cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 77 Documents clear
STUDI EVALUASI DAN REHABILITASI SISTEM DRAINASE DI TANJUNG SELOR, KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA Pratiwi, Mitha Aprilia; Andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Tanjung Selor yang merupakan ibu kota dar Provinsi Kalimantan Utara sehingga menjadi pusat pemerintahan maupun perekonomian, dimana daerah tersebut juga dikelilingi Sungai Kayan sehingga permasalahan genangan pada daerah tersebut cukup serius terutama musim hujan tiba. Oleh karena itu, diperlukannya analisis saluran drainase dan menentukan alternatif penanganan genangan yang diterapkan guna mereduksi genangan. Adapun alternatif yang dimaksud yaitu melakukan rehabilitasi saluran dengan menambah kedalaman, memperlebar saluran, maupun kombinasi keduanya, dan memasang pintu klep otomatis pada setiap outlet saluran yang langsung ke sungai guna menahan masuknya air sungai ke saluran akibat sungai dalam keadaan pasang (backwater). Berdasarkan hasil analis, dari genangan maksimum yang pernah terjadi sebelumnya diperoleh bahwa kala ulang yang akan digunakan yaitu kala ulang 5 tahun dengan intensitas hujan 14,305 mm/jam. Dari hasil evaluasi terdapat 162 saluran yang dinyatakan mampu dalam menampung dan mengalirkan debit3banjir7rancangan kala1ulangR5 tahun dan 274 saluran tidak2mampu dalam menampung dan mengalirkan debitdbanjir rancangan kala ulang 5 tahun tersebut. Sehingga alternatif penanganan genangan yang dapat diterapkan yaitu dengan merehabilitasi 274 saluran dengan cara mendalamkan, melebarkan, maupun kombinasi dari keduanya sehingga didapatkan dimensi saluran yang baru sesuai dengan debit banjir rancangan kala ulang 5 tahun dan melakukan pemasangan pintu klep otomatis pada 19 saluran drainase outlet yang langsung menuju ke Sungai Kayan. ABSTRACT: Tanjung Selor, is the capital of North Kalimantan Province, has become the center of government and economy, where the area is also surrounded by Sungai Kayan so the inundation problems in the area are quite serious, especially when the rainy season arrives. Therefore, it is necessary to analyze the drainage channel and determine the alternative handling of the inundation applied to reduce the inundation. The alternative is to rehabilitate the channel by adding depth, widening the canal, or combining of the two, and applying automatic valve doors at each channel outlet that directly into the river to hold the entry of river water into the channel, it called backwater. Based on the results of analysts, from the maximum inundation that has ever occurred before, it was found that the return period to be used is a 5 year return period with a rainfall intensity of 14.305 mm / hour. From the evaluation results there were 162 channels which were stated to be capable of accommodating and flowing the 5-year return design flood discharge and 274 channels that were not able to accommodate and drain the design flood discharge at the 5-year return period. So the alternative inundation handling that can be applied is by rehabilitating 274 channels by deepening, widening, or a combination of both so that the new channel dimensions are obtained according to the design flood return period of 5 years and applying automatic valve doors in 19 direct outlet drainage channels head to the Kayan River.
