cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 77 Documents clear
VALIDASI DATA CURAH HUJAN TRMM (TROPICAL RAINFALL MEASUREMENT MISSION) SEBAGAI ALTERNATIF DATA HIDROLOGI DI SUB-DAS LESTI Partarini, Ni Made Candra; Suhartanto, Ery; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Ketersediaan data hidrologi menjadi salah satu permasalahan dalam perencanaan bangunan air di beberapa daerah. TRMM (Tropical Rainfall Measurement Mission) merupakan salah satu misi NASA untuk melakukan pemantauan dan mempelajari curah hujan tropis dengan menggunakan teknologi satelit pemantau cuaca yang dapat menjangkau berbagai daerah di bumi. Analisis validasi dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data curah hujan TRMM dengan curah hujan wilayah, sehingga dapat digunakan sebagai data hidrologi alternatif. Sub DAS Lesti digunakan sebagai studi kasus dengan pertimbangan ketersedian data yang dianggap memadai. Metode validasi yang digunakan berupa, Root Mean Squared Error (RMSE), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Koefisien Korelasi (R), dan Uji Kesalahan Relatif (KR). Dalam analisis validasi dilakukan dengan dua perhitungan yaitu, validasi data tidak terkoreksi yang hanya melewati tahap validasi dan data terkoreksi yang melalui tahap kalibrasi, verifikasi, dan validasi. Hasil analisis menunjukan nilai validasi berdasarkan metode-metode tersebut lebih baik pada validasi data terkoreksi, dibandingkan dengan data tidak terkoreksi. Analisis keseluruhan menunjukan bahwa, data TRMM dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi.   Kata Kunci : curah hujan, TRMM, pos stasiun hujan, validasi. ABSTRACT : The availability of hydrological data is one of the problems in water hydraulic structure design in several regions. TRMM (Tropical Rainfall Measurement Mission) is one of NASA's missions to monitor and study tropical rainfall using weather satellite monitoring technology that can reach various regions of the earth. Validation analysis conducted to determine the suitability of TRMM rainfall data with regional rainfall so, it can be used as alternative hydrological data. The Lesti sub-watershed as a case study considered the data availability. The validation method used in the form of Root Mean Squared Error (RMSE), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Correlation Coefficient (R), and Relative Error Test (KR). The validation analysis performed with two calculations, uncorrected data validation which only passes the validation and corrected data stages through the stages of calibration, verification, and validation. The results of the analysis showed that the validation values ​​based on these methods were better at corrected data validation, compared to uncorrected data. The overall analysis showed that TRMM data can be used as an alternative to hydrological data.   Keywords : rainfall, TRMM, ground station, validation
STUDI PERENCANAAN RETARDING BASIN SEBAGAI USAHA UNTUK MENAGGULANGI BANJIR DI DESA PENDA BARANIA KABUPATEN PULANG PISAU KALIMANTAN TENGAH Rizaldi, Odhi; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir adalah suatu masalah klasik yang ada dan sudah lama terjadi di Indonesia. Seiring dengan waktu dan perkembangan masyarakat, perlu segera dilakukan usaha-usaha penanganan banjir. Salah satu kejadian banjir yang terjadi yaitu di Jalan Trans Palangkaraya-Kuala Kurun sepanjang 5 km di Desa Penda Barania Kabupaten Pulang Pisau yang dari waktu ke waktu dampak yang ditimbulkan semakin bertambah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menangani banjir di sepanjang jalan tersebut yaitu merencanakan retarding basin dengan memanfaatkan cekungan yang berada di sisi Jalan Trans Palangkaraya-Kuala Kurun. Pada studi ini, dilakukan analisis hidrologi untuk mendapatkan debit banjir rancangan di lokasi studi. Analisis hidrolika dilakukan dengan menggunakan program HEC-RAS 5.0 untuk mengetahui seberapa besar dampak banjir yang ditimbulkan. Perencanaan inlet menggunakan pelimpah samping dan outlet menggunakan pintu sorong. Selanjutnya dilakukan koreksi tampungan untuk mengetahui kemampuan cekungan yang ada tersebut untuk menampung volume banjir. Berdasarkan hasil studi didapatkan bahwa retarding basin cukup efektif untuk menanggulangi banjir di sepanjang Jalan Trans Palangkaraya-Kuala Kurun. Analisis stabilitas dilakukan pada semua sisi lereng cekungan dan dapat disimpulkan bahwa cekungan tersebut aman untuk digunakan sebagai lokasi renana retarding basin.Floods is a classic problem that had been long happening in Indonesia. Along with the time and development of the community, efforts must be made to overcome the floods. One of the floods that occurred was on the 5 km of Trans Palangkaraya-Kuala Kurun Road in Penda Barania Village, Pulang Pisau District which from time to time the impact is increasing. One effort that can be done to overcome the floods is planning retarding basin by utilizing a basin that is on the side of Trans Palangkaraya-Kuala Kurun Road. In this research, hydrological analysis was conducted to obtain the design flood discharge at the study site. The hydraulic analysis was conducted by using HEC-RAS 5.0 to find out the impact of the floods. Planning of inlet structure is using side weir and oultet is using sluice gate. Reservoir correction was conducted to determine the ability of the existing basin to accommodate the volume of floods. Based on the results of the study it was found that the retarding basin was effective to overcome the floods in Trans Palangkaraya-Kuala Kurun Road. Stability analysis was conducted at all of the basin sides and it can be concluded that the basin is safe to use as the location of retarding basin.
