cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017)" : 45 Documents clear
Konsep Arsitektur Ekologi pada Pendidikan Pariwisata Red Island di Banyuwangi Agus Mujahid Anshori; Chairil Budiarto Amiuza; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.71 KB)

Abstract

Perkembangan perancangan bangunan di kawasan wisata pesisir Red Island di Banyuwangi belum sepenuhnya memaksimalkan aspek ekologi lingkungan terutama Terkait pemanfaatan sinar matahari dan angin yang melimpah. Potensi Red Island Dari segi pariwisata cukup baik namun harus disertai peningkatan kualitas Lingkungan hidup yang dapat terintegrasi secara fungsi dengan kawasan pariwisata Sekaligus menjadi contoh bangunan yang dapat memanfaatkan ekologi Red Island dalam proses perancangannya. Salah satu upaya mendukung untuk ditingkatkannya kualitas pelayanan dan lingkungan hidup di Red Island adalah perancangan gedung pendidikan pariwisata dimana selain dapat terintegrasi dengan aktifitas Red Island sebagai laboratorium para mahasiswa misalnya mereka dapat berpraktik di homestay, cafe dsb. Juga dapat memanfaatkan ekologi Red Island terutama aktifitas belajar dengan tugas melihat, membaca dan berdiskusi yang membutuhkan pengaturan pencahayaan alami serta penghawaan alami yang nyaman untuk kegiatan belajar mengajar tersebut sehingga pada perancangan difokuskan pada pencahayaan dan penghawaan ruang. Energi surya dimanfaatkan juga sebagai pembangkit tenaga untuk menunjang operasional bangunan yang sekaligus sebagai indikator konsep arsitektur ekologi pada pendidikan pariwisata Red Island.Kata kunci: pendidikan pariwisata, cahaya alami, penghawaan alami, panel surya
Konsep Taman Sensori sebagai Healing Environment pada Pusat Layanan Autis Kota Malang Tyas Pinendita; Lisa Dwi Wulandari; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.798 KB)

Abstract

Autisme merupakan merupakan bagian dari Kelainan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorders (ASD). Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penyandang autisme pada tahun 2010 diperkirakan sebanyak 2,4 juta jiwa (Tempo,2012). Terus meningkatnya jumlah anak penyandang autisme perlu didukung dengan fasilitas dan pelayanan untuk anak penyandang autisme. Pada tahun 2012, pemerintah mulai membangun 26 Pusat Layanan Autis di berbagai kota termasuk diantaranya ialah Pusat Layanan Autis Kota Malang sebagai PLA pertama yang didirikan di Indonesia. Ruang luar khususnya taman sensori sebagai healing environment yaitu suatu desain lingkungan terapi yang memadukan antara unsur alam,indera, dan psikologis. Taman sensori merupakan taman yang memiliki fungsi untuk merangsang kelima panca indera manusia agar dapat bekerja lebih peka (Sensory Trust, 2013 dan Worden & Moore, 2013). Untuk mencapai hasil berupa konsep taman sensori, telah dilakukan riset mengenai pola perilaku anak hipersensitif dan hiposensitif di ruang luar pada PLA Kota Malang.Kata kunci: Taman Sensori, healing environment, Pusat Layanan Autis Kota Malang
Pengembangan Fasilitas Wisata di Kawasan Pantai Pancer Door Kabupaten Pacitan Zaqiyul Fuad; Subhan Ramdlani; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.831 KB)

