dipasang batu alam. Penelitian ini menggunakan metode uji tekan pada bata ringan yang kemudian dilakukan pengumpulan dan pengolahan data. Adapun sumber data-data primer dan sekunder dari hasil uji lab. Data akan diolah dengan metode analisis. Landasan teori yang digunakan adalah teori tentang bata ringan, mortar, dan batu alam. Berdasarkan analisa yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa Kuat tekan bata ringan tanpa mortar adalah 1,4910 MPa.Sedangkan kuat tekan bata ringan + mortar (1,5mm), bata ringan + mortar (3mm) dan bata ringan + mortar (6mm)  hasilnya adalah 1.5337 MPa; 1.8808 MPa; dan 2,0102 MPa. Dari ketiga variasi tersebut  dapat dilihat bahwa  kuat tekan bata ringan + mortar (6mm) menghasilkan kuat tekan paling tinggi dari yang lainnya .Sedangkan kuat tekan bata ringan + mortar (1.5mm) + batu alam , bata ringan + mortar (3mm) + batu alam, dan bata ringan + mortar (6mm) + batu alam adalah 1,5535 MPa; 1,7332 MPa; dan 1,9832 MPa. Dari1ketiga variasi dapat dilihat bahwa variasi yang terbesar  adalah bata ringan + mortar (6mm) + batu alam  sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemasangan mortar dan batu alam pada1bata ringan berpengaruh pada peningkattan kuat tekan pada bata ringan. Kata kunci : bata ringan, mortar, batu alam, kuat tekan.
PENGARUH VARIASI KAIT SERAT PLASTIK TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS BETON NORMAL Rozaq, Rizal Fatchul; Wijatmiko, Indradi; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan teknologi beton, saat ini banyak innovasi terhadap pembuatan beton baik dalam penambahan suatu bahan penyusun beton, maupun penggantian bahan dari penyusun beton. Salah satu penambahan material beton yang dapat dilakukan untuk menambah kekuatan beton khususnya kekuatan tarik adalah dengan penambahan serat. Bahan dari serat tambahan beton diupayakan adalah bahan yang murah dan kuat sehingga dengan penambahan tersebuat akan dicapai biaya dan kekuatan yang optimal. Sementara itu penggunaan produk plastik secara tidak ramah lingkungan menyebabkan berbagai masalah yang serius. Dampak negatif sampah berbahan plastik tidak hanya merusak kesehatan manusia tetapi juga merusak lingukangan secara sistematis. Maka dari itu pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan tambahan beton merupakan hal yang tepat untuk mengurangi dampak dari limbah tersebut serta sebagai penambah kekuatan beton. Limbah yang dipakai pada penelitian kali ini adalah limbah botol plastik untuk dijadikan serat tambahan pada beton . Hasil pengujian kuat tekan rata-rata terbesar diperoleh beton normal dengan variasi serat C dengan nilai 19,32 MPa dengan peningkatan sebesar 31,11% dari beton normal tanpa serat. Pada pengujian kuat tarik belah beton normal kait C tersebut memiliki nilai rata-rata 1,160 MPa dengan peningkatan 7,906% terhadap rata-rata beton normal tanpa serat. Sedangkan nilai kuat tarik rata-rata terkecil terjadi pada beton normal kait Z dengan nilai rata-rata 1,039 dengan penurunan sebesar 3,34% terhadap beton normal tanpa serat. Pada pengujian modulus elastisitas nilai modulus elastisitas yang paling tinggi antar benda uji dengan serat plastik diperoleh benda uji variasi tanpa serat dengan nilai sebesar 49117,845 MPa dan untuk beton dengan serat plastik yang memiliki modulus elastisitas yang paling besar adalah beton normal dengan kait C sebesar 31931,313 dengan penurunan 0,25% .   Kata kunci :  serat plastik, plastik minuman bekas, kuat tarik, kuat tekan, modulus elastisi
