cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020)" : 54 Documents clear
OPTIMASI SISTEM MULTI SOIL LAYERING (MSL) DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK MCK TERPADU KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Saragih, Nadhirah Nurul Saleha; Haribowo, Riyanto; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi sistem Multi Soil Layering (MSL) dalam tiga tahap pelaksanaan yaitu pengolahan tahap pertama untuk pemilihan lapisan permeabel yang terbaik antara batu apung, pasir silika dan zeolit yang akan dikombinasikan dengan blok campuran tanah pada pengolahan tahap kedua dan ketiga. Variasi arang yang dipilih merupakan arang tempurung kelapa untuk reaktor MSL A, sekam padi untuk MSL B, dan arang tongkol jagung untuk MSL C. Debit masuk yang digunakan adalah Q1 0,0063 L/detik dan Q2 0,0126 L/detik. Hasil yang didapatkan akan dibandingakan dengan Permen LHK No.68 Tahun 2016 dan PP RI No 82 Tahun 2001. Pada pengolahan tahap pertama, dari hasil perhitungan efisiensi setiap parameter TDS, TSS, pH dan DO berurutan untuk reaktor pasir silika (Q1) adalah 10,86%; 82%; 5,33% dan 128,43% dan sebesar 7,41%; 64,57%; 1,42% dan 120,03% (Q2). Efisiensi MSL A-Standar 18,13%; 79,68%; 2,60% dan 126,67% (Q1) dan sebesar 29,99%; 77,76%; 1,62% dan 95,80% (Q2) dimana pada reaktor MSL A¬Standar media pasir silika dan variasi arang tempurung kelapa merupakan reaktor terbaik di pengolahan tahap kedua. Efisiensi MSL B-Modifikasi secara berurutan adalah 33,16%; 84,32%; 1,77%; 128,90% (Q1) dan sebesar adalah 30,80%; 80,54%; 1,50% dan 108,17% (Q2). Pada tahap ketiga, MSL B-Modifikasi merupakan reaktor yang paling optimal dibandingkan semua reaktor. Berdasarkan pengukuran kualitas air efluen dan efisiensi reaktor serta penilaian dengan metode skoring dapat diketahui bahwa MSL B-Modifikasi yang disusun dengan pasir silika dan blok campuran tanah oleh variasi arang sekam padi adalah reaktor MSL yang paling optimal dalam mengolah limbah cair domestik MCK Terpadu.This study aimed to determine the efficiency of the Multi Soil Layering (MSL) system in three stages of implementation, the first stage of treatment selects the best permeable layers between pumice, silica sand and zeolite which would be combined with soil mixture blocks in the second and third stages of treatment. Variations of selected charcoal were coconut shell charcoal for MSL A reactor, rice husk for MSL B, and corncob charcoal for MSL C. The flowrates used were Q1 0.0063 L/sec and Q2 0.0126 L/sec. The results obtained would be compared with Permen LHK No.68 Tahun 2016 and PP RI No 82 Tahun 2001. In the first stage treatment, results showed that efficiency of each parameters TDS, TSS, pH and DO sequentially for sillica sand reactor were 10,86%; 82%; 5,33% and 128,43% (Q1) and 7.41%; 64.57%; 1.42% and 120.03% (Q2). The efficiency of MSL A-Standard were 18.13%; 79.68%; 2.60% and 126.67% (Q1) and 29.99%; 77.76%; 1.62% and 95.80% (Q2) where the MSL A-Standard which consisted silica sand and coconut shell charcoal was the best reactor in the second stage of treatment. The efficiency of MSL B-Modified sequentially were 33.16%; 84.32%; 1.77%; 128.90% (Q1) and 30.80%; 80.54%; 1.50% and 108.19% (Q2). In the third stage of treatment, MSL B-Modified was the most optimal reactor compared to all reactors. Based on measurements of effluent water quality and reactor efficiency as well as an assessment by scoring method it could be seen that MSL B-Modified which formed by silica sand and soil mixture blocks of rice husk charcoal was the most optimal MSL reactor in treating MCK Terpadu’s domestic wastewater.
