Articles
63 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2018)"
:
63 Documents
clear
Evaluasi Kenyamanan Visual dan Spasial Ruang Pejalan Kaki Koridor Jalan MT Haryono Berdasarkan Preferensi Masyarakat
Muchamad Januar Irfan;
Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.418 KB)
Koridor Jalan MT Haryono merupakan koridor jalan yang memiliki berbagai macam aktivitas didalamnya,sebagai salah satu dari lima jalan provinsi lainnya, koridor jalan tersebut merupakan salah satu dari sekian kawasan komersial yang ada di Kota Malang yang memiliki perkembangan yang cukup cepat, perkembangan tersebut menimbulkan pertumbuhan wajah koridor yang tidak terkontrol yang akan mempengaruhi aktivitas masyarakat, citra kawasan, maupun aspek kenyamanan yang ada. Pada dasarnya terdapat empat aspek utama kenyamanan, dua diantaranya adalah kenyamanan visual dan spasial yang mrupakan fokus utama pada penelitian ini. Munculnya aktivitas-aktivitas yang tidak sesuai dengan peraturan maupun ruang yang tersedia akan menimbulkan dampak terhadap aktivitas lainnya, salah satunya adalah ruang pejalan kaki. Penilaian pengguna terhadap karakterisitik fisik lingkungan merupakan hal penting dalam mengetahui tingkat kenyamanan, sehingga dapat menjawab akan kebutuhan kenyamanan ruang pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kuantitatif, melalui analisis kualitatif karakteristik fisik koridor jalan dan analisis regresi sederhana untuk mengetahui hasil preferensi masyarakat terhadap kenyamanan pada ruang pejalan kaki koridor Jalan MT Haryono. hasil yang diperoleh kenyamanan visual dan spasial masih belum dapat memenuhi kriteria nyaman hal ini relevan dengan kondisi karakter fisiknya. Kata kunci: Koridor Jalan, karakteristik fisik, kenyamanan visual, kenyamanan spasial
Tingkat Penerapan Konsep Ekowisata Pada Kaliandra Eco Resort & Organic Farm di Kabupaten Pasuruan
Rahma Nur Ilma;
Novi Sunu Sri G.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (616.657 KB)
Kaliandra eco resort & organic farm merupakan salah satu resort di kabupaten pasuruan yang menerapkan konsep ekowisata, resort ini terletak di kawasan beriklim sejuk di lereng gunung arjuna, kegiatan dan pengelolaan Kaliandra eco resort di dasarkan pada misi untuk melestarikan kawasan lereng gunung arjuna sehingga kegiatan wisata yang ada pada resort selaras dengan prinsip konservasi taman hutan raya R.Soeryo. Penelitian ini dilakukan terhadap aspek (1)Komponen pariwisata, (2)Prinsip pengembangan ekowisata, (3)Penataan lansekap, (4)Penataan massa dan tampilan eksterior bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penerapan konsep ekowisata pada Kaliandra Eco Resort. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan thrustone score. Temuan yang dihasilkan yaitu kondisi komponen pariwisata seperti atraksi, fasilitas dan aksesibilitas perlu dilakukan perbaikan dan perawatan untuk menunjang kenyamanan pengunjung, begitu juga pada penataan lansekap seperti sirkulasi dan pemilihan vegetasi sesuai dengan fungsi. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa aspek komponen pariwisata mendapatkan nilai tingkat penerapan rendah sedangkan aspek pengembangan konsep ekowisata, penataan lanskap, penataan massa & tampilan bangunan mendapatkan nilai tingkat penerapan tinggi penilaian ini didasarkan pada persepsi wisatawan sehingga pada aspek yang mendapatkan nilai rendah perlu diberikan rekomendasi perbaikan. Kata Kunci : Pariwisata, Ekowisata, Eco Resort
Tingkat Kenyamanan Fungsional Alun-alun Batu sebagai Ruang Publik
Ayunastuti Dian Pratiwi;
Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (886.875 KB)
