cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 84 Documents clear
ANALISIS METODEDIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN PADA GEDUNG F FILKOM UB DENGAN VARIASI KONFIGURASI BRESING BAJA Azhari, Muhammad Reza; Wibowo, Ari; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim dengan 17.504 pulau dan kepulauan berada pada peta zona ring of fire. Hal ini menyebabkan sebagian besar daerah di Indonesia rawan terjadi aktivitas vulkanik, salah satunya gempa bumi. Berdasarkan fakta tersebut maka diperlukan bangunan yang mampu bertahan pada kondisi gempa. Dalam kajian ini, objek yang digunakan adalah Gedung F Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya yang akan didesain menggunakan metode Direct Displacement Based Design (DDBD)dengan variasi konfigurasi bresing. Berdasarkan hasil analisis non-linear pushover Gedung F Fakultas Ilmu Komputer UniversitasBrawijaya yang didesain menggunakan metode DDBD, didapatkan untuk bangunan asli tanpa perkuatan menghasilkan nilai simpangan lantai teratas untuk arah X dan Y yaitu sebesar 0,6967 m dan 0,7142 m. Sedangkan bangunan yang menggunakan perkuatan bresing Tipe B (kajian) menghasilkan simpangan lantai teratas untuk arah X dan Y sebesar 0,1924 m dan 0,1533. Untuk tingkat kinerja menurut ATC-40 yang diperoleh bangunan Original Design berada pada kondisi Damage Control (DO) dan bangunan dengan perkuatan bresing Tipe B berada pada kondisi Immediete Occupancy (IO). Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan perkuatan bresing dapat mengurangi simpangan lateral dan penggunaan bresing tersebut berpengaruh terhadap perubahan tingkat kinerja. Kata kunci: direct displacement based design, DDBD, non-linear pushover, simpangan lateral, bresing.
PENGARUH RASIO TULANGAN LONGITUDINAL DENGAN VARIASI DIMENSI TULANGAN LONGITUDINAL TERHADAP KUAT TEKAN, DAKTILITAS, DAN KEKAKUAN KOLOM DENGAN TULANGAN BAMBU Wardhani, Arimurti Wisnu; Wijatmiko, Indradi; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom merupakan elemen penting dalam pembuatan suatu bangunan, sebab kolom adalah struktur vertikal yang menopang elemen-elemen lain dalam struktur bangunan.Produksi baja menimbulkan polusi yang dapat merusak lingkungan membuat diperlukannya material alternatif tulangan beton bertulang. Bambu adalah salah satu material yang cocok untuk digunakan sebagai material alternatif untuk tulangan, sebab selain mudah didapat dan ramah lingkungan, kekuatan bambu lebih baik dari jenis kayu lain.Jenis bambu yang digunakan pada penelitian ini adalah bambu petung untuk tulangan longitudinal dan bambu apus untuk sengkang. Pada penelitian ini parameter yang dijadikan menjadi acuan adalah kuat tekan maksimum, kekakuan, dan daktilitas. Variabel yang dibandingkan adalah rasio tulangan longitudinal dari kolom. Dipakai 2 variasi rasio tulangan longitudinal yaitu ρ = 1,23 dengan 4 tulangan bambu petung 10 x 10 mm dan ρ = 2,47 dengan 4 tulangan bambu petung 10 x 20 mm. Pengujian kolom dilakukan dengan menggunakan mesin uji tekan untuk memperoleh nilai gaya tekan dan LVDT untuk memperoleh nilai deformasi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kolom dengan rasio yang lebih besar memiliki efektivitas yang lebih baik. Kata Kunci : Kolom pendek, tulangan bambu, gaya tekan, kekakuan, daktilitas.