UPAYA NORMALISASI SUNGAI CILIWUNG DENGAN PENAMPANG GANDA RUAS JEMBARAN KALIBATA - PINTU AIR MANGGARAI KECAMATAN KEBAYORAN BARU DKI JAKARTA Hendrawan, Destianto; Harisuseno, Donny; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan dimensi pada sungai berupa pendangkalan dan penyempitan penampang sungai telah terjadi baik di daerah hulu maupun hilir di sepanjang sungai-sungai yang melewati Jabodetabek. Banyak penampang sungai yang ada di Kota Jakarta tidak mampu lagi menampung debit yang besar. Luapan dari penampang sangat rentan terjadi ketika terjadi hujan dengan curah hujan tinggi dan durasi yang panjang. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan pekerjaan normalisasi penampang Sungai Ciliwung sehingga permasalahan luapan air dapat teratasi. Dalam studi ini tahap awal dilakukan analisis hidrologi untuk menghitung debit banjir rancangan Q25th pada Hulu Sungai Ciliwung. Dengan memanfaatkan data AWLR, kalibrasi nilai Q25th di Jembatan MT. Haryono dilakukan untuk memperoleh nilai debit yang sesuai situasi. Untuk mengetahui tinggi luapan, analisis hidraulika dihitung menggunakan aplikasi HEC-RAS pada penampang eksisting di wilayah studi. Penampang eksisting rata-rata hanya mampu menampung debit sebesar 194,21 m3/dt. Luapan yang terjadi pada 25 titik tersebut, direncanakan dimensi  penampang ganda untuk menahan luapan debit banjir Q25th. Perhitungan penampang normalisasi sungai digunakan Interface Vertical Method. Pada penampang normalisasi terdapat dinding penahan berupa sheet pile untuk mempertahankan kondisi penampang. Analisis Tanah untuk bangunan sheet pile ditujukan untuk mengetahui besaran tekanan aktif dan pasif pada tanah, nilai kedalaman penetrasi sheet pile, serta momen maksimumnya. Dari perhitungan tersebut dapt ditentukan spesifikasi/mutu beton yang digunakan. Berdasarkan perencanaan normalisasi yang telah dilakukan penampang dapat menampung hingga 809,06 m3/dt/. Debit banjir Q25th sebesar 334,3 m3/dt mampu ditahan oleh penampang normalisasi dan bangunan sheet pile mampu menahan tekanan pada tanah sehingga kondisi penampang dapat dipertahankan. Untuk sheet pile didapat total panjang sheet pile yang dibutuhkan adalah sepanjang 13 m dengan kedalaman penetrasi 7,68 m.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN PELIMPAH OVERFLOW PADA BENDUNGAN SEMANTOK KABUPATEN NGANJUK PROVINSI JAWA TIMUR Sovereign, Sefaca Markchel; Sumiadi, Sumiadi; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi alternatif perencanaan bangunan pelimpah Bendungan Semantok adalah salah satu kajian penting dari perencanaan Bendungan Semantok. Studi ini diawali melaluli tahapan awal dimulai dari merencanakan bangunan pelimpah sesuai dengan pertimbangan topografi, hidrologi, serta hidraulika”.“Berikutnya adalah menganalisa mengenai stabilitas terhadap ambang pelimpah dan dinding penahan yang kemudian ditinjau dari stabilitas guling, geser, dan daya dukung tanah”. Hasil studi ini mendapatkan hasil analisa berupa desain pelimpah overflow dengan perencanaan hidraulika pelimpah yang telah memenuhi untuk kondisi Q100th, Q1000th, QPMF.“Berikutnya merencanakan bentuk dinding penahan yaitu menggunakan dinding tipe gravity wall”. Berikutnya dilakukan analisa berupa stabilitas guling dan daya dukung tanah pada ambang pelimpah dan dinding penahan sudah memenuhi persyaratan. Daya dukung tanah pada ambang pelimpah dan dinding penahan mampu menahan tegangan yang terjadi pada bangunan. Alternative study of planning of Semantok DAM is one of the important studies of Semantok DAM planning. The initial stage of this study is planning the appropriate spillway construction related to topography, hydrology and hydraulics. The next step is analyzing the stability of spillway and retaining wall from overturning, shear and bearing capacity. The result of the analysis showed that the overflow spillway which designed through hydraulic planning has met the condition for Q100th, Q1000th, QPMF. Furthermore, planning of retaining wall using gravity wall type. Moreover, the analysis of overturning stability and bearing capacity for the spillway and retaining walls have met the requirements. However, the bearing capacity of spillway and retaining walls can overcome the stress of the building. 
