cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 4 (2018)" : 52 Documents clear
Kajian Privasi Pemilik Rumah Indekos Di Kampung Kauman Kota Malang Firza Bella Rinelda; Indyah - Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penambahan ruang pada rumah tinggal pribadi menjadi rumah indekos semakin berkembang seiring banyaknya kebutuhan akan rumah indekos oleh para pendatang yang bekerja di Kota Malang. Kampung Kauman yang menjadi salah satu kawasan yang strategis karena dikelilingi oleh sarana perdagangan, jasa serta fasilitas umum yang saat ini makin berkembang, menjadi pilihan bagi pendatang yang sedang bekerja di daerah tersebut untuk mencari tempat tinggal sementara. Perubahan rumah tinggal pribadi menjadi rumah indekos memang menghasilkan keuntungan bagi pemilik. Namun di sisi lain, muncullah berbagai macam permasalahan terkait kebutuhan privasi pemilik serta berbagai interaksi secara fisik, visual dan auditori yang terjadi di dalamnya. Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian sebelumnya juga ditemukan bahwa terjadinya interaksi antara penghuni serta setting fisik memiliki peran dalam kebutuhan privasi penghuninya. Penelitian ini  merupakan jenis penelitian kualitatif – deskriptif dengan menggunakan metode behavior setting dan wawancara. Hasil penelitian memperlihatkan pengaruh setting fisik terhadap privasi pemilik rumah. Rumah yang memiliki setting fisik yang sulit dijangkau secara fisik,visual dan auditori oleh penyewa memiliki privasi yang kuat, berbeda dengan rumah yang setting fisiknya mudah dijangkau memiliki privasi yang lebih lemah. Untuk mendapatkan privasi yang diinginkan, pemilik rumah menggunakan 2 jenis strategi, yaitu strategi menggunakan elemen fisik dan strategi secara verbal berupa peneguran.
Karakter Ruang Bermain Berdasarkan Persepsi Visual Anak Usia Sekolah Dasar Di Kota Malang Febianty Febianty; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan kebutuhan ruang bermain di perkotaan belum terpenuhi secara maksimal. Keterbatasan lahan dan desain yang belum sesuai dengan perkembangan anak menjadi faktor pendukung minimnya ruang bermain anak saat ini. Arsitektur yang terbentuk dari persepsi manusia, membuat pertimbangan persepsi sebagai sumber informasi dalam proses perancangan. Dalam proses perancangan persepsi yang digunakan adalah persepsi arsitek sebagai perancangan, memungkinkan timbulnya perbedaan ruang bermain dilihat dari persepsi sudut pandang anak sebagai pengguna ruang. Perolehan informasi, dalam persepsi, menghadirkan sebuah unsur visual yang pertama mendominasi dalam pikiran anak khususnya pada usia sekolah dasar. Sehingga indera penglihatan anak menjadi sumber informasi terbanyak dalam menghadirkan sebuah persepsi visual. Dalam perkembangan anak, persepsi visual yang muncul bergantung pada cara pandang dan pengetahuannya. Semakin banyak pengalaman dan pengetahuan anak akan sesuatu, maka perkembangan persepsi visualnya pun akan semakin meningkat. Sehingga persepsi visual anak yang dihasilkan bergantung pada perkembangan anak tersebut secara keseluruhan. Pada usia sekolah dasar anak tidak lagi mewakili objek dalam hubungan dengan dirinya sendiri namun juga mulai mewakili objek dalam hubungan interaksi antar satu dengan lainnya. Sehingga persepsi visualnya mengenai ruang bermain dapat dijadikan informasi dasar perancangan yang memberikan karakter ruang tertentu. Hal tersebut dibutuhkan dalam melihat pengetahuan dan cara anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar sesuai dengan karakter perkembangannya.
