cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 4 (2018)" : 52 Documents clear
Pengaruh Pola Pelapis Dinding dari Kulit Jagung Terhadap Penurunan Kebisingan Ruang Kelas (Studi Kasus: SD Negeri Polowijen 1 Malang) Ade Purnama Hendrayani; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SD Negeri Polowijen 1 Malang merupakan sekolah dasar yang terletak di dekat perlintasan kereta api dan jalan raya, Hal ini mengakibatkan kebisingan menyebar sehingga kurangnya kenyamanan audial di dalam ruang kelas. Untuk menurunkan kebisingan tersebut dapat menggunakan pelapis dinding akustik ramah lingkungan yang terbuat dari kulit jagung dimana kulit jagung memiliki serat yang beralur sehinga dapat menyerap kebisingan dengan baik, Di Indonesia kulit jagung mudah ditemukan karena merupakan salah satu tanaman yang banyak diproduksi petani dan dengan kemampuan menyerap yang baik kulit jagung dapat digunakan sebagai material akustik. Pemilihan pola yang tepat pada pelapis dinding akustik ramah lingkungan ini dapat berpengaruh terhadap nilai serap kebisingan oleh dari itu pelapis dinding dibentuk berdasarkan bentuk geometri dasar 3 dimensi yaitu pola gelombang (setengah silinder), pola gerigi (prisma segitiga), dan pola silinder (silinder) dengan lebar rongga udara yang berbeda pada masing-masing polanya yaitu 0,5 cm, 1,0 cm, dan 1,5 cm. Pengujian sampel pelapis dinding menggunakan maket skala 1:20 dan sound level meter. Pengujian dilakukan pada frekuensi tinggi yaitu 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, dan 4000 Hz dimana nilai serap terbaik diperoleh dari pola silinder dengan lebar rongga udara 1,0 cm mampu menurunkan 49 dB.Kata kunci: kenyamanan audial, kulit jagung, pola pelapis dinding akustik
Struktur Hasil Translokasi Bangunan Vernakular Jawa Timur Di Kampoeng Djawi Wonosalam Bagaskara, Yohanes Vincent Mahendar; Yusran, Yusfan Adeputera
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBangunan vernakular di Indonesia, khususnya bangunan vernakular Jawa Timur semakin tahun semakin berkurang. Banyak upaya yang dilakukan untuk mempertahankan eksistensi bangunan vernakular, salah satunya pelestarian secara eksitu dengan penggunaan sebagai destinasi wisata seperti yang diterapkan di Kampoeng Djawi Wonosalam. Pemindahan bangunan vernakular ke lokasi baru dan fungsi yang baru menyebabkan perubahan pada bangunan vernakular. Perubahan yang terjadi sebagai bentuk penyesuaian terhadap lokasi baru dan aktivitas baru yang akan diwadahi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan perubahan struktur pada bangunan hasil translokasi. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menemukan perubahan struktur yang terjadi, sehingga hasil yang didapat merupakan fakta kejadian sebenarnya. Perubahan yang terjadi dihubungkan dengan konsep adaptif bangunan eksoskeleton. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis, perubahan yang terjadi pada bangunan hasil translokasi disebabkan oleh faktor ketahanan, keamanan, visual dan pemenuhan aktivitas baru. Kata kunci: translokasi bangunan vernakular, konservasi eksitu, penggunaan adaptifABSTRACTVernacular building in Indonesia, especially the vernacular buildings of East Java, are increasingly decrease. Many efforts are made to maintain the existence of vernacular buildings, one of them is ex-situ conservation that use as a tourist destination as implemented in Kampoeng Djawi Wonosalam. Translocation of vernacular buildings to new locations and new function causes changes in vernacular buildings. Changes that occur as adaption to new locations and new activities that will be accommodated. The objective of this paper is to describe changes in the structure of vernacular buildings translocation. Qualitative descriptive method is used to find the changes of structure that occur, so the results obtained are factual facts. Changes that actually happened are analysis with the concept of adaptive building exoskeleton. According to the results of observations and analysis, changes that occur in vernacular building translocation are caused by resilience, safety, visual and fulfillment of new activities. Keywords: vernacular building translocation, ex-situ conservation, adaptive reuse
