cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 63 Documents clear
Konsep Tri Mandala pada Pola Tata Ruang Luar Pasar Tradisional Badung di Kota Denpasar Ni Ketut Irma Pradnyasari; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.808 KB)

Abstract

Kota Denpasar merupakan ibu kota dari Provinsi Bali dan menjadi pusat kegiatan masyarakat Bali. Kota Denpasar mengalami peningkatan jumlah penduduk yang sangat cepat sehingga berpengaruh pada meningkatnya aktifitas dan kebutuhan masyarakatnya. Peningkatan tersebut juga akan berdampak pada pembangunan khususnya dalam pola tata ruang yang mewadahi aktifitas dan kebutuhan tersebut. Di Bali khususnya Kota Denpasar, memiliki konsep dasar pembangunan yang dipercaya dapat menciptakan kehidupan yang harmonis salah satunya dalam konsep pola tata ruang tradisional yaitu Konsep Tri Mandala yang berlaku tidak hanya pada tempat suci melainkan pada rumah adat hingga bangunan publik lainnya seperti pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis Konsep Tri Mandala pada pola tata ruang luar Pasar Tradisional Badung di Kota Denpasar. Pasar Tradisional Badung merupakan objek yang diteliti dikarenakan pasar tersebut merupakan pasar tertua (didirikan tahun 1977) dan terbesar di kota Denpasar yang beberapa kali melaksanakan perluasan lahan dan renovasi (tahun 1984, tahun 2001 dan tahun 2016). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring perkembangan waktu yang didukung dengan meningkatnya jumlah penduduk, aktifitas dan kebutuhan penduduk maka, akan berpengaruh pula pada konsep pola tata ruang yang diciptakan yaitu Konsep Tri Mandala berkembang menjadi Konsep Sanga Mandala. Kata Kunci: Konsep Tri Mandala, Konsep Sanga Mandala, Pola Tata Ruang Luar Tradisional Bali.
Integrasi Sistem Pencahayaan Alami dan Buatan pada Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya Ellysa Bella Sukma Ramdhani; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.916 KB)

Abstract

Pencahayaan merupakan salah satu aspek yang penting dipertimbangan dalam perancangan suatu ruang termasuk pada ruang baca perpustakaan yang mana dalam aktifitasnya lebih banyak menggunakan kinerja visual. Terdapat 2 jenis pencahayaan berdasarkan sumber cahaya yaitu pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Integrasi antara pencahayaan alami dan buatan tentunya dibutuhkan untuk mendapatkan kenyaman visual serta efisiensi energi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan strategi desain integrasi sistem pencahayaan alami dan buatan pada perpustakaan pusat Universitas Brawijaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitaf-eksperimental menggunakan alat ukur luxmeter serta permodelan pada software dialux 4.12 untuk mendapatkan visualisasi rekomendasi desain. Hasil yang didapat berupa rekomendasi metode integrasi sistem pencahayaan alami dan buatan yaitu dengan strategi pengoptimalan kinerja pencahayaan alami melalui perubahan tata letak, warna dan material perabot, perubahan nilai transmisi kaca bukaan, penambahan light shelves dan shading device serta efisiensi energi dengan pembagian lajur sakelar dan nyala lampu yang disesuaikan dengan respon ruang terhadap cahaya pada waktu tertentu. Kata kunci: Sistem Pencahayaan, Perpustakaan, Kenyamanan Visual, Efisiensi Energi
Perancangan Rumah Susun Buring 2 dengan Aspek Bioklimatik Dian Dwianto; Beta Suryokusumo Sudarmo; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.972 KB)