KARAKTERISTIK RUANG DOMESTIK RUMAH DINAS PABRIK GULA PENINGGALAN KOLONIAL DI KEDIRI (Studi kasus: PG Meritjan, PG Ngadiredjo, dan PG Pesantren Baru) Putranti Fadyla; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Keberagaman gaya arsitektur di Indonesia dipengaruhi oleh banyak budaya dari kehadiran beberapa negara kolonial di Indonesia. Salah satu yang membawa pengaruh pada munculnya industri gula dan rumah-rumah dinas yang turut dibangun. Saat ini penghuni rumah dinas adalah karyawan dari pebrik gula tersebut. Rumah dinas yang pernah dihuni oleh warga Belanda ini memiliki keunikan dalam sususan ruang domestiknya. Ruang domestik adalah ruang yang digunakan oleh penghuni untuk beraktivitas sehari-hari, sehingga memungkinkan untuk keadaan di dalamnya berubah ketika penghuninya juga berganti. Persamaan bentuk susunan ruang domestik pada rumah dinas pabrik gula yaitu berupa rumah dengan sebuah bangunan utama yang besar dan sebuah massa bangunan berisi ruang-ruang kecil terpisah dari bangunan utama membuat rumah dinas ini memiliki ciri khas yang memiliki makna di dalamnya. Seperti kekuasaan, sosial, politik, dan status menjadi alasan dari keberadaan ruang yang dikhususkan untuk para pekerja pada masa itu. Namun, hingga saat ini keberadaan ruang-ruang kecil itu masih ada dan pula masih digunakan.   Kata kunci: tipologi, domestik, rumah kolonial
Rekayasa Tata Cahaya Alami Pada Ruang Kelas Pondok Pesantren Darul Hikam Mojokerto Septian Pradana Jefry Yuwono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok Pesantren Darul Hikam merupakan salah satu jenis pendidikan dengan pencahayaan alami sebagai sumber pencahayaan utama pada ruang kelas. Namun, beberapa bukaan pada bangunan ini menggunakan material kaca es dan menggunakan bahan berupa penutup tambahan lainnya untuk menutup beberapa jendela dikarenakan silau. Tidak meratanya pencahayaan pada tiap ruang kelas juga menjadi salah satu masalah pada bangunan ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif dan eksperimental Data intensitas pencahayaan alami eksisting diambil dengan alat luxmeter dan disimulasikan dengan software Dialux 4.12. Variabel bebas yang diteliti yaitu jendela (posisi, dimensi, material), dan pembayang (eksterior dan interior). Sedangkan variabel terikat meliputi intensitas dan distribusi pencahayaan alami dalam ruang. Standar intensitas pencahayaan alami pada ruang kelas adalah 250 lux. Setelah dilakukan perlakuan terhadap jendela dan pembayang yang meliputi pergantian material kaca, penambahan jendela, penambahan top lighting, serta penambahan lightshelf, area dengan intensitas pencahayaan standar meningkat hingga 82%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa dengan dilakukannya perlakuan terhadap tiap ruang kelas, kinerja tata cahaya alami dapat ditingkatkan. Kata kunci: tata cahaya alami, pondok pesantren, ruang kelas.
Konsep Catuspatha Pada Kawasan Puri (Studi Kasus: Puri Agung Tabanan dan Puri Agung Buleleng) ida Ayu Santi Priyanka; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puri Agung merupakan bangunan bersejarah yang dahulunya merupakan tempat tinggal seorang raja yang memerintah sebuah kawasan di Bali. Puri Agung beserta kawasan sekitarnya dibangun menggunakan konsep tradisional Bali yaitu Catuspatha. Konsep Catuspatha merupakan konsep yang mengatur pola ruang berdasarkan empat mata angin, dan ditemukan dalam lontar Eka Pretamaning Brahmana Sakti dan lontar Batur Kelawasan. Pengaruh letak geografis berpengaruh pada arah mata angin, sehingga terdapat dua objek pada penelitian ini yaitu kawasan Puri Agung Tabanan dan Puri Agung Buleleng. Kawasan Puri Agung di Bali mengalami beberapa kali perubahan akibat adanya pergantian sistem pemerintahan hingga sosial dan budayanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran konsep Catuspatha terhadap pembentukan pola ruang pada kawasan puri Agung di Bali. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah konsep Catuspatha tidak bersifat mutlak dikarenakan ditemukan penyesuaian pada beberapa elemen Catuspatha karena adanya perkembangan zaman.
Karakter Visual Bangunan Stasiun Kereta Api Cimahi Indira Rizki Utami; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter visual pada bangunan Stasiun Kereta Api Cimahi. Stasiun Kereta Api Cimahi merupakan bangunan kolonial yang awalnya berfungsi sebagai sarana pengangkutan logistik militer dan mobilitas pasukan dari Cimahi ke Batavia. Penelitian ini merupakan penelitian analisis kualitatif dengan pendekatan metode deskriptif analisis. Variabel amatan pada penelitian ini merupakan elemen pembentuk kerekter visual berupa atap, dinding, pintu, jendela, kolom, lantai, plafond, dan komposisi visual berupa keseimbangan, irama, pusat perhatian, proporsi, dan kesatuan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pintu dan jendela Stasiun Cimahi memiliki ukuran yang monumental dan dominan menggunakan motif ornamen sulur. Elemen lantai asli menggunakan lantai tegel dengan ornamen bunga, selain itu terdapat keramik pada dinding ruang tunggu dengan motif tumbuhan. Elemen visual Stasiun Cimahi dominan menggunakan ornamen sulur dan bunga. Ornamen sulur dan bunga merupakan motif ornamen art nouveau.Kata kunci: karakter visual, Stasiun Kereta Api Cimahi, bangunan kolonial Belanda
Pengaruh Rekayasa Fasad Terhadap Temperatur Ruang Kuliah Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Malang Radin Andhy Dharma Wisambudi; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modifikasi permukaan tanah melalui pengembangan kota yang menggunakan material yang menyimpan panas menyebabkan fenomena Urban Heat Island (UHI), yaitu naiknya temperatur pada kawasan urban. Universitas Islam Malang (UNISMA) sebagai universitas yang berada pada kawasan pendidikan yang padat pembangunan juga turut menerima dampak UHI sehingga suhu udara meningkat dan juga mempengaruhi temparatur udara ruang kuliah Gedung Pascasarjana UNISMA, sedangkan kenyamanan termal dibutuhkan untuk mengoptimalkan kinerja pengguna ruang. Identifikasi permasalahan menunjukan bahwa fasad kaca berupa curtain wall dengan rasio penuh dan orientasi barat daya dan timur laut juga turut memperbesar radiasi matahari pada bangunan. Penggunaan AC central sebagai solusi permasalahan termal memiliki dampak pada besarnya energi terbuang pada ruang kuliah tidak terpakai. Metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental digunakan dalam penelitian untuk dapat mengetahui pengaruh alternatif rekayasa fasad terhadap penurunan temperatur ruang kuliah. Hasil penelitian menunjukan bahwa temperatur masih dapat diturunkan dengan penerapan rekayasa elemen fasad dan peningkatan kinerja ventilasi alami yang baik melalui rekayasa bukaan ventilasi.
