cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Studi Perencanaan Terminal Structure Saluran Induk Awen di Daerah Irigasi Singomerto Kabupaten Banjarnegara Muhammad, Saifuddin; Priyantoro, Dwi; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kali Awen merupakan saluran alam yg seluruh bagiannya dari tanah berfungsi sebagai saluran pembuang dari kelebihan air DI. Blimbing dan air hujan. Pada masa intensitas hujan tinggi, Saluran Induk Awen pada ruas saluran bendung – B.Aw.2a terjadi limpasan (overtopping) pada ruas tersebut hingga menyebabkan banjir pada daerah sekitar. Fungsi dari bangunan B.Aw.2a ini sebagai bangunan pengatur debit kebutuhan irigasi untuk DI. Awen sebesar 402 ha (0,738 m3/dt) dan DI. Kertayasa 725 ha (1,320 m3/dt) serta sebagai penggelontoran sedimen di Saluran Induk Awen. Oleh karena pengoperasian pintu air (Bendung Awen dan Bangunan B.Aw.2a) dilakukan secara manual dan faktor keterbatasan jumlah tenaga UPT maka sering terjadinya keterlambatan di waktu proses pembukaan pintu air yang mengakibatkan banjir pada bagian hulu bangunan bagi (B.Aw.2a). Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya inovasi (pengembangan) terhadap bangunan B.Aw.2a saat ini, yaitu merencanakan bangunan terminal structure dengan berbagai pertimbangan pola operasi pintu di Bendung Awen. Apabila bangunan terminal structure ini terwujud, maka Sal Induk Awen mampu mengalirkan debit rencana sebesar 2,602 m3/dt dengam kedalaman air 1,23 m (tidak terjadi peluapan karena masih tersedia tinggi jagaan 0,97 m) dengan bukaan pintu tersier Awen 0,40 m dan tinggi air di atas ambang setinggi 0,625 m. Estimasi biaya yang diperlukan untuk membangun bangunan terminal structure dengan peredam energi USBR tipe III Modifikasi sebesar RP. 817.597.600,00.Awen River is an earth-natural canal that has a function to drain excess of water from DI. Blimbing and rain water. During periods of high rainfall, the overtopping had been occured at Awen Main Canal in the weir - B.Aw.2a segment; it can cause flooding in the surrounding area. The function of this B.Aw.2a structure is to regulate the water irrigation need for DI. Awen of 402 ha (0,738 m3/s) and DI. Kertayasa 725 ha (1,320 m3/s) and to flush sediment in the Awen Main Canal. Under the fact that the operation of the floodgates (Awen Weir and Building B.Aw.2a) is done manually and the limitation of UPT personnel, there is often a delay in the process of opening the floodgates which causes flooding in the upper part of the building for (B.Aw.2a). To solve these problems, it is necessary to have an innovation (development) on the existing B.Aw.2a structure, which is to plan the terminal structure building with various operating considerations of the floodgates in the Awen Dam. If the terminal structure can be built, then the Awen Main Canal is able to flow a planned discharge of 2,602 m3/s with a depth of 1,23 m of water (no overflow occurs because there is still a 0,97 m of free-board) with a 0,40 m Awen tertiary gate opening and water levels above a threshold as high as 0,625 m. Estimated cost needed to build a terminal structure building with a USBR type III Modified energy damper is Rp. 817,597,600.00.
PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BAKU DI DESA NGLINGGIS KECAMATAN TUGU KABUPATEN TRENGGALEK DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI WATERCAD V8I. Nugraha, Aldi; Haribowo, Riyanto; Sholichin, Moh
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Nglinggis merupakan desa yang terletak di Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek, dalam kesehariannya dalam memenuhi kebutuhan air baku warga di Desa Nglinggis sangat mengandalkan sumber air tanah, akan tetapi tidak semua warga memilikinya. Dengan dibangungnnya Bendungan Tugu di Desa Nglinggis yang dapat dijadikan suplai air baku untuk memenuhi kebutuhan air baku. Tujuan dari penelitihan ini merupakan untuk merencanakan sistem jaringan air baku di Desa Nglinggis, meliputi aspek hidrolika, kualitas air, dan ekonomi. Dalam perhitungan hidrolika dan kualitas air memakai program WaterCAD V8i. Sedangkan untuk perhitungan ekonomi dilakukan dengan cara manual dengan menggunakan program Excel, hasil dari analisa menunjukan kondisi hidrolis jaringan pipa masih pada batas persyaratan teknis yang ditentukan, dengan kecepatan sebesar 0,100 m/dt – 1,293 m/dt, headloss gradient 0,074 m/km – 14,557 m/km dan tekanan 1,105 atm – 9,986 atm, sedangkan untuk sisa klorin 0,300 mg/l – 0,400 mg/l. Analisa ekonomi menunjukan harga air rendah sebesar Rp. 2.242,20/m3 dengan nilai proyek sebesar Rp. 681.716.000,00.Nglinggis Village is a village located in Tugu Subdistrict, Trenggalek Regency, in its daily life in meeting the raw water needs of residents in Nglinggis Village, they rely heavily on ground water sources, but not all residents have them. With the construction of the Tugu Dam in Nglinggis Village that can be used as raw water supply to meet the needs of raw water. The purpose of this research is to plan the raw water network system in Nglinggis Village, covering aspects of hydraulics, water quality, and economy. In the calculation of hydraulics and water quality using the WaterCAD V8i program. Whereas for economic calculations done manually using the Excel program, the results of the analysis showed the hydraulic conditions of the pipeline are still within the limits of the specified technical requirements, with speeds of 0.100 m / s - 1,293 m / s, headloss gradient 0.074 m / km - 14,557 m / km and a pressure of 1,105 atm - 9,986 atm, while for the remaining chlorine 0,300 mg / l - 0,400 mg / l. Economic analysis shows a low water price of Rp. 2,242.20 / m3 with a project value of Rp. 681,716,000.00.
PERKIRAAN TINGGI CURAH HUJAN DARI DATA KLIMATOLOGI MENGGUNAKAN MODEL ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) DI KOTA PALEMBANG SUMATERA SELATAN Mufadhal, Kms. Muhammad; Suhartanto, Ery; Wahyuni, Sri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkiraan parameter klimatologi terutama hujan menjadi kebutuhan seluruh wilayah Indonesia. Seperti halnya bencana banjir akibat hujan yang lebat atau bencana kekeringan dimana tidak ada ketersediaan air. Semua itu bisa diantisipasi dengan informasi yang akurat mengenai seberapa besar curah hujan yang turun di daerah dalam kurun waktu tertentu. Sekarang pemodelan telah sering diaplikasikan dalam berbagai ilmu pengetahuan, pemodelan hidrologi bisa menjadi jawaban dari kurangnya informasi yang dibutuhkan dalam sebuah analisis sumber daya air. Dalam studi ini dilakukan untuk mengetahui estimasi tinggi curah hujan dari data klimatologi  menggunakan metode Jaringan Saraf Tiruan (JST) dengan bantuan perangkat lunak Matlab R2017a. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan model terbaik dalam estimasi data curah hujan dengan data klimatologi. Hasil kalibrasi curah hujan didapatkan pada kalibrasi 16 tahun, dengan arsitektur jaringan TRAINLM dengan epoch 1500 dan layer sebanyak 5, didapatkan kesesuaian pemodelan sebesar NSE = 0,54, RMSE = 99,37, dan R = 0,74. Untuk hasil verifikasi terbaik didapatkan pada verfifikasi 1 tahun dengan kesesuaian sebesar NSE = 0,41, RMSE = 87,32, dan R = 0,65. Estimated parameters of climatology, especially the rain into the needs of the whole of Indonesia as flood disaster due to heavy rains or drought where there is no availability of water. All of that can be anticipated with accurate information on how much rainfall that fell in the area within a certain time. Modelling is now a common tool in many fields of scientific endeavor, that it could provide answer for the lack of hydrology data for analysis of water resources problem. In this study, estimate of rainfall based on climatology by using Artificial Neural Network (ANN) method which is developed with the Matlab R2017a. It aimed to find the best model estimated rainfall with climatology data. It was showed that, the developed artificial neural networks model with the best calibration was at 16 years using TRAINLM with 1500 epochs. The performances of the model NSE = 0,54, RMSE =99,37, and R = 0,74, the best verification of the model with performances NSE =0,41 , RMSE =87,32, and R = 0,65.
