cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019)" : 69 Documents clear
Impresi Wisatawan Nusantara dan Mancanegara terhadap Elemen Buatan Kawasan Monkey Forest, Ubud, Bali Aurelia Karen; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Monkey Forest, Ubud, Bali merupakan hutan wisata yang dikelola oleh wargaDesa Adat Padangtegal, Ubud. Daya tarik utama kawasan Monkey Forest adalah monyetyang berkeliaran di dalam hutan. Kawasan Monkey Forest terdiri dari hutan alami yangberada di tengah kabupaten Gianyar, Bali, yang di dalamnya ditambahkan elemen-elemen buatan oleh warga setempat dengan tujuan keagamaan dan tujuan pariwisata. Keberadaan elemen buatan ini dapat memberikan kesan yang berbeda bagi wisatawan, baik positif maupun negatif. Terdapat tujuh atribut kesan yang diukur menggunakan semantic differential dengan tujuh skala interval. Pengambilan data diawali dengan observasi lapangan dan penentuan stimuli yang menggunakan participant photography. Analisis menggunakan metode kuantitatif yang memanfaatkan software statistik, yaitu SPSS. Hasilpenelitian diolah dengan metode mean score, analisis faktor, analisis t-test, dan analisis regresi. Penelitian menghasilkan bahwa wisatawan nusantara dan mancanegara cenderung memberikan kesan positif terhadap elemen buatan yang mengandung unsurbudaya di dalam kawasan Monkey Forest, terutama elemen buatan patung. Berdasarkanhasil analisis faktor, didapatkan dua dimensi pokok kesan, yaitu attractiveness dancoherence. Atribut kesan rasa suka dijadikan salah satu dimensi pokok kesan. Kesancoherence, dan rasa suka wisatawan nusantara dan mancanegara terdapat perbedaan yangsignifikan. Sedangkan kesan attractiveness kedua ketegori wisatawan sama.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KENYAMANAN SPASIAL DUSUN SUMBERWANGI DALAM UPAYA PENGEMBANGAN EKOWISATA UB FOREST Made Mardika Dwi Parnadi; Novi Sunu Sri Giriwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dusun Sumberwangi merupakan salah satu dari dua dusun yang berada di kawasan UB Forest. Dusun Sumberwangi terletak di lereng Gunung Arjuno. Dusun Sumberwangi memiliki potensi pengembangan Ekowisata sekaligus sebagai area singgah pengunjung yang melakukan aktivitas hendaknya memiliki kualitas fisik yang memadai. Kenyamanan spasial penting untuk diteliti agar dapat memberikan masukan atau rekomendasi dalam upaya pengembangan Ekowisata UB Forest. Metode umum yang digunakan pada penelitian ini yaitu mix method deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis deskriptif dilakukan dengan melihat dan mengobservasi langsung lokasi studi, mengumpulkan data yang terdapat di lapangan sesuai dengan variabel yang telah ditentukan. Metode analisis kuantitatif pada penelitian ini menggunakan mean score analysis, analisis faktor, dan regresi. Tingkat kenyamanan yang diperoleh berdasarkan mean score dibagi menjadi tiga kategori yaitu baik, cukup baik, dan kurang baik. Variabel kenyamanan spasial terbagi menjadi sembilan faktor yang dapat memengaruhi persepsi masyarakat. Faktor kemudahan akses memiliki pengaruh paling tinggi terhadap kenyamanan spasial Dusun Sumberwangi. Sedangkan faktor naungan memiliki pengaruh yang paling rendah dalam upaya pengembangan ekowisata Dusun Sumberwangi.   Kata kunci: kenyamanan spasial, ekowisata, kualitas fisik