Abstract

Kawasan Pantai Pancer Door ditetapkan sebagai kawasan wisata sejak tanggal 30 Desember 1997 dibawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pacitan. Rencana pengembangan pantai Pancer Door sebagai kawasan wisata mulai dilakukan oleh pemerintah daerah sejak tahun 2014 melalui penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Pantai Teleng Ria dan Pancer Door Kabupaten Pacitan. Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya perubahan maupun pembangunan yang dilakukan, hal ini tentu tidak sejalan dengan tujuan pengembangan kawasan wisata pantai Pancer Door sesuai yang direncanakan. Salah satu aspek penting yang dapat menarik minat pengunjung untuk datang ke suatu lokasi wisata adalah ketersediaan fasilitas penunjang wisata, sehingga dibutuhkan adanya perancangan bangunan-bangunan fasilitas penunjang wisata di kawasan wisata pantai Pancer Door. Langkah pengembangan yang dilakukan meliputi pengadaan fasilitas akomodasi dan fasilitas penunjang wisata. Pengadaan fasilitas wisata ini didasarkan pada kebutuhan pengunjung yang meliputi kebutuhan akan fasilitas akomodasi, rekreasi dan olahraga. Perancangan dilakukan dengan cara melakukan pemrograman data eksisting, memetakan kebutuhan pengunjung serta meninjau komparasi objek wisata sejenis untuk menentukan kriteria dan konsep desain fasilitas yang akan dibangun. Selain perancangan bangunan fasilitas, juga dilakukan perencanaan lansekap meliputi penentuan zoning, penataan sirkulasi dan ruang terbuka hijau untuk memaksimalkan potensi kawasan wisata.Kata kunci : pengembangan, fasilitas, pariwisata, pantai Pancer Door
Interior Layanan Perpustakaan Anak (Studi Kasus : Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur) Dyah Aprilia; Rinawati P Handajani; Triandi Laksmiwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.69 KB)

Abstract

Perpustakaan anak merupakan tempat yang memiliki peran penting dalam meningkatkan minat baca pada anak. Salah satu perpustakaan di Indonesia yang menyediakan layanan perpustakaan anak adalah Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Untuk meningkatkan minat baca pada anak, dapat diwujudkan dengan menciptakan perancangan ruang yang sesuai dengan kebutuhan karakteristik pada anak. Ruang tersebut diharapkan dapat menarik anak untuk melakukan kegiatan membaca. Suasana yang menarik bagi anak dapat dengan menerapkan usur-unsur desain yang sesuai dengan karakteristik anak, seperti unsur warna dan unsur bentuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan interior pada layanan perpustakaan anak yang dapat meningkatkan minat baca pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yang berupa penelitian dengan pendekatan studi kasus, sedangkan metode perancangan yang digunakan adalah metode programatik dan metode preseden. Penelitian didasarkan pada dua aspek yang terkait, yaitu unsur warna dan unsur bentuk yang sesuai dengan kebutuhan karakteristik pada anak. Diharapkan dengan adanya rancangan interior layanan perpustakaan anak yang sesuai, dapat meningkatkan minat baca pada anak.Kata Kunci: Perpustakaan anak, karakteristik anak, warna, bentuk
Rumah Susun Sederhana dengan Penerapan Konsep Bioklimatik di Kecamatan Sukun Malang Dimas Septian Permana; Heru Sufianto; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.376 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan kota terbesar kedua setelah Surabaya, yang memilikipenduduk cukup besar dengan lahan permukiman yang terbatas. Rumah susunmerupakan salah satu alternatif solusi pembangunan rumah tinggal dengan lahanpermukiman terbatas. Keterbatasan lahan tersebut mengakibatkan lahan hijau menjadisasaran untuk dialih fungsikan sebagai lahan permukiman. Kurangnya lahan hijausuatu kota dapat mengakibatkan meningkatnya suhu udara serta kualitas udara yangburuk, maka dari itu diperlukan pembangunan dengan mengusung konsep arsitekturhijau. Desain Bioklimatik merupakan contoh dari arsitektur hijau yang dapatditerapkan pada bangunan rusun di daerah perkotaan. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mencari kriteria-kriteria bioklimatik yang teapt dan diterapkan pada bangunanrusun agar mampu menanggapi kondisi iklim setempat. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yang berupa penelitian denganpendekatan studi kasus. Hasil yang dicapai adalah bangunan mampu mengoptimalkanpencahayaan dan penghawaan alami secara merata melalui orientasi, bentukbangunan, desain bukaan, vegetasi, pemilihan material, dan efisiensi penggunaan air.Diharapkan rusun dengan konsep bioklimatik mampu merespon terhadap iklimdengan perancangan secara pasif.Kata Kunci: rumah susun, tanggap iklim, bioklimatik