cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 70 Documents clear
PENGARUH PEMBEBANAN LATERAL TERHADAP RETAK PADA DAERAH BADAN SUSUNAN PANEL BETON LIMBAH BATU ONYX MENGGUNAKAN SAMBUNGAN BAUT Randy D.A., Demmy; Wahjuni S, Edhi; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran dari agregat halus, agregat kasar, air, dan semen disebut beton. Beton Pracetak adalah salah satu cara pembuatan beton yang diproduksi oleh pabrik. Salah satu contoh beton pracetak adalah Panel Beton. Panel Beton adalah susunan dinding parsial yang dirangkai hingga menjadi dinding. Penggunaan Panel Beton ini mengganti dinding yang terbuat dari batu bata karena menghindari kesalahan teknis pembuatan dinding dan menghindari pekerjaan yang lama. Dalam proses lebih berkembangnya suatu kontruksi. Panel beton normal digantikan oleh panel beton yang agregat kasar digantikan oleh limbah batu onyx. Panel beton sendiri merupakan beton pracetak. Karena beton pracetak, pembuatan dinding panel beton agregat batu onyx memerlukan sambungan yang kuat agar retak yang terjadi dipanel lebih di minimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola retak pada badan susunan panel beton dan lebar retak yang terjadi pada badan susunan panel beton akibat perbedaan sambungan baut dengan jenis A307 dengan tebal plat 3 mm. Direncanakan sambungan yang diteliti dengan diameter baut 6 mm, 8mm, dan 10mm dengan susunan panel beton yang satu panel beton memiliki ukuran 80 cm x 40 cm x 6 cm. Pengujian retak dilakukan dengan pemberian beban terpusat arah horizontal dengan bertahap hingga mencapai beban maksimum. Hasil Penelitian pada retak yang terjadi. Pola retak yang terjadi merupakan pola retak geser-lentur. Retak yang terjadi hanya berada pada bagian bawah badan yang berawal dari tumpuan. Untuk lebar retak yang terjadi rata-rata pada sambungan baut diameter 6 mm memiliki lebar 0,5146 mm, diameter 8 memiliki lebar 0,4966 mm, dan untuk diameter 10 memiliki lebar 0,4397 mm. Dari data ini menunjukan bahwa semakin besar diameter sambungan maka lebar retak di daerah badan panel yang terjadi semakin kecil.   Kata Kunci : Badan panel dinding beton onyx, Retak, sambungan baut
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK – KOLOM PADA GEDUNG HOTEL DAFAM MAJOLELO PADANG MENGGUNAKAN SISTEM BETON PRACETAK (PRECAST) ‘Isa Mahendra, Ridho Firdaus; Hidayat, Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan gedung perhotelan menjadi salah satu cara untuk mengembangkan pariwisata di Kota Padang.Dalam membangun gedung hotel, terdapat pekerjaan struktur beton bertulang yang menggunakan metodekonvensional. Metode tersebut sering digunakan di Indonesia karena pengerjaannya mudah namun membutuhkanwaktu pengerjaan relatif lama. Terdapat metode pracetak sebagai inovasi untuk mengurangi waktu pengerjaankonstruksi. Namun metode pracetak memiliki kelemahan dalam hal sambungan, sehingga studi ini bertujuan untukmenganalisis struktur sambungan balok-kolom yang menggunakan sistem beton pracetak dengan studi kasusGedung Hotel Dafam Majolelo Padang.Analisis sambungan balok – kolom menggunakan beton pracetak pada Gedung Hotel Dafam MajoleloPadang ini mengacu pada SNI 7883:2012 tentang Tata Cara Perancangan Beton Pracetak Dan Beton PrategangUntuk Bangunan Gedung pada sub bab 4, SNI 03- 1726-2012 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan GempaUntuk Struktur Bangunan Gedung Dan Non Gedung, dan SNI 03-2847-2002 tentang Tata Cara PerhitunganStruktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Dari hasil analisis didapatkan bahwa balok-kolom pracetak sebelum corpenuh saat pengangkatan sejauh 1,7 m dari tepi, dengan tulangan lentur 9-D29, tulangan tekan 2-D29, dan sengkangø8-150 menghasilkan momen nominal sebesar 608768000 Nmm dan momen ultimate yang terjadi sebesar 3123750Nmm, sehingga dapat dikatakan aman. Sedangkan kondisi setelah cor penuh dengan kombinasi beban mati, bebanhidup, dan beban gempa menunjukkan hasil yang aman terhadap lentur dan geser.Kata Kunci: Beton pracetak, sambungan, balok, kolom
