cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2021)" : 12 Documents clear
Pengaruh Tata Elemen Lanskap Terhadap Lingkungan Termal Taman Trunojoyo Bagian Selatan Kota Malang Viza Vicenza; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLingkungan termal merupakan lingkungan yang mempengaruhi manusia dalam kualitas termalnya, sehinnga manusia merasakan lingkungan yang dingin atau panas. Taman Trunojoyo merupakan salah satu taman yang ada di Kota Malang, letaknya yang berdekatan dengan Stasiun Kota Malang membuat taman ini ramai dikunjungi. Hal ini menyebabkan perlu diperhatikannya kenyamanan lingkuna termal pada taman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kondisi termal dan mengidentifikasi peranan vegetasi dan perkerasan dalam pengendalian lingkungan. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif. hasil dari pengukuran Taman Trunojoyo memiliki temperatur udara yang cukup tinggi yaitu sebesar 26,35 sampai 30,8 yang masuk dalam kategori tidak nyaman, dan memiliki kelembapan udara di atas 80% yang masuk dalam kategori tidak nyaman. Pembayangan melalui vegetasi dan morfologi ruang luar merupakan cara yang efektif untuk menciptakan lingkungan termal ruang luar yang nyaman dengan mencegah radiasi matahari secara langsung khususnya daerah tropis lembab.Kata Kunci : Tata Elemen Lanskap, Lingkungan Termal, Taman TrunojoyoABSTRACTThermal environment is an environment that affects human beings in their thermal quality, so humans feel a cold or hot environment. Trunojoyo Park is one of the parks in Malang City, its location close to Malang City Station makes this park crowded. This causes the need to pay attention to the comfort of the thermal lingkuna in the garden. The purpose of this study was to measure thermal conditions and identify the role of vegetation and pavement in environmental control. In this study using descriptive evaluative method. the result of Trunojoyo Park measurement has a high air temperature of 26.35 samapai 30.8 which fall into the uncomfortable category, and has air humidity above 80% that fall into the uncomfortable category. Shadowing through vegetation and outdoor morphology is an effective way to create a comfortable outdoor thermal environment by preventing direct solar radiation, especially the humid tropics.Keywords: Landscape Elements, Thermal Environment, Trunojoyo Park
Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Publik di Taman Kunang-Kunang Kota Malang Belynda Auliya Rasyada; Sri Utami Aziz
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Kunang-Kunang merupakan salah satu wilayah hutan kota yang vital di Kota Malang dan dikembangkan melalui revitalisasi dengan tematik “Kunang-Kunang”. Hasil revitalisasi tersebut terdiri dari dua area signage dan tiga area plaza yang dimanfaatkan masyarakat. Pemanfaatan ruang yang beragam dan berulang memicu aktivitas yang mendominasi suatu tempat dan tidak meratanya pemanfataan ruang pada taman. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola pemanfaatan ruang terbuka hijau publik di Taman Kunang-Kunang Kota Malang terkait pelaku, waktu, ruang dan aktivitas didalamnya. Metode penelitian berikut menggunakan metode kualitatif secara deskriptif evaluatif. Pendekatan behavioural mapping digambarkan dalam sketsa place centered mapping. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa pola pemanfaatan cenderung membentuk scatter dan link karena dipengaruhi oleh bentuk atribut ruang yang membentuk taman. Tingginya pengguna dari pengunjung kalangan remaja, dewasa dan PKL dipengaruhi oleh elemen semi-fisik yang memicu intensitas pemanfaatan ruang di dalam taman. Area taman dimanfaatkan untuk berteduh, beristirahat, berkumpul dan bersosialisasi. Aktivitas tersebut mendekati persebaran elemen ruang meliputi lampu taman, kanopi vegetasi, furnitur plaza, sirkulasi, signage, activity support, PKL dan parkir.