Abstract

Setelah pada tahun 2014 yang lalu Rumah Susun (Rusun) Buring 1 yang ada di Jalan Mayjen Sungkono selesai diresmikan oleh Wali Kota Malang H. Moch. Anton, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan membangun rumah susun selanjutnya yaitu Rumah Susun Buring 2. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang, model dan spesifikasi Rumah Susun Buring 2 akan dirancang menyerupai Rumah Susun Buring 1 yang sudah terbangun. Berdasarkan hasil evaluasi secara kualitatif yang telah diteliti oleh penulis, Rumah Susun Buring 1 memiliki permasalahan desain yang berhubungan dengan iklim setempat. Bioklimatik merupakan salah satu aspek dari konsep arsitektur hijau (green architecture) yang mengutamakan wawasan iklim. Dengan demikian, aspek bioklimatik merupakan aspek yang tepat untuk diterapkan dalam perancangan Rumah Susun Buring 2 yang lebih berwawasan iklim. Perancangan ini bertujuan untuk merancang Rumah Susun Buring 2 yang lebih berwawasan iklim dibandingkan dengan Rumah Susun Buring 1 sehingga permasalahan desain Rumah Susun Buring 1 yang kurang berwawasan iklim tidak terulang kembali. Kata kunci: rumah susun, bioklimatik
POLA RUANG PERMUKIMAN INDUSTRI MEBEL BERDASARKAN AKTIVITAS INDUSTRI (Studi Kasus: Industri Mebel Bukir Pasuruan) Arini Anggreini; Lisa Dwi Wulandari; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.369 KB)

Abstract

Industri mebel Bukir merupakan salah satu industri kecil yang dapat membantu perekonomian Kota Pasuruan. Namun keberadaan industri mebel dapat memicu terjadinya perkembangan kawasan Bukir dengan pesat. Peningkatan aktivitas masyarakat baik dari segi perekonomian maupun aktivitas penduduknya, berpengaruh terhadap perkembangan pemanfaatan ruang kawasan. Untuk itu diperlukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pola aktivitas industri didalam permukiman yang dapat menunjang perkembangan kawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berdasarkan pendekatan keruangan. Hasil penelitian ini berupa analisis mengenai potensi dan permasalahan yang dihadapi pada setiap aktivitas industri mebel, dan mensintesis hasil analisis. Rekomendasi perkembangan pola ruang permukiman berdasarkan aktivitas industri berupa peralihan dan penambahan fungsi penggunaan lahan, perbaikan dan penambahan garis sempadan jalan maupun area pedestrian di sepanjang jalan utama yang dapat dijadikan referensi dalam menentukan arahan perkembangan permukiman industri mebel di kawasan Bukir Kata kunci: industri mebel, pola ruang, aktivitas industri, permukiman.
Identitas Visual Bangunan Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi Arida Fitriana Yasmin; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.445 KB)

Abstract

Pendopo Sabha Swagata Blambangan merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Banyuwangi yang dibangun pada masa kolonial dan bertahan hingga saat ini. Namun, adanya berbagai perubahan yang terjadi sejak awal dibangun telah mengaburkan karakter visual yang dimiliki. Karakter visual merupakan salah satu poin penting dalam membentuk identitas sebuah bangunan dan menjadi simbol dari masyarakat tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis identitas bangunan pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi berdasarkan karakter visual bangunan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan mengidentifikasi karakter visual dan menganalisis identitas bangunan pendopo Sabha Swagata Blambangan. Hasil dari penelitian ini adalah secara visual, identitas bangunan pendopo Sabha Swagata Blambangan memiliki dominasi pengaruh arsitektur “Indische Empire Style” yang terlihat pada bentuk atap perisai, dominasi bentuk persegi, simetri fasade, serta penggunaan material dinding, kolom, dan lantai. Terdapat pula pengaruh asitektur tradisional Jawa pada bentuk atap tajug, penggunaan material kayu, serta ornamen flora pada lantai. Ragam hias lokal Banyuwangi juga menjadi pelengkap pada visual bangunan untuk menunjukkan budaya setempat. Kata kunci: identitas visual, arsitektur kolonial, Arsitektur Jawa
POLA RUANG PERMUKIMAN INDUSTRI MEBEL BERDASARKAN AKTIVITAS INDUSTRI (Studi Kasus: Industri Mebel Bukir Pasuruan) Arini Anggreini; Lisa Dwi Wulandari; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.369 KB)

