cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020)" : 61 Documents clear
PENGARUH VARIASI JENIS ALAT SAMBUNG TERHADAP ENERGI DISIPASI AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI-STATIS) PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Timur, Shella Kartika; Firdausy, Ananda Insan; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja canai dingin memiliki material yang ringan dan relatif tipis, hal ini mengakibatkan rentan terjadi kegagalan pada proses penyatuan elemen-elemennya yaitu sambungannya. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis alat sambung yaitu sekrup (self-drilling screw) dan mur baut terhadap energi disipasi.  Dengan dilakukan pengujian portal baja canai dingin dua dimensi dengan pembebanan siklik sebagai representasi gaya gempa menggunakan metode displacement control sesuai drift ratio yaitu 2%, 4%, 6%, dan 8%. Hasil pengujian menunjukkan sambungan mur baut memiliki energi disipasi lebih besar 19,01% daripada sambungan sekrup. Benda uji sambungan mur baut memiliki energi disipasi kumulatif lebih besar dari portal dengan sambungan sekrup. Hal ini karena sambungan mur baut memiliki dua bidang kontak yang memberikan pengekangan sehingga energi disipasi lebih besar daripada sambungan sekrup.
Optimasi Perencanaan Gedung Fakultas Keolahragaan Universitas Negri Malang Menggunakan Metode DDBD Dengan Penambahan Dinding Geser Ramadhani, Adithia; Wibowo, Ari; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Direct Displacement Based Desain (DDBD) merupakan salah satu metode perencanaan bangunan tahan gempa dengan menggunakan acuan perpindahan. Pada penelitian ini akan dilaksanakan penilaian performa bangunan dengan metode Direct Displacement Base Desain (DDBD). Pada penelitian ini pemodelan bangunan akan menggunakan shopdrawing gedung Fakultas Ilmu Keolahrahgaan Universitas Negri Malang dengan memvariasikan model peletakan dinding geser pada struktur,. Penentuan model struktur dipilih berdasarkan nilai daktilitas, yang kemudian akan dilakukan pemodelan elemen struktur kembali untuk dibandingkan perpindahan pada puncak, rotasi pada puncak , dan performa rencana, dengan perpindahan pada puncak, rotasi pada puncak, dan performa model awal shopdrawing.berdasarkan hasil analisa setelah penambahan dinding geser didapatkan penigkatan daktilitas yang signifikan, dan nilai perpindahan puncak dan rotasi yang relatif mendekati target dibanding dengan model awal shopdrawing namun tidak terjadi perubahan pada tingkat performa struktur Kata kunci: Direct Displacement Based Design, DDBD, non-linear pushover,,daktilitas, perpindahan puncak, rotasi puncak, penilaian performa,
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR BAJA DENGAN MENGGUNAKAN BALOK CASTELLATED KOMPOSIT PADA GEDUNG UBUD HOTEL BATU 7 LANTAI Risaldi, Yulizar; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk diikuti dengan naiknya kebutuhan akan lahan tanah. Beragam kegiatan dalam kehidupan sehari – hari dilakukan di atas sepetak tanah. Hal ini mengakibatkan semakin terbatasnya ruang kosong dan  nilai lahan yang semakin mahal. Alternatif pembangunan sesuai dengan kondisi ini yaitu pembangunan ke arah vertikal. Masyarakat Indonesia identik menggunakan material struktur beton sebagai bahan utama pembangunan gedung bertingkat. Sebenarnya, tidak hanya beton yang dapat digunakan sebagai bahan utama struktur bangunan. Baja merupakan salah satunya. Perencanaan pada skripsi ini menggunakan struktur baja sebagai material utama, dimana menggunakan balok castellated komposit. Pada saat mendesain menggunakan prinsip “lebih kuat kolom daripada balok” dengan mengacu pada peraturan SNI 1729 – 2015. Serta persyaratan bangunan tahan gempa digunakan SNI 1726 – 2012 sebagai acuan mendesain. Objek penelitian kali ini menggunakan denah gedung Ubud Hotel Batu yang memiliki 7 lantai. Proses analisis struktur menggunakan alat bantu perangkat lunak. Pada proses perencanaan dilakukan beberapa kali percobaan menentukan dimensi balok dan kolom yang tepat. Sehingga digunakan profil WF – Shapes dengan mutu BJ – 37 pada desain balok dan profil WF – Shapes dengan mutu BJ – 41 pada desain kolom. Setelah menentukan dimensi, profil baja WF untuk balok dimodifikasi menjadi profil balok baja castellated komposit. Profil baja untuk kolom menggunakan profil baja WF – Shapes normal, tidak dimodifikasi. Sambungan yang digunakan pada skripsi ini adalah sambungan baut dan las.