cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
ANALISA KEKERINGAN METEOROLOGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) DAN EFFECTIVE DROUGHT INDEX (EDI) DI DAS NGROWO Herdita, Chintya Ayu Permata; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekeringan sering terjadi di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek. Analisis kekeringan dilakukan guna mengetahui tingkat kekeringan serta sebarannya. Metode yang digunakan adalah Standardized Precipitation Index (SPI) dan Effective Drought Index (EDI). Kemudian indeks kekeringan dibandingkan dengan dengan fenomena ENSO (El Nino Southern Oscillation) menggunakan pola data Indeks Osilasi Selatan (SOI). Hasil perhitungan kekeringan yang paling sesuai dengan pola data SOI kemudian dibuat peta sebaran kekeringan menggunakan interpolasi Kriging dengan Program ArcGIS 10.5. Metode SPI menghasilkan indeks kekeringan terparah pada tahun 2000 periode defisit 3 bulanan sebesar (-5.14). Metode EDI menghasilkan indeks kekeringan terparah pada tahun 2001 periode defisit 12 bulanan sebesar (-2.91). Analisis kesesuaian menunjukkan pola pembacaan kekeringan metode EDI lebih menunjukkan kemiripan secara visual grafik surplus dan defisit terhadap nilai SOI. Secara kuantitatif nilai persen kesesuaian serta nilai korelasi dan determinasi EDI juga memberikan nilai yang lebih besar terhadap kejadian ENSO dibandingkan metode SPI. Peta sebaran kekeringan digambarkan bedasarkan trend tahun-tahun kejadian kekeringan terparah. Hasil interpolasi pada peta menunjukkan kesesuaian hasil analisa dengan wilayah desa yang sering terdampak kekeringan di DAS Ngrowo.Drought is a condition that is common in Tulungagung and Trenggalek regency. Drought analysis is performed in order to have information about level of drought and its distribution. Drought analysis method will be used are Standardized Precipitation Index (SPI) and Effective Drought Index (EDI). Then the drought index compared to the ENSO (El Nino Southern Oscillation) phenomenon using the South Oscillation Index (SOI) data pattern. The results of the drought calculations are most in line with the SOI data pattern will be drawn on the drought distribution map using Kriging interpolation with the ArcGIS 10.5 Program. The SPI method produced the most severe drought in 2000 on a 3 month deficit period (-5.14). The EDI method produced the most severe drought in 2001 on a 12 month deficit period (-2.91). Conformity analysis shows the drought pattern of the EDI method is better at showing a visual similarity of the surplus and deficit graphs to the SOI value. Quantitatively based on the value of percent suitability and the value of correlation and determination of EDI also gives a greater value to the ENSO event than the SPI method. The drought distribution map is drawn based on the trend of the worst drought years. The interpolation results on the map show the suitability of the analysis results with the village areas that are often affected by drought in the Ngrowo watershed.
ANALISA KEKERINGAN METEOROLOGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) DAN EFFECTIVE DROUGHT INDEX (EDI) DI DAS NGROWO Herdita, Chintya Ayu Permata; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekeringan sering terjadi di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek. Analisis kekeringan dilakukan guna mengetahui tingkat kekeringan serta sebarannya. Metode yang digunakan adalah Standardized Precipitation Index (SPI) dan Effective Drought Index (EDI). Kemudian indeks kekeringan dibandingkan dengan dengan fenomena ENSO (El Nino Southern Oscillation) menggunakan pola data Indeks Osilasi Selatan (SOI). Hasil perhitungan kekeringan yang paling sesuai dengan pola data SOI kemudian dibuat peta sebaran kekeringan menggunakan interpolasi Kriging dengan Program ArcGIS 10.5. Metode SPI menghasilkan indeks kekeringan terparah pada tahun 2000 periode defisit 3 bulanan sebesar (-5.14). Metode EDI menghasilkan indeks kekeringan terparah pada tahun 2001 periode defisit 12 bulanan sebesar (-2.91). Analisis kesesuaian menunjukkan pola pembacaan kekeringan metode EDI lebih menunjukkan kemiripan secara visual grafik surplus dan defisit terhadap nilai SOI. Secara kuantitatif