Kualitas Visual Koridor Bersejarah Jalan Gajah Mada Denpasar Dewa Gede Krisna Aditya Wijaya; Novi Sunu Sri Giriwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Denpasar merupakan kota yang memiliki nilai historis dan memiliki kawasan kota tua yang perlu dilestarikan. Terdapat berbagai aspek yang mempengaruhi keberadaan kota ini yaitu, aspek budaya, sosial, dan ekonomi, yang membentuk keunikan dari kota tersebut.  Hal ini memberikan warna bagi kota. Oleh karena itu perlu dilakukan preservasi dan konservasi pada kawasan bersejarah tersebut. Pengukuran kualitas visual koridor Jalan Gajah Mada sangat penting dilakukan karena dari hasil observasi dapat dijadikan acuan baik buruknya kualitas visual pada koridor. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian kualitas visual koridor Jalan Gajah Mada Denpasar adalah metode campuran (Mix Method), penggunaan metode kualitatif  dan metode kuantitatif. Hasil dari analisis yang sudah dilakukan secara keseluruhan dari penilaian kualitas visual mendapatkan nilai dengan kategori cukup rendah atau negatif. Namun faktor dari pengaruh kualitas visual koridornya cukup berpengaruh. Dari aspek-aspek yang dinilai kurang berdasarkan analisis mean score yang sudah dilakukan dalam hasil penelitian, perlu dilakukannya rekomendasi desain untuk meningkatkan kualitas dari koridor Gajah Mada.   Kata kunci: Kualitas Visual, Rekomendasi Desain, Kawasan Heritage
PENGARUH VEGETASI DAN MATERIAL TERHADAP LINGKUNGAN TERMAL RUANG LUAR DI KAWASAN EDUCATION PARK (STUDI KASUS EDUCATION PARK TANAH BUMBU KOTA BATULICIN) Niko Kales Prasananda; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Pada studi ini kualitas lingkungan ruang luar pada Tanah Bumbu Education Park merupakan kebutuhan dasar guna menunjang aktivitas masyarakat.  Taman edukasi ini berfungsi sebagai tempat mengedukasi masyarakat dan juga sebagai ruang terbuka untuk masyarakat. Dalam melakukan aktivitas khususnya aktivitas pada area fungsional, tentunya ada beberapa faktor–faktor pendukung untuk mencapai kenyamanan sangat dibutuhkan. Penelitian dengan judul “Pengaruh pohon dan material pekerasan terhadap lingkungan termal ruang luar di kawasan Education Park ini dilaksanakan untuk menilai pengaruh vegetasi dan material terhadap lingkungan termal di ruang luar Education Park. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif evaluatif. Pada bentuk tajuk sendiri pada semua zona sudah memiliki bentuk tajuk yang baik di mana bentuk tajuk yang baik yaitu bentuk tajuk bulat dan tajuk bulat terbuka. Sedangkan untuk lebar tajuk, lebar tajuk yang baik dari penelitian ini yaitu ada pada lebar tajuk 4 – 5 meter. Pada tingkat kerimbunan sendiri kerimbunan yang baik yaitu apabila pohon tersebut memiliki kerimbunan yang sangat rimbun. Material yang baik yaitu material yang tidak mengkilat dan juga yang memiliki tingkat pemantulan radiasi yang sedikit sehingga membuat suhu udara pun akan menurun. Kata kunci: Lingkungan Termal, Suhu dan  kelembapan, vegetasi dan material
PENGARUH SIDE LIGHTING TERHADAP KENYAMANAN VISUAL (STUDI KASUS RUANG KERJA KANTOR SPAZIO SURABAYA) Abdul Kadir Jaelani; Jono Wadoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belakangan ini perancangan pencahayaan hanya dilihat dari segi fungsi semata, namun dari segi kualitas cahaya juga dapat dimanfaatkan. Surabaya adalah salah satu kota berkembang yang sudah mulai menerapkan bangunan dengan konsep yang bersahabat dengan alam, salah satunya adalah Spazio Intiland Surabaya. Bangunan dengan jumlah lantai 11 ini memiliki bukaan cahaya sebesar 40% - 50% dari ukuran dinding ruangannya. Namun, dari standar yang di tetapkan oleh SNI yaitu, standar pencahayaan ruangan kerja kantor adalah 350 Lux tidak sebanding dengan yang ada di ruang kerja Spazio Surabaya. Hasil yang di ambil dengan alat ukur dialux memberikan hasil yang melebihi standar pencahayaan di dalam ruang kerja dengan kenyamanan yang masih jauh dari 78% zona nyaman ruangan. Hasil tersebut terjadi karena kurang meratanya cahaya alami yang ada di dalam ruangan kerja dan terdapat faktor – faktor lainnya. Dalam rekomendasi yang dilakukan menghasilkan kenyamanan yang sudah memenuhi standar 78%, dengan rata –rata 81% dari 12 ruangan yang diteliti.Kata kunci: Pencahayaan Alami, Ruang Kerja, Kenyamanan Visual