Sistem Keamanan Kebakaran pada Gedung Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang Fisqiatur Rohmah; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan bangunan bertingkat tinggi harus memikirkan beberapa aspek termasuk keselamatan kebakaran. Beberapa gedung tinggi di Universitas Brawijaya belum menerapkan sistem proteksi kebakaran yang sesuai, seperti pada gedung Kantor Dekanat Fakultas Teknologi Pertanian. Sehingga dibutuhkan evaluasi sistem proteksi kebakaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menjabarkan kondisi eksisting bangunan dan kesesuaian dengan peraturan. Kriteria penilaian bangunan yang digunakan standar pemeriksaan keselamatan kebakaran bangunan gedung Pd-T-1-2005-C terdiri dari kelengkapan tapak, sarana penyelamatan, sistem proteksi aktif dan sistem proteksi pasif. Pembobotan kriteria menggunakan AHP (Analitycal Hierarchy Procces) dengan aplikasi Expert Choise dan penilaian kriteria menggunakan skoring >80-100 dikatakan sesuai, 60-80 dikatakan cukup dan <60 dikatakan kurang. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keandalan bangunan dan mengetahui solusi arsitektural yang dapat meningkatkan keandalan bangunan. Hasil yang diperoleh berupa solusi arsitektural seperti hidran halaman, tangga darurat dan jalur sirkulasi pada lantai 2, desain tangga darurat, akses khusus pemadam berupa lif kebakaran, titik kumpul, penambahan sprinkler dan detektor, pengadaan siamese connection, penambahan APAR, pengendali asap, detektor asap, pembuangan asap, cahaya darurat, desain pintu darurat, penambahan fire shutter pada jendela dan perlindungan bukaan. Apabila rekomendasi tersebut diterapkan maka nilai keandalan bangunan akan meningkat dari 55,44 dalam kondisi “Kurang” menjadi 86,79 dalam kondisi “Baik”.
Evaluasi Purna Huni UB Sport Center (UBSC) Adam As&#039;ad Mauludi; Iwan W Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UB Sport Center (UBSC) merupakan salah satu unit bisnis yang dimiliki oleh UniversitasBrawijaya sebagai fasilitas olahraga yang representatif guna menunjang sertamewadahi kegiatan olahraga bagi seluruh civitas akademika Universitas Brawijaya.Namun seiring berjalannya waktu ditemukan beberapa masalah terkait aspekkeselamatan yang minim pada fasilitas olahraga UB Sport Center (UBSC). Metodepenelitian yang diterapkan adalah Metode Evaluatif yakni penilaian berdasarkanliteratur yang berupa kumpulan-kumpulan standar. Proses evaluasi dilaksanakanberdasarkan hasil observasi langsung lalu dibandingkan dengan acuan standarmengenai bangunan gedung olahraga. Serta mengetahui persepsi pengguna terhadapaspek keselamatan yang terdapat pada fasilitas olahraga melalui kuesioner denganpengukuran skala sikap likert scale. Berdasarkan hasil evaluasi ada yang telahmemenuhi namun ada pula yang tidak memenuhi standar. Hasil penelitian diharapkandapat menjadi bahan dan acuan dalam melakukan perbaikan maupun sebagaipedoman dalam merancang bangunan olahraga sebagai fasilitas olahraga UB Sport Center (UBSC) as a representative sports facility to support and accommodate sportsactivities for the entire academic community of Universitas Brawijaya. But over time severalproblems were found related to the lack of safety aspects in the UB Sport Center (UBSC) sportsfacilities. The research method applied is the Evaluative Method, which is an assessment basedon literature in the form of standard collections. The evaluation process is carried out based onthe results of direct observations then compared with standard references on sports buildings. Aswell as knowing the user's perception of the safety aspects found in sports facilities through aquestionnaire by measuring the likert scale attitude scale. Based on the evaluation results thereare those who have met but some are not meeting the standards. The results of the research areexpected to become material and reference in making improvements as well as guidelines indesigning sports buildings as sports facilities.Keywords: EPH, safety aspect, facility.