nilai persen kesesuaian serta nilai korelasi dan determinasi EDI juga memberikan nilai yang lebih besar terhadap kejadian ENSO dibandingkan metode SPI. Peta sebaran kekeringan digambarkan bedasarkan trend tahun-tahun kejadian kekeringan terparah. Hasil interpolasi pada peta menunjukkan kesesuaian hasil analisa dengan wilayah desa yang sering terdampak kekeringan di DAS Ngrowo.Drought is a condition that is common in Tulungagung and Trenggalek regency. Drought analysis is performed in order to have information about level of drought and its distribution. Drought analysis method will be used are Standardized Precipitation Index (SPI) and Effective Drought Index (EDI). Then the drought index compared to the ENSO (El Nino Southern Oscillation) phenomenon using the South Oscillation Index (SOI) data pattern. The results of the drought calculations are most in line with the SOI data pattern will be drawn on the drought distribution map using Kriging interpolation with the ArcGIS 10.5 Program. The SPI method produced the most severe drought in 2000 on a 3 month deficit period (-5.14). The EDI method produced the most severe drought in 2001 on a 12 month deficit period (-2.91). Conformity analysis shows the drought pattern of the EDI method is better at showing a visual similarity of the surplus and deficit graphs to the SOI value. Quantitatively based on the value of percent suitability and the value of correlation and determination of EDI also gives a greater value to the ENSO event than the SPI method. The drought distribution map is drawn based on the trend of the worst drought years. The interpolation results on the map show the suitability of the analysis results with the village areas that are often affected by drought in the Ngrowo watershed.
STUDI PERENCANAAN KONSTRUKSI BENDUNGAN BETON GRAVITASI KUALU DI KABUPATEN TOBA SAMOSIR PROVINSI SUMATRA UTARA Saputra, Yayang; Marsudi, Suwanto; Wicaksono, Prima Hadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Kualu merupakan bendungan beton gravitasi yang direncanakan di sungai Aek Kualu. Bendungan ini dibangun untuk meninggikan muka air sungai Aek Kualu agar memenuhi tinggi jatuh dari PLTA Kualu.  Tujuan dari studi ini adalah merencakan bendungan beton gravitasi yang sesuai dengan kriteria pedoman desain dengan pertimbangan aspek hidrolika, topografi, dan geologi. Langkah pertama dalam studi ini adalah analisis hidrolika pelimpah, hal ini bertujuan untuk merencakan dimensi pelimpah dan juga dimensi peredam energi. Kemudian dilanjutkan dengan perencanaan dimensi bendungan dan dinding penahan. Analisis daya dukung tanah atau batuan dilakukan untuk mengetahui berapakah tegangan ijin maksimal yang bisa dikerjakan di daerah studi ini. Selanjutnya dilakukan analisis stabilitas yang mencakup stabilitas geser, stabilitas guling, dan daya dukung. Analisis stabilitas  bendungan dilakukan dengan perhitungan manual sedangkan untuk analisis stabilitas dinding penahan dihitung dengan bantuan paket program GEO5. Dalam analisis stabilitas bendungan digunakan tujuh jenis kombinasi pembebanan. Perencanaan strukur bangunan dilakukan dengan menggunakan paket program STAAD.Pro V8i SS6 untuk mengetahui momen yang akan digunakan dalam tahap penulangan. Grouting juga dilakukan dalam studi ini, jenis grouting yang digunakan adalah grouting tirai dan grouting konsolidasi. Hasil dari studi ini adalah pelimpah yang direncanakan berjenis overflow dengan lebar  33 meter dan tingginya dari bendungan adalah 37 meter. Peredam energi yang digunakan adalah sloted roller bucket dan tipe dinding penahan yang direncanakan adalah jenis kantilever. Tegangan ijin maskimal yang dapat dikerjakan adalah 345,683 ton/m2. Untuk hasil analisis stabilitas didapatkan hasil bahwa bangunan aman terhadap geser, guling, dan daya dukungnya masih kuat. Dari hasil perhitungan momen didapatkan daerah kritis berada di hulu pelimpah. Pada konstruksi bendungan dan dinding penahan direncanakan menggunakan beton f’c = 25 Mpa dan baja tulangan dengan fy = 400 Mpa. Rencana kedalaman grouting tirai adalah 23  meter dengan jarak 2 meter sedangkan untuk grouting konsolidasi direncakanan dengan kedalaman 10 meter dengan jarak primer 5 meter.Kualu dam is a concrete gravity