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK– KOLOM PADA GEDUNG LABORATORIUM VOKASI DAN INDUSTRI KREATIF VOKASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS DIENG MENGGUNAKAN SISTEM BETON PRACETAK (PRECAST) Prasetyo, Andi; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu daerah yang berada di propinsi Jawa Timur, daerah ini sangat dikenal sebagai kota pendidikan. Sehingga dalam kurun waktu terakhir, kota Malang tampil sebagai kota pendidikan yang terkenal di Indonesia. Dengan bertambahnya jumlah pendatang yaitu mahasiswa baru, membuat kebutuhan akan tempat sarana belajar menjadi kurang. Yang dimana pada tahun 2019, Universitas Brawijaya menambahkan jumlah mahasiswa baru. Ditambah lagi dengan ketersediaan lahan yang semakin menyempit. Sehingga membuat berbagai Universitas yang berada di Malang memilih untuk mengatasi permasalahan dengan dibangunnya gedung bertingkat. Sehingga diperlukan metode untuk mempercepat pembangunan gedung bertingkat, yakni sitem beton pracetak. Sistem beton pracetak yang dimaksud mencetak beton pada lahan tertentu atau pabrik yang nantinya dipasang dilapangan. Yang mengacu pada SNI 7883:2012 tentang tata cara perancangan beton pracetak dan beton prategang untuk bangunan gedung; SNI 03- 1726-2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Bangunan gedung yang akan direncanakan menggunakan sistem beton pracetak. Kata Kunci : Sistem Beton Pracetak, Beton Pracetak
PENGARUH VARIASI BUKAAN PANEL DINDING FIBER CEMENT BOARD TERHADAP ENERGI ABSORPSI DAN DAKTILITAS AKIBAT BEBAN MONOTONIK PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Irfanto, Luthfi Rinda; Firdausy, Ananda Insan; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam aplikasinya, struktur bangunan haruslah kuat dalam menahan beban yang terjadi. Suatu struktur bangunan bertingkat tidak terlepas dari kekuatan portal. Portal yang kuat adalah portal yang mempunyai material yang cocok dan dapat mengurangi gaya yang diterima. Selain kuat, struktur bangunan juga harus mementingkan faktor ekonomis. Portal terbagi menjadi 2 jenis yaitu portal terbuka dan portal tertutup.  Pada penelitian ini portal baja canai dingin berdimensi 58 cm untuk lebar dan tinggi 106 cm yang mempunyai profil hollow square berdimensi pada 40.40.0,3 untuk kolom dan dimensi 20.30.0,3 untuk balok. Penelitian ini untuk mengetahui energi absorpsi, daktilitas, kegagalan struktur dan momen teoritis pada software SAP2000. Hasil penelitian diperoleh bahwa benda uji yang memiliki dinding panel dan tidak ada bukaan (MF0) mempunyai nilai beban maksimum, energi absorpsi dan daktilitas paling besar dan benda uji yang tidak memiliki dinding panel (M100) mempunyai nilai beban maksimum paling kecil. Untuk benda uji yang memiliki dinding panel dan terdapat bukaan 25% (MF25) mempunyai nilai beban maksimum, energi absorpsi dan daktilitas lebih besar dibandingkan dengan benda uji yang memiliki dinding panel dan terdapat bukaan 50% (MF50). Hal tersebut menunjukan bahwa benda uji yang memiliki dinding panel dan tidak bukaan (MF0) dapat menahan beban yang paling besar. Pada analisis perhitungan momen teoritis menggunakan software SAP2000 menunjukan bahwa benda uji yang memiliki dinding panel dan tidak ada bukaan mempunyai nilai momen yang paling kecil dan benda uji yang tidak memiliki dinding panel mempunyai nilai momen yang besar. Pada benda uji yang memiliki dinding panel dan terdapat bukaan mempunyai momen yang besar pada titik bukaan di kolom. Kata Kunci : Canai dingin, panel dinding, pembebanan monotonik, energi absorpsi, daktilitas.