PEMETAAN SEBARAN KUALITAS AIR TANAH BERDASARKAN INDEKS KUALITAS AIR IRIGASI DI KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG pratama putra, i wayan ari yoga; Siswoyo, Hari; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air tanah yang digunakan sebagai sumber air untuk irigasi di Kecamatan Gerokgak belum sepenuhnya teridentifikasi ataupun dipetakan kualitasnya. Kualitas air tanah sebagai sumber irigasi berkaitan dengan kesesuaian jenis tanaman yang dapat diusahakan pada lahan pertanian setempat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran kualitas air tanah sebagai dasar untuk penentuan kesesuaian jenis tanaman yang dapat diusahakan pada lahan pertanian agar dihasilkan keuntungan yang optimal. Penelitian ini dilakukan di 10 lokasi sumur produksi untuk irigasi yang tersebar di Kecamatan Gerokgak. Identifikasi kualitas air tanah dilakukan dengan menggunakan model indeks kualitas air irigasi (IWQI). Berdasarkan hasil penelitian dapat ditunjukkan bahwa indeks kualitas air tanah untuk irigasi di lokasi penelitian berada dalam dua kategori, yaitu batasan penggunaan air sedang (MR) dengan nilai berkisar 65,25 – 69,25 seluas 44,95 km2, dan batasan penggunaan air rendah (LR) dengan nilai berkisar 70,19 – 80,10 seluas 232,85 km2. Kualitas air MR dapat diberikan pada jenis tanaman  kacang tanah, jagung, kubis, terong, kedelai dan anggur, sementara itu kualitas air LR dapat diberikan pada tanaman kedelai dan kacang tonggak/undis.Groundwater that is used as a source of water for irrigation in Gerokgak District has not yet been fully identified or mapped in quality. The quality of groundwater as a source of irrigation is related to the suitability of the types of plants that can be cultivated on local agricultural land. The purpose of this research is to map the distribution of groundwater quality as a basis for determining the suitability of plant species that can be cultivated on agricultural land in order to produce optimal profits. This research was conducted at 10 locations of production wells for irrigation which are spread in Gerokgak District. Identification of ground water quality is done using the irrigation water quality index (IWQI) model. Based on the results of the study it can be shown that the index of ground water quality for irrigation in the study site falls into two categories, namely the moderate restriction water use (MR) with values ​​ranging from 65,25 – 69,25 covering an area of ​​44,95 km2, and the low restriction water use (LR) with values ​​ranging from 70,19 – 80,10 covering 232,85 km2. MR water quality can be given to peanut, corn, cabbage, eggplant, soybean and grape, while LR water quality can be given to soybean and milestone.
PENILAIAN KINERJA JARINGAN IRIGASI AIR TANAH DI DAERAH ONCORAN SDMJ 571 KECAMATAN KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO Rahayu, Kurnia Yuliyanti; Prayogo, Tri Budi; Siswoyo, Hari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan irigasi air tanah di daerah oncoran SDMJ 571 Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto telah berjalan lebih dari 5 tahun. Untuk itu dibutuhkan penilaian kinerja sistem irigasi dalam rangka menggambarkan pengelolaan sistem irigasi. Penilaian kinerja sistem irigasi mengacu kepada Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Irigasi dilakukan terhadap 6 (enam) parameter yaitu; Prasarana Fisik, Produktivitas Tanam, Sarana Penunjang, Organisasi Personalia, Dokumentasi dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Penilaian indeks kinerja jaringan irigasi air tanah di daerah SDMJ 571 pada aspek teknis dilakukan menggunakan metode observasi lapangan dan pengukuran efisiensi saluran irigasi untuk menilai kinerja parameter prasarana fisik dan sarana penunjang. Selanjutnya dari aspek ekonomi dilakukan penilaian terhadap produktivitas tanaman berupa penilaian faktor K, realisasi luas tanam, pemenuhan kebutuhan air, produktivitas padi dan palawija dan juga nilai panen. Berikutnya dari aspek sosial dilakukan wawancara kepada 34 responden petani mengenai Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Hasil penilaian indeks kinerja jaringan irigasi air tanah di daerah oncoran SDMJ 571 dari aspek teknis mendapatkan nilai sebesar 77,3% pada parameter prasarana fisik dan sarana penunjang termasuk pada kategori rusak ringan dan dibutuhkan pemeliharaan berkala bersifat perawatan yang dilakukan berdasarkan skala prioritas dari aset yang mendapatkan nilai terendah. Kemudian dari segi