cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2022)" : 88 Documents clear
Evaluasi Spasial Museum Sepuluh Nopember Surabaya Hela Radika Sari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran dan fungsi museum sangat penting dalam pendokumentasian warisan budaya, sehingga museum harus selalu mempunyai daya tarik dikunjungi. Dalam penyelenggaraannya, museum mempunyai tata kelola yang disebut sebagai museologi. Arsitektur khususnya pada aspek spasial cukup memberi pengaruh dalam penyajian koleksi museum dan pergerakan pengunjung di dalam museum. Dengan demikian, penelitian ini akan mengevaluasi spasial museum untuk memperlihatkan bagaimana museum mewujudkan perannya. Dari hasil analisis dan pembahasan, ruang-ruang yang berpotensi sebagai ruang sosial masih belum dimanfaatkan dengan maksimal, ruang diorama elektronik dan auditorium pada lantai satu tidak digunakan sebagaimana fungsinya, sirkulasi sudah ditetapkan dan kurang bebas sehingga mengurangi eksplorasi pengunjung, serta tata koleksi yang linear dan sederhana menyebabkan intensitas ruang sosial di dalam museum berkurang.
Pengaruh Selubung Bangunan Terhadap Kinerja Lingkungan Termal pada Model Bangunan Vernakular Tengger Sukapura Arrifku Hoirul Fazza; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah dataran tinggi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang memiliki iklimtropis lembab dengan suhu udara yang relatif dingin sepanjang tahun merupakanmasalah utama dalam kinerja lingkungan termal pemukiman setempat. Perubahangaya arsitektur di setiap daerah mulai berkembang dari yang awalnya menggunakanmaterial kayu hingga saat ini banyak menggunakan material bata ringan. Merancangbangunan di iklim tropis lembap cendenrung dingin konsep orientasi bangunan,bukaan ventilasi alami, atap atau naungan terhadap matahari dan hujan, materialbangunan, serta pondasi yang ditinggikan menjadi pertimbangan. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya kinerja lingkungan termal padamodel bangunan vernakular menggunakan evaluasi visual dan teknik pengukuranlapangan. Metode yang digunakan dalam evaluasi visual yaitu denganmendeskripsikan objek penelitian sehingga mendapat data yang aktual, sertamenggunakan metode kuantitatif untuk mengolah data hasil pengukuran lapangan.Hasil menunjukan bahwa mengoptimalkan desain pasif dengan hasil pengukuranlingkungan termal di lapangan berbanding lurus. Kata kunci: tropis lembab, dingin, bangunan vernakular, lingkungan termal
Kualitas Walkability pada Masa Pandemi di Kawasan Transit Oriented Development Blok M, Jakarta Almira Ramadanti; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas walkability menjadi hal yang penting di masa pandemi COVID-19. Hal ini dikarenakan perlu adanya penyesuaian di masa pandemi pada jalur pedestrian untuk kegiatan berjalan kaki yang merupakan moda transportasi mendasar. Selain itu, kawasan transit oriented development Blok M yang memiliki mobilitas perkotaan tinggi menjadikan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut rentan terhadap COVID19. Walkability akan dinilai berdasarkan sepuluh variabel yang diklasifikasikan menjadi keempat aspek mendasar, yaitu aksesibilitas, kenyamanan, keamanan, estetika, dan penyesuaian terhadap pandemi. Dari hasil penelitian, kualitas walkability di kawasan Blok M hanya mencapai kategori “cukup”, sehingga belum sesuai dengan konsep kawasan yang transit oriented.Kata kunci: mobilitas perkotaan, walkability, pandemi COVID-19, kawasan transit oriented development.
