Articles
86 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 3 (2018)"
:
86 Documents
clear
Rekayasa Desain Akustik Ruang Kelas SDN Kauman 1 Malang
Titi Dwita Pasamurti;
Wasiska - Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1064.612 KB)
nak usia sekolah dasar memiliki tingkat konsentrasi dan pemahaman yang berkembang, sehingga membutuhkan lingkungan dengan kualitas akustik yang sesuai. Kualitas akustik yang sesuai pada ruang kelas akan meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. Kegiatan belajar mengajar di SDN Kauman 1 Malang belum kondusif karena guru masih harus berbicara lebih keras agar terdengar oleh seluruh ruang kelas. Hal ini disebabkan oleh kualitas akustik ruang kelas yang belum sesuai, yaitu tingkat kebisingan dan waktu dengung ruang kelas belum sesuai dengan standard akustik pada ruang kelas oleh SNI. Ruang kelas memiliki tingkat kebisingan 64 dB sedangkan yang dianjurkan oleh SNI adalah 35-40 dB. Waktu dengung pada ruang kelas sebesar 1,3-2,4 detik sedangkan waktu dengung pada ruang kelas menurut SNI yaitu 0,6-0,7 detik. Standar tersebut dapat dicapai melalui desain akustik ruang dengan mengatur kembali jumlah dan komposisi material penyerap, pemantul, dan penyebar suara pada material pelingkup ruang yang sesuai. Setelah dilakukan desain akustik pada ruang kelas, hasil waktu dengung sudah sesuai dengan yang dianjurkan SNI yaitu 0,6-0,7 detik dan mampu mereduksi kebisingan sebesar 30-42 dB. Kata kunci: akustik, ruang dalam, kelas, waktu dengung
Evaluasi Purna Huni Alun-Alun Kota Malang
Dimas Perdana Hadi Wijaya;
Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1255.609 KB)
Alun-alun kota Malang merupakan area vital di pusat kota Malang yang berfungsi sebagai pusat interaksi masyarakat. Ruang terbuka publik ini sekarang dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat, hanya saja terdapat aktivitas yang tidak sesuai fungsi ruangnya serta tidak merata di seluruh zonanya. Evaluasi purna huni (EPH) ruang terbuka publik bertujuan untuk melihat permasalahan apa yang menyebabkan ketidaksesuaian antara aktivitas dengan fungsi ruangnya ditinjau dari aspek fungsional ruang dan teknis ruang. Penelitian ini menggunakan metode evaluatif dipadukan dengan teknik Place-centered Mapping, Person-centered Mapping serta Investigatif untuk pengumpulan datanya. Waktu penelitian dilakukan pada hari kerja, hari ibadah, hari libur dan hari libur dengan event tertentu serta dibagi pada pagi hari, siang hari, sore hari dan malam hari. Data tiap aspek dianalisa keterhubungan antara fungsional dan teknisnya. Hasil menunjukkan bahwa ketidak sesuaian antara aktivitas dengan fungsi ruangnya dikarenakan beberapa hal, diantaranya adalah terdapat aktivitas dalam aspek fungsional yang mengganggu aktivitas lain, fasilitas dan dimensi setting fisik ruang dalam faktor manusia yang kurang mendukung pola aktivitas pemanfaatan ruang tertentu, serta terdapatnya teknis setting fisik yang tidak memenuhi standar. Kata kunci: ruang terbuka publik, EPH, alun-alun
Kualitas Permukiman dan Keberlanjutan Lingkungan-Sosial Kampung Celaket RW 1, Malang
Masykur Ali;
Novi Sunu Sri Giriwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1744.823 KB)
Luas lahan Kota Malang didominasi oleh peruntukan kampung kota dengan luas lahan mencapai 36% dari luas total Kota Malang. Pada umumnya Kampung Kota mengalami permasalahan lingkungan, sosial dan ekonomi akibat tingginya kepadatan bangunan dan penduduk, serta perkembangannya tanpa perencanaan. Di sisi lain permukiman merupakan aset yang akan diwariskan ke generasi selanjutnya, sehingga keberadaannya mempengaruhi kesejahteraan generasi saat ini dan selanjutnya. Kampung Celaket RW 1 merupakan salah satu kampung yang sudah melakukan upaya peningkatan kualitas permukiman, seharusnya upaya yang dilakukan juga memeperhatikan keberlanjutannyasebagai sebuah permukiman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat dan korelasi antara kualitas permukiman dan keberlanjutan lingkungan-sosial. Metode yang digunakan adalah metode campuran metode kuantitatif dan metode kualitatif. Hasil yang didapatkan adalah kualitas