Studi Penentuan Status Mutu Air Dan Penurunan Kesadahan Air Sumur Warga Pengaruh Geologi Gamping Di Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabuapten Tulungagung Pawestri, Titih; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Desa Gamping yang secara geografis terletak pada kawasan berbukit dan bergunung kapur sehingga dapat menyebabkan adanya kandungan berupa kesadahan pada air sumur warga. Air yang mengandung kesadahan bila dikonsumsi secara berkelanjutan dapat menyebabkan penyakit seperti saluran kencing dan diare. Penggunaan air yang mengandung kesadahan tinggi, juga dapat menyebabkan endapan zat kapur pada peralatan dapur warga. Penelitian ini menghitung status mutu air pada sampel menggunakan metode Indeks Pencemaran. Dan penelitian penurunan kesadahan air sumur warga menggunakan cara yaitu dengan memanaskan sampel hingga suhu 85oC dan memberikan resin sebanyak 3 gram, 5 gram, dan 7 gram. Dari hasil perhitungan, didapatkan bahwa sampel pada sumur 1 hingga sumur 4 berstatus cemar ringan karena nilai PI berada pada interval 1,0 < PIj ≤ 5,0. Untuk hasil penurunan kesadahan tertinggi pada sumur 1 (57,1%) dengan ditambahkan resin 7 gram, pada sumur 2 (69,9%) dengan ditambahkan resin 5 gram, pada sumur 3 (56,2%)  dengan ditambahkan resin 5 gram, dan  pada sumur 4 (27,9%) dengan ditambahkan resin 3 gram, dengan memanaskan hingga suhu 85oC untuk semua perlakuan tersebut. Berdasarkan peta geologi gamping, titik pengambilan sampel berada pada kode Tlml yang merupakan formasi batuan gamping miosen awal-tengah, termasuk kedalam formasi Campurdarat atau lajur pegunungan Jawa selatan (southern Java mountain zone). Airtanah yang terkena kontak dengan batuan gamping/karst dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan airtanah mengandung kandungan kimia tertentu seperti kesadahan. ABSTRACT: Gamping village which is geographically located in a hilly and limestone mountainous area so that it can cause content in the form of hardness in the well water of residents. Water containing hardness if consumed continuously can cause disease such as urinary tract and diarrhea. The use of water containing high hardness can alse cause deposits of lime in residents’s kitchen equipment. This study calculates the status of water quality in the sampe using the Pollution Index method. And research to reduce the hardness of residents’s well water use methods, namely by heating the sample to a temperature of 85oC and giving resin as much as 3 grams, 5 grams, and 7 grams. From the calculation results, it was found that the sampel in well 1 to well 4 were lightly polluted because the PI value were in the interval 1,0 < PIj ≤ 5,0. From the results of the highest decrease in hardness in well 1 (57,1%) with 7 grams of resin added, in well 2 (69,9%) by adding 5 grams of resins, in well 3 (56,2%) by adding 5 grams resin, and in well 4 (27,9%) by adding 3 grams of resin, and heating to temperature 85oC for all of these treatments. The sampling points are in the Tlml code which is a middle-center myocene limestone formation, including the Campurdarat formation or southern Java mountain zone formation. Groundwater that is exposed to longterm limestone/karst rocks can cause graoundwater to contain certain chemical subtances such as hardness.
Studi Perencanaan Pola Operasi Waduk Ngancar Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah Zen, Farid Islam; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Waduk Ngancar terletak di Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. Pola operasi yang digunakan di waduk Ngancar selama ini merupakan pola operasi sederhana yang menyebabkan tampungan waduk menjadi kosong. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan pola operasi waduk yang baru. Studi ini menggunakan metode operasi waduk dengan pedoman aturan lepasan (rule curve). Pola operasi waduk menggunakan debit inflow berdasarkan empat keandalan debit (26.02%, 50.68%, 75.34%, 97.30%) menggunakan metode basic month, debit outflow menggunakan metode FPR-LPR. Hasil perhitungan debit andalan, didapatkan debit rata-rata sebesar 0.2581 m3/detik. Untuk kebutuhan air irigasi metode FPR-LPR diperoleh debit rata-rata sebesar 0.313 m3/detik. Hasil simulasi pola operasi waduk eksisting didapatkan jumlah periode sukses sebesar 347 periode, jumlah periode gagal sebesar 157 periode. Debit lepasan rata-rata pola operasi waduk Ngancar berdasarkan debit andalan sebesar 2.747 m3/detik dari berbagai kondisi keandalan (26.02%, 50.68%, 75.34%, 97.30%) mampu memenuhi kebutuhan irigasi rata-rata sebesar 323 ha atau 50.75 % dari luas daerah irigasi. Tinggi bukaan pintu rata-rata berdasarkan simulasi pola operasi waduk sebesar 0.1 m. ABSTRACT Ngancar Reservoir is located in Wonogiri Regency, Central Java. The rule curve that being used on Ngancar reservoir during this time is simple rule curve that causing reservoir storage to be empty. Therefore, it is necessary to make new rule curve. This study using outflow rule curve guideline method. This rule curve use inflow discharge based on four discharge reliability (26.02%, 50.68%, 75.34%, 97.30%) calculates by basic month method, outflow discharge calculates using FPR-LPR method. The result from discharge reliability calculation, obtained averafe discharge of 0.2581 m3/sec. Therefore, the irrigation water requirements using FPR-LPR method obtained an average discharge of 0.313 m3/sec. The result of existing reservoir simulation are 347 success periods and 157 failure periods. Average rule curve outflow discharge based on discharge reliability are 2.747 m3/sec from various discharge reliability capable to fullfil average irrigation demand as wide as 323 hectares or 50.75% from the total extensive irrigation. The average high of intake gateways based on rule curve is 0.1 meter.