Evaluasi Tata Cahaya Pada Ruang Koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta Zahrina Amalia
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan memiliki aktivitas utama yaitu, membaca, menulis, dan mencari buku. Halitu menyebabkan perpustakaan membutuhkan kenyamanan visual. Kenyamanan ini biasdicapai dengan adanya integrase antara pencahayaan alami dan pencahayaan buatan.Pada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia masih memanfaatkan pencahayaanbuatan sepanjang hari, maka perlu dilakukan penyesuaian kembali. Penelitian inibertujuan untuk mengevaluasi kinerja pencahayaan alami dan buatan terkaitkenyamanan visual dan menghasilkan rekomendasi desain integrasi tata cahaya alamidan tata cahaya buatan pada ruang perpustakaan. Variabel penelitian yang digunakanyaitu intensitas pencahayaan dan rasio tingkat terang untuk variable terikat, sedangkanvariable bebas yaitu, tata perabot, bukaan, shading, vegetasi, dan tata lampuMetode yangdigunakan yaitu eksperimental dengan pendekatan kuantitatif, yang dimana simulasipencahayaan menggunakan software Dialux 4.13. Berdasarkan hasil analisis danrekomendasi didapatkan strategi desain pencahyaan alami dan pencahayaan buatanyang mampu meningkatkan intensitas pencahayaan dalam ruang, yaitu denganmelakukan perubahan pada variabel bebas dan meningkatkan kualitas pencahayaanalami, pencahayaan buatan, dan integrasi antara pencahayaan alami dan buatan.Kata kunci: abstrak, simpulan pencahayaan alami, pencahayaan buatan, integrasi,perpustakaanThe library has main activities, reading, writing, and searching for books. This causes thelibrary to need visual comfort. This convenience can be achieved by the integration betweennatural lighting and artificial lighting. At the National Library of the Republic of Indonesiastill utilizing artificial lighting throughout the day, it needs to be adjusted again. Thisresearch intends to evaluate the performance of artificial and natural lighting related tothe visual comfort and bringing design recommendations of natural and artificial lightingintegrations in the rooms of the library. This research has two variant variables, they aredependent variable (lighting intensity and the ratio of the light) and independent variable(furnishings, openings, shading, vegetation, and lighting system). This research usesexperimental methods with a quantitative approach, which uses the lighting simulationsoftware, Dialux 4.13. According to the results of the analysis and recommendations, thisresearch eventually acquired design strategy of natural and artificial lighting which areable to increase the intensity of the lighting in the rooms, with making changes to theindependent variable and improving the quality of the natural lighting, the artificiallighting, and the integration between the natural and the artificial lighting.Keywords: abstract, summary natural lighting, artificial lighting, integration, library
Evaluasi Green Construction pada Proyek Sequis Tower, Jakarta Selatan Yudhi Teguh Pratama; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor konstruksi dianggap salah satu sektor yang terlibat pada isu kerusakan lingkungan di dunia. Konstruksi hijau merupakan salah satu solusi untuk menanggapi isu kerusakan lingkungan tersebut, di mana perlakuan suatu konstruksi berbasis pada keseimbangan lingkungan. Salah satu kontraktor yang telah menerapkan konsep green pada pelaksanaan proyeknya adalah PT. Total Bangun Persada yang diterapkan pada salah satu proyeknya, yakni Sequis Tower, namun konsep green yang diterapkan oleh PT.TBP masih mengacu pada perangkat penilaian untuk sebuah green building, yakni Greenship oleh GBCI. Hal tersebut mendorong untuk dilakukan evaluasi capaian green construction oleh PT. TBP menggunakan Model Assessment Green Construction yang dikembangkan oleh Ervianto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian green construction pada kondisi eksisting proyek Sequis Tower