Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10, No 1 (2022)"
:
20 Documents
clear
Penilaian Estetika Visual pada Fasade Bangunan Bersejarah, Gedung Juang 45 Bekasi
Juanicander Timothy;
Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Bekasi merupakan kota satelit dari DKI Jakarta, yang notabene memiliki banyak bangunan arsitektural bersejarah peninggalan kolonialisme Belanda. Bekasi memiliki peninggalan bersejarah, namun didominasi oleh patung atau tugu, jarang sekali ditemukan bangunan. Desember 2020 ada sebuah bangunan arsitektural bersejarah yang direvitalisasi setelah sekian lama ditinggal dan terbengkalai, yaitu Gedung Juang 45 Bekasi. Keunikan suatu bangunan terlihat dari “wajah”-nya. Semakin banyak orang yang memahami keunikan dan keindahannya, maka akan semakin banyak yang mengetahui dan mengenalnya. Salah satu caranya dengan dilakukannya penelitian penilaian estetika visual fasade bangunan. penelitian ini bertujuan mengetahui nilai estetika visual pada sebuah bangunan bersejarah. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui people preference untuk mengetahui nilai berdasarkan persepsi visual responden. Hasil penelitian menunjukkan Fasade Gedung Juang 45 Bekasi secara estetika visual dalam kategori “Baik” dan signifikansi konservasi bangunan bersejarah Gedung Juang 45 ini dalam kategori “Baik”. Namun dalam penelitian ini tidak menjelaskan hubungan atau korelasi antara estetika visual terhadap layak tidaknya sebuah bangunan bersejarah untuk dikonservasi.
KESESUAIAN STANDAR FASILITAS NURSERY ROOM BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NO. 15 TAHUN 2013 DALAM PUSAT PERBELANJAAN DI SURABAYA
Victoria Dian Agustin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anak memiliki berbagai macam hak yaitu hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi. Hak utama yang harus terpenuhi untuk anak dibawah usia 2 tahun yaitu Asi eksklusif, Salah satu bentuk dukungan yang penting untuk memenuhi Hak yaitu menyediakan Nursery Room untuk ibu menyusui. Pemerintah telah mengeluarkan aturan tentang Asi Eksklusif salah satunya adalah Peraturan Menteri Kesehtan No. 15 tahun 2013 yaitu tentang tata cara penyediaan ruang laktasi pada tempat kerja dan fasilitas umum. Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta dengan jumlah Shopping Mall terbanyak, dalam penelitian ini terdapat 3 pusat perbelanjaan yang diteliti yaitu Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza, dan Grand City. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan Post-Positivisme, penelitian ini menggunakan strategi survei pada aspek evaluasi sarana dan juga prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dengan mengetahui ketidaksesuaian yang paling dominan dan letak dari ketidaksesuaian terbanyak yang ditemukan maka dapat dijadikan tinjauan untuk memperbaiki ketidaksesuaian tersebut sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Analisis Biophilic Design Pada Restoran Di Kota Malang
Jeremia Cristianto wibisono;
Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada buku Theory, Science, And Practice of Bringing Buildings to Life Biophilic Design kaya Stephen R. Kellert, Judith H. Heerwagen, dan Martin L. Mador, Biophilic merupakan suatu ekspresi yang berasal dari kebutuhan manusia yang melekat untuk menyesuaikan diri dengan alam pada suatu desain lingkungan binaan. banyaknya pengaruh ataupun dampak dari hal tersebut dapat membantu manusia dan lingkungan binaanya. maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Biophilic design dan bagaimana tanggapan pengunjung terkait penerapan Biophilic design yang digunakan pada objek.
Kajian Arsitektur Modern Minimalis Pada Desain Interior Coffee Shop Di Kawasan Cikajang Jakarta Selatan
Febby Qorry Marini;
Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Adanya perubahan gaya hidup masyarakat dari bersosialisasi di sebuah warung kopi menjadi bersosialisasi di sebuah coffee shop. Tingginya keinginan masyarakat untuk berkunjung ke coffee shop membuat pertumbuhan coffee shop di Indonesia terutama kota-kota besar, seperti Jakarta menjadi sangat cepat. Kemudian muncul persaingan antar coffee shop untuk dapat menarik pengunjung yang datang. Pengunjung coffee shop di dominasi oleh kalangan milenial. Kalangan milenial biasanya memilih tempat yang memiliki interior dan suasana yang nyaman. Konsep desain yang disukai oleh kalangan milenial adalah modern minimalis. Salah satu aspek desain yang harus diperhatikan adalah unsur-unsur desain pada ruangan tersebut sehingga ruang tersebut dapat menunjukkan karakteristik desain yang digunakan pada suatu ruangan. Objek penelitian ini adalah ruang indoor dan ruang outdoor Kopi Kalyan. Konsep yang diterapkan Kopi Kalyan adalah modern minimalis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengkaji unsur-unsur desain yang ada dengan teori karakteristik desain modern minimalis sesuai dengan prinsip-prinsip desain. Penelitian ini akan menghasilkan sebuah kesimpulan, yaitu penerapan prinsip-prinsip desain pada rancangan desain interior Kopi Kalyan.
