cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018)" : 65 Documents clear
A F, T; Suryo, Eko Andi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

L
KAJIAN KINERJA TERMINAL HAMID RUSDI DI KEDUNGKANDANG KOTA MALANG Putra, Bambang Perwira; Wicaksono, Achmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1291.981 KB)

Abstract

Kinerja Terminal Hamid Rusdi belum berfungsi dengan baik. Hampir seluruh angkutan umum menaikkan/menurunkan penumpang di depan Terminal Gadang lama yang secara kebetulan berdekatan dengan Pasar Induk Gadang yang menjadi pusat kegiatan di daerah tersebut.Terdapat 3 analisis yang digunakan  dalam penelitian ini, yaitu : (a) Analisis Kesesuaian Fasilitas Terminal, (b) Analisis IPA, (c) Analisis SWOT. Data primer diperoleh melalui wawancara dan pembagian kuisioner dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden, sedangkan data sekunder didapat dari jurnal, literatur, dan internet.Dari hasil analisis fasilitas, ada beberapa fasilitas yang belum tersedia seperti menara pengawas dan loket penjualan karcis untuk fasilitas umum serta ruang pengobatan, telepon umum, dan tempat penitipan barang untuk fasilitas penunjang. Pada analisis IPA terdapat 3 atribut yang masuk dalam kuadran I, dimana ketiga atribut tersebut adalah keterpaduan moda transportasi, jarak terminal dengan pusat kegiatan, dan lajur keberangkatan dan kedatangan. Untuk menentukan strategi yang digunakan terkait permasalahan di Terminal Hamid Rusdi dilakukananalisis SWOT.   Kata Kunci :Terminal, Relokasi, Importance Performance Analysis(IPA), Analisis SWOT.
KAJIAN KINERJA PELAYANAN DAN TARIF PENYEBERANGAN DI PELABUHAN KETAPANG DAN GILIMANUK M.Arief Munandar, Aulia Rizki Fauzi; Wicaksono, Achmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.852 KB)

Abstract

Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk berperan penting di Indonesia sebagai penghubung antar Pulau Jawa dan Pulau Bali. Pelabuhan-pelabuhan ini berada dalam naungan ASDP Indonesia Ferry. Kedua Pelabuhan ini menjadi pilihan wisatawan yang menggunakan jalur darat untuk menyeberangi selat Bali. Dalam kinerjanya kedua pelabuhan ini menyediakan fasilitas bagi para pengguna. Kinerja pelayanan tersebut di lihat berdasarkan kepuasan pengguna.Peneliti melakukan analisis kinerja pelayanan dengan menggunakan beberapa metode yaitu metode Importance Performance Analysis (IPA) guna mengetahui gambaran persepsi penumpang terhadap kinerja pelayanan di pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, metode analisis teknis pelabuhan guna mendapatkan gambaran kondisi kelengkapan kedua pelabuhan dengan pengamatan langsung dan dibandingkan dengan Keputusan Menteri Perhubungan No. 54 Tahun 2002, serta analisis kesesuaian tarif dengan_metode_Abillity To_Pay (ATP) sertaWillingness_To Pay (WTP) guna mengetahui tarif ideal berdasarkan kemauan dan kemampuan penumpang. Metode survei dilakukan dengan menyebarkan kuisioner dan wawancara sebanyak 300 responden ditujukan kepada penumpang dewasa non kendaraan. Pada penelitian ini didapatkan hasil (1) karakteristik responden sebesar 75,67% pria, pekerjaan responden sebagai karyawan sebesar 32%, pendapatan responden sebesar 44,67% berpendapatan Rp. 1.500.000,00 – Rp. 3.000.000,00, pengeluaran responden perbulan terbanyak sebesar 59,67% bepengeluaran Rp. 50.000,00 – Rp. 100.000,00, perjalanan respondrn untuk belanja/ dagang sebesar 54,67%, alasan responden menggunakan kapal laut sebesar 38% memilih kenyamanan, frekuensi perjalanan responden sebanyak 3 – 4 kali perjalanan sebesar 53%. (2) Berdasar pada metode Importance_Performance Analysis (IPA) didapatkan nilai tingkat kesesuaian  tingkat kinerja dengan tingkat kepentingan sebesar 82% untuk pelabuhan Ketapang sangat memuaskan. Sementara itu, pada pelabuhan Gilimanuk didapat tingkat kesesuaian sebesar 79% dengan predikat memuaskan. Hasil analisis teknis pada kondisi fasilitas di pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk sudah baik dengan rata-rata skor keseluruhan sebesar 74,37 %.  (3) Strategi peningkatan kinerja pelayanan untuk memenuhi kepuasan pengguna di pelabuhan Ketapang terdapat satu atribut pelayanan yang perlu ditingkatkan  pada pelabuhan Ketapang yaitu, 1) ketersediaan tempat duduk dan toilet untuk penyandang difable. Sedangkan di pelabuhan Gilimanuk terdapat tiga atribut pelayanan yang perlu ditingkatkan 1)  ketersediaan tempat duduk dan toilet untuk penyandang difable, 2) ruang tunggu, 3) musholla. (4) Berdasarkan analisis ATP diperoleh nilai ATP sebesar Rp.6.260,00 dan nilai WTP sebesar Rp.6.000,00. Nilai ATP > WTP, artinya kemampuan membayar responden_lebih besar daripada kemauan_membayar, hal ini dipengaruhi oleh faktor penghasilan responden yang relatif tinggi tetapi utilitas terhadap angkutan kapal ferry pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk relatif rendah. Berdasarkan hubungan hasil analisis Ability to Pay dan Willingness to pay diperoleh nilai tarif ideal sebesar Rp.6.150,00. Tarif ideal yang didapat dari grafik hubungan antara ATP dan WTP masih berada dibawah tarif yang saat ini berlaku sebesar Rp.6.500,00.-Kata kunci: Tarif, ATP, WTP, Pelabuhan, Kinerja Pelayanan, Ketapang, Gilimanuk, IPA
KAJIAN KINERJA PELAYANAN SISI DARAT BANDARA BANYUWANGI DENGAN METODE IPA DAN SWOT Juniawan, Diaz Muhammad; Wicaksono, Ahmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.895 KB)

