cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021)" : 75 Documents clear
Tingkat Keandalan Sistem Keselamatan Kebakaran Pada Kawasan Permukiman Padat Kampung Warna-Warni Malang Ana Faliha Husna; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKebakaran dapat terjadi dimana saja dan tidak dapat diperkirakan kapan terjadinya, pada area permukiman padat sangat rawan akan terjadinya bencana kebakaran. Salah satu penyebab kerugian saat kebakaran terjadi adalah kurang andalnya sistem keselamatan kebakaran. Kondisi tingkat keandalan sistem keselamatan kebakaran meliputi Kondisi fisik keselamatan dan perilaku penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keandalan sistem keselamatan kebakaran pada kawasan permukiman kampung warna-warni malang. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif. Untuk analisa kondisi keselamatan kebakaran dengan membandingkan kondisi objek penelitian dengan standar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.26 Tahun 2008. Sedangkan perilaku penghuni dilakukan dengan penyebaran kuisioner. Hasil penelitian menunjukan jika perilaku mayoritas penghuni sudah memahami pentingnya keselamatan kebakaran, namun sebaliknya kondisi fisik sistem keselamatan kebakarannya masih kurang andal, karena masih banyak fasilitas keselamatan kebakaran yang kurang memenuhi persyaratan.Kata kunci: Keselamatan Kebakaran, Kondisi fisik, Perilaku penghuniABSTRACTFire can occur anywhere and cannot predict when it will happen, more highly the risk on a densely populated area. One of the causes of fire’s loss is the least reliable of fire safety management. The reliability level’s conditions of fire safety management are the safety physical condition and the residents’ behavior. This research aims to understand the reliability level of fire safety management in kampung warna-warni Malang. These research methods used a descriptive and quantitative approach. To analyze the condition of fire safety compared to the condition of the research object by standard Regulation of Ministry of Public Work decree no.26 of 2008. The residents’ behavior is analyzed by distributing questionnaires. The result of this research showed that the majority of residents’ behavior is understood the importance of fire safety. On contrary, the physical condition of fire safety management is least reliable, because many safety fire facilities are less qualified.Keywords: Fire safety, Physical Conditin, Occupants behavior
PENGEMBANGAN PARAMETRIC OBJECT LIBRARY BERBASIS HBIM PADA BANGUNAN BERSEJARAH GEREJA HATI KUDUS YESUS KAYUTANGAN KOTA MALANG Muhammad Farhan Shaukat; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPelestarian bangunan bersejarah merupakan salah satu proses rumit yang membutuhkan data bangunan dalam pelaksanaan nya. Data data tersebut seringkali di jaga sehingga dapat digunakan dalam upaya pelestarian bangunan tersebut, nyatanya banyak bangunan bersejarah yang tidak memiliki data tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, mendigitalisasi bangunan bersejarah merupakan solusi yang tepat. Teknologi HBIM atau historic building information modelling memiliki tujuan agar bangunan bersejarah memiliki basis data yang bisa digunakan dalam upaya pelestarian bangunan bersejarah. Dengan tingkat akurasi yang tinggi dan data yang detail, HBIM memiliki keunggulan dalam membangun basis data bangunan bersejarah. Studi kasus pada penelitian ini adalah Gereja Hati kudus yesus Kayutangan yang berada di Jalan Basuki Rachmad, dan sudah didirikan dari tahun 1901. Dengan menggunakan data pointcloud, bangunan tersebut dapat dipetakan secara tiga dimensi, sehingga dapat mengembangkan parametric object library berbasis HBIM pada bangunan Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah data pointcloud menjadi HBIM dengan membangun Parametric object library bangunan bersejarah Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan Kota Malang yang dapat membantu upaya pelestarian bangunan tersebut. Penelitian HBIM ini menghasilkan data HBIM dengan LOK 200 dalam bentuk parametric modelling, melalui 3 tahapan penting yang terdiri dari pengambilan data, pengembangan parametric object library berbasis HBIM dan validasi data.Kata kunci : HBIM, Parametric object library, pointcloudABSTRACTPreservation of historical buildings is a complex process that requires building data in its implementation. These data are often kept in good condition so that they can be used in efforts to preserve the building, in fact