KAJIAN DISTRIBUSI KECEPATAN DAN TEGANGAN GESER PADA ALIRAN DIPERLAMBAT MENGGUNAKAN ACOUSTIC DOPPLER VELOCIMETER (ADV) Utomo, Gloria Dihan; Sumiadi, Sumiadi; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Saluran terbuka merupakan saluran yang memiliki parameter yang tidak teratur, sehingga penyelesaian pada saluran terbuka sulit untuk diselesaikan secara analitis. Pada saluran terbuka sering terjadi aliran tidak seragam salah satunya karena adanya bendung yang mengakibatkan terjadinya perlambatan laju aliran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi kecepatan aliran dan tegangan geser, serta arah vektor aliran. Dalam penelitian ini digunakan saluran dengan lebar 7.6 cm dan tinggi 25 cm. Kecepatan aliran diukur menggunakan Acoustic Doppler Velocimeter (ADV) tipe downlooking produk dari SonTek, San Diego USA. Dari hasil pengukuran inisiasi menggunakan ADV didapatkan debit sebesar 2.3 lt/det dengan sampling rate sebesar 50Hz dan velocity range sebesar 30 cm/det serta jumlah pengambilan data setiap titik pengukuran sebanyak 7500 data. Dari hasil pengukuran dengan menggunakan Acoustic Doppler Velocimeter menunjukkan bahwa nilai distribusi kecepatan aliran terbesar terjadi pada tinggi ambang 13cm section 180 pada kedalaman 11.908 cm sebesar 18.833 cm/det. Dan semakin ke hilir kecepatan aliran semakin kecil. Dengan menggunakan persamaan distribusi kecepatan teoritis (Von karman dan Logartimik) dibandingkan dengan data ADV menunjukkan bahwa section 30 sampai 180 memiliki bentuk grafik yang hampir berhimpit, sedangkan untuk section 10 memiliki grafik yang berbeda karena adanya pengaruh dari ambang tajam. Vektor aliran pada section 30 sampai 180 arah vektornya cenderung longitudinal, sedangkan pada section 10 arah vektornya cenderung vertikal karena pengaruh limpasan aliran diatas ambang. Nilai tegangan geser terbesar terjadi pada daerah inner region dikarenakan pengaruh dari gesekan dasar saluran.   Kata kunci: Aliran Diperlambat, Acoustic Doppler Velocimeter, Distribusi Kecepatan, Vektor Aliran, Tegangan Geser.   ABSTRACT: Open channel has irregular channel parameters, so the solutions of open channel it is hard to be solved analytically. In open channels there is often non uniform flow, for example because of the weir and it causes a decrease in the flow rate. The purpose of this study was to determine flow velocity and shear stress distribution, and the direction of the flow vector. In this study used a channel width of 7.6 cm and height of 25 cm. Flow velocity is measured using the downlooking type Acoustic Doppler Velocimeter, the product from SonTek, San Diego USA. From the result of the measurement of initiation using ADV the discharge was 2.3 lt/sec with a sampling rate of 50Hz and a velocity range of 30 cm/sec and the amount of data collection for each measurement point is 7500 data. The measurement using the Acoustic Doppler Velocimeter shows that the largest flow velocity distribution value occurs at a weir height of 13 cm in section 180 at a depth of 11.908 cm at 18.833 cm/sec. And the more downstream the flow velocity gets smaller. Using the theoretical velocity distribution equation (Von Karman and Logarithmic) compared with ADV data shows that section 30 to section 180 have a graph that is almost coincide, while for section 10 has a different graph because the effect of the sharp crested weir. The flow vector in section 30 to section 180 the direction of the vector tends to be longitudinal, while in section 10 the vector direction tends to be vertical because the effect of runoff flow above the sharp crested weir. The largest value of shear stress occurs in the inner region because the effect of the friction at the base of the channel. Keywords: Decelerated Flow, Acoustic Doppler Velocimeter, Velocity ​​Distribution, Flow Vector, Shear