Abstract

Bandara Banyuwangi melayani rute penerbangan Banyuwangi-Surabaya PP dengan menggunakan pesawat Wings Air dengan jenis ATR72-600 yang memiliki kapasitas 72 penumpang dan melayani penerbangan 1 kali dalam 1 hari, pesawat Garuda Indonesia dengan jenis ATR72-600 yang memiliki kapasitas 72 penumpang dan melayani penerbangasn 2 kali dalam 1 hari, rute penerbangan Banyuwangi-Jakarta PP dengan  menggunakan pesawat NAM Air dengan jenis BOEING-735 yang melayani penerbangan 1 kali dalam 1 hari. Tujuan kajian ini  (1) Untuk mengetahui tingkat kinerja pelayanan sisi darat yang diperoleh oleh penumpang pesawat terbang pada Bandara Banyuwangi,  (2) Untuk Menyusun strategi pengembangan Bandara Banyuwangi. Metodeanalisis yang digunakanadalahImportance Performance Analysis (IPA) untukmengetahuitingkatkinerjapelayananpadasisidaratBandaradanMetodeStrenghtWeaknessOpportunities and Threats (SWOT) untukmenentukanstrategipengembanganBandaraBanyuwangi.Data primer diperolehmelaluiwawancaradanpembagiankuesionersedangkan data sekunderdiperolehmelaluiliteratur, jurnal, dan internet.Jumlahresponden yang digunakandalamkajiansebanyak 190 respondenpenumpangpesawatterbang. Untukmembahastujuan (1)  didapatkan hasil analisis Importance Performance Analysis diperoleh 6 atribut yang termasuk dalam Kuadran I (Prioritas Utama) yaituTersedianya layanan kesehatan,Tersedianya fasilitas penyandang cacat,Tersedianya restoran atau kantin, Tersedianya Musholla/ Tempat Ibadah, Tersedianya layar pengumuman,Tersedianya fasilitas informasi melalui pengeras suara.Padapenelitian IPA didapatkannilaitingkatkepentingansebesar 60 %.Untukmembahastujuan (2) didapatkan hasil analisis Strategi pengembangan dengan metode Strength Weakness Opportunities Threats diperoleh 6strategi SO (Strength-Opportunities)yaituMempertahankan fasilitas bandara yang sudah ada, melakukan pengembangan fasilitas bandara secara berkala, melakukan perawatan fasilitas bandara yang sudah ada, Bekerjasama dengan dinas terkait untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan ekonomi, promosi yang dilakukan pihak bandara dan pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Mengembangkan Bandara Banyuwangi sebagai Bandara Internasional, 5 strategi WO (Weakness-Opportunities)yaitupembenahan dan melengkapi fasilitas yang belum tersedia,meningkatkan tingkat kenyamanan dan pelayanan di Bandara Banyuwangi, memperbarui dan atau mengganti komponen fasilitas bandara Banyuwangi,perbaikan dan pertambahan akomodasi dari dan menuju bandara , melakukan promosi dan bekerjasama dengan dinas terkait, 7 strategi ST (Strength-Threats)yaituDiberikan papan informasi dibeberapa titik Bandara Banyuwangi, Sosialisasi di media sosial dan atau pengeras suara tentang pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban di Bandara Banyuwangi,Meningkatkan minat masyarakat dengan promo dari maskapai pernerbangan, peningkatan kualitas kenyamanan di Bandara Banyuwangi, Membuat transportasi terintegrasi di Bandara Banyuwangi, Penambahan angkutan kota yang melayani rute bandara menuju kota, Membuat sistem transportasi multimoda.dan 2 straregi WT (Weakness-Threats).Dari pembahasan 2 metodediatasdidapatkankesimpulanMetode IPA adalah 6 atributpadaKuadran I, 12 atributpadakuadran II dan 6 atributpadaKuadran III, Nilaitingkatkepentingansebesar 60 % yaitumasukpadakategoricukupmemuaskan/ cukupbaik. Dan PadaMetode SWOT terdapat 6 Strategi SO yaituMempertahankan fasilitas bandara yang sudah ada, melakukan pengembangan fasilitas bandara secara berkala, melakukan perawatan fasilitas bandara yang sudah ada, Bekerjasama dengan dinas terkait untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan ekonomi, promosi yang dilakukan pihak bandara dan pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Mengembangkan Bandara Banyuwangi sebagai Bandara Internasional, 5 Strategi WO yaitupembenahan dan melengkapi fasilitas yang belum tersedia,meningkatkan tingkat kenyamanan dan pelayanan di Bandara Banyuwangi, memperbarui dan atau mengganti komponen fasilitas bandara Banyuwangi , perbaikan dan pertambahan akomodasi dari dan menuju bandara , melakukan promosi dan bekerjasama dengan dinas terkaitdan 7 Strategi ST yaituDiberikan papan informasi dibeberapa titik Bandara Banyuwangi, Sosialisasi di media sosial dan atau pengeras suara tentang pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban di Bandara Banyuwangi,Meningkatkan minat masyarakat dengan promo dari maskapai pernerbangan, peningkatan kualitas kenyamanan di Bandara Banyuwangi, Membuat transportasi terintegrasi di Bandara Banyuwangi, Penambahan angkutan kota yang melayani rute bandara menuju kota, Membuat sistem transportasi multimoda. Kata Kunci : BandaraBanyuwangi, Tingkat KinerjaPelayanan, Importance Performance Analysis (IPA), Strength Weakness Opportunities Threats(SWOT).
KAJIAN KINERJA OPERASIONAL, PELAYANAN DAN TARIF KERETA API TAWANGALUN (MALANG – BANYUWANGI) Sandya Adhi Ramadhani, Randy Christopher Garing; Wicaksono, Ahmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.879 KB)