Kajian Elemen Interior Sebagai Pembentuk Store Atmosphere pada Bangunan Hasil Revitalisasi dengan Fungsi Kafe (Objek Studi: Kafe Kawasan Kota Tua Jakarta) Amani Azizah Anggraeny; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan hasil revitalisasi pada kawasan Kota Tua Jakarta beradaptasi dan beralih fungsi menjadi Kafe yang dianggap mampu mengikat daya tarik wisata di Kota Tua Jakarta. Perubahan fungsi bangunan tersebut perlu adanya kaidah-kaidah dalam menunjang fungsi kafe untuk menciptakan store atmosphere pada kafe hasil revitalisasi.. General interior merupakan desain pada interior toko berupa atribut visual dan non-visual bagi konsumen untuk berinteraksi selama proses didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elemen-elemen interior yang dipertahankan, ditambah ataupun dirubah dan bagaimana elemen interior hasil revitalisasi dapat memenuhi kaidah-kaidah general interior sebagai elemen store atmosphere pada fungsi kafe di kawasan Kota Tua Jakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, dengan objek penelitian interior kafe pada Kafe Kedai Seni Djakarte, Kafe Historia dan Café Batavia. Hasil penelitian yang didapat ialah pada elemen interior yang dipertahankan yaitu lantai, pintu, jendela, dan warna. Serta pada elemen penambahan adalah ruang, pencahayaan, perabot serta elemen estetis. Pada elemen yang mengalami perubahan adalah lantai, dinding serta plafon. Setiap elemen tersebut yang termasuk dalam aspek general interior untuk menciptakan store atmosphere kafe adalah aspek lantai, aspek warna, aspek pencahayaan, aspek dinding dan aspek perabot.   Kata kunci: Kafe hasil revitalisasi, interior, store atmosphere.
Penerapan Strata Sosial Pada Pola Ruang Rumah Gadang di Nagari Andaleh Baruh Bukik Meilinda Helza Putri; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Gadang digunakan sebagai hunian dan tempat melangsungkan kegiatan adat. Ruang dalam Rumah Gadang memiliki fungsi yang disesuaikan dengan kegiatan kegiatan yang sedang berlangsung. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola ruang dalam Rumah Gadang yang ada di Nagari Andaleh Baruh Bukik dan fungsi strata sosial yang ada pada ruang dalam tersebut. Metode analasis yang digunakan adalah metode analasis deskriptif dengan tujuan mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan sosial pada pola ruang dalam Rumah Gadang, mulai dari susunan ruang dalam, ketinggian lantai, dan fungsi dan ruangan tersebut saat kegiatan adat berlangsung. Dari hasil analisis tersebut dapat ditentukan hasil berupa penerapan tingkatan sosial pada penyusunan pola ruang dalam saat kegiatan adat berlangsung.Kata kunci: Rumah Gadang, ruang dalam, strata sosial
The Effects of Store Atmospher Cafe Interior to Purchase Intention on Cafe My Kopi O! Malang Nenchi Rana Mustika; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang City has a culinary cafe business level that increased from year to year. Culinary is not only a fulfillment of primary but has become part of the lifestyle of the community. Eating or drinking activities in a cafe has shifted into activities for meetings or gatherings and enjoy the atmosphere and can capture the moment at the cafe. This can provide opportunities for entrepreneurs in the culinary business to be able to provide facilities and createagoodcafeatmosphereatthecafe.Thepurposeofthisstudywastofindouthowthe influenceofthegeneralinterioronpurchaseintentioninMyKopiO!Malangusingmultiple linear regression analysis. This study used descriptive-quantitative method. Respondent sample in this study taken from 105 Cafe visitors My Kopi O! by using a non-probability sampling method with a purposive sampling technique. The results of this study indicate that the general interior is the most influential especially in the aspect of wall texture. General interior has an influenceon purchase intentionof 57.5%and the remaining 42.5% isinfluencedbyotherfactors.Keywords:StoreAtmosphere,GeneralInterior,PurchaseIntention,Café,Descriptivequantitative