permukiman dan keberlanjutan lingkungan sosial Kampung Celaket RW 1 memiliki kualitas cukup baik dan keduanya memiliki hubungan dengan tingkat hubungan kuat. Namun masih ada beberapa variabel yang memiliki kualitas kurang baik berdasarkan persepsi warga dan belum memenuhi standar, teori atau regulasi yang berlaku. Kata kunci: kampung kota, kualitas permukiman, keberlanjutan ABSTRACT Land area of Malang City is dominated by city kampong with land area reach 36% from total area of Malang City. City Kampong experienced environmental, social and economic problems due to high density of building and population, and its development without planning. On the other hand settlements are assets that will be passed to the next generation, so the existence of city kampongs are affects the welfare of currents and future generation. Kampong Celaket RW 1, is one of the city kampong that have been done effort to improve the settlements quality, the effort that have been made should also mind the sustainability of the city kampong itself as a settlement. The purpose of this study is to determine the value and the correlation between settlements quality and environment-social sustainability of Kampong Celaket RW 1. The method used is mix method, quantitative and qualitative. The results obtained are the quality of the settlement and the environment-social sustainability of Kampung Celaket RW 1 has good enough quality and both have a relationship with the level of strong relationship. But there are still some variables that have poor quality based on the perception of residents and not approriate the standards, theories or regulations that apply. Keywords: city kampong, settlements quality, sustainability
Pencahayaan Alami Pada Ruang Kelas (Studi Kasus Gedung Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang)
Muhammad Ulin Nuha
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1757.289 KB)
Pencahayaan alami pada ruang kelas gedung Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang ini membahas tentang solusi dan strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas penggunaan pencahayaan alami sesuai dengan standar. Masalah yang terjadi pada bangunan adalah intensitas cahaya yang tinggi dan pencahayaan alami ruang yang tidak merata. Oleh karena itu dibutuhkan suatu kajian tentang solusi untuk penerapan pencahayaan alami pada ruang kelas dengan acuan standar SNI. Penerapan pencahayaan alami ini diperoleh dengan melakukan modifikasi pada dimensi bukan, material kaca, sun shading dan reflektor cahaya/lightshelf. Dimensi bukaan terkait dengan nilai WWR (Window to Wall Ratio) sesuai standar ditetapkan antara 25-50%, sedangkan material kaca yang digunakan adalah insulating glass yang memiliki nilai transmisi cahaya yang lebih kecil dari kaca eksisting (bening/clear). Desain sun shading diintegrasikan dengan peggunaan reflektor cahaya/lightself yang ditempatkan di dalam ruang, sehingga lebar sun shading yang berada di luar dapat diperkecil. Aplikasi reflektor cahaya/lightself yang paling pokok adalah mendistribusikan cahaya ke dalam ruang dengan cara memantulkan cahaya ke langit-langit sehingga dapat meratakan pencahayaan dalam ruang.Kata kunci: pencahayaan alami, ruang kelas
Sirkulasi Evakuasi Kebakaran pada Pasar Segiri Samarinda
debby karina gunawan;
Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1404.966 KB)
Penyebaran api dan asap pada bangunan pasar sangat cepat pada saat terjadi kebakaran sehingga diperlukan sirkulasi evakuasi yang dapat mengevakuasi seluruh penghuni pasar dengan waktu yang singkat. Objek penelitian yang diambil adalah bangunan pasar kering pada Pasar Segiri Samarinda karena bangunan pasar kering yang memiliki tingkat pertumbuhan api yang paling tinggi karena banyaknya material – material mudah terbakar seperti kain. Penelitian ini menggunakan program simulasi untuk mengetahui perkembangan asap pada bangunan dan waktu evakuasi penghuni untuk mengetahui permasalahan sirkulasi evakuasi yang terdapat pada bangunan pasar kering kemudian diberikan rekomendasi yang berupa penambahan tangga darurat sebagai jalur sirkulasi evakuasi pada pasar segiri dan signage untuk mempercepat proses evakuasi