PENGARUH VARIASI KAIT SERAT PLASTIK TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS BETON RINGAN Kautsar, Resdayanto Miladi; N., Christin Remayanti; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah material yang sering digunakan di dunia teknik sipil. Beberapa kelebihan beton diantaranya memiliki daya kuat tekan yang besar, tahan terhadap api, mudah dibentuk, bahan baku yang mudah didapatkan, oleh karena itu beton banyak digunakandalam dunia konstruksi sebagai pemilihan jenis struktur seperti struktur bangunan, jembatan dan jalan. Beton juga memiliki kekurangan yaitu memiliki kuat tarik yang rendah mengakibatkan beton tersebut bersifat getas atau rapuh dan mudah retak. Penggunaan limbah plastik sebagai tambahan campuran beton bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang susah diatasi dan keberadaannya menimbulkan pencemaran lingkungan. Plastik mempunyai berat yang ringan dan tidak mudah berubah bentuk. Penambahan serat ini akan menambah berat beton sehingga agregat kasar yang biasanya digunakan akan di campur dengan pumice atau batu apung agar menjadi beton ringan. Serat yang digunakan 2 variasi kait dengan menekuk ujung serat yang berfungsi sebagai interlocking serat pada beton. Hasil uji kuat tekanrata-rata terbesar diperoleh beton ringan serat kait Z dengan nilai rata-rata sebesar 11,7 MPa dengan peningkatan sebesar 23,6% dari rata-rata beton ringan tanpa serat.Pada pengujian uji tarik belah beton ringan variasi serat kait C dan Z memiliki nilai rata-rata yang lebih besar dibandingkan berton ringan tanpa serat sebesar 1,1 Mpa dan 1,2 MPa mengalami peningkatan 10,5% dan 14,03% dari rata-rata beton ringan tanpa serat.Uji modulus elastisitas nilai yang paling tinggi dengan metode SNI 03-2847-2002 adalah beton ringan variasi kait Z sebesar 11343,7 Mpa sedangkan untuk modulus elastisitas secan, initial tangen, dan ASTM C-469 nilai paling tinggi adalah beton ringan tanpa serat, Hal ini menunjukkan bahwa penambahan serat kait pada beton ringan tidak menambah nilai modulus elastisitas. Kata kunci :  serat plastik, serat kait, batu apung,kuat tarik, kuat tekan, modulus  elastisitas
PENGARUH VARIASI PANJANG SERAT BOTOL PLASTIK TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS BETON NORMAL Dwi S, Framanda Bayu; Wibowo, Ari; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan struktur konstruksi di dalam penggunaan material adalah suatu hal yang penting pada pembangunan. Dimana penggunaan material ini akan mempengaruhi kualitas akan kekuatan struktur dalam konstruksi. Salah satu material yang sering digunakan dalam pembangunan adalah beton. Beton sendiri sering digunakan dalam pembangunan karena seluruh elemen untuk pembangunan gedung dan lain sebagainya paling sering digunakan adalah beton. Adapun penelitian sekarang adalah penambahan variasi serat botol plastic dengan variasi panjang terhadap peningkatan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton normal. Serat botol plastik yang digunakan dalam penelitian ini adalah berukuran lebar 0,5mm– 2,5 mm dengan panjang 4 cm (Type A) dan 6 cm (Type B). Fraksi serat yang digunakan yaitu 10%, dari volume  beton silinder dimensi 15x30 cm. Dalam hasil pengujian yaitu kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Pengujian kuat tekan mendapatkan hasil pada beton normal sebesar 14,051 MPa, beton serat panjang 4 cm sebesar 12,559 MPa dan beton serat panjang 6 cm sebesar 11,971 MPa. Pengujian kuat tarik belah mendapatkan hasil beton normal sebesar 1,188 MPa, beton serat panjang 4 cm sebesar 1,122 MPa, beton serat panjang 6 cm sebesar 1,183 MPa. Pada pengujian modulus elastisitas mendapatkan hasil beton normal sebesar 47153,131 MPa, beton serat panjang 4 cm sebesar 25774,028 MPa dan beton serat panjang 6 cm sebesar 11677,986 MPa. Dalam pengujian modulus elastisitas pada perhitungan menggunakan cara secan. Kata kunci :  serat plastik, botol minuman bekas, kuat tarik, kuat tekan, modulus elastisitas.