Trees Configuration Effect on Wind as Thermal ENvironment Elemen in Anun-Alun Merdeka Kota Malang Ratna Arianda Juwita; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thermal environment in green open spaces in tropics is influenced by several factors. Trees configuration are one of the factors. Trees play a role in conditioning thermal comfort through filtrating, directing, blocking, deflecting and causing turbulence to occur in local microclimate. This study examines the speed and flow of wind caused by tree configuration in Alun-Alun Merdeka Kota Malang as one of the microclimate controllers and recharge areas, using field measurements and descriptive evaluative methods and wind tunnel simulations using Autodesk Flow Design software. The results indicate that in the morning the speed and flow of wind at all measuring points have the interval between0.6-1.4 m/s and are considered into comfortable wind speed category, but in the afternoon wind speed interval is 0.73-2,07 m/s, there were 11 measuring points with rather uncomfortable wind speeds and 4 measuring points with comfortable wind speeds. The best tree configuration pattern in Merdeka Square in Malang is a cluster and linear configuration pattern with a medium tree arrangement that has rounded shaped crown that does not hinder windflow from the south and south southeast, but also can create turbulence in windshield area. Addition and rearrangement of configuration patterns need to be done to recreate comfortable wind speeds based on the activities that occur.
PENGARUH DESAIN ROSTER TERHADAP KENYAMANAN TERMAL BANGUNAN (STUDI KASUS KOS KEPUTIH ANDY RAHMAN) Nabila Khaira; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin tahun Indonesia mengalami krisis energi dan tidak bisa dipungkiri lagibangunan adalah salah satu pengguna energi terbesar. Penghawaan buatan (AC) adalahsalah satu penyebab terkuat dari kosnumsi energi dalam sebuah bangunan. Pada tahun2025 Direktorat Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineralmenargetkan 15-30% penghematan energi dilakukan oleh bangunan residensial. Makadari itu kita harus mencari berusaha mencari cara pasif untuk menghemat energi.Surabaya merupakan salah satu kota yang digandrungi mahasiswa. Semakin banyakmahasiswa yang datang semakin bertambah kebutuhan rumah kos. Di Kota Surabayayang panas, AC merupakan fasilitas yang wajib. Namun, terdapat rumah kos yangmenggunakan roster sebagai fasad utama yang bertujuan untuk menghemat penggunaanAC. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis kualitatif dengan analisis visualuntuk mengetahui penerapan desain tanggap iklim bangunan di Kota Surabaya danpengukuran langsung untuk mengetahui kenyamanan termal sebuah bangunan denganstudi kasus kos keputih series karya Andy Rahman untuk mengetahui pengaruh dariroster terhadap penurunan suhu bangunan. Hasil dari kajian menunjukkan bahwakonsep arsitektur tanggap iklim yang diterapkan pada bangunan kos dapat memberikankenyamanan di dalam ruang dan dapat menurunkan suhu di dalam ruangan serta dapatmengalirkan angin dengan baik ke dalam ruangan pada bangunan.Kata kunci: roster, kenyamanan termal, rumah kos, tanggap iklim