dam in the Aek Kualu River. This dam was built to raise the water level of the Aek Kualu river to reach the high fall of the Kualu Hydroelectric Power Plant. The purpose of this study is to plan the concrete gravity dam by considering the aspect of hydraulics, topography, and geology. Step in this study begins with spillway hydraulics analysis, it is meant to planning the spillway dimensions and also the energy dissipators dimensions. The next step is planning the dam dimension and retaining wall dimensions. After planning all the dimensions, the next step is stability analysis which includes sliding stability analysis, overturning stability analysis, and soil bearing capacity analysis. The dam stability analysis calculated by manual, while the retaining wall calculated by the GEO5 application. Stability analysis calculates with seven load combinations. Structure planning will be done using the package of STAAD.PRO V8I SS6 program in which the result will be used in the reinforcement step. The Type of grouting in this study is curtain grouting and consolidation grouting. Based on the result of the study, the spillway wide is 33 meters while the high is 37 meters from the dam. The result of the stability analysis shows that the sliding, bolster, and soil bearing capacity is still strong. Depend on the moment calculation, conclude that the critical area located upstream of the spillway. The dam and retaining wall construction are planned to use concrete with f'c=25 MPa and steel reinforcement with fy=400 Mpa. The depth of curtain grouting is 23 meters with distance=2 meters, while the depth of consolidated grouting is 10 meters with primary distance=5 meters.
STUDI PERENCANAAN KONSTRUKSI BENDUNGAN BETON GRAVITASI KUALU DI KABUPATEN TOBA SAMOSIR PROVINSI SUMATRA UTARA Saputra, Yayang; Marsudi, Suwanto; Wicaksono, Prima Hadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Kualu merupakan bendungan beton gravitasi yang direncanakan di sungai Aek Kualu. Bendungan ini dibangun untuk meninggikan muka air sungai Aek Kualu agar memenuhi tinggi jatuh dari PLTA Kualu.  Tujuan dari studi ini adalah merencakan bendungan beton gravitasi yang sesuai dengan kriteria pedoman desain dengan pertimbangan aspek hidrolika, topografi, dan geologi. Langkah pertama dalam studi ini adalah analisis hidrolika pelimpah, hal ini bertujuan untuk merencakan dimensi pelimpah dan juga dimensi peredam energi. Kemudian dilanjutkan dengan perencanaan dimensi bendungan dan dinding penahan. Analisis daya dukung tanah atau batuan dilakukan untuk mengetahui berapakah tegangan ijin maksimal yang bisa dikerjakan di daerah studi ini. Selanjutnya dilakukan analisis stabilitas yang mencakup stabilitas geser, stabilitas guling, dan daya dukung. Analisis stabilitas  bendungan dilakukan dengan perhitungan manual sedangkan untuk analisis stabilitas dinding penahan dihitung dengan bantuan paket program GEO5. Dalam analisis stabilitas bendungan digunakan tujuh jenis kombinasi pembebanan. Perencanaan strukur bangunan dilakukan dengan menggunakan paket program STAAD.Pro V8i SS6 untuk mengetahui momen yang akan digunakan dalam tahap penulangan. Grouting juga dilakukan dalam studi ini, jenis grouting yang digunakan adalah grouting tirai dan grouting konsolidasi. Hasil dari studi ini adalah pelimpah yang direncanakan berjenis overflow dengan lebar  33 meter dan tingginya dari bendungan adalah 37 meter. Peredam energi yang digunakan adalah sloted roller bucket dan tipe dinding penahan yang direncanakan adalah jenis kantilever. Tegangan ijin maskimal yang dapat dikerjakan adalah 345,683 ton/m2. Untuk hasil analisis stabilitas didapatkan hasil bahwa bangunan aman terhadap geser, guling, dan daya dukungnya masih kuat. Dari hasil perhitungan momen didapatkan daerah kritis berada di hulu pelimpah. Pada konstruksi bendungan dan dinding penahan direncanakan menggunakan beton f’c = 25 Mpa dan baja tulangan dengan fy = 400 Mpa. Rencana kedalaman grouting tirai adalah 23  meter dengan jarak 2 meter sedangkan untuk grouting konsolidasi direncakanan dengan kedalaman 10 meter dengan jarak primer 5 meter.Kualu dam is a concrete gravity dam in the Aek Kualu River. This dam was built to raise the water level of the Aek