many historical buildings do not have this data. With the rapid development of technology, digitizing historical buildings is the right solution. HBIM technology or historic building information modeling has the aim that historic buildings have a database that can be used in efforts to conserve historical buildings. With a high level of accuracy and detailed data, HBIM has the advantage in building a database of historical buildings. The case study in this research is the Sacred Heart Church of Jesus Kayutangan, which is located on Jalan Basuki Rachmad, and has been established since 1901. By using pointcloud data, the building can be mapped in three dimensions, so that it can be developed into HBIM-based parametric object library in the Sacred Heart of Jesus Kayutangan Church building, Malang City. This study aims to process pointcloud data into HBIM by building a Parametric object library for the historic building of the Sacred Heart of Jesus Kayutangan Church, Malang City, which can help efforts to conserve the building. This HBIM research produces HBIM data with LOK 200 in the form of parametric modeling, through 3 important stages consisting of data collection, development of HBIM-based parametric object library and data validation.keyword : HBIM, Parametric object library, pointcloud
Evaluasi Pengaruh Elemen Pembentuk Ruang Terhadap Kenyamanan Lingkungan Masjid Jami’ Tegalsari Ponorogo Fawwaz Muhammad Haykel; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam sehingga memiliki beragam masjid. Masih banyak masjid tua yang menggunakan langgam jawa kuno, salah satunya Masjid Jami’ Tegalsari Ponorogo. Dengan umur masjid yang sudah sangat tua dan adanya perbedaan tatanan ruang dengan masjid lain pada umumnya serta selubung bangunan yang digunakan akan mempengaruhi kualitas kenyamanan pada masjid tersebut. Sehingga aspek kenyamanan yang meliputi kenyamanan akustik, kenyamanan pencahayaan, dan kenyamanan termal pada bangunan masjid Masjid Jami’ Tegalsari Ponorogo sangat diperlukan. Pengukuran akustik menggunakan alat pengukur suara SLM (sound level meters) dan dilakukan pengukuran di 64 titik. Pengukuran tersebut menunjukkan area tengah dan belakang masjid mendapatkan distribusi suara yang rendah dan cukup jauh dari standar. Hasil pengukuran cahaya yang menggunakan alat lux meter pada 4 waktu berbeda menunjukkan sisi samping utara dalam masjid dan setiap sisi sudut dalam masjid hanya mendapatkan 15 lux dan diteras masjid hanya mendapatkan 167 lux yang berarti masih dibawah standar pencahayaan tempat ibadah. Pengukuran termal dilakukan dengan memasangkan alat thermometer ruangan selama 4 minggu dan mendapatkan hasil suhu rata-rata ruang utama masjid masih lebih tinggi 1.98℃ daripada suhu netral. Berdasarkan hasil pengaruh kinerja kenyamanan elemen pembentuk ruang masjid yang telah dianalisis, elemen dinding sangat berpengaruh dalam aspek kenyamanan
PENGARUH ELEMEN INTERIOR TERHADAP RESPON EMOSI PENGGUNA RUANG KELAS MELALUI SIMULASI DIGITAL Artika Laksitakristi; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan kurikulum SMA yang berkelanjutan dan banyaknya waktu yang dihabiskan dalam hal akademik adalah beberapa penyebab stres akademik. Fenomena stres akademik beresiko dialami oleh pelajar SMA di kota-kota Indonesia, salah satunya pelajar di SMA Negeri 2 Surabaya. Interior ruang kelas dapat berkontribusi mengurangi stres dan memicu emosi positif melalui penerapan elemen-elemennya. Penelitian menggunakan metode eksperimental kuantitatif berskema one-shot case study dengan menyimulasikan secara digital elemen interior pada tiga ruang kelas di bangunan SMA Negeri 2 Surabaya untuk mengetahui respon emosi siswa SMA.  Elemen interior yang disimulasikan adalah elemen berunsur alam dari elemen material dan elemen dekorasi, serta penggunaan elemen aksen warna hangat.  Dari perpaduan elemen yang diteliti menghasilkan enam ruang simulasi di setiap objek ruang kelas, sehingga terdapat 18 simulasi ruang untuk direspon siswa dalam kuisioner.  Sampel dipilih dengan metode non-probability accidental sampling. Hasil respon emosi siswa selanjutnya diuji dengan uji ANOVA dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis data dari 108 responden adalah desain interior ruang kelas dapat memengaruhi respon emosi siswa secara signifikan. Ditinjau dari keberadaan setiap elemen dalam simulasi pemodelan digital, keberadaan elemen berunsur alam memberikan pengaruh yang lebih besar dalam penilaian dibandingkan elemen warna.