Keaslian Elemen Eks-Pabrik Keramik Dinoyo Malang Berdasarkan Nara Grid Nadya Pratiwi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Malang terdapat sebuah bangunan pabrik keramik tua yang sudah berusia 62 tahun. Pabrik Keramik Dinoyo ini merupakan pabrik keramik yang sukses pada masanya, namun karena stagnansi dari hasil produksinya maka pabrik sudah tidak beroperasi lagi sejak tahun 2007 dan kini kondisinya terbengkalai. Setelah dicermati lebih dalam, maka bangunan pabrik tersebut masuk kedalam kategori bangunan Cagar Budaya yang sesuai dengan UU No. 11 Tahun 2020. Namun, untuk lebih meyakinkan lagi dalam mengambil langkah pelestarian dibutuhkan sebuah evaluator keaslian dari sebuah bangunan. Nara Grid menjadi evaluator mandiri yang dapat menilai keaslian bangunan cagar budaya, terdiri dari penilaian penting seperti nilai artistik, historis, sosial dan ilmiah. Penilitian ini akan berfokus pada evaluasi menggunakan Nara Grid yang bersifat kualitatif serta kuantitatif guna meminimalisir ambiguitas. Data primer didapatkan dari observasi langsung, wawancara serta menyebarkan kuisioner dengan metode purposive sampling. Data-data tersebut kemudian akan dikolaborasikan guna mendapatkan skor keaslian bangunan dari Eks-Pabrik Keramik Dinoyo.   Kata kunci: Nara Grid, Pabrik Keramik Dinoyo, Skor keaslianKeaslian Elemen Eks-Pabrik Keramik Dinoyo Malang Berdasarkan Nara Grid
Aksesibilitas Pada Alun-Alun Merdeka Kota Malang Bagi Penyandang Disabilitas Fitri Miftahus Syafaah; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang publik merupakan titik temu interaksi sosial masyarakat. Kemudahanaksesibilitas menjadikan fungsi pada suatu ruang publik menjadi optimal danbanyak dipengaruhi oleh bagaimana kemudahan penggunaan fasilitas umum yangada pada ruang publik tersebut. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana aspek keamanan dan keseIamatan, kemudahan, kegunaan dan kemandirianpada Alun-Alun Merdeka Kota Malang sebagai ruang publik. Pada penelitian inidilakukan pengamatan dan pengkategorian akses aksesibilitas pada ruang publikterhadap garis besar prinsip universal design dan penerapan standar sarana danprasarana pada PERMEN PU No.14/PRT/M/2017 yang diterapkan. Metode yangdigunakan merupakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan evaluatif, dimanapengamatan kondisi eksisting secara audit menjadi instrumen evaluasi terhadappenerapan standar. Pengambilan data kuesioner juga diambil untuk mengetahuipersepsi pengunjung terhadap akses aksesibilitas yang ada pada sarana prasaranadi Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Pemilihan narasumber berdasarkanpengunjung yang berada di titik-titik interaksi sosial yang tinggi. Hasil penelitianmenunjukkan adanya elemen pada aIun-aIun tersebut yang belum sepenuhnyamenerapkan standar aksesibiIitas dan masuk dalam kategori kurang dalampersepsi pengunjung.
Childern’s Sense Of Place Base On The Kampung-Forming Elements In Pakisaji Art Kampong Anggie Nabila Pitaloka; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Malang, there are five art villages and Kampong Seni Pakisaji considered as one of them. This village held a long history and culture which has been deeply rooted for its people. The sole purpose of this research is to evaluate every element in forming the village which affecting child sense of place element, so that in the future any improvement made in this area will have to consider its’ use of space. There are several elements considered as forming elements of a village and those are physical element, social element, and personal element. Combination of those three elements create meaning of space. In this research, writer using architectural psychology approach to know user’s perspective specifically children perspective using deep interview method and cognition mental mapping. Qualitative descriptive analysis will be use as the analysing method in terms of defining the key terms and naration. The result of the analysis shows that social aspect having more effect on the children’s sense of that place. In conclusion, forming elements affecting Kampong Seni Pakisaji consecutively are social, personal and physical.