PENENTUAN HARGA AIR BERSIH UNTUK PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN WONOASRI KABUPATEN MADIUN Hidayah, Mita Nur; Andawayanti, Ussy; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan utama bagi manusia. Pemenuhan kebutuhan air bersih yang sehat bagi penduduk, mutlak diperlukan sepanjang sejarah hidup manusia. PDAM Unit Wonoasri merupakan salah satu unit yang dikelola oleh PDAM Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun. PDAM Unit Wonoasri melayani 7 desa yaitu Desa Sidomulyo, Jatirejo, Plumpungrejo, Wonoasri, Ngadirejo, Dimong, dan Sirapan. Pada kondisi eksisting tahun 2016 PDAM Unit Wonoasri melayani 1163 SR. Pada tahap pengembangan dilakukan penambahan pipa di Desa Tulungrejo, dengan panjang pipa distribusi air bersih 1,59 km. Dalam penelitian dilakukan evaluasi terhadap kondisi hidrolis eksisting berupa kontrol kecepatan (0,1 – 2,5 m/s), tekanan (0,5 – 8 atm), dan headloss gradient (0 – 15 m/km). Selain untuk mengetahui kinerja jaringan penyedia air bersih eksisting juga digunakan sebagai dasar pengembangan.  Simulasi jaringan distribusi air bersih dibantu oleh program WaterCAD. Dari analisa pengembangan dilakukan penambahan pompa baru, PRV, pergantian diameter, dan didapat bahwa sistem jaringan distribusi air bersih telah memenuhi standar. Nilai kecepatan maksimum adalah 0,75 m/s, nilai tekanan maksimum adalah 3,25 atm , dan nilai headloss gradient adalah sebesar 3,684 m/km. Dari hasil analisa ekonomi   diperoleh harga air sebesar Rp 2.877,65 didapat saat nilai B = C dan harga air Rp 3.200 didapat saat nilai B/C > 1,11.   Water is one of the main needs for humans. Compliance of healthy water needs for residents, absolutely necessary throughout the history of human life. Water is a primary need for humans. PDAM Unit Wonoasri is one of units of PDAM Tirta Dharma Purabaya Madiun Regency. PDAM Unit Wonoasri serves seven villages that are Sidomulyo village, Jatirejo, Plumpungrejo, Wonoasri, Ngadirejo, Dimong, and Sirapan. In 2016 the existing condition of PDAM Unit Wonoasri served 1163 SR. The development phase, additional pipeline network  was carried out in Tulungrejo village with 1,59 km of clean water distribution pipes. In this research, the evaluation was carried on the existing hydraulic condition in the form of velocity value control (0.1 – 2.5 m/s), pressure (0.5 – 8 atm), and Headloss gradient (0 – 15 m/km). In addition to knowing the performance of the clean water supply network, existing is also used as a basis for development. Simulation of network distribution of clean water carried out with the aid of WaterCAD  program. From the analysis of the development, need additional of new pumps, and pressure reducing valve, pipe diameter replacement, and found that the network distribution of clean water had met the standard.  The maximum speed value is 0,75 m/s, the maximum pressure is 3,25 atm, and the headloss gradient is 3,684 m/km . From the economic analysis the result of the calculation obtained water price is Rp 2.877,65 when B = C and the price of water is Rp 3.200 when B/C > 1,11.  