KONSEP RUMAH MAGERSAREN MELALUI ADAPTASI OMAH JAWA DI DUSUN BORO SUMBERSARI UB FOREST KABUPATEN MALANG
Achmad Revian Prakoso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Di beberapa kawasan hutan produksi di pulau Jawa, terdapat kelompok masyarakat yang tinggal menumpang pada kawasan tersebut. Mereka dikenal dengan istilah magersari atau magersaren. Salah satu permukiman magersaren terdapat di dusun Boro Sumbersari, Tawangargo, Karangploso, Kabupaten Malang. Kawasan tersebut secara khusus berada di dalam kawasan Hutan Pendidikan dan Pelatihan UB Forest. Sayangnya, saat ini pemukim magersaren tersebut tinggal dalam bangunan rumah yang kurang layak. Terdapat beberapa hal yang membuat mereka tetap bertahan dalam keadaan tersebut. Regulasi khusus yang berlaku pada kawasan dan keadaan finansial menjadi alasan utamanya. Maka dari itu, diperlukan sebuah konsep rancangan rumah tinggal yang sesuai dengan kebutuhan pemukim magersaren dan regulasi yang berlaku. Harapannya agar pemukim magersaren di Boro Sumbersari, UB Forest dapat merasakan aktivitas berhuni dengan baik dan nyaman. Konsep rancangan akan diadaptasi dari omah Jawa tipe kampung srotongan yang sudah lama berkembang di kawasan tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deduktif. Konsep rumah tinggal akan dirancang dengan paradigma pragmatisme. Penelitian ini menghasilkan 4 model rumah tinggal yang disesuaikan dengan variasi jumlah anggota keluarga pemukim magersaren. Model tersebut menggunakan konsep rumah modular yang didukung sistem struktur semi permanen. Gabungan material alami (lokal) dan fabrikasi pada model akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembangunan.
Identitas Visual Masjid Shiratal Mustaqiem Samarinda
Yanuar Pasa Nur Alim Rakhmadana;
Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masjid Shiratal Mustaqiem merupakan salah satu bangunan bersejarah Kota Samarinda yang berdiri di Samarinda Seberang pada tahun 1881 sampai dengan 1894 . Keberadaannya yang telah melewati beberapa dekade menunjukkan adanya pengaruh yang beragam. Masjid Shiratal Mustaqiem terlihat berbeda dengan masjid dan bangunan lain yang ada di lingkungan sekitarnya. Walaupun begitu, kepopuleran Masjid Shiratal Mustaqiem tidak begitu mempengaruhi fisik dari bangunan masjid-masjid lainnya di Kota Samarinda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui identitas visual karena dapat menjelaskan sejarah serta perkembangan budaya yang ada pada saat itu sehingga dapat memperkaya wawasan arsitektur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan kesimpulan elemen arsitektur masjid yang bernilai istimewa dan karakter visual yang sesuai dengan prinsip desain arsitektur masjid. Identitas visual pada Masjid Shiratal Mustaqiem cenderung terpengaruh oleh kebudayaan Nusantara yang beragam.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS VISUAL KORIDOR ALUN ALUN KOTA SITUBONDO
Yuzril Ihzha Mahendra;
Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebuah kota pasti memiliki koridor yang beragam dari segi fungsi atau keindahannya. Dan berkembang sesuai kebutuhan. Contohnya perkembangan yang ada ialah dari segi perubahan guna lahan atau fungsi bangunan yang hal ini terjadi di Kota Situbondo khususnya pada lokasi penelitian ini. Kota tentu juga menjaga wajahnya agar tetap dihuni oleh masyarakat. Maka, sudah semestinya suatu kota menyuguhkan visual yang berbeda dan indah serta sesuai dengan masyarakatnya, oleh karena itu dibutuhkan kajian terkait visual ini dengan adanya perubahan fasad atau fungsi bangunan dan tentunya hal lain yang mendukung visual kota. Dalam visual kota terdapat elemen fisik dan spasial yang berhubungan satu sama lain, hal ini juga seharusnya ada pada koridor suatu jalan. Di koridor ini tidak hanya sebuah jalan akan tetapi juga terdapat beragam aktivitas masyarakat seperti perekonomian, budaya serta sosial. Penelitian ini menarasikan dan mengkaji kualitas visual koridor dari persepsi masyarakat karena setiap kota pasti ada dasaran desain kotanya. Untuk menunjang penelitian ini maka menggunakan metode semantic differential. Metode ini menggunakan beberapa variabel yang akan di ukur dengan skala tertentu untuk mengetahui persepsi responden terhadap stimulus penelitian. Dan penelitian ini akan menghasilkan terkait evaluasi dari kualitasi visual yang ada menurut persepsi masyarakat. Tentunya penilaiannya melihat pada variabel yang ada.