Implementasi Sistem Proteksi Kebakaran pada Kawasan Rawa Indah di Kota Bontang Fadhila Az Zahra; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Rawa Indah merupakan salah satu kawasan permukiman di Kota Bontang. Kawasan ini merupakan kawasan yang cukup rentan terhadap kebakaran. Pada bulan Agustus tahun 2020, Kawasan Rawa Indah dilanda kebakaran yang menghanguskan hingga 40 rumah tinggal dan menimbulkan kerugian materil hingga ratusan juta rupiah. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang dapat membentuk konsep proteksi kebakaran untuk diterapkan pada Kawasan Rawa Indah. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan serta pengukuran pada objek penelitian. Setelah mengumpulkan data primer dari hasil observasi maupun data sekunder dari dokumen-dokumen resmi, dilakukan analisis dengan pendekatan kuantitatif untuk menentukan kriteria yang perlu diperhatikan untuk menanggapi kebakaran, mulai dari kualitas bangunan, kualitas jalan, serta kelengkapan sarana dan prasarana untuk menangani kebakaran. Kriteria yang sudah didapatkan kemudian dapat dijadikan acuan untuk perancangan kawasan permukiman yang tanggap kebakaran.
Pengaruh Penggunaan Geodesic Dome PVC terhadap Lingkungan Termal Glamping di Jungle Bubble Lodge Bali resinthia rachmanda
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur inovatif yang tidak mengeksploitasi alam dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan pariwisata di Indonesia. Salah satu arsitektur yang unik di Bali adalah Jungle Bubble Lodge, dengan konsep glamping di alam yang menggunakan struktur geodesic dome hexagon dan material membran PVC, satu-satunya di Indonesia. Dengan fungsi utama sebagai penginapan, glamping harus memberikan kenyamanan termal untuk penghuni dariiklim ruang luar. Glamping terletak di wilayah dataran tinggi Bali, yang ketika siang akan sangat panas dan ketika malam sangat dingin, sedangkan geodesic dome awalnya digunakan sebagai igloo di wilayah dingin. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kinerja termal glamping tersebut, dengan mengukur temperatur udara, kelembaban udara, kecepatan angin, dan temperatur radiasi, Dalam pengukuran tersebut didapatkan data bahwa glamping tidak nyaman secara termal ketika siang hari, sehingga diberikan rekomendasi desain melalui software Autodesk Ecotect dan Calculation Thermal Tool HT Flux, dengan mengubah material membran. Geodesic dome efektif menyimpan panas ketika malam hari, sehingga melalui pemilihan material yang tepat, geodesic dome dapat digunakan di wilayah Iklim Tropis dalam skala besar.
Persepsi Pengguna Terhadap Kualitas Ruang Publik Taman Singha Merjosari Gesvi Rizkitachika Praramadhanti; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota dengan kepadatan penduduk dan segala aktifitasnya yang beragam dapat menyebabkan kelelahan mental dan memburuknya kualitas lingkungan hidup perkotaan yang berakibat pada menurunnya produktivitas masyarakat perkotaan.Citra dan kualitas hidup kota seringkali diasosiasikan dengan ruang publik terbuka, yang berperan merelaksasi tekanan pola kehidupan dan membantu mengurangi kelelahan mental dan perilaku agresif manusia (Praliya, 2019). Taman kota dengan kualitas baik menjadi salah satu ruang publik terbuka yang menarik dikunjungi masyarakat kota yang heterogen, termasuk penyandang disabilitas. Metode purposive digunakan dalam pemilihan lokasi penelitian ini. Tujuan penelitian adalah menganalisis kualitas Taman Singha Merjosari yang pernah dianugerahi taman dengan desain terbaik se-Indonesia pada tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan sampel pengguna taman. Sari dan Wicaksono (2020) mengevaluasi tingkat kenyamanan dan pengukuran iklim mikro berupa suhu dan kelembaban udara Taman Singha Merjosari dan Taman Mojolangu. Penelitian ini berbeda karena didasarkan persepsi pengguna terhadap ketiga aspek pembentuk kualitas ruang publik yang dikembangkan oleh Carr (1992), yaitu kebutuhan, hak dan makna terhadap fasilitas dan elemen taman. Hasilnya menyimpulkan kualitas Taman Singha Merjosari dinilai cukup baik. Hal tersebut mencerminkan beberapa fasilitas dan elemen taman memerlukan perbaikan, seperti jalur pedestrian, fasilitas kebugaran, wahana permainan anak, dan area parkir.