oleh PT.TBP berdasarkan acuan MAGC, mengevaluasi penerapan green construction melalui pendekatan arsitektur dan non-arsitektur, memberikan rekomendasi, dan mengetahui peningkatan setelah diberikan rekomendasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Hasil yang diperoleh adalah NGCEksisting sebesar 12,33 (56,25%), di mana belum mencapai NGCMaksimum yakni 21,92 (100%) maupun NGCTerbaik (15,47). Dalam meningkatkan NGC, diberikan rekomendasi melalui pendekatan arsitektur (58 indikator) dan non-arsitektur (84 indikator). Setelah diberikan rekomendasi, terjadi peningkatan NGC sebesar 6,15 (28,06%) menjadi 18,48 (84,31%).   Kata kunci: konstruksi hijau, model assessment green construction, proyek kantor sewa
Sistem Konstruksi Rumah Panggung Pada Tanah Gambut Kalimantan Tengah (Studi Kasus: Huma Loendjoe) Marlina Widyastuti; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palangkaraya merupakan wilayah yang memiliki jenis tanah yang kurang stabil yaitu tanah gambut. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya pemerataan bangunan pada wilayah ini, sehingga hanya pada tanah stabil saja yang didirikan bangunan. Bangunan yang masih berdiri pada tanah gambut hanya bangunan panggung saja, untuk itu penelitian ini difokuskan pada sistem konstruksi Huma Loendjoe yang terdiri dari elemen atas, tengah, dan bawah. Huma Leondjoe ini terletak di Mandomai, Kapuas Barat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisa sistem sambungan Huma Loendjoe yang berada di lahan gambut terhadap prinsip-prinsip mekanika teknik, ketahanan terhadap gempa dan penggunaan material yang diterapkan pada Huma Loendjoe. Bangunan yang mampu berdiri selama 111 tahun ini perlu diteliti mengenai sistem sambungan konstruksi utama pada tongkat dan alas pada bangunan, pendistribusian gaya yang bekerja pada setiap sambungan, lalu dihubungkan dengan konsep tahan gempa dengan membandingkan konstruksi Huma Loendjoe dengan Rumah Gadang. Perbandingan yang dihasilkan nantinya akan dianalisis dan akan diketahui kelebihan dan kekurangan dari sistem konstruksi Huma Loendjoe. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pengambilan data secara survey dan wawancara.   Kata kunci: tanah gambut, sistem konstruksi, distribusi gaya, tahan gempa
Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran pada Pabrik Pengolahan Getah Pinus PT. Oleo Resina Indonesia Fitrah - Addina; Heru - Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Oleo Resina Indonesia merupakan pabrik getah pinus yang memproduksi bahan yang mudah terbakar. Pabrik ini pernah mengalami kebakaran pada tahun 2016. Untuk mencegah terulangnya peristiwa kebakaran, penelitian ini bertujuan untuk melihat kembali sistem proteksi kebakaran yang dimiliki. Tahapan studi dilakukan, mulai dari observasi bangunan, evaluasi sistem proteksi kebakaran hingga pemberian usulan untuk meningkatkan kualitas sistem proteksi. Kajian ini menunjukkan bahwa kelemahan sistem proteksi bangunan terletak pada tata letak APAR, hidran, sistem deteksi dan alarm, titik kumpul, jalur evakuasi, aksebilitas mobil pemadam dan penerapan manajemen keselamatan kebakaran bangunan. Kata Kunci: kebakaran, sistem proteksi kebakaran, pabrik getah pinus   PT. Oleo Resina Indonesia is a pine resin factory that produces flammable materials. This factory has been burned in 2016. To prevent a recurrence of a fire incident, this study aims to look back at the fire protection system that it has. The stages of the study were carried out, starting from building observations, evaluating fire protection systems to giving proposals to improve the quality of the protection system. This study shows that the weakness of the building protection system in the layout of fire extinguishers, hydrants, detector and alarm system, assambly points, evacuation routes, accessibility of fire truck and the application of building fire safety management. Keywords: fire, fire protection system, pine resin factory.