PENENTU KAPASITAS KETAHANAN GEMPA RUMAH TINGGAL SATU LANTAI DI KOTA MALANG DENGAN BATA LOKAL MENGGUNAKAN METODE WALL DENSITY INDEX R. M. Pantow, Michael Bharlly; Soehardjono, Agoes; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat banyaknya aktifitas gempa di kota Malang serta banyaknya penduduk yang membutuhan rumah tinggal sehingga diperlukan penelitian terhadap ketahanan gempa pada rumah tinggal satu lantai dengan batalokal untuk mengetahui seberapa besar kapasitas bangunan rumah tinggal tersebut terhadap gaya gempa di kota Malang.Hasil penelitian kapasitas ketahanan gempa pada rumah tinggal tipe 54, tipe 60, dan tipe 70menunjukanbahwasecaradesainbangunansemuatiperumahmemilikinilai eksentrisitas antara pusat massa dengan pusat kekakuan bangunan yang masih berhimpit,kemudian rasio panjang dengan lebar bangunan tiap tipe rumah telah memenuhi faktor keamanan yang disyaratkan, namundalamsyaratketeraturanbentuktidakterpenuhi dan denahtiaptiperumahberbentukasimetrissehinggaakantimbulefek torsi.Untukkapasitasdindingnya, Wall Density Index, kuatgeserseismik per lantaibangunan, kuattekan pada dinding-dindingakibatbebangravitasi, dan dayadukungtiapdinding, sudahmelebihifaktorkeamanan yang disyaratkan. Kata Kunci: kapasitasgempa, Wall Density Index, kapasitasbentuk, kapasitasdinding, Confined Masonry
RASIO BEBAN GEMPA TERHADAP KAPASITAS DINDING RUMAH SATU LANTAI DENGAN SISTEM CONFINED MASONRY WALL DI KOTA MALANG Ilhamy, Ahmad Haidar; ., Wisnumurti; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar bangunan di Indonesia yang berupa bangunan bertingkat rendah seperti rumah sederhana 1 tingkat dan 2 tingkat masih menggunakan dinding konvensional atau pasangan batu bata sebagai dinding bangunan. Alasan pada umumnya karena selain mudah didapat dan murah, batu bata mempunyai sifat yang tahan terhadap suhu yang tinggi. confined masonry wall yang mana dinding dari batu bata di posisikan sebagai struktur utama dari sebuah bangunan, dan merupakan salah satu sistem struktur yang sangat sering dan umum digunakan untuk membangun rumah satu tingkat di indonesia yakni Sumatra dan Jawa, Melihat banyaknya aktifitas gempa di kota Malang serta banyaknya penduduk yang membutuhan rumah tinggal sehingga diperlukan penelitian terhadap ketahanan gempa pada rumah tinggal satu lantai dengan batalokal untuk mengetahui seberapa besar kapasitas bangunan rumah tinggal tersebut terhadap gaya gempa di kota Malang,Dari analisis denah bangunan hanya tipe 36 yang memiliki bentuk regular, Semua denah memenuhi persyaratan bangunan tidak terlalu panjang dengan nilai tipe 36 sebesar 1,25, untuk tipe 48 sebesar 1,07 dan untuk tipe 72 sebesar 1,09. Semua tipe rumah memenuhi persyaratan nilai Wall Density Index untuk daerah Malang harus lebih besar dari 2,5% untuk bangunan 1 lantai dengan nilai terkecil tipe 36 dy 7,16%. tipe 48 dx = 6,6%. tipe 72 dx = 5,36% Semua tipe rumah dapat menahan beban gravitasi dengan nilai terkecil pada tipe 36 sebesar 16,27. tipe 48 sebesar 24,01. Untuk denah tipe 72 sebesar 24,81 Dalam tinjauan Dari rasio yang didapatkan jika ditinjau terhadap kekuatan setiap dinding terhadap beban gempa, semua tipe rumah sanggup menahan dengan karena memiliki rasio < 1 dengan nilai untuk tipe 36 sebesar 0.3031, untuk tipe 48 sebesar 0.5364  dan untuk tipe 72 sebesar 0.3167 Kata kunci: bangunan tahan gempa, confined masonry wall, kapasitas dinding, rasio beban gempa
PENGARUH PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN POLYPROPYLENE FIBER TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RECYCLED COARSE AGGREGATE (RCA) Dobonsolo, Angga Januar; Arifi, Eva; Bayu, Bondhana