KAJIAN DISTRIBUSI KECEPATAN DAN TEGANGAN GESER DI DEPAN PINTU SORONG DENGAN MENGGUNAKAN ACOUSTIC DOPPLER VELOCIMETER (ADV) Rachmadani, Lucia Putri; Sumiadi, Sumiadi; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Aliran pada saluran terbuka akan mengalami perubahan kecepatan apabila ada bangunan pintu sorong. Aliran akan mengalami perubahan kecepatan baik sebelum dan setelah pintu sorong. Perubahan kecepatan ini mempengaruhi pola distribusi kecepatan aliran yang berbeda di setiap kondisi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi kecepatan aliran dan tegangan geser di depan pintu sorong dengan menggunakan Acoustic Doppler Velocimeter atau ADV dan menggunakan persamaan teoritis (persamaan Von Karman dan Logaritmik), serta mengetahui vektor aliran yang terjadi di depan pintu sorong. Penelitian ini menggunakan saluran/flume. Dari hasil pengukuran inisiasi didapat debit 2,3 l/det dengan velocity range 30 cm/det dan sampling rate sebesar 50 Hz dengan pengambilan data pada setiap titik pengukuran adalah 7500 data. Dari hasil pengukuran dengan menggunakan Acoustic Doppler Velocimeter (ADV) menunjukkan bahwa nilai kecepatan terbesar terjadi pada bukaan pintu sorong 2,3 cm di section 180 pada kedalaman 11,976 cm dari dasar saluran dengan nilai kecepatan sebesar 19,536 cm/det. Nilai kecepatan semakin ke hilir semakin kecil. Dengan menggunakan persamaan teoritis Von Karman dan Logaritmik dibandingkan dengan data ADV menunjukkan bahwa pada section 30 hingga section 180 mempunyai bentuk grafik yang hampir berhimpit, sedangkan untuk section 10 memiliki grafik yang berbeda karena letak section 10 yang paling dekat dengan pintu sorong. Vektor aliran pada section 30 hingga section 180 arahnya cenderung longitudinal, sedangkan pada section 10 arahnya cenderung vertikal karena pengaruh aliran dibawah pintu sorong. Nilai tegangan geser pada terbesar terjadi pada daerah inner region di setiap section dikarenakan pengaruh dari gesekan dasar saluran. Kata kunci: aliran diperlambat, Acoustic Doppler Velocimeter, distribusi kecepatan, vektor aliran, tegangan geser. ABSTRACT: Open channel flow will experience a change in velocities if there is a sluice gate. An open channel flow will have different velocities in the upstream and downstream. This will also affect the velocity distribution that is vary in each flow condition. The objective of this study is to investigate the flow velocity distribution and shear stress distribution in upstream using Acoustic Doppler Velocimeter (ADV) and using a theoretical equations (Von Karman and Logaritmik). And also investigate the flow vector in upstream. In this study used a channel/flume. The result of initiation measurement obtained discharge of 2.3 lt/sec with a velocity range of 30cm/sec and a sampling rate of 50Hz with amount of data used are 7500 data in each measurement point. The measurement using the Acoustic Doppler Velocimeter performed that the largest velocity value obtained at 2,3 cm of door openings at a depth of 11.976 cm with velocity value 18.833 cm/sec. The flow velocity gets smaller until downstream. Using the theoretical fequations Von Karman and Logarithmic compared with the results of ADV data performed that the velocity distribution at section 30 up to section 180 has a graph that almost coincides, whereas at section 10 has a different graph because its closest to the sluice gate. The flow vector at section 30 up to section 180 having a straight (longitudinal) vector direction, whereas for section 10 has a reduction (vertical) vector direction because the influence of flow under the sluice gate. The largest shear stress value that occurs in the inner region in every section because the influence of the channel friction base. Keywords: decelerated flow, Acoustic Doppler Velocimeter, velocity ​​distribution, vector flow, shear stress
STUDI PERBAIKAN TANAH DENGAN METODE DRAINASE VERTIKAL PRAFABRIKASI (PREFABRICATED VERTICAL DRAIN) PADA PLTMG RAJA AMPAT Fathurrahman, Alfa Anshori; Asmaranto, Runi; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Dalam rangka memenuhi permintaan akan energi, khususnya energi listrik, PT. PLN (Persero) Wilayah Papua akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas/PLTMG Raja Ampat. Pada lokasi yang direncanakan dibangunnya PLTMG Raja Ampat adalah daerah pesisir dekat pada pantai dan jenis tanah yang dijumpai merupakan tanah lunak yang memiliki masalah tentang penurunan (settlement) dan waktu konsolidasi (time of consolidation). Metode yang sering digunakan untuk mengatasi