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK– KOLOM MENGGUNAKAN SISTEM BETON PRACETAK (PRECAST) PADA GEDUNG RSUD dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN Heryanto, Sri; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pembangunan gedung di Indonesia tahapan pelaksanaanya masih di dominasimetode beton bertulang konvensional dikarenakan metode tersebut prosesnya mudah dikerjakannamun waktu pelaksanaanya cukup lama. Salah satu inovasi yang dapat mempercepat waktupelaksanaanya adalah dengan memakai beton pracetak. Untuk struktur pracetak, sambunganyang terpasang pada pertemuan antara komponen balok dengan kolom termasuk kajian utamayang perlu diperhatikan. Studi ini merupakan alternatif perencanaan sambungan balok – kolommenggunakan beton pracetak pada gedung RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan yangmengacu pada SNI 7883:2012 tentang tata cara perancangan beton pracetak dan beton prateganguntuk bangunan gedung dan SNI 1726:2019 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempauntuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Dari hasil studi didapatkan bahwa dimensibalok induk berukuran 35 cm x 70 cm dengan penulangan 6D22 dan kolom 80 cm x 80 cmdengan penulangan 16D22 serta pertemuan komponen balok dan kolom menggunakansambungan basah dengan panjang penyaluran tulangan 321,33 mm dalam kondisi tekan dan616,95 mm dalam kondisi tarik dengan panjang kait 224,93 mm.Kata Kunci: Betonlpracetak, sambungan, penyaluran tulangan
ANALISIS PENETRASI KLORIDA KE DALAM BETON DENGAN METODE ERROR FUNCTION Tanawa, Yanssen; Nuralinah, Devi; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan permasalahan dari beton bertulang karena itu diperlukan uji analispenetrasi klorida untuk mengetahui laju difusinya ,salah satu pemodelannya adalahmenggunakan metode Error Function . Data yang diperlukan adalah koefisien difusidan kadar klorida permukaan yang kemudian dengan menyesuaikan waktu dankedalaman sesuai eksperimen dapat diperoleh konsentrasi klorida di setiap intervalkedalaman tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa keakuratan dari metode errorfunction untuk memodelkan penetrasi klorida dalam beton sangat ditentukan oleh nilaidari kadar klorida permukaan dan koefisien difusi yang digunakan sehingga harus telitidalam perhitunganKata kunci : Korosi , Penetrasi , Klorida , Error Function , Beton, Difusi
ANALISIS PEMODELAN PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL 2 (DUA) LANTAI DENGAN BRACING EKSENTRIS TIPE V Natasa, Fani; Wijaya, Ming Narto; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang terdapat di jalur ring of fire menyebabkan tingginya potensi bencana alamgempa. Dampak dari bencana alam tersebut ialah runtuhnya bangunan sehingga menimbulkankorban jiwa. Meminimalisir hal tersebut terjadi kembali maka dilakukan penelitian terkaitperilaku beban dan perpindahan pada struktur portal 2 lantai menggunakan bracing tipe Vdengan variasi eksentrisitas yaitu 0 cm, 60 cm dan 120 cm. Dari hasil analisis didapatperpindahan terkecil pada bracing 0 cm dengan meshing 4 sebesar 0,0393 m dan denganmeshing 25 sebesar 0,0377 m. Sedangkan perpindahan tebesar pada bracing 120 cm denganmeshing 4 sebesar 0,2589 m dan dengan meshing 25 sebesar 0,2479 m. Untuk nilai bebanterbesar pada bracing 0 cm dengan meshing 4 sebesar 240805,6 N dan dengan meshing 25sebesar 233880,8 N. Sedangkan nilai beban terkecil pada bracing 120 cm dengan meshing 4sebesar 170040,4 N dan dengan meshing 25 sebesar 191038,8 N.Kata Kunci: beban dan perpindahan, ABAQUS, bangunan tahan gempa, bracing tipe V, vonmises, portal.