Abstract

Besarnya kebutuhan dan kegiatan perekonomian masyarakat dari Kota Malang menuju Kota Banyuwangi  membutuhkan moda transportasi yang murah, aman dan nyaman. PT. Kereta Api Indonesia meyediakan rangkaian kereta api Tawangalun yang melayani rute Malang-Banyuwangi dan sebaliknya dibawah pengawasan DAOP XI Jember. Tujuan dari kajian ini adalah untuk (1)Mengetahui kesesuaian kinerja operasional kereta api Tawangalun secara aktual dan terjadwal (2)Mengetahui besarnya daya angkut lintas pada rel Malang – Banyuwangi dalam waktu satu tahun (3)Mengetahui karakteristik penumpang kereta api Tawangalun (4)Mengetahui tingkat kesesuaian pelayanan kereta api Tawangalun dengan kepuasan penumpang (5)Mengetahui tingkat kesesuain tarif kereta api Tawangalun yang berlaku dengan tingkat kemampuan membayar penumpang.  Oleh kerena itu diperlukan kajian terhadap kereta Api Tawangalun dalam penyelenggarannya demi memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna setianya. Pada kajian kinerja operasional yang meninjau analisis waktu (waktu tempuh antar stasiun, waktu henti antar stasiun, waktu tempuh total perjalanan, waktu tunda kedatangan dan keberangkatan)  mengunakan metode statistik dengan uji 1 tail T-test dan berupa analisis deskriptif. Kajian kinerja operasional terkait daya angkut lintas tiap rel dari stasiun Malang-Banyuwangi menggunakan perhitungan rumus matematis. Data untuk kinerja operasional (waktu dan daya angkut lintas) didapatkan dari pengamatan secara langsung di lapangan maupun dari instansi terkait penelitian ini. Untuk analisis kinerja pelayanan dan analisis kesesuaian tarif dari kereta api Tawangalun dilakukan terhadap 400 responden dewasa yang semuanya merupakan penumpang kereta api Tawangalun. Data diperoleh dengan teknik survei  dan wawancara secara langsung terhadap responden. Metode yang digunakan untuk kinerja pelayanan adalah Importance Performance Analysis sedangkan kajian tingkat kesesuaian tarif menggunakan metode Abillity To Pay (ATP) untuk tingkat kemampuan membayar dari responden  dan Willingness To Pay (WTP) untuk tingkat kemauan membayar responden. Penelitian yang dilakukan dari bulan Oktober – Desember 2017 didapatkan hasil yang menjawab tujuan dari adanya penelitian ini. (1)Hasil analisis kinerja operasional yang meninjau waktu tempuh antar stasiun, waktu henti antar stasiun dan waktu tempuh total perjalanan menggunakan uji  hipotesis 1 tail T-test dengan hipotesis awal (Ho) yang menyatakan “Waktu aktual perjalanan kereta api Tawangalun lebih kecil atau sama dengan waktu perjalanan terjadwal” dan didapatkan hasil Ho diterima karena nilai thitung < ttabel. Untuk analisis waktu tunda kedatangan dan keberangkatan hanya menjelaskan selisih waktu tunda kedatangan dan keberangkatan dari masing-masing stasiun dengan analisis deskriptif. (2)Hasil daya angkut lintas tiap rel dari stasiun Malang-Banyuwangi didapatkan beban yang diterima tiap rel <2,5 juta