konsolidasi tanah lunak, yaitu pembebanan awal (Prelaoding) yang dikombinasikan dengan drainase vertikal dari bahan serat sintetis (Prefabricated Vertical Drain, PVD). Dalam studi ini bertujuan untuk mengetahui besar penurunan dan lama waktu penurunan akibat perbaikan tanah metode kombinasi Preloding dengan PVD, serta mengestimasi biaya pelaksanaan perbaikan tanah tersebut. Perhitungan yang dilakukan pada studi ini adalah secara analitis dan dengan bantuan Program Plaxis 8.2 2D untuk perbandingan hasil. Didapatkan dari hasil perhitungan bahwa besar dan lama waktu penurunan pada BH-3 untuk metode kombinasi Preloading dengan PVD jarak pemasangan 2,5 m pola segitiga, sebesar 1,169 m dalam 4,648 bulan sebagai rekomendasi pelaksanaan. Untuk estimasi biaya pelaksanaan metode yang direkomendasikan tersebut, didapatkan sebesar Rp 8.520.725.643,84. Kata Kunci: Konsolidasi, metode pembebanan awal, PVD, Plaxis 8.2 2D  ABSTRACT: PT. PLN (Persero) Region of Papua will build the Raja Ampat Gas Power Plant/PLTMG to fulfill the demand for energy, especially electricity. PLTMG Raja Ampat’s planted location is in a coastal area which contain soft soil, then type of soil has settlement and consolidation’s time problem. The method often used to overcome soft soil consolidation is initial loading (Prelaoding) combined with vertical drainage from synthetic fiber material (Prefabricated Vertical Drain, PVD). This study aims to measure consolidation settlement and duration due to soil improvement combined by method of Preloding with PVD, also estimating the cost of installation the land improvement. The calculations used in this study were analytical and with Plaxis 8.2 2D software for comparison of results. Obtained from the calculation that consolidation settlement and duration of the settlement in BH-3 for the Preloading combination with PVD method the installation distance is 2.5 m triangle pattern, amounting to 1.169 m in 4.648 months as implementation recommended. Estimated cost of installation for the recommended method, a total of IDR 8,520,725,643.84 was obtained. Keywords: Consolidation, Preloading method, PVD, Plaxis 8.2 2D
Perencanaan Desain Dermaga TUKS PLTMG 20 MW Manokwari Lokasi Andai Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Andriansyah, Mochammad Chico; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar di dunia dengan data statistik dimana luas lautnya sebesar 63% dari luas total negara Indonesia yakni sebesar 3.257.483 km2 dari luas total negara Indonesia yaitu 5.180.053 km2 (Badan Informasi Geospasial). Pengembangan pada sektor ekonomi kerakyatan yang semakin ditingkatkan, khusus nya pada daerah Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat menyebabkan semakin tinggi pula faktor permintaan terhadap pasokan listrik pada daerah tersebut. Dengan demikian, maka akan dibangun PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas) dengan kapasitas 20 MW (Megawatt) pada lokasi Andai. Dibangunnya PLTMG ini membutuhkan sebuah dermaga khusus guna menunjang pembangunan serta kebutuhan suplai barang pada PLTMG dan dermaga khusus yang direncanakan merupakan sebuah dermaga TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri) yang dikategorikan hanya untuk kebutuhan PLTMG sendiri dengan rencana kapal 5000 DWT. Metode yang digunakan dalam menentukan gelombang rencana signifikan adalah distribusi Gumbel (Fisher Tippet Type I). Perencanaan desain dermaga dimulai dengan analisis arah gelombang signifikan yaitu arah Timur. Kemudian tinggi gelombang rencana dermaga. Dimensi dermaga jetty dengan panjang 117 m dan lebar 13 m. Data tanah dengan N-SPT = 50 pada kedalaman 4 m. Untuk analisis gaya yang terjadi pada dermaga, gaya beban dibedakan menjadi dua yaitu vertikal dan horisontal (lateral) sehingga untuk setiap beban gaya akan menghasilkan momen gaya termasuk pada balok, tiang pancang, kepala tiang, plat serta beban yang ada diatas dermaga. Perhitungan kestabilan kontruksi dermaga terhadap gaya tarikan kapal, gaya akibat angin, gaya akibat arus dan gaya akibat gempa. Untuk menahan gaya lateral pada dermaga, menggunakan perencanaan tiang pancang miring dengan sudut 30° terhadap garis horisontal dermaga.