ekonomi mendapatkan nilai sebesar 74,93% termasuk pada kategori baik dan dibutuhkan upaya peningkatan sistem pemberian air secara rotasi yang tepat. Dari segi sosial mendapatkan nilai sebesar 72,4% termasuk pada kategori baik namun dibutuhkan strategi peningkatan peran P3A dalam pengelolaan jaringan utama yang didukung dengan pelatihan teknis dan pengembangan SDM. Groundwater irrigation system of SDMJ 571 in Kutorejo District Mojokerto Regency has been running for more than 5 years. For this reason, a performance assessment of irrigation system is needed in order to describe the management of irrigation system. Performance assessment of irrigation system refers to the Minister of Public Works and Public Housing No. 12 / PRT / M / 2015 was conducted on 6 (six) parameters, i.e; Physical Infrastructure, Plant Productivity, Supporting Facilities, Personnel Organization, Documentation, and Water User Farmer Association. The performance assessment index of groundwater irrigation system in the SDMJ 571”s area on a technical aspect was conducted directly in the field by observation methods and measurement of the efficiency of irrigation channels to be able to assess the performance of physical infrastructure and supporting facilities assisted by pump operation officers. Furthermore, based on the economic aspect, the calculation of crop productivity, including; K factors, a realization of planting area, a fulfillment of water needs, productivity of paddy and secondary crops and harvest value. Moreover, based on social aspect interviews were conducted with 34 farmer respondents regarding the Water Users Farmers' Association. The result of the performance assessment index of SDMJ 571 groundwater irrigation systems based on technical aspect gave a value of 77.3% in the physical infrastructure and supporting facilities was included in the category of minor damage and required periodic maintance based on priority scale, from the assets that received the lowest value. Subsequently, based on economic aspect, gave a value of 74.93% was included in the good category and need effort to improve the water rotation system. Based on social aspect, a final score of 72.4% was included in the good category and required a strategy to increase the role of Water User Farmer Association in managing the main network supported by technical training and human resources development.
Pemodelan Hidrolik Sistem Kanal Larona Akibat Perbaikan Dasar Saluran Menggunakan Aplikasi HEC-RAS Khoiruddin, Muhammad Fahmi; Dermawan, Very; Wicaksono, Prima Hadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelapisan dasar kanal pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Larona menggunakan material geomembran menyebabkan perubahan kinerja akibat peningkatan kapasitas pengaliran air menuju kolam penenang. Studi ini akan memodelkan dan mengkaji kinerja hidrolik sistem kanal air kondisi eksisting sehingga dapat memberikan usulan bukaan pintu pada bagian pengambilan agar debit yang dialirkan melalui kanal menjadi optimal. Pemodelan hidrolik sistem kanal air Larona menggunakan aplikasi HEC-RAS versi 5.0.7 dengan 2 alternatif pendekatan. Panel kanal air dimodelkan cross section berjumlah 469 buah. Kalibrasi menggunakan estimasi nilai Manning dengan pencocokan data pengukuran kecepatan dan kedalaman aliran. Evaluasi kinerja menggunakan hasil pemodelan dengan melihat elevasi air kolam penenang kemudian memberikan usulan bukaan pintu pengambilan. Model hidrolik menunjukkan hasil kalibrasi cukup baik menggunakan pendekatan alternatif 1. Diperoleh nilai Manning 0.016 untuk kondisi kanal sebelum lining dan 0.013 kondisi setelah lining, dengan kesalahan relatif rerata terkecil yaitu 4,39 %. Usulan bukaan pintu pengambilan mengacu pada pengaliran debit dengan waktu tempuh yang sama sebelum dan sesudah lining sehingga memberikan waktu pengisian yang sama saat aliran menuju headpond. Untuk operasional maksimum maka perlu pengusulan debit masuk dari intake 131.98 m3/detik, sedangkan untuk operasional normal perlu pengusulan debit masuk intake 103.80 m3/detik. Usulan debit yang masuk intake menghasilkan bukaan pintu yang lebih rendah daripada bukaan pintu eksisting. Hasil evaluasi kinerja peluap samping menunjukkan hasil operasional debit maksimum yang tidak optimal menggunakan bukaan pintu eksisting. Hasil komputasi hidrolik menunjukkan debit melimpas di atas peluap samping sebesar 5.15 m3/detik. Usulan bukaan pintu menunjukkan pengoperasian optimal, diketahui dari