ton/tahun. Berdasarkan PD 10 Perencanaan Konstruksi Jalan Rel tahun 1986 dapat dilihat bahwa rel dari stasiun Malang-Banyuwangi memiliki kelas jalan rel tipe 5 dengan spesifikasi yang dapat dilihat pada peraturan terkait. (3)Berdasarkan hasil survei karateristik responden terhadap 400 responden didapatkan data bahwa jumlah penumpang kereta api Tawangalun rata-rata berusia 21-25 tahun dengan presentase terbesar 43%. Penumpang kereta api Tawangalun didominasi pria dengan presentase sebesar 52.75% sedangkan penumpang wanita dengan presentase sebesar 47.25%. Jenis pekerjaan terbanyak penumpang kereta api Tawangalun adalah pelajar/mahasiswa dengan presentase sebesar 50.25%. Range penghasilan keluarga perbulan dari para responden menunjukan angka Rp.3.500.000 – Rp.4.000.000 paling mendominasi dengan presentase 33.25%. Hasil survei karateristik responden berdasarkan perjalanan didapatkan hasil bahwa penumpang menggunakan kereta api Tawangalun untuk tujuan keperluan kantor/dinas/sekolah/bisnis dengan presentase sebesar 62.75%. Presentase terbesar penumpang dalam mengeluarkan biaya keperluan transportasi rata-rata Rp.100.000 – Rp.200.000 dengan presentase sebesar 49%. Dalam waktu satu tahun penumpang kereta api Tawangalun menggunakan kereta api dengan jumlah frekuensi yang bervariasi dan didapatkan hasil terbanyak dalam waktu satu tahun adalah 4 kali perjalanan dengan presentase 42%. Tingkat kenyamanan sebesar 50% menjadi faktor utama dari para responden untuk memilih kereta api Tawangalun dalam melakukan kegiatan transportasinya. (4)Dari hasil analisis kinerja pelayanan dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) didapatkan nilai tingkat kesesuaian antara tingkat kinerja dengan tingkat kepentingan sebesar 77% dan didapatkan 4 atribut yang masuk dalam kuadran I yang menjadi prioritas utama untuk mendapatkan perbaikan dan peningkatan. Keempat atribut yang masuk kuadran I yaitu ketersediaan pintu darurat, CCTV di setiap gerbong, perbaikan pada toilet, dan ketersediaan musholla. (5)Hasil analisis kesesuaian tarif dengan menggunakan metode Ability to Pay (ATP)dan Willingness to Pay (WTP) didapatkan rata-rata ATP sebesar Rp.42.732,09 dan rata-rata WTP didapatkan Rp.50.285,78 sedangkan tarif yang berlaku adalah Rp.62.000,00. Dari evaluasi tarif didapatkan persamaan regresi berdasarkan penghasilan keluarga dan rata-rata ATP yaitu Y=0.0082X + 9491,8 dengan nilai R2 = 0,6525. Jika variabel X dimasukkan dengan nilai rata-rata penghasilan keluarga sebesar Rp.3.841.875,00, maka didapat nilai ATP sebesar Rp.40.995,18. Selanjutnya dilakukan analisis tarif ideal berdasarkan ATP dan WTP pada kelas ekonomi dan didapatkan hasil sebesar Rp.51.209,56. Kata kunci : kinerja operasional, kinerja pelayanan, tarif, IPA, ATP, WTP, kereta api Tawangalun
ANALISIS DINAMIK DINDING PASANGAN BATU BATA RUMAH SATU LANTAI DI KOTA MALANG Chelievan, Aditya; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.657 KB)