STUDI EFISIENSI HASIL PERUBAHAN SISTEM JARINGAN IRIGASI BERBASIS SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS) PADA DAERAH IRIGASI MULYOREJO, KEMULAN I DAN II KECAMATAN SUKUN, KOTA MALANG Beem, Idham Nasar; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Berdasarkan kondisi di Kecamatan Sukun terjadi berkurangnya luas areal sawah, hal ini dikarenakan semakin banyaknya alih fungsi lahan berupa sawah berubah menjadi fungsi pemukiman penduduk. Sehingga dilakukan studi yang bertujuan untuk mengetahui perubahan sistem jaringan irigasi yang mempengaruhi sistem distribusi air pada DI Mulyorejo, Kemulan I dan II selanjutnya dapat mengetahui hasil selisih efisiensi penggunaan air pada DI tersebut. Studi ini dilakukan menggunakan data tahun 2012 dan 2017 yang meliputi analisa perbandingan luasan sawah menggunakan aplikasi Arc GIS. Analisa eksisting kondisi jaringan irigasi untuk perbandingan kebutuhan air bersih sawah. Dan analisa hasil selisih efisiensi penggunaan kebutuhan air untuk menunjukkan masih layak atau tidak untuk mengairi sawah yang berkurang karena alih fungsi lahan di tiap DI tersebut. Hasil dari studi pada DI Mulyorejo, Kemulan I dan II meliputi analisa perbandingan luas area sawah pada tiap DI yaitu kehilangan 1%, kehilangan 24% dan kehilangan 17%. Analisa kondisi eksisting jaringan irigasi mengalami tingkat kerusakan pada tiap DI yaitu >40%, <10% dan >40%. Analisa selisih efisiensi penggunaan kebutuhan air pada tiap DI yaitu surplus 7.98%, defisit 21.21% dan surplus 1.41%.   Kata Kunci: Irigasi, Arc GIS, kondisi eksisting jaringan irigasi, kebutuhan air irigasi dan selisih efisiensi.   Abstract: Based on the conditions in Kecamatan Sukun, there was a decrease in the area of ​​paddy fields, this is because the increasing number of land use changes in the form of paddy fields turned into a function of residential areas. So a study that aims to determine changes in irrigation network systems that affect the water distribution system in Irrigation Area Mulyorejo, Kemulan I and II can then find out the results of the difference in efficiency of water requirement in the Irrigation Area. This study was conducted using data from 2012 and 2017 which included an analysis of the comparison of paddy fields using the ArcGIS application. Analysis condition of existing irrigation network for comparison of the clean water requirement. And analysis of the results of the difference efficiency of water requirement to show that it is still feasible or not to irrigate paddy fields is reduced due to land conversion in each Irrigation Area. The results of the study in Irrigation Area Mulyorejo, Kemulan I and II included an analysis of the comparison of paddy fields in each Irrigation Area that is losing 1%, losing 24% and losing 17%. Analysis condition of existing irrigation network experienced a level of damage in each Irrigation Area, that is >40%, <10% and >40%. Analysis of the difference efficiency of water requirement in each Irrigation Area is a surplus of 7.98%, a deficit of 21.21% and a surplus of 1.41%. Keywords: Irrigation, Arc GIS, condition of existing irrigation network, irrigation water requirement , difference efficiency.