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR BAJA DENGAN MENGGUNAKAN BALOK KOMPOSIT PADA GEDUNG UBUD HOTEL BATU 7 LANTAI Hedyanto, Aldy Zinedine; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan penduduk di Indonesia semakin bertambah dengan seiringnya waktu sehingga juga . kebutuhan bangunan/gedung untuk tempat tinggal semakin meningkat Dalam perencanaan dan pembangunan bangunan/gedung hunian bertingkat secara umum menggunakan struktur beton bertulang.Namun terdapat beberapa kekurangan sehingga dipilih menggunakan beberapa alternatif salah satunya yaitu alternatif struktur komposit. Pada skripsi ini menggunakan objek denah Gedung Ubud Hotel Kota Batu yang memiliki 7 lantai,dan membuat alternatif perencanaan struktur komposit pada elemen struktur balok. Perencanaan pada gedung hotel ini menggunakan struktur baja yang mengacu pada peraturan SNI 1729:2015. Dan pada elemen balok menggunakan sistem komposit yaitu penggabungan balok profil baja dengan plat beton bertulang dengan alat bantu shear connector. Profil baja yang digunakan pada elemen struktur kolom dan balok berdasarkan tabel profil konstruksi baja dan menggunakan sambungan las dan baut untuk menggabungkan antar elemen strukturnya. Hasil analisis menunjukan bahwa dengan menggunakan sistem komposit pada balok dapat meningkatkan kapasitas momen  balok , sehingga yang sebelumnya menggunakan struktur baja pada balok tidak memenuhi persyaratan ) dan kemudian dilakukan aksi komposit pada baloknya dengan bantuan shear connector dapat mencapai persyaratan . Maka dari itu dengan penggunaan sistem balok komposit dapat meningkatakan kekuatan dari elemen struktur balok Gedung Ubud Hotel Kota Batu yang memiliki 7 lantai bangunan dalam memikul beban yang terjadi. Kata Kunci: Struktur Komposit, Balok Komposit, Struktur Baja, Baja Komposit
PENGARUH VARIASI JENIS ALAT SAMBUNG TERHADAP BEBAN LATERAL MAKSIMUM DAN KEKAKUAN AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI-STATIS) PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Wahyu Abadi, Kusuma Putri; Waluyohadi, Indra; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara rawan gempa. Struktur harus mampu menahan gaya gempa dengan intensitas kuat tanpa mengalami keruntuhan, sehingga harus menghindari penyebab keruntuhan.  Maka sambungan pada struktur harus memiliki kekakuan yang baik dan mampu bertahan meskipun menerima beban yang besar. Selain itu pemilihan material struktur juga menjadi pertimbangan agar menghasilkan bangunan yang efektif dan efisien. Dilakukan penelitian menggunakan model struktur portal dengan material baja canai dingin dan pembebanan gempa siklik (quasi-statis).  Untuk mengetahui perilaku jenis sambungan, maka digunakan dua variasi alat sambung yaitu sekrup (SK) dan mur baut (MB), dengan total benda uji 3 untuk setiap variasi. Pengujian beban siklik diberikan pada arah lateral di joints portal dengan drift ratio 2%, 4%, 6%, dan 8% pada arah dorong dan tarik dan dilakukan displacement control untuk setiap kenaikan drift ratio. Hasil uji beban siklik pada portal menghasilkan nilai beban dan perpindahan. Lalu diinterpretasikan dalam kurva histeresis dan kurva envelope yang digunakan sebagai acuan dalam analisis. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata beban lateral maksimum portal SK 4,792 kg dan portal MB 5,472 kg. Untuk nilai kekakuan tangensial portal SK sebesar 0,9769 kg/cm dan portal MB 1,2089 kg/cm.  Serta kekakuan secant portal SK  0,826 kg/cm dan portal MB 1,0123 kg/cm. Selain itu degradasi kekakuan portal SK sebesar 79,144% and portal MB 71,554%. Maka, dalam penelitian ini jenis alat sambung pada portal baja canai dingin 2D memberikan pengaruh pada kapasitas beban lateral maksimum dan kekakuan. Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Portal, Beban Siklik, Beban Lateral, Kekakuan, Degradasi Kekakuan.