Bukaan Pencahayaan Alami pada Ruang Tunggu Terminal Tirtonadi Kota Surakarta untuk Mengurangi Pencahayaan Buatan
Viola Adani Setyowijaya;
Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1142.815 KB)
Terminal Tirtonadi merupakan salah satu terminal bus percontohan yang sudah melakukan peningkatan kualitas fasilitas terminal. Peningkatan fasilitas tersebut menyebabkan meningkatnya penggunaan energi listrik akibat penggunaan pendingin ruangan dan pencahayaan buatan. Penelitian ini diharapkan dapat menyumbang ide untuk mengurangi penggunaan pencahayaan buatan melalui desain pasif pencahayaan alami pada bangunan Terminal Tirtonadi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif melalui pendekatan eksperimental menggunakan simulasi DiaLux. Hasil dari penelitian berupa rekomendasi bukaan pencahayaan alami yang optimal pada ruang tunggu Terminal Tirtonadi meliputi jenis bukaan, penempatan, dan luas bukaan. Pada ruang tunggu timur dan barat diberikan dua rekomendasi bukaan yaitu: 1) memaksimalkan bukaan pencahayaan samping pada bagian ruangan yang memungkinkan adanya penambahan pencahayaan samping dan 2) penambahan bukaan pencahayaan atas berupa sky light karena orientasi bangunan tidak memungkinkan untuk memperoleh pencahayaan optimal hanya melalui pencahayaan samping. Hasil simulasi rekomendasi desain pencahayaan alami pada ruang tunggu Terminal Tirtonadi menunjukkan penghematan energi dari pencahayaan buatan sekitar 30% setiap harinya.Kata kunci: pencahayaan alami, ruang tunggu, terminal bus, penggunaan energi
Permukiman Tanggap Bencana Banjir Sempadan Sungai (Studi Kasus: Cipinang Muara, Jakarta)
Rakasiwi Febryalvinzha
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1421.516 KB)
Bencana banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di Kota Jakarta. Salah satu permukiman pusat kota yang menjadi korban banjir tahunan adalah permukiman Cipinang Muara, Jakarta Timur. Tingginya intensitas curah hujan, kemiringan lereng yang landai dan buruknya infrastruktur kawasan merupakan penyebab utama terjadinya banjir pada permukiman Cipinang Muara. Dalam rangka penanganan kawasan sempadan sungai terhadap bencana banjir, dilakukan analisis kuantitatif berupa penghitungan tingkat kekumuhan pada kawasan, serta analisis pola adaptasi hunian pada kawasan pada 3 periode banjir pada kawasan penelitian.Dari hasil analisis diperoleh urgensi kawasan dan penyebab utama banjir, kesesuaian pola adaptasi pada skala hunian dan permukiman, hubungan adaptasi fisik dan kondisi non – fisik pada kawasan penelitian, serta prioritas penanganan banjir pada skala kawasan dan juga skala hunian. hasil sintesis awal tersebut kemudian di kaji kembali sehingga muncul rekomendasi penanganan kawasan rawan banjir sempadan, penanganan hunian pada dataran banjir sempadan sungai, serta aplikasi adaptasi skala hunian pada kawasan penelitian.Kata kunci: banjir, sempadan sungai, tingkat kekumuhan, pola adaptasi
Strategi Desain Pencahayaan Alami pada Gedung Monumen Pers Nasional Surakarta
Aprilia Prihatmi Riski;
Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gedung Monumen Pers Nasional Surakarta merupakan bangunan milik Kementerian Komunikasi dan Informatika yang dibagi menjadi dua kelompok bangunan, yaitu bangunan cagar budaya dan bangunan tidak termasuk cagar budaya. Bangunan ini memiliki fungsi majemuk. Di dalamnya terdapat fungsi ruang serba guna, kantor, museum, perpustakaan dan arsip. Gedung Monumen Pers Nasional Surakarta ini memiliki permasalahan sistem pencahayaan khususnya pada ruang-ruang publik antara lain ruang serba guna, museum dan perpustakaan. Beberapa permasalahan tersebut adalah bangunan yang tebal atau bangunan yang bersifat massif, desain jendela memiliki dimensi yang relatif kecil, tingkat pencahayaan di dalam ruangan yang belum memenuhi standar dan tidak merata, selain itu beberapa titik atau area terdapat silau. Permasalahan sistem pencahayaan tersebut juga berkaitan dengan fungsi atau tugas melihat dan aktivitas masing-masing ruang. Dengan kondisi seperti ini, maka dibutuhkan strategi-strategi