PENGEMBANGAN DAN ANALISA EKONOMI PENENTUAN HARGA AIR PADA JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI SUMBER WONOTAKAN KECAMATAN BERBEK KABUPATEN NGANJUK Sari, Devi Ratna_Resita; Andawayanti, Ussy; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air sangat berperan penting dalam kehidupan manusia, dengan semakain meningkat laju pertumbuhan penduduk maka semakin meningkat kebutuhan air bersih. Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih yang semakin meningkat, maka PDAM Kabupaten Nganjuk perlu mengkaji kembali kebutuhan air bersih untuk meningkatkan pelayanan dengan melakukan pengembangan jaringan distribusi air bersih di wilayah Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air bersih selama 15 tahun mendatang serta menentukan harga air setelah adanya pengembangan. Untuk mengetahui hal tersebut maka dilakukan evaluasi jaringan eksisting dan pengembangan menggunakan program waterCAD v8i, serta penentuan harga air dengan analisa ekonomi menggunakan Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate Return, Analisa Payback, Analisa Sensitivitas. Hasil evalusai eksisting terdapat tekanan dan kecepatan yang tidak memenuhi kriteria, kemudian hasil simulasi pada tahap pengembangan dilakuka pergantian pipa, penambahan pompa baru, penambahan Pressure Reducer Valve (PRV), dan hasil analisa ekonomi Penetapan harga air sebesar Rp. 1.981 pada saat kondisi B=C dan harga air sebesar Rp. 2.200 pada saat B/C > 1,11   Water is an important for human life, with the increasing rate of population growth then increasing amount of water required. To know the amount of water required, Water Supply Company of Nganjuk needs to review the need for clean water to be able to improve services by developing clean water distribution networks in Berbek District area of ​​Nganjuk Regency. This study aims to determine the need for clean water for the next 15 years and  the water pricing after the development. To find this out, an evaluation of the existing network used the waterCAD v8i program, and water pricing with economic analysis used Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate Return, Payback Analysis, Sensitivity Analysis. The results of the existing evaluation contained pressure and speed that unqualified, the simulation results at the development stage by changing the pipes, add new pumps, add Pressure Reducer Valve (PRV), and economic analysis results. Determination of water prices is 1,981 IDK at the condition B = C and water price is 2,200 IDK at B / C> 1.11.
ANALISIS EROSI BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KALI LAMONG PROVINSI JAWA TIMUR Sari, Devi Puspita; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Lamong merupakan salah satu DAS yang terdapat pada Wilayah Sungai Bengawan Solo di Provinsi Jawa Timur. Peningkatan jumlah penduduk pada DAS Kali Lamong berakibat terjadinya alih fungsi lahan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui besar laju erosi dan sedimen dengan arahan konservasi lahan untuk meminimalkan permasalahan pada lokasi tersebut. Pendugaan laju erosi dengan metode MUSLE dan sedimen dengan menghitung SDR. Hasil analisa menunjukan laju erosi rata-rata dari tahun 2008-2017 sebesar 49219,495 ton/ha/th dan besar sedimen rata-rata 1797,759 ton/ha/th. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan DAS Kali Lamong memiliki 4 kategori indeks bahaya erosi, diantaranya rendah 32,989 %, sedang 35,704 %, tinggi 15,719 %, dan sangat tinggi 15,587 %. Untuk mengendalikan hal tersebut dilakukan upaya konservasi lahan secara vegetatif, sehingga mampu mereduksi erosi sebesar rata-rata 35,733 %, dan sedimen rata-rata 35,898%. The Kali Lamong watershed is one of the watersheds located in Bengawan Solo River Basin, East Java Province. The increase in population in the Kali Lamong watershed has resulted in land conversion. Thisjstudyjaimsjto determine thejmagnitudejofjerosionjand sediment rates with the conservation directives in the Kali Lamong watershed is needed to minimize problems at these locations. Estimation of erosion rates by the MUSLE method and sediments by calculating SDR. The analysis showed the average erosion rate from 2008-2017 was 49219,495 tons / ha / yr and the average sediment size was 1797,759 tons / ha / yr. From the results of calculations that have been done in the Kali Lamong watershed have 4 categories of erosion hazard index, including low 32,989%, medium 35,704%, high 15,719%, and very high 15,587%. To control this, vegetative conservation efforts are carried out, so as to reduce erosion by an average erosion rate of 35,733%, and an average sediment of 35,898%.