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang sering terjadi hingga saat ini yatu terkait dengan perkerasan jalan menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau, eksploitasi sumber daya alam ikut menyumbang  semakin mendorongnya pemanasan global di dunia. Perkerasan yang ada juga berdampak pada berkurangnya daerah resapan air hal ini akibat dari perkerasan umumnya merupakan lapisan yang kedap terhadap air. Perkerasan yang menggunakan bahan yang ramah terhadap lingkungan bisa menjadi solusi sekaligus inovasi yang dapat mengurangi dampak negatif dari pembangunan perkerasan pada masa yang akan datang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penggunaan Glass Fiber dan Polypropylene Fiber Terhadap Kuat Tarik Belah Beton Porous Dengan Menggunakan Recycled Coarse Agregate (RCA). Pada penelitian ini digunakan benda uji tarik belah berupa silinder beton porous dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi silinder 20 cm. Data yang dicari antara lain karakteristik RCA dan NCA, berat isi dan kuat tarik belah beton porous dengan variasi komposisi RCA 0% dan 100%. Untuk pembuatan beton porous campuran yang digunakan antara semen : agregat kasar adalah 1 : 4 dengan FAS 0,27. Dan digunakan variasi glass fiber dan polypropylene fiber sebesar 0,75% dan 1,5%.Dari hasil penelitian, penggunaan agregat kasar daur ulang (RCA) pada  uji kuat tarik belah menunjukkan hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan agregat kasar alami (NCA). Dikarenakan berat isi pada NCA lebih besar dibandingkan dengan RCA, faktor lain yaitu dikarenakan RCA memiliki daya serap air yang tinggi dan berjenis yang lebih rendah dibandingkan dengan NCA, hal ini dikarenakan terdapat kandungan mortar dalam agregat. NCA dengan penambahan polypropylene dengan kadar 1,5% menghasilkan kuat tarik belah tertinggi sebesar 1%.. Dan penambahan kadar glass fiber sebesar 0,75% menghasilkan peningkatan kuat tarik belah tertinggi sebesar 1%. Kata kunci : beton porous, agregat kasar daur ulang, polypropylene fiber, glass fiber
PENGARUH RASIO TULANGAN LONGITUDINAL DENGAN VARIASI JUMLAH TULANGAN LONGITUDINAL TERHADAP KUAT TEKAN, DAKTILITAS, DAN KEKAKUAN KOLOM DENGAN TULANGAN BAMBU Rahadyan, Harits Hanif; Remayanti, Christin; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan konstruksi bangunan telah mengalami perkembangan seiring dengan berjalannya waktu.Penelitian pada komponen utama struktur bangunan masih terus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Tulangan bambu adalah bahan telah dicanangkan dapat menggantikan tulangan baja pada beton bertulang.Pemilihan bambu sebagai tulangan alternatif untuk menggantikan tulangan baja dikarenakan bambu merupakan produk alam yang terbarukan dan memiliki kuat tarik yang tinggi yang dapat bersaing dengan kekuatan tarik baja. Jenis bambu yang digunakan pada penelitian ini adalah bambu petung untuk tulangan longitudinal dan bambu apus untuk tulangan transversal. Pada penelitian ini parameter yang dijadikan menjadi acuan adalah kuat tekan maksimum, kekakuan, dan daktilitas. Variabel yang dibandingkan adalah rasio tulangan longitudinal dari kolom. Dipakai 2 variasi rasio tulangan longitudinal yaitu ρ = 1,23 dengan 8 tulangan bambu petung 10 x 5 mm dan ρ = 2,47 dengan 4 tulangan bambu petung 10 x 20 mm. Pengujian kolom dilakukan dengan menggunakan mesin uji tekan untuk memperoleh nilai gaya tekan dan LVDT untuk memperoleh nilai deformasi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kolom dengan rasio yang lebih besar memiliki efektivitas yang lebih baik. Kata Kunci : Kolom pendek, tulangan bambu, gaya