PENGARUH BEBAN MAKSIMUM TERHADAP PEMODELAN PANEL BETON SEBAGAI KUAT GESER PADA DAERAH SAMBUNGAN SUSUNAN PANEL BETON AGREGAT KASAR LIMBAH BATU ONYX Lembang, Yustianto; Soehardjono, Agoes; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada konstruksi pembangunan beton adalah sebuah material komposit yang terbuatdari kombinasi dari agregat kasar (kerikil atau batu pecah), agregat halus (pasir), bahanpengikat semen, dan air. Penggunaan beton dalam konstruksi pembangunan juga telahmenyebabkan sifat konsumtif yang berlebih mengingat sebarapa pentingnya penggunaanbeton ini. Karena beton precast, diperlukan material berupa sambungan yang kuat terhadapkekuatan geser berupa sambungan plat dan baut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai kekuatan terhadap gaya geserpanel beton pada daerah sambungan yang dihasilkan oleh adanya perbedaan diameter bautdengan jenis baut mutu tinggi. Penelitian dilakukan dengan merencanakan panel betonberukuran 80 cm x 40 cm x 6 cm.dengan diameter baut yang berukuran 6 mm, 8 mm, dan 10mm menggunakan plat baja tipe BJ-37 tebal 3 mm. Pengujian kuat geser dilakukan denganpemberian beban terpusat arah horizontal dengan bertahap hingga mencapai bebanmaksimum.Hasil penelitian pada pengaruh perbedaan diameter baut yang semakin besar padapasangan panel Onyx pada daerah sambungan menghasilkan nilai yang bervariasi. akibatbeban horizontal tegangan geser panel beton dengan baut diameter 6 mm memiliki tegangangeser panel beton 3,63 kg/cm2 ,baut diameter 8 mm memiliki tegangan geser panel beton3,66 kg/cm2,baut diameter 10 mm memiliki tegangan geser panel beton 3,31 kg/cm2 danakibat beban vertikal tegangan geser panel beton dengan baut diameter 6 mm memilikitegangan geser panel beton 3,18 kg/cm2,baut diameter 8 mm memiliki tegangan geser panelbeton 3,20 kg/cm2, baut diameter 10 mm memiliki tegangan panel beton 2,90 kg/cm2.Kata kunci : panel beton agregat kasar limbah batu Onyx, tegangan geser, diameterbaut
ANALISIS PEMODELAN PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL DENGAN BRACING EKSENTRIS TIPE INVERTED V Setiadi, Alan Dharmasaputra; Wijaya, Ming Narto; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terletak di antara tiga lempeng tektonik yang mengakibatkan bencana alam gempa bumi sering terjadi di negara Indonesia. Bracing merupakan salah satu alternatif perkuatan yang cukup sering digunakan untuk suatu gedung menahan beban lateral atau gempa. Tipe – tipe bracing sangat beragam salah satunya adalah tipe inverted V, akan tetapi suatu struktur bangunan belum tentu bisa menggunakan bracing kosentris dikarenakan dapat menghalangi tempat untuk jendela maupun pintu, Untuk variabel eksentrisitas dibagi menjadi tiga bentuk pemodelan yaitu dengan variasi eksentrisitas 0 cm, 60 cm, dan 120 cm. Sedangkan variabel meshing dilakukan dua jenis pemodelan yaitu meshing 4 dan meshing 25. Untuk pemodelan struktur digunakan portal dengan dimensi 4 x 4 m dan menggunakan beban lateral sebesar 55 ton. Beban tersebut didapatkan dari hasil trial and error dari variasi eksentrisitas 0 cm dikarenakan diasumsikan bracing kosentris adalah bracing yang paling kuat untuk menahan beban. Hasil analisis menunjukkan pemodelan struktur yang paling kuat menahan beban lateral adalah struktur portal baja dengan eksentrisitas 0 cm sebesar 52,316 ton pada meshing 4 dan 50,974 ton pada meshing 25 dan yang paling lemah