Kualitas Visual Koridor Jalan Raya Ubud Berdasarkan Persepsi Wisatawan Internasional Gabira Prakhasa Harianto; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Jalan Raya Ubud merupakan wajah utama dari Ubud yang seharusnya dapat merepresentasikan citra kawasan, yaitu kawasan yang terkenal akan pemandangan alam, kekayaan seni, dan budaya. Kualitas visual koridor ini diukur oleh wisatawan internasional, karena dominansinya sebagai wisatawan di kawasan Ubud. Terdapat 4 segmen yang membagi koridor Jalan Raya Ubud berdasarkan karakter bangunan dan jalannya. Kualitas visual diukur dengan menggunakan skala semantik differential, serta menggunakan foto dan video sebagai stimulus. Survey berupa kuesioner digunakan untuk mengukur 120 persepsi wisatawan internasional yang sedang tinggal di Ubud. Hasil dari analisis mean score menemukan bahwa adanya indikasi perbedaan nilai kualitas visual pada beberapa segmen di koridor Jalan Raya Ubud. Ditemukan bahwa terdapat 3 faktor yang mendasari persepsi wisatawan internasional terhadap kualitas visual pada koridor Jalan Raya Ubud. Faktor Keistimewaan (Distinctiveness), yang menjelaskan tingkat keindahan dan keunikan dari koridor jalan raya. Terdapat juga faktor Keteraturan (Organization) yang menjelaskan dimensi keterpaduan dan kehijauan. Serta faktor Kesatuan (Unity), yang menjelaskan kesatuan bidang vertikal pada koridor Jalan Raya Ubud.   Kata Kunci: Kualitas Visual, Persepsi, Keistimewaan, Keteraturan, Kesatuan, Koridor Jalan Raya Ubud, Kecamatan Ubud, Bali Indonesia.
Mengoptimalisasikan Pencahayaan Alami pada Gedung Perkuliahan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya Dieng Malang A Farras Adi P; Ary Deddy Putranto, ST., MT
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tujuan memiliki untuk menganalisis tingkat tingkat pencahayaan alami dalam area kampus kuliah Fakultas Kedokteran Hewan UB di Kota Malang. Dimana Kampus adalah sebagaimana mana semestinya wadah yang di peruntukkan selalu bersama sama dalam tuntuan yang ilmunya segera terdapat pada dosen serta mahasiswa didalamnya yang merupakan pengguna aktif pada area kelas yang telah di tentukan. Ini sangat sangat penting dalam situasi yang di ajarkan pada hal mengajar prosesnya belajar di area kampus. Dengan bagaimana kita harus mengerti untuk mnciptkan cahaya yang mau tak mau harus sesuai pada butuhnya kita. Hanya saya pada objek ini di temukan beberapa yang berbeda salahsatu seperti  dari orientasinya, fungsi pada luas area. Kemudian untuk massa bentukaannya juga seperti abjad “U” Bentuk juga pada gedung ini hanya terletak pada titik akses bukaan hidup. Sehingga dengan menggunakan beberapa akses metode yaitu experiemnetal serta kuantitatif. Alhasil dari bentuk yang terlihat serta dimensi yang telah terancang sangat bias pengaruh itu pada lantai, warna prabot, dinding, serta letak titik pada bukaan yang sangat berpengaruh . hasil revilasitasi akan di lampirkan yang ada pada penelitian variable. Kombinasi juga di tetapkan pada bentukan dari shaiding device horizontal dan vertical.
Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka pada Alun-Alun Cicendo, Bandung Muhammad Fadlan Ramadhan; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-alun Cicendo sebagai ruang terbuka publik merupakan salah satu respon Pemerintah Kota Bandung terhadap peningkatan kebutuhan ruang kota akan hubungan manusia masyarakat kota dengan alam kota itu sendiri. Namun, berada di tengah kawasan permukiman, perdagangan, industri, dan jasa membuat beragamnya kebutuhan aktivitas masyarakat sehingga tercampurnya seluruh fungsi ruang yang terdistribusi di dalam alun-alun Cicendo. Kompleksitas ruang ini menimbulkan masalah tersendiri dengan ketidakmerataannya pemanfaatan ruang alun-alun Cicendo. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu mengemukakan aspek–aspek yang mempengaruhi pola pemanfaatan ruang dalam alun-alun Cicendo, Bandung. Metode penelitian yang digunakan merupakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan Behavior Setting menggunakan teknik pengambilan data Behavioral Mapping dan metode observasi Place-centered Mapping untuk dapat mengetahui aktivitas pengguna dalam alun–alun Cicendo dengan setting tertentu. Hasil penelitian didapatkan pola pemanfaatan ruang pengguna alun-alun Cicendo dipengaruhi setting fisik aspek keberhasilan ruang dalam masing-masing zona, waktu aktivitas dan aktivitas pengguna. Aspek fisik sittable berpengaruh besar dalam pemanfaatan ruang alun-alun Cicendo. Lainnya, aspek fisik accessible, active dan green juga berpengaruh sedangkan aspek clean tidak terlalu berpengaruh. Masih ditemukan pemanfaatan ruang yang belum optimal dan penyimpangan pemanfaatan aspek fisik dibeberapa area.
Pola Pemanfaatan Ruang Publik Pada Koridor Jalan Pasar Besar Kota Malang Fatichatul Izzah Dwi Lestari; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Jalan Pasar Besar merupakan bagian dari salah satu kawasan perdagangan dan jasa di Kota Malang, yaitu kawasan Pasar Besar. Dalam peraturan setempat, Jalan Pasar Besar termasuk area prioritas dikarenakan kondisi lingkungan yang kurang maksimal bagi pengguna yang beraktivitas. Pemanfaatan ruang oleh pengguna yang beraktivitas terus berulang membentuk pola tertentu yang saling mempengaruhi satu sama lain.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji bagaimana pola pemanfaatan ruang publik pada koridor Jalan Pasar Besar, dengan pengamatan aktivitas yang dilakukan oleh tiap pengguna di tiap area. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif, dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi langsung ke lapangan melalui pemetaan perilaku.Hasil dari penelitian ini menemukan adanya perbedaan pola pemanfaatan menurut jenis aktivitas dan pola pemanfaatan menurut jenis pengguna. Masing-masing jenis aktivitas dan jenis pengguna saling berkaitan satu sama lain membentuk pola-pola seperti pola linear, pola menyebar, dan pola cluster. Kemudian dari pola pemanfaatan yang terlihat, ditarik sebuah garis besar dimana adanya beberapa area dengan intensitas pemanfaatan tertentu, yang berkaitan dengan kondisi eksisting yang ada.
Pola Konfigurasi Ruang Pusat Perbelanjaan Modern di Malang Melalui Pendekatan Space Syntax William Anda Resta; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat perbelanjaan di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Hasil dari Lembaga survei properti Colliers International mengatakan bahwa tren pasar dari pusat perbelanjaan akan terus meningkat. Kota Malang menjadi salah satu kota yang akan melakukan penerapan smart city kedepannya. Sesuai dengan tujuan kota Malang, Beesmartcity mengungkapkan indikator smart ekonomi berperan sebesar 17% dalam pengaplikasian smart city. Pusat perbelanjaan modern merupakan bagian dalam sektor perdagangan di kota Malang menjadi salah satu faktor yang menyumbang pertumbuhan di bidang ekonomi sejumlah 5.73% berdasarkan data badan pusat statistik (BPS) pada tahun 2019. Dengan tingginya peran pusat perbelanjaan modern dalam aspek ekonomi di Malang, diperlukan penelitian mengenai kemudahan pemahaman pengunjung terhadap pola konfigurasi ruang sebagai faktor kenyamanan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemudahan pemahaman pengunjung terhadap model konfigurasi ruang pusat pebelanjaan modern di kota Malang melalui kajian space syntax analysis dengan metode kuantitatif deskriptif. Objek penelitian yang digunakan adalah pusat perbelanjaan yang memiliki tingkat popularitas tinggi berdasarkan layanan google review. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa pusat perbelanjaan modern di Malang dengan tingkat kepuasan pengunjung tertinggi berdasarkan survei google review memiliki tingkat kemudahan dalam pemahaman ruang yang rendah.

Page 1 of 2 | Total Record : 12