PENGARUH EKSENTRISITAS BRACING TIPE V PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN SIKLIK TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN Hidayat, Muhammad Farras; Wijaya, Ming Narto; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sering terjadi gempa. Salah satu solusi untuk meminimalisir simpangan horizontal yang terjadi adalah dengan menggunakan bracing. Selain fakor kekuatan struktur, estetika dan kegunaan pada bangunan gedung juga perlu diperhatikan, maka seringkali dibuat link beam pada bracing yang nantinya akan digunakan untuk meletakkan pintu, jendela, atau semacamnya. Pada penelitian ini menggunakan bracing tipe V pada portal beton bertulang yang memiliki dimensi 110 cm x 10 cm x 80 cm. Tulangan yang digunakan yaitu tulagan Ø6 mm sebagai tulangan utama, dan tulangan Ø4 mm sebagai tulangan sengkang dengan jarak antar sengkang 15 cm. Penelitian ini membuat satu portal tanpa eksentrisitas bracing (CBF) dan dua portal dengan eksentrisitas pada bracing (EBF). Variasi jarak eksentrisitas yang digunakan adalah 15 cm dan 25 cm. Untuk memudahkan penelitian maka setiap portal diberi kode yaitu Portal D untuk jarak eksentrisitas 0 cm, Portal E untuk jarak eksentrisitas 15 cm, dan Portal F untuk jarak eksentrisitas 25 cm. Mutu beton rencana yang digunakan pada portal ini adalah K-175 (f’c= 14,5 Mpa). Pengujian siklik pada portal dilakukan sebanyak 4 fase, dan masing – masing fase terdapat 5 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji Portal F (Eksentrisitas = 25 cm) memiliki tingkat daktilitas struktur lebih besar yaitu sebesar 2,31 dibandingkan dengan benda uji Portal E ( Eksentrisitas = 15 cm) sebesar 1,96, dan benda uji Portal D (Eksentrisitas = 0 cm) sebesar 1,37. Sedangkan untuk nilai kekakuan menunjukkan bahwa semakin kecil jarak eksentrisitas membuat nilai kekakuan semakin besar dibuktikan dengan nilai kekakuan pada Portal D (Eksentrisitas = 0 cm) sebesar 219,76 kg/mm, Portal E (Eksentrisitas = 15 cm) sebesar 176,95 kg/mm, dan Portal F (Eksentrisitas = 25 cm) sebesar 112,68 kg/mm. Kata Kunci: Portal, Bracing, Eksentrisitas, Daktilitas, Kekakuan, Beban Siklik
PENGARUH VARIASI PANJANG SERAT PLASTIK TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS BETON RINGAN Pratama, Rachmaniar Rizki; Wijatmiko, Indradi; B.K., Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era yang modern ini, kebutuhanakaninfrastrukturnegarasemakinmeningkat, samahalnyadalaminovasipadaduniakonstruksi. Saatinibetontelahmemilikiberbagaimacaminovasiterhadappembuatannya, baikdalamhalpenambahanbahanpenyusunnyamaupunpergantiandaribahanpenyusunnyaitusendiri.Salah satu yang dapatdilakukanuntukmenciptakaninovasinyaadalahpenambahanseratplastik.Sedangkanuntukpergantianbahanpenyusunyaitusendiribisadilakukandengancaramenggantibeberapapersenagregatkasarnyamenjadibatuapung(pumice). Kehidupanmanusiasulitdipisahkandenganlimbah yang merekakeluarkan.Salah satuhasillimbahmanusia, baikdarirumahtanggamaupunindustri yang dinilaidapatmencemarilingkunganadalahplastik.Plastiktersebutjugamerupakanlimbah yang tidakdapatdiuraikanolehtanah.Olehsebabitualangkahlebihbaikjikakitamengolahlimbahplastiktersebutmenjadibahancampuranbeton, gunameningkatkankuattekan, kuattarikdan modulus elastisitasnya. Setelahdilakukanpercobaanpenambahanseratplastikdanpergantianagregatkasarsebesar 25% menjadipumice, diperolehhasilpengujiankuattekan rata-rata terbesaradalahbetonringanserat 6 cm dengannilai 11,415 Mpadenganpeningkatan 20,406% darinilaikuattekan rata-rata betonringantanpaserat. PadahasilpengujiankuatTarikbelah, betonringanserat 6 cm jugamemperolehhasil paling besar, dengannilaikuattarikbelah rata-ratanyaadalah 1,136 Mpadenganpeningkatansebesar 5.702% darinilaikuattarikbelah rata-rata betonringantanpaserat. Dan padahasilpengujian modulus elastisitassecan, betonringanserat 6 cm memiliki rata-rata nilai modulus elastisitassebesar29543,086 Mpadenganpeningkatansebesar29,8% darinilai modulus elastisitasbetonringantanpaserat. Kata kunci :seratplastik, plastikbotolbekas, kuattarik, kuattekan, modulus elastisitas