Kualu river to reach the high fall of the Kualu Hydroelectric Power Plant. The purpose of this study is to plan the concrete gravity dam by considering the aspect of hydraulics, topography, and geology. Step in this study begins with spillway hydraulics analysis, it is meant to planning the spillway dimensions and also the energy dissipators dimensions. The next step is planning the dam dimension and retaining wall dimensions. After planning all the dimensions, the next step is stability analysis which includes sliding stability analysis, overturning stability analysis, and soil bearing capacity analysis. The dam stability analysis calculated by manual, while the retaining wall calculated by the GEO5 application. Stability analysis calculates with seven load combinations. Structure planning will be done using the package of STAAD.PRO V8I SS6 program in which the result will be used in the reinforcement step. The Type of grouting in this study is curtain grouting and consolidation grouting. Based on the result of the study, the spillway wide is 33 meters while the high is 37 meters from the dam. The result of the stability analysis shows that the sliding, bolster, and soil bearing capacity is still strong. Depend on the moment calculation, conclude that the critical area located upstream of the spillway. The dam and retaining wall construction are planned to use concrete with f'c=25 MPa and steel reinforcement with fy=400 Mpa. The depth of curtain grouting is 23 meters with distance=2 meters, while the depth of consolidated grouting is 10 meters with primary distance=5 meters.
STUDI KEKERINGAN METEOROLOGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) DAN DECILE INDEX (DI) DI DAS REJOSO, KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR Putri, Rully Eka; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Pasuruan merupakan satu dari sekian banyak daerah di Pulau Jawa yang mengalami kekeringan berat, terdapat 19 desa di 5 kecamatan yang mengalami kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Diperlukan studi kekeringan guna mengetahui tingkat kekeringan dan peta sebarannya. Dalam studi ini menggunakan metode Standardized Precipitaion Index (SPI) dan metode Decile Index (DI) dengan skala waktu 1, 3, 6, dan 12 bulanan yang kemudian akan dibandingkan dengan indeks kekeringan hidrologi berdasarkan data debit yang dihitung menggunakan metode Z-Index guna mengetahui metode yang lebih sesuai digunakan di DAS Rejoso. Hasil studi menunjukkan bahwa berdasarkan metode SPI, DAS Rejoso mengalami tahun terkering pada tahun 2007 dan 2015, sedangkan berdasarkan metode DI, tahun terkering terjadi pada tahun 2015, 2006, 2007, dan 2014. Setelah dibandingkan dengan debit yang dihitung menggunakan metode Z-Index, didapatkan bahwa metode yang lebih sesuai digunakan di DAS Rejoso adalah metode DI dengan persentase kesesuaian sebesar 64,22%. Indeks dari metode DI digambarkan peta sebarannya menggunakan metode IDW dan hasil peta sebaran menunjukkan bahwa kekeringan terparah terjadi di bagian tengah dan hilir DAS Rejoso.   Pasuruan Regency is one of the several drought areas, there are 19 villages in 5 districts categorized as drought area in Pasuruan Regency. Drought studies are needed to determine the level of drought and its drought distribution map. In this study using the Standardized Precipitation Index (SPI) and Decile Index (DI) methods with 1, 3, 6, and 12 months time scale which will be compared with hydrological drought index based on the discharge data calculated using Z-Index method to find out the most appropriate method used in Rejoso Watershed. The result of the study based on the SPI method shows that Rejoso Watershed experienced the driest years in 2007 and 2015, while according to the DI method, the driest years occurred in 2015, 2006, 2007, and 2014. After compared to the discharge calculated by Z-Index method, it shows that the most appropriate method in Rejoso Watershed is DI method with 64,22% suitability percentage. The index of the DI method illustrated in the drought distribution map with IDW method. The results of the drought distribution map show that the worst drought occurred in the middle and downstream of the Rejoso Watershed.