KAJIAN TENTANG ALTERNATIF STRUKTUR PENAHAN UNTUK MENGATASI MASALAH PERGERAKAN TANAH PADA JALAN PROVINSI TRENGGALEK-PONOROGO KECAMATAN TUGU KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR Sucahya, Mohammad Ary; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia sangat banyak terjadi bencana alam, salah satu bencana alam yang sering terjadi adalah berupa tanah longsor. Dalam pembangunan Bendungan Tugu terkendala keberadaan jalan Provinsi Trenggalek-Ponorogo (Km16+712-17+000), dimana jalan tersebut berada di posisi terdekat dengan tubuh Bendungan Tugu, sebagai solusinya jalan tersebut harus direlokasi dan diberi struktur penahan tanah. Berdasarkan hasil analisis lereng di jalan Provinsi Trenggalek-Ponorogo (Km 16+712-17+000) menggunakan software GeoStudio 2012 dengan metode bishop, dapat disimpulkan bahwa faktor keamanan lereng sebelum adanya alternatif sebagai berikut; (a) kondisi tanpa gempa pada Cross STA 0+075, Cross STA 0+125, dan Cross STA 0+175 nilai faktor keamanan < 1.50, maka lereng tidak aman, (b)  kondisi lereng dengan gempa < 1.25, maka lereng tidak aman. Sedangkan hasil analisis lereng setelah adanya Alternatif 1 bored pile, Alternatif 2 dinding penahan tanah kantilever, dan Alternatif 3 dinding penahan tanah dengan bored pile sebagai berikut; (a) kondisi tanpa gempa nilai faktor keamanan > 1.50, maka lereng aman, (b) kondisi dengan gempa nilai faktor keamanan > 1.25, maka lereng aman. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan dalam pengamanan lereng sebagai berikut; (a) Alternatif 1 bored pile sebesar Rp. 18,111,500,000,00 terbilang delapan belas milyar seratus sebelas juta lima ratus ribuh rupiah. In Indonesia there are a lot of natural disasters occurs; one of the natural disasters that often occur is landslide. The construction of Tugu Dam is constrained with the present of Provincial Road of Trenggalek-Ponorogo (Km 16+712-17+000. The road is in the nearest position within the main body of Tugu Dam. The solutions are to relocate that road and using the soil retaining structures. Based on the slope analysis results using GeoStudio 2012’s software with Bishop’s Method, can be concluded that the slope safety factor before the present of alternatives as follows: (a) slope without earthquake condition in Cross STA 0+075, Cross STA 0+125, and Cross STA 0+175 the safety factor number is < 1.50, then the slope is unsafe, (b) slope with earthquake condition is < 1.25, then the slope is unsafe. While the slope analysis results after the present of Alternative 1 bored pile, Alternative 2 soil retaining wall with cantilever, and Alternative 3 soil retaining wall with bored pile as follows: (a) the safety factor number without earthquake condition is > 1.50, then the slope is safe, (b) the safety factor number with earthquake condition is > 1.25, them the slope is safe. The calculation of budget plan is needed for the slope safety planning as follows: (a) Alternative 1 bored pile is Rp. 18,111,500,000,00 (eighteen billion one hundred eleven million and five hundred thousand Rupiahs).