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK UNTUK ANALISIS KAPASITAS LENTUR PADA BALOK BETON PRATEGANG MENGGUNAKAN BAHASA PYTHON Munir, Muhammad Syahrul; Zacoeb, Achfas; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan struktur beton prategang membutuhkan banyak pengulangan dalam proses perhi-tungannya. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan efisiensi kekuatan dan bahan yang akan digunakan. Bantuan yang dibutuhkan dalam perhitungannya adalah penggunaan perangkat lunak yang dapat memberikan metode yang berulang. Dengan bantuan perangkat lunak, Perhitungan akan menjadi lebih cepat dan lebih efisien. Perancangan perangkat lunak akan dibuat dalam bahasa python dan.program database MySQL. Penggunaan rumus batas tegangan yang disesuaikan dengan ACI. Setelah itu, Proses pengujian menggunakan sistem perhitungan SUS (System Usability Score). Dari hasil pengujian validasi, aplikasi ini memperoleh presentase sebesar 100% yang berarti sistem sudah berfungsi sebagai mana diinginkan. Pengujian kemudahan penggunaan mendapatkan nilai 73,5 yang mendapatkan penilaian bagus dan kategori yang diterima. Kata Kunci :Prategang, kapasitas, lentur, python, SUS
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG TERHADAP KUAT LENTUR BALOK DENGAN FLYASH Wicaksono, Ananta Dzaky; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanggulangan limbah merupakan hal yang penting yang harus di lakukan, salah satunya adalah pemanfaatan limbah besi(granulated ground blasted furnace slag) sebagai subtitusi semen portland dan  limbah batu bara (flyash) sebagai bahan admixture dari total campuran semen. Pada penelitian ini, bahan-bahan subtitusi ini diharapkan akan meningkatkan kekuatan pada beton dan lebih ekonomis dibandingkan tanpa menggunakan campuran semen slag. Hasil penelitian kuat lentur didapatkan bahwa, pada balok mutu K-350 rasio tulangan minimum terjadi penurunan kekuatan sebesar 2,564% dari subtitusi 0% ke 10% dan tidak terjadi perubahan pada subtitusi lainya.Rasio tulangan ½ maksimum mengalami penurunan disetiap subtitusi semen slag berturut-turut sebesar 9.858%, 7,8125%, dan 42,372%.Pada rasio tulangan maksimum terjadi peningkatan sebesar 13,793% dari subtitusi 0% ke 10%, dan turun sebesar 123,07% dari subtitusi 10% ke 40%, kemudian naik sebesar 100% dari subtitusi 40% ke 70%. Pada balok mutu K-275 rasio tulangan minimum tidak terjadi perubahan pada subtitusi 0% ke 10%, pada subtitusi 10% ke 40% penurunan sebesar 4% dan tidak terjadi perubahan pada subtitusi 40% ke 70%.Rasio tulangan ½ maksimum tejadi kenaikan pada subtitusi 0% ke 10% dan 10% ke 40% berturut-turut sebesar 8,62% dan 7,93%, dan terjadi penurunan sebesar 23,,8% pada semen slag 40% ke 70%. Rasio tulangan maksimum terjadi penurunan kekuatan sebesar 20,833% dari subtitusi 0% ke 10% kemudian terjadi kenaikan kekuatan sebesar 9,523%, dari subtitusi 10% ke 40% dan tidak terjadi perubahan pada subtitusi 40% ke 70%. Kata kunci: Semen Slag, Rasio Tulangan, Kekuatan, Kuat Lentur, Lendutan.