Keberadaan alun-alun dalam suatu kawasan/kota sangatlah penting. Selain berfungsi sebagai landmark suatu kawasan/kota, alun-alun juga merupakan ruang publik yang mewadahi aktifitas dari warga/masyarakatnya ataupun sekedar menjadi titik kumpul. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi elemen perancangan ruang publik, pola aktivitas didalamnya, serta mengetahui tingkat kenyamanan fungsional Alun-alun Batu berdasar persepsi pengunjung terkait elemen perancangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, place centered mapping, dan wawancara terstruktur berupa kuisioner. Dengan demikian akan didapatkan hasil temuan berupa elemen yang paling berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan Alun-alun Batu beserta saran atau rekomendasinya. Hasil dari penelitian nantinya dapat digunakan sebagai kajian dan pembanding dalam penelitian selanjutnya maupun terhadap Alun-alun Batu sebagai objek penelitian. Kata kunci: kenyamanan, alun-alun, ruang publik
Konsep Bangunan Hijau Pada Gedung E Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya
Hayuning Permata Sari;
Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1402.434 KB)
Saat ini Indonesia mengahdapi permasalahan tingginya rata-rata emisi karbon harian. Salah satu penyebab terbesar adalah pemakaian energi dalam gedung. Dibutuhkannya solusi yaitu penerapan konsep bangunan hijau di kota-kota Indonesia. Kota Malang terpilih menjadi green city dan dengan adanya program green campus akan memacu berbagai perguruan tinggi untuk mewujudkannya termasuk di Universitas Brawijaya. Meskipun pada pembangunan gedung di kampus UB tidak didesain dengan konsep bangunan hijau, namun sekilas konsep ini telah diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kuantitatif untuk mengetahui hasil pengukuran kriteria bangunan hijau berdasarkan GREENSHIP NB 1.2. Objek gedung E dipilih karena kondisi gedung baru dan aktif digunakan, gedung tinggi sehingga penggunaan energi listrik dan air yang cukup besar. Hasil penelitian menunjukkan gedung E telah memenuhi kriteria penerapkan konsep bangunan hijau dengan peringkat perunggu (Bronze) dengan nilai 38/101. Selain itu terdapat rekomendasi untuk meningkatkan penilaian dengan penambahan aplikasi pada beberapa tolak ukur GREENSHIP NB 1.2 sehingga terjadi peningkatan poin penilaian menjadi 74/101 bersertifikat platinum. Kata kunci: Greenship NB 1.2 GBCI, Gedung E FIA, Rekomendasi
Konstruksi Rumah Pandhapa di Desa Aeng Tong-Tong Kabupaten Sumenep, Madura
Eka Putri Nurul Choiroti;
Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1387.835 KB)
Arsitektur rumah tradisional Madura merupakan salah satu kebudayaan yang terdapat di Indonesia. Arsitektur.rumah tradisional merupakan.wujud paling nyata dari kebudayaan yang terdapat di pulau Madura. Rumah tradisional Madura memiliki keunikan-keunikan, salah satu keunikannya terlihat pada konstruksi rumahnya. Rumah tradisional Madura khususnya yang terdapat di daerah Sumenep disebut dengan rumah pandhapa, yaitu rumah yang awalnya merupakan sebuah pendopo dan berubah fungsi menjadi rumah tinggal. Rumah pandhapa ini merupakan rumah yang memiliki perbedaan bentuk dan konstruksinya dibandingkan dengan rumah tradisional Madura di daerah lainnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi konstruksi bangunan yang digunakan pada rumah pandhapa yang terdapat di Desa Aeng Tong-Tong Kabupaten Sumenep Madura. Artikel ini menggunakan deskriptif analisis, dengan cara memaparkan berbagai data yang berkaitan dengan konstruksi rumah pandhapa, kemudian menganalisis berdasarkan bagian konstrusinya. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi terbagi atas tiga bagian yaitu konstruksi bawah yang terdiri dari pondasi dan lantai, konstruksi tengah yang terdiri dari kolom, balok,dinding dan konstruksi atas yang terdiri dari konstruksi atap. Karakteristik konstrusi terdiri atas bahan yang digunakan, konstruksi yang digunakan dan macam-macam sambungannya. Simpulan bahwa arsitektur rumah pandhapa di Sumenep Madura mempunyai keunikan dilihat dari konstruksinya mulai dari pondasi, kolom, dan rangka atapnya.Kata Kunci: Arsitektur Rakyat, Madura, Konstruksi Rumah Tradisional