Penilaian Kualitas Estetika Fasade Bangunan Landmark Bersejarah Kota Malang Melalui Pendekatan Environmental dan Computational Aesthetics Farah Rosa Bela Asnawi; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang terkenal dengan Tri Bina Cita, yang memuat tiga pondasi utama sektor pembangunan kota yaitu industri, pendidikan dan pariwisata termasuk di dalamnya yaitu pengembangan wisata sejarah (historic tourism). Wisata sejarah memiliki cakupan mulai dari wisata budaya hingga meliputi wisata bangunan bersejarah, yang salah satunya adalah bangunan bersejarah landmark yang menjadi citra kota Malang. Penelitian bertujuan untuk menjaga signifikansi kesejarahan bangunan bersejarah, citra serta identitas Kota Malang sebagai urban heritage. Studi kasus penelitian menggunakan bangunan landmark bersejarah yang merupakan simbol citra kota dan sekaligus menjadi barometer heritage tourism kota Malang. Ada enam bangunan landmark kota Malang yang menjadi obyek penelitian yaitu Balai Kota, Gereja Hati Kudus, Gedung PLN, Sekolah Frateran, Sekolah Cor Jesu, Stasiun Kota Baru. Upayaupaya yang dapat dilakukan untuk menjaga signifikansi kesejarahan bangunan terhadap fasade bangunan landmark bersejarah kota Malang dapat melalui penilaian estetika fasade bangunan dengan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan bidang keilmuan environmental aesthetics dan computational aesthetics. Pendekatan bidang keilmuan environmental aesthetics menggunakan metode public perceptions dengan skala pengukuran semantic differential scales. Sedangkan pendekatan bidang keilmuan computational aesthetics melalui aplikasi software Interface Aesthetic Measurement (IAM) dengan menggunakan 13 variabel keindahan. Sintesis hasil persepsi publik dan analisis IAM menyimpulkan bahwa ada kesamaan penilaian sebesar 83,3 %, dimana bangunan Cor Jesu memiliki penilaian kualitas estetika fasad bangunan yang tertinggi dan bangunan PLN memiliki penilaian yang terendah. Sedangkan fasad bangunan Balaikota memiliki perbedaan hasil penilaian antara kedua metode. Kata kunci: bangunan bersejarah, fasade, public perceptions, computational aestheticsMalang city is known for Tri Bina Cita, which consists of the three main foundations of the urban development sector: industry, education and tourism including the development of historical tourism. It has a scope ranging from cultural tourism to historic building tourism, one of which is the historical landmark building that has become the image of the city of Malang. This research was aimed to maintain the historical significance of historical buildings, the image and identity of Malang City as an urban heritage. The research case study uses historical landmark buildings which are a symbol of the city's image and at the same time become a barometer of Malang's heritage tourism. Six landmark buildings are used as the research object, namely the Town Hall, Hati Kudus Church, PLN Building, Frateran School, Cor Jesu School and Malang City Station. The efforts to preserve the historical significance of Malang City's historical landmark buildings facade can be supported by evaluating the aesthetic aspects using a quantitative method of research. This study was performed with two scientific approaches, namely environmental asthetic and computational aesthetics. Environmental asthetic approach utilized a public perceptions method with the semantic differential scales. Meanwhile, the computational aesthetics approach utilized the Interface Aesthetic Measurement (IAM) software using 13 aesthetic variables. The synthesis of the public perceptions results’ and the IAM analysis concluded that there was a similarity in the assessment of 83.3%, where the Cor Jesu building had the highest aesthetic quality rating of the building facade and the PLN building had the lowest rating. Meanwhile, the facade of the City Hall building has differences in the results of the assessment between the two methods.
