cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
KAJIAN HIDROLIKA BANGUNAN PELIMPAH SAMPING (SIDE CHANNEL SPILLWAY) BENDUNGAN TIU SUNTUK KABUPATEN SUMBAWA BARAT DENGAN UJI MODEL FISIK 1:60 DRIANTAMA, AL GHIFARY; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Mengingat fungsi dari Bendungan Tiu Suntuk adalah untuk mengendalikan banjir yang sering terjadi akibat meluapnya Sungai Brang Rea dan Brang Ene, maka perlu dilaksanakan uji model fisik untuk memperoleh kesempurnaan desain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memahami fenomena hidrolika aliran pada Bangunan Pelimpah Samping Bendungan Tiu Suntuk dengan skala uji model fisik 1:60. Analisa hidrolika aliran pada bangunan pelimpah menggunakan persamaan kontinuitas dengan pendekatan metode Iwasaki, kemudian saluran transisi dan saluran peluncur menggunakan metode tahapan standar, dan yang terakhir saluran samping serta peredam energi menggunakan hukum persamaan momentum. Untuk mengetahui bahaya aliran getar serta kavitasi masing-masing dianalisis menggunakan bilangan Vendernikov – Montuori dan indeks kavitasi sebagai parameter tak berdimensi. Hasil pengujian original desain menunjukkan terjadinya aliran silang pada kaki pelimpah dikarenakan bentuk ujung pilar yang tumpul sehingga dilakukan perbaikan dengan mengganti sudutnya menjadi lebih tajam dan menurunkan elevasi dasar saluran samping sebesar 2,0 m dari elevasi +85,50 m menjadi +83,50 m demi tercapainya bilangan Fr < 0,4. Kemudian, loncatan hidrolik yang terjadi di luar ruang kolam olak pada debit banjir Q25th–Q1000th, mengakibatkan aliran turbulen dan tergerusnya dasar saluran, hal ini perlu diperbaiki dengan menurunkan elevasi dasar kolam olak sebesar 2 m dari +40,0 m ke +37,0 m. ABSTRACT: Considering the function of Tiu Suntuk Dam as flood control that often occurs due to the overflowing of the Brang Rea and Brang Ene Rivers, it is necessary to carry out a physical model test to obtain optimal design. This study objective is to discover and conceive the phenomenon of hydraulic flow of Side Channel Spillway of Tiu Suntuk Dam with a 1:60 scale of physical model test. The hydraulic flow analysis on side spillway uses the approach of continuity equation of Iwasaki method, then the hydraulic flow on transition and chute channel use the standard step method, last but not least on side channel and stilling basin use momentum conservation law. To determine the risk of vibration flow and cavitation, each section along spillway channel was analyzed using the Vendernikov - Montuori number and dimensionless parameter of cavitation index.The original design test shown that the occurrence of cross flow on the spillway base due to the planning of the blunt shape of the pillar tip so the refinements were made such as substituting to a sharper angle and lowering the elevation base of the side channel by 2.0 m from an elevation of +85.50 m to +83.50 m in order to achieve the Fr <0.4. Then, the hydraulic jumps that still occur outside the stilling basin at the 25 to 1000 years of return period flood discharge resulting in turbulent flow and erosion of the channel bottom, by lowering the elevation base of stilling basin by 2 m from +40,0 m to +37,0 m is the solution.
Studi Evaluasi Stabilitas Lereng dan Perencanaan Perkuatan Lereng di PLTA Orya-Genyem Distrik Unurum Guay Kabupaten Jayapura Provinsi Papua Menggunakan Aplikasi Software Geostudio Slope/W 2012 Ramadhan, Ridwan; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Orya-Genyem 2 x 10 MW terletak di Kampung Nimbotong, Distrik Unurum Guay, Kabupaten Jayapura. Pembangkit ini telah beroperasi sejak tahun 2015 dan sangat bermanfaat dalam menopang kebutuhan kelistrikan di Papua, khususnya daerah Genyem dan sekitarnya. Namun dalam perkembangannya, berdasarkan informasi di lapangan terjadi beberapa kerusakan pada struktur di sekitar area Powerhouse dan Switchyard PLTA Orya - Genyem yang cukup meresahkan. Kerusakan tersebut antara lain: pecah atau retaknya struktur drainase switchyard, penurunan tanah di area switchyard, dan lain-lain. Beberapa kerusakan ini mengindikasikan adanya pergerakan tanah di sekitar Powerhouse dan Switchyard PLTA Orya - Genyem. struktur tanahnya sebagian besar berupa batuan kapur dan batuan lempung, yang bila mana pada kondisi musim kemarau batuan itu akan mengeras dan pada musim penghujan akan mudah tergerus. Hal ini cukup mengkhawatirkan mengingat struktur tersebut merupakan bagian penting dari pembangkit ini. Angka keamanan lereng eksisting rata-rata 1,20 yang menandakan lereng ini dalam kondisi yang tidak stabil. Dibutuhkan usaha perkuatan berupa bore pile dan pelengsengan yang direncanakan menggunakan aplikasi geostudi Slope/W 2012. Setelah diaplikasikan, angka keamanan dari lereng yang diuji rata2 1,86 yang menandakan bahwa lereng tersebut dalam kondisi stabil. Estimasi biaya yang diperlukan untuk membaangun Borepile dan pelengsengan sebesar Rp. 8.231.880.000,00. Hydroelectric power station (PLTA) orya-genyem 2 x 10 MW located in Nimbotong Village, Unurum Guay District, Jayapura Province. This power station has been operated since 2015 and very helpful in support electricity needs in Papua, especially for Genyem District area. But in progress , based on the field report drainage structures around powerhouse area and switchyard are Collapse or crack, land subsidence around switchyard area, etc. This indicates land movement around powerhouse and switchyard PLTA Orya – Genyem. Soil structure of PLTA area mostly composed by lime stone and clay stone. Which is in dry season the soil will be solid, in reverse, wet season it easily eroded. It is quite worrying considering that structure is an important part of this plant. Safety factor average of existing slope in this area are 1,20, it indicates the slope is in unstable condition. It needs a revertmen, such as bore pile and land cutting using Geostudio Slope/W 2012 application. After it applied to the slope, the safety factor become 1,86. in other word the slope is stable. Estimated cost needed to build borepile and land cutting is Rp. 8.231.880.000,00.