KAJIAN DISTRIBUSI KECEPATAN ALIRAN DIPERCEPAT PADA SALURAN TERBUKA LURUS Utami, Diah Tri; Dermawan, Very; Sumiadi, Sumiadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pada aliran tidak seragam pembagian distribusi kecepatan aliranya tidak merata pada setiap section atau titik pengamatan. Penelitian ini dilakukan pada saluran terbuka lurus dengan dasar tetap (fix bed), saluran terbuat dari acrylic dengan panjang 900 cm dan lebar 7,6 cm dan tinggi 25 cm. Kemiringan dasar saluran menggunakan sistem terjunan (adverse slope) dengan kemiringan -0,0171 agar tercipata aliran dipercepat dengan beda tingi muka air yang signifikan. Penelitian ini menggunakan 3 variasi debit yaitu Q1 3,95 lt/dt, Q2 2,38 lt/dt, dan Q3 1,12 lt/dt. Pengamatan kecepatan dilakukan pada 5 section pengukuran dengan jarak 10cm dari ujung terjunan, 20 cm, 50 cm, 50 cm, 50 cm menuju ke hulu saluran. Dari hasil pengamatan dan pengukuran aliran pada saluran adalah aliran subkritis dengan nilai Fr<1 sehingga pengukuran dilakukan dari hilir ke hulu. Pada pengukuran ketinggian muka air diketahui bahwa ketinggian muka air semkin berkurang dari hulu menuju ke hilir, dan dari pengukuran kecepatan dengan menggunakan tabung pitot menunjukan peningkatan kecepatan dari hulu ke hilir saluran. Pengukuran kecepatan aliran secara teoritis dihitung dengan menggunakan metode Logaritmik dan Von karman. Hasil perhitungan kecepatan secara teoritis mendekati hasil pengukuran kecepatan dengan menggunakan tabung pitot pada daerah inner region dan semakin menjauh pada daerah outer region pada semua section pengukuran. Kecepatan geser dasar dihitug dengan menggunakan metode Clauser, dan didapatkan nilai tegangan geser dasar yang semakin ke hilir nilainya semakin besar. Kata Kunci: Distribusi kecepatan, aliran dipercepat, aliran tidak seragam, saluran terbuka ABSTACT: Velocity distribution in non-uniform flow is not evenly distributed in each point of observation. This study was conducted on a straight open channel with a fixed bed, made of acrylic with a length of 900 cm, width of 7.6 cm and a height of 25 cm. The channel bed is made with a drop structure (adverse slope) with a slope of -0.0171 so that the flow rate is accelerated with a significant difference in water level. This study uses 3 variations of discharge, such as Q1 3.95 l/s, Q2 2.38 l/s, and Q3 1.12 l/s. Velocity ​observation was carried out on 5 sections of measurement with a distance of 10cm from the end of drop structure, 20 cm, 50 cm, 50 cm, 50 cm towards the upstream channel. From the results of observations and measurements, the flow on the channel is subcritical flow with a value of Fr <1 so that measurements were done from downstream to upstream. On water level measurements it is known that the water level may decrease from upstream to downstream, and from velocity measurements using pitot tubes shows an increase in speed from upstream to downstream of the channel. The measurement of flow velocity is theoretically calculated using the Logarithmic and Von Karman methods. The results of velocity calculations theoretically approach the results of velocity measurements by using pitot tubes in the inner region and getting farther away in the outer region in all measurement sections. The bed shear velocity was calculated using the Clauser method, and the value of the bed shear stress was getting higher as the flow reached the downstream. Keywords: velocity distribution, accelerated flow, non-uniform flow, open-channel