VALIDASI DATA CURAH HUJAN TRMM (TROPICAL RAINFALL MEASURING MISSION) DENGAN POS STASIUN HUJAN DI SUB DAS SUMBER BRANTAS Rahma, Novi Fadhilah; Suhartanto, Ery; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Ketersediaan pos stasiun hujan yang kurang memadai untuk pencatatan data curah hujan sebagai data hidrologi menjadi salah satu permasalahan dalam perencanaan bangunan air. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan bantuan data curah hujan TRMM. TRMM (Tropical Rainfall Measurement Mission) merupakan misi NASA untuk melakukan pemantauan curah hujan tropis dengan menggunakan teknologi satelit pemantau. Namun, data TRMM harus divalidasi terlebih dahulu. Analisis validasi dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data curah hujan TRMM dengan curah hujan wilayah. Sub DAS Sumber Brantas digunakan sebagai studi kasus dengan pertimbangan ketersedian data yang dianggap memadai. Metode validasi yang digunakan yaitu Root Mean Squared Error (RMSE), NashSutcliffe Efficiency (NSE), Koefisien Korelasi (R), dan Uji Kesalahan Relatif (KR). Analisis validasi dilakukan dengan dua perhitungan, yaitu validasi data tidak terkoreksi dan validasi data terkoreksi yang melalui tahap kalibrasi, verifikasi, dan validasi. Hasil analisis menunjukan validasi data terkoreksi memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan dengan data tidak terkoreksi. Analisis keseluruhan menunjukan data TRMM dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi.Kata Kunci: curah hujan, TRMM, pos stasiun hujan, validasi.ABSTRACT: The availability of ground stations that are inadequate for recording rainfall data as hydrological data is one of the problems in water building planning. This problem can be solved with the help of TRMM rainfall data. TRMM (Tropical Rainfall Measurement Mission) is NASA's missions to monitor tropical rainfall by using weather monitoring satellite technology. However, TRMM data must be validated first. Validation analysis was conducted to determine the suitability of TRMM rainfall data with regional rainfall. The Sumber Brantas Sub-Watershed was used as a case study considering the availability of data that was considered adequate. The validation method used Root Mean Squared Error (RMSE), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Correlation Coefficient (R), and Relative Error Test (KR). In the validation analysis carried out with two calculations, uncorrected data and corrected data validation through the stages of calibration, verification, and validation. The results of the analysis showed that corrected data validation has a better value than the uncorrected data. The overall analysis showed that TRMM data can be used as an alternative to hydrological data. Keywords: rainfall, TRMM, ground station rainfall, validation
Analisis Tinggi Tanggul Ekonomis Sebagai Bangunan Penanggulangan Banjir Sungai Asimiro Kecamatan Loloda Utara Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara Zahidin, Akhmad; Andawayanti, Ussy; Lufira, Rahma Dara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Asimiro adalah salah satu sungai yang terletak di Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara. Saat turun hujan cukup deras aliran sungai meluap hingga menggenangi pemukiman penduduk di areal Sungai Asimiro. Banjir yang terjadi semakin besar, jika bersamaan dengan pasang air laut naik. Tinggi dan lama genangan yang terjadi juga bervariasi tergantung pasang surut air laut dan kondisi topografinya. Studi ini bertujuan melihat bagaimana kondisi eksisting Sungai Asimiro. Selain itu melihat sisi sungai sebelah mana saja yang mengalami banjir dan menganalisa menggunakan aplikasi HEC-RAS. Sedangkan upaya penanganan banjir itu sendiri dengan menggunakan pembuatan tanggul di setiap sisi sungai yang mengalami banjir. Upaya penanganan banjir itu sendiri menggunakan tanggul dengan desain menggunakan debit kala ulang 10 tahun. Setelah diketahui desain tanggul yang akan direncanakan, selanjutnya dicari apakah desain tersebut sudah layak dari segi teknis dan dari segi ekonomis. Untuk mengetahui tanggul itu apakah sudah aman atau tidaknya, maka dilakukan analisa perhitungan stabilitas lereng. Dalam hal ini analisa stabilitas lereng menggunakan metode Fellenius. Dengan adanya upaya penanganan banjir berupa