PENGARUH PERSEPSI VISUAL PADA ELEMEN ARSITEKTUR BANGUNAN BERSEJARAH BIOSKOP METROPOLE TERHADAP MINAT KUNJUNG MASYARAKAT Dewa Ayu Natih Ninggra Deviyanti; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan bangunan bersejarah bukan hanya sebagai sebuah peninggalan, bangunan bersejarah dapat memberi cerita dan pelajaran berharga di masa kini. Strategi bangunan bersejarah perlu di lakukan untuk tetap melestarikan dan menjaga keberadaan bangunan bersejarah. Metropole merupakan bangunan cagar budaya yang masih dapat bertahan dengan fungsinya sebagai bangunan komersil. Gaya artdeco yang khas pada bangunan metropole dapat dilihat dari eksterior dan interior bangunan. Gaya geometris yang sederhana dengan pola geometris yang kuat sebagai gaya art deco terdapat pada bangunan Metropole. Studi ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap elemen arsitektur bangunan bersejarah Metropole dan pengaruhnya terhadap minat kunjung masyarakat. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis secara kuantitatif melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa 39% elemen eksterior berupa fasad, jendela, pintu, podium, menara, bentuk bangunan dan ornamen dan 32,% elemen interior berupa lantai, dinding, pintu, plafon, perabot, kolom dan lampu berpengaruh signifikan terhadap minat kunjung masyarakat terhadap bioskop Metropole.
Amben Tengah pada Rumah Jawa di Desa Gedangan, Tulungagung Rahima Dheta Yaistrina; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pada masyarakat Jawa banyak yang mengalami perubahan, sehingga kebutuhan mengenai ruang masyarakat Jawa pun juga banyak yang berubah. Kebutuhan ruang yang berubah salah satunya berada di amben tengah yaitu ruang untuk memuja Sang Kuasa yang sekarang sudah banyak yang tidak digunakan. Amben tengah banyak ditinggalkan karena masyarakat di Desa Gedangan sudah banyak yang menganut agama samawi untuk saat ini. Masuknya agama samawi membuat masyarakat melakukan penyesuaian antara tradisi budaya yang ada dan aturan agama yang dianut, karena penyesuaian tersebut amben tengah mengalami alih fungsi atau dibiarkan kosong. Keadaan ini membuat katakterisitik amben tengah setelah ini masih belum diketahui mengenai sifat, kedudukan, dan pandangan masyarakat mengenai ruang tersebut. Berdasarkan permasalahan yang ada maka dapat dilakukan penelitian dengan mengambil beberapa contoh kasus Rumah Jawa di Desa Gedangan, Tulungagung dengan menyandingkan rumah dan mnganalisis pola amben tengah yang ada sampai mendapatkan karakteristik amben tengah saat ini.