APLIKASI MODEL AVSWAT 2000 UNTUK ANALISA SEDIMENTASI DAN PENENTUAN LOKASI BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN DI DAS LOGUNG eriawan, suluh; Taufiq, Mohammad.; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Di Hulu DAS Logung akan Waduk Logung yang telah dimulai pada Desember 2014 yaitu di Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah. Dalam upaya melindungi dan menjaga kelestarian bangunan waduk Logung dilakukan analisa untuk memprediksi erosi dan sedimentasi pada DAS Logung, termasuk di dalamnya jenis tanah, tata guna lahan, dan kelerengan. Analisa ini akan mengkaji besarnya limpasan, debit limpasan, erosi, dan sedimentasi di DAS Logung dengan menggunakan aplikasi model AVSWAT (Arc View Soil And Water Assessment Tool) 2000  Parameter-parameter dari DAS Logung selama 10 tahun akan digunakan untuk menghitung hasil erosi dan sedimentasi pada DAS Logung. Hasil erosi setiap subdas dapat digunakan untuk menganalisa besarnya Indeks Bahaya Erosi (IBE) pada setiap subdas. Hasil dari besarnya Indek Bahaya Erosi (IBE) akan digunakan sebagai letak penentuan bangunan pengendali sedimen. Hasil perhitungan menggunakan AVSWAT 2000 mulai tahun 2006 sampai dengan tahun 2015 didapatkan nilai laju erosi rata-rata pada DAS Logung adalah sebesar 310,59 ton/ha/th dan hasil sedimen rata-rata sebesar 412,1 ton/ha/th. Lokasi bangunan pengendali sedimen yang terbesar volume tampungannya berada pada check dam 66 berada pada outlet subdas 45 dengan nilai IBE sangat tinggi, dengan volume tampungan check dam 66 adalah sebesar 2756,25 m3 diharapkan dapat mengontrol potensi volume sedimentasi normal sebesar 261,63 sehingga diharapkan tampungan sedimen pada check dam 66 akan terisi penuh dalam waktu 10,5 tahun. Kata Kunci : AVSWAT 2000, DAS Logung, erosi, sedimentasi, check dam   ABSTRACT : In the Upper Logung Watershed, the Logung Reservoir, which began in December 2014, is in Kudus Regency, Central Java Province.. In an effort to protect and preserve the Logung reservoir building analysis is carried out to predict erosion and sedimentation in the Logung watershed. soil type, land use, and slope.This analysis will assess runoff, runoff, erosion and sedimentation in the Logung watershed using the AVSWAT model application (Arc View Soil And Water Assessment Tool) 2000 The parameters of the Logung watershed for 10 years will be used to calculate erosion and sedimentation results in Logung Watershed. The erosion results of each subdas can be used to analyze the Erosion Hazard Index (IBE) in each subdas. The results of the magnitude of the Erosion Hazard Index (IBE) will be used as a location for determining sediment control buildings.The calculation results using AVSWAT 2000 from 2006 to 2015 found that the average erosion rate in the Logung watershed was 310.59 tons / ha / yr and the sediment yield averaged 412.1 tons / ha / yr. The location of the largest sediment control building is at checkpoint 66 and at the subdas 45 outlet with a very high IBE value, with a check reservoir 66 volume of 2756.25 m3 expected to control the potential for normal sedimentation volume of 261.63 so that the reservoir is expected the sediment at check 66 will be fully filled within 10.5 years. Keywords: AVSWAT 2000, Logung watershed, erosion, sedimentation, check dam