Abstract

Industri mebel Bukir merupakan salah satu industri kecil yang dapat membantu perekonomian Kota Pasuruan. Namun keberadaan industri mebel dapat memicu terjadinya perkembangan kawasan Bukir dengan pesat. Peningkatan aktivitas masyarakat baik dari segi perekonomian maupun aktivitas penduduknya, berpengaruh terhadap perkembangan pemanfaatan ruang kawasan. Untuk itu diperlukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pola aktivitas industri didalam permukiman yang dapat menunjang perkembangan kawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berdasarkan pendekatan keruangan. Hasil penelitian ini berupa analisis mengenai potensi dan permasalahan yang dihadapi pada setiap aktivitas industri mebel, dan mensintesis hasil analisis. Rekomendasi perkembangan pola ruang permukiman berdasarkan aktivitas industri berupa peralihan dan penambahan fungsi penggunaan lahan, perbaikan dan penambahan garis sempadan jalan maupun area pedestrian di sepanjang jalan utama yang dapat dijadikan referensi dalam menentukan arahan perkembangan permukiman industri mebel di kawasan Bukir Kata kunci: industri mebel, pola ruang, aktivitas industri, permukiman.
Evaluasi Kenyamanan Termal pada Ruang Kelas Pondok Pesantren Daar el-Huda di Kabupaten Tangerang Azka Noor; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.134 KB)

Abstract

Sekolah adalah tempat untuk menuntut ilmu secara formal dimana terdapat guru dan murid yang menggunakan ruang kelas pada sekolah. Pentingnya kondisi udara nyaman adalah kebutuhan setiap siswa dan guru di kelas agar konsentrasi belajar terjaga. Dengan memanfaatkan penghawaan alami diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kenyamanan termal pada ruang kelas. Tujuan penelitian ini, untuk mengevaluasi kenyamanan termal ruang kelas berdasarkan bukaan yang terdapat pada ruang kelas kemudian didapatkan bagaimana kondisi termal ruang kelas dan cara meningkatkan kenyamanan termal pada ruang kelas. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan pengukuran temperatur udara, kelembaban udara, kecepatan angin, ukuran bukaan jendela, insulasi pakaian, dan aktivitas siswa. Didapatkan rekomendasi untuk aspek bukaan jendela. Hasil dari kuesioner menunjukkan, responden masih merasa nyaman pada temperatur udara yang dapat dikatakan cukup tinggi. Akan tetapi, responden juga menginginkan temperatur udara didalam ruang kelas agar lebih sedikit dingin. Rekomendasi bukaan jendela yang dihasilkan adalah menggunakan jendela putar horizontal untuk ruang kelas yang berada di lantai 1 dan lantai 2. Untuk lantai 2 juga menggunakan penambahan ukuran jendela aktif dan menggunakan shading. Kata kunci: kenyamanan termal, ruang kelas, bukaan jendela
Tata Cahaya pada Ruang Baca Balai Perpustakaan Grhatama Pustaka Yogyakarta Cyta Susilawati; Eryani Nurma Yulita
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.788 KB)