KAJIAN TENTANG ALTERNATIF STRUKTUR PENAHAN UNTUK MENGATASI MASALAH PERGERAKAN TANAH PADA JALAN PROVINSI TRENGGALEK-PONOROGO KECAMATAN TUGU KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR sucahya, mohammad ary; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia sangat banyak terjadi bencana alam, salah satu bencana alam yang sering terjadi adalah berupa tanah longsor. Dalam pembangunan Bendungan Tugu terkendala keberadaan jalan Provinsi Trenggalek-Ponorogo (Km16+712-17+000), dimana jalan tersebut berada di posisi terdekat dengan tubuh Bendungan Tugu, sebagai solusinya jalan tersebut harus direlokasi dan diberi struktur penahan tanah. Berdasarkan hasil analisis lereng di jalan Provinsi Trenggalek-Ponorogo (Km 16+712-17+000) menggunakan software GeoStudio 2012 dengan metode bishop, dapat disimpulkan bahwa faktor keamanan lereng sebelum adanya alternatif sebagai berikut; (a) kondisi tanpa gempa pada Cross STA 0+075, Cross STA 0+125, dan Cross STA 0+175 nilai faktor keamanan < 1.50, maka lereng tidak aman, (b)  kondisi lereng dengan gempa < 1.25, maka lereng tidak aman. Sedangkan hasil analisis lereng setelah adanya Alternatif 1 bored pile, Alternatif 2 dinding penahan tanah kantilever, dan Alternatif 3 dinding penahan tanah dengan bored pile sebagai berikut; (a) kondisi tanpa gempa nilai faktor keamanan > 1.50, maka lereng aman, (b) kondisi dengan gempa nilai faktor keamanan > 1.25, maka lereng aman. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan dalam pengamanan lereng sebagai berikut; (a) Alternatif 1 bored pile sebesar Rp. 18,111,500,000,00 terbilang delapan belas milyar seratus sebelas juta lima ratus ribuh rupiah. In Indonesia there are a lot of natural disasters occurs; one of the natural disasters that often occur is landslide. The construction of Tugu Dam is constrained with the present of Provincial Road of Trenggalek-Ponorogo (Km 16+712-17+000. The road is in the nearest position within the main body of Tugu Dam. The solutions are to relocate that road and using the soil retaining structures. Based on the slope analysis results using GeoStudio 2012’s software with Bishop’s Method, can be concluded that the slope safety factor before the present of alternatives as follows: (a) slope without earthquake condition in Cross STA 0+075, Cross STA 0+125, and Cross STA 0+175 the safety factor number is < 1.50, then the slope is unsafe, (b) slope with earthquake condition is < 1.25, then the slope is unsafe. While the slope analysis results after the present of Alternative 1 bored pile, Alternative 2 soil retaining wall with cantilever, and Alternative 3 soil retaining wall with bored pile as follows: (a) the safety factor number without earthquake condition is > 1.50, then the slope is safe, (b) the safety factor number with earthquake condition is > 1.25, them the slope is safe. The calculation of budget plan is needed for the slope safety planning as follows: (a) Alternative 1 bored pile is Rp. 18,111,500,000,00 (eighteen billion one hundred eleven million and five hundred thousand Rupiahs).