pembuatan tanggul menggunakan debit kala ulang 10 tahun sebesar 90.534 m3/detik. Dengan alasan berdasarkan analisa ekonomi tingkat bunga 9.75%, yang memiliki nilai BCR sebesar 1.17, NPV sebesar Rp 3,272,466,127.85, IRR sebesar 16%. Dengan kemiringan lereng 1:2 dan memliki factor kemiringan sebesar 1.897. Asimiro River is one of the rivers located in Loloda Utara District, North Halmahera Regency. When (During)it rained it was quite heavy the river flow overflowed to inundate the settlements in the Asimiro River area. The flood that occurs is even greater, if it coincides with rising sea tides. The height and length of inundation that occurs also varies depending on tides andtopographical conditions. This study aims to see how the existing conditions of the Asimiro River. In addition, see which side of the river is flooded and analyze using the HEC-RAS application. While efforts to handle the flood itself by using the embankment on each side of the river that has flooded. Efforts to handle floods themselves use dikes with designs using a 10-year return period. After knowing the design of the embankment to be planned, then it was searched whether the design was feasible in terms of technical and economic terms. To find out whether the embankment is safe or not,an analysis of the slope stability is carried out. In this case the analysis of slope stability uses the Fellenius method. With the effort to handle the flood in the form of making embankments using a 10year return period of 90,534 m3 / second. For reasons based on an economic analysis of an interest rate of 9.75%, which has a BCR value of 1.17, NPV of Rp. 3,272,466,127.85, IRR of 16%. With a slope of 1: 2 and have a slope factor of 1,897.
STUDI EFEKTIVITAS TANAMAN KAYU APU (PISTIA STRATIOTES), MELATI AIR (ECHINODORUS PALAEFOLIUS) DAN ZEOLIT ALAM GUNA MENINGKATKAN KUALITAS LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU rahmah, miftakhul; Sholichin, Moh
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Meningkatnya industri tahu di Indonesia memberikan sumbangan terbesar masuknya limbah ke dalam lingkungan. Salah satu cara meminimalisir terjadinya pencemaran yaitu dengan cara pengolahan limbah dengan memanfaatkan tanaman. Dalam penelitian ini menggunakan penyaringan sederhana dengan 4 buah pipa PVC yang berisi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tanaman Kayu Apu (pistia stratiotes) dan Melati Air (Echinodorus palaefolius) dalam mengurangi kandungan BOD, COD, TSS, pH pada limbah cair industri tahu. Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata efisiensi untuk BOD, COD, TSS, pH sebesar 50,31%, 50%, 54,50%, 13,10% untuk melati air 1 dengan jumlah 26 tanaman pada pipa 1, sebesar  71,62%, 40,70%, 53,48%, 12,87% untuk melati air 2 dengan jumlah 13 tanaman pada pipa 2, 69,44%, 37,50%, 40,94%, 14,91% untuk kayu apu 1 dengan jumlah 26 tanaman pada pipa 3. Sebesar 28,07%, 53,76%, 51,50%, 18,76% untuk kayu apu 2 dengan jumlah 13 tanaman pada pipa 4, sebesar  77,5%, 33,80%, 66,54%, 16,95% untuk filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tanaman kayu apu dan melati air dapat menurunkan kandungan BOD, COD, TSS, dan pH.   Kata Kunci: limbah cair industri tahu,  melati air, kayu apu ABSTRACT: The increase of tofu industry in Indonesia contributes big wastes into the environment. One of the way to minimize the occurrence of pollution is by processing waste by utilizing plants. In this study using simple screening with 4 PVC pipes containing plants. This study aims to determine the effectiveness of Apu Apu(Pistia stratiotes) and Water Jasmine plant (Echinodorus palaefolius) in reducing the content of BOD, COD, TSS, pH in the tofu industry’s liquid waste. From the results of the study, it was found that the average efficiency for BOD, COD, TSS, pH was 50.31%, 50%, 54.50%, 13.10% for water jasmine plant number 1 water with 26 plants in pipe 1, 71.62%, 40,70%, 53.48%, 12.87% for water jasmine plant number 2 with 13 plants in pipe 2, 69.44%, 37.50%, 40.94%, 14.91% for Apu Apu number 1 with 26 plants in pipe 3. 