Tipologi Spasial Rumah Hunian-Usaha Kawasan Pendidikan (objek Studi : Daerah Watu Gong, Malang)
Ereza Hario Saputra;
Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertumbuhan instansi Pendidikan di Kota Malang mengakibatkan perkembangan pada daerah yang berada disekitarnya, terutama pada Universitas Brawijaya yang memberikan dampak pada daerah Watu Gong. Dampak dari kegiatan kampus dan mahasiswa pada daerah Watu Gong membuat warga Watu Gong merubah huniannya menjadi hunian-usaha guna beradaptasi dan juga mengambil peluang komersil dari kegiatan kampus. Dengan banyaknya perubahan spasial yang dilakukan maka dapat dikaji tipologi spasial dari hunian-usaha yang berada di daerah Watu Gong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis dari data yang diambil dari survei primer dan sekunder. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa dari sampel memiliki pola tata ruang spasial yang dapat digolongkan menjadi 3 jenis hunian-usaha yaitu hunian usaha Housing Adaptation tipe Bersama, Housing Adaptation tipe Campuran dan Housing Adjustment tipe bersama.
APLIKASI PERSYARATAN FUNGSIONAL PADA TATA LETAK DAN SIRKULASI RUANG DI PLAZA KALIBATA, JAKARTA SELATAN
Faiz Henri Rabani;
Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Konsep mal sebagai pusat perbelanjaan telah mengalami pergeseran dari waktu ke waktu akibat adanya tuntutan gaya hidup masyarakat perkotaan yang berubah. Fenomena konsep mall yang bergeser juga dialami Plaza Kalibata pada tahun 2010, melalui renovasi pada tata letak dan sirkulasi ruang dalam bangunan terkait usaha meningkatkan traffic pengunjung yang redup. Pertimbangan tata letak dan sirkulasi ruang termasuk ke dalam variabel pertimbangan dasar perencanaan utama bangunan, atau disebut juga Persyaratan Fungsional. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bermaksud mengetahui bagaimana penerapan parameter persyaratan fungsional pada tata letak dan sirkulasi ruang di Plaza Kalibata dalam kondisi sebelum renovasi dan sesudah renovasi. Studi dilakukan dengan menganalisis variabel tata letak dan sirkulasi ruang pada kondisi sebelum dan sesudah renovasi menurut tabel parameter persyaratan fungsional. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa terdapat perbedaan pengaplikasian persyaratan fungsional pada Plaza Kalibata sebelum renovasi dan sesudah renovasi.Kata kunci: tata letak, sirkulasi ruang, persyaratan fungsional, Plaza Kalibata
Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Pedestrian Ways Pada Koridor Jalan Tunjungan Kota Surabaya Sebagai Ruang Publik
Moehammad Iqbal Al Madani;
Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Koridor Jalan Tujungan Kota Surabaya merupakan kawasan bersejarah yang dulunya menjadi tempat perjuangan arek-arek suroboyo dalam merebut kemerdekaan Kota Surabaya. Koridor Jalan Tunjungan Kota Surabaya terletak pada pusat kota serta menjadi kawasan perdagangan dan jasa, tentunya hal tersebut memberikan kesan menarik pada kawasan tersebut. Kesan pada koridor tersebut yakni pada jalur pedestrian yang ada pada koridor Jalan Tunjungan, hal tersebut dikarenakan perlebaran jalur pedestrian yang dilakukan oleh pemerintahan Kota Surabaya dalam mendukung kawasan menjadi ruang publik Kota Surabaya. Namun, dengan adanya perlebaran jalur pedestrian terdapat ketidaksesuaian fungsi dari pemanfaatan jalur pedestrian tersebut. Mulai digunakannya sebagai tempat parkir kendaraan dan digunakan mobilitas kendaraan roda 2. Hal tersebut tentunya mengganggu dari kenyamanan dan keamanan pejalan kaki yang menggunakan jalur tersebut. Permasalahan yang terjadi pada jalur pedestrian menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan pedestrian ways pada koridor Jalan Tunjungan Kota Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Deskriptif (Kualitatif dan Kuantitatif). Data penelitian didapatkan dengan mengumpulkan data melalui pembahasan terkait kondisi eksisting dengan observasi dan data mean score melalui survey kuesioner online (Accidental Sampling). Data yang terkumpul dari penyebaran survey kuesioner online dianalisis menggunakan mean score dengan sintesis kualitatif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kategori penilaian dari pemanfaatan pedestrian ways “Sangat Baik”, “Baik”, “Cukup”, “Kurang”, dan “Sangat Kurang”.