Abstract

Letak geologis Indonesia yang berada pada pertemuan 3 lempeng bumi menjadikan Indonesia sebagai daerah yang rawan terjadinya gempa.  Gempa bumi yang terjadi menyebabkan kerusakan pada bangunan terutama bangunan rumah tinggal (non-engineering structure) dan sering kali memakan korban jiwa akibat tertimpa runtuhan bangunan rumah tinggal yang menggunakan dinding pasangan batu merah.  Pada konstruksi pasangan batu bata merah yang menyatu dengan struktur (confined masonry) menjadikan dinding sebagai elemen struktur dinding geser saat terjadinya gempa.  Terlebih lagi kota yang memiliki banyak penduduk seperti Kota Malang merupakan objek yang dominan terhadap runtuhnya rumah tinggal dengan pasangan batu bata merah.  Konstruksi bangunan rumah tinggal di Kota Malang yang menggunakan bata merah tidak terlepas dari material yang ada di sekitar.  Sifat karakterisitik material  yang berbeda-beda juga memberikan kapasitas dan dampak akibat gempa yang berbeda-beda juga. Material bata merah yang digunakan menjadi batas utama keruntuhan dinding pada bangunan rumah tinggal.  Dalam penelitian ini dapat diambil nilai tegangan geser dinding rumah satu lantai akibat gempa di Kota Malang. Bangunan rumah tinggal satu lantai dengan pasangan batu bata merah asal Kota Tulungagung dianalisis menggunakan data spektrum respons gempa yang diperoleh dari pusat penelitian dan pengembangan permukiman Indonesia tahun 2011.  Gaya gempa yang digunakan 100% arah X dan 100% arah Y untuk mendapatkan tegangan geser.  Tidak bertemunya titik pusat massa dan titik pusat kekakuan menyebabkan muncul adanya momen torsi yang memberikan gaya lebih besar dibanding gaya akibat gempa murni. Pada penelitian terdahulu, tegangan geser rata-rata yang dapat ditahan pasangan dinding batu bata merah sebesar 1,69 kg/cm2.  Pada penelitian ini tegangan geser terbesar yang didapat akibat gempa di Kota Malang sebesar 1,529 kg/cm2,  90,47%dari maksimum tegangan batas hingga mencapai keruntuhan. Kata Kunci: gempa, pasangan  batu bata merah, rumah, tegangan geser, eksentrisitas
EFEK BEBAN GEMPA DUA ARAH DAN TIGA ARAH TERHADAP KAPASITAS STRUKTUR JEMBATAN WARREN Syafirra, Sonnia; Susanti, Lilya; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1445.703 KB)