ANALISIS PERSEPSI KENYAMANAN PADA KARAKTERISTIK RUANG YANG TERBENTUK AKIBAT PENERAPAN KONSEP DOUBLE DECKER PADA PERUMAHAN WHELFORD BSD Hanif Rahma Riansyah; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya pembangunan perumahan yang cukup pesat membuat pengembang membuat segala cara dalam memaksimalkan lahan yang tersedia, untuk memenuhi kebutuhan ruang setiap penghuni perumahannya. Salah satu cara pengembang yang digunakan adalah penggunaan konsep double decker yang diterapkan pada perumahan, konsep ini sering ditemukan pada infratruktur seperti jalan tol, jembatan, dan rel kereta api. Dengan penerapan konsep double decker yang memisahkan antara sirkulasi kendaraan dengan area taman  pada perumahan terbilang cukup baru dan menarik perhatian penghuni untuk menempati perumahan tersebut. Tetapi penerapan konsep tersebut tidak sejalan dengan ekspetasi yang dimiliki oleh penghuni, sehingga penghuni memilih untuk melakukan perubahan pada rumah mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik perumahan dengan konsep double decker dan pengaruhnya terhadap kenyamanan penghuni. Hasil penelitian yang akan diperoleh berupa analisa elemen arsitektur, elemen ruang luar, dan jawaban responden mengenai kenyamanan perumahan pada objek penelitian.
GEOMETRI ORNAMEN MASJID AL WUSTHO MANGKUNEGARAN Anita Widi Puspitasari; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki berbagai macam budaya dan agama, salah satunya yaitu agama Islam dengan sebagian besar masyarakat Indonesia menganut agama tersebut. Kota Surakarta merupakan salah satu kota yang terdapat penyebaran agama Islam. Salah satu masjid tertua Kota Surakarta yaitu Masjid Al Wustho yang dirancang oleh arsitek Belanda bernama Herman Thomas Karsten yang diselesaikan pada masa Mangkunegaran VII. Ornamen merupakan bagian dari visual bangunan yang di dalamnya terdapat geometri yang membentuk keunikan pada bentuk-bentuk ornamen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengenalasisi geometri ornamen Masjid Al Wustho Mangkunegaran melalui unsur geometri. Metode yang digunakan adalah metode analisis-deskriptif. Pengumpulan data yang diperoleh berdasarkan observasi lapangan dan mendokumentasikan bagian ornamen bangunan masjid sehingga data yang diperoleh dapat digunakan untuk menganalisis tentang geometri dan menarik kesimpulan tentang geometri ornamen Masjid Al Wustho Mangkunegaran.Kata kunci: Masjid Al Wustho Mangkunegaran, geometri, ornamen
Pola Ruang Pada Ritual Konghucu (Sang Bien) di Klenteng Eng An Kiong Malang Hera Aulia Rahmah; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klenteng merupakan tempat aktivitas keagamaan bagi tiga umat sekaligus, yaitu umat Konghucu, Tao dan Buddha “Tri Dharma” (tiga ajaran). Adanya pembagian fungsi bagi tiga kepercayaan menjadikan klenteng memiliki pola ruang yang berbeda dengan rumah ibadah lain yang hanya digunakan untuk satu kepercayaan. Hal ini berpengaruh terhadap kegiatan ritual Sang Bien yang terdapat di klenteng Eng An Kiong Malang. Studi ini mencoba menganalisis pola yang terbentuk akibat penggunaan ruang (pola ruang) oleh jemaat ritual Sang Bien di Klenteng Eng An Kiong Malang dan juga pemaknaan terhadap pola tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan pengambilan data berupa Collaborative Social Research. Peneliti melakukan mapping (pemetaan) pada areaarea yang digunakan dan melihat pola yang terbentuk dari pemetaan tersebut kemudian mencoba mencari maknanya. Hasil yang diperoleh berupa jenis pola ruang yang terbentuk pada ritual Sang Bien di Klenteng Eng An Kiong Malang, yaitu pola spiral atau melingkar dengan orientasi berlawanan arah jarum jam atau menuju arah kiri. Pola ini terbentuk akibat pergerakan jemaat yang mengitari bangunan klenteng dengan poros atau titik awal berada di Ruang Suci Utama dan berakhir di area Sayap Kiri Bangunan. Makna orientasi yang berlawanan arah jarum jam ini ialah agar masyarakat Tionghoa terhindar dari keburukan-keburukan yang akan datang.