tekan, kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH JARAK SENGKANG TERHADAP KUAT TEKAN, DAKTILITAS, DAN KEKAKUAN KOLOM DENGAN TULANGAN BAMBU Putra, Geraldy Widianto; Wibowo, Ari; Remayanti, Christin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom merupakan komponen struktur yang sangat penting dalam suatu bangunan. Saat ini banyak sekali penggunaan baja dalam dunia konstruksi, tetapi bahan tersebut tidak dapat diperharui. Oleh karena itu pada penelitian ini tulangan pada beton menggunakan bambu sebagai bahan alternatif karena bambu relatif lebih murah dan ramah lingkungan jika dibandingkan dengan menggunakan baja. Jenis bambu yang dipakai didalam penelitian ini ada 2, untuk bambu petung digunakan sebagai tulangan longitudinal dan bambu apus digunakan untuk tulangan transversal. Didalam penelitian ini ada 2 tipe, kolom bambu dan kolom baja. Untuk kolom bambu A1 dan A2 menggunakan 4 buah tulangan utama berdimensi 10 x 10 mm dan sengkang berimensi 10 x 5 mm. Namun untuk kolom bambu A1 memiliki jarak sengkang 9,33 cm dan kolom bambu A2 memiliki jarak sengkang 14 cm. untuk kolom bambu B1 dan B2 menggunakan 8 buah tulangan utama berdimensi 10 x 5 mm dan sengkang berdimensi 10 x 5 mm. namun untuk kolom bambu B1 memiliki jarak sengkang 9, 33 cm dan kolom bambu B2 memiliki jarak sengkang 14 cm. Untuk kolom baja A1 dan A2 menggunakan 4D-10 mm dengan sengkang Ø6 mm, tetapi untuk kolom baja A1 memiliki jarak sengkang 9,33 cm dan kolom baja A2 memiliki jarak sengkang 14 cm. Untuk kolom baja B1 dan B2 menggunakan tulangan 8D-8 mm dan sengkang Ø6 mm, dan untuk kolom baja B1 memiliki jarak sengkang 9,33 cm dan kolom baja B2 memiliki jarak sengkang 14 cm. Dalam penelitian ini hasil yang didapatkan adalah kolom yang memiliki jarak sengkang yang lebih rapat yaitu 9,33 cm lebih efektif jika dibandingkan dengan kolom yang memiliki jarak sengkang yang lebih renggang yaitu 14 cm. Kata Kunci : Kolom pendek, tulangan bambu, gaya tekan, kekakuan, daktilitas.
PENGARUH KONFIGURASI TULANGAN LONGITUDINAL TERHADAP KUAT TEKAN, DAKTILITAS, DAN KEKAKUAN KOLOM DENGAN TULANGAN BAMBU Bagaskoro, Yogi Tio; Wijatmiko, Indradi; Nainggolan, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom adalah suatu struktur penting dalam sebuah bangunan baik itu gedung ataupun bangunan sederhana. Kolom adalah suatu struktur vertikal yang menopang struktur – struktur horizontal seperti balok, pelat, kuda – kuda dan struktur horizontal lainnya. Oleh karena itu, kebutuhan akan material tulangan baja semakin meningkat seiring pesatnya pembangunan di Indonesia. Hal ini membuat banyak masyarakat mencari alternatif pengganti tulangan baja, dikarenakan harga tulangan baja semakin tinggi. Salah satu alternatif pengganti tulangan baja adalah tulangan bambu.Jenis bambu yang digunakan pada penelitian ini adalah bambu petung untuk tulangan longitudinal dan bambu apus untuk sengkang. Pada penelitian ini parameter yang dijadikan menjadi acuan adalah kuat tekan maksimum, kekakuan, dan daktilitas. Variabel yang dibandingkan adalah konfigurasi tulangan longitudinal dari kolom. Dipakai 2 variasi konfigurasi tulangan longitudinal yaitu dengan 4 tulangan longitudinal bambu petung 10 x 10 mm dan 8 tulangan longitudinal bambu petung 10 x 5 mm. Pengujian kolom dilakukan dengan menggunakan mesin uji tekan untuk memperoleh nilai gaya tekan dan LVDT untuk memperoleh nilai deformasi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kolom dengan konfigurasi tulangan longitudinal yang lebih banyak memiliki efektivitas yang lebih baik. Kata Kunci : Kolom pendek, tulangan bambu, gaya tekan, kekakuan, daktilitas.