Elemen Visual dan Spasial pada Hasil Translokasi Omah Jawa Timur di Kampoeng Djawi Wonosalam gandhi, riski salyo; Yusran, Yusfan Adeputera
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sudah marak terjadi jual beli rumah vernakular Jawa yang ada di pedesaan hingga perkotaan. Bangunan yang kebanyakan telah ditingalkan tersebut, dipindahkan menggunakan teknik knockdown (bongkar pasang) dengan kondisi awal dan perubahan di lokasi baru yang beragam. Jika dikaitkan dengan pelestarian bangunan, perubahan yang terjadi dapat disandingkan untuk mengetahui kesesuaian perubahan. Kampoeng Djawi merupakan salah satu contoh kawasan rekreasi dan edukasi yang memanfaatkan omah menjadi fungsi baru berupa penginapan. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan perubahan elemen visual dan spasial dari hasil translokasi omah Jawa Timur, serta menghubungkan perubahan tersebut dalam beberapa aspek dan dimensi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan diawali metode deduktif. Hasil analisis dan sintesis dihubungkan dalam pengolahan Nara grid, serta fokus kajian dinilai menggunakan kritik normatif. Berdasarkan hasil kajian elemen visual dan spasial translokasi tidak hanya memindahkan bangunan untuk dirakit kembali seperti kondisi semula, namun telah terjadi penyesuaian dan perubahan yang berbeda-beda di setiap bangunan. Perubahan dipengaruhi oleh aspek bentuk, material, teknik, lokasi dan suasana, yang dikaitkan dengan dimensi artistik, historis, sosial dan ilmiah.   Kata kunci: translokasi bangunan, elemen visual dan spasial, rumah vernakular, Jawa Timur   ABSTRACT There has been widespread buying and selling of Javanese vernacular houses in rural to urban areas. The abandoned building, moved using knockdown technique with various initial conditions and and changes in new diverse locations. If it’s associated with building preservation, the changes that occur can be juxtaposed to determine the suitability of any changes. Kampoeng Djawi is one example of recreation and education place that utilized Omah into a new function of accommodation. This study aims to discribe visual and spatial elements from the translation of East Java’s houses, and relate in several aspects and dimensions. The method used is descriptive qualitative, begins with the deductive method. The results of analysis and synthesis are linked in Nara gri’s diagram, as well as the focus of the study using normative criticism. Based on the results of the study by visual and spatial elements translocation doesn’t only move the building to be reassembled like its original condition, but there have been different changes in each building. It changes was unfluenced by aspects of form, material, technique, location and atmosphere, which relate to artistic, historical, social and scientific dimensions.   Keywords: building translocation, visual and spatial elements, vernacular houses, East Java
Pengaruh Desain Batu Kerawang pada Selubung Bangunan terhadap Suhu Ruang Dalam Masjid Al-Irsyad Satya Kab. Bandung Ageng Nugroho; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prioritas utama agar mencapai kekhusyukan dalam sholat pada masjid adalah kenyamanan termal. Masjid Al-Irsyad seharusnya tidak memiliki kendala dalam permasalahan suhu pada ruang dalamnya, namun pada penerapannya ternyata masih terasa cukup panas dan melewati indeks temperatur efektif menurut SNI 03-6572-2001 di beberapa titiknya pada siang hari. Maka dari itu, rekomendasi desain batu kerawang sebagai penghawaan silang diperlukan untuk menurunkan suhu agar dapat mencapai kondisi kenyamanan suhu yang baik didalam ruang utama area sholat. Metode yang dipakai dalam rekomendasi desain yaitu dengan simulasi melalui aplikasi Ecotect Analysis dan WinAir 4. Berdasarkan beberapa hasil rekomendasi, terpilih rekomendasi ketiga sebagai desain yang paling banyak menurunkan suhu ruang dalam hingga berada dalam batas nyaman tanpa merubah filosofi desainfasad.Kata kunci: Kenyamanan termal, batu kerawang, ventilasi silang.