28.07%, 53.76%, 51.50%, 18.76% for Apu  Apu number 2 with 13 plants in pipe 4, 77.5%, 33.80%, 66.54%, 16.95% for filter. From the results of the study it can be concluded that apu Apu and water jasmine plant can reduce the content of BOD, COD, TSS, and pH. Keywords: tofu industry’s liquid waste, water jasmine plant, apu-apuABSTRAK: Meningkatnya industri tahu di Indonesia memberikan sumbangan terbesar masuknya limbah ke dalam lingkungan. Salah satu cara meminimalisir terjadinya pencemaran yaitu dengan cara pengolahan limbah dengan memanfaatkan tanaman. Dalam penelitian ini menggunakan penyaringan sederhana dengan 4 buah pipa PVC yang berisi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tanaman Kayu Apu (pistia stratiotes) dan Melati Air (Echinodorus palaefolius) dalam mengurangi kandungan BOD, COD, TSS, pH pada limbah cair industri tahu. Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata efisiensi untuk BOD, COD, TSS, pH sebesar 50,31%, 50%, 54,50%, 13,10% untuk melati air 1 dengan jumlah 26 tanaman pada pipa 1, sebesar 71,62%, 40,70%, 53,48%, 12,87% untuk melati air 2 dengan jumlah 13 tanaman pada pipa 2, 69,44%, 37,50%, 40,94%, 14,91% untuk kayu apu 1 dengan jumlah 26 tanaman pada pipa 3. Sebesar 28,07%, 53,76%, 51,50%, 18,76% untuk kayu apu 2 dengan jumlah 13 tanaman pada pipa 4, sebesar 77,5%, 33,80%, 66,54%, 16,95% untuk filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tanaman kayu apu dan melati air dapat menurunkan kandungan BOD, COD, TSS, dan pH. Kata Kunci: limbah cair industri tahu, melati air, kayu apu ABSTRACT: The increase of tofu industry in Indonesia contributes big wastes into the environment. One of the way to minimize the occurrence of pollution is by processing waste by utilizing plants. In this study using simple screening with 4 PVC pipes containing plants. This study aims to determine the effectiveness of Apu Apu(Pistia stratiotes) and Water Jasmine plant (Echinodorus palaefolius) in reducing the content of BOD, COD, TSS, pH in the tofu industry’s liquid waste. From the results of the study, it was found that the average efficiency for BOD, COD, TSS, pH was 50.31%, 50%, 54.50%, 13.10% for water jasmine plant number 1 water with 26 plants in pipe 1, 71.62%, 40,70%, 53.48%, 12.87% for water jasmine plant number 2 with 13 plants in pipe 2, 69.44%, 37.50%, 40.94%, 14.91% for Apu Apu number 1 with 26 plants in pipe 3. 28.07%, 53.76%, 51.50%, 18.76% for Apu Apu number 2 with 13 plants in pipe 4, 77.5%, 33.80%, 66.54%, 16.95% for filter. From the results of the study it can be concluded that apu Apu and water jasmine plant can reduce the content of BOD, COD, TSS, and pH. Keywords: tofu industry’s liquid waste, water jasmine plant, apu-apu
STUDI PERENCANAAN PENJADWALAN KONSTRUKSI PLTM WARKAPIKABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT MANAGER 2013 amirullah, muhammad daviq; marsudi, suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Proyek PLTM warkapi yang berada di Sungai Warkapi di Desa Hanhouw, distrik Tanah Rubuh, Kabupaten Manokwari,  Provinsi  Papua Barat ini sangat bermanfaat dalam menopang kebutuhan kelistrikan di daerah tersebut, dalam perancanaan penjadwalan konstruksi PLTM Warkapi ini dilakukan perhitungan produktivitas alat berat, dilanjutkan dengan menentukan harga satuan pekerjaan yang akan menentukan alokasi sumber daya manusia yang terpakai, lalu dilanjutkan dengan perhitungan rencana anggaran biaya yang akan dianalisa dengan alternatif percepatan. Berdasarkan durasi normal proyek konstruksi PLTM Warkapi dengan menggunakan program Microsoft Project Manager 2013 menunjukan pengurangan durasi pekerjaan 3 bulan dari durasi 18 bulan0menjadi 15 bulan. Percepatan durasi proyek dilakukan dengan menggunakan dua alternatif, yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan produksi alat berat. biaya normal adalah Rp. 145,833,267,748 pada durasi 18 bulan. Sedangkan total biaya proyek dengan penambahan tenaga kerja adalah sebesar Rp. 144,021,798,544 pada durasi 15 bulan, dan biaya proyek dengan penambahan alat berat adalah Rp. 142,247,574,866 pada durasi 15 bulan. Penurunan biaya diakibatkan analisa koefisien harga satuan pekerjaan yang dilakukan, yang berpengaruh pada nilai satuan pada proyek ini. Dari hasil perhitungan dan penjadwalan pekerjaan yang dipercepat pada pelaksanaan konstruksi diketahui, semakin dipercepat durasi proyek maka SDM yang dibutuhkan semakin meningkat.Kata Kunci: manajemen konstruksi, Microsoft project manager, sumber daya manusiaABSTRACT:Warkapi Minihidro