elevasi muka air hasil running program tidak ada yang lebih tinggi dari elevasi puncak peluap samping. Lining of the bottom canal on Larona Hydropower Plant using geomembrane material caused a change of performance due to increased water flow capacity to the headpond. This study will be modeling and examine the hydraulic performance of the existing water canal system so that it can present the proposed opening gates at the canal intake to pass the operating discharge optimally. The hydraulic modeling of the Larona water canal system uses HEC-RAS software version 5.0.7 with 2 alternative approaches. The canal panels are modeled as a cross-section as many as 469 pieces. The calibration uses the estimated Manning value with matching measurement data of velocity and flow depth. Performance evaluation uses modeling results by checking at the elevation of the headpond and then giving the proposed opening gates at intake. The hydraulic model shows calibration results using alternative approach 1 were quite good. Acquired the value of Manning 0.016 for canal conditions before lining and 0.013 conditions after lining, with the smallest average error of 4.39%. The proposed opening gates at intake refers to the same stream time as the flow of the discharge before and after the lining, thus giving the same charging time as the stream to the headpond. For maximum operation, it is necessary to propose incoming discharge from intake 131.98 m3/sec, while for normal operation need to be the discharge of incoming intake of 103.80 m3/sec. The proposed discharge that enters the intake results in lower opening gates than the existing opening gates. The results of the side weir performance evaluation showed optimal on maximum discharge operational results using existing opening gates. Hydraulic computing results show a spill discharge over a side weir of 5.15 m3/sec. Proposed opening gates indicate optimal operation, known from the elevation of water in the results running program does not exist higher than the crest elevation of the side weir.
ANALISA KELAYAKAN EKONOMI: STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUWIL KAWANGKOAN Pradany, Ahmad Dwiki; Juwono, Pitojo Tri; Andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Kuwil Kawangkoan dibangun di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara dan terletak pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Tujuan dari pembangunan bendungan ini adalah memasok air baku, menyediakan energi listrik, dan mengendalikan banjir. Membangun sebuah bendungan membutuhkan modal yang sangat besar, oleh karena itu perlu dilakukan pertimbangan dalam aspek kelayakan ekonomi. Oleh sebab itu, studi ini bertujuan untuk menganalisa potensi energi listrik, kebutuhan air baku, biaya pembangunan, kelayakan ekonomi, dan sensitivitas dari bendungan tersebut. Hasil dari studi ini menunjukan bahwa potensi energi listrik sebesar 10.676,55 MWh dalam satu tahun, kebutuhan air baku sebesar 274.551,70 m3 /hari, dan biaya pembangunan sebesar Rp.1.835.277.893.220,12. Sedangkan hasil analisa kelayakan ekonomi menunjukan bendungan ini layak secara ekonomi berdasarkan parameter Net Present Value (NPV), Benefit-Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Kemudian hasil dari analisa sensitivitas menunjukan untuk perubahan usia guna sebesar 20% terjadi penurunan NPV energi listrik 50,28%, air baku 49,39%, dan pengendalian banjir 5,54%.Kuwil Kawangkoan Dam is located in Tondano Watershed, Minahasa Utara Regency, North Sulawesi Province. The purpose of this dam is to supply electrical energy form hydropower plant, clean water supply, and flood control. However, building a dam requires huge amount of money for both initial investment and operating costs. Therefore, we should take economic feasibility into account. The objective of this study is to analyze the potential of energy generated, forecasting clean water demand, calculating initial investment costs, analyzing economic feasibility, and sensitivity analysis. Result from this study shows that this dam could generate 10.676,55 MWh in a year, the peak clean water demand is 274.551,70 m3 /day, and initial investment costs to build is Rp.324.864.370.824,93. Result from economic feasibility analysis shows that economically feasible by NPV, BCR, IRR, and PP metrics. Result from sensitivity analysis showing for 20% reduction in project lifetime, the NPV for electrical energy drop to 50.28%, clean water supply 49.39%, and flood control 5.54%. 