STUDI PENYUSUNAN ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN DAERAH IRIGASI KARANG ASEM KECAMATAN SUGIO KABUPATEN LAMONGAN Zuanita, Erlin; Ismoyo, M. Janu; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dan pembangunan di bidang pertanian menjadi prioritas utama. Berbagai cara dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi, salah satunya dengan meningkatkan intensitas tanam dan pemberian air irigasi yang efektif dan efisien. Studi ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks kinerja sistem irigasi dan besar angka kebutuhan nyata operasi dan pemeliharaan. Penilaian menggunakan blangko yang sesuai dengan peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rayat Republik Indonesia nomor 12/PRT/M/2015 tentang eksploitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Nilai indeks kinerja eksisting daerah irigasi Karang asem sebesar 53,83% yang berarti kurang dan perlu diperhatikan. Rencana kegiatan operasi dan pemeliharaan meliputi: melaksanakan pola tanam yang sudah direncanakan dan sudah disetujui oleh dinas, melaksanakan pembagian dan pemberian air sesuai dengan pedoman yang direncanakan, mengatur pintu air yang ada di bangunan utama dan bangunan pelengkap, penambahan personil dalam kegiatan pemeliharaan, memberikan minyak pelumas pada bagian pintu, pengecatan pintu, membersikan tanaman liar, sampah dan kotoran yang ada disekitar saluran dan bangunan.  Besar Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan di Daerah Karang Asem sebesar Rp. 235,132,238.34.  Indonesia is an agricultural country and the development in agriculture becomes a top priority. Various ways can be done to increase production, one of them by increasing the intensity of planting and irrigation water delivery is effective and efficient. This study aims to know the value of the performance index of irrigation systems and large numbers of real needs of operation and maintenance. Assessment using printing in accordance with the regulation of the Minister of Public Works and housing of the Republic of Indonesia number 12/PRT/M/2015 concerning the exploitation and maintenance of irrigation networks. The value of existing performance index of Karang Asem irrigation area 53.83% which means less and worth noting. Planned operation and maintenance activities include: Implementing a planned planting pattern and has been approved by the service, implementing the division and water supply in accordance with the planned guidelines, regulating the existing water doors in the main building and auxiliary buildings, the addition of personnel in the maintenance activities, providing lubricating oil on the door, painting the door, giving the crops, garbage and dirt that exist around the channel. Large number of real needs of operation and maintenance in the area of Karang Asem Rp. 235,132,238.34.
ANALISIS EROSI DAN KEKRITISAN LAHAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HULU Nustyani, Fauziyah; Andawayanti, Ussy; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di kawasan DAS Citarum Hulu proses penebangan hutan dan perubahan hutan menjadi pertanian menjadi salah satu penyebab terjadinya erosi. Alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan pengelolaan DAS yang tidak sesuai kaidah konservasi menimbulkan dampak yang sangat besar. Studi ini bertujuan untuk mengetahui besarnya laju erosi, hasil sedimen, indeks bahaya erosi dan tata guna lahan yang sesuai dengan arahan fungsi kawasan di DAS Citarum Hulu. Metode penelitian yang digunakan untung mengetahui hasil erosi dan sedimen ditentukan berdasarkan metode MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) dan SDR (Sediment Delivery Ratio), untuk arahan fungsi kawasan ditentukan berdasarkan Kementrian Kehutanan. Hasil penelitian menunjukan besarnya erosi rata-rata di DAS Citarum Hulu sebesar 5.438.162,816 ton/ha/th dan sedimen rata-rata 145.205,903 ton/ha/th. Hasil ini menunjukan DAS Citarum Hulu termasuk dalam DAS yang indeks bahaya erosinya sangat tinggi, dengan kriteria 53,15 % sangat tinggi, 9,87 % tinggi, 18,78% sedang dan 18,20% rendah. Dari peta tataguna lahan rekomendasi yang sudah dibuat, dengan mengubah tata guna lahan tegalan menjadi hutan (sesuai dengan arahan fungsi kawasan DAS Citarum Hulu) menunjukan penurunan erosi sebesar 39,613 % dan sedimen sebesar 38,664 %. In the Upper Citarum Watershed, deforestation and changing forests to farm land is one of the causes of erosion. Land use change with incompability and management of watershed are not accordance with the rules of conservation have a major impact. This study aims to determine the magnitude of the erosion rate, sediment yield, erosion hazard index and land use in accordance with the direction of the function of the area in the Upper Citarum Watershed. The research method used to determine the erosion and sediment results is determined based on the MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) and SDR (Sediment Delivery Ratio) methods, for the direction of regionaal function based on the Ministry of Forestry. The results showed the average of erosion in the Upper Citarum Watershed is 5,438,162,816 tons / ha / yr and sediment averaged is 145,205,903 tons / ha / yr. From this result, the Upper Citarum Watershed in danger of high erosion , with criteria 53.15% very high, 9.87% high, 18.78% moderate and 18.20% low. From the land use map recommendations that have been made, by changing the land use of dry field (moor) into forests (according to the direction of the function of the Upper Citarum watershed area) showed a decrease in erosion of 39.613% and sediment by 38.664%