Peningkatan Kenyamanan Termal pada Alun-alun Kota Pasuruan Muhammad Izzulhaq Al Ghifari; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi ruang luar sebenarnya sama pentingnya dengan ruang dalam bangunan. Suhu rata-rata terpanas wilayahnya dapat mencapai 32°C. Pertumbuhan penduduk Kota Pasuruan yang cenderung bertambah setiap tahunnya juga turut menaikkan suhu lingkungan kota. Kondisi eksisting pada objek masih terdapat cukup luas ruang luar yang kurang ternaungi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif evaluatif-komparatif. Pengukuran suhu dan kelembaban dilakukan di titik-titik tempat duduk. Jenis dan peletakan penataan vegetasi dan material penutup tanah sebagai variabel bebas dan adanya teori penurunan suhu udara pada lingkungan yang terjadi sebagai variabel terikat. Hasil yang diperoleh yaitu masih rendahnya tingkat kenyamanan termal pada hampir seluruh titik di Alun-alun dengan Temperature Humidity Index ‘kategori tidak nyaman’ dan Discomfort Index ‘ketidaknyamanan dirasakan oleh semua’. Naungan dari vegetasi merupakan hal yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kenyamanan termal. Sebagian besar rekomendasi desain yang diberikan yaitu berupa penambahan dan penggantian vegetasi pohon dan tanaman rambat dengan naungan yang lebih baik serta penambahan rumput sebagai pelaku transpirasi.
Evaluasi Kinerja Pelayanan Pada Stasiun Cisauk Tangerang Berdasarkan Persepsi Pengunjung Haedar Maulana Taufiqi; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jabodetabek sebagai pusat perekonomian di indonesia menyebabkan minat urbanisasi meningkat pula yang berimbas pada kebutuhan transportasi yang tinggi. Terutama kebutuhan transportasi masyarakat Jabodetabek untuk memenuhi kebutuhan dan aktivitas hariannya terkhusus masyarakat Tangerang dengan penduduk sebanyak 3,06 juta jiwa yang kebanyakan aktivitas dan pekerjaannya berada di Jakarta. KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line merupakan alternatif transportasi yang banyak diminati saat ini. KRL akan beroprasi dari stasiun, salah satunya adalah Stasiun Cisauk yang berada di Tangerang Banten. Dengan perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat Jabodetabek permintaan akan jasa perkeretaapian yang tinggi, menjadikan Stasiun Cisauk tertuntut untuk menampung kebutuhan tersebut, oleh karena itu perlu adanya evaluasi standar pelayanan Stasiun Cisauk. Secara keseluruhan, penilaian terhadap kualitas kinerja pelayanan di Stasiun Cisauk telah memenuhi kebutuhan pengunjung stasiun, pada aspek keselamatan terdapat empat variabel yang diteliti dengan total skor indeks 76.00%, aspek keamanan dengan 2 variabel mendapat total skor indeks 78.40%, aspek keteraturan dengan 5 variabel mendapat total skor indeks 77.60%, aspek kenyamanan dengan 10 variabel mendapat total skor indeks 76.00%, aspek kemudahan dengan 3 variabel mendapat total skor indeks 7.40%, aspek kesetaraan dengan 2 variabel mendapat total skor indeks 7.48%, dari 6 aspek yang diteliti skor indeks mendapatkan nilai sebesar 76.20% dengan kriteria tinggi.Jabodetabek as the economic center in Indonesia causes an increasing interest in urbanization which has an impact on high transportation needs. Especially the transportation needs of the Jabodetabek community to meet their daily needs and activities, especially the people of Tangerang with a population of 3.06 million people, most of which are located in Jakarta. KRL (Electric Railroad) Commuter Line is an alternative transportation that is in great demand today. KRL will operate from stations, one of which is Cisauk Station in Tangerang, Banten. With the economic and social development of the Jabodetabek community, the demand for rail services is high, making Cisauk Station required to accommodate these needs, therefore it is necessary to evaluate the service standard of Cisauk Station. Overall, the assessment of the quality of service performance at Cisauk Station has met the needs of station visitors, in the safety aspect there are four variables studied with a total index score of 76.00%, the security aspect with 2 variables gets a total index score of 78.40%, the regularity aspect with 5 variablesgets the total index score is 77.60%, the comfort aspect with 10 variables gets a total index score of 76.00%, the convenience aspect with 3 variables gets a total index score of 7.40%, the equality aspect with 2 variables gets a total index score of 7.48%, from the 6 aspects studied the index score gets a value of 76.20% with high criteria.