Plant Project located in Warkapi River in Hanghouw Village, Tanah Rubuh District, Manokwari Regency, West Papua Province is very useful in supporting electricity needs in the area, planning the construction of the Warkapi Minihidro Plant construction, the machine productivity  is calculated, followed by pricing work unit that determine the allocation of human resources used, then proceed with the calculation of the budget plan that will be analyzed with an alternative acceleration. Based on the normal duration of the PLTM construction project, Warkapi using the Microsoft Project Manager 2013 program shows a reduction in the duration of work for 3 months from the duration of 18 months to 15 months. The acceleration of the duration  project is carried out by two alternatives, The addition of labor and the addition of heavy equipment production. For normal fees is Rp. 145,833,267,748 for a duration of 18 months. While the total project cost with the addition of labor is Rp. 144,021,798,544 for a duration of 15 months, and the cost of the project with the addition of heavy equipment is Rp. 142,247,574,866. Decreasing costs is caused by an analysis of the unit price coefficient of work carried out, which affects the unit value of this project. The results of the calculation and scheduling of the accelerated work on the construction project it is known, the accelerated duration of the project, the number of Human Resources needed increases.Keywords: construction management, Microsoft project manager, human resource
VALIDASI DATA CURAH HUJAN TRMM (TROPICAL RAINFALL MEASURING MISSION) DENGAN POS STASIUN HUJAN DI SUB DAS BANGO Atthahirah, Mutiara; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan ketersediaan pos stasiun hujan untuk mencatat data curah hujan sebagai data hidrologi merupakan salah satu permasalahan utama dalam perencanaan dibidang sumber daya air. Salah satu penyelesaiaan dari permasalahan ini adalah memanfaatkan data dari satelit salah satunya adalah satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission). Satelit TRMM merupakan salah satu misi NASA untuk memantau perubahan cuaca global dengan mengobservasi stuktur hujan. Sebelum digunakan data TRMM perlu dilakukan validasi terlebih dahulu. Validasi data digunakan untuk mengetahui kesesuaian dengan data curah hujan hasil pengukuran agar dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi. Sub DAS Bango digunakan sebagai studi kasus karena dirasa memiliki ketersediaan data yang memadai. Metode validasi menggunakan analisis statistika standar yaitu Root Mean Square Error (RMSE), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Koefisien Korelasi (R) dan Kesalahan Relatif (KR). Proses validasi dilakukan dengan dua tahap, yaitu analisis data tidak terkoreksi dan analisis data terkoreksi. Dari hasil validasi didapatkan bahwa validasi data terkoreksi menunjukan hasil yang lebih baik dari pada hasil data tidak terkoreksi. Berdasarkan keseluruhan analisis, data TRMM dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi.   The limited ground stations to record rainfall data as hydrological data is one of the problem in water resources building planning. One solution to this problem was used satellite data, one of which is the TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission). TRMM are one of NASA's missions to monitor global weather change by observing rain structures. Before used TRMM data, validation needed to be done first. This data validation was used to determine the suitability of rainfall data from the measurement results so that it can be used as an alternative to hydrological data. The Bango Sub-Watershed was used as a case study because it has adequate data availability. The validation method used standard statistical analysis those were Root Mean Square Error (RMSE), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Correlation Coefficient (R) and Relative Bias (KR). The validation process was done in two stages, those were uncorrected data analysis and corrected data analysis. From the results of the validation, it was found that corrected data validation showed better results than the results of uncorrected data analysis. Based on the overall analysis, TRMM data can be used as an alternative to hydrological data.  
ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN SISTEM DRAINASE KELURAHAN PISANGCANDI KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG nurdiyanti, trisia arifina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu infrastruktur yang sangat penting dalam perkotaan saat ini adalah sistem drainase.  Permasalahan sistem drainase yang terjadi pada Kelurahan Pisangcandi yaitu kurangnya bangunan inlet, perubahan tata guna lahan dan kurangnya kegiatan operasi dan pemeliharaan saluran drainase.  Oleh karena itu dilakukan perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan Sistem Drainase. Berdasarkan penilaian kinerja sistem drainase pada Kelurahan Pisangcandi didapatkan nilai 6545,6 termasuk pada kategori cukup. Dari hasil evaluasi perhitungan debit Q5 dan Q10 tahun terdapat 5 saluran dari 13 saluran yang  tidak mampu menampung dan mengalirkan debit rancangan.  Penanganan genangan yang direncanakan pada saluran dengan penambahan dimensi untuk 5 saluran yang tidak mampu menampung debit rancangan dan pengerukan sedimentasi.  Biaya yang dibutuhkan untuk penambahan dimensi sebesar Rp 5.306.195.100, dan biaya yang dibutuhkan untuk pengerukan sedimen Rp 48.383.624   Kata kunci: Sistem drainase, AKNOP, Debit Rancangan, Operasi dan Pemeliharaan   ABSTRACT One of the infrastructure very important in urban areas today is the drainage system. Drainage system problems that occured in Pisangcandi Village were lack of inlet buildings, changes in land use and lack of operations and maintenance the drainage canal. That was why needed to calculate the real need of drainages operation and maintenance. Based on the assessment of a drainage system performance in Pisangcandi Village, the value were 6545.6 included in medium category. From the results of evaluating Q5 and Q10 discharge calculations, there were 5 canals from 13 canals that were unable to accommodate and drain the design discharge. Puddle handling planned on the canal with addition of dimensions for 5 canals that were unable to accommodate design discharge and dredging sediments. The cost required for the addition of dimensions was Rp. 5,306,195,100 and AKNOP cost for dredging sediments was Rp. 48,383,624. Keywords: Drainage system, AKNOP, Design Flow, Operation and Maintenance.
ANALISIS STABILITAS PERKUATAN LERENG SUNGAI PANCIR KABUPATEN JOMBANG DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE GEOSTUDIO Islami, Fikry Asri; Hendrawan, Andre Primantyo; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pada studi ini, analisis stabilitas dilakukan dengan menggunakan Software Geostudio 2012 serta perhitungan manual menggunakan metode irisan fellenius. Analisis stabilitas dihitung dengan mempertimbangkan kondisi hidraulis aliran di sungai dengan menggunakan program HEC-RAS 4.0 sehingga dapat diketahui kondisi muka air banjir yang nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk merencanakan bangunan pengendali banjir. Dalam studi ini, bangunan pengendali banjir yang akan direncanakan yaitu tanggul parapet serta bangunan perkuatan lereng berupa bronjong. Perencanaan bangunan perkuatan lereng berdasarkan kondisi lereng eksisting yang kritis (memiliki nilai Faktor Keamanan > 1,5). Sedangkan perencanaan tanggul parapet berdasarkan Q25th yaitu sebesar 208,817 m3/detik. Hasil perencanaan didapatkan tinggi tanggul parapet 1,5 m, lebar pondasi (B) 1,2 m dan kedalaman pondasi (D) 0,5 m sedangkan bangunan perkuatan lereng (bronjong) memiliki tinggi 6,5 m. Perhitungan stabilitas dinyatakan aman dalam segala kondisi (guling, geser, gempa, daya dukung tanah).   Kata kunci: banjir, tanggul parapet, bronjong, stabilitas.   ABSTRACT: In this study, stability analysis was calculated by Geostudio 2012 Software and also by manual  with Fellenius Slice Method. The hydraulic condition of the flow in the river has been analyzed by using the HEC-RAS 4.0 program which can be used used as a basis for to design flood control structures. In this study, the planned flood control structures were the paravet structures and retaining slope in the form of gabions. Planning for building retaining slope based on slope existing conditions (having a Safety Factor under 1,5). While planning the paravet based on Q25th which is 208,817 m3/second. From the paravet design, it is obtained that height of paravet is 1,5 m, the width of foundation (B) is 1,2 m and the depth of foundation (D) is 0,5 m, while the height of the gabions is 6,5 m. Calculation of stability is stated to be safe in all conditions (overturning, sliding, earthquake and bearing capacity). Keywords: flood, paravet, gabions, stability.