Keseimbangan Struktur Ruma Bolon Simanindo di Huta Bolon Simanindo, Kabupaten Samosir
Maria Ratna Ayu Kinasih;
Abraham M. Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1197.207 KB)
Samosir memiliki banyak potensi dari segi pariwisata terlebih pada wisata budaya. Huta Bolon Simanindo sebagai bentuk wisata sejarah dan budaya suku batak toba memiliki beberapa peninggalan salah satunya struktur dari Ruma Bolon Simanindo yang masih terjaga keasliannya. Namun masyarakat samosir kurang mengerti dengan keistimewaan Ruma Bolon terlihat dari banyaknya modifikasi yang kurang terarah dan tidak bisa mempertahankan bangunan Ruma Bolon Simanindo dari kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana keseimbangan struktur Ruma Bolon Simanindo dalam mempertahankan bangunannya melewati kondisi lingkungan sekitar. Metode yang digunakan merupakan metode kualitatif dengan membagi jenis beban yang diterima bangunanya kemudian menghitung sesuai jenis beban sebagai beban hidup dan material kayu sebagai beban matinya dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara serta studi literatur. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih mengenai keistimewaan struktur Ruma Bolon mengenai keseimbangan sturktur yang terjadi akibat penataan beban, sistem struktur bongkar pasang,, serta sifat yang cendrung meneruskan beban yang diterima dapat menjadi masukan berguna terutama bagi masyarakat samosir dalam mempertahankan asset kebudayaan batak toba serta dalam bidang pendidikan arsitektur nusantara. Kata kunci: Keseimbangan Struktur, Ruma Bolon Simanindo
Tata Cahaya Buatan pada Ruang Pamer Museum Brawijaya Malang
Rivaldi Ardiansyah;
Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.149 KB)
Sistem tata cahaya pada museum tentu merupakan salah satu hal penting, terutama pada museum yang bangunannya menggunakan bangunan tua peninggalan sejarah, dimana sistem tata cahaya harus dibuat agar museum tidak terlihat seram dan menakutkan, sistem tata cahaya juga harus dibuat agar museum dapat berfungsi sebagai sarana edukasi sekaligus rekreasi. Museum Brawijaya Malang yang terletak di jalan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang merupakan bangunan museum yang diresmikan tahun 1968. Museum ini belum pernah mengalami revitalisasi sebelumnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-kuantitatif dengan menggunakan alat Luxmeter dan simulasi data menggunakan software Dialux 4.12. Penelitian ini untuk meninjau sistem tata cahaya buatan dengan aspek kenyamanan visual pada ruang pamer Museum Brawijaya Malang sesuai dengan standart pencahayaan museum yakni 500 lux yang direkomendasikan oleh Standart Nasional Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua ruang pamer belum memenuhi standar pencahayaan dengan penyebaran intensitas penerangan yang belum merata ke seluruh ruangan. Variabel yang diteliti pada tata cahaya ruang pamer Museum Brawijaya Malang adalah, intensitas penerangan, desain bukaan, tata letak titik lampu dan suasana, kemudian keawetan barang koleksi. Kata kunci: Museum, Ruang Pamer, Tata Cahaya Buatan
Kualitas Visual Elemen Lanskap pada Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Jawa Timur
Salma Safira Putri;
Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (52.601 KB)