ANALISIS PENENTUAN NILAI PARAMETER ALFA MODEL HIDROGRAF SATUAN SINTETIS NAKAYASU PADA DAS KAMPILI PROVINSI SULAWESI SELATAN Rini, Firda Agustiya; Limantara, Lily Montarcih; Wahyuni, Sri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya debit banjir dalam analisis hidrologi merupakan faktor penting dalam menentukan resiko dan nilai ekonomis suatu bangunan air. Pengembangan model Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) telah banyak digunakan dalam mengestimasi banjir, salah satunya HSS Nakayasu. Seiring berjalannya waktu, penerapan model HSS Nakayasu semakin meluas di berbagai DAS Indonesia. Hal tersebut dikarenakan para praktisi di Indonesia menganggap penggunaan HSS Nakayasu sebagai model paling praktis. Namun pada kenyataannya, penerapan model tersebut masih memerlukan kalibrasi beberapa parameter mengingat perbedaan karakteristik, kondisi, dan pola hujan antara DAS di Indonesia dengan daerah dimana model HSS dikembangkan. HSS Nakayasu bergantung pada parameter α (alfa) yang berpengaruh pada ordinat hidrograf satuan dan waktu dasar hidrograf. Parameter α dapat menunjukkan karakteristik suatu DAS. Pada studi ini, parameter α terpilih yang sesuai dengan kalibrasi antara HSS Nakayasu dan hidrograf satuan pengamatan Collins adalah 0,839. Tingkat keakuratan model hasil kalibrasi didapatkan dari hasil validasi diantaranya adalah nilai kesalahan relatif sebesar 33,47 % dengan tingkat korelasi yang sangat baik yaitu R = 0,9805 dan determinasi (R2) = 0,9613. Selain itu hasil validasi menunjukkan nilai RMSE = 0,198; nilai MAE = 0,545; dan nilai NSE = 0,846. Hasil validasi tersebut menunjukkan kesesuaian model hidrograf terhadap hidrograf pengamatan sehingga parameter alfa yang didapat mewakili karakteristik DAS.   The value of flood discharge in hydrology analysis is an important factor which the value determines of risk and economic value of water structure. The development of Synthetic Unit Hydrograph (HSS) models has been widely used to estimate flood, one of them is HSS Nakayasu. Over time, the applied of Nakayasu HSS model is more widely in various watersheds of Indonesia. It is caused by practitioners of Indonesia who assume HSS Nakayasu usage as the most practical model. Although in fact, the application of this model still requires calibration of several parameters that remember about differences in characteristics, conditions and rainfall patterns between watersheds in Indonesia and the regions where HSS model was developed. HSS Nakayasu depends on the parameter α (alpha) which affects the ordinate unit hydrograph and base time hydrograph. The parameter α can indicate the characteristics of watershed. On this study, the α parameter was selected that according to the calibration between the HSS Nakayasu and the Collins observation unit hydrograph is 0,839. The accuration level of model calibration obtained from the validation results include the relative error value is 33,47% with a very good correlation level which R = 0,9805 and determination (R2) = 0,9613. furthermore, the validation results indicate the value of RMSE = 0,198; the value of MAE = 0,545; and the value of NSE = 0,846. The validation results can indicate about conformity of model hydrograph to the observation hydrograph so that alpha parameters can represent the characteristics of watershed.