Pengaruh Biophilic Design Terhadap Lingkungan Termal dan Sirkulasi Udara Ruang Kerja Publik era New Normal Akiko Qathrunnada; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 merupakan suatu penyakit yang ditetapkan sebagai pandemik dan menjadi suatu permasalahan darurat sejak tahun 2020. Keresahan akibat COVID-19 yang membuat pembatasan manusia terhadap lingkungan dan sesamanya menyebabkan banyak dampak, mulai dari sector ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Kesulitan yang dialami semenjak adanya COVID-19 ini, membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan baru untuk beraktivitas secara new normal. Kebijakan ini menilai mau tidak mau manusia harus hidup saling berdampingan dengan wabah ini untuk melanjutkan kehidupan, namun dengan syarat menerapkan protokol tertentu salah satunya dengan menghimbau penggunaan ruangan yang mengoptimalkan sirkulasi udara secara alami guna meminimalisir kesempatan bagi virus dan kuman untuk berkembangbiak. Kualitas Udara terhadap lingkungan termal dan sikulasi udara salah satunya dapat diperbaiki dengan peran elemen tanaman dan vegetasi melalui strategi design biophilic. Di Kota Malang, salah satu tempat yang banyak dikunjungi pada era new normal ini adalah Gartenhaus Co-working Space. Sebagai tempat yang dikunjungi oleh masyarakat, tentunya perlu untuk melakukan evaluasi terhadap lingkungan termal bangunan dan sirkulasi udara lingkungan sekitar berdasarkan standar kesehatan fisik udara yang telah ditetapkan oleh kementerian kesehatan dengan pendekatan melalui metode design biophilic untuk mendukung kinerja aturan new normal dalam mengoptimalkan sirkulasi udara, hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi acuan dalam penerapan biophilic design untuk meningkatkan kualitas lingkungan termal dan sirkulasi udara pada suatu ruang kerja publik. Kata kunci: New Normal, Biophilic design, Lingkungan termal, Sirkulasi udara
Persepsi Visual Pengunjung terhadap General Interior Zara Store Pakuwon Mall Surabaya Hosea Dandy Wibowo; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan e-commerce yang pesat membuat konsumen cenderung belanja online karena konsumen menemukan ketidakpuasan dalam berbelanja di toko fisik. Namun konsumen tetap ingin mempertahankan adanya toko fisik karena pada toko fisik konsumen mendapatkan pengalaman yang tidak bisa ditemukan di toko online. General interior merupakan bagian dari store atmosphere yang mempengaruhi persepsi pengunjung terhadap toko fisik. Zara Store merupakan salah satu tenant utama di Pakuwon Mall Surabaya yang general interior-nya berpengaruh signifikan terhadap store image atau persepsi yang didapatkan pengunjung, dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi visual pengunjung terhadap desain interior pada Zara Store Pakuwon Mall Surabaya. Penelitian ini menggunakan strategi kuantitatif deskriptif dengan cara memberikan kuisioner kepada 100 responden. Elemen general interior dinilai berdasarkan 4 elemen visual yaitu bentuk, warna, tekstur, dan material. Pengukuran data menggunakan skala semantic diferensial. Ditemukan bahwa elemen general interior Zara Store Pakuwon Mall Surabaya dinilai sangat baik dengan elemen pencahayaan yang mendapat penilaian tertinggi dan elemen kasir yang mendapat penilaian terendah. Berdasarkan skala penilaian, ditemukan bahwa elemen general interior secara keseluruhan dinilai sangat bagus namun netral (tidak unik).