STUDI KEKERINGAN METEOROLOGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) DAN DECILE INDEX (DI) DI DAS REJOSO, KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR Putri, Rully Eka; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Pasuruan merupakan satu dari sekian banyak daerah di Pulau Jawa yang mengalami kekeringan berat, terdapat 19 desa di 5 kecamatan yang mengalami kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Diperlukan studi kekeringan guna mengetahui tingkat kekeringan dan peta sebarannya. Dalam studi ini menggunakan metode Standardized Precipitaion Index (SPI) dan metode Decile Index (DI) dengan skala waktu 1, 3, 6, dan 12 bulanan yang kemudian akan dibandingkan dengan indeks kekeringan hidrologi berdasarkan data debit yang dihitung menggunakan metode Z-Index guna mengetahui metode yang lebih sesuai digunakan di DAS Rejoso. Hasil studi menunjukkan bahwa berdasarkan metode SPI, DAS Rejoso mengalami tahun terkering pada tahun 2007 dan 2015, sedangkan berdasarkan metode DI, tahun terkering terjadi pada tahun 2015, 2006, 2007, dan 2014. Setelah dibandingkan dengan debit yang dihitung menggunakan metode Z-Index, didapatkan bahwa metode yang lebih sesuai digunakan di DAS Rejoso adalah metode DI dengan persentase kesesuaian sebesar 64,22%. Indeks dari metode DI digambarkan peta sebarannya menggunakan metode IDW dan hasil peta sebaran menunjukkan bahwa kekeringan terparah terjadi di bagian tengah dan hilir DAS Rejoso.   Pasuruan Regency is one of the several drought areas, there are 19 villages in 5 districts categorized as drought area in Pasuruan Regency. Drought studies are needed to determine the level of drought and its drought distribution map. In this study using the Standardized Precipitation Index (SPI) and Decile Index (DI) methods with 1, 3, 6, and 12 months time scale which will be compared with hydrological drought index based on the discharge data calculated using Z-Index method to find out the most appropriate method used in Rejoso Watershed. The result of the study based on the SPI method shows that Rejoso Watershed experienced the driest years in 2007 and 2015, while according to the DI method, the driest years occurred in 2015, 2006, 2007, and 2014. After compared to the discharge calculated by Z-Index method, it shows that the most appropriate method in Rejoso Watershed is DI method with 64,22% suitability percentage. The index of the DI method illustrated in the drought distribution map with IDW method. The results of the drought distribution map show that the worst drought occurred in the middle and downstream of the Rejoso Watershed.
Perencanaan Sistem Distribusi Air Bersih dengan Bantuan Aplikasi WaterCAD v8i di Desa Permanu Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Akbar, Muhammad Rizqi; Yuliani, Emma; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Permanu Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang merupakan pedesaan yang terletak di lereng Gunung Kawi. Sudah ada dua alternatif yang sudah dicoba masyarakat Desa Permanu untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, namun masing-masing memiliki kekurangan, seperti membuat sumur galian yang rawan terkontaminasi limbah serta memakai jasa PDAM dengan tarif air yang dirasa masyarakat Desa Permanu masih kurang terjangkau. Tujuan dilakukan studi ini adalah untuk merencanakan jaringan perpipaan yang layak secara hidraulika. Data yang digunakan dalam perencanaan ini adalah peta wilayah dan data topografi untuk perencanaan jaringan pipa, data jumlah penduduk dari tahun 2009 - 2018 untuk memproyeksikan jumlah kebutuhan air, data debit sumber mata air dengan potensi debit ± 10 liter/detik untuk menganalisa kondisi hidraulik di dalam pipa, dan data harga satuan bahan bangunan serta analisa harga satuan pekerjaan untuk menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dalam studi ini, metode proyeksi yang digunakan adalah metode aritmatika dengan jumlah penduduk ditahun 2038 sebanyak 8.864 jiwa, dan kebutuhan air rata-rata ditahun 2038 adalah 8,14 liter/detik. Analisa hidraulik menggunakan aplikasi WaterCAD v8i menunjukan kondisi hidraulik sebagai berikut, kecepatan aliran berkisar antara 0,504 – 1,326 m/dt, kemiringan garis hidrolis berkisar antara 1,603 – 14,562 m/km, dan tekanan berkisar antara 1,014 - 3,915 atm. RAB yang akan dibutuhkan adalah Rp 996.537.000,00. Permanu Village, Pakisaji District, Malang Regency is a village located on the slopes of Mount Kawi. There are already two alternatives that have been tried by the people of Permanu Village to meet their clean water demand. But it has disadvantages, such as making dug wells (prone to contamination by waste) and using local water company services (less affordable water rates). The purpose of this study is to plan a proper pipeline network that is hydraulically feasible. The data used in this plan are area maps and topographic data for pipeline network planning, population data from 2009 – 2018 to project the amount of water demand, spring data with a potential discharge of 10 liters/second to analyze hydraulic conditions in the pipeline, and unit price data of building materials as well as analysis of the unit price of work to calculate the Budget Plan. In this study, the projected population used arithmetic method with a population of 2038 is 8,864 people, and the average water demand in 2038 is 8.14 liters/second. Hydraulic analysis using the WaterCAD v8.i software shows the following hydraulic conditions, velocity is between 0.504 - 1.326 meters/second, headloss gradient is between 1.603 - 14.562 m/km, and pressure is between 1.014 - 3.915 atm. The budget plan in this study will need Rp 996,537,000.00.