ANALISIS NILAI EVAPORASI WADUK KARANGKATES MENGGUNAKAN PENDEKATAN EMPIRIS DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) Akbar, Wan Nazli; Wahyuni, Sri; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola operasi pada waduk merupakan faktor penting untuk mengatur kebutuhan air dengan kondisi ketersediaan air yang ada. Pola operasi waduk tidak terlepas dari proses evaporasi. Evaporasi berperan penting dalam pola operasi waduk, namun tidak semua waduk memiliki alat untuk mengukur evaporasi yang terjadi. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui evaporasi pada Waduk Karangkates sebagai perbandingan sekaligus referensi untuk menghitung evaporasi yang terjadi pada waduk dengan menggunakan rumus empiris Penman dan DeBruin – Keijman, serta pemodelan Artificial Neural Network (ANN). Hasil dari evaporasi dengan rumus empiris dan pemodelan Artificial Neural Network kemudian dibandingkan dengan evaporasi pengamatan dengan uji kalibrasi untuk mendapatkan metode terpilih. Uji kalibrasi menggunakan parameter Nash–Sutchliffe Efficiency (NSE), Mean Absolute Error (MAE), Koefisien Korelasi (R), Koefisien Determinasi (R2), dan Kesalahan Relatif (KR). Berdasarkan uji kalibrasi, didapatkan evaporasi hasil pemodelan Artificial Neural Network merupakan metode terpilih dengan nilai NSE 0,825, nilai MAE 0,111, nilai R 0,917, nilai R2 0,840, dan nilai KR 3,792%. Kemudian dilakukan uji verifikasi dan disimpulkan pasangan data 16 tahun kalibrasi – 1 tahun verifikasi mendapatkan hasil verifikasi terbaik dengan nilai NSE 0,672, nilai MAE 0,232, nilai R 0,888, nilai R2 0,788, dan nilai KR 7,271%.Operation pattern of reservoir is an important factor to manage water demand with existing water availability conditions. Operation pattern of reservoir cannot be separated from evaporation process. Evaporation plays an important role in operation pattern of reservoir, however not all reservoirs have a tool to measure evaporation. The purpose of this research is to find the evaporation value in Karangkates Reservoir for comparison and reference to calculate evaporation in reservoir using empirical formula of Penman and DeBruin – Keijman, and using Artificial Neural Network modeling. The result of evaporation using empirical formulas and Artificial Neural Network modeling then compared with observational evaporation with calibration test to obtain chosen method. The calibration test uses parameters Nash–Sutchliffe Efficiency (NSE), Mean Absolute Error (MAE), Correlation Coefficient (R), Determination Coefficient (R2), and Relative Error (KR). Based on calibration test, obtained evaporation result of Artificial Neural Network modeling is selected method with value of NSE is 0,825, value of MAE is 0,111, value of R is 0,917, value of R2 is 0,840, and value of KR is 3,792%. Then the verification test was carried out and it was concluded that the data pair of 16 years of calibration – 1 year of verification obtained the best verification results with value of NSE 0,672, value of MAE 0,232, value of R 0,888, value of R2 0,788, and value of KR 7,271%.
KAJIAN HIDROLIKA PELIMPAH BENDUNGAN JRAGUNG KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH DENGAN UJI MODEL FISIK 1:50 Putra, Kresna Wisika; Dermawan, Very; Sumiadi, Sumiadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan yang terdapat di beberapa wilayah Kabupaten Semarang serta Demak adalah meluapnya Sungai Jragung yang menyebabkan banjir di daerah tersebut pada saat musim penghujan. Salah satu pekerjaan untuk menyempurnakan dan memantapkan perencanaan Bendungan Jragung adalah melalui uji model fisik hidrolika. Hasil pengujian debit rencana Q100th, Q1000th, dan QPMF dapat dialirkan dengan baik. Pada saluran Peluncur dilakukan analisa kavitasi dan aliran getar,dengan analisa diperoleh adanya aliran getar pada Q100 dan adanya indikasi tekanan negatif yang dapat menimbulkan gejala kavitasi dan Peredam tipe endsill efektif untuk meredam energi variasi debit rancangan.One of problem in several district in Semarang and Demak is overflow of Jragung River that makes flood in that places when rains come. One of requirement for accomplish and complete Jragung Dam design is hydraulics physical model test. The result of Q100, Q1000, and QPMF is can be streamed well. In Chuteway carried out an analysis of Cavitation and Flow Vibrate, with the result are any flow vibrate in Q100 and any indicator of negative pressure that can make cavitation and for Stilling Basin type Endsill is effective for reduce energy from all of variant debit.