Abstract

Jembatan merupakan salah satu sarana dan prasarana infrastruktur. Dalam perencanaan struktur syarat yang harus dipenuhi adalah, kekakuan, kekuatan, dan daktilitas, struktur jembatan juga perlu memperhitungkan secara tepat total beban yang akan diterima oleh jembatan. Beban jembatan yang sukar diprediksi dan tidak terduga adalah beban gempa. Indonesia merupakan negara dengan tingkat resiko gempa yang cukup tinggi. Dalam menganalisis struktur jembatan akibat beban gempa terlebih dahulu memodelkan struktur jembatan pada software ABAQUS Student Edition dengan data jembatan menggunakan jembatan rangka eksisting di malang. Setelah struktur jembatan dimodelkan selanjutnya dilakukan analisis nilai eigen sehingga mendapatkan dua nilai mode shape terbesar. Selanjutnya setelah analisis nilai eigen dilakukan analisis dinamis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah time history analysis (analisis riwayat waktu). Hasil analisis menunjukkan bahwa akibat bertambahnya arah gempa dari dua arah menjadi tiga arah mengakibatkan meningkatnya tegangan pada batang dekat tumpuan sendi sebesar 5,9303%. Jembatan dari beban gempa dua arah di tingkatkan menjadi beban gempa tiga arah, mengakibatkan penurunan modulus elastisitas jembatan sebesar 2,5641 % dari modulus elastisitas pada kondisi struktur jembatan akibat beban gempa dua arah . Dari besarnya persentase kenaikan tegangan yang tidak begitu besar, dan persentase penurunan modulus elastisitas yang tidak begitu besar sehingga, analisis jembatan dengan menggunakan beban gempa tiga arah tidak begitu berpengaruh besar jika dibandingkan dengan beban gempa dua arah. Sehingga sudah cukup analisis jembatan menggunakan beban gempa dua arah.   Kata Kunci : jembatan, jembatan rangka tipe warren, analisis, kapasitas struktur, beban gempa, mode shape, time history analysis, ABAQUS Student Edition.
ANALISIS KAPASITAS STRUKTUR JEMBATAN RANGKA TIPE WARREN DENGAN MUTU BAJA TIDAK SERAGAM DALAM MENAHAN BEBAN GEMPA DUA ARAH DAN TIGA ARAH Iqbal, Muhammad; Susanti, Lilya; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.255 KB)

Abstract

Dalam merencanakan struktur jembatan harus memperhitungkan secara detail dan akurat total beban yang akan dipikul oleh struktur jembatan, salah satunya adalah beban gempa. Beban gempa merupakan pembebanan pada struktur jembatan yang sifatnya tak terduga dan dapat terjadi di segala arah. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan analisis jembatan rangka tipe warrenakibat beban gempa secara dua arah dan tiga arah. Analisis dilakukan dengan menggunakan software ABAQUS Student Edition. Selain itu, dalam penelitian ini digunakan mutuyang tidak seragam pada material baja. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil pengaruh diantara keduanya terhadap kapasitas struktur jembatan. Output yang dihasilkan dalam analisis ini berupa besarnya nilai tegangan dan regangan tiap batang pada struktur jembatan.Hasil analisis menunjukkan bahwa akibat beban gempa dua arah dan tiga arah tegangan maksimum berada pada batang segmen tengah bagian bawah. Nilai tegangan maksimum pada batang segmen tengah bagian bawah akibat beban gempa dua arah sebesar 332.39312 MPa, sedangkan akibat beban gempa tiga arah tegangan maksimum pada batang segmen tengah bagian bawah sebesar 312.705536 MPa. Penggunaan beban gempa dua arah dan tiga arah pada struktur jembatan rangka tipe warren dengan mutu baja tidak seragam mengakibatkan terjadinya penurunan kekakuan pada tiap-tiap batang yang berkisar antara 5%-10%. Selain itu, penggunaan mutu material baja yang tidak seragam pada struktur jembatan rangka tipe warren menyebabkan terjadinya penurunan kekakuan yang cukup signifikan dibandingkan dengan mutu material yang seragam. Sehingga dapat mempengaruhi kekuatan yang mampu ditampung oleh struktur jembatan tersebut. Kata kunci: jembatan rangka, tipe warren, metode riwayat waktu, beban gempa, dua arah, tiga arah, tegangan, regangan, kapasitas struktur, ABAQUS Student Edition.
ANALISIS KAPASITAS STRUKTUR JEMBATAN RANGKA TIPE K-TRUSS DENGAN MUTU BAJA TIDAK SERAGAM DALAM MENAHAN BEBAN GEMPA DUA ARAH DAN TIGA ARAH Ibady, Azka Fardany; Wijaya, Ming Narto; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.306 KB)