Strategi Pencahayaan Buatan Pada Ruang Pamer Museum Batik Pekalongan Zihni Weda Fahmawan; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi tata letak pencahayaan buatan untuk menampilkan kualitas visual pada batik mencapai standar tingkat pencahayaan ruang pamer pada Museum Batik Pekalongan. Dimana Pencahayaan buatan pada ruang pamer memegang peranan penting bagi keberhasilan sebuah museum untuk memvisualisasikan antara pengamat dengan benda koleksi. Secara garis besar permasalahan pada museum batik ini seperti peranan sistem penerapan pencahayaan buatan yang belum dapat mencapai standar tingkat pencahayaan ruang pamer, kualitas visual sistem pencahayaan buatan yang masih terlalu gelap pada pencahayaan bidang objek dan strategi tata letak interior dan sistem pemasangan lampu yang belum sesuai kaidah standar tingkat pencahayaan ruang pamer. Hal ini bisa diwujudkan dengan merekomendasi penggunaan sistem pencahayaan lampu, tata letak interior serta mengubah elemen pendukung seperti warna dinding, warna plafond dan warna background pada pixelglass yang tepat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian eksperimen. Dengan variabel bebas jenis-jenis lampu yang digunakan, tata letak lampu, warna lampu serta warna nilai reflektan/ material yang digunakan. Selanjutnya akan diuji secara eksperimental melalui simulasi pada software Dialux 4.13 untuk mendapatkan rekomendasi strategi pencahayaan buatan pada Museum Batik Pekalongan.
Konsep Tri Hita Karana dan Tri Angga pada Pola Ruang Luar Pura Penataran Agung Dalem Jawa Blambangan Agung Dewangga Achmad; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Tri Hita Karana sebagai pedoman hidup umat Hindu Bali tidak luput dari konsep arsitektur tradisional Bali sebagai dasar dalam menyusun tata pola ruang, baik secara metafisik (Tri Hita Karana) dan fisik (Tri Angga) sebagai turunannya. Pembangunan pura sebagai bangunan suci untuk beribadah juga tidak terhindar dari konsep Tri Hita Karana dan Tri Angga. Berdasarkan sejarah dan keadaan yang ada pada Pura Penataran Agung Dalem Jawa Blambangan, Pura Langgar sebagai massa baru pada Pura Penataran Agung Dalem Jawa Blambangan berpengaruh terhadap perubahan pada pola ruang yang sudah terbentuk sebelumnya. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganlisis dengan metode deskriptif kualitatif pola ruang Pura Penataran Agung Dalem Jawa Blambangan dan perubahannya setelah dibangun Pura Langgar dengan berlandaskan konsep Tri Hita Karana dan Tri Angga sebagai dasar pembangunan bangunan tradisional Bali.
Pelestarian Arsitektur Kolonial Bangunan Eks Stasiun Kereta Api Lumajang Nabilla Anjani Rofidatul Khoudliyah; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Stasiun Kereta Api Lumajang saat ini dalam kondisi yang kritis karena sudah tidak lagi difungsikan sesuai fungsi awal pembangunannya. Bangunan ini adalah salah satu bangunan tua peninggalan kolonialisme Belanda yang dibangun pada tahun 1926 yang saat ini telah berumur 92 tahun dan berpotensi menjadi bangunan cagar Budaya tetapi dalam realisasinya, bangunan ini dialihfungsikan menjadi sarang walet oleh badan ekspedisi dan telah banyak dilakukan perubahan pada elemen-elemennya.  Dalam usaha pelestariannya, dibutuhkan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis  karakter spasial, dan strukturalnya secara mendetail sehingga dapat diketahui elemen asli dan perubahan-perubahan yang telah terjadi dan dapat diberikan batasan perlakuan yang boleh dan harus dilakukan sesuai dengan kondisi elemen-elemennya saat ini. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis, evaluatif, dan developmen yang akan mengarahkan tiap-tiap elemen untuk dilestarikan dengan tindakan preservasi, konservasi, rehabilitasi, atau rekonstruksi. Kata Kunci: pelestarian, spasial, struktural, stasiun kereta api, kolonial.