menahan beban lateral adalah struktur portal baja dengan eksentrisitas 120 cm sebesar 32,284 ton pada meshing 4­ dan 29,949 ton pada meshing 25. Hal itu juga berbanding lurus dengan perpindahan yang dialami suatu struktur. Peprindahan paling kecil dialami oleh struktur poral baja dengan eksentrisitas 0 cm sebesar 14,8705 mm pada meshing 4 dan 14,211 mm pada meshing 25. Sedangkan struktur portal yang mengalami perpindahan paling besar adalah struktur portal baja dengan eksentrisitas 120 cm sebesar 261,67 mm pada meshing 4 dan 240,774 mm pada meshing 25. Kata Kunci : bracing eksentris, bracing inverted V, portal, beban statis, beban, perpindahan, ABAQUS Student Edition.
UPAYA PENINGKATAN KUAT TEKAN MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN BAKTERI PENGENDAP CACO3 Kistanti, Ida Fitri; Arifi, Eva; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material beton semakin meningkat karena memiliki sifat yang kuat, ketahananyang tinggi, mudah dibentuk, relatif murah dan mudah didapatkan. Namun umum terjadifenomena keretakan pada penggunaan beton yang dapat mengakibatkan mudah masuknyapartikel korosif yang akan merusak struktur dalam beton. Oleh karena itu, salah satualternatif untuk mengurangi retakan yang terjadi dilakukan dengan upaya peningkatan kuattekan mortar yang merupakan unsur penyusun beton menggunakan bakteri sebagai agenbiologis yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujiankarakteristik material pasir, kuat tekan dan modulus elastisitas mortar menggunakan isolatbakteri Micrococcus luteus strain S17 dan isolat R20. Hasil Pengujian diolah menggunakangrafik hubungan kuat tekan mortar dengan jumlah densitas sel bakteri (105, 106, dan 107sel/mL) terhadap kuat tekan mortar kontrol pada usia 7,14 dan 28 hari. Hasil dari penelitianmenunjukkan bahwa mortar dengan menggunakan bakteri pengendap CaCO3 dapatmemberikan pengaruh peningkatan kuat tekan mortar. Mortar bakteri yang memberikan efekpeningkatan kuat tekan lebih baik adalah bakteri R20 dengan densitas sel 105 sel/mL padausia 28 hari yakni sebesar 13% dengan kuat tekan sebesar 33,47 Mpa dibandingkan denganmortar kontrol sebesar 29,6 Mpa dan mortar bakteri S17 sebesar 31,4 Mpa. Penggunaan duajenis isolat bakteri memiliki pengaruh dan karakteristik yang berbeda pada kuat tekan mortardilihat dari perbandingan variasi konsentrasi dan usia mortar terhadap kontrol.Kata kunci: Mortar, Kuat Tekan, Bakteri Pengendap CaCO3, Modulus Elastisitas
PENGARUH VARIASI BUKAAN PANEL DINDING (SHEATHED WALL) BERBAHAN MULTIPLEK TERHADAP ENERGI DISIPASI AKIBAT BEBAN SIKLIK PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Setiaimani, Muhammad Rafly; Firdausy, Ananda Insan; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara yang berada di antara tiga lempeng bumi (Eurasia, Indoaustralia,dan Pasifik) sehingga rawan akan terjadinya gempa. Sehingga dalam perencanaan sebuah bangunan, bebangempa menjadi faktor penting didalamnya agar terhindar dari kerusakan akibat gempa. Berbagai materialtelah melalui pengujian dan penggunaan sebagai bahan konstruksi untuk bangunan tahan gempa, salahsatunya baja canai dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya beban lateral maksimum yangmampu ditahan, energi disipasi, dan kegagalan struktur agar dapat dianalisis kegagalan pada struktur portalcanai dingin dengan panel dinding sebagai salah satu contoh struktur tahan gempa.Baja canai dingin yang digunakan penelitian ini berdimensi 58x106 cm, yang terdiri dari profilhollow square berdimensi 40.40.0,3 untuk kolom dan dimensi 20.30.0,3 untuk balok.  