PENGARUH VARIASI JENIS SEMEN TERHADAP PANAS HIDRASI PADA BETON MASSA Adiwicaksono, Keanu; Budio, Sugeng Prayitno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada konstruksi beton, sering dijumpai pelaksanaan struktur beton dengan volume pekerjaan yang besar atau dikenal dengan betoniimassap(mass.concrete)...Selama proses reaksi beton akan mengeras, saat semen bereaksi dengan air akan melepaskan energi dalam bentuk panas, karakteristik pada betonomassa saat proses ini adalah akibat volume nya yang besar panas akan sulit untuk keluar terutama pada bagian yang sudah mengeras.  Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan panas hidrasi dengan benda uji yang dipakai yaitu beton massa yang berjumlah 2 buah untuk tiap jenis semen dengan dimensi 60x60x60 cm. Titik pengamatan terdapat pada ketinggian 15 cm, 30 cm dan 45 cm dari permukaan beton. Tipe semen yang digunakan adalah OPC, PPC/SBC, PCC, Easymax, Maxstrength dan Tipe-V. Benda uji menggunakan rasio campuran semen : agregat halus : agregat kasar : air dengan 448 kg : 667 kg : 1000 kg : 215 lt. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa beton massa akan menghasilkan panas hidrasi yang tinggi akibat reaksi kimia semen dengan air. Setiap jenis semen memiliki perbedaan pada panas yang dihasilkan dan lama waktu untuk bereaksi. Hal ini terjadi karena perbedaan komponen yang ada di dalam setiap jenis semen. Titik terdalam beton massa akan menghasilkan panas tertinggi karena panas akan sulit keluar saat beton mulai mengeras. Urutan panas hidrasi tiap jenis semen OPC > Tipe-V > PCC > PPC/SBC > Easymax > Maxstrength dengan OPC  mengahasilkan panas hidrasi tertinggi  yaitu 71,3 ˚C dan Maxstrength menghasilkan panas hidrasi terendah yaitu 59,9 ˚C. Kata kunci : Jenis Semen, Panas Hidrasi, Beton Massa
PERILAKU CONCENTRICALLY BRACED STEEL FRAME DENGAN ANTICOMPRESSION BRACE SYSTEM Alhadad, Muhammad; Dewi, Sri Murni; Suseno, Hendro
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anticompression Brace System (ABS) dengan ball bearing diusulkan untuk mengatasi masalah umum pada rekayasa struktur yaitu tekuk pada bracing struktur rangka bresing konsentrik baja (CBF) dengan konfigurasi chevron apabila menerima beban lateral. Sistem ini bekerja untuk menghilangkan mekanisme gaya tekan dan tekuk dengan cara memberikan kebebasan pada salah satu ujung tahanan bracing agar dapat melakukan translasi. Pada studi ini digunakan dua buah spesimen yaitu CBF-ABS dan CBF dengan sistem biasa (OBS). Tujuan utama studi ini adalah mengetahui perilaku struktur CBF-OBS dan CBF-ABS. Dilakukan pengujian lateral siklik (quasi-statik) yang merupakan pengumpamaan beban gempa untuk mengetahui perilaku struktur dari kedua spesimen frame. Hasil penelitian eksperimental dengan ABS yang diusulkan menunjukan adanya potensi perilaku struktur yang baik dalam menghadapi gempa bumi besar berdasarkan degradasi kekakuan dan rasio redaman-liat ekuivalen. Kerusakan struktur yang terjadi pada CBF-ABS juga lebih kecil dibandingkan dengan CBF-OBS. Berdasarkan pengamatan pada saat pengujian, sistem yang diusulkan terlihat bekerja dalam mencegah terjadinya tekuk pada bracing. Kata-kata Kunci: rangka bresing konsentrik baja, anticompression brace system, tekuk, degradasi kekakuan, rasio redaman-liat ekuivalen.
PENGARUH VARIASI BUKAAN PANEL DINDING (SHEATHED WALL) BERBAHAN MULTIPLEK TERHADAP KEKAKUAN AKIBAT BEBAN MONOTONIK PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Revani, Winona Putri; Firdausy, Ananda Insan; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja canai dingin merupakan jenis baja ringan yang dibentuk tanpa peleburan material, tetapi dengan penggabungan atau penekanan lembaran baja. Pada penelitian ini dilakukan pembebanan monotonik terhadap portal baja canai dingin yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi bukaan panel dinding terhadap kekakuan. Dimensi baja canai dingin yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja profil hollow dengan ukuran 40.40.0,4 mm untuk kolom dan 20.40.0,4 mm untuk balok. Portal dibuat dua lantai satu bentang dengan tinggi keseluruhan 106 cm, lebar 50 cm, dan jarak antar lantai sebesar 50 cm. Panel dinding yang digunakan adalah multiplek dengan tebal 4mm dengan variasi bukaan 0% (M-T-0), 25% (M-T-25), 50% (M-T-50), dan satu variasi benda uji tanpa panel dinding (M-100). Hasil pengujian pembebanan monotonik menunjukkan nilai kekakuan rata-rata metode tangent dan metode secant yang paling besar dimiliki benda uji M-T-0 dengan nilai kekakuan berturut-turut sebesar 3,281 kg/mm dan 1,584 kg/mm. Keberadaan panel dinding mampu meningkatkan kekakuan struktur portal secara keseluruhan. Selain itu nilai kekakuan yang dimiliki benda uji M-T-25 lebih besar dari M-T-50.  Benda uji M-T-25 memiliki nilai kekakuan rata-rata sebesar 1,149 kg/mm untuk metode tangent dan 0,524 kg/mm untuk metode secant, sedangkan benda uji M-T-50 memiliki nilai kekakuan rata-rata sebesar 1,083  kg/mm untuk metode tangent dan 0,457 kg/mm untuk metode secant. Semakin kecil bukaan pada panel dinding, maka semakin besar kapasitas beban maksimum dan nilai kekakuannya. Kata Kunci: Portal Canai Dingin, Panel Dinding, Pembebanan Monotonik, Kekakuan.