Kusuma Agrowisata Kota Batu, merupakan objek wisata berbasis pertanian yang telah menjadi pioneer agrowisata di Indonesia. Maka dari itu perlu dilakukannya pengukuran pada kualitas visual elemen lanskapnya untuk pengembangan wisata itu sendiri. Perubahan iklim pada kawasan serta banyaknya pengunjung yang datang setiap harinya mampu menurunkan kualitas visual lanskapnya. Penataan lanskap kawasan wisata dapat dikatakan optimal apabila menempatkan elemen dasar lanskap yang fungsional dan estetis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas visual lanskap kawasan Kusuma Agrowisata berdasarkan persepsi wisatawan dan akademisi. Metode yang digunakan adalah mix method, untuk menganalisis berdasarkan keadaan eksisting dan standar dari teori terkait, serta untuk mengetahui kualitas visual elemen lanskap dengan menggunakan metode Scenic Beauty Estimation (SBE). Uji validitas dan reliabilitas dilakukan sebelum melakukan metode SBE, selanjutnya dilakukan metode kuartil, uji normalitas serta regresi linear sederhana. Hasil dari kuesioner adalah terdapat tujuh vantage point yang memiliki nilai kulaitas rendah berdasarkan responden, serta kualitas visual lanskap kawasan Kusuma Agrowisata memiliki klasifikasi kualitas sedang. Kualitas visual pada kawasan dapat ditingkatkan dengan memberikan masukan dan rekomendasi desain terhadap kawasan. Kata kunci: kualitas visual, elemen-elemen lanskap, mix-method
Kualitas Visual Elemen Lanskap pada Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Jawa Timur
Ulung Satria Suwardiyono;
Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (149.981 KB)
Kusuma Agrowisata Kota Batu, merupakan objek wisata berbasis pertanian yang telah menjadi pioneer agrowisata di Indonesia. Maka dari itu perlu dilakukannya pengukuran pada kualitas visual elemen lanskapnya untuk pengembangan wisata itu sendiri. Perubahan iklim pada kawasan serta banyaknya pengunjung yang datang setiap harinya mampu menurunkan kualitas visual lanskapnya. Penataan lanskap kawasan wisata dapat dikatakan optimal apabila menempatkan elemen dasar lanskap yang fungsional dan estetis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas visual lanskap kawasan Kusuma Agrowisata berdasarkan persepsi wisatawan dan akademisi. Metode yang digunakan adalah mix method, untuk menganalisis berdasarkan keadaan eksisting dan standar dari teori terkait, serta untuk mengetahui kualitas visual elemen lanskap dengan menggunakan metode Scenic Beauty Estimation (SBE). Uji validitas dan reliabilitas dilakukan sebelum melakukan metode SBE, selanjutnya dilakukan metode kuartil, uji normalitas serta regresi linear sederhana. Hasil dari kuesioner adalah terdapat tujuh vantage point yang memiliki nilai kulaitas rendah berdasarkan responden, serta kualitas visual lanskap kawasan Kusuma Agrowisata memiliki klasifikasi kualitas sedang. Kualitas visual pada kawasan dapat ditingkatkan dengan memberikan masukan dan rekomendasi desain terhadap kawasan. Kata kunci: kualitas visual, elemen-elemen lanskap, mix-method
Karakter Visual Bangunan Masjid Besar Ainul Yaqin Gresik
Adibah Khairunnisa Marwa;
Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Awal masuk agama Islam di wilayah Gresik sekitar pada abad ke-11 oleh Syech Maulana Malik Ibrahim bersama Fatimah Binti Maimun. Perkembangan yang pesat membutuhkan masjid sebagai tempat ibadah umah muslim dan dibangun dengan konsep Jawa Kuno yang mendapat pengaruh agama Islam di beberapa detail arsitekturalnya. Masjid Besar Ainul Yaqin merupakan bangunan masjid yang selesai dibangun pada tahun 1857 yang berarti telah memiliki usia lebih dari 100 tahun. Arsitektur bangunan Masjid Besar Ainul Yaqin tidak terlepas dari elemen-elemen pembentuknya, salah satunya adalah elemen pembentuk karakter visual masjid. Elemen pada visual masjid dapat menjadi ciri khas tersendiri pada bangunan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakter visual bangunan Masjid Besar Ainul Yaqin Gresik. Metode yang digunakan pada stuni ini adalah metode analisis kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis atau pemaparan kondisi. Metode analisis kualitatif merupakan pengumpulan data primer dan sekunder, sedangkan metode deskriptif analisis dilakukan dengan pendekatan historis bangunan dan yang menunjang arsitektural bangunan. Kata kunci: Masjid Besar Ainul Yaqin, karakter visual