khusus untuk menyelesaikan permasalahan sistem pencahayaan pada ruang publik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rekomendasi strategi desain pencahayaan alami yang tepat untuk meningkatkan kinerja sistem pencahayaan pada ruang publik Gedung Monumen Pers Nasional Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimental dan analisis kuantitatif menggunakan software simulasi DIALux 4.12. Variabel bebas pada penelitian ini adalah desain bukaan, pembayang matahari, dinding, plafon dan lantai. Sedangkan variabel terikat yang diteliti adalah tingkat pencahayaan alami ruang dalam. Dengan menggunakan rekomendasi desain strategi pencahayaan alami khusus terpilih, ruang serba guna dapat menaikkan luas area dengan tingkat pencahayaan alami sesuai standar yaitu 300-600 lux sebesar 90% melalui strategi pencahayaan alami khsusus tubular skylight dan ruang perpustakaan 80% melalui shaft cahaya dan light pipe. Sedangkan ruang museum dengan standar tingkat pencahayaan alami 500-800 lux memiliki luas area sesuai standar sebesar 43% melalui strategi pencahayaan alami khusus top lighting. Kata kunci: ruang serba guna, ruang museum, ruang perpustakaan, strategi pencahayaan alami khusus
Pengaruh General Interior Sebagai Elemen Store Atmosphere Terhadap Minat Kunjung Ulang Konsumen pada Kafe Labore Coffee Eatery Malang
Dewi Karina Sarascui;
Rinawati Pudji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (541.922 KB)
Perkembangan bisnis kuliner di Kota Malang saat ini dapat dikatakan cukup pesat dilihat dari semakin banyaknya ragam bisnis kafe dan restoran yang mulai bermunculan dan tersebar di Kota Malang. Pertumbuhan tersebut tentunya menciptakan persaingan yang semakin ketat, sehingga para pengusaha semakin berlomba-lomba menciptakan inovasi baru untuk menarik minat para pengunjung agar perusahaan dapat tetap bertahan dan berkembang. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan memperbaiki atau menciptakan suasana yang baik pada kafe yang dapat memberikan ciri khas yang berbeda dengan kafe lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh general interior terhadap minat kunjung ulang konsumen pada Labore Coffee Eatery Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 pengunjung Labore Coffee Eatery Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa general interior memiliki pengaruh sebesar 42% terhadap minat kunjung ulang konsumen dan sisanya sebesar 58% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci: general interior, store atmosphere, kafe, konsumen
Kinerja Termal Selubung Bangunan pada Gedung Kuliah Universitas Multimedia Nusantara Serpong
Muhammad Syamsul Bahri;
Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.91 KB)
Pemanasan global berdampak pada peningkatan penggunaan energi bangunan yang didominasi oleh penghawaan buatan. Salah satu bangunan di Indonesia yang menanggapi permasalahan tersebut yakni UMN. UMN menggunakan double skin facade dan breathing wall pada selubung bangunan sebagai pemaksimalan penghawaan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja termal yang dibentuk oleh selubung bangunan UMN dan rekomendasi desain yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (analisis visual) dan kuantitatif (pengukuran data termal). Hasil penelitian ini diolah dengan metode eksperimental menggunakan Software Ecotect 2011. Pengukuran data dilakukan pada bulan Februari 2018. Hasil pengukuran lapangan pada penelitian ini menujukkan bahwa gedung kuliah C-UMN masih diatas suhu nyaman menurut SNI-03-6572-2001 dan suhu nyaman Kota Tangerang. Sehingga perlu diketahui rekomendasi desain yang tepat dengan menggunakan software Ecotect. Hasil rekomendasi desain ini menunjukkan bahwa suhu pada rekomendasi desain dapat turun ke dalam suhu nyaman optimal (22.8˚C – 25.8˚C) dan suhu hangat nyaman (25.8⁰C – 27.1⁰C). Hasil rekomendasi desain ini juga menunjukkan terdapat pengurangan rata-rata radiasi matahari sebesar 146,25 Wh/m², peningkatan dan penurunan kecepatan angin sebesar 0,03–1,91 m/s berdasarkan kelembaban eksisting. Kata kunci: kinerja termal, penghawaan alami, UMN, breathing wall, double skin facade.