PERENCANAAN JARINGAN IRIGASI AIR TANAH SISTEM PERPIPAAN SALURAN BERCABANG TERBUKA PADA DAERAH ONCORAN SDMJ 619 DI KABUPATEN MOJOKERTO Swandani, Monique Adriana; Siswoyo, Hari; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Sebagian besar lahan pertanian di Desa Sumber Karang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto merupakan daerah yang kekurangan air irigasi pada saat musim kemarau. Salah satu  upaya untuk mengatasi masalah tersebut pada tahun 2016 Kegiatan Pendayagunaan Air Tanah SNVT PJPA Brantas, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas membangun sumur produksi SDMJ 619 di Desa Sumber Karang dengan potensi debit sebesar 40,11 liter/detik dan direncanakan akan mengairi seluas 39,9 ha. Namun hingga saat ini manfaatnya belum dirasakan masyarakat, dikarenakan belum dibangun jaringan irigasinya. Sehingga diperlukan suatu alternatif perencanaan jaringan irigasi air tanah yang dapat mengairi lebih luas dan lebih optimal dalam pembagian air ke petak petak sawah. Dalam studi ini dilakukan perhitungan luas daerah oncoran, perencanaan jaringan irigasi air tanah, pengaturan pola operasi dan menghitung rencana anggaran biaya. Luas daerah oncoran yang mampu diairi oleh sumur SDMJ 619 sebesar 51 ha. Perencanaan jaringan irigasi air tanah menggunakan sistem perpipaan saluran bercabang terbuka meliputi: 1 buah sumur produksi, 8 buah outlet, 1 bangunan rumah pompa, 1 buah pipa pengontrol tekanan, 8 buah alat ukur Thompson, pipa PVC berdiameter 8 inchi dengan total panjang 2141 meter, dimana dalam analisis hidraulik dengan menggunakan Paket Program WaterCAD V8i dan dinyatakan mengalir sesuai dengan syarat pengaliran. Pola operasi menggunakan sistem rotasi dengan debit pompa sebesar 40,11 liter/detik selama 8 jam pengaliran dimulai dari pukul 07.00 sampai pukul 15.00. Pengoperasian pompa ini hanya pada musim kemarau atau pada saat tidak ada hujan. Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan dan pengembangan sistem irigasi air tanah sumur produksi SDMJ 619 adalah sebesar Rp. 1.102.765.000,00 (Satu Milyar Seratus Dua Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Lima Ribu Rupiah).   Kata Kunci: Irigasi air tanah, jaringan irigasi, sistem perpipaan   ABSTRACT: Most of agricultural land in Sumber Karang Village, Dlanggu Sub-district, Mojokerto District are located in areas that lacked of water irrigation supply during the dry season. An effort has been taken to address this problem in 2016 through the establishment of groundwater utilization system in Brantas SNVT PJPA, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, by digging SDMJ 619 production well in Sumber Karang Village that would potentially provide water supply up to 40.11 litre/second. The well was expected to supply water to a total of 39.9 ha agricultural land. Unfortunately, the community around had not yet obtained the benefits of this project due to unavailability of irrigation channels. Therefore, it was considered necessary to build groundwater irrigation channels with  higher elevation channels along the sides. Farmers also expected that this well production could supply water to broader area. The total area of water channel that could be supplied by SDMJ 619 well reached 51 ha. The needs for the establishment of the open-branch water channel piping system included; 1 production well, 8 outlets, 1 pump house, 1 pressure controlling pipe, 8 Thompson measuring equipment, 2141 meter-long PVC pipe with a diameter of 8 inches. Hydraulic analysis was administered using WaterCAD V8i program, which results showed that all the water successfully flowed through all junctions and pipes. The operational pattern of the system was rotation-based system, employing water pumps with a debit capacity of 400.11 liter/second which were turned on at 07.00 to 11.00, and at 11.00 to 15.00. The pumps were only used in dry seasons or when the rainfall was low. The total cost for the establishment and maintenance of the SDMJ 619 groundwater production well for irrigation system was Rp. 1.102.765.000,00 (One Billion One Hundred Two Million Seven Hundred Sixty Five Thousand Rupiah). Keywords: Groundwater irrigation, irrigation network, operational pattern