Abstract

Perpustakaan harus mampu memperhatikan aspek kenyamanan visual pemustaka ketika berada di perpustakaan karena tingginya minat baca di Yogyakarta. Salah satu dari aspek kenyamanan visual di perpustakaan adalah sistem tata cahaya. Salah satu aktifitas yang biasa dilakukan adalah membaca. Ruang baca merupakan ruang utama pada perpustakaan, termasuk Balai Perpustakaan Grhatama Pustaka Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-kuantitatif dengan menggunakan alat Luxmeter dan simulasi data menggunakan software Dialux 4.12. Penelitian ini membahas tata cahaya alami dan buatan dengan aspek kenyamanan visual pada ruang baca Balai Perpustakaan Grhatama Pustaka Yogyakarta yang disesuaikan dengan standar pencahayaan perpustakaan yakni 300 lux berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 dari 6 ruang baca sudah memenuhi standar pencahayaan dengan penyebaran intensitas penerangan yang belum merata ke seluruh ruangan. Ruang Koleksi Khusus Braille merupakan ruangan yang paling gelap dan Ruang Koleksi Langka merupakan ruangan yang paling terang. Pengoptimalan desain pada ruang baca menghasilkan intensitas pencahayaan yang merata pada seluruh ruang baca dengan beberapa rekomendasi, yaitu mengubah orientasi rak buku menjadi tegak lurus dengan bukaan, pengaturan tata letak titik lampu disesuaikan dengan tata letak perabot, dan menambahkan shading device pada sisi barat bangunan. Kata kunci: tata cahaya alami, tata cahaya buatan, ruang baca, perpustakaan
Pengaruh Green Roof terhadap Kenyamanan Termal Bangunan Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia Dewini Putritama; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1605.45 KB)

Abstract

Kurangnya RTH pada perkotaan dapat menyebabkan tingginya temperatur suatu perkotaan (Urban Heat Island). Salah satu pemberdayaan ruang hijau yang tepat ditengah tingginya pembangunan dan kurangnya lahan dapat menyusupkan ruang hijau pada atap-atap gedung bertingkat (green roof). Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia merupakan salah satu bangunan yang menggunakan green roof. Perpustakaan UI menjadi tempat pusat kegiatan bagi seluruh aktivitas akademika UI, sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan kepada penggunanya saat beraktivitas di dalam bangunan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja penurunan suhu bangunan dengan penggunaan green roof. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan mengukur temperatur udara dan kelembaban udara pada ruang dalam bangunan perpustakaan UI, serta menyebarkan kuesioner kepada pengguna perpustakaan. Selanjutnya membuat model simulasi menggunakan software Ecotect Analysis 2011 untuk mensimulasikan temperatur ruang jika menggunakan material beton dan tanah liat. Hasil dari kuesioner adalah rata-rata pengguna perpustakaan merasa nyaman beraktivitas di dalam ruang dengan hasil temperatur yang cukup tinggi. Hasil simulasi saat menggunakan atap tanah liat dan beton memiliki temperatur udara lebih tinggi dibandingkan dengan green roof. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kenyamanan termal yang dirasakan oleh pengguna ruang perpustakaan UI. Kata kunci: kenyamanan termal, green roof, perpustakaan
Evaluasi Kualitas Estetika Fasade Bangunan Pada Kawasan CBD Tunjungan Surabaya Dengan Pendekatan Preferensi Masyarakat Restica Hapsari Widyastuti; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.668 KB)

Abstract

Fasade bangunan memiliki peranan penting karena dapat digunakan untuk menarik perhatian masyarakat terutama pada bangunan komersial sehingga penting untuk diperhatikan. Khususnya pada bangunan yang ada di Kawasan Tunjungan yang merupakan pusat kota Surabaya. Untuk membentuk fasade bangunan yang baik maka perlu adanya penilaian dari masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas estetika fasade bangunan pada kawasan CBD Tunjungan Surabaya dengan pendekatan preferensi masyarakat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu people preference yang mengacu pada pilihan yang lebih disukai masyarakat dan dianalisis dengan analisis mean, independent sample t-test, dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian dari dua kelompok responden tidak jauh berbeda. Bangunan yang dinilai paling baik adalah Empire Palace sedangkan variabel yang harus diperhatikan dalam pembentukan fasad yang baik pada bangunan perkantoran adalah keselarasan warna dan proporsi bangunan, untuk bangunan perhotelan adalah gaya bangunan sedangkan untuk bangunan perbelanjaan adalah selaras tidaknya komposisi bangunan dan juga gaya pada bangunan   Kata kunci: Fasade bangunan, kawasan CBD, Kawasan Tunjungan Surabaya