PENGARUH JUMLAH TULANGAN TRANSVERSAL DAN JARAK TULANGAN TRANSVERSAL TERHADAP KUAT TEKAN, DAKTILITAS, DAN KEKAKUAN KOLOM DENGAN TULANGAN BAMBU Siburian, Jonathan Hasian; Remayanti, Christin; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom merupakan komponen struktur yang penting dalam suatu bangunan. Dalam merencanakan bangunan kolom menjadi hal yang perlu diperhatikan karena apabila kolom mengalami kerusakan sangat berbahaya terhadap bangunan tersebut. Saat ini, banyak sekali penggunaan baja dalam dunia konstruksi, tetapi bahan tersebut tidak dapat diperbaharui. Dalam penelitian ini terdapat 2 jenis tipe kolom, kolom bambu dan kolom baja.Digunakan kode pada kolom bambu dan baja yaitu, A3 – A4 dan B3 – B4. Pada kolom bambu B3 dan B4 menggunakan 8 buah tulangan utama berdimensi 10 x 5 mm dengan sengkang berukuran 10 x 10 mm, namun untuk kolom B3 memiliki jarak sengkang 7 cm dan B4 berjarak 14 cm. Pada kolom baja A3 dan A4 meggunakan tulangan 4D-10 mm dengan sengkang Ø6 mm, tetapi A3 memiliki jarak sengkang 7 cm dan A4 berjarak 14 cm. Untuk kolom baja B3 dan B4 menggunakan tulangan 8D-8 mm dan sengkang Ø6 mm, yang membedakan B3 memiliki jarak sengkang 7 cm dan B4 berjarak 14 cm. Pengujian yang dilakukan pada kolom menggunakan mesin uji tekan untuk mendapatkan nilai gaya tekan dan LVDT untuk memperoleh nilai defleksi. Pada hasil penelitian ini, didapatkan bahwa kolom bambu maupun baja  A dan B dengan jarak sengkang 7 cm dan jumlah tulangan sengkang tunggal memiliki kuat tekan maksimum yang lebih besar dibanding dengan kolom berjarak 14 cm yang memakai jumlah sengkang rangkap. Tetapi untuk hasil nilai kekakuan, daktilitas dan modulus elastisitas kolom bambu maupun baja A dan B, kolom dengan jumlah tulangan sengkang rangkap dan jarak tulangan sengkang yang lebih besar memiliki hasil nilai kekakuan, daktilitas dan modulus elastisitas yang lebih besar dari kolom dengan jumlah tulangan sengkang tunggal dan jarak yang lebih renggang. Kata Kunci : Kolom pendek, tulangan bambu, efektivitas, gaya tekan, kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH VARIASI BENTUK PELAT SAMBUNG TERHADAP BEBAN LATERAL PUNCAK DAN KEKAKUAN AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI-STATIS) PADA PORTAL CANAI DINGIN 2D Saputri, Meirheyma Denfia; Firdausy, Ananda Insan; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material canai dingin pada konstruksi sudah banyak digunakan pada konstruksi atap, tetapi belum banyak digunakan pada bangunan tingkat sederhana tahan gempa, sehingga perlu penelitian dalam hal tersebut. Di Negara Indonesia, gaya gempa tidak dapat diabaikan pada perencanaan konstruksi karena Indonesia berada di antara 3 lempeng bumi, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo -Australia, dan Lempeng Pasifik. Pada penelitian ini, gaya gempa direpresentasikan oleh beban siklik berupa beban lateral pada struktur portal yang terbuat dari material canai dingin yang sudah dilakukan uji kuat tarik dengan profil ukuran 40.40.0,4 mm untuk kolom dan 20.40.0,4 mm untuk balok. Portal tersebut memiliki dua lantai dengan tinggi total 106 cm dan lebar 50 cm dengan lantai dua berada di jarak 50 cm dari bawah. Sambungan pada setiap pertemuan balok dan kolom menggunakan sekrup dan menggunakan pelat sambung dari material canai dingin dengan variasi bentuk siku (Kode SK) dan segitiga (Kode SG) masing-masing 3 buah benda uji. Pada penelitian ini digunakan metode displacement control untuk menentukan beban yang dapat bekerja pada setiap kenaikan drift. Alat yang digunakan pada saat pengujian berupa loading frame, load cell, LVDT, dan  hydraulic jack. Hasil akhir dari penelitian ini merupakan beban lateral puncak, nilai kekakuan struktur, dan penurunan kekakuan struktur dari masing-masing variasi benda uji. Hasil pengujian menyatakan bahwa nilai rata – rata beban lateral dari kedua variasi benda uji tersebut adalah 5,25 kg untuk benda uji portal dengan kode SK dan 3,92 kg untuk benda uji portal dengan kode SG. Perhitungan dengan metode tangensial dan secant, benda uji kode SK memiliki nilai rata - rata kekakuan sebesar 1,009 kg/cm untuk metode tangensial dan 0,753 kg/cm untuk metode secant. Kata Kunci: Canai Dingin, Portal, Pembebanan Siklik, Beban Lateral, Kekakuan, Penurunan Kekakuan
PENGARUH VARIASI BENTUK PELAT SAMBUNG TERHADAP ENERGI DISIPASI AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI-STATIS) PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Sulistomo, Jourdan Tri; Brahmana Kridaningrat, Bhondana Bayu Brahmana; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia mulai marak menggunakan material baja canai dingin sebagai struktur tambahan pada sebuah bangunan seperti struktur kuda-kuda atap, rangka plafon, dan lain-lain. Namun, Indonesia terletak pada Cincin Api sekaligus menjadi titik temu 3 lempeng besar yang aktif bergerak. Baja canai dingin yang mulai populer di Indonesia akan dihadapkan dengan masalah beban gempa/beban siklik (beban berulang).Dengan pengujian terhadap pemodelan portal dua dimensi sederhana, diharapkan dapat mewakili bagaimana perilaku baja canai dingin terhadap beban siklik.Pada penelitian ini, beban siklik direpresentasikan berupa beban lateral pada struktur portal yang terbuat dari material canai dingin dengan profil ukuran 40.40.0,4 untuk kolom dan 20.40.0,4 untuk balok. Portal tersebut memiliki 2 lantai dengan tinggi total 106 cm dan lebar 50 cm dengan lantai dua berada di jarak 50 cm dari bawah.Sambungan pada setiap pertemuan balok dan kolom menggunakan sekrup dan menggunakan pelat sambung dari material canai dingin dengan variasi bentuk siku (Kode SK) dan segitiga (Kode SG) masing-masing 3 buah benda uji.Pada penelitian ini digunakan metode displacement control untuk mendapatkan beban yang dapat bekerja pada setiap kenaikan drift. Hasil akhir dari penelitian ini merupakan kurva histerisis dan energi disipasi dari masing-masing variasi benda uji. Hasil pengujian dan perhitungan menghasilkan bahwa portal baja canai dingin dengan pelat sambung siku mendisipasi energi dengan rata-rata persentase 48,33% dari energi input, dengan kenaikan persentase energi disipasi per drift dari 44,60% hingga 55,86%. Portal baja canai dingin dengan pelat sambung segitiga mendisipasi energi dengan rata-rata persentase 53,39% dari energi input, dengan kenaikan persentase energi disipasi per drift dari 48,75% sampai 59,95%.Portal baja canai dingin dengan pelat sambung siku mengalami energi input 3,46% lebih besar daripada portal baja canai dingin dengan pelat sambung segitiga. Kata Kunci:Canai Dingin, Portal, Pembebanan Siklik, Energi Disipasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 14