Abstract

Jembatan adalah jalan yang terletak di atas permukaan air dan atau di atas permukaan tanah yang berfungsi menghubungkan suatu wilayah dengan wilayah yang lain untuk melewati suatu rintangan seperti lembah, sungai, dan sebagainya. Dalam melakukan analisis terhadap suatu jembatan harus direncanakan untuk mampu menahan beban gempa, mengingat Indonesia termasuk negara yang rawan mengalami gempa bumi. Beban gempa sendiri merupakan faktor penting dalam merencanakan struktur dengan pembebanan tak terduga dan sukar diprediksi. Tahap pertama dimulai dengan melakukan pemodelan menggunakan software ABAQUS Student Edition menggunakan spesifikasi dimensi dan material yang telah disesuaikan dengan jembatan rangka tipe K-Truss K.H. Fattah Malang. Sebelum dilakukan analisis dengan beban gempa, jembatan dianalisis untuk mendapatkan nilai eigen terlebih dahulu. Kemudian jembatan kembali dianalisis dengan memasukkan data beban gempa dan nilai eigen yang didapat. Jembatan dianalisis menggunakan beban gempa dua arah terlebih dahulu dengan mutu seragam dan tidak seragam. Setelah hasil keluar, jembatan kembali dianalisis dengan beban gempa tiga arah yang menggunakan mutu seragam dan tidak seragam. Kemudian keduanya dibandingkan sehingga didapatkan presentase pengaruh beban gempa dua arah dan tiga arah terhadap kapasitas struktur jembatan dengan mutu seragam dan tidak seragam. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa analisis struktur jembatan akibat beban gempa dua arah dan tiga arah dengan menggunakan mutu baja seragam dan tidak seragam tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kapasitas struktur jembatan, karena dari analisis didapatkan hasil penurunan kapasitas struktur jembatan sebesar 0,000557% dari kapasitas struktur jembatan pada kondisi awal. Hal tersebut menunjukkan bahwa perencanaan jembatan rangka menggunakan pembebanan dua arah sudah cukup memenuhi syarat. Kata Kunci : strukturjembatan, jembatan rangka tipe K-Truss, mutu seragam, mutu tidak seragam, kapasitas struktur
EFEK BEBAN GEMPA DUA ARAH DAN TIGA ARAH TERHADAP KAPASITAS STRUKTUR JEMBATAN RANGKA K-TRUSS Puspitasari, Isnana; Setyowulan, Desy; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.916 KB)

Abstract

Dalam analisis suatu jembatan, salah satu beban yang perlu diperhatikan adalah beban gempa, mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan terjadinya gempa bumi. Pada umumnya, beban gempa dianalisis hanya melalui dua arah saja. Pada penelitian ini, peneliti menganalisis jembatan akibat beban gempa tiga arah juga lalu peneliti membandingankan pengaruh diantara keduanya. Output yang dihasilkan dalam analisis ini berupa tegangan dan regangan.Tahap pertama dimulai dengan melakukan pemodelan pada ABAQUS Student Edition dengan spesifikasi dimensi dan material yang telah disesuaikan dengan jembatan rangka K-Truss K.H. Fattah Malang. Jembatan dianalisis terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai eigen dari struktur jembatan itu sendiri. Kemudian, jembatan kembali dianalisis dengan memasukkan nilai eigen dan beban gempa. Pada awalnya, jembatan dianalisis menggunakan beban gempa dua arah terlebih dahulu. Setelah keluar hasil, jembatan kembali dianalisis dengan beban gempa tiga arah. Kemudian keduanya dibandingkan sehingga mendapatkan presentase pengaruh beban dua arah dan tiga arah terhadap kapasitas struktur jembatan.Hasil analisis menunjukkan bahwa beban gempa tiga arah tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap kapasitas struktur jembatan K-Truss. Tegangan maksimum akibat beban gempa tiga arah hanya 5.55% lebih besar dari tegangan maksimum akibat beban gempa dua arah. Katakunci : jembatan, jembatan rangka K-Truss, tegangan, regangan, time history analysis, kapasitas struktur