Evaluasi Tingkat Kerentanan Akuifer di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang dengan Menggunakab Metode GOD Azhar, Rifqi Fajar; Siswoyo, Hari; Yuliani, Emma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pencemaran air tanah di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang dapat dinilai berdasarkan tingkat kerentanan akuifer terhadap pencemaran. Penilaian tingkat kerentanan akuifer terhadap pencemaran dapat dilakukan dengan menggunakan metode GOD terdiri atas jenis akuifer, lapisan pembatas atas akuifer, kedalaman muka air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran spasial dan temporal tingkat kerentanan akuifer di lokasi penelitian. Parameter-parameter metode GOD ini dihasilkan oleh fluktuasi muka air tanah setiap bulan. Contoh penelitian yang digunakan adalah 25 sumur gali yang tersebar di wilayah setempat. Berdasarkan hasil pemetaan dan analisis menggunakan metode GOD dapat dinyatakan tingkat kerentanan tinggi terluas Bulan Maret 2019 dengan 74,58% dari luas total warna kuning. Sedangkan tingkat kerentanan rendah terluas Bulan Oktober 2019 dengan 65,98% dari luas total warna biru muda.The level of groundwater pollution in the Jombang District of Jombang Regency can be assessed based on the level of aquifer susceptibility to pollution. Evaluation on the level of aquifer susceptibility can be done using the GOD method which consists of aquifer type parameters, aquifer limiting layers, and aquifer depth. The purpose of this study was to map the spatial and temporal distribution of the level of aquifer vulnerability at the study site. The parameters of the GOD method are generated by groundwater level fluctuations every month. The research sample used was 25 dug wells scattered in the local area. Based on the results of mapping and analysis using the GOD method it can be stated that the highest level of vulnerability was the highest in March 2019 with 74,58% of the total yellow area. While the lowest level of vulnerability is widest in October 2019 with 65,98% of the total area of light blue.
ANALISIS KERUNTUHAN BENDUNGAN PANDANDURI LOMBOK DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI HEC-RAS DAN BERBASIS INASAFE Pratama, Muhammad Rizky; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Pandanduri merupakan bendungan urugan zonal inti tegak yang batas hilirnya berada di Selat Alas, dibangun pada tahun 2011 sebagai salah satu alternatif penyedia sumber air di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Analisis keruntuhan Bendungan Pandanduri dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran karakteristik genangan banjir, klasifikasi bahaya dan estimasi kerugian yang dapat terjadi. Keruntuhan Bendungan Pandanduri disimulasikan dengan skenario akibat overtopping dan piping dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS 5.0.7 dan berbasis InaSAFE. Potensi curah hujan probable maximum precipitation (PMP) sebesar 898,80 mm dan debit banjir rancangan maksimum probable maximum flood (PMF) sebesar 1975,579 m³/det, didapatkan hasil dampak terbesar yang terjadi pada bagian hilir bendungan adalah pada simulasi kondisi overtopping 2,059 meter diatas bendungan, dengan luasan genangan banjir 88,61 km2, kedalaman maksimum 49,30 meter pada alur sungai dan kedalaman rata-rata 7,16 meter. Sehingga secara administratif mencakup 35 desa dari 7 kecamatan di bagian hilir Bendungan Pandanduri terkena banjir dan menyebabkan 104.000 jiwa penduduk dan 33.800 bangunan terendam banjir. Dari hasil analisis, keruntuhan Bendungan Pandanduri dapat mengakibatkan kerugian yang akan ditanggung penduduk maupun pemerintah setempat sebesar Rp. 1.525.360.815.843.Pandanduri Dam is a central-core fill type dam where the downstream boundary is located in Alas Strait, built in 2011 as one of the alternative water supply in West Nusa Tenggara. Pandanduri dam break analysis aims to depict the flood inundation, hazard classification and cost-losses estimation. It is simulated due to overtopping and piping using HEC-RAS 5.0.7 and based on InaSAFE. With the potential of Probable Maximum Precipitation (PMP) is 898,80 mm and the flood discharge of maximum design of Probable Maximum Flood (PMF) is 1975,579 m³/det, showing the biggest impact in downstream area with the simulation of overtopping condition 2,059 meters above the dam, the flood of 88,61 km2, the maximum depth of 49,30 m on the river terrain and the average depth of 7,16 m. Thus administratively covering 35 villages from 7 sub-districts in the downstream of Pandanduri dam are affected by flood, causing 104,000 inhabitants and 33,800 buildings flooded with water. From the analysis, the collapse of Pandanduri Dam resulted in economic losses that will be obtained by local people or government is Rp. 1,525,360,815,843.