Pembebananyang diberikan adalah pembebanan siklik (dua arah) dengan drift ratio 1% hingga 13% dan interval 1%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji yang memiliki dinding panel dan tidak ada bukaan (S-T-0)mempunyai nilai beban lateral maksimum dan energi disipasi yang paling besar dan benda uji yang tidakmemiliki dinding panel (S-T-100) mempunyai nilai beban maksimum dan energi disipasi yang paling kecil.Untuk benda uji yang memiliki dinding panel dan terdapat bukaan 50% (S-T-50) mempunyai nilai bebanmaksimum dan energi disipasi yang lebih kecil dibandingkan dengan benda uji yang memiliki dinding paneldan terdapat bukaan 25% (S-T-25) yang memiliki nilai beban maksimum dan energi disipasi yang lebihbesar. Disimpulkan jika semakin besar bukaan panel dinding pada benda uji maka semakin kecil energidisipasinya, dan beban lateral yang dapat ditahannya semakin kecil pula. Terjadi kegagalan struktur selamapengujian seperti kegagalan pada sambungan, sobek di sekitar sambungan, dan retak pada panel dinding.Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Portal, Panel Dinding, Beban Siklik, Beban Lateral, Energi Disipasi
Pengaruh Variasi Fraksi Dari Serat Plastik Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik, Dan Modulus Elastisitas Pratama, Rizky Wahana; Remayanti, Christin; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan kebutuhan untuk masyarakat modern masa kini. Beton adalahsalah satu unsur yang sangat penting dalam struktur bangunan. Karena teknologi semakin majumaka penggunaan beton dituntut untuk semakin meningkat dari segi kualitas maupun kuantitas,inovasi-inovasi terus dilakukan untuk memperkuat keunggulan kuat tekan dan memperkecilkelemahan kuat tarik beton. Penambahan yang dilakukan dapat berupa penambahan seratplastik untuk mengoptimalkan kuat tarik beton. Dikarenakan masih banyaknya sampah botolplastik ini merupakan salah satu cara mendaur ulang botol plastik dengan cara membuat botolplastik tersebut menjadi lempengan datar yang nantinya akan dipotong kecil-kecil denganukuran tertentu dan menjadikannya seperti serat-serat. Untuk mengetahui lebih lanjut pengaruhpemanfaatan botol plastik sebagai fiber maka peneliti membuktikan ini dapat menjadi solusidari permasalahan limbah botol bekas air mineral yaitu dengan cara membuat beton dengancampuran serat plastik bekas air mineral dengan variasi fraksi sebesar 10%, 15% dan 20% darivolume beton silinder.Selain untuk mengetahui pengaruh serat plastik pada campuran beton terhadap kuattarik, peneliti juga menganalisa pengaruh serat plastik terhadap kuat tekan dan moduluselastisitas beton. Pengujian dilakukan pada beton yang berusia 28 hari. Terdapat 3 pengujianyaitu pengujian tarik belah, pengujian kuat tekan menggunakan compression machine, dan ujimodulus elastisitas menggunakan extensometer.Hasil pengujian kuat tarik belah tidak menunjukkan adanya hasil yang optimum padasetiap fraksi serat plastik. Demikian pula dengan pengujian kuat tekan dan uji moduluselastisitas yang menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas tidak memberikan pertambahanhasil yang signifikanKata kunci : serat plastik, botol minuman bekas, kuat tekan, kuat tarik, modulus elastisitas