PENERAPAN MODEL HIDROLOGI HUJAN LIMPASAN MENGGUNAKAN APLIKASI BLOCK-WISE TOPMODEL MUSKINGUM-CUNGE (BTOPMC) DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI LESTI. Abdillah, Rusdan; Harisuseno, Donny; Sisinggih, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti hanya 5094 Ha luas hutan atau hanya sekitar 8% dari luas total Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti yaitu sebesar 57777 Ha. Topografi yang ada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti termasuk cukup terjal dengan kemiringan lereng sampai dengan 40%. Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti yang sekarang ini menyebabkan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut sering terjadi banjir dari tahun ke tahun. Pada jurnal ini upaya untuk mesimulasikan banjir yang ada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) ini menggunakan pemodelan hidrologi fisik terdistribusi. Analisa sebaran curah hujan digunakan untuk mengevaluasi curah hujan serta debit pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Memahami karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi hal yang diperlukan untuk pemeliharan kondisi maupun penanggulangan bencana dimasa mendatang. Model fisik terdistribusi yang digunakan pada Jurnal ini ialah Block-wise use of TOPMODEL Muskingum-Cunge (BTOPMC). Aplikasi ini menggunakan analisa TOPMODEL untuk memperkirakan limpasan dan Muskingum-Cunge untuk penelusuran banjir aliran. Peta studi yang digunakan untuk pemodelan ini meliputi, Peta Tataguna Lahan, Peta Digital Elevation Map (DEM) dan Peta Tanah. Simulasi limpasan dilakukan pada 2 titik yaitu pada AWLR Tawangrejeni dan AWLR Bendungan Sengguruh. Hasil simulasi yang diterapkan menggunakan metode Nash-Sutcliffe Effiency dengan membandingan debit observasi dan debit simulasi. Pada simulasi yang sudah dilakukan model menunjukan efisiensi kalibrasi dan validasi berturut-turut sebesar 0,737 dan 0,604. Pemodelan ini sangat berguna untuk infomasi debit dan waktu serta memanajemen resiko bencana. Lesti watershed is only 5094 Ha of forest area or only about 8% of the total area of ​​Lesti watershed which is 57777 Ha. The topography in the watershed is quite steep with a slope of up to 40%. Condition of Lesti watershed which currently causes floods in these watersheds often occur flooding from year to year. In this journal, trying to overcome the floods in the watershed using physical distributed hydrological modeling. Precipitation data is used to calculate rainfall and discharge in watersheds. Understanding the characteristics of watersheds becomes necessary for the maintenance of needs or disaster risk management in the future. The distributed physical model used in this journal is block-wise use of TOPMODEL Muskingum-Cunge (BTOPMC). This application used TOPMODEL analysis for estimated runoff and Muskingum-Cunge for routing. Study maps data that used for this modeling is Land Use Map, Digital Elevation Map (DEM) Map and Soil Map. Runoff simulations were carried out at 2 points, namely Tawangrejeni AWLR and Sengguruh Dam AWLR. Simulation results are applied using the Nash-Sutcliffe Efficiency method by comparing the comparison of observations and discharge simulations. In the simulations that have been carried out the model shows the combined calibration and validation calculations of 0.737 and 0.604. This modeling is very useful for information on discharge and time as well as disater risks managemnt.